VinFast VF7 : Setengah M dapat apa saja sih di produk flagship VinFast ini? (YouTube Video)
Oke, guys. Welcome back to Autoret Max bersama dengan gue Fahri. Dan kali ini di sebelah gua udah ada FinFest VF7. Ini adalah mobil terbesar dan termahal FinFest yang dijual di Indonesia saat ini. Ini sebenarnya adalah SUV coue kayak VF6, tapi dia atapnya enggak selandai itu gitu loh. Atapnya pendek ya. Bukan enggak kayak SUV SUV pada umumnya ya. Namanya juga coue kan lebih landai gitu. Mobil ini digarap oleh Torino Desain dari Ital. Jadi bentuknya enggak kayak mobil-mobil Tiongkok gitu ya. Emang bukan sih. Tapi ingat ya ini mobil asal Vietnam bukan mobil Tiongkok ya. Pasti banyak yang kecelek nih. Ngomong-ngomong soal dimensi, mobil ini panjangnya sekitar 4,6 m, tingginya 1,6 dan lebarnya sekitar 1,8 m. Kurang lebih mirip sama SUV SUV Compact kayak Omoda gitu kali ya. Cuman dia ini lebih pendek gitu. Nah, sekarang kita lihat di bagian depan. Kalau di Finvest, Finfest pada umumnya kan kayak VF E34 atau VF3 gitu kan. Dia kan ininya cuma kayak chrome. Ini dia lampu beneran kayak DRL gitu ya. Jadi kalau malam dia beneran nyala gitu. Sama untuk lampungnya sendiri dia di bawah dia di sini ada projecttornya kiri kanan dan khas mobil-mobil kayak mobil-mobil Amerika gitu dia di sini ada side markernya di sisi kiri sama kanan. Next ke samping dia pakai ban berukuran 245 R19. Tapi sayangnya ini single tone ya. Kalau dibikin dual ton pasti lebih bagus lagi. Kemudian dia kidingnya di sini dia sewarna body ini dia warnanya bukan two tone ya, tapi hitam sama merahnya agak mendominasi. Mungkin ada kombinasi lain dari fininp-nya gua enggak tahu. Nah, yang unik adalah pembukaan handle pintunya. Kalau model flash biasanya kan kita tekan di ujung sini kan. Kalau ini enggak. Ini di ujung belakang baru dibuka. Perlu pembiasaan memang. Sementara berali ke samping. Kalau mobil-mobil kan biasanya dikelilingin kayak aksen chrome gitu di sekitar jendelanya. Kalau ini enggak. Dia kayak ada aksen hitam. Terus sampai ke belakang ya. Untuk di atasnya ini varian ini kebetulan enggak ada sandofnya. Terus dia ada cakvin antena. Lanjut ke belakang. Dia ada spoiler warnanya dia pokoknya agak menjolok ke belakang gitu. Kaca belakangnya engak gede-gede banget. khas Coupe dan ini dia ada wiper belakang yang tersembunyi di balik spoilernya ini. Jadi kelihatannya malah kayak yang enggak ada ya. Nah, khas Finfest dia lampunya nyambung dari kiri ke kanan. Dan yang unik biasanya kan mobil tuh aksen hitamnya cuman sampai bumper kan. Kalau ini dia sampai aksen plat nomor. Sepempat bagasi ini bawahnya dia hitam si tempat plat nomor. Atasnya baru dia body color. Mobilnya enggak ketinggalan di sini. Dia ada sensor park gear empat titik dan entah ini kayaknya ada spek yang pakai wheel fog lamp ditempel di sini. Terus kemudian di sini juga ada kamera mundur ditempatinnya. Kalau biasanya kan di dekat bagasi ya. Ini dia di bawah logo FinFas-nya ya. Sekarang kita masuk ke interiornya. Entah kenapa gua ngelihat ada beberapa aksen BMW angkatannya 2010 sampai 2015-an gitu loh. Kalau kalian familiar ya, kalian perhatiin tulisan airbag ini di plafon. Ini kayak BMW enggak sih? Terus lanjut kalian lihat lagi ini bagian tuas lampu sen sama tuas wip-nya ini. Ini BMW banget enggak sih? Untungnya dia nyalin lampungnya bukan pakai cetekan di sisi sini gitu ya. Terus kalau kalian lihat lagi Sunfiser sama Dream itu BMW banget. Mirip-mrip kayak lu ngelihat BMW E90 F10 gitu loh. Nah, sekarang kita bahas posisi nyetirnya. Lagi-lagi karena dia coue, jadi visibilitas ke belakangnya jujur aja agak kurang dan tuas transmisinya dia ada di pencet gitu. Misalkan model tuas atau model apa gear selector disetir gitu. Ini dia di model pencet dan parking back-nya juga di sini. Gua yakin ada auto hold-nya tapi pasti pengaturannya di layar head unitnya. Ini ada yang jungle. Iya kalian enggak salah mobil ini enggak ada speedometernya. Jadi ini dia di sini ada head up display yang menampilkan kecepatan range dan data-data mid gitulah. Cuman karena lagi-lagi mobilnya mati jadi kita enggak bisa ngelihat tampilan mid-nya seperti apa. Di tengahnya ini dia ada layar head unit 12,9 inci yang menghadapnya ke sisi driver banget. Jadi dia dibikin driver oriented gitu ya. Dia udah pakai wireless Android Auto sama Apple CarPlay. Dan dia di sini juga ada semacam kayak mid-nya gitu di seperempat dari si layar apa infotainment-nya ini. Jadi walaupun enggak ada speedometer tetap bisa ngelihatlah informasi tentang mobilnya gimana gitu kan mengenai suhu, kecepatan, rens gitu-gitu. Dan dia juga udah dilengkapi dengan kamera 360. Nah, untuk dashboard-nya dia unik, dia pakai padanan warnanya tuh hitam sama coklat. Begitu juga dengan di kusinya. Dashboard-nya sebagaimana ini ya, khas Finvas gitu kan, dia AC-nya di situ. Anehnya dia di sisi penumpang depan dia AC-nya ada dua. Karena biasanya kan kalau mobil cuma di sisi kiri doang ini di kiri kanan. Jadi dibanding mobil-mobil pada umumnya harusnya dia lebih dingin karena ventilasi AC-nya ada lima. Satu di sisi pengemudi, dua di sisi tengah, dua lagi di sisi penumpang. Biasanya di sisi penumpang itu cuman satu ya. Sekarang kita duduk di jok belakang. Ini alas duduknya miring banget, curam gitu. Jadi kalau duduk terlalu masuk dan tentunya terlalu dingklik tuh alas ininya kita kakinya jadi naik gitu kan. Terus kemudian dia joknya enggak bisa dipik lining dan enggak bisa di sliding. Jadi pengaturannya fix gini doang untuk penumpang belakang. Tapi setidaknya di belakang kita dapat seatback bcket dua-duanya ada. Kita dapat AC sama kita juga dapat colokan bahkan tiga nih ya. Biasanya kan mobil-mobil lain dua ini ada dua type E sama satu type C yang 90 watt. Jadi bisa fast charging lah. Nah, lagi-lagi di sini gua lihat aksen BMW jelas banget di trim-nya. Ini coba dia naruh twitter-nya lebih gede. Ini desainnya BMW banget. Masih di jok tengah dia udah ada armest dan udah ada cup holder. Lagi-lagi lu ngingetin BMW banget enggak sih aksen-aksen ininya? Tapi coingnya sih enggak kayak BMW. Gitu juga dengan headr-nya. Nah, di sini dia juga ada lampu baca dan ada hand grip di kiri kanan. Jadi, di belakang sebenarnya cukup lega, tapi untuk posisi duduk ini kayaknya bukan selera semua orang deh. Soalnya bagian jok penyangga pahanya ini terlalu miring. Kebiasanya kan kalau sedan terlalu agak datar, ini kayak miring menukik banget, tajam gitu loh. Next, kita bahas bagian belakang. Tentunya sebagai flagship finvest di Indonesia saat ini dia udah dilengkapi dengan power back door. Kapasitas bagasinya kurang lebih segini. Lantainya agak ke dalam ya. Jadi kalau kalian mau ngambil sesuatu mungkin agak susah kalau berat. Oke, sekarang kita ngomongin power train alias yang menggerakkan si mobil ini. Untuk yang tipe pro dia pakai dual motor bertenaga 349 horsepow dan torsinya 500 Nm. setup itu masih dipadu sama baterai 70,8 kWh ya dan range-nya 471 km berdasarkan NDC. Selain itu dia juga ada tipe Echo dengan single motor yang tenaganya 174 horsepow dan torsingnya 250 Nm dan baterai berkapasitas 59,6 kWH. Setup ini memungkinkan untuk range 430 km berdasarkan standar NEDC. Nah, untuk harganya varian Eco dijual Rp499 juta. Sementara varian plus dijual Rp599 juta. Nah, itu semua harganya udah on road untuk wilayah DKI Jakarta dan itu bukan harga subscription gitu ya, sudah termasuk baterainya gitu. Oke, jadi gimana menurut kalian mengenai mobil ini? Nah, kesimpulannya mobil ini bisa menjadi pilihan baru buat kalian yang bosan sama SUV listrik asal Tiongkok ya. Setidaknya dapatin Vietnam gitu kan. Nah, dengan harga segitu dia bisa pengin beda dan kalian mementingkan kelegaan kabin juga kalian bisa memilih mobil ini. Itu aja dari gue. Gimana menurut kalian? Gue VIB sign off. Bye. [Musik]
