Visual ADUHAY, Performa CINCAY, Kamera... NICE TRY - Review nubia Focus 2 5G (YouTube Video)
Nubia Focus 2 5G Untuk kesekian kalinya, Nubia merilis smartphone baru tanpa ada ramai-ramaian atau tanpa ada acara yang besar. Saya nggak tau ya, apa alasannya? Apakah memang ini strategi mereka? Atau memang budget marketing dari brand ini tuh nggak sebesar brand-brand lain? Tapi kita abaikan saja, karena itu memang bukan urusan saya. Tapi yang pasti, saya sangat mengapresiasi smartphone baru mereka, karena menurut saya, hape ini cukup unik dan cantik. Generasi pertama hape ini, rilis 1 tahun lalu. Nubia Focus generasi pertama dirilis pada bulan Februari 2024, dan Focus 2 ini keluar di Maret 2025. Secara garis besar, generasi kedua ini sedikit berbeda, baik itu secara desain ataupun ukurannya. Untuk desain menurut saya unik, dengan frame kamera yang menonjol, kayak hape flagshipnya Vivo atau Xiaomi Mobile Ultra. Di dalam frame ini terdapat 3 buah kamera, terus ada tulisan 108MP dan logo Neo Vision, yang merupakan teknologi mereka dalam hal prosesing image di kamera smartphone mereka. Desain hape ini sama sekali tidak mengingatkan saya pada hape apapun, karena memang terlihat sangat berbeda. Terutama warnamen-warnamen pada frame kameranya, yang keliatan unik dengan finishing glossy berwarna silver, dan ada garis merah di pangkalnya. Tuh di ujungnya situ tuh ada garis merahnya gitu. Untuk bagian back covernya terbuat dari plastik dengan motif garis-garis, dan punya finishing glossy yang tentu saja merupakan fingerprint magnet. Tapi saya suka sama build quality-nya, menurut saya hape ini tuh bagus dan nggak kerasa murah gitu. Frame-nya sendiri rata, dengan tombol power berwarna merah yang jadi salah satu ciri khas hape-hape Nubia. Karena hampir semua hape Nubia tombolnya berwarna merah. Di tombol ini juga tertanam sebuah sensor sidik jari atau fingerprint yang performanya menurut saya cukup cepat dan akurat. Setidaknya lebih cepat dibandingkan fingerprint di dalam layar. Salah satu alasan kenapa sensor fingerprint di hape ini diletakkan menyatu dengan tombol power adalah karena memang layar yang digunakan di hape ini masih berjenis IPS, berukuran 6.7 inch dengan resolusi hanya HD+. Ya walaupun resolusinya hanya HD+, refresh rate-nya ada di 120Hz dengan tingkat brightness sampai 1000 nits. Jujur layarnya nggak bagus-bagus amat, sudah pasti kalah kalau dibandingkan sama hape lain di harga yang sama yang bisa ngasih layar Full HD ya. Tingkat brightness-nya nggak terlalu tinggi juga, bikin layar jadi kelihatan agak kurang bisa dilihat di bawah terik matahari. Untungnya responsivitas layar di hape ini bagus, saya tidak merasakan adanya latency yang mengganggu, saya pake main real drum juga masih bisa catch up di tempo tinggi. Tidak ada informasi jenis kaca apa yang digunakan di hape ini, intinya untuk layar terasa biasa aja. Tapi ngasih layar dengan refresh rate 120Hz perlu kita apresiasi. Walaupun seharusnya kalau jualan kamera, layar dari smartphone juga jadi hal yang penting karena bagaimanapun juga, hasil jepretan kamera akan dilihat oleh pengguna melalui layar. Takutnya hasil kameranya bagus, tapi pas di preview kelihatan burik gitu, karena layarnya nggak tajam-tajam amat gitu. Semoga untuk seri berikutnya, Nubia bisa ngasih resolusi yang lebih tinggi lagi dari ini, demi bisa menghasilkan preview hasil foto yang lebih baik. Lanjut ke hardware, hape ini pake SoC yang sama dengan generasi sebelumnya, yaitu Uni SoC T760. Dengan proses fabrikasi 6nm, dan jujur SoC ini bukan SoC yang lambat menurut saya. Karena dilihat dari angka yang dihasilkan, seperti Antutu yang ada di angka 440 ribu, terus Geekbench performa single core-nya ada di 773, dan performa multi core-nya ada di 2300. Harusnya SoC ini bisa disandingkan dengan Helio G99, karena performanya mirip secara angka. SoC ini juga berjalan sangat stabil di hape ini, terbukti tidak terlihat gejala throttling, karena dalam hasil pengujian, stabilitasnya ada di angka 99,4%. Untuk pengalaman bermain game, saya juga nggak nemu ada keluhan. Saya gunakan untuk bermain game yang rutin saya mainkan, sejauh ini lancar-lancar aja, seperti Mobile Legends dan Lineage 2M. Walaupun untuk Lineage, grafisnya harus saya turunin mentok ke bawah. Kalau nggak, ya begitu, agak buta-buta. Hape ini punya RAM sebesar 8GB, yang bisa kita extend sampai 12GB lagi. Jadi dia punya total RAM sebesar 20GB. Perpaduan antara RAM fisik dan RAM virtual. Untuk storage berukuran 256GB, sayangnya kecepatan baca tulis terbilang lambat, jadi kemungkinan hape ini masih menggunakan storage berjenis eMMC. Kalau kita lihat, kecepatan bacanya ada di 172MBps, dan kecepatan tulisnya ada di 183MBps, yang mana menurut saya sekali lagi ini cukup lambat. Sebenarnya informasi yang saya dapat dari internet, hape ini menggunakan storage berjenis UFS 3.1. Hanya saja itu tidak terbukti, karena beberapa kali saya coba melakukan pengujian, kecepatan baca tulisnya nggak tembus di atas angka 200MBps, atau selalu berada di bawah itu. Selanjutnya, hal yang saya kurang nyaman adalah speakernya, dimana hape ini hanya punya single speaker, jadi suaranya terdengar agak cempreng, tapi nggak cempreng-cempreng banget. Dan beruntung, kelartinya masih terdengar lumayan oke, walaupun frekuensi lownya agak kurang berasa gitu ya. Tentu, selain nggak enak buat dengerin musik, dipake buat main game juga agak kurang nyaman, karena suaranya jadi nggak balance gitu, kayak sebelah doang gitu. Untungnya, kita masih menemukan jack audio di hape ini, yang mana ini sudah sangat langka. Untuk konektivitas, hape ini menurut saya cukup lengkap, selain dia bisa terhubung ke jaringan 5G, tentu dia juga punya NFC, dan sudah menggunakan USB Type-C. Perlu disebut nggak sih? Karena memang ada beberapa yang masih menggunakan micro USB, terutama handphone-handphone murah ya? Ya handphone murah apa yang pake micro USB? Ini udah nggak ada ya? Bisa-bisa saya nggak perlu sebut lagi. But overall, performanya oke, terasa lancar, setidaknya mematakan stigma kalau SoC buatan Unisoc itu lemot dan lebih baik daripada Mediatek. Saya paham kenapa kalian berpikir seperti itu, karena selama ini yang kalian tau hanyalah seri entry level dari Unisoc. Tapi jangan lupa, Unisoc juga punya light up yang lebih ngemput. Salah satunya adalah seri T760 ini. Nubia Focus 2 ini punya 2 buah slot SIM berjenis hybrid, karena slot SIM keduanya nyatu dengan slot micro SD. Soal slot micro SD ini juga sebenarnya saya sempat kegocek ya, karena waktu saya lihat spesifikasi hape ini di GSM Arena, disitu tertulis kalau hape ini nggak punya slot SD card atau micro SD. Tapi ternyata pada saat saya lihat langsung, saya bisa menemukan slot micro SD yang menyatu dengan slot SIM, atau berjenis hybrid. Jadi terkadang yang ada di GSM Arena adalah spesifikasi yang mungkin bukan versi yang masuk game Unisoc. Jadi hati-hati. Untuk software, Nubia Focus 2 ini menggunakan Android versi 15 yang dibalut sistem antarmuka MyOS 15. Secara visual, jujur tidak ada yang spesial dari UI buatan Nubia ini. Walau begitu, UI-nya tetap nyaman, tetap responsif, dengan fitur yang menurut saya sudah lebih dari cukup. Setidaknya dia punya manajemen icon yang bagus lah. Mulai dari memindahkan banyak icon sekaligus, mengklasifikasikan icon atau shortcut ke dalam sebuah folder juga sangat mudah. Dan dia juga bisa menganinstall banyak aplikasi melalui shortcut secara bersama. Saya tidak menemukan informasi yang detail soal jaminan update software dari hape Nubia ya. Tapi sejauh yang saya cari, mereka ngeklaim kalau hape mereka itu akan mendapatkan jaminan update software selama 3 tahun. Saya nggak tahu informasi ini berlaku untuk Indonesia atau hanya untuk Nubia global aja ya. Terus lanjut ke baterai. Hape ini punya baterai yang relatif standar, yaitu 5000 mAh dengan dukungan fast charging 22,5 Watt aja. Untuk ketahanan baterai jujur tidak terlalu impresif. Digunakan sehari-hari sebenarnya masih bisa, tapi dengan catatan tidak digunakan untuk bermain game. Dari hasil pengujian juga didapat angka yang tidak terlalu awet ya, yaitu dia hanya bisa bertahan untuk penggunaan nonstop selama 12 jam. Lebih gitu, hampir 13 jam lah. Yang mana menurut saya ini tergolong standar. Hape ini juga bisa diisi penuh dari 5 sampai 100% dalam waktu lebih dari 1 jam. Oke, terakhir kita bahas soal kamera. Secara visual terlihat kalau kamera di hape ini itu ada 3. Tapi dari ketiga kamera ini, yang punya identitas jelas hanya kamera utamanya yang beresolusi 108MP. Kamera di hape ini nggak punya WIAS atau Optical Image Stabilization, tapi dia punya EIS atau Electrical Image Stabilization. Kamera utamanya juga mendukung 3x Lossless Zoom. Artinya, kemampuannya untuk ngambil foto digital zoom sebanyak 3 kali tanpa kehilangan detail. Katanya sih begitu. Nah, di aplikasi kameranya kita bisa menemukan fitur snapshot atau sport yang memungkinkan kita untuk mengambil foto yang bergerak cepat atau foto yang nggak diem. Mengenai fitur kamera, sebenarnya kalau kita lihat di tab kamera family, ini banyak banget fitur-fitur yang unik seperti Start Trail, Electric Aperture, Time Lapse Pro, Dokumen, Panorama, Multi Exposure, Dual Capture, Monocolor, dan Vlog. Tentunya saya nggak akan menjelaskan semua fiturnya, tapi saya akan menjelaskan kualitas kameranya secara garis besar aja. Secara default, hape ini menangkap foto di resolusi 12MP yang mana untuk bisa mengambil foto di resolusi penuh, kalian harus memilih secara manual di menu 108MP. Dalam kondisi terang, menurut saya, foto yang ditangkap oleh hape ini lumayan oke. Lumayan tajam, warnanya menurut saya juga lumayan akurat, tidak ada processing warna yang berlebihan, nggak bikin warna terlihat terlalu gojreng gitu. Jadi bisa disimpulkan warnanya sesuai dengan apa yang saya lihat. Kemudian untuk fitur Lossless 3x Zoom-nya, secara kasat mata terlihat cukup oke sebenarnya. Hanya saja kalau diperhatikan, noise-nya itu mulai bermunculan gitu. Jadi walaupun dipakein yang melengbel, Lossless! Bisa dipastikan detailnya sedikit hilang, dan ada di bawah foto tanpa zoom. Kemampuan hape ini menangkap foto HDR juga lumayan oke, bagian-bagian yang lazimnya sulit di highlight, tetap bisa di highlight dengan cukup baik, terutama di bagian shadow. Jadi objek gelapnya itu terlihat cukup terang ya. Untuk foto lowlight-nya sendiri, menurut saya lumayan oke, walaupun tidak terasa spesial, karena kalau diperhatikan noise-nya masih tetap terlihat gitu, bahkan saat menggunakan digital zoom. Detailnya banyak yang hilang gitu, jadi fotonya kurang instagramable. Jadi sebaiknya jangan terpikir untuk posting foto zoom dalam kondisi lowlight ke media sosial kalian. Untuk foto portrait, menurut saya lumayan, pemisahan antara background dan foreground juga bisa dilakukan walaupun belum terlalu detail, karena beberapa bagian yang rumit, seperti pada bagian rambut misalnya. Lalu untuk foto snapshot, yaitu kemampuan untuk menangkap objek bergerak, walaupun terasa agak sedikit gimmicky gitu loh. Fotonya akan terlihat cukup bagus, kalau kondisi pencahayaannya sempurna. Sedikit saja cahaya yang berkurang, bisa dipastikan fotonya akan ngeblur gitu, atau nggak fokus. Kamera depannya punya resolusi 16MP, dan kualitas foto yang ditangkap dari kamera depannya, menurut saya lumayan oke. Detailnya masih cukup oke, walaupun di beberapa kondisi, noise-nya tidak bisa disembunyikan. Saya juga tidak merasakan adanya enhancement yang berlebihan di kamera depannya. Jadi fotonya terlihat seperti aslinya gitu, dan saya yakin jenis foto seperti ini tidak banyak disukai orang, karena biasanya mereka lebih suka kalau hasil foto selfie-nya itu bisa menghasilkan foto yang lebih tampan gitu, atau lebih cantik dari foto aslinya. Ya nggak? Kamera depan hape ini, bisa merekam video di resolusi Full HD, 30 fps. Hasilnya seperti yang kalian lihat, biasanya kalau kualitas video itu, tidak cuma melihat dari kualitas visualnya saja, tapi juga dari kualitas audio, bagaimana kualitas penangkapan suara dari si handphone tersebut saat merekam video. Tidak ada stabilizer, jadi terlihat cukup hajul-hajul kan? Sedikit beruncang, tapi yang pasti menurut saya sudah lumayan oke. Sekarang kondisinya cukup terang di siang hari, jadi harusnya lumayan oke. Tapi walaupun kamera depannya hanya beresolusi Full HD, ternyata kamera belakangnya bisa merekam video di resolusi 4K. Kita lihat hasilnya. Nah, ini adalah hasil perekaman video dari kamera belakang, dimana dia bisa merekam video di resolusi 4K, 30 fps. Hasilnya lumayan, saya tidak tahu apakah videonya ini interpolasi atau tidak. Tapi yang pasti, saya tidak merasa spesial dengan kualitasnya, tapi lumayan bisa 4K. Dalam kondisi cukup cahaya, terlihat cukup jelas. Walaupun, lagi asing, Alhamdulillah. Walaupun menurut saya, bisa merekam 4K adalah sebuah fitur yang nice to have di handphone ini. Kualitas suaranya, seperti yang kalian dengarkan sekarang, sekarang lagi azan, jadi harusnya suaranya ada di belakang sana. Overall, lumayan oke menurut saya. Kesimpulannya, menurut saya, hape ini cukup solid, desainnya cantik, performanya cukup ngebut, pengalaman penggunaannya juga. nyaman, dan tentu punya kamera yang cukup mumpuni. Dimana menurut saya, kualitas kameranya bisa bersaing dengan hape-hape lain di range harga yang sama, atau bahkan diatasnya. Kemampuannya dalam mengambil foto snapshot juga perlu kita apresiasi, karena nggak banyak hape-hape mid-range punya fitur seperti ini. Dan jujur, fiturnya kepake banget, terutama buat kalian yang memang hobi point and shoot, atau ngambil foto dalam momen yang mepet, serta objek foto yang nggak diam. Tentunya ada beberapa trade off ya, kayak layarnya yang terasa biasa aja, terus kualitas speakernya yang sayangnya cuma 1 speakernya, dan suaranya lumayan cempreng gitu. Lalu baterainya cuma 5000 mAh, dan daya dalam baterainya juga menurut saya nggak terlalu depresif gitu. Biasa aja lah. Tapi overall, hapenya cukup menarik buat dibeli, karena punya beberapa kisseling point yang cukup unik, dan nggak kita temukan di hape lain. Seperti yang saya bilang tadi, jadi untuk 2 jutaan, saya masih bisa merekomendasikan hape ini ya, memang butuh fitur-fitur yang saya sebut tadi. Dan untuk Nubia, terima kasih udah merilis hape-hape murah, dengan kualitas yang cukup bagus, karena beberapa hape Nubia yang saya review cukup memuaskan, dan saya merasa brand ini, kalau serius, berpotensi untuk menggoyang dominasi Infinix, dan lainnya di Indonesia. Good job Nubia! Oke segitu aja cerita singkat saya soal Nubia Focus 2 5G ini. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini, dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. Irwan pamit, dan adios!
