Jungkat

vivo tak terbendung di 2024 (YouTube Video)

  • 31/12/2024

Mulai dari smartphone terjangkau yang pake baterai gede, smartphone mid-range dengan kamera oke, sampe smartphone lipat dengan kemampuan kamera kece. Vivo di tahun ini memang lagi on fire banget. Kenapa sih Vivo? Emang ga cukup ya udah jadi nomor 1 di China? Yes, Vivo saat ini memang menjadi jawara di negara asalnya. Apakah di Indonesia juga bisa? Saya rasa sangat mungkin karena hape-hape yang Vivo keluarin di tahun ini emang bagus-bagus banget. Contoh pertama adalah Vivo V40. Smartphone kelas tengah yang punya hasil kamera bagus karena kolaborasi dengan produsen lensa dan optik terkemuka yaitu Zeiss. Secara setup memang terbilang minimalis. Hanya terdiri dari 2 lensa aja di belakang. Lensa utama 50MP dengan OIS dan 50MP Zeiss Ultra Wide Angle Kamera. Ga ada lensa tele yang biasanya dipake buat bikin foto portrait. Tapi hal ini dikompensasi dengan kehadiran Zeiss Multifocal Portrait. Karena lensa utamanya punya resolusi tinggi, buat foto portraitnya Vivo V40 ini menggunakan In-Sensor Zoom yang bisa menghasilkan foto portrait yang cakep, detail, dan rapi seakan punya lensa tele. Hasil foto lensa utama ini juga sangat tajam dengan kemampuan reproduksi warna yang enak buat dilihat. Di kondisi low light pun hasilnya bersih banget. Kemudian lensa ultra wide-nya juga punya resolusi 50MP yang bisa ngasih hasil foto yang cukup detail. Biasanya di kelas hape mid-range, lensa ultra wide itu cuma jadi sekedar pelengkap doang. Kamera utama 50MP dan ultra wide paling di 8MP aja. Tapi di vivo V40 ini nggak. Makanya hasil foto lensa utama dan lensa ultra wide-nya hasilnya nggak jomplang. Kamera depannya juga pake resolusi 50MP Zeiss Group Selfie Camera. Support autofocus juga lagi. Yang mana smartphone flagship aja, beberapa ada yang nggak pake autofocus. Hasil selfie-nya bagus banget. Dan kamera depannya ini juga bisa merekam video 4K. EDAN! Sektor kamera memang sektor yang di-highlight dari vivo V40. Cuman sektor lainnya tuh nggak kalah kece. Chipset yang pake Snapdragon 7 Gen 3, chipset yang cukup powerful buat handle sosmed dan mayoritas game. Walaupun buat game berat itu nggak bisa selalu stay di 60 fps, tapi kalo dipake buat gaming kompetitif, chipset ini udah lebih dari cukup. Sertifikasi IP-nya juga yang terbaik. IP68 dan juga IP69. Bukan cuman tahan air, tapi tahan air bertekanan dan juga air di suhu tinggi. Hah, tuh lo mau masukin hapenya ke pas lagi masak mie. Indomie juga bisa kali ya? Jangan deh. Mau ini hape masuk ke dalam mesin cuci pun, nggak akan bikin hapenya rusak. Baterainya juga lebih besar dari standar hape kebanyakan ya. 5500mAh BlueVolt baterai. Bikin ketahanan baterainya ada di atas rata-rata dan ngecasnya juga cepet. Bayangin hape mana yang setipis ini tapi punya baterai sebesar ini. Maksimal ngecasnya di 80W. Coba sekarang liat, spek bagus, kamera bagus, baterai bagus, IP rating yang terbaik. Apa coba kurangnya hape ini? Harganya juga kagak mahal. Buat saya, MVP Vivo di tahun ini adalah Vivo V40. Cuman memang turunnya Zeiss ke Vivo V40 ini tuh membuat harganya agak naik. Makanya Vivo menambal gap harganya dengan membawa 2 varian Vivo V40 Lite. Ada yang 5G dan juga 4G. Secara spesifikasi tentu V40 Lite ini tuh ada di bawah Vivo V40 ya. Yang 5G menggunakan chipset Snapdragon 4 Gen 2 dan yang 4G menggunakan chipset Snapdragon 685. Di bagian kamera, yang 5G menggunakan kamera 50MP dan ultrawide 8MP. Sementara yang 4G kameranya 50MP ditemani sama 2MP Depth. Melihat banderol harganya, spesifikasi yang dibawa ini tuh memang terlihat biasa aja. Tapi di sisi user experience, Vivo membawa sesuatu yang berbeda. Yang membuat beda adalah kehadiran AI di dalam hape ini. Sebelumnya AI itu adalah fitur yang hanya ada di smartphone kelas flagship. Tapi Vivo bawa hal tersebut ke hape yang dibanderol di harga 3 jutaan aja. Ini tentu hal yang baik ya. Kamu bisa hapus objek yang ganggu di foto dan juga memperbaiki foto-foto buram menjadi enak dilihat di smartphone yang terjangkau seperti ini. Sebenarnya ada satu lagi seri Vivo untuk market global, yaitu Vivo V40 Pro. Cuman varian ini tuh nggak masuk ke Indonesia. Bukan hal yang buruk menurut saya, karena saya justru melihat ini adalah langkah yang cukup taktis yang dilakukan oleh Vivo Indonesia. Soalnya nanti harganya bakalan mepet sama Vivo X100. Secara spek juga bagusan Vivo X100. Smartphone flagship Vivo yang bisa dibilang terjangkau. Pake MediaTek Dimensity 9300 yang ngebut, gesit buat urusan harian, dan bisa dihajar gaming kelas berat. Dan juga pake kamera Zeiss dengan setup yang terbilang komplit. Kamera utama 50MP OIS yang cakep buat dipake foto dan video. Kamera periscope telephoto 64MP yang pake OIS juga dengan 3x optical zoom buat foto-foto portret dengan hasil mirip DSLR. Buat foto yang agak jauh juga masih mumpuni karena resolusi 64MP-nya masih bisa dipus lebih jauh tanpa kehilangan banyak detail. Terakhir dilengkapi sama lensa ultrawide 50MP yang punya kualitas nggak kalah sama lensa utamanya. Jadi hasil fotonya itu konsisten bagus di semua lensa. Ngecasnya juga cepet lagi 120W Flash Charge, lengkap lah sudah. Bahkan yang versi Pro-nya lebih bagus lagi. Vivo X100 Pro bawa semua kelebihan dari Vivo X100 dengan beberapa hal yang lebih baik. Kamera utama dengan sensor yang lebih besar dengan ukuran 1 inch yang merupakan sensor terbesar saat ini bikin foto makin cakep dengan performa low light yang lebih oke. Bisa rekam 8K 30fps atau 4K 60fps. Kamera periscope telephotonya mungkin punya resolusi yang lebih kecil ya di 50MP. Tapi dia tuh pake sensor kamera yang lebih baik, pembesaran opticalnya juga lebih besar yaitu di 4,3x yang artinya buat foto-foto zoom tuh akan makin tajem. Portraitnya juga makin creamy bokehnya. Baterai juga lebih besar jadi makin tahan lama penggunaannya. Smartphone foldable-nya juga bisa saya katakan paling recommended to buy. Selain udah pake spek paling mumpuni, layar foldable paling besar tapi desain HP-nya tipis, baterainya juga tahan lama karena memang kapasitasnya itu gede ya. Yaitu di 5700 mAh. Yang bikin dia spesial itu adalah kameranya. Walaupun foldable, kamera vivo X Fold 3 Pro itu pake setup kamera yang komplit. Kamera utama 50MP OIS, ultrawide 50MP juga, dan ada periscope telephoto 64MP yang dilekapi dengan OIS dan pembesaran optical 3x. Kombinasi dari ketiga lensa ini ngasih experience kamera yang fleksibel dan hasil yang bagus thanks to kolaborasi dengan Zeiss. Menurut saya ini adalah smartphone foldable terbaik di tahun ini. Last but not least, HP entry-nya juga masih tetep bisa kasih lebih. Vivo Y28. Speknya sesuai sama harganya, tapi baterainya ini udah 6000 mAh, gede banget. Biar ngecasnya nggak lama, masih dikasih vivo FlashCharge 44W. Sertifikasi IP64 juga nempel di smartphone ini. Mau kehujanan tuh nggak akan jadi masalah. Jadi meski punya harga 2 jutaan, HP-nya tuh masih ngasih ketenangan bisa nyala seharian, awet karena ada sertifikasi IP-nya, speakernya stereo, dan ngecasnya juga nggak lama meski baterainya gede. Menurut saya, tahun ini vivo tuh nailed it banget. Kalau dipertahankan, nggak heran kalau setelah jadi nomor 1 di China, vivo kayaknya bakalan jadi nomor 1 di Indonesia juga. Gimana menurut kalian?

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Vivo

Vivo menghadirkan smartphone dan perangkat pintar dengan kamera canggih serta desain stylish. Vivo dikenal dengan teknologi fotografi inovatif, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.

Vivo V40

Vivo V40 hadir di Indonesia sebagai smartphone yang dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara desain elegan, kemampuan fotografi yang kuat, serta performa yang stabil untuk penggunaan sehari hari. Perangkat ini menjadi bagian dari seri V yang dikenal menonjolkan tampilan modern dan teknologi kamera berkualitas. Vivo menghadirkan perangkat ini untuk pengguna yang...