vivo V50 VS Samsung A56 5G | Mending Beli yang Mana? (YouTube Video)
[Musik] Halo semuanya, selamat datang lagi di Project Review sama saya Putri Rizer. Dan langsung aja ini dia video yang sudah cukup banyak diminta. Langsung aja ini dia Samsung Galaxy A5 5G dan juga Vivo V50. Makasih banyak untuk 4.000 lebih orang yang like video sebelumnya dan kalau kalian salah satunya boleh juga sekalian di-like yang ini dan di-share untuk nge-support videonya. Makasih banyak ya udah nge-like dan nonton video yang sekarang. Oke, J langsung aja. Ini dia dua smartphone midrange yang saat ini lagi populer-populer dan sering banget dibandingin. Kelasnya sama. Terus kalau harga retail resminya yang di official store masing-masing itu juga sebenarnya mirip-mirip ya. Itu di jutaan. Bedanya Vivo itu punya varian yang harganya lebih tinggi dengan Rp7.999.000 buat versi 12512. Oh ya, untuk Samsung Galaxy A56 itu dia enggak ada versi 5.12 dan paling mentok cuma di 256 aja. Kedua smartphone ini enggak ada dukungan untuk pasang micro SD. Jadi kalau emang kalian minat punya smartphone yang kapasit internal lebih gede, nah V50 jawabannya. Untuk soal desain saya sebenarnya di sini sedikit terbagi. V50 saya suka warna merahnya ditambah dengan finishing matte yang kelihatan elegan. Ini cakep banget handphone-nya. Sayangnya kalau menurut saya finishing di bagian frame-nya ini yang bikin berasa sedikit kelihatan kurang kayak kurang nge-blend gitu. Back covernya udah matte finish cakep begini tapi di bagian frame dia glossy. Untuk materialnya di sini juga kombinasi ya. Jadi frame-nya dia masih dengan polikarbonat. Sedangkan back cover-nya ini sudah menggunakan kaca. Untuk Samsung A565G kalau menurut saya sedikit lebih oke ya untuk desain. Frame aluminium terus back covernya kaca Gorilla Gless Victus Plus ya. Enggak cuma di belakang, tapi di depan juga. Ini bikin feel-nya itu berasa lebih mahal. Ditambah lagi dengan desain yang baru nih di Serun ini yang sudah tidak sama lagi dengan versi tahun lalu yang itu kayaknya udah template beberapa tahun gitu dipakai Samsung. Saat dipegang kedua smartphone ini menurut saya sama-sama enak tapi dia punya feel yang beda. V50 dia berasa lebih natural di tangan karena pinggirannya dia melengkung. Mungkin sebagian orang akan menganggapnya kayak enggak tajam gitu ya. Lebih nyaman bukannya dipegang. Nah, bedanya kalau untuk Galaxy A56, nah, di sini dia sudutnya kan lebih tegas, frame-nya flat di atas bawah kiri, kanan. So, Kay mana? Balik lagi ke preferensi. Sebenarnya kalau soal tipis, dua-duanya sama-sama tipis ya. Kalau berdasarkan dari datanya Vivo, varian paling tipis itu adalah yang black ya, 7,39 mm. Lebih tipis daripada Galaxy A56 yang 7,4 mm. Beda dikit doang. Cuma di sini saya adanya adalah V50 warna merah harmony red yang mana ini 7,57. Jadi kalau dicompare sebenarnya masih lebih tipis si Galaxy A56. Walaupun beda tipisnya dikit, tapi di sini saya sedikit lebih suka nih sama Vivo karena mereka bisa pasang baterai yang besar di 6000 mAh. 1000 mAh lebih besar dibandingkan Galaxy A5 5G. Dengan baterai yang lebih besar dari tahannya Vivo V50 ini terasa lebih baik dengan screen on time yang lebih panjang. Terus untuk ngecas, Vivo lagi-lagi ngelangkahin Samsung ya, udah pakai 90 watt versus 45 watt. Samsung enggak cuma di midrange sama flagship juga sekarang masih 45 watt gitu. Siapa yang lebih cepat ya mestinya udah bisa ketaker gitu. Kemudian sekarang kita lanjut ngomongin tentang IP rating ya. Lagi-lagi Vivo lebih advance dari Samsung dengan perlindungan yang lebih total. Ada IP68, IP69. V50 juga dilengkapi sama mode underwater. Ini sebagai salah satu fitur ngelengkapin kamera. mode yang khusus untuk pemakaian dalam air tawar seperti pengin foto atau video pas kita lagi berenang. Hasilnya bagus, pengoperasiannya gampang. Nah, di tempat lain A56 masih di IP67 IP67. Cukup tahan air sih untuk perlindungan mendasar, tapi enggak lebih dari itu. Jadi, overall untuk desain dari segi tampilan dan pilihan material perangkat ya saya suka sama Samsung. Tapi kalau kita ngelihat dari segi warna sama sertifikasi IP rating, Vivo V50 jelas unggul signifikan. Next, kita lanjut ke soal spek-specs dari smartphone-nya. Mulai dari segi layar, ukuran sama-sama 6,7 inch. Cuma bedanya Vivo ada ekornya 6,77. Pantang AMOLED dan Super AMOLED resolusinya dua-duanya udah full HD plus dengan refresh rate adaptif 120 Hz. Untuk bezel Samsung kelihatan agak old school ya, sedikit kelihatan lebih tebal dibandingkan Vivo yang sudah mulai berani bikin lebih tipis. Untuk fitur HDR dua-duanya udah support. Jadi buat yang pengin nonton film-film menawarkan HDR kayak di Netflix ya, V50 atau A56 semuanya bisa. Oh ya, untuk Galaxy A56 ini layarnya flat. Enak banget buat yang suka main game atau buat cari tempered glass gitu baru itu lebih gampang nyarinya. Cuma kalau untuk V50 si V50 ini dia layarnya melengkung. Meskipun bukan yang curve banget tapi mungkin bakal jadi pertimbangan bagi sebagian orang. Dari segi warna yang ditampilkan ini sebenarnya tergantung ke preferensi tapi pilihan preset warna yang dipakai itu bakal berpengaruh. Kalau V50 disetel di warna standar dan si A56 itu di preset natural, Vivo akan kelihatan punya saturasi dan kontras yang sedikit lebih tinggi. Terus kalau misalnya di V50 kita ganti ke settingan bright dan di A56 kita ganti ke Vivfit ya. V50 ini tetap masih lebih tinggi saturasinya, tapi kontras di Galaxy A56 itu udah mulai ngejar. Bedanya Samsung kalau pengin lebih gonjreng lagi ada slide vivitness yang bisa digeser-geser. Jadi kalau pengin tipical layar yang warnanya keluar banget ya itu bisa aja geser mentokin ke sebelah kanan. Lanjut ke soal chipset. Vivo ya Snapdragon Samsung pakai Exyos dengan konfigurasi pilihan RAM sama kapasitas penyimpanan yang sama. Dari segi kecepatan, RAM sama storage A56 itu sedikit lebih kencang ya. Galaxy A56 dengan UFS 3.1 dan LPDDR5 di saat Vivo itu masih UFS 2.2 dan LPDDR 4X. Ini akan sedikit banyak berpengaruh pada kecepatan ketika kita buka tutup aplikasi yang mungkin ada sedikit multitasking segala macam. Cuma mungkin ini baru bakal berasa bagi para entusias dan ya sebagian orang awam mungkin enggak akan terlalu berasa bedanya. Dari segi chipset yang tadi kita udah ngomongin, Snapdragon dan Exinus, favoritnya netizen udah pasti Mertes bakal memihak Snapdragon dibandingkan Exyos. Saya enggak kaget. Oke, kalau kita lihat dari angka benchmark dulu. Anutu Exyos Samsung di sini lebih kencang. Dia udah Rp900.000 versus Rp800.000 di Vivo. Dalam pemakaian yang tidak intensif, hampir enggak ada perbedaan kalau menurut saya, baik di Vivo maupun di Samsung. keduanya masih cukup smooth, lancar, dan nyaman di saat kita pakai kayak multitasking. Perbedaan itu baru bakal berasa sedikit ketika beban kerjanya kita tambahin. Contoh pertama kayak kita content creation, export video di CapC. Dengan material video yang sama, durasi yang sama, serta format yang sama, Galaxy A56 bisa menyelesaikan lebih cepat baik itu di resolusi 4K maupun 1080. Terus kalau buat gaming di sini juga cukup unik nih karena ternyata V50 dan Galaxy A56 tuh bisa dapetin average FPS yang mirip mirip. Seperti contoh di Mobile Legends. Settingannya sama dengan average kita bisa dapat di sini di 86 fps. Dan by the way, ini saya satu temuan yang cukup unik. Enggak tahu saya ada menemukan sedikit anomali di Galaxy A56 5G saya ini. Di mana kalau saya tanya sama teman-teman yang nyobain Mobile Legends itu mereka bisa kebuka FPS 120. Entah kenapa di Mobile Legends yang saya download di sini, saya download tentunya lewat Play Store itu FPS-nya tetap mentok di super alias 90 fps aja. Jadi saya enggak bisa nyobain yang 120 di sini. Itu doang sih tambahannya. Lanjut ke soal gaming yang lebih demanding seperti saya cobain di sini Zone Zero saya cobain. Tapi entah kenapa saya ngerasa di sini V50 malah sedikit lebih smooth dibandingkan Galaxy A56 dengan average FPS dan smoothness yang sedikit lebih baik. Entah karena lebih optimized atau gimana saya gak tahu. Tapi by the way di sini saya pakai settingan yang sama untuk kedua smartphone-nya. V50 dengan Snapdragon 7 gen3-nya tuh berasa lebih adem ya saya bandingkan dengan Exinyus. Berasa sekali panasan lebih cepat naik pada pemakaian yang berkelanjutan. Si Vivo ini tentu suhunya naik juga tapi tidak sampai seperti di Galaxy A56 pada pemakaian yang sama. Untuk bagian berikutnya kita sekarang masuk ngomongin tentang software ya. One UI 7 versus F Touch OS ya. Van Touch OS emang makin ke sini udah makin berbenah ya. Jelas lebih bagus dibandingkan kalau kita compare ke beberapa tahun yang lalu. Tapi kalau mau dibandingkan sama One UI levelnya masih beda. Mulai dari smooth-nya animasi, menu setting yang enggak ribet tertata rapi, serta fitur-fitur tambahannya OneUI tetap lebih baik. Terus belum lagi kalau kita ngomongin sama update jangka panjang A56 itu bisa ngejamin sampai 6 tahun ya untuk update-update-nya. Sedangkan Vivo V50 itu hanya update 3 tahun versi Android dan 4 tahun security patch. Ya, mungkin no big deal ya, bukan sesuatu yang besar untuk sebagian orang karena sebagian juga enggak pakai handphone selama itu. Tapi ngelihat dari brand bisa menjamin sampai bertahun-tahun ke depan tentu adalah satu nilai plus tersendiri. Untuk bagian AI Galaxy A56 dan Vivo V50 sama-sama punya ya dari yang standar Google sampai dikembangkan sendiri. Yang kedua smartphone yang ini punya tuh udah pasti kayak Circle to search ya karena emang dari Google ya bawaan AI Racer juga udah mulai umum dan kayaknya enggak ada ya smartphone apalagi classmate range yang enggak punya seperti sekarang juga pasti udah pada ada soal ngapuspengapus saya cobain ternyata Vivo lebih unggul dibandingkan Samsung dengan selisih yang menurut saya cukup signifikan AI buat ngapus di Vivo ini bekerja sedikit lebih rapi untuk menambal gambar-gambar yang dihapus sedangkan di Samsung Ini kayak AI eraser basic banget yang kadang-kadang atau enggak kadang sih lebih sering kelihatan kurang rapi. Cukup disayangkan untuk Samsung karena kalau kita ngomongin eraser di kelas flagship mereka itu kan udah ajaib banget sampai viral juga kan beberapa waktu yang lalu. Tapi di midrange-nya malah kayak kelihatan biasa banget dan enggak lebih bagus gitu dibandingkan sama kompetitor. Nah, yang unik kalau di Galaxy A56 dia ada fitur kayak best face yang kita bisa pakai buat ganti-ganti muka. Kalau aja kita lagi foto terus timingnya enggak pas, tiba-tiba kita merem, ada yang mangap, ada yang blur. Nah, itu bisa dibenerin. Untuk di Vivo ini belum ada ya fiturnya. Jadi, ya alimum sedikit lebih unggul. Habis itu untuk di Galaxy A56 dia juga ada fitur namanya auto trim untuk video. Kalau menurut saya fitur ini antara kepakai dan enggak kepakai. Soalnya kalau menurut saya motong video enakan sendiri biar dapat timing yang lebih pas dibandingkan menyerahkan ke AI. Nah, sekarang kita pindah ngomongin ke AI di V50. Nah, ini AI tambahannya itu ada di aplikasi notes yang bisa untuk dipakai sumrise catatan, bikin pointer-pointer dan segala macam. Surprisingly, Samsung yang terkenal dengan Samsung Notes-nya itu enggak ada fitur AI di Samsung Notes. Habis itu di bagian voice recording ya, Vivo lebih bagus juga karena bisa dipakai untuk transkript ya. Jadi rekaman bisa diranskrip ke bahasa Indonesia juga enggak masalah. Samsung juga ada transkripnya, tapi entah kenapa di sini belum mendukung bahasa Indonesia. Jadi sampai nanti ada update Vivo kayaknya bakal berasa lebih unggul ya untuk beberapa fitur AI seperti yang tadi udah saya omongin. Satu lagi dan ini dia yang bagian yang paling sering dikompare-kompare, di mendang-mending kameranya. Di daftar speks, Vivo menurut saya kelihatan lebih bagus karena udah collab sama Ziz, udah kayak flagship Samsung. Gak ada ceritanya atau colab-colab, tapi mereka punya sensor yang diperbarui dari Galaxy A55 dan juga image processing yang lebih baru. Kedua smartphone ini mirip secara konfigurasi karena lensa yang kepakai itu ada lensa utama dan ultrawide. Lensa utama sama-sama di 50 megapel, tapi Vivo unggul di ultrawide yang sudah 50 megap juga. Kamera depan pun sama ya. Vivo unggul karena dia di 50 megapel. Untuk mode foto Vivo kelihatan lebih royal. banyak sekali mode-modenya yang termasuk mode underwater tadi udah saya mention di awal video. Terus untuk mode portrait yang Ziz ini juga oke banget ya. Ada pilihan focal leng-nya, terus filternya juga banyak. Belum lagi ditambah fitur aura light ya. Ini lampu yang udah nempel di seri V-nya Vivo sejak beberapa rilisan ke belakang. Nah, sekarang kita ngomongin soal hasil fotonya. Di sini menurut saya kedua smartphone punya karakteristik yang sangat berbeda. Vivo itu jauh lebih fleksibel soal warna ya. Karena dia ngasih tiga preset. Jadi dia mau pakai vivit ada textured sama zeiz natural. Ini benar-benar bisa kita sesuaikan sama preferensi bikinan yang seperti apa. Sedangkan Samsung enggak ada tuh ya priset-priset warna kayak gitu dan mereka hanya menganggalkan pada pro visual engine yang ya katanya akan mereproduksi warna jadi kelihatan lebih natural. Kalau dicompare antara foto Galaxy A56 dengan Vivo V50 itu langsung kelihatan ya. Di mana V50 itu foto-fotonya lebih sering kelihatan terang, lebih kelihatan cerah, warnanya lebih keluar. Cuma saya seringkiali juga ngelihat fotonya itu kerenap mengangkat bagian shadow. Jadi kayak bagian shadow-nya tuh sering kan dibuat kelihatan lebih terang kayak diangkat. Sedangkan si Samsung kalau gelap ya dibikin gelap kadang-kadang juga enggak jarang ya kelihatan jadi terlalu gelap. tetap balik lagi ke preferensi. Tapi kalau untuk yang lebih eye pleasing, menurut saya Vivo lebih baik dibandingkan Samsung ya. Ultrawide Vivo dengan konfigurasi resolusi yang lebih tinggi ya, hasilnya juga tentu bisa mendapatkan foto yang ukuran lebih besar dan ya detailnya juga sedikit lebih baik kalau kita bandingkan dengan yang ada di Galaxy A56. Tamambahan lainnya kita juga harus ngomongin tentang mode portraet ya. Mode portraitnya Vivo ini berasa sangat fleksibel ya. Ada pilihan-pilihan vokal lengnya, parasinya, bokeh-bokehnya itu menarik sekali untuk kita explore. Jadi buat yang pengin foto portraet cakep, menurut saya sih V150 inil salah satu jagoan di kelas midrange. Pindah ke kamera depan. Hasilnya menurut saya juga beda. Di mana V50 itu Vivo punya karakteristik yang membuat muka kelihatan lebih cerah. Kak ini kalau pengin foto kita kelihatan glowing ya pakai Vivo dibandingkan pakai Samsung. Sekarang masuk ke bagian perekaman video. Sama-sama bisa ngerekam di 4K 30 FPS baik itu di kamera belakang dan kamera depan. Stabilisasi saat dipakai sambil jalan misalnya resolusi 4K Samsung lebih bagus dari Vivo. Soalnya di V50 saya ngelihat masih kadang-kadang videonya kayak ada endut-endutan gitu. Terus ini enggak cuma berlaku di kamera belakang ya, tapi juga di kamera depan. Kalau kita pakai di 1080 sebenarnya aman ya, baik itu di Samsung maupun Vivo. Terus untuk kontrol pindah kamera saat kita lagi ngerekam, Vivo juga menurut saya kalah nyaman sama Samsung. Soalnya kan kalau Samsung tinggal dipencet-pencet aja tuh ada 0,5, ada 1, ada dua. Vivo itu masih harus slider, kita geser-geser. Jadi agak kurang enak gitu kalau kita pengin loncat dari satu fokal leng ke fokal leng. Cuma satu hal yang unik di Vivo dan yang saya suka itu adalah mereka punya mode teleprompter. Nah, ini enak nih kalau misalnya kita pakai untuk bikin konten ya, ada contekan supaya kita ngomongnya enggak salah-salah. For antara V50 dengan Galaxy A56 di sini kita lihat. Nah, untuk dynamic range warna langit, warna daun sebelah sini putar sebelah sini. Nih kalau sambil jalan kita bisa lihat juga stabilisasinya seperti apa. Menurut kalian gimana? Bagusan mana antara kedua smartphone ini? Coba tuliskan aja di kolom komentar di bawah. Oke, sekarang yang bagian skin untuk A56 dan V50. Bisa langsung lihat perbedaannya. Ada matahari yang lumayan terik. Saya coba agak mundur sini kalau kena matahari. Sintonnya beda kan? Kalau misalnya gini kita jalan sebelah sini autofokusnya, dynamic range-nya langsung bisa lihat gimana unat kalian bagusan mana langsung komen aja di bawah dan habis ini kita pindah ke kamera depan terus ke kondisi lowlight. Sekarang ini dia untuk perekaman video di kondisi low light pakai Vivo P50 dan Samsung Galaxy A56. Pencahayaannya ada satu lampu jalan lumayan gede tapi ya sisanya gelap noise dan segala macam bisa dilihat. Tapi yang saya bisa notice dari sini kita punya perbedaan tone ya, skin tone khususnya itu berbeda sekali. Di mana kalau menurut saya Samsung kelihatan lebih oke, kelihatan lebih natural dibandingkan Vivo. Terus gambarnya juga sedikit biru ya untuk di Vivo. Tapi untuk di Samsung dia cenderung punya hasil yang kelihatan lebih natural. Ya, itu dia hasilnya seperti ini. AO bisa dengar juga dari kedua smartphone. Cuma ya seperti yang tadi saya sudah bilang kalau Vivo ini untuk perpindahan lensa kurang fleksibel. Jadi kalau saya sudah ngerekam dengan lensa 1X seperti sekarang, saya enggak bisa pindah ke lensa ultrawide. Jadi harus matiin dulu ulang lagi pindah ke lensa. Tapi kalau untuk Samsung dia bisa pindah dengan sangat simpel. Itu udah oke banget. Dan sekarang kita pindah ke kamera depan. Sekalii kita nanti ke kesimpulannya. Nah, sekarang kalau untuk kamera depan dari Vivo V50 dan Samsung Galaxy A56 kondisinya malam backlight lampunya di situ hasilnya seperti sekarang ya. Samsung mukanya lebih kelihatan dibandingkan Vivo. Tapi kalau saya coba pindah ke sini, kita menghadap sumber cahaya. Nah, hasilnya juga berbeda ya. Skin tone paling kelihatan bedanya. Samsung masih menjaga warna kuning tapi Vivo lebih merah. Bisa lihat dari muka saya. Terus warna bibir ya di Vivo itu merah banget. Di Samsung kelihatan lebih pucat ya. Menurut kalian gimana? Oke atau enggak? silakan komentarin aja. Dan karena saya penasaran, kita cobain deh di kondisi low light tapi dalam ruangan. Oke, jadi sekarang ini untuk perkaan video dalam ruangan menggunakan Samsung Galaxy A56, 5G dan V50 dari Vivo dan hasilnya kalau dari warna ya sebenarnya mungkin udah enggak selesai ya untuk lihat mana yang kelihatan lebih menarik ya. Menurut saya sih V50 jelas lebih menarik warnanya lebih keluar ya, lebih kelihatan terang. Sedangkan Samsung kelihatan mungkin entah ya mau lebih natural atau gimana mungkin, tapi warnanya enggak keluar gitu dalam kondisi seperti ini ya. Vivo lebih oke. Terus yang saya juga suka dari Vivo, dia ada opsi untuk bikin lebih white ya. Jadi ini adalah yang 1X ibaratnya ya bisa digeser jadi 0,8 seperti ini. Jadi kita bisa dapat view yang lebih lebar. Saya balikin lagi ke satu. Sedangkan di Samsung tuh enggak ada. Ya, fix sudah segini. Dan kalau mau dizoom pun ini Vivo masih bisa loh sampai 2 X. Nah, ini 2X videonya 2X ya walaupun digital tapi Vivo sedikit lebih fleksibel dari segi rasio atau yah framing-nya hasilnya kayak gitu. Tapi kalau untuk segi mikrofon menurut saya sih masih menang Samsung ya dibandingkan Vivo. Langsung bisa didengarlah dari perbedaan audionya. Kalau menurut kalian gimana ya? Vivo Vivo A lagi Vivo V50 atau Samsung Galaxy A56. Coba tulis pendapatnya di kolom komentar di bawah. Sekarang kita masuk ke kesimpulan dari kedua smartphone ini. Mana sih yang lebih oke? Vivo eh Vivo ini Samsung Galaxy A5 dan Vivo V50. Kalau dari segi desain, build quality, saya sebenarnya lebih suka dengan Galaxy A56. Dia kelihatan lebih premium dengan kombinasi material yang solid sekali. Tapi V50 itu berasa lebih nyaman di genggaman. Terus dia punya IP rating yang lebih tinggi, lebih solid, dan ditambah dengan mode kamera underwater yang tidak ada di Samsung. Untuk bagian layar Vivo juga sedikit lebih oke dari segi tampilan karena baselnya lebih tipis dan simetris. Terus untuk layar flat sama curve ya itu balik lagi ke preferensi. Begitu juga dengan warna yang mana kalau saya lihat V50 tetap kelihatan lebih gonjreng dibandingkan Samsung. Dari segi performa A56 emang lebih kencang dari Vivo, tapi ini juga dibarengin sama suhu yang lebih tinggi. Begitu juga dengan konsumsi baterainya. Belum lagi untuk kecepatan charging V50 ini lebih cepat. Jadi lebih enaklah kalau kita lagi butuh untuk ngecas HP-nya. Terus untuk bagian AI Vivo menurut saya sedikit lebih oke malah di sini ya untuk bagian eraser dan ada voice transcrib tapi Galaxy A56 asik dia punya yang namanya bas face. Kemudian untuk bagian kamera ini balik lagi ke preferensi mau fotonya punya karakter seperti apa. Pengin yang lebih gonjreng, cerah, merona, V50 dari Vivo jawabannya karena mereka punya fleksibilitas pilihan warna dan mode portrait yang seru sekali. Tapi untuk bagian video Samsung ini oke banget karena lebih stabil di resolusi 4K dan pindah-pindah kameranya itu smooth banget. Mic juga berasa lebih enak ya didengar, lebih enak suaranya. Tapi untuk karakter gambar itu benar-benar balik ke preferensi. Vivo tetap videonya kelihatan lebih terang, lebih cerah. Samsung lebih pengin bikin gambarnya kelihatan natural dengan processing yang kelihatan minim. Kalau menurut kalian gimana? Kalian tim Vivo apa tim Samsung nih untuk Galaxy A56? Saya yakin ya video komparasi ini sebagian bakal bikin kalian tambah pusing. Karena emang ya dua smartphone ini walaupun sama-sama di kelas yang mirip tapi emang punya kelebihan yang berbeda, kekurangannya juga berbeda ya. Jadi kalau kalian pengin condong ke Samsung atau Vivo itu benar-benar balik ke referensi sesuai dengan ya yang tadi sedikit saya sudah share dari pengalaman saya nyobain. Untuk sekarang kayak segitu aja dulu buat videonya yang kayaknya udah panjang ini. Makasih banyak nonton sampai habis. Kalau kalian ngerasa terbantu boleh diike, boleh di-share juga bua pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day.
Video Lainnya
Mendobrak smartphone kelas menengah, vivo Y500 tampil memukau dengan baterai monster 8100mAh. Visual AMOLED simetris dipadukan algoritma foto ala X300 juga...
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...


















