Jungkat

Vlogxy #13 : Ganti Head Unit NFC Wireless Android Auto + Pasang Kamera 360 (YouTube Video)

  • 27/04/2025

Oke, kembali lagi di B Channel. Jadi di vlog kali ini kita ganti head unit nih. Ini kan bawaannya enggak support Android Auto ya. Rada ribet biasa pakai Android Auto. Makanya ini pakai nginstal holder segala buat GMAPS-nya. Awalnya kepikiran cari copotan Toyota karena ngincer fitur NFC karena kan imani gini aja kalau ngecek ke handphone rada ribet ya. mesti unlock, mesti buka aplikasinya, nge-tap lagi. Apalagi sambil nyetir. Awalnya mikir yang bisa ada NFC untuk cek saldo cuma yang copotan Toyota ya, fitur-fitur kayak gitu. Ternyata ada nih si Orka ngeluarin dia ada NFC buat ngecek IMANi. Jadi praktis banget tinggal ditempelin ke height unit dan juga ngincer yang Android Autonya wireless. Karena sebelumnya pernah pakai di miris tuh enak banget Android Auto wireless. Jadi kalau saya lagi duduk belakang yang bawa mobil tetap praktis ya. Handphone saya bisa pakai di belakang. Di sini bisa tampil GMF-nya secara wireless, enggak perlu pakai kabel. Jadi nanti nih kita ganti karena enggak ada juga ternyata ya copotan Toyota yang support NFC bisa cek imani dan wireless Android Auto. Kalau wireless Android Auto tuh kebanyakan head unit Toyota baru yang udah om fit ke masing-masing Toyota ya. Gua standar white double din kayak gini lagi. Nah, ini Orca ini ukurannya dia 10 inci sambil kita unboxing ya, Om ya. Jadi speknya tuh dia 4 gig, RAM-nya storage 120 gig, layar kilet. Udah kilet. Ini NFC-nya ngetap ke sini. Coba speknya. Nah, ini spek detailnya 10,1 inci. Terus dia juga wires Android Auto nih ya. NFC Money. Coba sambil unboxing, Om. Harga ini tuh R jutaan. Ini kelengkapannya ya. Dia ada kabel-kabelnya. Dan karena ini pakai standar 10 inci, nanti kita pasang ini nih frame-nya. Jadi nanti frame ini enggak dipakai ya. Itu udah standar universal nih. Ternyata ukurannya kayak gini nih yang bentuknya agak melekok di atas. Nah, ini dia head unitnya. Ini ada NFC-nya. Jadi, sebenarnya panel belakangnya slim kayak gini ya. Ini ada hatching-nya juga dan ada label orkannya di belakang. Sip. Kelengkapannya ini buku manual garansi dia 1 tahun ya. Ini kabelnya dan ada mic juga. Oke, dan terus sekalian aja nih kita pasangin kamera 360. Kemarin kan kalau ngikutin vlog siang chat pasti udah tahu. Kemarin baret ya di kiri ada tembok pendek banget di spion tuh enggak kelihatan main. Ini perlu banget kamera 360 di mobil boksi kotak gede gini apalagi kalau di depan ada yang nyebrang kucing tuh perlu banget kamera depan. Ini kamera 360. Nah, ini kelebihannya nanti di spion tuh dipasangnya di sisi tangka ya. Jadi kalau spion dilipat dia proyeksi tampilan 360-nya gak ngacau. Karena kalau di ujung spion spion kelipat dia ngacau. Nah, ini dipasangnya di tangkai ini. Nanti kita sambil lihat isinya ya. Jadi ada empat kamera kayak gini. Empat kamera nanti dipasang di spion kiri kanan dan juga ada yang dipasang depan dan di belakang. Animasinya, nah nanti settingnya dari head unit nih. Nanti kita cari yang pas lah sama mobil ini ya yang paling mendekati. Nanti kita lihat di head unitnya. Oh ya, ini harganya yang 360 Rp700.000-an. Kalau head unit orkanya nih R jutaan. Di marketplace bisa di cek lah. Kan biasanya pada shorturah tuh. Nah, ini frame-nya. Oke, kita pasang dulu. Nanti head unit bawaannya di copot dulu ya. Sip. Nah, kamera 360-nya yang depan dipasangnya di bawah sini ya, di sisi bawah grill. yang di spion di tangkainya ya. Jadi kalau spion dilipat proyeksi gambar 360-nya enggak ngacau karena ikut ditangkainya yang fix. Untuk yang di belakang dipasangnya di tengah sini aja. Oke. Sip. Ini before-nya ya kayak gini. Ini perbandingan ukuran frame yang bawaan sama yang 10 inci ya. Ini kan dia segini coba dijajarin sama Om segini ya. Nah, coba dipasang yang ini ngetes enggak beda jauh ya? Iya enggak beda jauh cuma ini rada ke depan aja. Oh cuma ini lebih keluar ya. I cuma kalau dari sisi tinggi enggak beda jauh ya. Cuma lebih nonjol ke jadi posisinya di dalam nih unitnya ini diarin. He. Jadi maksudnya layar mid di sini tetap aman kan enggak kehalangan kan. Itu kan ada layar mid aman ya. Okelah sip aman ya. Sambil nunggu pemasangan nih kita lihat ya serinya Orca ternyata banyak banget. Jadi yang paling murah tuh sebutannya Eco Auto ya Ko. Betul Om. Nih kalau ke minimalis audio di Cempakamas bakal ketemu kode ini nih di sini. Jadi yang paling murah tuh Eco Auto ada empat ya, Om ya? Iya betul. Ada empat yang paling murah ini yang paling basic dia. RAM-nya 2 gig, storage-nya 32 layar IPS. Di atasnya ini ada ini layar kilet. Iya. Storage-nya dua kali lipat ya 64 gig ya. Iya. Layarnya 1KEL. Di atasnya lagi ada ini RAM-nya ningkat lagi jadi 4 gig. Tadi kan 2 gig kan. Storage sama 64 gig. Layar key juga. Dan kalau butuh NFC seri Eco Auto juga ada yang NFC nih ya. Iya. RAMnya ini 64 ini speknya 264 tapi ada NFC kelebihannya NFC pokoknya ini seri R jutaan ya heeh dan di atasnya lagi ini seri paling baru nih ya kok ya seri standar G2 I stand dia RAM-nya 4 storage 128 ada NFC layar killed ini di harga R2 jutaan support 360 support kamera 360 karena tadi yang Eco auto belum ya belum belum jadi kalau pasang kamera 360 minimal ambil Ini kan sekarang lagi pasang kamera 360 juga. Oke, terus di atasnya lagi seri ini ya, seri HDX Lite. HDX Lite R 418. RAM 4 storage 128 layarnya 2K. Ini harga harga Rp3 jutaan. Rp3 jutaan. Oke. Jadi tadi standar G2 R 2 jutaan. Ini Rp3 jutaan. Di atasnya lagi ada ada Orsa Pro Plus. Pro Plus. Nah, ini ada NFC juga ya. Iya. Jadi yang ada NFC tiga berarti ya. Eco Auto yang ini ada yang standar J2 sama Pro Plus G2 tuh ada NFC. Heeh. Beda di RAM. Nah, ini nih kelebihan nih kalau gua perhatiin kalau survei head unit gini banyak yang tombolnya di kiri kan enggak cocok sama setir kanan. Betul. Ini udah didesain buat setir kanan nih. Dia tombolnya benar di kanan ya. Ini kan right hand drive. Oke. NFC ini berapa harganya tadi yang purpose G2? R jutaan. Rp4 jutaan. Oke. Nah, ini seri flagship ya. Yang tiga ini ya. Iya. Jadi ada retro. Nah, ini keren nih. Ada knop dial. Ini ngingetin apa? Range Rover yang baru-baru kan ada knopnya gitu ya. Jadi knopnya ini ada display ya. Iya ada display ya. Ini volume ya. Volume. Ini apa untuk next gitu ya? Mantap nih. Tapi ini belum NFC ya. NFC tadi tiga seri itu ya. Betul. Oke. Ini ada HDX2. HDX2 ini RAMnya yang RAM 6 ya? Ram 8. Ram 8 malah. Iya. Oh gitu. Makanya seri highend ini udah tinggi-tinggi ya RAM-nya ya. Kalau retro ini layarnya juga gede banget ya. 11 set, ya 11,5 dengan dual knop dan ada lagi nih yang baru ya nih kalau dilihat siletnya nih Mercy nih. Karena memang kan biasanya layar-layar MBUX, iDrive BMW tuh white gini ya. Iya. Tapi dengar-dengar bisa dipasangin di RV juga? Bisa. RV kan yang light enggak dapat head unit. Iya betul, Pak. E kayak gimana coba? Nah, kayak gini. Jadi ada bracketnya ya. Ada bracketnya dan dia ini apa namanya? Enggak ngelubangi dashboard kalau buat di RV yang light ya. Dan mantapnya support Android Auto ya. Karena kan woling sampai sekarang masih susah tuh Android Auto kan baru yang keluaran terbaru kan. Bahkan RV yang tipe mahal yang layarnya flight ke speedo tuh enggak support Android Auto. Kalau ini udah support ya Android Auto ya. Apple CarPlay juga ya. Wireless juga ya. Jadi seri high end tuh udah pasti wireless ya. Wireless. Okelah. Sip. Mantaplah nih. Jadi menjawab banyak keinginan konsumen ya. Butuh NFC aja ada ini. Butuh kamera 360 naik ke sini gitu ya. Super AM 360 high end yang ada NFC juga ada kan tadi ya. Plus G2 bahkan ini desainnya khusus setir kanan. Okelah. Sip. Om, di sini pemasangan head unit berapa lama, Om? Hm, 1 jaman. Satu zaman, ya. Zaman apa nih? Siap-siap. Oke, thank you, Om. Udah kepasang. Sekarang peresmiannya kita buka stikernya. Sip. Mantap. Nah, ini proses kalibrasi kamera 360-nya ya. Jadi Oh, ada kode khusus ya. Masuk ke menu setting ya. Heeh. Nah, ini kalibrasinya kayak gini caranya. Berarti pakai visual aja dicocokin keluar gitu ya. Yang paling pas mana gitu ya. Bah agak mundur lagi ya bahnya Pak. Nah ini proses kalibrasinya. Udah pas udah pasudah udah udah udah kefoto sih cara kalibrasinya. Oh digeser-geser sampai paling pas ya visual sama gambar ya. Oke, ya, udah kepasang nih kamera yang di belakang nih. Kamera samping kiri nih ya, ditangkai ya. Jadi kalau spion dilipat aman. Tetap proeksi 360-nya sesuai. Ini yang di depan dia posisi enggak pas senter tapi udah dikalibrasi. Jadi tetap bisa dapat proeksi 360-nya. Nih ya, posisi di tangkai. Jadi spin kelipet tetap aman. Sekarang kita lihat di dalam. Nah, ini head unitnya. Jadi kalau dari frame tetap aman ya layar mid tetap bisa kelihatan enggak kealangan karena istilahnya jadi frameless. Tadinya kan waktu pakai yang 7 inci bawaannya ke dalam banget. Aman. Kamera 360 langsung aktif pas gigi mundur. Ini kita coba lipat spion ya. Nah, aman kan? Proyeksi tetap rapi karena dia enggak terpengaruh sama lipat spion sama ada pengiat tanggal ganjil genak ya? Iya. Coba kita matiin dulu ya. Oke, kita matiin dulu karena ini bukan mobil listrik, Om. Takutnya salah. Kita nyalain. Oh, langsung animasi E3D. Animasi 3D-nya bisa pilih warna. Bisa ya? Mirip-miriplah ya sama Alpard kan. Dual Santrus juga 111. Iya. Siap. Oke. Oke. Coba Om tadi ditunjukin untuk ganti-gantinya tampilan di mana? Di sini ya. Jadi ada kasi 360. Terus kalau mau kalau mau ganti ininya personalize ya pilih warna warna mobil ya. Oh sama ya putih ya atau putih ya biar matching ya. Putih. Oke. Oh bisa 3D dari sini. Bisa dipilih juga trace type-nya ada garis bantunya mau yang model apa ada. Oh bisa juga. Iya ada pilihannya juga. Yang paling umum yang mana, Om? Yang selera ya? Selera ya. Siap. Dan ternyata ini kamera 360-nya murah R50.000 kan ya karena processing unitnya dari head unit. Iya betul. Jadi kalau yang sama modul kan jutaan tuh harga kamera 360 karena dia jadi otak unitnya otak yang hand unit ya yang bisa kan tipe ini termasuk yang bisa ya yang standar J2 ya. Iya bisa standar J2 bisa. Oke. Eh tadi ada model lain enggak mobil? Coba tunjukin dong. Misalnya kalau beli bisa sih cuman ini harus pakai wifi dulu ya. Oh itu harus langganan yang ini aja Om kayak sedan gitu. Ada enggak? Udah ada pilihannya belum? Ada. Iya ada. Nah, ini coba tunjukin sedan. Oh, Audi nih kayaknya nih siletnya nih biasanya Audi nih yang jadi benchmark. Oke, benar. Yang lain apa lagi? Sedan, SUV, Audi juga Q8 ya. Apalagi, Om? MPV. Ini yang paling mendekati. Ya, paling mendekati ya. Minimal sama-sama dual sunroof kan. Terus ada truk juga ya. Kayak gimana sambilannya? Penasaran gua. Kayak gini ya. Wes oke warna udah putih. Cocok MPV aja yang paling mendekati. Bahkan kalau ini bisa unlock ya, cuma mesti beli lagi ya animasinya ya. Iya. Oke, udah. Terus NFC Om, kita tes. Oke, kita tes. Misalnya ini enggak perlu ke home nih. Coba kita tes dari sini ya. Bisa enggak ya? Gua coba langsung tempel nih. Boleh coba ya. Langsung tempel. Eh, bener loh. Bisa loh langsung aplikasinya coba lagi, Om. Aplikasinya enggak asing. Sama kayak yang gua pakai di mobil di apa? di aplikasi handphone. Oh, mantap sih. Jadi kalau lagi Android auto bisa langsung connect ya? Iya. Misalnya lagi apa pokoknya menu apapun yang tampil kalau gua tap gini langsung dia cek saldo ya. Mantap. Mantap. Simpel. Simpel banget. Enggak perlu ribet kin HP unlock cari aplikasi dia langsung oke. Eh terus tadi pengingat tanggal ganjil genap. Gimana nih? Untuk mengingatnya biasanya sih kalau booting upsreen dia langsung muncul Om. Jadi ee biasanya di aplikasi Orka ini Heeh. dia bisa voice assistant-nya kita aktifkan dulu aja. Selamat datang, Sobat Orca. Hari ini 26 April. Oh, gitu. Jadi nanti pas nyala langsung ngomong gini ya, gitu. Nah, terus apa namanya? Otomatis nyala. Coba home home lagi. Ada Play Store juga ya kalau mau nginstal aplikasi tambahan ya. Oke, kamera 360 udah. Sip. Radio ada ya? Mau coba tes. Oh iya, ini apa? Android Auto. Android Auto. Oke. Sama ini dulu sebelum itu. Ini dulu, Om. Tema ini kan UI-nya Orca kan emang ciri khas Orka. UI-nya kayak gini. K bisa dicustom yang mana, Om? Di UI style dia ada banyak enggak pilihannya? Oh, nih ya. Pilihannya banyak ya. Sesuai selera ya. Ini tema-tema ini berubah juga kan? Misalnya pilih ini. Iya. Apa? Entang. Oh, loading ya. loading nanti dia home screen-nya juga ini home bukan ya simbolnya agak enggak familiar nih iya yang ini ya berarti ya oh jadi kalau masuk ke menu berubah semua iconnya ya kayak gini ya iya jadi warna black gitu oke sip oke nih kalau mau ganti lagi bisa juga pilih yang home ini langsung balik ke default Oh balik ke UI-nya Orc siap oke ini kita coba conektin wires Android Auto dulu ya udah connect ya nih kita lihat nih misalnya kita arahin ke Super Mekanik. Kita start ke super mekanic nih. Clue next vlog nih. Kita start. Dia sinkron tuh ya, Om ya. Iya. Nah, ini langsung dia ngarin ke super mekanic wireles nih ya. Enggak pakai kabel. Mantap. Misalnya lagi Android Auto mau masuk tol, kita ragu nih saldo kita ada enggak nih? Langsung tap aja Om. Ya. Iya, langsung tap tap. Ih, mantap loh. Mantap banget. Praktis enggak ngeluarin handphone. Oh, iya, Om. Ini kan layar 2K ya, kilet. Yes. Coba Om demoin Om kualitas layarnya Om. Kita coba ee 1K tadi ya, saya lat. Oh yang ini 1K. Oke. Okelah ya. Tajam lah ya. Mantap sih. Terus sama equalizer ya, Om ya. Ada apa aja? I ada fitur audio setting. Jadi kalau mau settingin audionya. Heh. Eh ada aplikasi sini. Kita coba ya. Coba. Heeh. Equalizer. Jadi kalau mau munculin ini kan enggak ada tombol ya. Jadi pas mau munculin tinggal tarik aja gini. Oh, ada ada side panel ya. Side panelnya buat naikin volume. Dan ini cocok ya, right hand drive. Jadi di kanan. Oke, misalnya kita balik ke home, terus kita buka aplikasi DSP. Nah, ini ada fiturnya. Ini equalizernya. Heeh. Ini fitur father balance. Oh, di mana ya? Misalnya driver focus oriented driver driver gitu ya. Terus terus ada fitur gain setting-nya juga sama crossover dan time alignment. Time delay. W komplit juga ya pengaturan ininya ya. Okelah. Sip. Mantap Om. Radio yang umum-um ya pas masih ada fungsi yang biasa. Antenanya normal lah ya. Tinggal dicari nanti frekuensinya. Ini radio LCINTA nih. Jadi kayak lebih ngebas Om. Okelah Om. Sekian vlog kali ini. Terima kasih sudah menonton. Bam

Lihat di YouTube