VOLVO XC90 ReCharged 2025 | Harganya Tidak Murah Lagi, Apa Bedanya? (YouTube Video)
Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Sedikit sejarah mengenai Volvo XC90. Ya, sedikit saja karena kami sudah menceritakan sejarah Volvo XC90 di video sebelumnya mengenai mobil ini. Ah, Anda bisa tonton juga sebenarnya video itu. Dan yang ada di video ini bisa dibilang versi facelift-nya. Jadi, ada beberapa perbedaan yang mendasar mengenai Volvo XC90 ini. Tapi tetap kami agak gatal untuk menceritakan sedikit sejarah mengenai Volvo XC90. Generasi pertamanya muncul tahun 2002 dengan bentuk seperti ini dan sempat juga hadir di Indonesia. Bentuknya mengarah ke karismatik. Tidak lebih bagus daripada BMW X5 namun tidak membosankan seperti VW Touek. Khas Swedianya masih kental. Pilihan mesin di dunia lain sangat variatif. Namun yang masuk Indonesia hanya yang 2500 cc turbo 5 silinder. Yes, 5 silinder tidak salah dengar. Ganjil. Makanya ngerawatnya agak sedikit effort. Namun generasi keduanya muncul tahun 2015 dan sampai sekarang belum ganti generasi. Itu berarti Volvo Xcha 90 yang kami review ini masih menggunakan platform yang lama, tapi merupakan facelift yang terakhir dari generasi kedua. Lama sekali tidak ganti generasi. Namun walau begitu Volvo XC90 ini masih ganteng berkarisma dan yang ini adalah recharge berarti plugin hybrid. Sedikit sekali mobil di Indonesia dengan model mesin begini. Plugin hybrid electric vehicle. Nonton video ini sampai habis karena Volvo XC90 ini sangat menarik. Volvo XC90. Sejarahnya ya sedikit aja kami tampilkan tadi karena memang ini sudah pernah kami bikin videonya XC90 yang sebelum facelift ini sudah kami buat videonya komplit sekali di situ. Nah, sekarang sudah keluar facelift-nya. Kami masih penasaran, kami masih ada rasa penginnya gitu sama XC90. Jadi langsung kami pinjam lagi dan kami minjam pertama di Volvo untuk minjam SC90 ini ee merupakan pilihan yang paling mahal juga T8 recharge yang berarti plugin hybrid F ya bisa pakai baterai, bisa pakai bensin ya. Nge-charge-nya ada di sini ya CCS biasa aja. Tapi ya ini bukan bisa dicharge kencang juga. Charge-nya juga enggak terlalu kencang. Mesinnya juga ada tulisan do not drive, cup. Mesin kebuka. Ya, Volvo tuh safety-nya memang eh terbukti dari zaman dahulu kalah makanya disebut dengan Swedish tank. Nama tank itu biasanya kita sebut buat Volvo, tapi sekarang ada GWM tank. Jadi, tank kepakai jadi nama mereka. Ya, ini dulu sih yang waktu kita pinjam yang sebelum facelift sih ini kap mesin akan tinggi sekali ya. Mana ya? Nah. [Tertawa] Masih sama tinggi juga nih. Plugin hybrid mesinnya cuma 2000 cc saja. Ini kombinasi tenaga mesin 2000 cc-nya 462 horsepow dengan torsi maksimal 709 Nm kuat sekali yang kemudian menyalurkan tenaganya ke empat roda melalui gearbox 8 speed. Ini baterainya untuk plugin hybridnya itu 14,9 kWh. Jadi range-nya bisa 73 km baterai doang. Nah, plak hybrid itu dia akan ngabisin baterai dulu sampai akhirnya habis atau minimum berapa dia tergantung pabrik mobilnya ngeset 10% 20% kemudian ee jadi mobil hybrid biasa ada gitu tarikannya mesti biar enggak tanksin-tengsiin amat ya. Oke, kita perhatikan tampilannya sekarang grillnya berubah, lampunya berubah, bumper ini berubah jadi lebih modern. Yes, jadi lebih modern tapi masih khas XC90 sekali ya. Nah, kenapa kami pengen mobil ini? Kami itu dari dulu pakai Volvo. Kami itu kuliah pakai Volvo 740 turbo dua kali. Satu warna putih, satu warna krem. Kemudian kami sempat pakai Volvo 960 Royal. Kemudian sudah ya 960 Royal itu inline 6 eh 3000 cc. Kalau yang 740 turbo 2.300. Tapi makanya itu jiwa ke Volvoan tuh kami ada di dalam sini gitu loh. Nah, ini velegnya gede dia 20 inch dengan ban 275 tebal 45. E bannya ini Pilot Sport 4. Jadi Pilet Sport 4 SUV yang untuk SUV. Jadi ini bukan buat ban nyaman-nyaman, tapi buat ban performance ya. Enggak terlalu performance sih. Kalau yang performance 4S ada juga yang cup juga ada. Tapi ini ban untuk jalanan definitely. Jadi kita tidak akan pakai offroad mobil ini ya kan walaupun all wheel drive. Panjangnya ini udah diceritain sebenarnya dulu. 4.953 mm. Panjang hampir 5 m. 2.984 mm. Wheel base-nya panjangnya masih panjangan I 5 dikit. Nah, ini buat ngisi bensin sini tu di dalam. Hm. Oh, iya. Volvo ini sekarang sudah ada. Kita bisa pakai aplikasi ini kayak di beberapa merek mobil juga, aplikasi Volvo. Nah, ini kita bisa untuk macam-macam untuk misalnya ngunci mobil, lock, Face ID. Eh, enggak bisa unlocknya. Tetap aja tetap minta Face ID dia jadi extra security. Terus bisa nyalain AC, bisa nyalain mesinnya. Ya, nyalain mesinnya agak percuma. Ketika baterai itu ada, dia nyala aja gitu tanpa nyalain mesin, hanya ngaktifin mobilnya. Kemudian nih ada air purifier, not purify, air purification dalamnya. Dan ada tuh posisi baterainya 1%. Ini juga nih bensin 428 km. Ee ininya 1%. Nah, ini juga ada peta kami tidak tampilkan peta itu. Kalau di Android sudah ada e titik-titik charging station-nya. Kalau di sini belum ada, cuma hanya peta aja. Tadi gampang, sekarang enggak mau. Ah, bagasinya luas sekali ketika row ketiga dilipat. Kalau enggak dilipat akan tersisa nih ada colokan charger ya. Ini untuk yang mobil charger yang di rumah bisa colok stop kontak buat nge-charge baterainya. Ini lama banget nih 14,9 nih kalau 2000 14,9 / 2 ya 7 jam kalau pakai kabel ini. Cuma kan kita biasanya tidur di rumah juga 7 jam. Ini ada tempat di bawahnya buat naruh chargerannya. Ah, ini ada tombol karena ini adalah air suspension. Ini ada tombol untuk naik turunin mobilnya. Ada suaranya. Suara pompanya. Ini turun. Kita naikin segitu doang. Tapi ada suara pompanya nih. Masih alusan pompa airsusnya kebo. Nah, sekarang karena kita sudah pernah mencoba row ketiga dan mamang belum, jadi mamang yang nyoba row ketiganya gimana? Mamang silakan coba row ketiga. Jadi nah gimana? Dia belahnya jok row keduanya ini belahnya 333. Kalau bagi tiga tuh berapa ya? Empat ya sepertiga. Ini emang bukan enggak bisa 424 kan enggak bisa. Tengahnya juga utuh. Bisa. Heeh. Emang mamang-mamang kan kecil ya. E majuin dikit ki tolong Ki. Udah kayaknya Mang. Tapi ini ada di ada tulisan dorongnya sih. Nah enggak gitu. Oh, ini buat untuk rata lantai. Yang bawah tuh buat rata lantai yang atas buat ini. Naikin. Nah, ini enggak bisa enggak salah. Ini ada ada ininya. Ini sepaket ini harusnya tuh. Ini kan gini terus dorong. Iya. Nah. Ah. Nah, kan enak nih. Baru masuk sendal jepit lagi. Aduh, ini gimana balikin? Hah? Hah? Itu dulu. Oke, ini belakang porsi nyetir kami. Muat, Bang. Muatang. Udah mentok lutut. Kalau gini, kalau mundur gini lagi. Jangan. Ah. Ah. Ya udah. Enggak muat. Enggak enggak muat. Majuin dong. Majuin dikit. Nah, segini ini enak bangetak. Ini ada tiga jari. Kalau gitu k gini ada dua jari. Iya. Oke. Ini berarti ini proper seven seater enggak? Proper. Hm. Kalau emang gini proper masih enak. Entar dulu. Ini bisa dibelakangin lagi nih. Eh, enggak bisa entok. Padahal masih tuh sisa bagasinya lumayan loh. Lumayan banyak masih. Iya ya. Heeh. Bisa buat naruh stik golf di belakang itu ada cup holder. Ada ada AC-AC-an. Heeh. Tuh dah. Enggak ada charger. Mana? Enggak ada. Enggak ada charger. Enggak ada. Terus ada tempat lagi nih. Tuh. Dah. Terus di atas ada speaker. Iya. Ini speakernya Bowers and Wilkins. Ada lampu yang tinggal disentuh doang. Ah, tapi ya kurang sih kalau dewasa. Agak capek. Agak capek. Ini coba nih tegakin segini baru oke. Ini baru oke. Tapi tetap tegak. Enggak enak. Emang duduknya tegak enggak bisa dimundurin lagi. Kalau misalnya dimundurin lagi aja enak. Oh tapi ini kalau yang di sini enak duduknya di tengah cuma masih ada ini kaki dengkul dekat kaki bisa masuk bawah jok depan. He room-nya tentu lega, Mas. Ini tuh bisa tuh kan naikinnya lagi. Gimana sih? Penumpang belakang enggak punya kuasa untuk kursi depan. Oh, bisa, Mang. Kalau cara turunnya itu gini, Mang. Ya, udah gitu aja. Udah bisa keluar. Bisa dah. Ah, tugas mamang selesai. Belum ngapain lagi? Udah turun. Ih. Hah. Oke. Nah, sekarang kalau dimundurin seperti ini, jarak dengkul jangan untuk ke depan tuh. J lumayan jauhlah. Walaupun enggak nyampai sejengkal, kaki tetap bisa masuk. Dan ini masih bisa disenderin lagi. Tutup ya. Masih bisaenderin lagi. Tuh, segini. Begitu senderin, bawahnya juga ikut maju. Ini tengahnya juga dia punya sendiri. Terus ada amres-nya, ada cup holder tutup plastik. Noh, ada blind, panel kayu, speaker bowers and wilkins, AC di pilar B. Terus ini ada kuasa untuk ngunci mobil. Kunci tuh. Tuh tombol lock tengah ada ventilasi AC juga. Ini harus diaktifin dari depan. Ah, enggak deng sendiri. Takut kepencet dia ada locknya nih kayak Nokia zaman dulu. Terus dual zone belakangnya instilasi AC buka tutup. Nah, ini ada colokan dua USB C bukan 12 volt atlet. Padahal bulat kayak 12 volt atlet power. Heeh. Nah, yang spesial di belakang sini Volvo memperhatikan sekali yang namanya keluarga karena ini bisa jadi jump seat untuk anak-anak tuh ya. Jadi, Eki kalau mau ikut bisa sini, Ki di tengah duduknya tengah. Dia punya seat belt individual sendiri. Nah, ini juga headr-nya karena faktor safety-nya Volvo lagi, dia bisa dilipat dari depan. Head rest fault. Tuh, coba kalau lagi ada orang duduk bisa enggak? Coba Yan pencetin, Yan. Aduh, sebel kayak di toyor. Kesel. Bisa buat ngerjain orang. Heeh. Jadi ingat dulu e Mercy W124 boxer kan lu bisa ditidurin tuh dipencet dari depan tuh. Itu buat bangunin bosnya. Sebenarnya bukan bangunin bosnya sih. Ketika headres itu naik kan lihat belakang tuh agak susah visibility-nya. Jadi bisa dilipat dari depan situ. Nah, kalau ini posisi bos-bos nih maju habis ya. Bos-bos kan maunya lega duduk di kiri gini. Nah, ini bos-bos duduk di kiri belakang senderin habis seperti ini [Musik] rasanya. Okelah. Tapi ya problemnya ini nih pindah dulu. Problemnya itu adalah mobil ini harganya jauh lebih mahal dibanding bukan jauh sih lebih mahal aja lebih mahal dibanding dengan Land Cruiser 300 ya. Ini harganya 2,7an M ya. Lebih mahal dari Land Cruer 300, lebih mahal dari Wrangler, lebih mahal dari banyak mobil-mobil SUV seven seater X7 kayaknya segituan deh sama ya harganya. Heeh. Kita tanya berapa harga X7? Berapa harga BMW X7? Kenapa nanya chat GPT ya? Apa-apa kenapa nanya jadi nanya chat GPT? Ah, X7 harga on the road 2,8. Lebih mahal dikit aja. Belum ngomong diskon tuh. Hm. Kan sekarang kita ke depan. Nah, ini enggak ada ngatur-ngatur dari sini juga nih ya. Padahal ya tiap kita ngatur jok itu layar tuh akan berubah. Enggak dong, enggak berubah. Kenapa dia enggak berubah? Harus pakai seatbrad. Harus jalan dulu. Jadi di layar tuh ada kok enggak ada sih? Kemarin ada tuh di layar indikatornya kalau digeser-geser bluetooth dimatiin sih. Tapi ada Apple CarPlay dan Android Auto. E CarPlay-nya wireless. Terus ini menu-menu kelengkapan. Eh menu-menuya juga lengkap untuk setting-settingan komplit. Enggak semudah itu ya mesti dihafalin ya. Mobil zaman sekarang tuh banyak sekali tombol-tombolan. Nah, ini audionya juga ya enak nih. Dia ada semacam DSP-nya gitu. Terus bisa posisinya driver, front rear, all pemanas jok dan pendingin jok. Termasuk setir ada juga. Oh, setir enggak ada. Ialah enggak perlu bisa nyambung driving journey ke iPhone. Kita enggak tahu buat apaan ya. Nah, ini tuh dia tuh sudah ada integrated petanya itu pakai Google Maps ya. Mau ini layar juga bisa disambung ke handphone kita pakai tetering dari handphone ya. Jadi bisa ngelihat petanya sekalian eh trafficnya juga langsung di sini. Jadi sebenarnya gak perlu-perlu amat Apple CarPlay, bisa aja langsung nyambung ke Bluetooth. AC dual zone dan AC ini ada air quality-nya tuh in car moderate outside car pur ini air quality and pollen. Polen tuh kayak nasi Pen tuh Pen itu PM2 apa sih bedanya? Pulen ini mungkin udaranya pulen katanya 24 pulen. Iya udaranya mungkin pulen kayak nasi tuh dia bisa YouTube langsung juga. Coba ini teternya nyambung enggak ya? You're offline check your connection. Oh enggak gitu ya. Android yang begini. Updating offline maps. Jadi kayak nyambung suatu tablet aja gitu di tengah. Rasanya nih modern-modern ini layar segede gini yang udah kayaknya tuh gede banget zaman dulu. ini kayaknya kurang gede itu loh. Banyak mobil-mobil yang jauh lebih murah, yang hal layarnya jauh lebih gede. Rusak sih sama pasar mobil Cina sih. Tapi anyway, interiornya itu baru, dashboard-nya ini ee baru masuk di facelift-nya semuanya empuk-empuk ya. Ini ada panel kayu juga, terus ada chrome atau brush. Brush ya. Mm bawah juga masih ada empuk-empuk. Ini agak keras. Ee kemewahan tetap ada. Tapi enggak tahu kenapa nih kami ngerasa joknya itu agak keras ya kan. Tapi soal jok nanti. Ini ada beberapa tombol-tombol fisik kami suka ya. Sayang sekali enggak ada satu pun untuk ngontrol AC. Ini untuk volume audio. Ini untuk post previous. Eh ini previous next. Eh previous next. Ini buat start stop post play deoger dan hazard. Terus ini ada satu tombol untuk buka laci ya kan. Buka laci ini tinggal bikin tombol di sini. Kenapa di sini ya? Terus ini banyak keramaian di tengah. Kita pindahin dulu. Ini tuh bisa ditutup begini tuh rapi. Ini kayu-kayuan juga. Nih shifternya dia ada tulisan OR. Susah banget bacanya ini. Ore force apa orelos. Ore force ya. Ini ee kaca di kolaborasi. Ini kaca utuh nih. Shifternya biasa maju mundur. Netralin setengah parknya dipencet. Ih, ada plastiknya. Ih, ih, ih. Coba dizoom. Ih, ih. Hujan. Ih, susahnya. Ah. Oh. Oh. Ah. Ah. Ah, enggak usah keluar duit 2,7 M. udah bisa melakukan ini pada mobil 2,7 Ah. Huh. Start stop engine button dia diputar begini mati tuh. Sini nyala. Terus electronic parking brake. Dan ada tombol auto hold. Ini ubannya siapa nih? setir lingkaran persis bukan eh apa flat top flat bottom gitu enggak ada benar-benar lingkaran jempol kanan untuk mengatur next previous track sama volume. Nah di tengah ini udah nyal sih ini untuk ganti-ganti halaman sebenarnya cuma ngidupin sama ngilangin peta di tengah aja sih. Nah, ini tengah baru mid kita bisa reset trip meternya dulu sini. Oke, close. Jempol kiri untuk urusan cruise control, adaptif cruise control ini se mobil Eropa ya. Ada auto headlamp di sebelah kanan wiper. Ada auto wiper juga ada tombol kecerutan ini full layar. Yang dulu juga full layar. Di atas ada headup display yang hanya menampilkan kecepatan. Ada memory seat tiga, tombol buka bagasi, tombol buka tangki bensin. Yang ini mengingatkan kami pada enggak tahu kenapa ya. Ini kok teringat Volvo yang dulu, tapi ada kemiripan enggak sih? Kok lupa ya? Terus untuk ngelipatnya pencet dua-duanya. Eh, screen capture enggak pencet dua-duanya untuk lipat. Praktis juga sih. Auto up and down semua kaca depan belakang ada chart lock yang jadi satu sama matiin jendela ee elektrik seatnya ya. Perasaan kemarin kalau digerakin dia ada ininya di sini. Harus harus gerak dulu. Maju. Kok enggak nongol sih? Kemarin tuh nongol tiap kita menggerakkan sesuatu tuh ada sesuatu di sini lagi megang apa gitu. Lagi megang tombol yang mana kok sekarang enggak ada. Nah, ini kursinya itu eight way ya termasuk depan belakang dan ini bisa ditinggikan sekali untuk mode ibu-ibu karena ini bisa dipakai juga untuk ibu-ibu ngantar anak sekolah. Soccer M tuh bisa setinggih. Kejepit. Bisa setinggi ini. Segini tingginya sampai paling rendahnya jauh banget tuh. Rendahnya segini. Kalau kami agak sedang dikit. Ah segitah. Terus joknya itu keras. Kami ngerasa sih ini keras. Bukan berarti enggak nyaman ya, tapi ini keras. Enggak empuk gitu joknya. Kepraktisan ini masih bisa naruh-naruh sesuatu kantong pintu masih bisa naruh sesuatu juga. Naruh botol juga bisa. Ini bisa naruh cup dua cup holder. Ini bisa naruh handphone. Naruh kunci mobil juga bisa. Ini ada wireless charging. Terus ini ada dua buah colokan USB C di sini ya. Sama double Sport outlet. Enggak terlalu besar dia cetek ya. Mungkin di bawahnya ada baterai kali ya. Baterai hybrid-nya kali ya. Baterai tuh gede banget 14. H. Kemudian lacinya tadi segede gede lacinya tuh. Ini auto day night. Sunroof-nya, panoramic roof-nya bisa dibuka yang tidak akan kita lakukan saat ini karena hujan. Dan ini kalau mau chatting ini, ini ada chatting ya. Ini ada tombol SOS. Enggak tahu nih di Indonesia kayaknya belum jalan kali ya. Suara dari luar teredam dengan baik sekali loh. Nah, nih nih nih. Kalau kita jalan nih karena baterai udah habis dia itu ini di sini nih ada lambang ini. Jadi kalau kita ngegas lebih dalam daripada cukup dalam untuk menyentuh garis ini nih. Ini ada jarum nanti naik kalau kita jalan misalnya tuh naik jarum itu kalau yang gol ini mesinnya nyala tu. Jadi kita bisa nyetir hati-hati pelan-pelan biar full listrik terus ini karena baterainya juga udah habis. Kalau waktu baterai masih ada itu di setengah sini. Oke, kita mundur dulu deh jalannya. Tuh, kamera transinya komplit jelas. Oh, itu karena ini bisa diatur pindahin ke rear. Ah, iya nih. Tuh, tapi kan aneh kalau mundur di 360. Aneh. Iya, makanya aneh kasih 360. Terus ada ada rare rear cross traffic alert-nya dia rear auto brake. Ada parking sensor bisa kita matiin di sini. Yang kami bingung matiin ini nih. Matiin begitu kecepatan lambat kameranya dia nyala. Kadang-kadang kita lagi lihat peta ya kan, terus ya kesasar dong. Ada mode kehibridannya. Ini plugin hybrid ya. Jadi ada hybrid normal yang ngabisin baterai dulu sampai habis baru eh mesin nyala jadi hybrid biasa. Ada power mode juga. Ini kencang ini jadi berubah jadi RPM. Suspensi kayak bergerak ya kayak makin ceper. Pure. Ini belum download enggak nongol kalau jalan. Terus offroad mode coba. Tinggi gak? Naik gak dia? Oh naik dia. Tinggi. Iya depan belakang. Tinggi tinggi adaama all wheel drive. Apa bedanya all wheel drive sama offroad? Oh wheel drive turun aja. Dia kayak nyetir biasa tapi all wheel drive. Ang biasanya enggak all wheel drive ya? Hold itu untuk mempertahankan posisi baterainya. Misalnya kalau udah habis ini kita pencet hold ya dia akan gitu aja habis enggak ngaruh. Kalau charge ini dia akan nge-charge baterainya sampai penuh sebenarnya. Setirnya juga bisa diatur mau berat atau soft. E crep itu kita bisa matiin crepnya. Benar enggak? Crep mood mati berarti kalau dilepas rem dia gak jalan. Suspension control for easy entry. Kalau misalnya kita matiin mobil, kita turun, suspensinya turun biar naik turunnya gampang. Ini safety assistance bisa kita mati-matiin juga. Leking activity privacy, system update. Udah kok simpel kok ya. Oh, wiringnya mati pantesan. Hm. Oke, sekarang saatnya kita jalan. Enggak pernah bosan ini. Udah kedua kali ya kami ng-review ini. Terakhir kan 2023 yang sebelum facelift. Sekarang nyetir lagi. Enggak, enggak pernah bosan nyetir ini, nge-review ini. Mudah-mudahan Anda tidak bosan nontonnya ya. Karena seperti di review yang itu juga kami bilang ini adalah mobil yang cocok untuk e seorang kepala rumah tangga, seorang ayah yang eh sangat family man sekali sehingga tidak akan selingkuh. Dan ini kurang lebih rasanya mirip masih mirip hampir sama sih sebenarnya sama yang sebelum facelift juga. Suspensinya, nyamannya itu luar biasa. Kekedapan itu luar biasa sekali. Yang kami heran ini mobil kekedapannya itu bagus dan sekaligus suara dari ban itu hampir sama sekali enggak masuk. Padahal ini bukan ban yang dibuat khusus kenyaman khusus suara yang enggak ada suaranya. Enggak. Ini ini ban road yang ada performance-nya karena ini adalah pet sport. Tuh ini di jalan beton suaranya begitu aja. Enak sekali. Terus ini kami tadi lupa bilang joknya itu ada tergantung seberapa panjang paha Anda tuh bisa dipanjangin lagi ujungnya. Dan mengingat ini adalah mobil 2,7 miliar ee orang-orang tuh di sekitarannya enggak terlalu ngelihatin lagi gitu ya. Memang kalau ke mall gitu-gitu ke hotel tu sangat bergengsi sekali. Tapi orang udah enggak terlalu ngelihatin mobil ini lagi karena udah lama ya dari 2015 enggak ganti model facelift. Ah, dua kali. Ini adalah facelift kedua. Masih begitu aja. Agak kesal gitu 2,7 M tapi enggak dilihatin orang. Tapi aduh suspensinya lihat nih sambungan jembatan tuh enggak ada rasanya. Enggak ada rasanya sama sekali. Eh, ini suspensi cocok untuk memang mobil miliaran ya. Bisa kita dengan sport pasti mengeras, memendek buat aerodinamisnya. Tapi ini masih ada oleng-olengnya tuh masih ada sedikit. Cuma tetap aja orang punya Volvo begini enggak dibuat oleng-oleng. Nah, rasa setirnya ini juga rasa setir miliaran proper gitu. ada feedback dikit-dikit eh enteng tapi padat terasa muter setir itu e ada kenikmatan tersendiri pada mobil ini. Kemudian rasa remnya. Rasa remnya ini mobil hybrid, mobil listrik itu biasanya rasa remnya agak kurang natural karena dia akan regen breaking dulu baru benar-benar menggigit disknya. Jadi, sehingga kampas rem itu enggak habis-habis ya. Bikin pedal remnya biasanya rasanya kurang natural, tapi kalau ini natural sekali. Dan kami pakai adapti cruise control halus juga rasanya. Remnya halus, ngegasnya halus. Eh, tapi dia akan minta pegang setir tetap. Coba apakah dia udah Nah, minta hold steering wheel. Ini sampai di head up display-nya juga ada. Di sana kalau kita pegang doang enggak ngaruh. Harus digerakin dikit, digoyangin dikit. Heran. Heran. Bikin kita telegasnya tuh feel-nya tuh bikin kita jal apa? Lebih kencang daripada biasanya. Tapi enggak terasa kencang. Enggak berasa mau ugal-ugalan gitu. Torsi-torsinya itu ya motorisiknya bekerja kuat juga sih. Tapi torsi-torsinya itu kayak jadi ingat nih sambil ngelihat logo ini ya. Walaupun logonya udah agak berubah. Kami teringat 960 Royal kami yang 3000 cc itu torsinya agak lumayan juga. E tapi suspensinya enggak bisa dibikin ugal-ugalan gitu. Jadi seru naik X960 Royal tuh dulu. Sayangnya agak rewel. C. Menurut Anda bagaimana 2,7 M? Apabila Anda punya uang 2,7 M? Apakah Anda beli ini? Tergantung Anda. Apakah Anda jiwanya sevolvo itu? Apakah Anda sefamily man itu? Tapi kalau rasa nyetirnya sih yah rasa nyetir mobil miliaran sih, tapi rasanya sedikit di bawah 2,7 lah. Overall mengenai Volvo XC90 Recharge yang facelift. Cocok untuk Anda yang suka dengan SUV Eropa, namun bentuknya tidak seperti SUV Eropa kebanyakan. Tampilannya itu kening ratan Swedia sekali yang mungkin tidak ditemukan di SUV Eropa kebanyakan. Dashboard-nya itu simpel namun berkelas. Dan satu lagi XC90 Reicharge ini adalah Anda bisa sehari-hari tanpa memakai bensin untuk komputer perkotaan dengan hanya nge-charge baterainya. Namun hmm harganya sekarang menjadi wah Rp2.750 Rp750 juta on the road Jakarta menjadi sangat hm mahal. Bagaimana menurut Anda? Apakah worth it? Silakan komentar di bawah. Semua ini adalah opini pribadi saya. Kami timobi tidak diber oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobi Mobi, dan Mm Mobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motominews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton.
