Jungkat

VW ID. Buzz | ternyata sangat unik (YouTube Video)

  • 10/07/2025

[Musik] merupakan MPV dengan merek mobil rakyat. Merupakan MPV listrik yang besar. Merupakan pilihan MPV yang tidak logis. Hm. Merupakan mobil yang kami pesan saat gias lalu. Ini adalah VWID Bus. Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Kenapa tidak logis? Nonton video ini sampai habis. Oh ya, apabila Anda belum subscribe, mohon di-subscribe dulu dan tekan tombol loncengnya agar kami semua bahagia. ID BS. Pertama kali kami melihat mobil ini langsung jatuh cinta. Yes, kami dan banyak manusia di bumi ini suka dengan desain yang ada retro-retronya begitu. Untuk ID Bass ini berdesain yang diambil dari VW kombi zaman dulunya lagi, yaitu dikenal dengan nama Dakota. Dakota original yang bagus saat ini harganya bisa mendekati harga ID Bass yang baru. Heran. Apakah IDBS ini penerus dari Dakota itu? Hmm, bukan. Penerus dari Dakota itu adalah VW Transporter atau dikenal di Indonesia dengan nama Caravel. IDBS itu mobil MPV listrik generasi pertama dengan desain iconic dari Dakota bukan penerus dari Dakota. Desain iconic IDBS ini berasal dari bukan hanya satu mobil konsep tapi dari empat mobil konsep Microbus konsep tahun 2001. Bayangkan kalau tahun 2001 ada mobil beneran seperti itu. Keren sekali. Kemudian ada Bully Eve konsep tahun 2011. Hmm, kenapa pula namanya bully? Kemudian ada lagi B e EV konsep tahun 2016. Nah, ini awal-awal dari VW membuat nama ID untuk mobil-mobil listriknya. Dan akhirnya ada VW ID Bass Konsep tahun 2017 yang kemudian pertama kali lahir versi produksinya adalah tahun 2022. Pertama kali kami mereview mobil ini adalah di Auto High barang importir umum. First impression review. Jadi, mobil-mobil listrik VW itu pakai nama ID. Ada ID3, ID4, ID5, ID6, ID7 dan ID BS. Dan ada satu lagi ID Bass Cargo. Yes, ID BS ini ada versi blind fan-nya, mobil komersial. Jadi, ini tidak didesain murni untuk angkutan manusia. Dan kenapa pula namanya pakai ID untuk VWVW yang listrik? Apakah itu maksudnya Indonesia? Aha, tidak. Itu adalah singkatan dari intelligent design identity and visionary technologies. Panjang sekali dan kata bass berasal dari ya bus atau beis yang diplesetkan seperti suara motor listrik. Jadi buz ya. Konfigurasinya memang kalau dibandingkan dengan Dakota yang dulu itu beda ya. Kalau Dakota itu dulu dia basisnya tuh basis seperti di VW Kodok mesinnya di belakang. rear wheel drive. Literally di belakang ya, di belakang Excel roda belakangnya. Kalau ini ini adalah mobil listrik jauh berbeda ya. Eh, depan enggak ada motor listrik, belakang ada motor listrik. Tapi ada juga sebenarnya IDBS yang versi dual motor tapi tidak masuk Indonesia. Dan ee tadinya di Dakota atau VW Kombi roda itu ada di belakang sini dikit ya. Kita duduknya tuh di atas roda. Kalau ini enggak. Ini posisinya di belakang roda depan dan overhang ininya pendek. Di belakang juga tentu di belakang ini enggak ada mesinnya. Adanya motor listrik di tengah-tengah antara roda dan overhang-nya juga pendek sekali. Terus baterai ada di bawah seperti biasa suatu mobil listrik. Nah, IDBS ini platformnya itu diciptakan memang sudah untuk mobil listrik. Benar-benar untuk mobil listrik. Jadi sudah disediakan tempat baterai di bawahnya. Ini adalah baterai 91 kWh di bawah sini memanjang ke depan. Range-nya itu bisa sampai 487 km. Kalau dilihat ground clearance-nya juga masih oke. Karena memang ini platform yang benar-benar didesain untuk jadi mobil listrik. Ngelihat ketebalan ini juga rasanya kayak enggak terlalu tebal dibandingkan dengan Denza. Nah, kalau dibandingkan sama yang short wheel base, short wheel base itu baterainya sedikit lebih kecil, hanya 86 kWh dan range-nya juga sedikit lebih pendek, yaitu 461 km. Tetap jauh-jauh range-nya, cuma enggak ada satu pun yang di atas 500 km gitu loh. Padahal enak kalau pakai mobil ini jalan jauh. Coba range-nya 700 gitu kan. Baterainya mesti berapa ya kalau segitu ya? Nah, kalau bicara soal bentuk mobil ini itu merupakan MPV yang paling keren, yang paling ganteng yang dijual saat ini di Indonesia. Lihat ini ya, penampilan retro ini ada kedakota-dakotaannya nih. Misalnya nih logo VW besar sekali di depan yang merupakan logo VW terbesar yang pernah terpasang pada suatu mobil. Enggak sih. Yang dah kota dulu lebih gede. Cuma ini okelah lumayan gede. Kalau lampu ya kota kan gitu bulat ya. Kalau ini sudah lampu modern dan ini lampunya lampu IQ light LED matrix gitu. Jadi kalau kita auto high beam dia bisa tidak menyenari mobil yang berlawanan arah atau kita di belakang mobil orang gitu ya. Ini bisa nengok-nengok nih. Coba lihat dari close up nih ya. Lihat ini ya. Ini kalau kita kunci. Nah tuh. Tuh bobo. Kita buka. Bangun enggak dia? Yaah. Bangun. Tuh dia bisa naik atas bawah dan kanan kiri. Jadi buat belok dia bisa menerangi jalanannya duluan. Velegnya. Nah, velegnya ala-ala zaman dulu juga ada seperti dopnya di tengah. Namun sebenarnya ini benar-benar dop ya. Yang bisa dibuka. Bisa dibuka paksa enggak sih? Itu bisa. Nih. Ini besinya nih. Dopnya. Aduh. Ini bicara soal ini nih velegnya ya. Ini veleg 20 inch. Kegedean untuk mobil eh MPV menurut kami ya. Terus bannya dong keren. 235 lebarnya. Tebalnya 50. 235. Lebar sekali kan sama yang belakang tuh belang. Belakang tuh lebarnya 265 tebalnya 45 belang loh belakangnya. Ini ada gaya retro lagi nih. Di VW kombi kan ada sirip-sirip belakang sini nih. Ada nih sirip-sirip ini. Oh iya, terus kalau kita lihat ke depan sini balik lagi ini ada di pilar A tuh. Pilar A-nya ke belah dua. Ada jendela segitiga tengahnya seperti di VWVW terdahulu juga ada jendela segitiga. Ini seakan-akan jadi jendela segitiga sepertinya. Sekarang kita ukur panjangnya. Nah. 4.962 mm. Eh, enggak nyampai 5 m. Wheel base-nya 3.239 mm. Hoh. 3,2 man wheel base-nya ya kan? Panjang sekali wheelbase-nya. Makanya overhang-nya pendek-pendek. Mobilnya enggak sampai 5 m, tapi wheel base-nya 3,2-an. Panjang banget ini wheel base. Nah, kayak nonton video ini sampai habis manuver di jalannya nih. Untuk yang short wheel base panjangnya itu 4.712 mm. Lebih pendek 25 cm dari yang long wheel base. Dan wheel base-nya 2.989 mm. Karena panjang overhang-nya sama, jadi perbedaan panjangnya itu hanya dari wheelbage-nya saja. Kita buka dulu kap mesinnya. Enggak ada. ada di sebelah kiri karena ini mobil yang biasanya setir kiri. Ini kap mesinnya enggak ada apa-apa dalamnya cuma untuk ngisi air kecrutan. Terus ini ada semacam stereo enggak tahu fungsinya buat apa. Coba ada tempat bagasi kecil gitu kan lucu ya kan. Mesinnya tuh ada di belakang motor listrik ya. itu tenaganya 281 horsepow dengan torsi maksimal 560 Nm salurkan tenaganya ke roda belakang langsung paling pakai gigi satu tapi single speed ya untuk mobil listrik 0 ke 100-nya 7,9 detik klaimnya tapi nanti kita coba ini chargerannya di sini bisa charging tentunya 11 kW dan dc charging-nya itu 166 kW enggak Sekencang kayak Ionic 5 EV6 yang bisa 350 kW gitu ngcharge-nya. Tapi udah cukuplah, udah cukup kencang ini ya. Logo depan, logo belakang itu warna putih. Tulisan IDBSnya juga putih. Jadi ikut ngikutin warna tuton atasnya ini lucu. Tapi ini warna terbaik dari semua ID Bass itu nih warnanya paling keren, paling cocok kami. Kami sih ya tu e personal preference ini lucu gitu ada wiper belakang. Hem stop lamp. Kameranya tuh ada di mana ya? Di bawah ini. Oh, di bawah sini. Bukan di atas sini. Kenapa enggak di atas ya? Di bawah kejauhan gitu loh. Enggak ada knalpotnya ya. Kan belakangnya itu lega bagasinya lega. Ini kalau dilipat seperti ini, ini kalau dilipat semua itu rata lantai. Walaupun captain seat ada bolong-bolong tapi rata lantai berkat kotak ini nih. Tutupan ini bisa kita angkat. Ini dapat kotak-kon begini juga buat naruh barang-barang dalamnya. Praktis gitu loh. Kami suka. Ini sebenarnya bisa ada V2L-nya harusnya cuma kok enggak dapat colokannya ya? Ini charger mobile terus dapat macam-macam barang-barang itu. Dahah, ada 12 volt per outlet juga di belakang. Buat apa? Buat apa ini? Ini ada TRK. Oh, buat ini, Mang. Naruh barang gini, Mang. Jadi enggak jatuh, Mang. Tuh, buat penahan tuh. Ini bisa dipotek nih. Harusnya nih. Tuh, penahan gini. Jadi barang enggak lari. Pintar enggak sih? Kanan kiri dapat. Yang sebelah sini juga ada tuh keren banget. Keren. Kepraktisan yang orang Asia enggak mikirin. Tahu-tahu orang Eropa mikirin. Terus ada pembatasnya juga yang kita copot karena enggak bisa kalau pakai kaca belakang. Eh, jok belakang. Terang lampunya. Di mana-mana ada lampu. Tuh kan kepikiran sama orang Eropa bunyinya bunyinya halus. Enggak apa, Mang? Meak halus nih ya pintunya nih. By the way, ban belakangnya ban belakang bannya dapat Continental tuh semuanya. Nah, ini bukanya bukan ditarik tapi ini ada tombol dalamnya dan merupakan bukaan pintu tersangar bunyinya jedok pengunciannya. Jok-joknya ini dengan mudah bisa dilepas kalau mau space yang lebih. Kenapa kami tidak praktikkan? Karena kami lupa. Dan ini lihat interiornya. Mobil ini di dalam ini penuh dengan gimik-gimik lucu. Seperti ada beberapa cetakan ID Bass dan gas rem-nya saja itu play dan pause button. Nah, sekarang kita bahas interiornya. Diawali dengan duduk di paling belakang. Yang ini tidak terasa seperti kasta terendah dalam keluarga. Captain seat naiknya tuh ada tarikan, pegangan ini. Kita ke jok paling belakang dulu dengan posisi coba posisi ini yang paling mundur. Seberapa sempit di belakang posisi jok yang paling mundur itu masih sangat lega dengkulnya. Dan ini senderan masih bisa disenderin lagi. Mana sih tarikannya? Mana tarikannya? Masa cuma bisa dari belakang sih? No. Enggak bisa tarik, Mang. Nah, terus gitu. Yang sini juga ada nih talinya nih. Tuh, mana sih? Nyumput nih. Nyumputnya tapi di belakang. Maksudnya masih ngambil dari belakang gitu. Headroom-nya lega, masih ada space dan bagasi belakang juga masih tersisa lumayan walaupun jok ini dinaikin. Terus tingginya jok ini pas tingginya ini tinggi-tinggi mobil karavel-karavel gitu. Tinggi-tingginya segini nih ya. Jadi enggak terlalu makan tempat ke depan. Ada cup holder. Oh, ini tutupan. Ini tutupan untuk apa nih? Nih, sini. Sini. Untuk ini. Nah, ini ada engak? Nah, ada kan. Ini kan kita tutup aja. Nah, ini kanan kiri ada cup holder, ada tempat naruh handphone, dan ada colokan USB C-nya kanan kiri jadi enggak rebutan. Namun sayangnya di belakang sini itu hanya untuk dua orang sebenarnya. Tapi ya sebagai keluarga Indonesia yang baik tetap kami masukin tujuh orang. Jadi kita mau jalan-jalan keluarga. Eh ini mobil tiga row cuma sebenarnya kapasitasnya tuh hanya enam ya. Jok yang paling belakang itu sebenarnya hanya muat dua. You never notice 360 camera. That's not 360. The I was sitting next to the window. Wi. Tapi paling nyender ya segini nih masalahnya ya. Ada AC belakang sendiri-sendiri. Ini ada lubang-lubang ini nih. Lubang-lubang ini tuh untuk ee naruh pembatas-pembatas ya. Perlu diingat lagi bahwa ini ada blind fan-nya. Versi blind fan-nya. Jadi enggak ada kacanya. Terus ini buatembatas-batasnya. Di bawah sini nih ada tempat cup holder gede nih. Botle holder. Kalau misalnya ini jok dimajuin habis. Coba Mang tolong majuin habis Mang. Hah? Tolong majuin habisah. Wah, jadi selega ini ini row ketiga loh. Enggak, enggak perlu. Udah cukup lega ini. Bisa bisa sampai gini ya? Iya, kan emang buat rata lantai itu. Ih, keren banget. Ini indikator seat belt-nya cerewet sekali ya. Belakang juga harus pakai seat belt. Aduh, kejeduk nih. Kenapa dari tadi enggak nyalain AC panas-panasan di belakang sini? Nanti kami tahu alasannya kenapa. Oke, ini porsi duduk paling mundur. Di belakang porsi nyetir kami. Tinggi kami 174. Uh, leganya ini interior kabin lega sekali. Duh, segini ya. Lega. Ada mejanya. Saya sambil iPad-an atau laptopan kayaknya. Laptopan kuat enggak sih? Ngewer-ngewer gitu. Tapi ada cup holdernya yang enggak ada bawahnya. Jadi kalau masukin ee botol yang kekecilan, hii lolos ke bawah. Ada tempat handphone-nya bisa selipin sini. Ada kantong. Terus headroom-nya lega sekali. Ini ada AC belakang lengkap dengan jepitan ini juga kayak yang di belakang tadi. Ini buat ngatur AC belakang. Dan ada lampu LED door trim. Ini plastik keras ya, tapi ini empuk-empuk. Plastik keras empuk-empuk. Ini ada speakernya di belakang sendiri. Ini ada tombol harusnya kayaknya tombol untuk pemanas jok atau pendingin jok yang enggak ada option itu di Indonesia sayangnya. Nah, ini ada colokan USB C. Depannya bisa buat naruh handphone. Jadi kalau nge-charge handphone colok sini taruh. Tapi begitu kita turun eh lupa ketinggalan handphone-nya di mana tadi ada di balik pintu enggak kelihatan ya kan begini. Tapi kepraktisan banyak sih ini belakang kantong pintunya sini. Di bawah juga lega sekali. Di tengah sayangnya enggak ada apa-apa lagi ya. Eh, ada armr-nya hanya satu di posisi di tengah aja di pinggir sebelah kanan sini tidak ada. Jadi armr satu-satunya adalah di pintu. Kalau mau kayak begini. Nah, ini. Iya. Kalah sama apapun ini kalah di belakangnya nih. Kalau disenderin paling nyender tuh segini. Ini pentok. Enggak bisa lebih nyender lagi. Mobil Eropa, orang Eropa mungkin faktor safety ya. Karena seat belt-nya itu nempel di pilar HC. tuh. Jadi enggak bisa lebih nyender daripada ini. Okelah. Nah, ada tempat penyimpanan lagi. Ini ngambil dari konsol depan yang dari kemarin gagal dibuka. Oh, sini dibawahin tuh. Bisa buat naruh-naruh lagi. Depan ini bisa dicopot-copot. Mari kita copot ya. Masyaalnya belakangnya begini aja enggak enggak super mewah seperti yang kita temukan di Alpart bahkan di Denza ya. Ini belakangnya biasa-biasa aja. Ini kayak mobil komuter aja gitu belakangnya. Bukan berarti enggak nyaman loh. Ini jok nyaman. Joknya cukup nyaman, belakangnya lumayan rendah. Rebahnya segini cukuplah. Busa buat tidur gitu ya. Cuma kurang untuk standar orang Indonesia sebenarnya. Oke, kita ke depan. Oh, satu lagi penting lupa jendelanya. Jendelanya itu nyalain. Bukanya harus nyalain dulu. Nah, begitu kita masuk mobil, kalau kita ngantungin kunci itu mobilnya otomatis ee hidup. Kuncinya tuh seperti ini. Kunci VW zaman sekarang ya, sama seperti di kuncinya VW Golf kayak begini juga modelnya. Segi ini apa sih? Trapesium ya. Ada tombol lock unlock, buka bagasi, sama buka tutup pintu power sliding door-nya. C kalau begitu kita masuk, mobil otomatis nyala. AC endang dikit terus hilang lagi. Tadi kita masih nginjak rem buat dia nyala. Nah, ini praktis sekali. Tapi yang kami heran kepraktisan ini buat apa? Ada satu tombol ini. Ini buat apa? Ada startop engine button lagi di sini. Ini enggak pernah kita sentuh. Nginjak rem aja hidup mobilnya. Ini buat apa? Bekas lubang kunci sih. Mungkin sayang kalau lubang kunci ditutup begitu aja. Hah? Kasih tombol start stop deh. Mungkin itu ya. Heeh. Nah, ini mengenai kaca belakang. Eh, tuh kan. Oke, mobilnya mati. Gini ceritanya, kenapa tadi di belakang enggak nyalain mobil? Karena begitu kita ngangkat pantat enggak pakai seat belt, itu mobilnya mati. Pakai seat belt, rem, mobilnya nyala. Oke, terus kita turun, kita giniin, kita buka seatbt, mobilnya masih nyala. Pantat kita naik, mobilnya mati. Jadi harus ada drivernya. Nah, sekarang kita coba kalau kita nyalainnya pakai ini. Depress brake select. Ini nyala kan? Nyala. Sekarang nih nyala posisinya kalau kita angkat pantat mati juga sama. Gimana caranya kalau udah turun? Hah? Pakai start stop engine keluar dulu. Kan enggak bisa. Harus nginjak rem dong. Iinjak rem sambil. Oh iya. Coba-coba ya. Tuh. Enggak hidup. Coba angkat. Eh, hidup. Hidup, Mang. Nah, bisa. Oh, jadi ngidupinnya tanpa didudukin dulu. Mamang pintar nih. Emang ngakal-ngakalin Mamang jagonya deh. Gitu. Jadi ngejak jangan sambil didudukin. Jadi kita mati lagi sekarang. Heh. Nah, kaca belakang. Mengenai kaca belakang. Kaca belakangnya ini lucu. Kaca belakangnya itu bisa dioperasikan dari sini. Ini kan cuma ada dua nih power window-nya. Tentu buat buka kaca nih ya kan kanan kiri auto up and down. Untuk buka belakang gimana? Dari depan pencet dulu rear ini. Rear baru kaca belakang bisa kebuka. Merupakan cuma setengah. Hah? Emangnya gua baru buka setengah tuh nih. Ah mati mobilnya. lumayan bisa buka ngasih makan kudail ya ngasih makan kuda nil kan suka ini buat buat konten bagi-bagi ee apa namanya sahursahur heeh sahur on the road gitu bisa gitu nih ini sistem yang bagus untuk hemat tombol ya cuma problem ya entar tutup dikit dulu cuma problemnya ini tuh sering enggak sengaja kepencet rear ini kalau sentuh gini doang enggak kepencet tapi kalau di kita agak lama dikit ni karena tombol sentuh nih bukan tombol fisik. Seringkiali kepencet apabila kita mau bayar parkir, mau lewat pintu tol di mana yang kita enggak kita kan tangan mata ke jalanan tangan ke sini pasti nyari-nyari kan. Pada saat nyari-nyari tombol kesentuhlah rear ini. Pas kita buka mau bayar tol. Ah enggak kebuka. Ternyata kita ngebuka kaca belakang. Dan ketika kaca belakang itu kita lupa tutup, kita parkir, kita kunci, kaca belakangnya enggak nutup sendiri. Sayang sekali andai ada si kring yang bisa mematikan itu, kami cabut tuh kec belakangnya. kita belakangnya keren tapi gitu ada coba tombol tambah dua tombol lagi gitu loh. Heran dia enggak mau nambah posisi ini. Jadi kita pernah review yang versi importir umum di auto High e itu belum ada kaca belakangnya Apakay harusnya ada yang jendela kecil gitu loh kayak karavel ya yang bisa dibuka-buka setidaknya heran. Sunroof juga enggak ada Nah. Atau mungkin tuh short wheel base ya. Jadi enggak pakai A C belakang ya. Anyway, kami lebih suka enggak pakai C belakang dengan begini nih. Terlalu sering kepencet. Oke, dashboard-nya. Dashboard-nya ini plastik-plastik keras. Ini ada aluminium-aluminiuman. Ee ini bawah plastik keras juga. Plastik keras. Pintu juga plastik keras. Tapi di sini ada empuk-empuknya. Secara desain keren, cuma secara material sebenarnya plastik keras. Enggak apa-apalah enggak kita pegang-pegang, cuma kita lihat doang. Di tengah ini ada layar yang 12,9 inch kalau enggak salah. Nah, layar ini tadinya yang versi importir umum yang itu tuh kayaknya lebih kecil deh layarnya dan operating systemnya di dalamnya tuh beda. Kalau ini harusnya sudah lebih canggih ya, lebih canggih. Dia bisa wireless Apple CarPlay, Android Auto, dan AC. Cara ngoperasiinnya itu pencet klimax climax. Lima. Lima enggak pakai X ya. Ini buat ngatur yang depan, ngatur belakang. Pencet rear juga sama kayak jendela tadi ya. Dia ada dua ada tiga zone dalam mobil ini. Depan dua ban belakang satu zone. Terus ada dia tuh ada air purifying-nya nih. Nah, ini dia. Air C on namanya. Air C namanya. Ada pemanas setirnya. Jangan nyalain. Jangan jangan nyalain. Eh, ada tiga volume. Ada pemanas joknya juga nih. Kenapa yang sebelah kanan nih nyalain ya? Kan kiri bisa sampelnya. Nah, terus untuk joknya. Oh, ini bisa preset ini nih. Oke, untuk joknya untuk jok depan itu bisa pijit kanan dan kiri. Tapi sayangnya tidak ada pendingin jok. Hanya ada pijet. Tapi lumayanlah ada pijit-pijit dikit. Ini mode ada driving mode, echo, comfort, sport, dan individual. Individual yang bisa kita atur adalah driving dynamic, steering, drive-nya echo, engine sound, exterior engine sound sport. Adaptive cruise controlnya bisa diatur, light assistance-nya bisa diatur, sama aircon-nya bisa diatur. Cuma itu saja. Oke, terus assist. Nah, ini driving assist. kita bisa matiin auto ini yang akan hidup lagi nanti auto ngeremnya itu yang benci sekali kami. Cuma e alhamdulillah selama kami nyetir ini beberapa hari tidak ditemukan sekalipun ini aktif ya tapi kami enggak seagresif itu sjiturnya. P ini dia kita pencet P itu bisa mengaktifkan kamera 360-nya. Kamera 360-nya lucu ya, kualitasnya biasa-biasa aja dan dia sempit. Ini sebenarnya lebar aslinya, cuma disempitin sama dia jadi kayak mobilnya itu kecil. Ini kecil-kecil tuh pada tinggi-tinggi. Dan karena wheel base-nya panjang, rasanya ingin sekali setiap mau belok itu ngelihatin ban kiri belakang kanan belakang deh. Jarak itu jadi dekat banget gitu loh, Pak. Jadi rasanya kayak dekat karena ini karena narrow gitu loh di digempet di apa sih rasionya diubah sama dia. Padahal aslinya jauh banget. Aslinya jauh. Aslinya jauh. Nah, ini untuk shortcut auto hold. Jadi enggak ada tombol fisik auto hold driver assistant monitor penginnya dimatiin terus interior monitoring. Jadi kalau menaruh jaing di dalam mobil kita tinggalin gitu eh monitornya enggak nyala gitu. Dan ini ada roof smart glass. Apa itu smart glass? Jadi ini full panoramic roof di atas ya. Ini sama tombol smart glass ini sama geser-geserannya sama. Ini untuk membuka kelihatan dan tidak kelihatan. Kelihatan tidak kelihatan. Licit. Ini sama kayak di I. Oke. Nah, terus kita ke ini. Gambar mobil itu ada untuk pengaturan-pengaturan gampang gambar mobil nih. Eksterior eksterior apa? Ngatur jendela. Ngatur ah jendela spion lampu depan. Ada yang mau dimatiin enggak? Yang cornering light tadi mungkin mau dimatiin. Comfort light bannya. Nah, ini ada tire pressure monitornya. Cuma nih sistem VW ya. kita mesti kita isi angin sesuai keinginan kita kemudian direset nanti begitu ada perubahan dia akan warning-nya nyala enggak enggak nyebut berapa PSI gitu. Sayangnya sih ada easy entry kalau kita aktifin kita turun dari mobil joknya mundur kita sehingga masuknya tuh gampang. Nah audionya audionya ini eh lumayan bagus. Ini Harman Cardon cuma tuningannya lumayan oke. Ada 12 plus 1 speaker kalau enggak salah. Ini geser dari atas ke bawah untuk brightness-nya cepat ya. Jadi kita ngerubah berat. Ah, kesilapan kita tinggal geser itu. Nah, ini ada widget. Widget juga. Ini apa? Sensor. Widget. Ini sensor telepon siapa? A ah telemarketing. Ini vehicle status nih. Tadi tire pressure kita bisa configure lagi. Ditambah lagi AC biasa dia matiinnya digeser ke kiri habis. Ini ke kanan habis. Tombol hazard. Tombolnya tombol fisik. Bagus. Ini buat buka pintu belakang dan ininya tombol pencetnya enggak perlu tahan. Tinggal cetak dia ngebuka. Ngebukanya tuh satisfying nih ya. Kita buka ya. Wuh dor gitu sadar. Jadi oh pintu kebuka. Ada jedoran. Kemudian setir. Setirnya ini setir yang dipakai sama VW Golf juga sama begini juga. Kami sangat tidak suka dengan tombol-tombolnya. Tombolnya tuh tombol sentuh tapi bisa dipencet gitu. itu model-model ee gitu. Yang ini volumenya digeser-geser, ada adaptive cruise control-nya tapi enggak enggak nyetir sendiri. Dia adaptif untuk jaga jarak aja. Dan gayanya gaya itu juga menencetnya bisa dipencet tapi tombolnya ramai-ramai gitu sebenarnya. Nah, ini ada untuk ngatur untuk instrumen cluster. Instrumen clusternya tuh layar kecil sekali tapi berguna enggak ada masalah dengan layar kecil ini. Cuma bisa di kanan kiri. Terus ini tombol kalau sampai kepencet nih akan menyesal karena nyalain heater setir. Nanti mungkin kalau lagi dipakai driver dia akan nanya, "Pak, setirnya panas, Pak?" Gitu kan pasti kepencet itu sebelah kiri itu se kan mobil Eropa ya. Nyalain wiper juga ada di sebelah kiri sini. Bagus kan? Bukan dari sana, bukan dari layar. Ini shifter yang kanan. Shifternya itu model diputar. Maju tuh D ke putar ke depan dipar ke depan lagi tuh dia akan masuk ke B itu jadi regenerative breaking lebih kuat terus setengah tuh netral mundur tuh ke belakang habis parknya dipencet ini. Ini enggak enggak park cuma bukan P dia ngomongnya cuma ini aja nih ngaktifin rem tangan. Nah, ini di tengah-tengah ni ada lampu-lampu tu. Tuh, lampu status tuh. Ini siap jalan tuh mundur tuh. Kalau park ini lampunya tombol sentuh ini posisi di auto sekarang modenya kita bisa pencet maencet mode kok. Ah, tuh mode auto ini. Devoger depan, defoger depan maksimum, devoger belakang, lampu kabut belakang, terus lampu kabut depan. Nih gelap gitu. Jari didekatin tuh. Eh, tuh belum belum nyentuh dia. Udah nyala masa sih? Tuh, kan enggak nyentuh loh tadi. Kami tidak suka tombol sentuh untuk ee spion diaturnya di sini ya. Diputar-putar kayak kayak VW lah normal. Ini kalau kita ke ini bisa ngelipatnya pemanas ada pemanas nih ngelipat gitu. Ini untuk buka bagasi. Kalau yang di sebelah kiri tempat ini itu untuk colokan USB C. Oke, sekarang kita masuk ke praktisan kantong pintu. Ah, banyak nih. Ada di sini. Lega tuh sampai belakang sampai masuk sini nih. Ini kalau kita naruh sesuatu di sini nih, insyaallah akan ketinggalan lama dan hilang. Kantong pintu sini juga lega sekali. Bisa naruh botol yang besar-besar. Ini bukan slot yang bisa dibuka. Ini buat naruh kunci atau naruh koin bisa. Di sini ada cup holder di sini. Ngumpet tuh ada ini yang bisa diangkat-angkat. Ni konsol tengah tuh kita bisa angkat. Kita copot tuh kita bisa bawa pulang konsolnya. Unta kalau mau lebih lega lagi kita taruh. Jangan-jangan bisa dipindahin di sini, Apa ini enggak bentuknya? Iya, bisa taruh belakang juga. Jadi bisa taruh mana-mana. Ada tiga posisi. Mau di depan, di tengah sini, atau di belakang sana. Geser-geser. Bukan digeser, copot pasang sih. Oh, Nissan bisa juga. Kalau Nissan geser-geserisan Nissan sih. Nah, ini tuh bisa dibuka depan belakang. Coba Ki buka ininya. Tuh, tuh yang depan. Nah, terus bagian atasnya praktis juga tuh. Bagian atas praktis banget. Coba sini pindahin depan dulu. kayaknya ini atasnya banyak tempat naruh-naruh nih dikasih tempat sampah atau asbak sama VW. Nah, ini ada divider. Divider keren. Ada tempat untuk buka botolnya. Keren enggak? Feather multifungsi nih. Tuh. Nah, ini di yang ini. Tahu enggak nih buat apa? Ini buat ngupas es. Kalau kaca depan kita penuh es kayak waktu kami di Inggris kemarin. Ini buat ngerok. Ngerokok pakai ini. Ah, iya. Masang stiker atau masang ini e rapping rapping rapping bisa pakai ini. Kaca film juga bisa. Oke. Laci lumayan lega. Atasnya juga ada tempat lagi buat matiin itu mana ya? Matiin airbag. Oh dulu matiin airbag sebelah kiri selalu ada. Mati mobilnya mati. Pantatnya ngangkat dikit dia. Spion tengah. Auto day night. Terus ini atas ada lampu-lampu. Mana? Oh iya nih nih nih USB C-nya kan jadi yang kiri itu dapat satu USB C di pintu. Kalau driver dapat dua langsung. Tuh USBC dua langsung. Dan ini kalau kita slipin handphone di sini ini wireless charging. Jadi ini wireless charging yang bagus enggak kelihatan istri ya kan layar kita. He. Cuma sayangnya wireless charging di sini itu mod ininya handphone-nya kepanasan jadinya. Sun viser gede lumayan bisa nutupin ini bisa dipanjangin juga enggak mau enggak mau dipanjangin panjang. Masa kurang panjang ah tetap pinggir tuh ini masih lega masih bolong. Posisi nyetir. Nah ini adalah mobil Eropa. Ada dua memory seat di sini. Itu ada memory seat juga kan? Ada. Ada. Bisa naik turun enggak? Bisa naik turun depan dan belakang. Jadi eight way tiap kursinya termasuk ada lumbar support komplit plit setirnya teleskopic dan tilt. Possi nyetir enak. Nah, joknya enak buat nyetir. Ini jok e sporty ala-ala VW ini. Kalau Anda dapat pacar atau istri yang kakinya panjang, enggak ada masalah. Bisa dimajiin ininya. Kalau armres ini kurang masih ada sebelah sini lagi. Sebelah kanan ada armres lagi. Jadi kalau di tempat ini ini ke amres kanan kiri di pintu semua di sini. Jadi ada tiga level amres. Kenapa joknya panas ya? Mana sih nyala ya? Enggak nyala kan sisaan tadi nih. Yuk kita jalan. Seperti mobil Eropa biasanya tetap harus nutup sirkulasi AC-nya. dan GoPro depan tuh jauh banget ngelihat sini karena kaca depannya tuh jauh banget nih dashboard jauh banget ke depan nih semeter ada kali enggak deng dan kesan pertama nyetir mobil ini wah ini merupakan MPV besar yang membuat kita nyetirnya tidak terasa seperti sopir. Enggak tahu ya entah kenapa entar bentuk luarnya atau gayanya gitu. Semua orang tuh masih ngelihatin ke arah sini. Kami rasa walaupun ini mulai sudah mulai ramai di jalanan orang-orang masih ngelihatin mobil ini. Ini mobil iconic sekali bentuknya. Ganteng. Keren. Komplit deh ya. Sama sekali enggak terasa seperti sopir. Oh ya. Ini kaca depan itu masih bening sekali karena belum kami pasangi kaca film Lumar. Nanti akan kami pasang film Lumar dan belakang udah gelap karena memang kaca belakang itu tinted. Aslinya dari pabriknya memang udah gelap. Nah, gara-gara kaca depannya ini jauh banget rasanya tuh luas banget mobil ini ya. Kita ngelihat belakang juga lega banget di belakang. Jadi rasa gara-gara ini lega, dalamnya lega membuat kita jadi ngerasa mobil ini tuh besar sekali. Tapi memang mobil ini besar sih. Lebar. Iya, lebar sekali lebarnya. Tapi ee masih sedikit lebaran lebaran Denza daripada ini. Panjangnya jauh lebih pendek daripada Denza dan Alpard ya. Apalagi Denza lumayan jauh panjangnya bedanya. Eh, cuma problemnya ya di wheel base-nya. Wheel base-nya ini saking panjangnya ee kita tuh manuver itu mesti ngambilnya agak jauh. Dan kami sangat menyayangkan sekali bicara soal visibilitas ya. Ban kanan belakang dan kiri belakang itu enggak sampai sama spion ini. Kalau spion kanan tuh pasti kita besok bisa ngelongol-long gini deh. Untuk spion kiri ngelongoknya agak susah. Jadi kita harus sering-sering ngatur spion kiri pada saat kita belok-belok biar enggak nginjek roto atau kejeblos untuk ban kiri belakang. Cuma ya setelah beberapa hari nyiter ini ya biasa-biasa juga sih akhirnya. Tapi ya gara-gara wheel base panjang itu muter baliknya radius putarnya agak jauh. Ya, steing angle-nya mungkin udah cukup lumayan, tapi radis putarnya enggak bagus. Sebenarnya yang kami pesan adalah yang short wheel base ya, bukan yang long wheel base seperti ini. Cuma yang long yang ready stocknya tuh yang long wheel base. Jadi ya terpaksa kami pindah ke yang long wheel base karena biar biar cepat dapat sebelum keduluan Om Fitra. Karena yang mesan juga kami duluan. Bagaimana soal kekedapannya? Kedap. Oke, lumayan kacanya. Double enggak? Double kacanya. Ini lumayan kedap. Ee kedapnya kedap-kedap normal mobil seharga inilah. Berapa harganya? Belum kebut ya tadi. Nanti ya di akhir video. Kemudian apakah mobil ini nyaman? What? What the? Gila orang kalau kelewatan pintu tol ya sebaiknya keluar tol di sana aja muter balik muter balik lagi. Jangan kayak begitu. Tahu-tahu berhenti di tengah jalan mundur sangat berbahaya sekali. By the way CCAR kita VW Tiguan. Anak VW sekali hari ini nih. Nah, kenyamanan ini sambungan-sambungan jembatan. Ee terasa mobil ini sebenarnya nyaman. nyaman. Untuk standar mobil Eropa ini suspensinya kami teringat dulu kami pernah punya Karavel. Rasa suspensinya tuh seperti ini. Nyaman tapi enggak bisa dibilang empuk. Kayak jalan beton gini terasa. Jalan betonnya enggak seperti jalan di kapas seperti kita naik Alpart gitu, Lexus LM. Enggak. Ini terasa ya mungkin karena velegnya juga gede banget. Cuma ini tidak senyaman bukan senyaman, tidak seempuk Alpart Denza ini lebih cenderung ke arah eh sporty. Yes. Kami coba belok kencang naik mobil ini. Enak manuver-manuver naik mobil ini. Enak tuh. Ini body roll-nya ada. Cuma kita lagi lari berapa tuh? Body roll-nya ada. Cuma ini untuk ukuran MPV besar, body roll-nya bagus. Titik beratnya lebih ke bawah ya, karena ini mobil listrik, baterainya ada di bawah. Dan suspensinya didesain juga untuk kecepatan yang tinggi. Jadi kalau kita jalan jauh naik ini masih tetap nyaman tapi tidak ada sedikit pun rasa limbung, rasa mengayun-ngayun. Nope. Tidak terasa sama sekali pada mobil ini. Bagaimana dengan rasa setirnya? Apakah rasanya kosong seperti MPV Cina sebesar ini? Enggak. Apakah rasanya kayak mobil sport? Ya enggak juga. Tapi ini rasanya kayak muter setir VW Golf. VW Golf setirnya enak loh. Beratnya pas, feedback-nya ada. Terus dia memang tidak direct seperti mobil sport. Cuma ini dirasanya enak gitu loh. Jadi pas kecepatan tinggi rasa setirnya juga enak. Nah, gimana dengan rasa remnya? Remnya ini biasanya terlalu sensitif kan ya mobil listrik gitu ya. Ini rasa remnya tidak sensitif kadang-kadang ee suka panik sendiri. Eh, kok enggak pakem ya? Kan nginjaknya dia ren dulu ya. regennya kasih dikasih regen yang halus dulu baru regen yang kuat baru kampas rem bermain. Kemudian rasa gasnya gimana? Rasa gasnya di mode comfort itu terlalu sensitif. Jadi kalau sopir baru megang ini ee akan agak kasar ngegasnya karena terlalu sensitif dal gasnya. Solusinya itu adalah pindah ke mode B. Brigen breaking-nya jadi lebih kuat. Kita ngelepas gas. Breaking seperti antara level 2, level 3 di IC 5 atau EV6. Sayangnya itu tidak one pedal driving. Jadi tetap kita sampai berhenti harus kita injak rem untuk mobilnya berhenti. Nah, dengan B ini pedal gasnya jadi tidak sesensitif itu cocok di mode B. Bagaimana dengan tenaganya? Tenaganya enak. pindah ke semuanya di layar. Untung layarnya responnya cepat. 100 ini sekarang 6,8 detik 0 ke 100 km/h. 6,8 detik. Lumayan banget untuk mobil sebesar seberat ini ya kan? lagi santai-santai k hidupkan adaptif cruise control set di benci dia tombol seperti ini. Nah, dia enggak megang setir ya tapi kadang-kadang kalau setir ini kita hidupkan cruise control agak-agak suka nyebelin karena sekitar 10 detik sekali 15 detik sekali minta pegang setir. Jadi mendingan dipegang aja setirnya biar dia ngatur gas dan remnya. gara-gara digeber-geber dan banyak berhenti ini 4,2 km/KWH. Tapi kami aktualnya tadi kami tes ee antara 5,5 sampai 6 km/ KWH. Sambungan jembatan nyaman tapi enggak empuk. Ini bantingan mobil MPV Eropa sekali. Nah nih. W Nah, kan tuh pedal gasnya sensitif. Awas. Sekarang gantian mamang yang bawa. Mau nyobain duduk belakang. Mang, enak di B, Mang. Putar ke atas lagi. Shifternya itu jadi enggak terlalu sensitif. Nah, dan begitu dilepas gas lumayan regen breakingnya. Kita main batu di belakang. Sender paling habis segini sayangnya. Amres kiri di pintu. Gimana, Mang? Tadi dari luar, Mang. Dari luar gimana? Bagus. Enggak ada yang nyamain. Iyalah. Iya. Enggak ada yang nyama main di ini. Kegantengan yang maksimal enggak? Kalau ada di sebelah tuh mobil Alpar T itu kayak sama ini tuh jatuh beda level gitu. Iya beda aja ininya. Heeh. Kalau pakai ini tuh kayak gua punya style lu enggak gitu. Gua iconic lu enggak lu biasa. Ya itu mewah cuman ini tuh apa ya beda aja gitu sama mobil. Apalagi kalau dikasih tule gitu. Aduh keren banget ya. Hah? Tuh di atasnya ketutupan dong. Iya. Ini aja roof roof roof bar roof rack jadi kayak ini dakota-dakota. Iya yang model retronya. Heeh. Pakai jendela. Lucu banget. Ini jendela kayak gini tuh ada di karavel gitu-gitu ya. Cuma kan itu mah manual mechanical. Kalau ini elektrik. Seumur-umur kayaknya baru ngelihat jendela kayak gini tuh elektrik. Gimana belakang? Empuk enggak? Kayaknya kalau paling belakang sih terasa tuh tadi jeblukan tadi tu. Okelah ini enggak maksudnya enggak bisa dibilang nyaman sekali cuma enggak masalah sih, Mang. Enggak masalah. Bandung Jakarta gitu oke. Wah, Surabaya juga oke. Ini masih oke. Surabaya juga oke. Enggak boleh tuh. Nah, tuh dia tuh. Kerasa. kerasa itu. Cuma begitu mendarat tuh enggak ngayun-ngayun. Berhenti aja jedek gitu selesai. Ini kakunya kayak mobil ini ya, kayak karavel. Kayak karavel. Terus kayak mobil beban. Kayak mobil beban. Nah, itu dia mengenai suspensi. Suspensi mobil ini. Ini kan mobilnya sama sama mobil blind fan. Jadi ada versi blend fannya di Eropa dengan suspensinya setup yang begini juga kayaknya kayak nih denza gitu. Jok tengah paling mundur belakang habis. He J kalau dimodifikasi jok belakangnya ya. Ee Alpad ini dibundurin habis belakang juga habis. Enggak segini lega nih. Ini tipenya mobil ini enggak bisa kencang Om. Enaknya dipakai cruising. Iya. Nah gini. Ini mobil dibanding sama mobil listrik lainnya untuk kecepatan tingginya itu enggak boros seperti mobil listrik lain. Maksudnya tingkat selisih keborosannya. Hm. Jadi koefisien of drug-nya itu 0,29, Mang. Baguslah. 0,3. Bagus. Bagus kan? Keren. 0,29. Jadi ini tuh kayak mobil yang didesain buat enak di autoban. Iya, kecepatan tinggi di Outoban. Cuma otoban tuh kan jalanannya enggak kayak begini nih. Sambungan jembatan mobil bisa mental. Di autoban kan enak. Nah, ini ini tuh kayak didesain buat itu. Namun memang kecepatan maksimalnya itu 160 km/h, Bang. Iya. Doc speednya segitu yang motor listrik ada batasnya dia dia kasih limiter di 160. Paling nyaman di driver deh di depan. Roll satu paling nyaman. Iya. Ini kayak buat buat cocok buat om-om yang ee senang nyetir sendiri itu loh. Oh. Ha. Bawa keluarga, bawa teman-temannya jalan-jalan. Camper, Om. Camper. Camper. Iya, camper. Ini pakaian aing roof ra ini kayaknya suspensi kalau di kasih beban lagi enak deh. Ini kalau ramai-ram ya. Iya, rameai-ramai enak nih. Gimana kalau kita coba rame-rame nanti? Cobain ya. Coba ya. Iya. Overall nyetirnya ini dari pandangan penghobi mobil macam kami ini kencang dan stabil. Tapi sayang sekali yang Long Wheel base ini ada effort sedikit saat parkir dan manuver-manuver sempit. harganya itu loh yang agak menyebalkan 1,5 miliar untuk yang Long Wheel base. Kalau dibandingkan dengan Denza D9 yang lebih nyaman dan lebih mewah memang IDBS ini seperti tidak worth it. Tapi ya apapun kalau dibandingkan dengan Denza itu jadi tidak worth it heran. Tapi kalau dibandingkan dengan Alpard yang harganya mirip, mobil ini e berbeda market sepertinya. Overall mengenai Volkswagen ID Bus bukan merupakan mobil keluarga untuk kemewahan dan kenyamanan penumpang belakang. Walaupun ini sangat lapang belakangnya, ini merupakan mobil yang cocok untuk Anda. Keluarga yang level kerennya berbeda. Ini lebih keren bukan untuk mencari kenyamanan ala bos-bos di belakang pakai spir. Oh tidak. Ini untuk keluarga yang mengerti style, keluarga yang funky, keluarga yang levelnya berbeda dari sekedar pencari kenyamanan. Tapi ingat, untuk pasar Eropa dan Amerika seperti ini sudah dalam kategori nyaman dan mewah. Jadi ini kemewahan ala Eropa dan Amerika, bukan ala Indonesia. Untuk Anda, om-om kepala keluarga yang senang nyetir, ini sempurna kecuali Wheelbase yang panjang. Semua ini adalah opini pribadi saya. Kami timobi tidak diber oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobiomobi dan Mmobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton.

Lihat di YouTube