WASPADA MODUS PENIPUAN SEGITIGA JUAL BELI MOBIL | SHARING PENGALAMAN GW KENA TIPU RATUSAN JUTA! (YouTube Video)
Yo, guys. Welcome to iwake I wish I knew it earlier episode keemp. Di episode kali ini gua pengen sharing ke kalian penipuan yang lagi ngetren belakangan ini, yaitu penipuan transaksi segitiga. Apa sih penipuan segitiga itu? Nah, gampangnya penipuan segitiga itu adalah transaksi jual beli yang ada middlem atau calonya. Buat kalian yang mungkin udah pernah jual beli mobil atau bahkan punya showroom, pasti udah tahu banget nih kalau jual beli mobil itu biasanya ada calo. Enggak mesti mobil sih, kadang-kadang properti juga ada calonya dan lain-lain. Intinya ada middlem. Simpelnya si middlem man ini mempertemukan pemilik dan peminat, penjual dan pembeli. Biasanya kalau transaksi sehat atau middlem ini enggak berniat menipu, si calo ini akan mempertemukan langsung. Enggak perlu banyak cingcong gitu ibaratnya ya. Pokoknya ngabarin si peminat ada unit, kemudian ngabarin si penjual ada yang minat. Oke, mereka ketemu langsung bertransaksi sendiri dan selesai. Calok tinggal terima komisi biasanya. Sedangkan kalau di penipuan transaksi segitiga ini, si calo, dia akan berusaha untuk men-take over semua percakapan dan transaksi antara penjual dan pembeli. Jadi, Calo ini akan hubungin si penjualnya dulu secara detail bla bla bla. Kemudian dia hubungin si pembeli, mereka janjian. Tapi kejanggalannya biasanya si calo akan suruh si penjual untuk diam-diam aja dan si pembeli untuk sama diam-diam aja. Pokoknya intinya kedua orang ini enggak boleh berinteraksi. Pokoknya intinya berinteraksi sama si Calo aja. Nah, pada saat si pembeli sudah oke, di sinilah penipuannya terjadi. Pembeli akan dikasih nomor rekening si Calo. Nah, pada saat pembeli transfer ke Calo, kan barangnya punya si penjual nih. Ya udah, pada saat ditransfer calonnya langsung menghilang. Si penjualnya enggak terima uang, si pembelinya kehilangan uang. Di situlah disebut penipuan transaksi segitiga. Nah, sebelum kita bahas lagi, kalian setelah nyimak barusan ada yang mikir, "Apa iya ada orang yang sebodoh itu transfer duit? Bukan ke pemilik barang malah ke calo semuanya. Jawabannya ada guys. Dan orang itu salah satunya adalah gua sendiri. Iya benar. Gua pernah jadi korban transaksi penipuan segitiga yang nilainya tembus sampai 3 digit. Makanya sekarang gua buatin video ini dengan harapan bisa membuat insight jadi kalian enggak ikutan kena. Kisahnya si penipuan segitiga ini gampangnya si calo ini kemarin hubungi gua karena dia tahu gua pernah jual beli jam tangan. dia hubungi gua. Oke, Bro. Ini ada unit jam ini sekian dengan harga sekian. Yang mana pada saat itu harga pasarannya udah hampir menyentuh R200 juta. Tapi saat dikabarin ke gua, mau dijual di harga Rp100 juta kecil aja eh atau bahkan cuman R0 apa R00 juta gitu. Kemudian dari situlah dia mulai bermain psikologi. Nah, karena gua memang jual beli, gua berpikir memang sometimes ketemu sama orang yang jual di bawah harga pasaran. Maka dari situ gua mulai fall into his spray kemarin karena gua udah punya pengalaman emang ada orang yang pernah jual murah dan legal dan semuanya oke. Jadi gua tertarik sama yang ini nih. Oke, Bro, di mana barangnya dan lain-lain, detail-detailnya segala macam, ya. Nah, setelah dikasih tahu detail barang, kemudian lokasinya dan lain-lain, ya udah gua jalanlah ke lokasi si pemilik barang. Nah, kronologinya pada saat gua sampai di rumah si pemilik, ternyata si calo ini pintar juga. Memang yang menjalankan penipuan segitiga ini mereka memainkan yang namanya trik psikologi. Ya, kalau gua bilang mereka memainkan trik psikologi di mana kita nih si pembeli tergiur dengan harga barang murah. Jadi, udah mulai enggak bisa berpikir rasional dan gelap mata. Kemudian dia juga bermain trik psikologi ke si penjual atau si pemilik barang. Itu triknya yang dipakai adalah si calo ini dia punya authority. authority di mana dia apa ya dari pihak-pihak yang lumayan kredibel lah. Makanya si penjual atau si pemilik bisa nurut apa yang diomongin si Calo. Bayangin segitu hebatnya trik psikologinya ya. Jadi si Calo ini menyuruh si pemilik barang untuk diam-diam aja. Jadi antara gua dan si pemilik kita enggak ngobrol sedikit pun karena sama-sama kita di ya kalau orang bilang mungkin dihipnotis kali ya. Padahal kalau setelah dipelajarin itu sepertinya memang permainan psikologi. Jadi kita pada saat datang ketemu memang gua diam-diam aja dan di si pemilik juga diam-diam aja. Pada saat gua tanya sertifikat dan lain-lain dan historynya segala macam, si pemilik bilangnya, "Gua enggak tahu, langsung kontekan aja sama si Calo ini nih, tanya-tanya aja sama dia." Nah, kemudian pada saat gua tanya-tanya karena sio ini udah tanya-tanya secara detail duluan ke si pemilik barang, jadi si Calo ini bisa menjawab dengan oke history sertifikatnya, kemudian stem dari dealer mana, bla bla bla. Dari situlah gua udah mulai ketarik. Oke, gua percaya jadinya karena barangnya memang ada di depan mata gua udah gua udah lihat asli gua udah cek dan gua udah hubungan sama orang yang bisa jawab gitu ya. Gua tanya-tanya akhirnya gua percaya bahwa barang ini milik si calo bukan milik si pemilik. Terlebih lagi ditambah karena si pemilik ini mungkin memang ada hipnotis kali ya. Gua enggak tahu deh. Jadi si pemilik juga benar-benar nurut aja. Enggak tahu tanya aja ke Calok, enggak tahu tanya aja ke calo gitu. Akhirnya gua hubungan langsung ke Calo, ke Middleman, oke deal, gua minta nomor rekening. Bodohnya ya. Karena gua udah percaya ya barangnya milik si Calo, jadi gua nanyanya nomor rekening dia. Pada saat dikasih gua transfer langsung tiba-tiba message di WhatsApp tuh deleted, deleted, deleted, deleted. Udah saat itu gua langsung ah damn, gua kena nih penipuan dan langsung diblok. Gua enggak bisa telepon enggak apa, enggak bisa apa-apa. Terus ya udah karena udah transfer ya kan duit udah hilang gua jadi nyalahin si penjual dong. Lu kok dari tadi diam-diam aja kalau ternyata ini barang el gua kok mau bayar juga lu ngasihnya malah suruh hubungan sama si calo aja. Nah, di sinilah baru kayak kita tuh terbuka gitu si penjual dan si pembeli calon pembeli ya baru terbuka bahwa si penjual ini juga seperti kena trik psikologi balik lagi. Jadi ya gua juga enggak tahu gua bilang soalnya si calo bilang si pembeli diiming-imingin enggak nego makanya si penjual nurut ngomongnya gitu. Makanya gua nurut aja karena barang gua gak mau enggak dinego nih mau langsung dibayarin gitu. Jadi mau gak mau gua nurut. Ternyata gua enggak tahu kalau ternyata dia penipu. Ya udah, akhirnya sudah gua kena tipu dan lokasinya waktu itu gua datang di rumah pemilik barang. Jadi sebagai seorang tamu, datang sebagai tamu, gua enggak akan bisa nyari keributan, nyari kebenaran di situ karena gua enggak punya bukti konkret apa-apa. Y, kalau gua nyari ribut, maksudnya nyari ribut dalam artian enggak bisa dong lu gua si penjual pasti gua yang salah. Karena kan gua dalam artian gua bertamu. Kalau tiba-tiba dari gua ngotot gitu konfliknya jadi escalate gitu kan, kemudian satpam datang dan lain-lain, otomatis gua yang akan jadi tersangkanya. Kurang lebih gua akan ilusir dan lain-lain. Ya udah dari kejadian itu ya gua relain mau enggak mau ya. Habis mau gimana lagi? Dicari juga udah susah. Kemudian ke pihak yang berwenang juga mereka hanya bisa bantu bikin surat apa ya berita acara gitulah. Dan ke bank pun kita juga enggak bisa ngotot. Karena kalian perlu ingat kalau transfer itu ada yang namanya transfer secara sukarela. Itu adalah perbuatan secara sukarela dari kita sendiri dan secara sadar mentransfer uang. Makanya mereka tidak ada yang bisa bantu selain ya itu kalau dari pihak berwenang bikin berita acara bla bla bla terus gua bantu tanya solusinya ke bank. mereka hanya bisa bantu untuk bekekan rekening tujuan. Setelah itu sisanya tinggal good fate dari si penipu dan ternyata tidak ada ya udah akhirnya hilang, Guys. Gitu. Makanya inti dari segala inti penipuan segitiga ini adalah permainan psikologi. Di mana si pembeli, calon pembeli udah keburu nafsu karena iming-imingin barang murah. Kemudian kita juga melihat barangnya secara fisik memang benar-benar ada. Jadi kita udah keburu nafsu, kita enggak bisa berpikir secara rasional atau kalau orang bilang tuh udah gelap mata, ya. Kemudian si penjual juga sudah kena trik psikologi juga bahwa ini ada calon pembeli yang mau beli barang lu langsung tanpa nego. Udah otomatis kita yang punya barang juga, "Oh, ya oke oke. Lebih enak dong, enggak nego sama sekali, ya kan? Nah, di situlah kita kena. Si penjual juga kena ya itu diiming-imingin yang penting lu diam gitu. Lu diam, ini calon pembelinya urusannya sama gua. Dia enggak nego sama sekali. Nah, udah akhirnya ini diam. Memang agak rumit. Dan y kalau kalian nonton secara otak yang clear ya dengan otak yang memang gak enggak ada nafsunya atau enggak gelap mata, pasti akan mengira bodoh nih yang sampai kena gitu. Tapi believe it or not, ini trik psikologi yang menurut gua cukup jago dimainin. Ya, benar. Gue juga setelah berkaca lagi, gua bilang diri gua sendiri, kok bisa bodoh gitu ya? Tapi kalau kita berada di dalam transaksi itu udah di dalam segitiga ini, believe nih, kemarin itu gua hampir memang udah enggak bisa mikir apa-apa lagi. Pokoknya intinya gua mau bayar ini barang karena murah. Jadi, setelah panjang kali lebar kali tinggi gue cerita ini semoga kalian nangkap ya esensinya. Kesimpulannya gue ingin menyampaikan bahwa berhati-hatilah karena banyak sekali penipuan segitiga ini dilakukan. Ya, belakangan ini gua pasarin laptop, pemakaian pribadi, handphone. Itu juga ada penipunya, Guys. Ada. Serius. Bahkan sampai hal sesimpel akun game aja, adik gua cerita nih, temannya ada yang kena, Guys. Sesimpel akun game loh. Makanya gua terdorong untuk bikin video ini. Gua harap bisa viral dan ya kalian bisa jadi paham gitu ini ininya apa nih transaksi segitiga nih mulai dari teknisnya, cara hindarinnya bla bla bla gitu. Jadi kalian jangan sampai fall into their pray, jangan sampai jadi korban berikutnya. Gua cerita sedikit juga ya. Ini ciri-cirinya kemarin baru aja nih gua posting laptop MacBook ya seharga Rp15 jutaan. Ciri-cirinya nih mereka satu kalau ke penjual ternyata gua baru tahu kalau tadi kan gua jadi seorang calon pembeli nih. Sekarang gua adalah seorang penjual. Ternyata mereka cara approach-nya seperti ini. Mereka mengconak terus langsung minta nomor WA dari marketplace. Kemudian mereka itu nanya sampai detail supaya calon pembelinya kalau di mereka ditanya tuh mereka bisa jawab. Misalkan kayak laptop, mereka sampai minta fotoin about the laptop, kemudian sistem settings lah, battery help, bla bla bla, pokoknya sampai detail, sampai d-nya aja mereka minta foto. Yang mana menurut gua jadi aneh kan karena di marketplace udah gua taruh foto dus-nya. Kedua, ciri-cirinya mereka hampir enggak nego, enggak nego banyak. Bahkan kadang-kadang langsung lu buka harga berapa? Rp15 juta. Oke, deal. Nah, biasa ciri-cirinya begitu. Atau mereka 15, let's say gua buka di 15,5 nih. Mereka nanyanya cuman best price-nya berapa? R5 juta dari gua. Oke, deal. Nah, bukan berarti yang kayak gini itu 100% penipu ya. Enggak. Tapi kalian udah harus mulai nyalain alarm nih, mulai aware orang yang nanyanya sampai detail banget, terus kemudian negonya juga kayak sok-sok gitu ya. Oke, Dil. Oke, Dil. Gah. Dan ciri-ciri lainnya adalah kalau kalian jual beli sebuah barang yang ada korelasinya dengan data pribadi, biasanya si calon penipu, bukan calon sih, si penipu ini akan minta kalian menghapus dulu data pribadi yang nempel di barang kalian itu. Contoh, kalian yang pakai iPhone pasti khatam atau kenal yang namanya iCloud. Gue kemarin jual laptop MacBook, kemudian iPhone. Si penjual ini, eh si penjual si penipu ini belum juga ketemu. Dia udah bilang, "Itu akun iCloud tolong kosongin dulu ya." hapusin dulu pokoknya sampai kosong. Gua karena udah pernah pengal udah pernah punya pengalaman jadi gua tahu ini orang pasti mau nipu langsung gua tantangin balik. Enggak usah. Ngapain lu datang dulu aja. Lu datang dulu cek. Nanti kalau lu oke baru gua hapus akun cloud. Kan tinggal logout doang. Dia masih ngotot. Enggak, enggak bisa. Pokoknya pasti gua beli pasti gua ambil. Nah, ternyata gua baru tahu mereka bermain mentalnya psikologinya di situ. Pasti gua ambil cepat. Hari ini juga pasti gua ambil. Sekarang juga nih gua jalan ke tempat lu bla bla bla gitu. Yang penting lu kosongin dulu tuh akun iCloud lu. Oke. Karena gua sudah pernah mengalami jadi gua tahu saat digituin ya gua cuman bilang ngapain lu datang dulu aja. datang dulu lu cek dulu barang gua kalau oke baru gua log up tinggal pencet doang kok only matter of touch of a button ngapain lu pusing akhirnya dia masih ngotot enggak mau pokoknya kosongin dulu baru gua mau beli oke akhirnya gua udah tahu oke gua enggak balas lagi. Jadi itu ya ciri-cirinya satu mereka ini minta info sampai detail banget dan kadang-kadang yang enggak masuk akal kedua, mereka ini nawar atau bahkan enggak nego sama sekali langsung gayanya tuh oke deal gua beli pokoknya tanpa deal. Nah, di situ mulai kan psikologi kita mulai bermain tuh, mulai masuk ke triknya dia karena kan widih enggak enggak nego ya kan, langsung mau beli cepat lagi. Ya udah lu mau gimana nih gua ikutin biasanya gitu psikologinya. Yang terakhir kalau kalian jual beli sebuah barang yang ada korelasinya dengan akun pribadi biasanya mereka minta untuk dikosongin dulu. Makanya penipuan segitiga ini luas banget, Guys. Sekali lagi gua ingetin, kalian jangan anggap beli barang hanya yang mahal-mahal aja yang ada si penipu ini. Enggak gitu, Guys. K kalau gitu tipsnya apa kok buat ngindarin kemungkinan penipu calo gitu? Oh, oke. Oh, iya lupa ya. Tadi kan ciri-cirinya udah nih kalian kalau tipsnya satu, kalau kalian memang mau bayar kalau dan cuma bisanya pakai transfer, sekarang yang gua lakukan minta KTP penjual. Nama rekening yang kalian mau transfer harus sama dengan KTP. Harus dia yang bisa nunjukin. Jadi kalau ini udah sama baru kalian transfer. Kedua, kalau kalian juga memang mau transfer, kalian minta si penjual untuk chat via WhatsApp nomor rekeningnya. Jadi kalian punya bukti, at least bukti tertulis bahwa untuk pembayaran ini transfernya ke sini via WhatsApp. Karena kan enggak mungkin tulis tangan. Sekarang kan udah enggak ada. Jadi via WhatsApp suruh si penjual pembayaran unit ini bla bla bla transfer ke sini chat ke kalian. Nah, kalian baru mungkin bisa copy paste transfer. Itu dua. Ketiga, kalau kalian memang ragu tapi kalian naksir sama barangnya sekarang yang gua lakukan juga bayar secara cash. Memang ya sedikit repot ya, tapi aman. Karena kalau kalian bayar secara cash ya duitnya enggak mungkin lari ke mana-mana ya kan? Enggak mungkin calo ini kan middlem biasanya gak enggak muncul nih di transaksi kalau penipu nih dia enggak muncul di dalam transaksi jual belinya. Otomatis kalau kalian bawa cash uang itu akan masuk langsung memang ke si pemilik barang dan enggak mungkin jadi lari ke sana. Nah itu itu 100% pasti enggak kena tipu pun si penjual mau nipu ini kan ada bukti nih cash-nya ada di depan mata. Kalian tinggal tarik kembali aja. Ketiga tipsnya sekarang kan udah zamannya sosial media ya, creating a content. Jadi jangan takut, jangan malu buat nge-vlog kalau mau transaksi. Asalkan kalian jangan shoot sebuah data pribadi ya. Misalkan kalau KTP gini kalian shoot itu ya jangan juga. Jadi kalian nge-vlog, "Halo, Guys. Gua mau transaksi jual beli bla bla bla." Ya, kalau kalian mau shoot data-data detailnya, it's ok. Tapi jangan diubar ke publik. itu sebagai pegangan kalian lah ibaratnya gitu. Jadi tips dari gua ada tiga. Satu, kalau kalian mau bayar secara transfer, satu nomor rekening dan KTP harus sama match. Dua, transfernya itu harus ke si penjual. Yang kedua, kalian bisa kurangin resiko, minimalisi resiko dengan pembayaran cash gitu. Berarti apakah mendingan sekalian hindarin calo aja secara keseluruhan? Kalau ditanya ya hindarin CO secara keseluruhan sih sebetulnya enggak juga ya. Karena biar gimanapun calo itu kan memperluas koneksi change transaksi jual beli yang berhasil. Beberapa kali transaksi gua berhasil ya karena memang ada calo atau mindlem. Cuman ya memang kita harus lebih pintar lagi dan berpikir lebih rasional lagi. Kita enggak bisa hindarin si Minddlem ini karena sometimes kita butuh. Apalagi untuk mungkin yang transaksinya besar-besar biasanya karena sialo ini middlem man dia punya koneksi yang cukup luas juga. Kalau yang CO beneran ya yang middlem man beneran. Kalau penipu sih ya biasanya enggak akan ada koneksi lah gitu. Jadi kalau dibilang untuk hindarin calo secara keseluruhan kalau gua bilang sih enggak perlu lah ya. Yang penting kita lebih mawas diri aja, lebih aware lagi. Dan ya dengan gua cerita seperti ini, gua berharap kalian udah notice, oke ternyata ada nih penipuan jenis begini. So, guys, the end of the story, gua simplify lagi supaya kalian nangkap. Oke, yang pertama secara teknis penipuan segitiga itu adalah seorang calo yang bawa kabur duit si calon pembeli. Ini calon pembeli, ini penjual, middleman, calo, calon pembeli transfer ke sini kabur. Ini enggak bertanggung jawab. Oke, makanya disebut transaksi segitiga. Kedua, gua udah jelasin kenapa pasti banget begitu kalian dengar cerita, kalian pasti ada yang nanya, kok bisa ada orang sebodoh itu? Gitu. Gua udah cerita latar belakang kenapa gua bisa kena juga dan gua udah ngalamin sendiri trik psikologi yang dimainkan. Dan memang sometimes ya kalau kita enggak ngalamin hal yang sama mungkin kita enggak akan tahu gitu. Gua enggak berharap kalian yang nonton ngalamin juga enggak ya. Tapi mungkin kalian-kalian yang nonton ini dan pernah ngalamin kalian pasti relate dengan trik psikologi yang di yang bermain di sini. Soalnya gua udah pernah kena sebagai calon pembeli dan gua juga pernah diapproach sebagai seorang calon penjual nih yang tadi gua cerita. Makanya gua udah ngerti. Terakhir cara menghindarinya yaitu satu, kalian pastikan transfer ke pemiliknya langsung dengan si pemilik ini harus nunjukin KTP, nomor rekening harus match dengan KTP-nya. Kedua, kalian bisa hindari minimalisir dengan pembayaran cash. Atau kalau kalian mau repot sedikit, kalau nilainya jumlahnya besar, biasanya bisa kalian proses yang namanya pindah buku di bank. Jadi, kalian ngantri dieller, pindah buku dari rekening A ke B. Dan terakhir untuk hindarinnya lagi untuk minimalisir kalian untuk bukan minimalisir sih ini backup aja pegangan kalian satu minta si penjual chat kalian via WhatsApp. Chat tertulis nomor rekening dan untuk pembayaran apa. Yang terakhir kalian bisa coba nge-vlog. Oke, hari ini gua mau transaksi A dengan detail ABC. Gua harap dengan sharing gua hari ini penipuan segitiga bisa menjadi pengetahuan dan wawasan baru buat kalian yang nonton, ya. Makanya gua masukin ke series IW I wish I knew it earlier. Gua merasa coba gua tahu lebih awal kemarin gua enggak kena dan ya yang seperti gua udah cerita ya gua kena tuh di angka 3 digit guys. Mungkin kalau dikonversi ke mobil aja sekarang dapat mungkin hmm sesama driver online pasti tahu deh nih satu dutsun go cvity lah ya atau ya kelas-kelas LCGC lah 100 kecil. Jadi ahnya pokoknya gua sharing supaya kalian gak masuk jadi korban berikutnya. Sekian video kali ini, Guys. Buat kalian yang mungkin pernah ngalamin juga, coba sharing-sharing di kolom komentar supaya yang belum pernah ngalamin bisa lebih nambah nih wawasannya. Yang kedua, kalau yang sudah ngalamin dan punya trik lain selain yang gua sebutin tadi, sharing juga di kolom komentar. Dan terakhir kalau kalian punya topik, ide topik lain yang pengen gua bahas sama ketik juga di kolom komentar ya. Oke, thank you for watching guys. See you in the next video.
