Water Cooler! Menarik? Atau Gimmick? - Review Infinix GT 50 Pro (YouTube Video)
Setiap tahun ada satu atau dua HP yang tugasnya bukan jadi yang terbaik secara umum. Tugasnya cuman buat buktiin kalau di harga segitu kalian bisa dapetin lebih dari yang kalian bayarin. Infinix GT50 Pro adalah salah satu HP dengan tugas yang kayak gitu. Dan pertanyaannya bukan apakah dia sempurna, dia jelas enggak sempurna. Pertanyaannya adalah seberapa jauh dia bisa memenuhi ekspektasi kalian di range harga 6 sampai R jutaan sebagai HP yang jualan performa. Saya sudah pakai HP ini sekitar 1 bulan dan ini yang saya rasain. Hal pertama yang perlu kita akui soal desain GT50 Pro ini adalah ya mungkin sebagian orang akan bilang dia cakep ya, tapi enggak sedikit juga yang akan bilang dia noraka, termasuk saya. Panel belakangnya ada bagian transparan gitu yang nunjukin jalur liquid cooling pipa 3D dengan aksen warna yang match sama body. Pertama lihat reaksi kalian mungkin terbagi dua. Ini keren atau ini lebay. Nah, saya itu ada di tengah-tengahnya lah. Diplomatis sekali jawabannya. Tapi ini yang bikin perspektif saya berubah. Bagian transparan itu bukan dekorasi ya. Liquid cooling-nya beneran ada di dalam dan beneran bekerja. Mereka cukup pede sama gimik ini sampai mereka mau nunjukkan langsung. Hm, nice infinix #peda aja dulu. Bukan yang pertama karena kita tahu sistem begini red magic udah punya duluan. Tebalnya ada di 8,15 mm. Untuk HP dengan baterai 6500 mAh ini tergolong tipis walaupun bukan yang paling tipis. Ngomongin soal Dimensity T 8400 Ultimate, saya mau bilang kalau ini bukan SOC paling ngebut yang bisa Infinix pasang. Tapi sejauh ini mereka kayaknya mampunya ya cuma sampai sini doang gitu. Bahkan HP Infinix yang jadi anomali yang dijual belasan juta juga pakai SOC yang sama. Jadi soal SOC saya enggak akan komplain ya. Ya udahlah ya. Toh SOC ini juga enggak lamat-lamot amat. Anutunya ada di R1,8 jutaan. Ge bench-nya single core-nya ada di 1627. Multicore-nya ada di 699 dan storage res speed-nya itu hampir 1 GB/ seconds. Angka-angka ini oke menurut saya dipakai buat main Mobile Legend di settingan tertinggi, dia stabil dipakai main dalam jangka waktu yang lama enggak kerasa ada penurunan performa yang signifikan secara F ya walau secara angka kita bisa lihat performanya itu turun ada di angka 64% waktu saya stres tes. Pas saya pakaiin color bawaannya stability-nya naik di angka 80% ya lumayanlah. Ada embel-embel liquid cooling yang udah jadi kata yang menurut saya sih kehilangan makna ya di industri HP. Karena hampir setiap HP gaming itu mereka ngeklaim punya ini gitu. Tapi hampir semuanya tetap panas waktu dipakai main game lama-lama. Jadi ketika Infinix bilang mereka punya hydroflow liquid cooling architecture dengan micro pump coverage 100% di chipset. Anjay panjang banget gimmik-nya. Reaksi pertama saya adalah gimmik apaagi ini? HP ini punya aksesoris yang namanya GT Make Charge Cooler 2.0. Ini adalah cooler magnetic ya, nempel di belakang HP 12 watt thermoelectric cooler ngedinginin HP sambil nge-charge HP secara wireless dan Infinix pasang sesuatu yang mereka sebut sebagai bypass wireless charging. Power dari charger itu langsung ke sistem, bukan ke baterai gitu. Artinya baterai kalian enggak akan panas dan enggak cepat degradasi waktu dipakai main game sambil ngecas. Jadi ini tuh bypass charging tapi in another level lah. Bypass charging-nya memang eksklusif buat GT50 Pro ya, tapi coolernya bisa dipakai di HP lain yang support wireless charging. Terima kasih Infinix. Tapi pada praktiknya waktu dipakaiin aksesoris ini menurut saya HP ini emang adem walau throtlingnya masih terlihat secara angka tapi enggak terasa secara experience waktu dipakai. Ya, saya agak menyayangkan praktik penggunaan coolernya yang enggak nempel langsung ke body gitu, tapi harus pakai casing-nya. Saya merasa proses pendinginannya itu enggak maksimal gitu. Jadi, saya coba buktiin ya, waktu saya stres-tes tanpa pendingin performanya ada di 64%. Terus saya pakaiin pendingin bawaan yang mengharuskan dia pakai casing. Performanya naik ke 80%. Terakhir saya pakai cooler punya Xiaomi ditempel langsung ke body gitu tanpa casing dan guess what, anjay guess what? Stability-nya ada di 91%. jauh lebih tinggi, lebih stabil daripada cooler magnetic wireless bypass charging punya Infinix. Jadi silakan simpulkan sendiri ya. Di bagian kanan HP ini ada shoulder trigger fisic ya. Dan ini adalah fitur yang masih saya anggap sebagai sebuah gimmik. Maksudnya untuk saya pribadi ya. Kalian mungkin punya pendapat yang berbeda. Fungsi triggernya lumayan kompleks. Dia punya empat fungsi sekaligus ada tab, hardpress, slide kiri, slide kanan. Semuanya bisa dimapping per game lewat X Arena atau game assistance. Dan responsivitasnya itu lumayan untuk main delta Force nembak pakai trigger ini kerasa lebih natural daripada tap atau touch layar gitu. Ini salah satu hal kecil yang setelah kalian coba susah buat balik ke cara lama. Untuk layarnya AMOLED 6,78 inch, resolusinya 1.5K 144 Hz. Ya, saya enggak akan terlalu lama bahas layar ya, karena ini bukan bagian yang butuh waktu banyak buat jelasin gitu. Layarnya bagus, 144 Hz-nya kerasa. Panel AMOLED-nya juga vivid menurut saya. Inisplay fingerprint-nya juga responsif dan posisinya lumayan natural, enggak terlalu ke atas dan enggak terlalu ke bawah. Untuk kamera 50 megapel plus 8 megpikel ultrawide. Ya, kamera bukan prioritas utama HP ini dan Infinix hampir enggak pernah memposisikan seri GT seperti itu. Maksudnya jualan kamera gitu. Hasilnya oke untuk kondisi terang, untuk cololet juga ya begitu aja enggak spesial. Lensa ult rawat-nya juga enggak bagus-bagus banget menurut saya. Tapi untungnya enggak jelek juga. Intinya kalau nyari kamera yang kalian cari itu enggak ada di HP ini. He, kamera depan HP ini bisa merekam video di 4K, coy. Keren juga ini Infinix GT50 Pro. Karena biasanya kita semua tahu ya, HP Infinix tuh hobinya ngasih resolusi 2K yang mana 2K-nya juga agak simpangsur. Apakah 2K beneran atau interpolasi dari full HD. Tapi yang pasti di HP ini bisa rekam video 4K dan ini saya apresiasi. Kualitasnya seperti yang kalian lihatkan sekarang. Untuk kamera depan nih eh kamera depan kamera belakangnya kemajuan karena lensa ultrawnya bisa merekam video di resolusi 2K. Karena biasanya kalau lensa utamanya bisa 2K atau 4K, lensa ultrawide-nya cuman full HD aja tapi ini bisa 2K. Oke juga ini kualitasnya seperti kalian lihat sekarang. Nah, kalau utamanya tentu bisa merekam video di resolusi 4K 60p. Saya sebenarnya enggak expect loh, ternyata Infinis bisa ngasih kemampuan perekaman yang kayak gini di handphone mereka gitu. Tapi yang pasti aduh udah lebih dari ekspektasi saya entar. Aduh ya. Jadi begitu. Jadi HP ini bisa merekam 4K di 60P hasilnya lumayan. tadi switching dari luar kondisi terang banget terus masuk ke dalam mobil yang lumayan agak low light tapi kualitasnya seperti yang kalian dengarkan sekarang oke loh ternyata handphone ini untuk ngerekam video padahal ini itu handphone gaming nice in phoenix baterainya 6500 mAh dengan 45 watt fast charging kabel dan 30 watt wireless angka sih gede ya tapi saya ngerasa software HP ini tuh enggak optimal Saya ngerasain atau enggak dapat kesan awet di HP ini. Dipakai searian tuh masih bisa asal enggak dipakai main game lama-lama. Dites pakai aplikasi PC Mark juga dapat 14 jam. Sayang banget ya karena banyak brand lain yang bisa bikin baterai 6500 mAh jauh lebih awet daripada Infinix. Untuk software XOS 16 di atas Android 16 dengan janji 5 tahun software update ya. di segmen harga ini menurut saya itu serius dan saya harap Infinix enggak inger janji gitu. Cukup pejabat aja yang bikin kecewa karena janji yang tidak ditepati. Kalian jangan ya. Terakhir untuk harga varian 12 GB RAM 256 GB storage dijual di harga Rp6.499.000 dan varian 12 GB RAM dan 512 GB storage dijual di harga Rp7.499.000. Jadi haruskah kalian beli HP ini? Infinis GT50 Pro itu adalah HP yang dibuat dengan prioritas yang jelas. performa yang konsisten, cooling yang bukan gimmik, dan aksesoris yang beneran kepakai. Dia bukan HP yang terbaik di semua kategori ya. Kameranya biasa aja, beberapa klaimnya juga enggak terbukti kayak baterai yang awet gitu. Tapi masih bisa dimaklumi menurut saya untuk harga 6 sampai R jutaan, HP ini tetap layak untuk dipertimbangkan. Gimana menurut kalian? Ya udah, segitu aja video singkat saya soal si Infinice GT50 Pro ini. Klik tombol like kalau kalian gabut dan kita ketemu lagi di review berikutnya. Adios.
