WE LOVE TO DRIVE: Kia Carnival Hybrid Dibawa ke Jalur Menantang (YouTube Video)
Kali ini kita jalan jauh lagi. Jadi kita akan ke selatan Jawa Barat. Selatan Jawa Barat. Ke mana tempatnya, Mas? Nanti aja kita lihat. Oke. Dan kenapa kita mendadak kita pengin jalan ke selatan Jawa Barat? Karena kita sebagai penggemar mobil, kita suka nyetir. Jadi kita kembali lagi ke program We Love to Drive Auto Driver. Yes. Dan kali ini saya dan Aziz akan naik ini salah satu MPV terbaru dan terhemat dari Kia. Kia Carnival Hybrid. Kita akan enggak ada tujuan apa-apa sebenarnya cuma ingin menikmati pemandangan di sana. Mengekplore, menikmati aktivitas mengemudi sekaligus kita lihat bagaimana performa serta efisiensi kenyamanan dan segala hal dari mobil ini pada saat kita berjalan jauh. Tapi sebelum kita mulai perjalanan, kita isi bahan bakar berkualitas dulu. [Musik] Shvi Power Nitr Plus adalah bahan bakar Octan 98 dengan standar Euro 4 yang bisa menjadikan mesin lebih bertenaga dan akselerasi lebih cepat. Performa kendaraan pun tetap maksimal baik dalam kondisi jalan yang lancar maupun saat terjadi kemacetan. Shelfie Power Nitr Plus dirancang untuk membersihkan 100% endapan di bagian vital mesin dan 100% melindungi bagian vital mesin dari penumpukan endapan di masa mendatang. Serta memberikan perlindungan tak terkalahkan dari korus. Shelfie Power Nitrop. Mesin lebih bertenaga, akselerasi lebih cepat. Semakin sering Anda mengisi bahan bakar di Shell, Anda juga bisa mengumpulkan poin program loyalitas Shell Go Plus yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan diskon di pengisian bahan bakar selanjutnya. Jadi, jangan lupa download aplikasi Shell Asia dan registrasi member Shell Go Plus untuk rasakan manfaatnya. [Tepuk tangan] Oke, Mas Fitra. Jadi, kita mau ke mana ini? Udah kita ke paling selatannya Jawa Barat. Ada apa sih? Tapi ke arah timur juga itu katanya ada pemandangan yang bagus banget. Benar-benar kayak di luar negeri tapi ini enggak jauh gitu dari Jakarta. Dari Jakarta. Oke. Boleh. Boleh. Tahu. Ee gue tahu dari mana? Dari mana? Dari Sosm. Jadi lu belum pernah ke sana? Belum. Ya udahlah. Biasanya sih sosm kadang kasih yang bagus tapi ya enggak tahulah. Kita lihat aja. Enggak, enggak masalah. Karena itu cuman secondary mission-nya sebenarnya. Cari ee ini apa? Cari tempat yang indah. Itu yang penting perjalanannya ya. Perjalanannya yang penting. Makanya kita ee bikin acara We love to drive itu. Karena kita tahu buat penggemar mobil kadang-kadang tujuan itu bukan hal yang paling penting, tapi rasa berkendara dan perjalanannya itu yang penting. Setuju sekali. Nah, tapi kenapa kita pakai mobil yang gede banget ini, Mas? Ya, tadinya kan kita mau berempat kan. Nah, itu dia poinnya. Karena kita mau berempat, semua geng reviewer mau ikut. Iya. Dan e bangku paling belakang itu kita jadiin buat tempat barang tadinya kan. Makanya kita pakai MPV. Barang. Terus Captain C juga kan nyaman banget nih di belakang. Iya. Tapi tapi tapi ternyata ee karena ada kerjaan mendadak jadi dua enggak bisa. Iya, dua harus riputan ya. Jadi cuman kita nih, Zis. kita doang berdua. Ya udah kita gas. Iya. Kita enggak ganti mobil karena satu kita belum pernah ee ini ya, kita belum pernah coba yang review yang hybrid. H yang kemudian ini mobil posisinya unik. Mobil ini MPV mewah. Betul. Hybrid. Yang ini harganya itu tidak sampai 1,4 M. 138 kalau enggak salah. I itu artinya jauh di bawah Toyota Alpart dan Toyotafire. Toyota. Iya. Iya kan? Iya, betul. Artinya dan dia sama-sama seven seater. Betul. Sama-sama sliding door. Sama-sama sliding door. Dan ini tuh mobil yang cocok buat Anda yang pengen MPV nyaman tapi masih suka nyetir sendiri. Betul sekali. Karena driving position-nya tuh ergonomis, enak, dan handling-nya itu lebih iya lebih cocok untuk dibawa nyetir sendiri gitu. Betul. Dan berbeda dengan Alpard dan Vellfire. Kalau Anda turun dari ee jok pengemudi di sini ee enggak enggak seperti driver dari mobil itu gitu. Tapi tapi owner dari mobil ini juga masih bisa ee nyetir sendiri karena ya bentuknya dan reputasinya ya. Bahwa ee kalau Alper dan Velfire kan memang mobil untuk bos yang disetirin di belakang gitu ya. Ini lebih fleksibel lah bisa di dudukin di belakang karena di belakang itu juga captain seat ada le rest-nya lega banget. Iya. Tapi juga di setir sendiri posisi duduknya kayak sedan. Kemudian dia juga enggak terlalu ee tinggi. Walaupun panjang ini panjang. Panjang banget mobilnya. 5,1 m. Iya betul. Lebar juga mobilnya. Tapi karena kita bawa ke luar kota sebagian ee ya mungkin 30% perjalanan kita jalan tol. Iya. Nanti kita akan lewat jalan berkelok-kelok juga. Dan ini tadi berangkat dari Jakarta itu kita riset semua. Kita riset. Setelah kita isi bahan bakar, kita riset lewat macet-macet tol semua. Sekarang konsumsi bahan bakar average-nya 19,5 km/l. Hampir 120. Tadi udah 120,7. Iya. Ini karena speednya agak kencang jadi mesinnya nyala. Betul. Tapi medannya akan berat buat mobil ini. Jadi mobil ini itu e dia mesinnya hybrid ya, 1600 cc turbo hybrid, tenaga 245 HP, torsinya 367 Nm. Dan sama seperti mobil hybrid lainnya ketika kita deselerasi. dia akan regeneratif yang mengubah energi kinetik jadi listrik dan kalau baterainya sudah cukup dia akan mematikan mesin dan mobil itu berjalan tanpa ee mesin sama sekali gitu ya. Hanya dari baterai. Nah, cuman kalau di jalan tol kayak gini regeneratif kan jarang karena kita jalannya konstan. Setelah itu kita akan lewat Bandung. Jadi ke arah Bandung itu juga nanjak. Iya. Setelah dari Bandung e lewat Tasik Malaya dan ke tempat tujuan kita ini, itu juga jalannya sempit dan berliku nanjak turun gitu. Jadi tapi kan kalau turun ada regeneratif, ada banyak remnya juga kan di situ. Jadi pasti entar konsumsinya mungkin diperbaikin sedikit. Iya walaupun sudah pasti hemat tapi penasaran aja kira-kira berapa ya hasilnya. Iya berapa hasilnya dan seberapa nyaman mobil ini membawa kita perjalanan jauh? Karena lumayan nih 8 jam kira-kira perjalanan. Karena kayaknya lebih deh, Mas. Ya nanti kan kita berhenti dulu di rest area. Iya res area. Terus kita mau makan siang di Bandung dulu. Makan siang di Bandung dulu gitu. Ya udah kita nikmati karena we have to drive. Iya. We off to drive. Ini yang terpenting di perjalanannya. Yes. Sampai di Resarea Kilm 88. Yes. Istirahat. Kita istirahat dulu. Toilet dulu. Gantiannya nyetir. Harus. Gantiannya dong. Gua juga pengin nyetir. Harus. Harus. Wajib. Kita lanjutkan perjalanan lagi. Oke, tinggal nunggu Aziz nih. Aziz tadi mencatatkan waktu eh bukan waktu apa konsumsi bahan bakar 17,9 km/l. Wuh, irit juga dari Jakarta sampai sini dan udah mulai sedikit nanjak dan perjalanan berikutnya akan lebih berat lagi karena udah mulai menanjak terus sampai ke Bandung. Dan biasanya perjalanan jauh seperti ini kita itu butuh energi ekstra supaya kita bisa fokus dan semangat. Untungnya tim Auto Driver selalu menyediakan ini. Kopi Api Signature Strong Black Coffee. Benar-benar praktis kemasannya, mudah dibawa ke mana-mana dan cocok untuk menjadi teman kita nyetir. Ini benar-benar tinggal stok sebelum berangkat, taruh kopi Kapal Api Signature di cup holder seperti ini. Kita sudah siap berkendara dengan semangat. Kita buka. Mmm, ini rasanya strong bikin semangat makin on. Oke, kita lanjutkan perjalanan dan jangan lupa untuk selalu sedia kopi hitam, siap minum yang praktis untuk menjaga semangat berkendara kita. Kapalis Signature. Teman semangat di perjalanan. Udah lama nih enggak nyetir karnival buat perjalanan jauh. Terakhir kapan emang, Mas? Terakhir 3 tahun lalu. 2022 pas Mudikin style. Maudinstall 3 tahun yang lalu. Oh, yang non facelift. Non facelift dan bukan hybrid. Waktu itu yang diesel. I diesel. Gua baru kemarin mau bikin style tahun tahun ini enggak, bukan yang hybrid, yang diesel juga. Jug, tapi yang facelift. Oh, yang faft. I jadi udah layarnya udah sama persis kayak gini dalamnya. Cuman beda HUD doang. Varian mesinnya dua ya. Dia ada yang diesel, ada yang hybrid. Hybrid. Iya, hybrid-nya sih ini ee cukup mengagumkan di atas 17 km/l padahal ee jalannya udah lumayan nanjak gitu ya. Tapi sekarang kita ini lagi yuk kita reset lagi yang satunya yang yang yang after resetnya kita enggak reset, tapi yang after review-nya kita reset. Yang since reviewing enggak usah di Oh, direset ya. Iya, yang since resetnya yang apa yang kas risetnya kita enggak itu resetnya. Oke. Oke. Tapi ini pasti boros nih karena nanjak nih. Ee. Iya. Tapi entar kan banyak ke dalam kotaknya juga kan. Kita mau makan siang dulu di Bandung. Kita makan siang Bandung dulu ya. Kalau macet-macet iya ya perbaiki konsumsi lagi ya. Kita lihat. Okay. Alhamdulillah kenyang. Kita udah makan siang. Kita makan siang di Bandung di Cap Ayam. Yes. Sekarang kita langsung lanjutkan perjalanan. Ke mana pertanyaannya? Oke. Jadi sekarang ini kita mau ke Bali. Hah? Bali sebentar belum selesai. Bentar. Bali. Kalau Bali persiapan baju gua kurang. Udah gitu Bali bisa? Iya. Iya. Cuman Bali pasti enggak mungkin 3 hari 2 hari bentar ini perjalanan ke Bali jauh lagi. Ngapain lewat Bandung? Enggak mungkin lewat Bandung. Makanya gua belum selesai. Ini adalah yang banyak disebut orang sebagai Balinya Jawa Barat. Jadi kalau kita pengin merasakan sensasi pemandangan alam ya mungkin apa ala-ala Bali ini ada alternatif yang dekatnya. Gua juga belum pernah. I baru gua pernah nanya. Emang lu udah pernah ke sana Mas? Belum pernah. Nama tempatnya itu ada Green Canyon, ada Batu Karas. Oh, Batu Karas. Lagi ramai sih di sosial media ya. Sekarang kita jalan karena habis ini jalannya cukup jauh nih. Kita masih 6 jam lagi nih baru nyampai dari Bandung. Baru cemilan. Cemilan cemilan. Oke. Oke, udah belanja. Lu mau ke mana lu? Lah, gantian nyetir lah. Eh, gue baru dapat jantah nyetir tadi baru lewat tol sama macetnya Bandung. Habis ini justru ini jalan yang asik nih, jalan yang kelok-kelok naik turun bukit. Oke, berarti Mas Hitra lagi nyetir. Tapi habis itu gantian lagi ya. Iya, boleh. Tapi gua mau nikmatin ini dulu kan. We love to drive. Iya iya gua juga mau nikmatin jalannya di sana. Ya udah gantian Mas Sitra dulu yang nyetir. Habis ini kita jalan terus kita gantian lagi nyetirnya. Nih bagiin nih hartagono gini ke anak-anak dulu nih. Iya. Tadi pas di shell paster memang kami sengaja tidak ngisi bensin. Iya, karena ini masih full. Ini tangkinya besar sekali ya, 72 L. Jadi, belum turun sama sekali indikatornya. Dan ini luar biasa juga. Jadi sejak pertama kali saya riset habis kita gantian nyetir di KM 88 itu Heeh. itu eh average-nya tuh 13,4 km/l. Padahal jalannya itu nanjak dari Kilm 88 sampai Bandung. Paster sampai Paster. Di Bandungnya juga ee lumayan padat gitu ya. MPV 5 m lebih sebesar ini. Iya. Bisa hampir 114. Dan sekarang kita akan ngelewatin jalan yang berliku-liku. Sayangnya emang ke arah selatan Jawa itu belum ada tol sih, Azis ya? Enggak ada. Belum. Baru nyampai Cilenyi. Jadi nanti kita keluar tol. Tapi justru itu serunya. Iya. Dan makanya ee lumayan banyak objek-objek wisata tuh yang sebenarnya tuh bagus gitu saya dengar. Tapi karena aksesnya enggak segampang kalau itu ada di utara gitu, jadi enggak begitu banyak yang datang. Nah, sekarang saya penasaran soalnya kalau lihat di ini sis gua lihat di sosm sosm tuh aduh indah-indah banget itu objek wisatanya. Iya. Dan perjalanan ke sananya juga indah. Iya betul. Apalagi kita pakai mobil yang emang asyik untuk dikendarai. Iya. Untuk ukuran MPV ini salah satu yang paling fun to drive karena posisi nyetirnya kayak sedan, tenaganya gede 245 HP, terus ee handlingnya okelah, oke banget untuk MPV sebesar ini. Karena dia enggak terlalu tinggi sih ya. Dia enggak terlalu tinggi. Jadi dia center of gravity-nya lumayan rendah untuk sebuah MPV. Nah, tapi ini masih tol. Udah kita konsentrasi nyetir dulu. Kita lewat jalan berkelok-kelok. Mantap. Let's go. Alhamdulillah kita udah keluar tol sepanjang 150 km lebih kita tol terus dari tadi. Oh iya. Dan selama di tol itu yang bisa kita nikmati dari mobil ini ya kenyamanannya dan fitur radarnya. Adas ya. Kita pakai semi autonomousnya gitu ya. Tapi untuk yang sekarang kita akan mengurangi bantuan-bantuan elektronik itu enggak pakai fitur radar lagi ya. Iya. Dan merasakan ee ini apa? Sensasi mengemudi seperti di zaman dulu lewat jalan berkelok-kelok ya. Fitur radar tetap ada. dia akan bisa mencegah kita kalau misalnya kita mau nabrak depan colollision gitu ya. Iya. Blind spot ya. Tapi kita udah enggak pakai e adaptive cruise control sama landing assist-nya. Iya. Wah kita masuk ke tanjakan dan turunan Nagrek yang terkenal itu. Tadi udah ada peringatan hati-hati remblong. Awas remblong. Nah di jalan kayak gini tuh kita bisa ngerasa bahwa rem itu tuh bukan cuman soal menghentikan mobil tapi juga untuk mengendalikan mobil. Dan banyak yang enggak sadar kalau rem itu tuh bisa menghasilkan panas yang sangat tinggi. Karena kan energi kinetik diubah jadi panas supaya memperlambat mobil kan. Dan ee suhu di sistem rem itu bisa naik secara drastis. Kalau minyak rem kita bukan kualitas yang bagus, bisa-bisa menguap dan itu sangat berpotensi membuat rem. Makanya sebelum perjalanan ini juga kami sudah memastikan bahwa e minyak rem yang dipakai mobil ini yang berkualitas tinggi dan e kami pakai STP Breakfluid.4 dan ini karena dia punya active guard technology yang bisa menjaga boiling point atau titik didih itu tetap stabil bahkan titik didihnya itu tinggi sekali sampai 265 derajat celcius. Active Guard Technology ini juga bukan cuman tahan panas, tapi dia juga bisa melindungi seal karet yang ada di sistem pengereman supaya tidak cepat getas atau bocor. Juga dia bisa mencegah karat di logam sistem pengereman dan menjaga sirkulasi tetap lancar dari endapan karena oksidasi. Bahkan STP Breakfluid 4 ini juga bisa menyerap unsur air dari kelembaban udara supaya enggak bikin angin palsu yang bisa bikin remblong. Dan intinya adalah jadi kita merasa lebih safe dan lebih eh aman ketika kita melewati jalan yang menurun panjang seperti ini. Tapi walaupun minyak rem kita sudah bagus, ada baiknya kita melakukan langkah-langkah perlambatan mobil yang benar. Misalnya kita lakukan engine braking ketika kita sedang menurun panjang seperti ini untuk mengurangi kerja dari rem serta ee ketika rem itu sudah sering Anda gunakan, ada baiknya Anda memperlambat mobil dan ee tidak usah berjalan terlalu cepat. Karena kalau kita menginjak rem dari kecepatan yang lebih lambat, itu tidak akan menimbulkan panas sehebat kalau misalnya kita kecepatannya terlalu tinggi. Intinya remblong itu sangat berbahaya tapi bisa dihindari dengan cara mengurangi e laju kendaraan yang benar dengan menggunakan engine braking serta e pengereman yang tidak memaksa sistem pengereman secara lama bekerja keras terus-menerus. dan menggunakan minyak rem yang berkualitas tinggi seperti yang kami pakai STP Breakfluid. 4. Tapi ekstrem sih tadi turunannya, Mas. Kalau enggak dibiasain lewat jalan gitu, enggak ngerti tekniknya, bisa kejadian banyak remblong tuh, Mas. Eh, benar. Dan ee tadi kan ada kita pakai rem engine breaking juga kan. Itu supaya ngejaga kecepatan. Kalau karena kalau misalnya kecepatan kita, kita biarin tinggi terus kita ketemu tikungan yang tajam, kita harus ngerem keras itu kita ngerem keras itu panasnya yang terbentuk tuh langsung tinggi banget. Tinggi. Betul. Dan bukan cuman minyak rem, kampas rem tuh juga ada batas panasnya. Panasnya iya betul. Jadi emang baiknya dari jauh mulai ngerem-ngerem pelan aja speednya. Iya, konsisten aja. Makanya tadi gua bilang bahwa ngerem itu bukan cuman masalah menghentikan kendaran, tapi mengendalikan lagi. Mendalikan. Good point. Asik ini udah jalan-jalan liku-liku kayak gini nih. Emang sih ada teknik pengeremannya. Iya, tapi gua belum nyetirin nih. Sabar, sabar. Oke, gua mau nikmati beberapa saat lagi. Nanti kita cari tempat yang kosong. Gantiannya lo yang enjoy driving. Siap. Ini tu udah berpuluh-puluh kilometer lewat jalan berliku-liku seperti ini. Ada naik turun. Yes. Lihat dong, Sis. Konsumsi bahan bakarnya 22,9 km/l dari Bandung sampai sini. Iya, dari coba coba tunjukin, tunjukin, tunjukin. Iya, entar insert, insert, insert. Nih pakai ini nih di foto di foto, di foto. Oke, videoin aja. Dividein set tuh hampir 23 km/l padahal ini naik turun ya. Karena itulah keuntungannya hybrid. ketika naik tenaganya dibantu sama motor listrik yang tenaganya instan dan lebih efisien. Pas turun karena kita sudah naik kan pasti ada turunnya. Pas turun dia ngumpulin energi lagi dari energi kinetik yang biasanya cuma terbuang jadi panas buat rem gitu. Dan ini sekaligus juga mengurangi kiner ee kerja rem kalau misalnya kita pakai regenerative breaking 23 sekarang 230 23.0 tadi direset ya di Bandung? tadi direset di Bandung. Kalau total dari Jakarta kita sekarang satu lagi 17 udah 233,9 km 17,5 km/l. Oke, ini kita videoin ya. 17,5 km/l since last reset ya. Sin last reset. Ini enggak kerasa kayak mobil gede juga sih pas lagi lewat jalan nikung-nikingkung gini. Baru kalau kita lihat spion, wah panjang ya ke belakang. Enggak. Kalau kita ngelihat luar belakang sininya nih jok bangku baris keduanya kayak us lebar banget ini mobil ya. Lega fun kok buat nikung-nikung. Lebih fun untuk nikung-nikung ini dibanding Alpard atau Vellfire walaupun dalamnya memang tidak selega Alpard atau VFire. Jadi emang ini lebih cocok buat yang nyetir sendiri ya. Heeh. Betul. Asik. Gantian kali. Iya iya i ya i ya. Oke oke oke. Kita cari tempat nih sesuai kemauan lu nih. Yey. Akhirnya nyetir. Ini jalanan enak banget buat nyetir. Enggak kerasa loh 3 jam nyetir lewat jalan kayak gitu nih. Tinggal sisa 3 jam lagi. 3 jam 19 menit lagi. Ah. Ah, pakai tos. Enggak. Ngapain pakai tos? Ya udah. Let's go. Oke, akhirnya nyetir. Entar atur posisi dulu. Nah, ini iya ada kesenyangan tinggi badan. Eh, padahal niat niat gua bukan ngomongin kesenjangan tinggi badan. Padahal niat gua ngomongin fitur memories. Tapi gua perhatiin video-video lu ya, Zis. Heeh. Lu tuh enggak pernah nyebut tinggi badan saya berapa. Nyebut dong. Nyebut kan lu kalau lagi nge-review belakang nyebut. Oke, sudah siap jalan? I oke. Terus spion. Oh, enggak. Spion udah pakai kamera. Kamera. Oke, bismillahirrahmanirrahim. Kita jalan lagi melewati jalanan berkelok jalur selatan. Udah capek, Jis? Belum dong, baru juga nyetir. Bentar. Kita sekarang nyampai Ciamis. Ciamis. Oh, sejak dari Bandung kita average-nya 19,5 km/l. Betul. Kalau sejak Jakarta? Sejak Jakarta 18,7. 18,7. Irit sih. Irit. Irit banget karena kondisinya bervariasi banget. Iya. Macetnya juga jalanannya nanjak ya. Ada yang turun nanjak. Ya pokoknya jalanan luar kota lah. Layaknya jalanan luar kota. Dan ini MPV enggak kayak MPV ini. Enggak ada goyangnya mobilnya. Betul sekali. Cenderung lebih apa ya? Lebih lebih mantap gitu loh. Lebih stabil gitu ya Mas ya. dibandingkan yang mendayu-dayu yang ngayun-ngayun gitu. Emang sih 1,4 M lumayan mahal ya. Mahal iya. Tapi kalau dibandingin sama pesaingnya yang 1,7 ya dia lebih rendah. Tapi memang sekarang kan banyak mobil dari ee Cina yang dia harganya tidak sampai R miliar tapi full elektrik gitu. Iya. Tapi kalau full elektrik buat jalan kayak gini ada ada worry-nya. Ada worry-nya gitu ya. Rxiety. He ini kita lurus ya Mas ya. Kalau sekarang kalau hybrid kita memang keuntungannya tidak ada range anxiety untuk perjalanan luar kota. Apalagi di luar kota seperti ini. SPKLU kan enggak sebanyak di Jakarta ya atau di e jalur pantura. Iya. Dan kita juga enggak perlu repot cari hotel yang ada charg charging station ya. Tetap sampai saat ini masih lebih praktislah mobil yang ngisi bensin gitu ya. mungkin sampai nanti infrastruktur listrik itu makin ee banyak ya. Makin banyak. Iya. Dan kayaknya pilihan paling tepat kalau senang keluar kota untuk pilih atau cuman punya satu mobil. Kalau satu mobil kan enggak bisa pakai ee listrik aja kan. Iya. Kalau keluar kota gitu ya. Tapi memang hybrid enggak dapat plat biru. Iya. Jadi ganjil genap. Enggak bisa bebas. Ganjil genap. Pajak normal. Pajak normal. Kalau listrik pajak nol. Iya betul. Zis lewat mana ini? Gak tahu gua ngikutin map entar dah, Mas. Gelap banget depannya. Untung lampunya terang. Iye. Aduh. Tapi ini mobil lebar banget loh. Ini mobil lebar. Jalannya yang kesempitan ini juga. Waduh. Ini kalau papasan sama mobil depan mesti pelan banget. B ban kirinya udah jatuh setengah nih dari tadi. K. Ini bukan jalan yang cocok buat karnival, tapi ini kayaknya kita sama Google Map tuh dikasih motong-motong. Shortcut. Iya. Jadi ada kayak motong jalur yang lebih Nah. Loh, mana nih? Ini kanan nih. Kanan. Nah, ini jalan gede. Akhirnya ketemu jalan gede lagi. Iya, ini jalan gede nih. Enggak gede-gede amat sih kayaknya, Mas. Well, ini kelihatannya kita lewat jalan yang salah ya. Walaupun lebih cepat menurut Google Maps, ternyata lebih baik kita ngambil jalan yang lebih jauh dan lebih lama karena jalannya jalan gede. Iya. Apa sih? Enggak, gua enggak tahu deh nama jalannya apa, Mas. Tapi apa sih ke Pangandaran itu harusnya kayak ada jalan yang gede gitu. Iya. Yang melipir pantai. Kan kita enggak enggak pengalaman ya. Ini lewat tengah hutan hujan deres, kabut. Do you still love to drive? Masih sih, cuman we still love to drive. Ya udah pelan-pelan aja dinikmati ya. Gua jalan 20 km/h nih. Udah sepi ya. Udah sepi banget nih. Mana Mas Villa kita Mas? Eh 70 m 50 m 70 m ini ya. Eh bentar nih. Masalnya gua silau nih. Enggak kelihatan. Oh tuh depan depan depan tuh pintunya tuh. Apa sih tulisannya? Ini kiri. Oh ini nih. Uh keren ya. Ada kolam renangnya di depan di depan vilanya. Btw, ini jalan raya banget nih kita kolam renang terus. Iya, akhirnya sampai. Alhamdulillah. Wah, benar-benar perjalannya mencekam. Tapi seru, tapi seru. Tapi seru dan berkelok-kelok. Walaupun yakin sih kalau yang pas hujan enggak bisa terlalu dinikmati drivingnya. Iya, betul. Tapi akhirnya kita datang ke pantai yang indah yang keindahannya belum bisa kita lihat karena Jadi sekarang kita istirahat dulu. Besok pagi kita bukan hanya akan melihat pantai di sini, tapi juga akan jalan-jalan explore bahas konsumsi bentar dikit, Mas. Balinya Jawa ya kita akan Oh iya, Balinya Bali. Balinya Jawa Barat ya. Konsumsi berapa? Konsumsi konsumsinya total dari Bandung 19,2 km/l. Iya. Dari Jakartanya 18,6 km/l. Itu dengan kondisi seperti tadi, lewat hujan, jalan sempit, stop and go, macet, nanjak turun lengkap luar biasa. Oke, kita istirahat dulu. Oke. Emang bagus sih, Mas, ya. Keren. Keren. Benar-benar enggak salah dibilang Balinya Jawa Barat ya. Iya. Ini ombaknya tuh gede-gede banget ya karena pantai selatan lah ya. Iya. Jadi kita ini sekarang di Pantai Batu Karas. Batu Karas. Pantai Batu Karas ini sekitar setengah jam dari pantai ee Pangandaran. Dan di sini vipes-nya Anda bisa lihat deh vila-vilanya tuh ada e wisatawan mancanegara juga di sini. Dan vila kita juga bagus. Tadi mulai pagi-pagi sudah naik motor bawa papan surfing. Nah. Iya. Jadi di sini itu memang ee kebanyakan itu karena ombaknya cukup besar. Iya. Wisatawan itu melakukan surfing. Surfing. Kita enggak akan melakukan surfing karena kostum saya agak salah untuk disurfing di sini. Bentar, Mas. Kalau enggak salah bukannya enggak boleh pakai baju warna hijau ya, Mas, ya, di pantai selatan? Oh, itu kan dulu mitosnya maksudnya pakai kemeja kan enggak cocok kalau misalnya misalnya e kita surfing gitu ya. Tapi kita menikmati pemandangannya di sini. dan ee kita akan berjalan-jalan ke sekitaran sekitaran dan e oh ya pantai Batu Karas ini salah satu yang menarik adalah karena dia tuh spotnya tuh enggak rata ya jadi dia tuh ada ada lengkung-lengkungnya jadi ada sejumlah spot kita bisa menikmati sunrise dan ada sejumlah spot buat kita menikmati sunset jadi lengkap benar-benar kayak di Bali di Bali juga bisa sunset dan sun sunrise. Ini dari perkiraan cuara cuaca cuaca hari ini bakal hujan hujan terus seharian bakal hujan seharian tapi enggak apa-apa karena buat kita bukan masalah berenangnya bukan masalah servisnya bukan masalah wisatanya juga ya iya tapi menikmati tempat ini sambil kita berjalan jadi sekarang kita akan berjalan ke ke mana dulu kita nih Mas area wisata lainnya dekat sini nanti kita lihat oke let's go nah ini kami ada vila di sini vilanya ini model-model villa yang ee buat ee turis ya. Jadi kolam renangnya itu di halaman depan dan langsung nih jalan raya nih. Iya. Jadi kita bisa jadi kalau kita berenang di pinggirnya langsung dilihatin sama mobil sama motor, Mas. Iya. Kita bisa berenang sambil melihat pantai sambil orang yang di pantai juga bisa melihat kita. Iya. Oke. Nah, ini kalau Anda bisa lihat di sini juga kami bawa satu Hyundai e Palate buat kamera car ya. buat kamera car ini kami sewa dari range range itu e sering sekali kami pakai jasanya untuk menyewakan mobil karena mobilnya baru-baru dan kondisinya bagus-bagus. Betul, betul sekali. Nah, ini salah satu yang kita udah dua kali pakai, Mas, buat jadi kamera car Hyundai Palet. Ini paliset ini ya. Jalannya halus berkelok-kelok sepi lagi. Ya sebenarnya semalam juga kayak gini jalanannya ya. cuman gelap ya kalau lagi terang gini enak jalannya emang cuman pas satu mobil ya satu jalur tuh ngepas banget gitu ya tapi okelah enggak stres nyetir di sini damai banget ya di sini ya sunyi. Ada kehidupan enggak sih sebenarnya? L banyak turis juga tadi kita lihat tapi enggak secruded itu ya atau karena mungkin enggak musim liburan. Mungkin juga enggak musim liburan. Iya tapi ini tadi ada sungai nih Mas. Heeh. Gua enggak tahu sungai kali atau apal itu ya. Heeh. Udah tipis banget ininya airnya. Sama. Nah, itu agak mengkhawatirkan karena tempat tujuan kita berikutnya ini ada kaitannya dengan sungai itu. Oh, gitu. Kita lihat aja deh. Moga-moga enggak terpengaruh semalam karena deras banget hujannya. Iya. Begitu kita sampai villa tuh, wah udah badai. Sungainya agak tinggi nih airnya nih. Iya. Deres lagi. Deres lagi. Curuk Taringgul Green Coral. Nah, ini kita mestinya tinggal 500 m lagi sampai. Sampai nih, Mas. Sampai sini. Oh, Green Canyon. Ah, ini mah gua pernah ke sini, Mas. Green Canyon nih. Parkirnya di sini nih. Kok tidak ada tanda-tanda kehidupan, ya? Tutup lagi, jangan-jangan. Ini apa? Tempat jualan-jualan pada enggak ada yang buka. Gimana nih, Mas? Not looking good sih. Ini Mas Wit pernah ke sini, Mas? Dulu banget pernah waktu itu. Cuman dulu banget pernah. Ee kira-kira 12 tahun lalu lah. Oh, 12 tahun lalu. 12 tahun lalu tuh berarti tahun 2000. Itu pun itu pun karena tugas kantor jadi enggak terlalu ngeh gitu di sini tuh seperti apa gitu cuma dilewatin aja ya gua pokok 2014 atau 2015 pernah ke sini nih Green Canyon body rafting sama teman-teman ke sananya gimana? Oke coba berarti kita turun dulu nih. Turun dulu kita cek ya. Iya. tutup kayaknya. Enggak ada wisatawan sih sini. Wah, itu ada peringat, ada tulisan, ada buletin. Jadi hari ini tanggal 21 Mei ya kita hari ini 2025. Betul, 21 Mei jam 0.30 telah dilaksanakan survei lokasi bendungan oleh petugas ee pelayanan perahu dan debit air di Bandung. E debit air di Bendungan berada di kisaran 560 cm dengan kondisi air di bawah cukang tanah ini bisa dipastikan belum memungkinkan untuk pelayanan maksimal ke objek wisata cukang tane Green Canyon ditutup ya. Jadi ee ini mungkin untuk alasan keselamatan ya karena kan berkaitan dengan air air. Jadi ini ee kawasan wisata yang kami datangi ini namanya adalah Green Canyon. Sebenarnya nama awalnya adalah Cukang Tanah. H. Jadi ini adalah sungai yang membelah dua bukit dan ada guanya juga di situ. Jadi kita bisa ini nih kita bisa ee body rafting. Body rafting atau kita naik naik perahu ya dan ada kayak air terjun jadi kayak hujan abadi gitu. dan kita ngelewatin apa ee gua ya lengkap dengan stalak mid dan stalak titnya dan warna ee airnya hijau, Mas. Nah, makanya ee makanya green waktu itu ada dulu tuh namanya cukang tanah. Cukang tanah tuh jembatan tanah. Jembatan tanah. Jembatan tanah. Jadi ada jembatan tanah yang terbentuk secara alami menghubungkan dua tebing itu. Tapi ee enggak tahu kapan ada satu wisatawan He. Dia bilang ini kayak Grand Canyon di Amerika, tapi karena ini hijau jadi green. Tapi dalam segala skala yang lebih kecil dan karena ini hijau jadi dia memberi julukan Green Canyon dan akhirnya populer dengan julukan Green Canyon. Oh gitu. Asal namanya. Aduh ini kalau lihat dari fotonya sih ini keren banget. Iya iya cuman ya ini kita kita bisa lihat nih airnya nih airnya udah hampir rata dengan wisatawan jalan juga baru datang kayaknya mereka enggak tahu juga tutup lagi naik bus lagi tuh coba ya padahal nih gua udah siap pakai ini nih ya gua sih pakai sepatu tapi bawa sendal gua bawa kaos juga udah bawa kaos sama udah bawa soalnya kemarin kru bilangnya kita mau main air sebenarnya bukan yang ini ya jadi dari sini tuh kita nanti jalan ke sungai kecilnya itu yang diapit dua tebing. Wah, tapi lihat nih airnya tinggi banget. Lihat ini. Ini aja harusnya buat jalan orang kan? Iya. Jadi airnya ketinggian karena curah hujannya yang tinggi. Masid. Jadi gimana nih kita ya mau gimana lagi? Enggak mungkin juga kita berenang sendiri sampai Green Canyonnya. Enggak mungkin. Enggak mungkin dari ditutup. Tutup ya. Ada rasa kecewa sedikit tapi enggak kecewa-kecewa amat karena memang kan saya sudah bilang kalau kita itu tujuan wisata itu secondary mission. Iya. Primary mission-nya adalah menikmati pertama perjalanan. perjalanan dan e kondisinya agak tidak kondusif untuk dilanjutkan dan mungkin juga ini juga tutup enggak bisa kita lanjutkan. Jadi mendingan sekarang kita cari makan siang. Mau makan eh makan makan apa nih di daerah di sini? Gua juga enggak tahu sama sekali nih makanan di sini kayaknya yang paling bagus kalau dekat pantai adalah seafood ya. Nah, ini kita juga ngelihat restoran seafood ini di sosial media lagi-lagi sosm ya. Jadi inian kita apa namanya tujuan kita coba aja kayak gimana. Oke. Karena ini garis pantainya panjang ya, jadi ada beberapa pantai di area dekat sini. Kita kan kemarin di pantai eh tadi kan di pantai Batu Karas. Iya. ini di pantai Madari. Kita pokoknya intinya ini menuju ke Madasari Beach buat tempat makan siang kita. Madasari Beach ya. Iya. Dan tapi memang kalau jalan di sini ya minimal sewa motor atau pakai mobil ya. Pakai mobil jauh-jauh ya soalnya ya. Iya. Dan enggak tahu deh kendaraan umum kayak ojek enggak tahu di sini tersedia banyak apa enggak. Tapi ini sepi di sini tuh. Jadi enak banget buat getaway lah. Iya. Dan nikmatin perjalanannya kalau naik motor kan enak tuh. Belok-belok ya. Kalau naik mobil kan mobil juga enak. Iya betul. Terus tadi ada itu Mas pacuan kuda kayaknya buat lomba balap kuda dari itu tadi sebelah situ kayaknya. Iya. Kalau pacuan kuda memang buat lomba balap kuda ya, bukan lomba balap kambing ya. pantainya bagus dan ini tuh belum terlalu diindustrialkan gitu loh. Belum belum belum yang terlalu banyak ee restoran atau apa. Ini masih alami gitu pantainya walaupun tetap banyak villa bagus dan ini apa tempat makan yang tempat makan enak. Nah, ini katanya nih enak yang kita mau datangin nih. Iya, katanya beberapa orang bilang ya kita lihat aja kita buktikan nanti. Tapi asik sini. by alhamdul Alamdulillah walaupun green canyonnya tutup tapi kita makan siang luar biasa enak sekali lobster kenyang lobsternya segar ikannya segar cuminya segar ini recommended nih restoran apa namanya tropikal warung tropikal warung tropikal ya baby lobster yang terkenal Mas Baby Lobsternya tapi emang enak sih tadi ya sambalnya juga enak Iya dan harganya jauh banget kalau dibandingin kita makan yang serupa di Jakarta betul jauh banget oke lanjut ya cerah ternyata weather forecast-nya agak salah hari in agak salah hari in gua nyetir ya mas ya panta Tay, lu yang nyetir ya? Iya, gua nyetir ya. Huh. Pantai. Sekarang kita di Madasari Beach. Pantai Madari. Ini yang banyak orang bilang tempat yang tepat untuk Anda healing. Karena lihat deh, karena Balinya Jawa Barat ini benar-benar di sini baru saya ngerasa yes, ini pantas dibilang sebagai Balinya Jawa Barat. Lihat. Oh. Huh. Ya Allah, bagus banget. Luar biasa. Lihat itu ombaknya pulau. Pulau banget pulau. Ombaknya gede. Magical banget di sini pemandangannya. Ini kita bisa naik ke atas enggak sih, Mas? Enggak bisa, ya? Kalau bawa kim pinggir mungkin bisa. C. Tapi ini di tidak direkomendasikan sama sekali untuk berenang. Iya, betul. Makanya enggak ada yang berendam di sini. Itu ada benderanya tanda bahayanya. Tapi mungkin karena ombaknya terlalu tinggi ya. Iya, tapi katanya buat surfing bisa, cuman ngeri juga ya ada karang-karang. Tapi ini benar-benar buat dinikmati Saya sih bisa seharian benar-benar nongkrong di sini aja ngelihatin ngelhatin ombak. Iya. Ngelihatin ciptaan Tuhan yang begitu indah yang di buat di Indonesia. Benar-benar makanya We love to drive tuh saya selalu senang ikut We love to drive karena ya ini di luar kita nyetir tapi kita juga jalan-jalan wisata kulineran di Indonesia tuh justru kita harus encourage we love to drive karena dengan kita nyetir kita bisa ke banyak tempat yang ini enggak sejauh Bali enggak enggak jauh ya kemarin total mungkin kalau langsung direct 8 jam 9 jam lah ya 300-an km iya wah ini saya Baru sekali ke sini. Indah sekali. Keren. Keren. Dan pantainya tuh alami ya. Iya. Belum rameai. Iya. bisa banget dinikmatin. in my never get enough my dance until we Udah puas menikmati pantai Madasari. Kita lanjut lagi, Mas. Kita bahas dikit tentang mobilnya. Iya, mobil ini kita belum bahas eksteriornya nih, Mas ya. Jadi ini mobil kalau kehematannya Anda sudah tahu ini bahkan sampai udah kita jalan keliling-keliling tadi tuh kehematannya masih konsisten di 18,6 km/l. Jadi benar-benar enggak diragukan kehematannya. Iya. Dan satu lagi kita dari kemarin selalu bilang mobil ini nyetirnya enak gitu ya kayak sedan. Karena kalau dia dari eksteriornya dia juga beda dengan MPVMPv lain sekelasnya. Iya. Karena desainnya tuh enggak yang boksy ngotak gitu loh. Ini tuh lebih kayak aerodinamis, lebih sporty desain-desainnya kayak fan. Iya, kayak fan. Tapi sliding door. Iya, emang fan kebanyakan sliding door ya. Dan tiga baris penumpang. Bahkan untuk yang diesel ada yang varian 11 penumpang. Iya, betul. Kalau ini yang e seven seater. Jadi bentuknya itu seperti Sate tapi dia lebih tebal dan lebih I besar. Kemudian di dalamnya ini sebenarnya SUV light nih. Apa mirip-mirip SUV nih apa eh desain lampunya. Desain lampunya ya. Jadi ada gagahnya dari depan. Apalagi dia juga tegak ee bagian moncongnya. Dan di sini tetap ada desain khas dari Kia Tiger iya eh Tiger Nose ya kalau enggak salah ya namanya. Iya betul Tiger Nose. Tapi dia ada ini. Ini bukan chrome yang mengkilap. Ya, ini kayak ya chrome tapi yang kelihatan lebih mahal ya bukan? Iya, betul. Jadi dia bukan yang chrom mengkilap tapi lebih ke apa ya lagi agak-agak mate gitu. Tapi justru itu membuat tampilannya justru kayak terlihat mewah gitu. Iya. Velegnya dia juga ee warnanya ee hitam dove. Hitam dove. Jadi ini perbedaannya antara yang diesel, mesin diesel dan hybrid itu warna velegnya, Mas ya. Jadi kalau warna velek yang hybrid ini warnanya hitam seperti ini. Tapi untuk model ukuran itu sama sama semua ya. Oke. Ini bagian ininya sama semua. Nah, ini tuh paling keren dari Kia Carnival nih. Dan dia ada sculpture 3D-nya juga di sini. Yes, betul sekali. Terus meskipun ini MPV sliding door kan ada tempat rel relnya ya. Tapi tapi cakep aja gituatannya belak dia kayak SUV Amerika. Ya, simp. Iya, lampunya tuh kayak lampunya kayak mobil-mobil Amerika gitu ya. LED panjang. Terus bedanya kalau yang di belakang ada HV-nya, Mas. Karena ini yang hybrid. Hidrik. Tapi sisanya semua sama. Roof rail juga udah ada. Spoiler standar. Spoiler standar. Roof railnya juga warnanya sama tuh. Chrome-nya tuh kayak made gitu sama ini sama yang di bumper-bummernya. Secara overall mobil ini punya penampilan yang dinamis dibandingkan yang boksia gitu ya. Itu yang membedakan mungkin secara headroom atau secara kelegaan ruang mungkin tidak seperti yang tidak seluas yang Alpard atau Velfire ya. Tapi dia tetap punya kepraktisan yang sangat baik dan betul kehematan yang luar biasa enggak kalah sama hybrid yang dimiliki oleh Toyota. Iya betul. Oke, Mas. Gua tadi kan kita lihat-lihat, gua belum foto-foto. Gua izin foto-foto dulu ya bentar ya. Foto-foto anak muda zaman sekarang yang penting sosm ya. Oke. Nah, salah satu yang membuat mobil ini hemat adalah karena AC di mobil ini tidak perlu bekerja terlalu keras. Untungnya mobil tes kami ini sudah dilengkapi dengan kaca film viicul. Nah, kaca filmul yang dipakai ini dia bisa menolak infrared sampai 98%. Kemudian dia juga bisa UV protection atau proteksi dari sinar ultraviolet sampai 99%. Dan satu yang kami suka adalah privacy yang sangat terjaga. Tapi dari dalam itu tetap terang ngelihat keluarnya karena Vicul itu punya sifat ada efek one way. Jadi ngelihat itu dari dalam keluar aja. Tapi dari luar ke dalam ini reflektif sekali. Jadi agak susah kecuali kita benar-benar dekat sekali. Nah, itu akan ee bikin kita ngerasa lebih secure di dalam dan lebih private. Nah, jadi untuk Anda yang ingin melakukan perjalanan jauh sangat kami rekomendasikan untuk menggunakan kaca filmicul karena ya selain membuat kinerja AC menjadi lebih ringan, Anda juga menjadi jauh lebih nyaman dan aman di dalam. Apalagi karena perlindungannya ke infrared dan sinar ultravioletnya itu sangat baik. Kemudian kaca film ini juga memiliki SPF atau sun protection factor hingga 400 dan itu adalah angka yang sangat-sangat tinggi untuk perlindungan dari sinar mataharinya sehingga perjalanan jauh Anda akan terasa lebih menyenangkan dan membantu meringankan kerja AC dan mengefisienkan penggerak dari mobil Anda. Nah, bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak mengenai produk-produk dari Vic, Anda bisa ke website mereka atau juga ke Instagram Vicul Indonesia. Apalagi saat ini sedang ada promo liburan with Vicol yang pastinya akan ada penawaran-penawaran menarik dan Anda dapat mengetahuinya di website ataupun di Instagram dari Vicul. Oke, matahari bersinar sangat cerah. Agak berbeda dengan weather forecast. Sangat menyenangkan. Kita bisa syuting jadinya di tempat yang indah. Kaca film vikulnya juga melindungi kami dari panas dan enggak ada bosan-bosannya ngelihat pemandangan-pemandangan ini. Dan enaknya di daerah Pangandaran sini itu ada sejumlah pantai gitu. Jadi ada pantai buat ngelihat sunrise, ada pantai buat ngelihat sunset dan itu semua bisa dilakukan dengan mobil. Anda bisa berjalan dengan mobil. untuk mendatangi objek-objek wisata tersebut. Nah, sekarang saya pengin jalan ke satu pantai lagi. Pantai utamanya yaitu pantai Pangandaran. Tapi Aziz ah dia masih potret-potret. Oke, kita jemput Aziz kemudian kita jalan. Lihat deh. Let's go. Kita jalan. Jadi kita ke Pantai Pangandaran ini mau ngejar sunset karena sekali kalau dari pantai yang tadi itu untuk ngelihat sunrise. Nah, sekarang ni Pantai Pangandaran nih buat ngelihat sunset. Moga-moga keburu. Keburu karena ini ternyata 1 jam dari sini. 1 jam dan sekarang 39 kilo dari pantai ini. Dan ini jalannya kecil banget. Tapi enggak apa-apa karena karena siang. Karena siang. Iya. Bisa. Kalau semalam sih tuh bisa dinikmati tuh. Lihat tuh pemandangannya tuh sawah-sawah dan ee moga-moga juga enggak berawan. Iya, betul. Moga-moga cerah kayak gini lagi ya. Yuk, buruan. Tenang, tenang, Pak. Coba tolong dinavigatorin. Kanan empat. Oke, kanan empat. Crash turun cion. Pelan banget nih kalau enggak terbang nih. Oke, mumpung kita masih ada matahari nih karena nanti kan kita akan lihat sunset di Pangendaran. Tapi kayaknya mendung juga nih sunsetnya kelihatan enggak ya, Mas? Udah tadi gelap gelap gelap. Yang penting berusaha dulu kan yang penting nyetir. Iya, benar. Nah, oke. Sekarang menurut lo mobil ini gimana, Zis? Menurut gua mobil ini oke, enak. Gua udah dua kali kemarin pakai mudik juga. Dan ini buat road trip yang cukup panjang nih. Ini di bawah nyetirnya tuh enak. Meskipun mobilnya besar tapi di bawa nyetir tuh masih enak aja gitu buat handlingnya enak, terus posisinya ergonomis juga gitu. Jadi, iya menurut gua juga mobil ini tuh agak underrated gitu ya. Enggak banyak orang ee apa ee tahulah tentang mobil ini gitu. Yes. Tapi cukup kaget juga gue dengan konsumsi bahan bakarnya yang itu gua gua nikung segitu aja. Iya. Terus konsumsi bahan bakarnya bagus banget. Terus kestabilannya itu dia kestabilannya dan nyetirnya enak, halus. Oke. Tapi kita juga harus fair. Yes. Kalau kita disuruh milih ada e dari lu dua, dari gua dua deh. Hal yang kurang disuka dari mobil ini. Kurang disuka. Oke. Kalau dari kurang disuka dulu. Mas H Sitra dulu. Gua dulu nih terserah Mas H Sitra dulu deh. Kalau gue satu mobil ini tidak punya tire pressure monitoring system. Oh iya benar ya. Dia enggak ada sayangnya itu ya. Iya padahal TPMS ituup penting ya udah jadi standar lah sekarang gitu ya. Jadi kita juga tahu kapan ban itu mulai kurang tekanannya gitu. Mungkin aja ada peringatannya ya tapi enggak ada yang real time gitu ya. Iya betul. Enggak kelihatan berapa psi gitu ya pressure-nya. Oke, itu dari gue satu. Oke, satu lagi. Satu lagi dari gue menurut ee gue yang kemarin tuh baru tahu itu AC belakang. Yes. Kan dia triple zone ya. Ada dua zone di depan, ada satu zone di belakang. He. Nah, di belakang itu kan kita bisa nyalain dari depan atau dari belakang. Oke. Nah, iya. Dia bisa kontrol. Cuman kadang-kadang kalau kita enggak bawa penumpang kan mubazir. Kalau kita pakai AC belakang kan. Ngapain kita cuma perlu di depan? Iya. Itu matiinnya gak bisa dari panel depan ini. Jadi tangan itu harus ke belakang meraba-raba mana nih ya? Untungnya sih di sebelah kanan ya. I jadi masih bisa diakses. Iya. Tapi mestinya kenapa sih itu hanya hal kecil aja gitu buat matiin dari situ. Padahal untuk ngatur temperatur eh untuk fannya ya bisa ya blowernya bisa. Iya iya iya iya. Oke. Kalau dari lo yang menurut lu masih kurang dari mobil ini yang bisa ditingkatin lagi? Oke. Kalau gua ee sayang ini mobil keluarga kan? MPV, big MPV, sliding door gitu. Sayangnya enggak ada rear seat entertainment, Mas, kalau menurut gua ya. Ah, sama meja juga enggak ada ya? Betul, enggak ada meja. Andaikan ada rear seat entertainment dan ada meja itu kalau keluarga, anak mau makan atau mau nonton ada. Apalagi misalkan Ret Entertainment-nya itu udah ada Android-nya, OS Android-nya. Jadi bisa connect Wii, bisa internetan, bisa YouTube-an gitu. Iya. Iya. Setuju setuju setuju gitu. Sama satu lagi-lagi karena ini mobil keluarga yang besar ini tuh sebenarnya bok setengah tuh kan gede banget ya Mas ya kapasitasnya. He. Coba ada pendinginnya kalau di Iya dialirin AC aja gitu. Jadi minuman ya. Iya betul banget kan kalau bawa keluarga kan siapa tahu ada yang butuh minum dingin gitu ya. Ya itu sebenarnya ya gimana ya agak yang perlu ditingkatkan atau kekurang bukan kekurangan juga sih ya. Iya hal yang bisa ditingkatkan. Hal yang bisa ditingkatkan ya. ee buat kita masih agak ganjel gitu ya. Tapi itu memang terhitung minor sih dibandingkan yang dimiliki oleh mobil ini. Mobil ini fiturnya lengkap. Yes. Fun to drive. Enak buat diajak jalan jauh. Konsumsi bahan bakarnya luar biasa. Akselerasinya juga kuat loh. Yes. Akselerasinya juga kuat karena mesin ee torsi dari listriknya itu kan. Betul. Dan ee mewah dalamnya itu ee material-materialnya tuh cukup cukup bagus gitu loh. Apa ee material empuk di sini, kemudian yang panel AC dan panel ee entertainment system tuh jadi satu gitu. Kesannya tuh canggih banget gitu. Iya. Jadi seless gitu ya. Iya, emang masih ada plastik-plastik keras, tapi plastik kerasnya ini enggak kelihatan murahan lah ya, murahan. Tapi emang harus diakuin enggak semewah Alpard atau Velfire. Setuju. Iya, betul. Tapi harganya R00 sampai Rp400 juta lebih murah. Iya iya iya. Dan kita enggak bakal disangka kita drivernya majikan kita kalau kita turun dari mobil ini. Nah, itu jadi kita enggak berasa driver-driver amat lah ya kalau turun dari mobil ini ya. Iya. Iya. Jadi kita memang kita punya mobil ini, kita turun dari mobil ini, orang juga masih ngelihat kita yang punya mobil ini gitu. Enggak bakal dipanayin ee nungguin majikannya Mas gitu. Iya. Nah, satu lagi nih Mas nih kalau ngomongin kelebihannya ya. Ini yang unik dari mobil ini atau ini fitur penting juga berhubung mobil ini lebar juga jadi ada seya Mas. Jadi sein ini kalau kita se kanan atau se kiri dia terintegrasi ada kamera yang memantau blind spot kita ya. Iya. Dan nongol di instrumen cluster. Itu adalah fitur yang juga gua suka yang ada di keluarga Kia dan Hyundai. Iya betul. Terus satu lagi yang gua suka juga SE-nya itu bisa diatur tiga kali, lima kali atau tujuh kali yang buat yang buat sekali touch itu tuh. Sekali touch tiga kali. Kadang-kadang kan kurang betul kurang ini apa kurang banyak diang Indonesia bisa lima kali bisa tujuh kali jadi ada opsi itu ya. Iya. Menyenangkanlah mobil ini buat ee liburan keluarga ya. Buat sehari-hari di dalam kota juga oke. Dan hybrid ini gua lebih senang yang hybrid ini dibanding yang diesel. Yes. Ya. Konsumsinya jauh lebih hemat yang ini dan lebih halus. ee mesinnya juga nyari start terdengar. Yes. Enggak salahlah kita pilih walaupun kayaknya kita pertama kalinya We love to drive pakai MPV besar, tapi untungnya MPV besar yang masih fun to drive. Iya, tapi kan karena kita tadinya mau berempat cuman enggak jadi dua orang itu, jadi kita berdua ya udahlah. Untungnya ya itu untungnya mobilnya masih fun to drive untuk digunakan di jalanan berkelok-kelok kayak gini nih. Ini sih enggak perlu ini enggak perlu ke Balinya Jawa ini ke Bali beneran juga masih enak. Iya, betul. Oke, nih kita bentar lagi mestinya e sampai nih ke pantainya nih 5 kilo lagiah kurang I telat sih, tapi sunsetnya enggak ada aja. Iya, mendung. Iya, kita belum masih 1722 sih masih aman sebenarnya. Jadi, Pantai Pangandaran ini unik ya. Dia ada dua pantai tuh yang ee menghadap ke selatan. Iya. Sama kalau di sisi timurnya itu dia menghadap ke barat. Jadi itu ee favorite spot buat ini sunsetan. Sunsetan. Tadi juga tulisannya Pangandaran Sunset. Iya, Pangandaran Sunset dan Pangandaran ini lebih ramai dibandingkan pantai yang kita nginap ya, Batu Karas ya. Batu karas. Tapi batu karas itu memang batu karas, Pantai Madasari itu emang pas buat healing gitu ya. Pangendaran ini lebih ramai ya. Iya. Ini ini objek wisata. Betul. Kalau Anda buat yang ekstrovert apa ee cari tempat nongkrong, gaul mungkin di Pangandaran ini lebih banyak tapi baik Pangandaran, Batu Karas, Pantai Madari. I bagus semuanya. Semuanya bagus. Bagus semuanya. Benar-benar kalau misalnya Anda pengin menikmati keindahan pantai dan Bali mungkin terlalu jauh gitu atau ingin suasana lain, iya. Ke sini bisa ke sini naik mobil. Ini kayaknya yang ini yang cocok buat surfing deh, Mas. Kalau yang tadi Madasari itu kayaknya mungkin banyak tebing-tebing. Kayaknya enggak cocok deh buat surfing. Tapi kita juga enggak mau ngetes surfing-nya juga sih. Enggak tahu ya, enggak bisa ngomong karena kita bukan kita bukan server. Oke, jadi perjalanan kita ke Green Canyon gagal. Gagal tutup. Terus kita ke Pantai Pangandaran ketutup awan. Ketutup awan. Ini enggak gagal sebenarnya, cuman ya enggak ada enggak ada sunsetnya aja. Iya. Abu-abu aja. Abu-abu langit. Tapi enggak ada masalah karena seperti kami bilang perjalanan ini tujuan wisatanya itu misi kedua sekunder. Yang primernya adalah kami nyetirnya nyetir mobil, menikmati keindahan Indonesia, mengeksplore tempat-tempat yang mungkin belum pernah atau jarang kami lalui dan ee besok juga kita masih nyetir lagi. Betul sekali. perjalanan pulang meskipun enggak kita bikinkan video, cuman kita masih seru nyetir. Nah, oke. Jadi, seharing dengan sunset ini yang ketutup awan ini, yang abu-abu ini. Kira-kira next-nya kalau kami mengadakan Wheel Love to Drive, Anda ingin kami pakai mobil apa? Nah, iya tuh. Ke mana? Ke mana? Komen di bawah. Komentar di bawah. Tapi untuk sekarang sekian dulu. Terima kasih Anda sudah menemani perjalanan kami. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Auto Driver jika Anda belum. Follow Instagram Auto Driver di sini di bawah. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di We Love to Drive berikutnya. Bye bye. Bye. Aduh sayang Mas. Enggak ada sunsetnya.
