Jungkat

Webcam 2K dengan Harga Gila! Fantech C50 Review Lengkap! (YouTube Video)

  • 23/09/2025

Jadi yang kalian lihat ini adalah kualitas webcam dari laptop yang harganya hampir R juta tuh lumayan sih. Tapi kalau misalkan kita gunain untuk presentasi atau buat streaming game kurang ya. Apalagi itu masih starter. Nah sekarang dan yang ini adalah webcam dari Fant yang harganya Rp500.000 resolusinya 2K dan dia bisa autofokus. Tuh, kelihatan kan perbedaannya jauh. Lebih smooth, enggak ada starter, autofokus nih. Set. Jadi kalau misalkan digunain untuk left ya, mau fokus-fokusan kayak gini ini fokus ke HP terus kita pindah search langsung fokus ke muka. Dan bukan cuma itu aja sih, dia punya fitur pejabat tapi harganya gaji rakyat. Apa aja itu? dan apakah dia bisa benar-benar jadi solusi di era digital yang sekarang zamannya WFH, zamannya live streaming, zamannya serba pakai internet lah. Yuk, kita bahas. [Musik] Dan di video kali ini biar agak lebih beda ya, kita bakalan record pakai webcam-nya juga. Jadi itu pakai main Cam dan ini pakai webcam-nya Fant. Kalau dari segi desain fantech 50 ini dia punya body yang lumayan ringkas. Ukurannya yang kompact ini bikin dia gampang banget ditaruh di mana aja baik di atas monitor desktop, laptop yang tipis, atau bahkan di tripod. Jadi dia lebih fleksibel dibanding webcam-nya laptop. Karena webcam-nya laptop itu kan ya kita harus ngikutin layarnya ya. Enggak enak kalau misalkan kalian adalah tipikal orang yang perfeksionis, wah saya angle-nya dari sisi kiri. Wah saya angle-nya dari sisi kanan. Kan ada ya orang yang kayak gitu ya. Nah yang paling tepat ya webcam eksternal. Terus yang bikin saya suka lagi di Fant bilangnya ini zero limits. Jadi kameranya ini bisa kita putar ya. Jadi contohnya misalkan kita lagi meeting terus kita mau putar layarnya eh sori webcam-nya ini 360 derajat tinggal diputar aja. Nah, mau nunjukin presentasi tapi ini sayangnya tuh ya studio kita jadi kelihatan ya berantakan ya. Padahal setup-nya rapi tapi studionya berantakan. Intinya kita bisa tunjukkan ke papan tulis atau ke manapun. Kalau misalkan kita lagi meeting online, mau demo-demo masak juga bisa. Dan konsep dari Fant Luminus ini dia itu plug and play ya. Jadi mau pakai OS apapun Chrome OS, Windows, Linux, MacOS tinggal dicolok aja enggak butuh driver. Jadi dia nanti langsung keinstal di aplikasi kameranya. Oh ya, ada lagi satu fitur yang ini sih enggak pernah saya pakai sebenarnya karena saya orangnya itu ya privasy saya udah diambil Google lah ya karena semua aktivitas saya pakai Google. Nah, tapi kalau kalian termasuk orang yang sangat-sangat peduli sama privacy, dia juga ada yang namanya privacy shutter. Tinggal kita geser kayak gini aja. Nah, ketutup. Udah jadi enggak ada orang yang bisa ngintip kita. Selain zero limits tadi, sebenarnya Fant juga punya fitur autofokus ya, yang dinamain Fantch itu zero limit. Eh, sorry. Zero destruction. Jadi tuh bakalan auto fokus. Cuman sayangnya auto fokusnya itu kayaknya perlu di update bug-nya atau gimana gitu ya. Karena kadang kalau misalkan saya gerak terlalu cepat tuh fokusnya kayak kurang nangkap gitu. Iya enggak sih? Tuh ya kan kurang jadinya. Selain itu Fant juga claim kalau dia punya outstanding low light performance. Kita coba aja Tom. Tolong matiin Tom. Lighting-nya Tom. Set. Nah ini juga sekalian Tom karena masih terlalu terang kayaknya ya. Dan hasilnya kalau low light tuh kamera saya udah low light kan ya. Dan ini tuh wuh masih cakep. Coba tem sekali lagi satu lagi. Karena masih ada satu lighting lagi saya pengin benar-benar coba kalau misalkan low light kayak gimana. Tuh di main kamera udah kelihatan kan? Gelap banget. Tapi di Fant-nya masih bisa ngangkat, fokusnya juga masih dapat. Cuman ya itu tadi ya tolong ftech dibenerin nih. Entah pakai fber update atau apa karena autofokusnya tuh. Wah, ini udah mulai susah fokusnya. Bentar bentar saya ST dulu. Dan untuk mikrofonnya dia juga katanya dibekali dengan 3D active noise canceling. Jadi kalau misalkan kalian lagi di ruangan di cafe meeting pakai webcam ini, harusnya suara environment itu terfilter. Cuman langsung aja kita coba deh ya. Jadi yang kalian dengarkan ini mikrofon saya di sini pakai main kamera. Suara keyboard-nya kayak gini. Dan sekarang tolong editor diwitch ke mikrofonnya webcap. Nah, kira-kira suaranya kayak gini. Apakah bisa terfilter? Coba tulis di komen ya. Buat para gamer dan streamer juga enggak usah khawatir karena dia juga udah optimal buat streaming ya. Dia support sama OBS dan resolusinya itu sebenarnya bisa 2K tapi 2K-nya itu di 30 fps. Ini sih kita coba di 1080p 60 fps ya. Jadi, makanya kalau kalian lihat gerakan tangan saya itu smooth. Nah, saran saya sih pakai 1080p 60 fps aja karena tuk-nya masih di 30 fps. Cuman kalau kalian butuh yang detail banget sih, coba ya kita coba 2K 30 fps-nya nih. Jadinya kalau misalkan kita pakai resolusi 2K 30 fps. Tuh, kalau kita lihat smooth-nya itu lebih smooth yang tadi. Cuman kalau soal detail toh menurut saya juga enggak bakalan dizoom ya. Jadi harusnya sih 1080p 60 fps adalah yang tepat sih menurut saya. Apalagi buat streaming karena kalau streaming game itu kan kalian pasti emosi bikin gerakannya juga cepat. Jadi ya saran saya mending di 1080p aja. Kita balik ke 1080p sekarang. Nah, sebenarnya si Fant Luminus C50 ini bisa dibilang generasi penerusnya si Luminus C30 ya. Dan apa aja bedanya, apa aja upgrade-nya? Si C30 itu punya resolusi 2K tapi frame rate-nya 25 fps, kameranya 4 megap. Sementara C50 ini tuke 30 fps dan yang paling penting bisa 1080p 60 fps. Sementara C30 enggak bisa. Terus field of view-nya kalau yang C30 memang lebih lebar dengan 106 derajat tapi resolusinya C50 itu lebih gede dengan 5 megapel. Plus ada fitur 3D noise cancelling-nya juga di seri sebelumnya C30 itu enggak ada. Nah, sekarang kalau kita ngomongin harga harganya BTW dia di Rp500.000-an ya. Nah, di harga Rp500.000-an R000an. Kalau kita cari kompetitor atau alternatif lain rajanya harga segitu, itu adalah Logitech C920S Pro yang harganya itu di kisaran R1 juta lah ya, dua kali lipatnya Fant. Bedanya si Logitech dia enggak bisa 2K terus resolusinya cuman 2 megapel. Cuman Logitech sih saya udah pernah coba dan menurut saya autofokusnya lebih cepat sih ya ketimbang Fant ini. Cuman ini Fantek kalau misalkan mau benerin autofokusnya aja udah cakep sih di kelas harga segini 50% dari Logitech tapi kualitasnya udah oke banget sebenarnya. Tinggal autofokusnya dibenerin aja deh. Sebenarnya ada solusinya sih. Jadi kalau misalkan kita pakai OBS di OBS itu kan ada lock fokus ya atau kita bilang manual fokus lah. Jadi fokusnya enggak bakalan lari-lari cuman kan ya jadi enggak on the go gitu harus set upset up dulu. Nah, saran saya buat Fant sih semoga ada fware update atau di seri berikutnya itu enggak atau fokusnya enggak enggak loncat-loncat kayak gini. Karena kalau secara kualitas R00.000-an menurut saya oke banget. Tinggal benerin auto fokus aja. Apalagi secara ergonomik saya juga suka. Jadi dia bisa diberdiriin, bisa dibuat vertikal juga. Jadi karena Zero 360 dia bisa dibikin vertikal kayak gini nih. Tuh. Jadi kalau kalian mau live pakai vertikal mode putrit bisa juga asalkan diatur di OBS-nya pakai mode putrid. Karena kalau misalkan seperti ini ya, pakai aplikasi kamera bawaan terus kita mau vertikal tuh jadinya ikutan vertikal juga. Jadi saya miring gitu. Nah, ternyata setelah saya tadi telepon sama Fant ngomong kalau ini feedback-nya p update-nya gimana nih? Karena autofokusnya lari-lari. Sekarang udah dibenerin kayaknya bukan benerin fokus aja deh karena warnanya kayak lebih keluar juga ya dibandingkan yang kemarin. Nanti editor tolong di side to side ya. Jadi versi belum update firmware sama versi udah update firmware. Nah, kira-kira seperti ini dan autofokusnya sih aman sih ya. Tuh, nanti mungkin juga di tokkan sama Logitech kira-kira bagus mana. Tapi ini sih lebih oke sih daripada kemarin ya. Dan lo fokusnya juga enggak lari-lari sekarang jadi aman. Oh ya, saya juga check out si tripod-nya Fant. Karena saya heran kenapa ini Fant ikut-ikutan bikin tripod ya. Dan ternyata untuk kelas harganya juga ya lumayan oke lah ya untuk tripod-nya. Ini namanya Tongsis Fantex SS1 yang punya ukuran 100 cm dan sampai 170 cm. Kalau yang ini cuma 41,5 cm ya. Tapi yang ini kecil-kecil cabe rawit. Selain karena ukurannya yang kompact, dia juga punya bahan yang lu surprisingly solid loh ya. Apalagi ini bisa berdiri sendiri tinggal kita pencet tombol yang ada di bawah tongkatnya terus bakal kebuka sendiri kakinya. Cuman memang karena dia pendek, tongsis ini peruntukannya buat holder HP di atas meja sih. Cocoknya ya buat yang suka live TikTok dan setup-nya di atas meja. Karena kalau misalkan vlogging pakai ini harus cari tempat yang agak tinggi. Jadi repot mending beli yang 170 cent tadi. Tapi kalau cuman buat foto selfie ya bisa banget sih karena sudah ada tombol remote Bluetooth-nya bisa kalian lepas pasang kayak gini. Udah enggak perlu timer lagi buat foto bareng. Gak cuman itu, di phone holdernya ada dua slot hot shoe yang bisa kita pasang lampu atau mic kecil. Jadi dibuat nge-vlog pun enak. Bisa juga kalian pegang kayak gini. Jadi tongisnya bisa kita jadiin hand grip kayak ala-ala kamera profesional. Dan harganya juga cukup terjangkau. Nanti link pembeliannya akan saya taruh di pojok kiri video atau di deskripsi. Kalian cek aja. Dan kesimpulannya ya buat webcam-nya sih sebenarnya ini webcam yang benar-benar bisa jadi Logitech Killer ya kalau Fanterin autofokusnya. Jadi, semoga unit saya aja ini yang autofokusnya agak lari-lari. Karena kalau misalkan unit lain autofofusnya lebih gercep, lebih cakep, wah bisa jadi pesaing Logitech yang cukup-cukup h cukup-cukup mumpuni sih. Apalagi harganya cuma Rp500.000 aja. Saya dikabudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube