Jungkat

Wireless Mic Tedrbaik 2025 | Hollyland Lark Max 2 (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Bismillah. Alhamdulillahirabbil alamin. Wassalatu wasalam ala rasulillah. Kalau di tahun 2025 ini konten kalian itu secara audio masih busuk. Fix antara ilmu audionya belum nyampai untuk ngolah-ngolah vokal pada tinggal klik-klik aja di CapCut atau mungkin mic-nya salah pilih. Pilihan saya sih terbaik 2025 jatuhnya di sini. Ini dia Hland Lar Max 2 barengantech review. Dan Holy Line Lar Max 2 ini udah saya pakai selama 2 3 bulan terakhir ee menjadi mic andalan saya lah untuk ngerekam-ngerekam konten. Sebagai pengguna Holy Land Lark Max yang pertama begitu pakai HOL L Max 2 ini ada beberapa improvement yang emang bisa langsung dirasakan. Pertama dari masalah noise canceling-nya dari bobot mic-nya tentu juga enggak ketinggalan masalah pas ngolah suaranya pakai mic ini. Internal recordernya ini udah nyaman banget. Okelah langsung kita bahas aja si Holyland Lar Max 2-nya ini secara lebih detail. Keunggulan pertama yang membuat mic ini jadi menarik adalah masalah perekaman internalnya. Bisa 32 bit float. Pasti banyak di luar sana yang ngerasa 32 bit float itu enggak dibutuhin. Karena si Aso Speed aja pakai yang Holyland model bullet lark M2 itu aman untuk live stream. Iya untuk live stream itu aman. Tapi untuk talk yang seperti ini gitu rasa-rasanya kalau audio berantakan dan saya sering mengalami itu [tertawa] rasa-rasanya enggak lucu gitu ya. Makanya yang ini jadi lebih aman karena ada perekaman internal 32 bit float-nya. Kalau di dunia kamera kita kenal yang namanya 10 bit. 10 bit ini kan berarti secara gambar hasil videonya bisa diolah warnanya lebih dalam, lebih jauh karena tidak lebih gampang pecah. Nah, seater itu bit float itu seperti ini. Kayak sekarang nih hasil suara perekaman saya tanpa diolah apa-apa itu suaranya sekecil ini. Tapi dengan teknologi tertib beit float ini masih bisa dibentangkan jadi lebih besar tapi kondisinya aman. Kalaupun ternyata dibikin pick seperti ini, suaranya masih bisa ditarik ke bawah. Jadi terdengar dengan lebih baik antara yang 24 bit dengan yang 32 bit. Ya, ini contoh yang tidak wajar sebenarnya, tapi ya contoh ekstrmnya mungkin bisa seperti ini. Ini mah harusnya suara anginnya ke mana-mana ya. [tertawa] Tapi tentu ada syaratnya untuk ngedapetin si perekaman 32 bit float di Mac ini ya. kita harus mencet tombol record-nya atau kalau Anda menggunakan iPhone, iPad atau MacBook, dia bisa nih ngirim sinyal tertubit float ke device device tadi. In a way sebenarnya fail safe lah. Karena kalau misalnya audio di kamera perekaman itu aman ya oke. Cuman kalau misalnya enggak aman udah ada backupannya. Dan juga masalah transmisi gitu ya. Jaraknya jauh sih up to 340 m lah atau 300 man untuk transmisi dari e RX ke TX gitu ya. Tapi emang lebih aman tentu kalau misalnya kita ngerekam internal jadi gak ada lagi nih kasus tiba-tiba pas lagi dipakai jauh berbet-brebet atau segala macamnya. Nah, hal kedua yang menarik dari si Hond Lark Max 2 ini tentu adalah masalah audio monitoring-nya karena kita bisa mendapatkan si OS-nya. Waduh, ini seru benar. Jadi, kita bisa pantau audio wireless ini udah nyaman banget dan yang paling penting adalah dia ini bisa dibeli terpisah atau beli gabungan dengan paketnya. Kalau yang saya pakai ini yang ultimate combo. Ini menarik deh. Dia datang out of the box langsung dengan pouch-nya. Ada dua mic transmitter, ada satu receiver, ada satu receiver untuk ke handphone, ada charging case-nya tentu ada kabel-kabel, ada magnet, ada 3.5 mm jack adapter, ada love mic, dan juga ya tentu ini si OS monitoring system-nya. Yang menarik adalah awalnya saya kira mendengarkan lewat OS ini hanya bisa kalau kita menggunakan transmitter yang kamera gitu ya. Tapi ternyata enggak. bisa juga menggunakan transmitter yang di handphone. Fitur ketiga dari Holy Line L Max 2 yang sebenarnya ini udah hadir juga di generasi sebelumnya, tapi masih saya sukai dan masih saya pakai sampai sekarang, itu adalah masalah noise cancelling systemnya. Kali ini untuk kekuatan dari si noise cancelling ini bisa kita atur baik kita menggunakan aplikasi handphone ataupun menggunakan receiver yang untuk kamera dan berpadu dengan c2 bit float internal recording sebenarnya sin cancellingnya jadi bisa bermain dengan lebih enak ya terlebih untuk saya yang studionya di pinggir jalan ya jadi kalau misalnya saya coba matiin nih sinise canceling-nya nah sekarang ini kondisinya mati harusnya lebih kelihatan nih gemanya terus juga motor-motor di luar san itu lebih berasa ya tapi begitu noise canceling-nya kita aktifkan ya suara suara motornya inway jadi lebih terendam. Tapi emang harus hati-hati ya karena kalau misalkan suara atau frekuensi suaranya itu ee ada di herz yang sama dengan frekuensi suara kita, nah bisa jadi suara kita juga ikutan keredam. Jadi be mindful untuk masalah tempat, kekuatan dari noise canceling, dan juga penggunaannya. Either mau dipakai pas lagi ngerekam atau mungkin nanti aja pas mau di pos-nya. Hal keempat yang membuat saya betah banget pakai si Holyland Lar Max 2 ini adalah masalah baterainya. Dia ini awet banget ya, diklaim bisa bertahan up to 36 jam. Jujur saya sih enggak pernah ngukur baterainya, tapi kalau diingat-ingat saya nge-charge si e charging case-nya ini dari 2 3 bulan terakhir itu baru dua kali. [tertawa] Jadi baterainya emang seawet itu. Dan yang paling penting juga saya kalau misalnya lagi pergi nih keluar-keluar liputan gitu ya, biasanya emang si mic-nya cuma dicantelin aja di sini. Nanti pergi pagi, pulang sore tinggal langsung dimasukin lagi ke charging case-nya, tinggal nge-charge sendiri dan aman. Besok kanannya bisa langsung dipakai. Jadi ya semyenangkan itu. Terus juga fakta yang penting ya untuk model mic yang seperti ini itu jadi menarik karena kan dia modelnya klip. Jadi tinggal ditaruh aja di kerah enggak pakai magnet e enggak yang kegesek terus jatuh. Mic ini juga jadi keunggulan fitur tersendiri sebenarnya itu hal kelima favorit saya adalah masalah bobotnya. Dia ringan banget, hanya 14 gr. Jadi di baju tuh dia enggak ngampleng-ngample. jauh berkurang bobotnya dibandingkan dengan generasi Lark Max One yang pertama. Tentu di dunia ini tidak ada yang sempurna, termasuk si Holyand Lark Max 2 ini ada beberapa hal yang bisa dibilang jadi room for improvement lah untuk mic yang satu ini. Tentu yang pertama itu adalah masalah charging case-nya. Entah kenapa ternyata di tahun ini kalau dicolok ke Mac menggunakan si type C-nya, charging case ini fungsinya tetap masih nge-charge, dia belum bisa narik data. Terus yang kedua adalah untuk pemasangan magnetnya. Jadi dibikin agak sedikit berbeda. Masih harus pasang tambahan ekstra magnet baru tambahan. Jadi ya intinya kerjaannya agak kebanyakan lah. Yang ketiga tadi disebutin di depan itu adalah masalah mekanisme jepit seperti ini. Karena kadang-kadang nih kalau misalnya saya sambil nunjukin handphone seperti ini. Nah, ini nih lihat mic-nya itu begini nempel ke bagian apa namanya? Leher. Jadi secara audio jatuhnya jadi berasa kurang oke karena tiba-tiba agak mendem gitu. Tapi mau kayak gimanapun saya bisa kesampingkan hal-hal ini karena saya masih puas ya sama si kemampuan perekaman suara dari si Holyland Nark Next2 ini. By the way kalau pengen beli mic ini pastiin e beli yang emang Garen Sers Indonesia ya. Kalau di sini masuknya itu lewat Denka Pratam Indonesia. Jadi please do silakan cek kolom deskripsi untuk bisa ngelihat harga ter-update-nya. Now by the end of the day bisa dibilang I'm happy with my decision untuk menggunakan mic ini sebagai eh mic sehari-hari. Tinggal sekarang pertanyaannya, apakah Anda siap untuk bisa level up menggunakan mic yang satu ini? Benar, mic is a mic. perlu kemampuan olah audio.

Lihat di YouTube