Worth It? Upgrade RTX 2060 Super / RTX 3060 Ti ke RTX 5060 Ti 16 GB (YouTube Video)
Heh, sepertinya ini waktu yang tepat untuk upgrade graphics card RTX 2060 series atau RTX 3060 series kalian upgrade-nya ke Nvidia GeVce RTX 5060 Ti. Kami tahu mungkin grafik saat kalian belum rusak dan masih bisa dipakai lah buat gaming kan. Tapi kalau melihat hasil pengujian kami ya, RTX 2060 series dan 3060 series itu udah kurang gitu nyaman lah untuk memainkan sejumlah game terbaru. Apalagi kalau kita aktifkan fitur Ray tracing atau bahkan P tracing di game tersebut. Ya, ini wajar karena teknologi yang ada di RTX 2060 series atau RTX 3060 series udah ketinggalan 2 sampai 3 generasi yang lalu. Bahkan arsitektur depu touring yang dipakai di RTX 20 series itu umurnya udah 7 tahun loh ya. Jadi seharusnya ini adalah saat yang tepat untuk upgrade agar game yang kita mainkan tetap mendapatkan frame rate yang tinggi tanpa perlu mengorbankan kualitas grafisnya. Pertanyaannya apakah kalau upgrade kenaikan performanya akan jauh sekali? Apakah kenaikan performanya sepadan dengan biaya upgrade-nya? Apakah upgrade ke GeForce RTX 50 series akan menjadi game changer bagi penggunanya? Nah, kita akan kasih tahu jawabannya di dalam video kali ini. Oke, untuk bahasan kali ini kita akan menggunakan graphics card GeVOS 5060 Ti sebagai contohnya. Nah, RTX 5060 Ti ini merupakan varian paling kencang saat ini dari lini RTS 5060 series. Sementara RTS 5060 series itu merupakan kelas tengah dari jajaran graphics card desktop Artes 50 series. Ya, biasanya sih grafis card yang kelas tengah itu yang paling diminati oleh pengguna. Karena harganya enggak terlalu tinggi, tapi masih cukup kuat ngejalin game triple A dengan mulus dan lancar. Nah, untuk grafis card banding kita akan menggunakan RTX 2060 Super dan RTX 3060 Ti versi Founders Edition. Nah, seperti RTX 5060 Ti, dua grafik SAR yang tadi itu adalah varian paling kencang dari lini RTS 2060 series dan dari RTS 3060 series. Oke, sebelum kita masuk ke bagian pengujian, mari kita lihat terlebih dahulu bedanya RTX 50 series, RTX 20 series, dan RTX 30 series. Pertama untuk GPU-nya lini GeForce RTX 50 series itu pakai GPU Nvidia Blackwell dengan fourth generation rate tracing course dan fifth generation tensor course ya. Sementara ATS20 series itu menggunakan graphics card rate racing pertama dari Nvidia menggunakan GPU touring dengan first generation trade racing core dan second generation tensor course. Sedangkan RTS 30 series itu pakai GPU Nvidia ampere dengan second generation trade tracing course dan third generation tensor course. Nah, dengan arsitektur GPU lebih baru, RTS 50 series itu punya rasio performance perw lebih baik serta fitur grafis lebih komplit dan canggih dibandingkan pendahulunya. Selain itu, arsitektur GPU terbaru itu juga membuat kemampuan CSE dan tensor CE di RTS 5060 Ti itu lebih tinggi. Bahkan jika dibandingkan RTS 4060 Ti, kemampuan arti Corse dan tensor CSE di RTS 5060 Ti itu terbukti lebih tinggi. Lalu untuk jumlah kuda C-nya, RTX 5060 Ti itu punya 4.608 kuda CE. Sementara RTX 2060 Super itu 2.176 kuda Corse dan yang 360 Ti itu 4.864 kuda CSE. Nah, jumlah kuda Corse di RTX 3060 Ti memang lebih banyak dibandingkan RTX 5060 Ti. Beda tipis lah ya. Tapi perlu diperhatikan bahwa jumlah kuda Corse itu bukan penentu utama performa sebuah graphics card. Masih ada faktor lain yang menentukan. Nanti kita lihat apakah RTX 3060 Ti itu bisa menang melawan RTX 5060 Ti dengan kuda Corsi yang lebih banyak tadi itu ya. Oh ya, selain sudah pakai GPU baru, Artis 5060 Ti juga sudah menggunakan tipe VIRAM terbaru GDDR7 dengan bandwid lebih tinggi dibandingkan GDDR6. Kapasitasnya juga yang satu ini langsung 16 GB. Bukan dapat GB seperti di RTX 2060 Super atau RTX 3060 Ti. Ini membuat RTX 5060 Ti tidak kehabisan VAM saat ketemu dengan game yang membutuhkan V RAM lebih dari 8 GB. Nah, selain hardware yang lebih baru, fitur grafis dari RTX 5060T itu diperbarui jadi lebih canggih juga. Salah satunya ada dukungan DLSS 4 multi frame generation. RTX 20 dan 30 series itu memang mendukung beberapa fitur dari DLSS4 tapi khusus untuk multi frame generation ini hanya bisa dijalankan di RTS 50 series. Berbeda dengan frame generation yang hanya memproduksi satu frame tambahan ya, DLSS multiame generation itu akan menciptakan hingga 3 frame tambahan untuk setiap frame yang dirender. Ya, ini membuat game triple A dengan grafis yang berat itu bisa dimainkan dengan frame rate ratusan FPS. Menariknya, DLSS 4 multifame generation ini sudah menggunakan AI model dan optical flow accelerator terbaru sehingga penggunaan VAM-nya jadi lebih hemat. Enggak cuma itu, RTS 5060 Ti juga dilengkapi dengan Nvidia encoder dan decoder terbaru yang bisa menangani Kodex AV1 ini membuat kita bisa melakukan streaming atau recording permainan kita dengan video AV1. Kodex A FV1 sendiri itu menawarkan kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan Kodex H264 dengan bit rate yang sama. Jadi video F everyone yang kita stream atau kita record akan punya kualitas lebih baik tapi ukuran file-nya akan mirip seperti video H264. Menariknya lagi, Encoder AV1 di RTX 50 series itu sekarang punya mode AV1 ultra high quality. Jadi, kualitas videonya meningkat dibandingkan pendahulunya yang di RTX 40 series. Oh ya, RTX 50 series juga sudah support video color format 422. Jadi cocok untuk kalangan video editor kelas profesional. Tentunya akselasi hardware untuk video AV1 down color format 422 tersebut tidak ada di RTX 20 series maupun RTX 30 series. Jadi untuk yang edit video udah jelas ya pilihannya itu 50 series harusnya. Oke, sekarang kita mulai aja pengujiannya. Tapi sebelum itu kita lihat spesifikasi sistem yang kita gunakan ya. Untuk grafis card kita pakai Ginw GeForce RTS 50 60 Ti Python 3 dengan kapasitas viram 16 GB GDDR7. Articos di grafis card ini membuat game tetap mulus saat dimainkan meskipun retracing yang berat itu kita aktifkan. Buat yang belum tahu, fitur retracing itu akan mensimulasikan pencayaan seperti di dunia nyata sehingga tampilan grafis game jadi lebih realistis. Satu contohnya kita bisa lihat di game Half Life 2 ya dengan mod RTX ini game keluaran 21 tahun yang lalu ini tampil jadi kekinian dan lebih realistis berkat Racing. Lihat nih bedanya tampilan dengan Racing dan tanpa Racing. Contoh lainnya kita bisa lihat di game Doom the Dark Ages. Uniknya game ini enggak cuma pakai Ray Tracing, tapi dia juga pakai patra dengan ray reconstruction. Jadi teknik pencahayaannya jadi lebih presisi dan lebih realistis. Nah, beralih ke tensor core. Tensor Core generasi kelima ini membuat kemampuan AI di RTS 5060 Ti ini meningkat hingga 759 tops. Jauh melebihi RTS 4060 TI yang hanya 353 tops. Ya, tentunya selain dapat melipat gandakan FPS saat main game, AID graphics card ini bisa kita pakai untuk kerjaan sehari-hari. Salah satunya seperti di aplikasi Blender. Di aplikasi design 3 ini kita bisa mengaktifkan fitur AI di noiser atau menghilangkan noise yang muncul. Ini membuat tampilan saat di viewport atau hasil rendernya bebas dari bintik-bintik noise yang mengganggu. Bisa dilihat nih bedanya saat AID noisernya tidak aktif dan kalau dibandingkan dengan saat dia aktif. Setelah itu kita juga bisa pakai AI-nya buat bikin gambar cukup bermodakkan tulisan mengenai ide gambar kita. Salah satunya kita bisa pakai aplikasi Comffi UI yang satu ini. Kita tinggal masukkan teks atau prom seperti ini. Lalu klik tombol run. Gambarnya langsung jadi dalam waktu beberapa detik saja. Nah, buat main game competitif atau game action, graphic saat ini juga punya fitur Nvidia Reflex untuk menurunkan tingkat input latency saat mainkan game. Jadi, saat gamer menekan tombol di keyboard, mouse, atau gamepad, game akan lebih cepat merespon input dibandingkan kalau dia tidak diaktifkan. Fitur ini harusnya bisa membantu gamer saat mainkan game yang membutuhkan penekanan tombol yang cepat dan akurat. Tentunya kemampuan 50 series juga ditunjang dengan aplikasi Nvidia App. Di aplikasi ini kita bisa mengupdate driver ke versi terbaru atau berpindah dari game ready driver ke studio driver untuk para content creator ya. Di sini kita juga bisa mengaplikasikan setting game yang direkomendasikan Nvida sesuai dengan tipe GPU-nya. Jadi, kita enggak perlu repot mengatur satu persatu setting di dalam game untuk mendapatkan frame rate yang mulus dan tidak patah-patah. Lalu ada juga menu DLSS override yang bisa memaksa game terbaru untuk memakai fitur DLSS tertentu. Selain itu ada juga fitur RTX video enhancement yang bisa mengupscale video resolusi rendah ke resolusi lebih tinggi. Enggak ketinggalan, kita juga bisa mengtikan fitur Nvidia Overlay untuk merekam permainan kita dalam bentuk video ataupun gambar screenshot. Menariknya, kita juga bisa menggunakan Nvidia Overlay untuk menampilkan informasi frame rate, latency, dan juga utilisasi CPU serta GPU saat kita lagi bermain game. Lalu ada fitur automatic tuning yang secara otomatis bisa mencari setting clock paling optimal untuk graphic card kita. Nah, selain Nvidia app, ada juga aplikasi Nvidia Broadcast yang bisa membuat kemampuan webcam di PC kita jadi lebih canggih lagi. Dengan nginstal Nvidia broadcast, webcam kita jadi punya fitur seperti background blur, background remove, background replace, auto frame, eye contact, vinyet, dan video noise removal. Menariknya di versi terbarunya ada fitur virtual key light yang membuat tampilan diri kita di kamera jadi terlihat lebih terang seolah-olah disorot lampu tambahan. Bisa dilihat nih bedanya saat virtual key aktif dan tidak aktif ya. Nah, perlu diperhatikan fitur tersebut membuat graphic card bekerja dengan load yang tinggi banget ya. Jadi enggak disarankan untuk diartikan bersamaan dengan aplikasi yang juga membebani graphic card seperti game misalnya. Oke, selain untuk kamera, Nvidia broadcast juga membuat mikrofon di PC kita punya fitur seperti noise removal dan room eco removal untuk menghilangkan suara bising yang mengganggu. Ada juga fitur studio voice yang diklaim membuat kualitas perekaman mikrofon bisa mendekati kualitas perekaman mikrofon di studio kelas atas. Studio juga membuat grafis card bekerja dengan load yang sangat tinggi ya seperti virtual key tadi. Mau tahu bedanya? Nah, ini dia bedanya antara Studio Voice aktif dan tidak aktif. Ya, ini adalah contoh suara kami saat fitur Nvidia Studio Voice dinonaktifkan. Dan ini adalah contoh suara kami saat fitur Nvidia Studio Voice diaktifkan. Oke, GeForce RTS 5060 Ti dari Genw ini punya boost clock di 2.572 MHz. Jadi, masih sesuai dengan standar dari Nvidia. Untuk supply daya grafis card ini menggunakan satu konektor 8 pin PCI dengan nilai TGP maksimum di 180 wat. Jadi kita gak perlu tuh beli power supply baru dengan konektor 12 VHPWR asalkan power supply yang kita miliki keluaran dayanya sudah mencukupi buat RTX 5060 Ti dan ada konektor 8 pin PCI-nya. Lalu untuk pendingin grafik saat ini menggunakan sistem pendingin du slot dengan ukuran 29,1 * 11,6 * 4,1 cm. Sistem pendingin ini dilengkapi dengan base plate mega copper base dari bahan tembaga yang meng-cover pendinginan chip GPU dan VRAM. Dia juga dilapi dengan tiga buah komposite heat pipe yang mentransfer panas dari base plate ke sirip-sirip heat sink. Pendingan tersebut juga dilengkapi dengan tiga buah kipas dengan struktur bilah yang diperkuat sehingga putaran kipas lebih stabil dan lebih minim dari kebisingan. Kipas tersebut juga punya fitur zero RPM fan ya. Jadi dia enggak berisik saat beban kerja di grafis kartu tuh rendah sekali. Nah, sistemingin tadi juga menggunakan shrout atau penutup berwarna hitam dengan motif kulit ular nih ya. Jadi penampilan jadi unik aja di sini tentunya grafik Snya juga dilengkapi dengan lempengan logam pada bagian belakang PCB-nya untuk mencegah resiko melengkung. Sementara untuk konektor display-nya itu ada tiga display port 2.1B dan 1 HDMI 2.1B. Nah, untuk prosesor pengujian kali ini kita menggunakan Core Ultra 5 245K yang punya 14* 14 thread. Integrate graphis pakai Intel graphic. Motherboard-nya pakai MSI Pro Z890A WiFi. Untuk RAM-nya kita pakai 32 GB Kingston Fury DDR 5 6000 dual channel. Storage kita pakai 1 TB SSD Adata Legend 900 NVME PCI gen 4x4 dan SSD ini diklaim punya kecepatan baca di 7.000 MB/ dan tulis di 5400 MB/s. Untuk CPU cooler kita pakai Cooler Master Master Liquid Core 2 360 black ARGB. Sistem Ping ini juga dipapir dengan radiator 360 mm dengan tiga buah kipas. Untuk power supply kita pakai Cooler Master MWi Gold 850 V3 ya. PSU ini punya keluaran daya 850 wat dan sudah menulis standar 80 plus gold dan ATX V3.1. Untuk casing kita pakai Cooler Master Elite 681. Ocas ini mendukung motherboard hingga form factor ATX dan bisa dipasangi hingga 10 kipas. Operating system tentunya kita pakai Windows 11 24 H2. Oke, langsung aja kita lihat performanya. Kita coba dulu dengan Blender dengan file barbershop GPU rendering dengan kuda ya. RTX 2060 Super itu sesai dalam waktu 4 menit 5 detik. RTX 3060 Ti sesai dalam waktu 3 menit 2 detik. Sementara kalau kita pakai RTX 5060 T selesai dalam waktu 2 menit 39 detik. Di sini terlihat bahwa waktu render RTX 5060 Ti itu lebih cepat sekitar 35% dibandingkan RTX 2060 Super. Sementara kalau dibandingkan dengan RTX 3060 Ti itu dia lebih cepat sekitar 12%. Sekarang kita lihat kalau GPU rendering pakai optics. RTX 2060 super 2 menit 45 detik, RTX 3060 T 1 menit 53 detik, RTX 5060 T 1 menit 27 detik. Nah, kalau pakai optics faktor render RTS 5060 Ti itu lebih cepat sekitar 47% dibandingkan RTS 2060 Super. Sedangkan dibandingkan RTS 3060 Ti lebih cepat 23%. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat GPU rendering dengan kuda itu suhu RTX 5060 dari Genw dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 70 derajat Celcius. Enggak ada masalah sama sekali. Sementara untuk konsumsi daya sistemnya kalau pakai RTS 2060 Super itu di 218 sampai 236 wat. RTS 3060 Ti itu 218 sampai 239 wat. Sementara uniknya kalau kita pakai 5060T itu cuma 181 sampai 193 watt saja. Kelihatan ya walaupun waktu rendernya lebih kencang tapi konsumsi daya PC dengan 5060 Ti itu lebih irit dibandingkan RTX 2060 Super ataupun RTX 3060 T ya. Oke kita lanjut kalau kita pakai Adobe Premiere Pro 2025 videonya 4K60 2 menit unit yang biasa kita pakai kalau kita pakai kuda. Kita lihat RTX 2060 Super 1 menit 14 detik. Artis 3060 TI 1 menit 8 detik. 5060 TI itu ada 1 menit 5 detik. Jadi untuk 4K, RTX 5060 T unggul 12% dibandingkan 2060 Super dan 4% dibandingkan RTX 3060 Ti. Kalau videonya full HD 60 fps 2 menit 7 detik juga kalau kita pakai kuda RTX 2060 super 22 detik, 30 60 T 20 detik, dan kalau kita pakai 50 60 19 detik. Nah, kalau di sini kita lihat RTX 5060T itu unggul 13% dibandingkan 2060 Super dan 5% dibandingkan RTX 3060 Ti. Sekarang kita lihat suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video exporting. Nah, di sini kita lihat e suhunya tuh terjaga aman di bawah 60 derajat celcius. Sama sekali enggak ada masalah. Sementara untuk konsumsi kalau sistemnya pakai RTX 2060 super kita butuh 259 sampai 273 wat. Kalau pakai RTS 3060 TI 221 sampai 248 wat kalau kita pakai 5060 Ti itu butuhnya cuman 197 sampai 212 wat saja. Di penghujian ini juga terlihat walaidaya PC dengan RTS 5060 TI jadi lebih irit. Lanjut ke Dafin Vinci Resolve 19.1. Video 4K 60 2 menit 7 detik lagi ya. Artis 2060 Super 2 menit 29 detik. Artis 3060 Ti 2 menit 10 detik. Artis 5060T juga sama di 2 menit 10 detik juga. Nah, di skenario 4K ini RTX 5060 Ti unggur 12% dibandingkan RTX 2060 Super. Kita lanjut ke video. Full HD 60 fps 2 menit 7 detik, RTX 2060 Super 39 detik, RTX 3060 T detik, RTX 5060 T 33 detik. Nah, di sini RTX 5060 Ti T unggul 15% dibandingkan RTX 2060 Super dan sekitar 5% dibandingkan RTX 3060 Ti. Untuk su kerja di sini kelihatan bahwa RTX 5060 Ti dari Genw itu bisa bertahan di bawah 70 derajat Celcius. Nah, untuk konsumsi dayahnya sistem yang pakai RTX 2060 Super itu butuh 212 sampai 287 watt. Yang pakai RTX 3060 TI butuh 26 sampai 295 wat. Sementara untuk yang pakai RTX 5060 T itu butuh 200 sampai 258 wat. Lagi-lagi konsumsi daya PC dengan RTX 5060 Ti terlihat lebih irit di sini. Lanjut untuk Trimarx Time Spy Graphic Score dengan DX12. Kita lihat RTX 2060 Super ada di 8.607 poin. RTX 360 TI ada di 11.848. 848 poin. Artis 5060 Ti ada di 15.728 poin. Nah, di pujian ini RTX 5060 TI terlihat unggul sekitar 45% dibandingkan RTX 2060 Super. Sementara kalau dibandingkan dengan RTX 3060 Ti, dia unggul sekitar 32%. Jadi kelihatan ya kalau performa RTX 5060 Ti ini jauh lebih kencang dibandingkan RTX 2060 Super maupun RTX 3060 Ti. Ini pengujian tanpa fitur DLSS frame generation karena banyak yang lupa gitu ya bahwa pengujian satu ini enggak pakai itu ya. Oke kita langsung lihat untuk gaming. Nah kalau DSS multiframe generationnya kita aktifkan bagaimana beda performanya? Nah sekarang kita lihat dalam pengujian game-nya. Oke, Untuk suhu kerjanya, setengah jam memainkan Assassin's Creed Mira suhu kerja RTX 5060 T ini masih aman sih, cuma 57 sampai 59 der Celcius aja ya. Kalau untuk harganya menurut Marketplace Agress Computer Official, harga Genw GeForce RTS 5060 Ti Python 3 ini Rp8.290.000, Garansinya dapat 3 tahun. Oh ya, selain RTS 5060 Ti, Agress Computer sebagai official partner dari Genw juga menawarkan tipe grafis card Ginw yang lainnya di marketplace mereka. Tentunya semua grafis card Gwi. Ya, yang masuk ke Indonesia. Iya, setelah pengujian itu kita lihat ya dari sisi gaming ya dari pengujian kami terlihat jelas bahwa tanpa DLSS tanpa DLSS multiame generation performa gaming dari RT 5060 Ti itu terbukti lebih kencang dibandingkan RTX 2060 Super maupun RTX 3060 Ti. Apalagi kalau kita aktifkan DLSS 4 multifame generation-nya. Makin jauh beda performance-nya ya tumpah-tumpah juga tuh FPS-nya. Uniknya kalau performa naik biasanya kan konsumsi dia ikutan naik. Tapi dari pengujian kami, konsumsi daya sistem yang pakai RTX 5060 Ti itu cenderung mirip atau lebih rendah dibandingkan RTX 2060 Super atau RTX 3060 Ti. Ini membuktikan kalau arsitektur dari RTX 5060 Ti itu memiliki rasio performance per watt yang lebih baik dibandingkan dua pendahulunya. Oh ya, sebelum ada yang nanya, semua tadi pengujian itu, perbandingan itu cuma GPU-nya doang yang diganti ya, sistemnya sama semua. Jadi, efek perubahan power consumption-nya itu hanya efek dari GPU-nya. Nah, sekarang kalau untuk content creation ya, untuk content creation perbedaan performa RTS 5060 Ti dengan 2060 Super dan RTS 3060 Ti memang gak sebesar skenario gaming. Tapi dari pengujian kami terlihat bahwa RTS 5060 Ti masih unggul cukup signifikan dengan konsumsi daya yang lebih irit. Ini penting banget karena kalau kalian nge-render sampai hitungannya hari, konsumsi dayanya tuh beda banget jadinya. Ya, tentunya dukungan video F1 dan color format 422 itu menjadi keunggulan RTX 5060 Ti yang tidak dimiliki RTX 2060 Super ataupun 3060 Ti. Jadi terlihat jelas ya, Nvida GeVOS RTS 5060 Ti ini bisa membuttikan diri sebagai opsi upgrade yang menarik untuk para pemilik RTX 2060 series maupun 3060 series. Apalagi harga RTX 56 UTI dari Genw ini masih relatif terjangkau. Performanya kekinian, performanya kekinian untuk game retracing. Konsumsi dayanya irit, kapasitas viramnya langsung 16 GB dan bisa langsung dipakai dengan PSU lama yang punya konektor PCI 8 pin. Jadi kalau menurut saya sih di awal 2026 ini adalah saatnya untuk mempertimbangkan atau menetapkan untuk upgrade ke RTX 5060 TI.
