WOW AKHIRNYA XTRAIL HYBRID TERBARU MELUNCUR!! KINI HYBRID DAN AWD! (YouTube Video)
Akhirnya X-Trail datang lagi ke Indonesia. Aduh, senang banget ya. Karena gua punya historia yang cukup panjang dengan X-Trail dan gua senang banget X-Trail dari zamannya T30, T31, even T32 gua pernah punya. Sekarang T33 akhirnya masuk kembali setelah vakum beberapa tahun. Jadi gua sebelum bikin video ini ya, gua kan cari referensi dulu di YouTube ya, fitur-fiturnya apa segala macam. Kalau kita lihat nih ya, di Indonesia itu cuma masuk satu model doang. Jadi enggak ada. Kalau dulu kan ada yang ST, ada XT, ada apa gitu ya. Ada yang mesin 2000, 2.500. Yang ini satu pilihan engine doang. 1500 cc, 3 silinder turbo. Tapi tenaga mesin bensinnya itu enggak penting. Karena dia menggunakan teknologi e-power di mana mesinnya itu cuma jadi genset buat ngisi baterai atau nambah daya gerakin si motor listriknya. Motor listriknya ada di depan sama belakang karena dia fourwhel drive. Dan yang namanya pakai motor listrik tenaganya gede banget ya kan. Nissan klaim ya dari 0 ke 100 itu 7,2 detik. Tapi kalau kita lihat referensi di luar ya, rata-rata orang dapat sekitar 6,3 detik, 6,5 detik. Jadi klaimnya justru lebih lambat dibandingkan dengan actualnya kita dapetin pas kita nyetir mobil ini. Dan mobilnya emang responsif. Nanti kita cerit pokoknya tentang tenaga mesin dan kawan-kawan. Tapi kita bahas eksterior dulu ya. Luarnya ini juga enggak ada yang dikurang-kurangin. Ada LED DRL di atas. Ininya Vshape grill-nya ya, khas Nissan sama lampu utamanya ada di bagian bawah sini ya dan bagian tengahnya adalah high beam-nya. Fog lamp juga ada dan chrom-krumannya itu juga minimalis. Gua kan enggak suka sama mobil yang chromnya terlalu kebanyakan gitu ya. Ini cuma begini aja sama begini. Jadi kesannya manis gitu, enggak over. Dan kalau kita lihat dari samping, weh, Nissan X-Trail sekarang kembali lagi mengkotak setelah T32 jadi meliuk-meliuk ya, jadi curvy. Nah, di T33 masih ada curvy-nya tapi udah jauh lebih kotak. Siapnya tuh tek tek sampai ke belakang juga. Dan karena dibikin kotak seperti ini, interiornya juga jadi lebih lega. Peleg sekarang 19 inci terbesar di sebuah X-trail pakai ban hangkuk 2355 R19. Terus lihat dalamnya rapi ya. Sama di sini nih ada lubang buat aerodinamika. Jadi di sini tuh ke belakang itu bolong dia. Nah, ke bagian belakang sini kita lihat sampingnya ada tulisan e power di sebelah sini sama bagian bawahnya ada chrome. Dan sekali lagi gua bilang chromnya manis cuma segini aja sama di bagian sini. Enggak terlalu lebay sampai ke bagian sininya. Enggak. Jadi cuma di bagian sini doang sama sini. Padu padannya pas. Nah, mesinnya baru nyala tuh. Terus di bagian sini ada kotak kaku gini ya. Keren. Jadi shoulder line-nya dibikin lebih gede. Dan bagian belakangnya kalau depan tadi itu plastik. Intervendernya di sini pakai karpet. Nah, jadi kalau pakai karpet gini biasanya lebih bagus buat meredam suara kolong ya. Belakangnya juga sudah independent dan ada rem cakram belakangnya sama dia punya motor listrik di bagian belakang bertenaga 133 horsepow. Jadi dia all wheel drive dan bagian belakangnya dia seperti ini. Bagian ininya tuh agak sedikit gede ya. Kalau misalkan dibikin lebih kurus lagi mungkin lebih bagus dan kita enggak akan menemukan knalpot di bagian belakang. Jadi enggak ada knalpotnya ya. Ke atas ini spoilernya seperti ini. Lampunya sudah pakai LED ya. Tapi bagian lampu sein sama lampu benturnya dia belum LED. Masih ada bohlamnya. Terus kalau kita buka itu bukan dari sini tapi dari bawah ada pencetannya. Nah sekarang kita buka bagasinya ya. udah electrol power back door sama bagian bagasinya ini sebenarnya kalau kita lihat di luar itu lebih lega dibandingkan yang kita lihat sekarang. Kenapa? Karena untuk yang versi Indonesia dia masuk yang seven seater lebih tepatnya 5 plus 2 ya. Karena bagian belakangnya ini cuma buat anak kecil aja. Dan bagasinya kita tuh enggak dikurang-kurangin. Seperti gua bilang tadi enggak pelit loh. Tetap dikasih ini nih. Nih dikasih separasi langsung bawaan dari pabrik. Bawaan dari sananya kita langsung dikasih tuno cover-nya ya. Terus di bawah sini kalau kalian pikir ada tempat buat penyimpanan. Kecil sekali karena penyimpanan cuma di sini aja. Terus di sini ada ta repairment kit sama ada cairannya seperti ini. Mereknya Continental lagi. Nah, terus di sebelah kiri sini kayaknya ada versi yang pakai dongkrak ya. Cuma karena dongkraknya enggak ada, jadi dibikin bolong aja seperti ini dan bisa dibuka. Kita tutup ininya bisa dilepas dengan mudah ya. Dan kalau misalkan kita angkat bangku belakangnya, bagasi belakangnya jadi sangat kecil. Seperti ini. Cuma segini aja. Di sini ada colokan 12 volt ya buat mungkin kalian mau pakai vag cleaner atau semacamnya. Udah itu aja dan kita enggak usah pasangin ini dulu. Kita taruh belakang ya. Nah, ini separasinya harusnya taruh situ tuh ya ada hook-nya kiri kanan. Dan kalau misalkan kita butuh bagas lebih gede lagi, tinggal dilipat rata lantai tengahnya. Atau kalau misalkan kalian pengin ada orang di tengah enggak pengin dilipat, dia bisa di-liding dan jarak sliding-nya sangat jauh. Nanti kita akan lihat ya. Oke, ini bagian tengahnya dan bisa kalian lihat ini posisi duduk kita tadi ya. Jaraknya jauh sekali leg room-nya. Tapi ini adalah kursi paling mentoknya ya. Jadi kalau misalkan tadi gua bilang kita butuh ruang bagasi lebih lega, tinggal dimajuin aja. Tapi majunya enggak cuma segini, bisa sampai mentok sekali. Jadi kalau misalkan oke segini deh, tetap masih bisa duduk hampir mentok ya. Cuma lihat bagasi kita tuh dapat space yang jauh lebih gede dibandingkan dengan yang tadi. Nah, kenapa bisa sepanjang ini dia sliding-nya? Karena kalau kita mau akses ke belakang caranya dengan tarik di sini. Nah, seperti itu dia. Dan kita juga bisa tarik dari sebelah kiri. Jadi, kanan kiri itu bisa dimajuin ke depan seperti ini buat dapetin keakses ke belakang. Jadi kalau misalkan kita mau dapetin ruang kaki yang lega buat di belakang ya tinggal tengahnya aja. Gimana caranya dia bisa kompromi. Yuk, kita ke belakang yuk. ini dia di belakang ya. Seperti yang gua bilang, harus kompromis sama yang depan kalau kita mau dapatin leg room. Terus ini kita naikin. Sebenarnya kalau kita duduk di sini, kepala gua agak sedikit mentok ya. Jadi kalau kita mau duduk di belakang harus Nah, mungkin ini yang lebih tepat sih, jangan nyender. Kalau nyender pasti kena. Mungkin kalau kalian punya anak yang masih SD atau SMP bisa disuruh duduk di belakang. Dan kalau misalkan depan mau dilurusin gini ya. Oke. Nah, kaki kita tuh masih bisa masuk ke kolong sedikit ya. Cuma ya enggak terlalu lega lah ya. Tapi bisa, bisa tapi enggak lega. Dan di belakang sini juga enggak dapat ventilasi AC. Jadi ya kursi belakang ini cuma untuk darurat aja. Kalau misalkan kalian enggak butuh, sebaiknya dicopot aja sih. Karena beberapa mobil ekstra yang gua lihat yang di luar itu kebanyakan option seven seater-nya ini enggak dipakai atau enggak ditawarkan. Tapi karena orang Indonesia itu penginnya seven seater, makanya opsi ini ditawarkan. Dan kita juga dapat seat belt di bagian belakang sini. Jadi emang proper. Dan untuk seat belt-nya juga nih, lihat deh di sini ada tempat buat nyangkutin. Lucu ya. Udah itu aja sama buat yang sebelah sini juga ada tempat buat cakutan seat belt-nya. Udah jadi deh. Dadah. Sekarang kita keluar lagi nih. Kalau mau lihat nih. Nah, dapatnya segitu tuh. Jadi ke depannya harus agak sedikit kompromis sih kalau misalkan di belakang sini pengen ada tempat buat orang. Yuk, let's go kita keluar. Nah, dengan kursi belakang yang seperti ini, menurut kalian lebih baik jadi five seater aja atau seven seater buat darurat? Coba komen di bawah. Oke, sekarang kita buka kursi tengahnya. Nah, kemudian kalau misalkan kita mau lipat rata lantai, ada tuas di sini kecil, kita pencet di sini. Nah, dia langsung bisa rata seperti ini. Yuk, sekarang kita masuk. Hah, enak ya. Dingin ya. Dan menariknya ya AC dari X-trail ini biasanya mobil-mobil di kelas ini itu cuma dual zone, tapi di mobil ini dia triple zone. Jadi, suhu antara depan kiri, depan kanan sama belakang itu bisa diubah sesuai dengan keinginan kita. Tapi dia enggak ada tombol buat pengaturan kecepatannya ya. Jadi kecepatan ngikutin depan tapi temperaturnya sendiri. Terus di sini juga ada colokan USBC, USBA. Di sini ada tempat penyimpanan. Atas ada panoramic sunroof-nya. Sebelah kanan kita dapat cray. Nah, dan bagian door trim sininya karena dia ada cray dia itu enggak soft touch ya. Dia itu keras di bagian sininya baru di bagian sini dia pakai kulit. Sini pakai kulit. Bagian tombol power window-nya sudah allo. Dan panel di bagian power window-nya ini dibikin kayak kayu ya. Jadi dipegang itu kayak ada pattern-nya gitu loh. Nah, kursi belakangnya enak ya. Jadi karena yang gua bilang tadi dia bisa diatur seberapa rebah. Ini yang paling rebah. Gua ngerasa ini rebahnya pas dan dibuat santai juga sandaran kepalanya juga nyaman ya pas. Kemudian kursi tengahnya ini tinggal kita buka sandaran tangannya. Eh, pas loh tinggi ya. Jadi pas buat tangan gua. Cuma yang kanan ini agak sedikit turun. Ini bisa dimajuin lagi. Nah, di sini ada tempat buat naruh HP sama cup holder dua dan ukurannya beda nih. Yang depan lebih gede, belakang lebih kecil. Jadi, ketika kita duduk di belakang dengan posisi kayak gini, ini cocok juga kalau misalkan kita pakai driver, enggak cuma pas kita nyetir sendiri. Sekarang kita ke bagian depan. Let's go. Ya, sekarang kita masuk ke dalam interiornya. Ini bagian yang paling gua happy karena gua di Jepang udah nyobain mobil ini ya sama Om Fitra, Omobi. Buat teman-teman yang belum nonton videonya, gua kasih ininya ya. playlist-nya di bawah ya. Dan apa yang gua lihat di Jepang kemarin sama di CD itu sama enggak dikurang-kurangin. Nah, karena yang gua bilang tadi gua sebelum ini masuk ke Indonesia gua tuh udah research gitu ya. Di luar itu ada beberapa hal yang dihilangin gitu. Kayak misalkan layarnya ada yang versi kecil, ada yang versi lebar seperti ini. Terus head up display juga tetap ada. Speedometernya tetap pakai yang digital besar dan tampilannya kalau misalkan kalian terbiasa dengan Nissan Serena ini kurang lebih mirip. Terus dia pakai speaker dari Bose suaranya bagus. Jadi kalau misalkan di kuping gua, gua enggak ngerasa ini perlu upgrade. Termasuk juga yang gua suka dari mobil ini adalah build quality fit and finish-nya bagus dan desainnya pun juga bagus. Ya, kalau misalkan kita pegang bagian atas ini, ini pasti empuk dong. Jat-jatan asli dong ya kan? Tapi bagian sininya itu tuh empuknya empuk banget loh. Tuh bisa ditekannya sampai dalam gitu. Dan bagian sini juga biasanya beberapa mobil dengan konsol tengah yang bisa floating kayak gini itu biasanya kan suka goyang banget ya. Ini rigid dan enggak ada bunyi-bunyi krietate-krietate gitu. Kalau kita tekan-tekan gitu tuh solid semuanya solid gitu ya. Jadi Nissan itu enggak ngurang-ngurangin features dan quality-nya. Dan ini mobil kebetulan CBU dari Jepang. Jadi quality dan kawan-kawannya juga rasanya Jepang ya. Jadi gua senang sekali ya. Kemudian di sebelah kanan sini kita juga dapat pengaturan buat ketinggian lampu sama head display-nya bisa kita nyalain matiin dari sini sama ada tombol power back door sama untuk kita bisa atur kecerahan dari instrumen yang ada di sini gitu. Jadi tombol-tombol fisiknya tuh masih ada. Enggak semuanya diumpetin di dalam layar gitu. Kayak misalkan contoh buat spion masih ada tombolnya, AC semuanya tombolnya lengkap sampai ada heated seat-nya juga ya. Bahkan buat kita ngatur suhu di belakang itu ada tombolnya langsung. Biasanya dua step ya. Ada beberapa mobil tuh kita pencet dulu tombol habis itu baru bisa kita atur. Ini enggak. Dia langsung dikasih tombol fisiknya di sini. Keren ya. Bagus nih. Sama. Dia enggak ada pemanas buat setirnya karena di Jepang yang gua lihat kemarin ada pemanas setirnya. Kemudian dia ada auto lem, auto high beam sama gua suka tuh panel-pantelan Nissan ini ya. Eh, saklar-saklar tuh bagus, tombol-tombolnya pun juga bagus, perintilan-perintilan power window segala macam sampai ke tombol-tombol sini itu gua enggak ada komplain. Nah, head unit dia ini dibikin floating ya sama ini masih diplastikin. Gua pengen buka cuma agak enggak tega ya, bukan mobil gua ya. Kita pencet home di sini. dia sudah pakai Apple CarPlay dan Android Auto sudah wireless sama dia punya peta langsung ada di sini ya. Jadi kalau misalkan kita gak ada Android Auto juga bisa langsung pakai peta yang ada di dalam dan petanya ini terhubung dengan headup display dan layar di bagian sini gitu. Jadi misalkan kita mau jalan ke let's say kita mau ke ini ya Pasar Minggu. Eh kebalik nih. Nah kita mau ke Citos misalkan. Nah, Cilandak Town Square Goder. Oke, nih ada fastest, echo, shortest. Shortest yang paling pendek jaraknya 6,5 kilo. Sama aja sih. Eh, kita yang fastes aja deh ya. Start. Coba ya. >> Tuh, di situ dia ada arahnya. kita harus muter balik ke depan sama nama jalannya ada di sana. Jadi kalau misalkan kita pakai peta dari sini itu muncul juga di head up display-nya. Oke, di sini sebenarnya juga ada nih kalau enggak salah ya. Kita coba cek. Nah, nih kita bisa lihat seperti apa. Cakep ya. Jadi layarnya ini semuanya nyambung gitu loh. Bukan berdiri sendiri masing-masing. Enggak. Semuanya nyambung. Oke, kemudian di bawahnya ada tombol 4 biji ya untuk previous. Next, volume di sini ini ada day and night ya, jadi bisa gelap, bisa terang. Nah, ini paling penting kamera kalau kita pencet jadi kamera 360 seperti khasnya Nissan. Karena Nissan tuh pertama kali yang pakai kamera 360 buat mobil Jepang, ya. Nah, di atasnya ada spion sudah elektrocromatik tapi belum yang digital seperti Serena. Di sini ada tempat buat naruh kacamata, lampu-lampu, sama buat buka sunroof di sini. Ih, sunroof-nya suaranya halus banget loh. Sudah ya. Oh, bisa dibuka lagi. Lumayan gede ya. Cuma ini sih smooth banget suaranya ya. Enggak berisik ya. Berisik. >> Nice. Kita buka ya. Nah, ada kacanya, ada lampunya. Oke, dan kursinya. Eh, dia tuh desainnya enggak yang neko-neko ya. Jadi, pattern-nya gini-gini aja gitu. Tarikan garisnya enggak dibikin model sekarang yang sporty-sporty. Sama kalau di luar itu dia ada yang versi warnanya tuh coklat muda. Nah, yang masuk Indonesia itu warnanya hitam. Di bagian atas sini dia dikasih warna kayak coklat tua. Nah, terus kursinya dia sudah elektrik sebelah kanan dan ada lambarnya. Dan kursinya ini masih sama seperti kursinya X-trail T32 yang pakai zero graffity seats-nya NASA. Jadi kalau misalkan kita pakai jarak jauh ya, gua pakai T32 tuh paling jauh dari ee mungkin dari dari Klaten. Dari Jakarta terus gua bawa ke Batu Malang itu makin lama kita pakai tu mobil itu kursinya tuh lama makin nyaman gitu. Cuma pas kita duduk pertama kali, kesannya kayak biasa aja. Pas kita pakai lama, aduh ini kursinya enak banget. Harusnya impresinya bisa sama seperti itu. Cuma kita enggak nyobain sampai ke Batu Malang sih. Tapi kalau misalkan kita ke Batu Malang mungkin gua akan merasakan hal yang sama karena Nissan klaim dia masih pakai kursi dengan teknologi yang sama. Oke, yuk kita jalan-jalan yuk. Udah lama gua enggak naik X-Trail. Sekarang naik X-trail lagi dan langsung yang T33. Iya, ini jauh banget ya. Telescopic steeringnya bisa sejauh itu loh, kayak mobil Eropa. Yuk, let's go. [Musik] Nah, sekarang kita sudah masuk ke dalam Nissan Xtil terbaru ya. Jadi di T32 karena gua tuh sekitar tahun lalu gua masih punya gua jual habis itu ya gua ngerasa tuh Nissan Xtrail T32 tuh visibilitasnya enggak enak gitu ya. Dashboardnya agak jauh ke depan, pilarnya itu juga ganggu sama shoulder line-nya ini dia tuh tinggi gitu. Jadi kalau gua kan sukanya kalau nyetir itu kan paling rendah ya kursinya ya. Jadi rasanya kayak di sebuah sport car gitu ya. Nah di mobilnya itu langsung diperbaiki. Pemandangan ke depan tuh enak, pilarnya kecil sama spionnya itu ditaruh di tangkai sini. Jadi ditarik kita masih punya bisa ngintip di bagian sini nih. Jadi blind spot di pilar A-nya itu enggak terlalu gede. Sama kita bisa ngelihat visibilitas yang bagus karena shoulder line juga pendek gitu. Kita bisa ngintip ke kanan kiri tuh enak. Ke sana tuh dia tuh punya kaca sampai ke belakang tuh besar. Even kita ngelihat ke belakang itu gampang gitu. Kecuali pas dinaikin tuh headr-nya kayak kelihatan ada dua kepala gede gitu ya. Nanti kita turunin lah ya. Dan bagian transmisinya dia sudah pakai yang elektrik seperti ini ya. Jadi kayak kotak gede gitu. Ini P-nya kalau kita pencet langsung masuk ke P. Kalau kita mau masuk, pencet sebelah kanan masuk ke D. Nah, karena dia adalah sebuah mobil listrik yang dikasih genset, artinya dia enggak punya transmisi, enggak bisa ganti gigi 1 2 3. Alhasil dia enggak punya pedle shifter dan enggak ada simulated gear shift-nya, ya. Jadi, kalau misalkan kita pengen masuk sport mau terus ganti gigi, enggak ada gitu. Jadi rasanya ya kayak mobil listrik aja gitu. Kalau misalkan kita gas. Wow. W kencang loh ini loh. Kencang Mak. Kencang banget. Dan kita punya drive mode di bagian sini ya. Ini sekarang kita di mode auto, ada mode echo ya, sama ada mode sport. Dan untuk offroad-nya itu ada di sebelah kiri ya, ada mode snow sama mode offroad. Nah, udah itu aja sih kita masuk ke sport mode deh. Ketika masuk sport mode tentu saja pedal F-nya langsung berubah. Kita gas dikit dia langsung lari. Wih, kencang. Eh, kencang. Ini buat sebuah SUV segede-gini kencang sih ya. Digas gitu langsung lari ngejambak set. Seru ya. Dia tuh kencang, tapi kencangnya tuh lebih rasa kencang mobil listrik gitu, bukan kencang mobil bensin. Karena emang semua penggeraknya itu adalah mesin listrik, enggak ada mesin bensin sama sekali. Nah, tapi ketika kita masuk ke sport mode, dia tuh regenerative breaking-nya langsung yang paling pol dimentokin gitu. Dan karena dimentokin biasanya kalau beberapa mobil ee listrik itu dimentokin itu tuh kan jadinya agak kurang enak ya. Karena kalau di FWD dia tuh rasanya kayak kita maju ke depan gitu loh, kayak ada body nose dive-nya gitu ke depan. Nah, karena dia yang regenerative breaking-nya itu enggak cuma depan doang, belakang juga ikutan. Maka ketika kita pakai si regenerative breaking-nya, gua ngerasa dia natural ngremnya tuh masih bisa kita pakai. Dan kalau misalkan kita pengin lebih terasa lagi, kita bisa masukin ke pedal. Nah, jadi kalau pakai i-pedal ini kita bisa pakai satu pedal doang buat nyetir. Jadi, pedalnya Nissan itu kalau kita dari kecepatan tinggi, misalkan dari 100 120 kita lepas pedal gasnya itu benar-benar dia bisa sampai lambat sekali. Bahkan biar lebih halus kita tuh ngelepas pedal tuh pelan-pelan gitu. Jadi kalau misalkan lagi macet gini i pedalnya itu tetap kita harus ngrem karena ketika kita lepas pedal rem dia maju dia crawling gitu. Jadi pedalnya harus ngerem juga enggak bisa benar-benar kita lepas pedal terus udah pakai satu kaki aja itu enggak bisa. Dan kalau misalkan kita penginnya lagi lampu merah terus enggak pengin mobilnya maju gitu ya langsung otomatis parking brake ada auto hold di sini. Nah, ini kita lepas nih pedalnya pelan-pelan sampai satu kecepatan tertentu. Nah, sampai 14 13 harus kita rem. Ketika berhenti auto hold-nya nyala dia enggak lepas. Terus kalau misalkan biasanya beberapa mobil kalau misalkan auto hold terus kita gas itu kan kayak ada jedek gitu ya. Ada ada deknya gitu ya. Mobil ini kita gas enggak berasa halus banget. Jadi beberapa mobil tuh pakai auto hold itu kan biasanya suka agak kasar ya. Mesti diinjak gasnya sedikit dulu dia rilis baru bisa kita gas gitu biar alus. Nah ini tuh enggak kita gas tuh langsung halus gitu loh. Jadi auto hold-nya tuh kayak kita matiin mode crep di mobil listrik. Bagus nih. Terus dia ada heal disent control di sini tapi kita bisa pakai pas lagi mode offroad baru bisa dinyalain. Tuh. Tuh kan auto hold-nya kita pencet aman loh. Sama di sini kita punya tempat penyimpanan. Di sini bisa naruh-naruh barang lagi, cup holder dan ada ini bar chargernya kalau misalkan kita mau ngecas HP kita di sini. Ini kalau dibawa begini ya baru berasa enaknya si Nissan X-Trail. Karena pertama suspensinya dia tuh comfort oriented seperti halnya Nissan X-trail lainnya. Tapi gua ada ngerasa serena-serenanya dikit gitu loh. Jadi travelnya tuh kalau misalkan kena sesuatu dia tuh agak sedikit pendek gitu. Jadi guncangannya tuh bisa didam dengan baik tapi goyangnya tuh masih ada. Dan perdaman kabinnya, kolongnya luarnya bagus dan kalau kita buka nih jendelanya dia sudah double glass. Wih. Jadi makanya ketika kita masuk dalam mobil ini langsung hening seketika. Audionya pun juga bagus, steeringnya akurat, handling-nya juga enak, body roll-nya masih minim. Ya, yang T32 itu emang terasa lebih empuk ya dibandingkan dengan T33. Tapi yang ini secara kestabilan lebih baik ke mana-mana dibandingkan dengan yang T32. Dalam artian dia bisa lebih stabil, handing lebih bagus, tapi enggak mengurangi kenyamanan ya. Kayak lebih mobil modern sih ya, emang lebih baru ya kan. Kita gas ya. Uh, gil bengis ya. Tapi kencangnya tuh lebih terasa kencang mobil listrik ya. Enggak ada perbedaan giginya, linear. Tapi gua ngerasa dia ada suara mesin kayak ngung gitu ya. Jadi ketika kita gas gitu ya, kelihatannya tenaga dari baterainya tuh enggak cukup buat muterin motor listrik depan sama belakang. Alhasil si mesin bensinnya otomatis dia langsung bekerja lebih keras gitu ngung gitu. Untuk ngasih listrik lebih gede ke mesin depan sama mesin belakang. Dan figur tenaginya sendiri motor listrik depannya itu 203 PS dengan torsi 350 Nm. Yang belakang 135 PS dan torsinya 190 Nm. Jadi, yah makanya kencang, tenaganya gede ya kan. Tapi enaknya mobil hybrid ya meskipun tenaganya besar, konsumsi bahan bakarnya tetap irit. Kayak misalkan nih tadi udah kita ngegas-ngegas gitu ya, ada TPMS-nya by the way. Oke, nih. Sekarang kita coba reset ya. All kan tadi baru kita coba gas-gas, sekarang kita coba nyetir seperti bagaimana orang pada umumnya. Oke, kita masuk ke mode Echo saja ya. Mode echo kita pencet dia langsung terasa engine braking-nya ya. Kita muter balik di sini nanti kita lihat pas sudah mau nyampai dapat berapa kita kilm/l-nya. Kemudian kita nyobain adaptif cruise control-nya. Adaptif cruise controlnya bagus ya. Mobil depan masuk dia ngeremnya halus dan ketika kita kencengin juga dia akselerasnya juga halus. Tapi dia enggak dilengkapi dengan L keeping assist. Dia cuma line departur warning doang. Jadi kalau misalkan kalau misalkan kita keluar gitu ya jalur dia getar-getar aja tuh dert deret dert deret dia enggak ngelurusin. Nah jadi kurangnya di situ aja sih. Kalau misalkan dikasih line keeping assist itu pasti lebih bagus lagi. Dan kalau kita ngomongin soal fourwheel drive-nya dia tuh namanya eforce. Jadi dia tuh bisa mendistribusikan tenaga mesin ya depan belakang sama kiri kanan. Jadi kalau misalkan kita lagi belok kencang, misalkan kita belok kiri kencang nih, nanti ban sebelah kirinya itu direm sama si Nissan biar si ban sebelah kanan luar itu punya tenaga lebih banyak, putarannya lebih banyak. Alhasil ketika kita belok itu belok itu bisa lebih stabil dan lebih tajam. Enggak cuma dari pergerakan setirnya doang, tapi dari pergerakan si masing-masing rodanya itu. Oke, sekarang kita keluar tol. Tebak kita dapat berapa kilometer per liter sekarang. >> Pas kita matiin petaknya. Kenapa dia masih bilang cion tolbut? Artinya dia mendeteksi depan kita ada tol. Dia ngasih tahu hati-hati di depan ada gerbang tol. Oke. Nah, sekarang kita cek kita dapat berapa nih? 22,2 km/L setelah driving 7,4 km dengan average 52 km/h selama 8 menit 43 menit, 8 menit 44 detik. Oke loh. Overall ini mobil tuh sesuai gua harapkan sih dari sebuah Nissan X-til baru ya. kelengkapannya, rasa berkendaranya. Dan kita enggak bisa lupa bahwa dia punya mesin bensin 1500 cc 3 silinder turbo, ya. Tapi suara mesinnya itu hampir enggak kedengaran. Kecuali pas kita ngebut banget, kita tarik gitu, baru dia terasa ada suara mesin. Tapi suara mesinnya menurut gua masih halus. Dan intinya sih getaran mesinnya tuh sama sekali enggak berasa gitu. Naik dong jadi 23,6 km/l ya. Tapi itulah yang membedakan mobil hybrid beneran sama mobil hybrid-hybridan. Mobil hybrid beneran itu dipakai macet itu tetap masih irit. Seboros-borosnya mobil hybrid dipakai macet itu tetap lebih boros mobil biasa yang CC-nya kecil 1300 cc gitu ya. Misalkan dipakai macet kan boros juga gitu. Tapi pas dipakai di jalan tol bisa 1 banding 20. Nah, kalau mobil hybrid beneran tuh 24,1 sekarang malah naik lagi. Ya, begitulah kurang lebihnya. Jadi, Nissan Power itu beda sama hybrid yang pada umumnya. Biasanya mobil hybrid itu dia tetap punya transmisi ee dan dia itu mesin bensinnya masih bisa jadi penggerak. Kalau Nissan itu benar-benar dipisahin gitu mesin bensinnya cuma buat ngecas doang enggak jadi penggerak sama sekali. Penggeraknya semua full elektrik. Depan ada dinamo, belakang ada dinamo. Dan baterainya itu ukurannya sama kayak mobil hybrid pada umumnya, 1,8 kWh. Jadi kalau misalkan kita baterainya lagi penuh, kita bisa nyalain EV mode. Itu bisa jalan buat jarak-jarak dekat. Terutama buat kalian yang punya garasi di rumah kan ggak pengen dong ada as knalpot masuk ke dalam rumah ya. Nyalain EV modenya kita bisa pakai buat parkir. kalau kita pakai power hybrid gini karena dia full semuanya mobil listrik ya. Jadi tenaga mesin listriknya tuh gede dari kecepatan rendah sampai kecepatan tinggi itu semuanya pakai mesin listrik. Dan ketika kita ngelepas gas itu regenerative breakingnya itu lebih banyak didapetin dibandingkan dengan mobil hybrid biasa. Karena semuanya udah pakai mesin listrik kan, makanya bisa sampai pakai e pedal kayak tadi. Yah, kurang lebih begitulah. Tapi kenapa tiba-tiba jadi macet ya? Wah, senang banget gua. Akhirnya X-Trail balik lagi. Bayangan gua pertama kali ketika dia memasukin X-Trail, Nissan Indonesia tuh bakal mangkas banyak hal. Dijadikan FWD only kah? Oke, e-power tapi FWD doang gitu kan. Terus juga spek-spek fitur-fiturnya disunat-sunat. Tapi di XT terbaru ini enggak. Dipakainya enak, nyaman, mau kencang juga bisa. Bahkan untuk kelasnya mungkin ini yang terkencang untuk saat ini. Tinggal gimana Nissan menawarkan X-Trail ini dengan harga yang terjangkau. Karena waktu mobil ini kita bikin videonya, kita belum dapat bocoran harganya. Mungkin ketika tayang sudah ee muncul gua taruh di kolom komentar ya, nanti gua pin. Nah, menurut kalian gimana setelah harganya muncul? Tapi secara overall gua enggak ada komplain sama mobilnya. Ini allrounder. Harusnya semua pabrikan Jepang itu bisa meniru Nissan yang memasukkan Nissan Xtrail dengan full spec sebagaimana Serena yang kemarin masuk ke Indonesia. Sehingga ketika kita nyobain ini mobil, kita enggak ngerasa bahwa oh brand Jepang ini banyak sunatan fitur ya. Enggak juga. Ini X-trail bisa, ini Serena bisa. Good job Indonesia. Bye bye.
