Wow!! Controller Bisa Diganti Banyak Pilihan! AYANEO 3 (YouTube Video)
Handheld gaming ini gila sih, bukan cuman dari performanya aja yang ngebut, tapi kamu juga bisa sesuaiin sendiri mau pakai controller tipe yang mana. Bisa dicabut pasang loh. Keren banget. Ini adalah Ay Neo 3 OLED. Sekeren apa? Yuk kita bahas. Let's [Musik] go. Siapa sih yang enggak kenal sama Ay Neo? Kamu subscriber Diarcom pastinya udah familiar sama brand ini deh. Kali ini ngeluarin produk terbarunya yang setelah aku coba beh ngebut banget performanya. Tapi sebelum itu kita lihat dulu nih paketan penjualannya dapat apa aja. Nah, jadi aku dikirimin sama Ayo lengkap. Banyak bener nih. Sebelum dilanjut aku bahas dulu ya boks utamanya. Kita dikasih box Ayo 3-nya. Dari gambarannya aja kalian bisa lihat controllernya ini bisa dilepas pasang. Lanjut kita buka dan di dalamnya ada device Ay Neo 3 berwarna putih ini. Di dalamnya lagi dikasih ada panduan penggunaan dan juga lembar garansi. Terus kita juga dikasih kepala charger yang colokannya bisa diganti-ganti. Semuanya disediakan. Kabelnya juga enggak kelupaan ya ada di sini. Selanjutnya yang menarik di sini kita dikasih Ay Neo Magic Module yang isinya adalah beberapa controller yang bisa kita bongkar pasang. Kegunaannya pun macam-macam. Pokoknya sesuai dengan preferensi kamu. Nah, nanti akan kita bahas lebih lanjut ya. Balik lagi nih ke kiriman dari Ayaneo yang banyak ini. Di sini juga ada storage baganeo berwarna putih. Selain itu ada tempered glass, joystick cap, dan juga sticker khas Ayano yang banyak ini. Well, kesan pertama yang muncul setelah lihat Aya Neo 3 sih sebenarnya cukup simpel dan clean. Emang sih karena fokus utamanya bukan pada bagian desainnya. Jadi seenggaknya dikasih tampilan yang acceptable. Beratnya sekitar 680-an gram. Cukup kokoh. Nah, untuk FS penggunaannya ini cukup nyaman ya. Grip di bagian sampingnya yang pas, lalu posisi tombolnya juga penempatannya oke. Intinya sih semuanya solid. Kita bisa lihat di bagian atasnya ada port type C, OCU link, tombol volume, dan tombol power-nya. Lalu di bawah ada jack audio 3.5 mm, slot micro SD card port type C, dan ada tombol untuk membuka controllernya. Cara bukanya bisa dua ya, lewat aplikasi atau lewat tombol ini. Dan membukanya cukup tahan aja tombol yang di bawah ini. Nanti otomatis tombolnya akan terbuka. Dari sini kamu bisa ubah dan sesuaikan dengan pilihan kamu. Simpel kan? Dibuat praktis dan sesuai maunya kita nih. Keren banget. Oh ya, kombinasinya ini memungkinkan kamu mengatur tata letaknya hingga 56 kombinasi loh. Jadi kebayang gak tuh fleksibel apa? Pada sektor layar aya Neo 3 menghadirkan dua opsi layar berukuran 7 inci yang sama-sama menawarkan resolusi 10 ETP. Opsi pertama adalah IPS LCD dengan refresh rate 120 Hz tingkat kecerahan 500 nitz. Sedangkan opsi kedua seperti yang udah aku coba ini menggunakan layar OLED yang menawarkan refresh rate lebih tinggi yaitu 144 Hz dengan tingkat kecerahan mencapai 800 nitz. Pilihan ini dirancang untuk memberikan pengalaman visual terbaik dengan desain baseless yang membuat tampilan lebih imersif. Layar OLED menghadirkan kontras yang lebih tajam. Jadi penggunaan sehari-hari sih lebih nyaman ya di mata. pengujian kami, Ayo 3 punya layar yang bisa dibilang gak main-main. Saat diuji brightness-nya, device ini mampu mencapai angka 900 sampai 950 units yang artinya cukup terang bahkan saat kamu main di luar ruangan. Warna yang dihasilkan juga sangat luas berkat cakupan gamut warna 100% sRGB dan 100% DCIP3. Tapi yang lebih gila lagi adalah volume gamutnya yang mencapai 206%. sRGB dan 146% DC IP3. Warna yang ditampilkan enggak cuman akurat, tapi juga lebih hidup dan vibrant bikin pengalaman gaming jadi lebih imersif. Kalau kamu kira cuman layar dan desain yang futuristik ini jadi nilai jual, salah banget, Guys. Karena performanya juga kelewatan. Ini sih pakai AMD Ryzen AI9 HX370 didukung oleh RAM LDDR 5X yang kapasitas hingga 64 GB dan kecepatan tinggi 7.500 m/s. Serta penyimpanan SSD M.2280 22280 PCI 4.0 yang dapat diperluas sesuai kebutuhan kita. Dengan spesifikasi ini, Ayo 3 mampu menjalankan berbagai game triple A dengan lancar. Joysticknya menggunakan teknologi effect yang bebas drift dengan polling rate tinggi hingga 250 Hz dan responsive time hanya 4 ms. Trigger yang digunakan memiliki mekanisme dua tahap dengan key travel 7,5 mm memberikan sensasi menekan yang lebih presisi. Kita juga udah tes performanya di 3D Mark. Skor steel nomad light yang didapat adalah 3086. Time Spy mencapai 3.603 dan Fire Strike tembus 8.125. Sementara di PC Mark 10 total skornya mencapai 7.471. Geekbench 6 juga memberikan hasil yang cukup solid dengan single core skor 2.650 dan multioree skor 13.752. Cine Bench R20 mencatat skor CPU di angka 6.916. Sementara di Cine Bench R23, single core mencatat 1974 dan multiore mencapai 12.493. Dari segi kecepatan penyimpanan Ay Neo 3 juga enggak kalah menarik. Crystal Disk Mark bisa menunjukkan kecepatan baca mencapai 6.422 MB/s dan kecepatan tulisnya 5.974 MB/s. Dengan angka segini, loading game bakal lebih cepat dan multitasking terasa lebih responsif. Gila sih ini skor-skornya bisa ngalahin laptop konvensional loh ini. Lanjut ke pengujian gaming. Blackmith Wukong diuji dengan setting preset low. Vync dimatikan, dan frame generation diaktifkan. Hasilnya game ini berjalan di kisaran 60 fps. Meskipun saat bertemu musuh FPS-nya turun ke 50 sampai 55 fps. Masih bisa dibilang nyaman lah ya untuk dimainkan. Apalagi buat game sekelas ini yang cukup berat. Buat Forza Horizon 5, game ini diuji dengan setting preset low, SSR quality juga di low, dan rayracing dimatikan. Hasilnya cukup mengesankan dengan FPS rata-rata di kisaran 70 sampai 80 FPS. Gameplay-nya terasa smooth, responsif, dan mobil yang dikendarai terasa lebih enak dikontrol. Di game Teken 8, Ayo 3 diuji dengan rendering quality di preset ultra dan fishing active. Saat dimainkan di mode offline, FPS-nya stabil di angka 40 sampai 45 FPS. Meskipun enggak tembus 60 fps, pengalaman bermain tetap nyaman dan enggak terlalu terasa nge-lag-nya. Beralih ke Marvel Rivals, game ini diuji dengan setting quality di high dan visiting active. Performa yang didapat cukup stabil di kisaran 30 sampai 40 FPS. Terakhir Cyberpunk 277 diuji dengan preset low dan rayracing dimatikan. Hasilnya FPS rata-rata ada di angka 30 sampai 35 FPS dengan FPS terendah sempat turun ke 25 FPS di beberapa momen tertentu. Buat game seberat ini di handheld gaming hmm performanya masih masuk akal meskipun enggak ideal ya buat yang suka pengalaman gameplay super smooth. Di bagian controllernya juga ada RGB Lite jadi kesan gamingnya masih terlihat lebih kuat. Keren kan? Fitur lainnya dari segi audio, Ay Neo 3 menggunakan teknologi Hyper Sound 2.0 yang menghadirkan suara lebih jernih dengan dual speaker Smart AMP. Handheh gaming ini juga sudah mendukung WiFi 6e dan Bluetooth 5.3. Pastinya koneksi lebih stabil dan kuat. Dari segi daya tahan baterai, Ayan Neo 3 menggunakan baterai 50,25 wathour yang mendukung pengisian cepat 65 wat PD. Fitur bypass charging juga tersedia yang memungkinkan device tetap beroperasi tanpa membebani baterai saat digunakan sambil ngecas. Sistem pendinginan yang diterapkan pun cukup canggih nih dengan triple copper pipes berukuran 1350 mm² yang membantu distribusi panas lebih efisien serta fin area serta fin area sebesar 29.062 mm² yang memastikan pembuangan panasnya optimal. Ditambah dengan kipas berukuran besar, sistem pendinginan ini menjaga suhu tetap stabil meskipun perangkat digunakan dalam waktu lama dengan beban kerja tinggi. Untuk pengaturannya ada Ayas Space 3.0. Kita bisa dengan mudah mengelola berbagai aspek dari device ini. Mulai dari mengganti modul magic, mengatur aplikasi game melalui fitur snow hingga beralih cepat antara mode controller dengan keyboard mouse. Interface yang disediakan juga intuitif sehingga memudahkan kita dalam menavigasi dan mengoptimalkan pengaturan device ini. Secara keseluruhan Ay Neo 3 menawarkan sesuatu yang berbeda dari handheld PC gaming lainnya. Desain modular yang inovatif memungkinkan personalisasi kontrol sesuai keinginan. Sementara layar dengan refresh ray tinggi memberikan pengalaman visual yang tajam dan responsif dengan performa kuat dari prosesor AMD Ryzen, sistem pendinginan yang efisien, serta fitur konektivitas yang lengkap. Meskipun ada sedikit kekurangan seperti desainnya yang terlihat terlalu kalem, mungkin yang warna hitamnya lebih keren ya dari ini. Nah, jadi itu dia review lengkap Ayo Tri Oolet. Handhealth gaming ini bukan cuman kencang, tapi juga fleksibel dengan controller modular yang bisa diatur sesuka hati. Layar OLED 144 Hz-nya bikin gaming semakin imersif dan performanya enggak kaleng-kaleng. Tapi apakah ini pilihan terbaik buat kamu? Gimana menurut kalian? Harganya juga enggak terbilang murah sih. Oke, guys. Jadi, sekian informasi dan juga pembahasan mengenai Ayo 3 OLED yang bisa kita bagikan untuk kalian. See you on the next video.
