Wuling DARION : MPV 7-seater sliding door 300 jutaan‼️ (YouTube Video)
Kemarin kalian lihat mobil ini di GIAs 2025. Sekarang namanya udah resmi Wooling Contest Darion dan harganya juga udah resmi. Buat 1500 orang yang mesan pertama, harganya Rp356 juta. Start from ya buat yang listrik, buat yang full listrik kayak begini. Tapi buat yang plugin hybrid start from Rp439 juta. Itu startnya. Dan ingat jangan lupa buat R.00 pembeli pertama. Setelah dari itu kita lihat nanti. Tapi dengan harga segitu kita dapat apa aja di Woling Contest Darion ini? Ayo lihat. [Musik] Nah, karena kita udah pernah videoin mobil ini di GeS 2025 kemarin, sekarang kita bahas highlight-nya aja. Ini yang mobil listrik murni dan satu lagi ada yang pluckin hybrid. Jadi, woling contest Dario ini ada yang listrik, ada yang plugin hybrid. Bedanya pertama di grillnya yang listrik grillnya polos kayak begini. Yang pluckin hybrid punya grill kayak mobil pada umumnya. Nah, kedua kalau plugin hybrid tutupan bensinnya kiri kanan karena salah satu buat listrik ya. Nah, yang listrik itu di sebelah kiri mobil, yang sebelah kanan itu buat ngisi bensin. Nah, yang mobil listrik ini tutupannya cuma di sebelah kiri buat ngecasnya aja dan colokannya udah CCS2. Jadi, enggak perlu pusing soal GBT-GBT-an lagi. Nah, salah satu hal yang gua suka dari Woling contest Darion ini adalah dia nyembunyiin rel buat pintu geser kanan kirinya itu seamless. Jadi, hampir enggak kelihatan karena relnya itu tipis di bagian bawah. kaca samping belakang. Sekarang kita lihat bagian dalamnya. Ini dia pertama kalinya kita ngelihat bagian dalam cooling cortesion. Pertama-tama setirnya bentuknya sih mirip keluarga ABC ya, RV, Bingo EV, Cloud TV, tapi tombolnya baru kawan. Kalau di mobil mereka kan itu tombolnya lingkaran. Ini dia tombolnya kotak dan lengkap. Ada buat kamera. Mobil punya kamera 360 derajat. M, media, telepon, mikrofon, segala macam semuanya ada di sini. Dan seperti yang kalian bisa tebak, hampir semua kendali itu ada di layar sentuh. Tapi nanti kita bahas ini. Sekarang gua pengen kasih lihat kalian dia ada tombol fisik buat AC, hazard, dan temperatur ya. Jadi f speed, temperatur itu ada tombol fisiknya. Jadi ini udah lumayan bagus dan tepat di belakangnya ada dua pad. Satu buat naruh doang, tapi yang sebelah kiri yang ada ventilasi AC-nya ini dia adalah wireless charger buat HP kita. Mundur lagi ada cup holder dua biji, kantong kecil dan senter console box yang standar lah, enggak lumayan dalam, cuma segini. Nah, untuk joknya driver ini tipe yang paling mahal ya, udah elektrik tapi penumpang masih manual. Tapi yang spesial itu jok baris kedua dan nanti bakal kita bahas. Nah, kalau bahan-bahan di sini plastik ya, tapi di sini udah kulit dilapis kulit. Jadi memang ada bahan yang standar tapi sisanya dilapis kulit dan ada jahitan-jahitan yang warnanya lumayan matching sama bahan kulitnya. Terus kalau urusan posisi nyetir dia kurang lebih sama kayak mobil keluarga pada umumnya. Dibilang sedan banget sih enggak standar aja. Tapi kalau misalnya kurang tinggi kalian bisa tinggiin lagi. Dan mobil ini dia punya bunyi chime atau warning itu yang mungkin kita enggak pernah dengar di produking sebelumnya. Contoh di atas ada tombol buat buka tutup sunroof sama buka tutup pintu geser otomatis di kanan sama di kiri. Gua bakal diam sekarang dan ini gua buka pintunya ya. Jadi dengerin bunyi cim-nya kayak gimana. ya. Kayak begitu bunyinya. Dan kalau misalnya pengaturan setir dia cuma bisa tilt. Oh untung bisa teleskopik. Iya. Dan untungnya dia head-nya juga sudah bisa terkoneksi dengan smartphone. Terus iseng kita lihat bagian atasnya sini. Oh, ada apa namanya? Lampu. Tapi posisinya agak lucu ya. Jadi gini e spion lagi cermin. Kita pengen ngaca lampunya ketutupan sama cover cerminnya. Ini kayak belum dipikirin gitu amat deh. Coba yang penumpang gimana? Samiwon. Nah, di atasnya tipe EX ini di plafonnya dia ada sunroof dan kalau buat buka tutup covernya manual, tapi kalau buat buka tutup kacanya ada di sebelah sini. Nah, sekarang kita mau bahas bagian headit-nya sebelum Oh, mungkin kantong dulu ya. Laci ada standar speaker dia enggak pakai speaker yang branded atau bonavit, tapi kalau buat mobil keluarga buat dengar radio doang harusnya enggak ada masalah. Dan di kantong pintu, di pintu ada kantong yang lumayan. Sekarang kita bahas layarnya. Dan ya, dia bisa gonta-ganti wallpaper kayak begini ya. Kiri kanan aja ada kayak HP sih ya. Dan kita lihat settingannya apa aja. Ini kamera 360 dari mobil ini. Gambarnya kurang tajam tapi ya udahlah dan bisa pindah-pindah sudut juga cukup bagus. Nah, kalau menu kendaraannya nih kita bisa lihat ini yang mobil listriknya ya. Jadi baterai sisa segini dan jarak tepu segini. Nah, kalau driving nanti kita bakal coba lebih banyak pas test drive. Oke, lebih banyak lagi driver assist-nya. Nah, dia punya ADAS lumayan banyak interving, assist e apa namanya? Adaptive cruise control segala macam dan control lain-lainnya. Bahkan buat apa namanya? Ganti wiper itu kita harus begini dulu baru misalnya kita bisa ganti wiper. Nah, menu lain di sini dia ada beberapa widget dan ini adjustable. Misalnya kita pengin switch yang ini ya. Dan pilihannya ada di sini semua. Dan ini annoying. Lihat lift gate. Berarti kalau pengen buka bagasi aja kita harus ke layar sini. Enggak ada tombol fisiknya. Hadeuh. Hadeuh. Tapi lihat lagi. Lihat deh. Ini dia ada camp mode. Jadi seperti mobilistik lainnya, dia bisa dinyalain buat kita istirahat di dalamnya. Nih, camp mode ini ya. Cakep. Dan ini menu AC-nya. Kita lihat dia ada PM 2.5 penyaring udara dan di sebelah kanan sama kiri itu speed atau suhunya ini sama biarpun apa kanan kiri kelihatan beda ya gitu beda apa namanya beda area. Tapi ternyata kalau kita geser yang sebelah sini yang satu lagi juga ikutan naik ada skenario segala macam dan kita bisa ngatur pendingin buat jok tengah. Jadi cuma jok tengah yang ada pendinginnya. Jok depan sama baris ketiga itu enggak ada. Cakep sih ya. Emang kayaknya memprioritaskan penumpang yang duduk di baris tengah. Oke, kita lihat aplikasi lain. Vehicle setting, ebox, enggak tahu apa, tapi harusnya mobil ini udah bisa koneksi sama smartphone kalian. Sekarang baris tengahnya. Ini TP yang paling mahal dan jok tengahnya udah captain seat individual. Ada adjustable armr dan pengaturannya udah elektrik. Jadi kalau mau rebah tegak, maju mundur itu semuanya elektrik. Dan untuk kenyamanan di sini ada AC ventilasi di plafon gitu ya. Ngaturnya dari sebelah sini ada cup holder dan kalau pengin ngecas itu ada di sebelah sini ya. Satu USBC, satu USB A dan karena ini mobil EV pluckin hybrid lantainya rata. Jadi kalau pengen leluasa gitu ya gerakin kaki enak dan tinggi gua 178. Ruang kepala bagus, ruang kaki juga bagus. Karena mobil kotak kayak gini ruang biasanya enggak perlu tanyain. Kantong depan masing-masing penumpang ada ya. Dan kalau pengen buka pintu itu yang tombol yang ini sama kayak beberapa mobil berpintu geser lainnya. Cuma memang sayang dia bukan panoramic sunroof. Kesempatan yang miss untuk mobil sebesar dan sebagus ini. Dan dia ada gang di tengah. Jadi kalau kita pengen apa namanya lewat ke belakang harusnya bisa dan enggak masalah. Tapi misalnya kita pengin kayak mobil yang gitu ya, akses bangku baris ketiganya dari pinggir kanan atau pinggir kiri emang agak lama karena gimanapun juga adjustment elektrik elegan cuma enggak cepat. aja. Udah. Nah, kalau di sini baris ketiganya bisa dibilang semua di sini cuma basic-basic aja. Joktungnya dia bisa dienderin ya, tapi tergantung di belakang ada bagasi atau enggak. Kenyamanan kalian bisa tergantung sama seberapa rebah atau tegak sandaran jok ini. AC, lampu, pegangan tangan dan di sini ada beberapa kantong. Kantong juga dan di depan atau di balik jok ini ada kantong juga tapi enggak ada colokan buat ngecas. Jadi di belakang sini ya sebasic-basicnya kebutuhan aja. Dan kalau misalnya ya misalnya kita enggak mau keluar dari gang tengah untuk apa alasannya enggak tahu dan kita pengin geser kursi tengahnya emang agak ribet karena enggak ada quick akses atau akses cepat dari penumpang baris ketiga buat geser jok baris kedua. Jadi ya agak semi-semi anak tiri tapi untungnya ruangan di sini masih bagus ya. Kepala kaki semua bagus. Sekarang kita mau test drive si Wooling Cortes Darion. kita dapat yang pelugin hybrid. Tapi kalau kita pengin ubah-ubah mode berkendaranya, kita bisa ke layar tengahnya. Jadi ini sekarang mesinnya lagi nyala, makanya ada getaran sedikit diri kerasa. Tapi kalau pengin ubah-ubah, kita bisa ubah di layarnya. Jadi dari sini kita lagi di EV Max, dia akan memaksimalkan penggunaan baterainya. Tapi kalau EV first dia memprioritaskan EV. Tapi kalau baterai udah berkurang, nah dia langsung pindah ke hybrid. Nah, kalau fuel priority dia bakal mesinnya aja yang jalan. Tapi karena sekarang kita lagi di sekitaran PIK, mungkin hybrid aja kali ya. Karena G6 juga ini mobil plugin hybrid. Pertama-tama pasti kalau mobil plakin hybrid kayak si Wooling cortion ini kalau misalnya kita lagi jalan pakai tenaga listrik pasti ya enggak ada suara, tenang, enggak ada getaran gitu-gitu. Tapi tadi sekilas gua e ngedengar ke depan gitu ya, kalau misalnya kalian punya pengalaman sama Woling Corttees yang lama atau mungkin Wooling Almas gitu ya, kan suara viscovine-nya tuh gini deh, kalau misalnya kalian pertama kali starter viscovinnya eh 1 RT bangun. Yang ini tadi gua dengar ya sekilas itu enggak seberisik itu. Tapi itu baru initial impression aja. Entar kita coba kalau misalnya udah ada unit test-nya. Nah, sekarang kita udah jalan di sekitaran PIK 2 gitu ya. Dan kita mau bicara soal gimana rasanya mengendarai mobil ini di kecepatan rendah. Pertama-tama respon gasnya ini karena kita lagi di mode Ecoo, dia agak dibikin sedikit lebih jeda ya gitu, enggak terlalu responsif. Tapi kalau misalnya kita pengin, kita bisa ubah-ubah mode berkendaranya ada empat, custom, Eco, STD, standar, dan sport. Tapi karena ini mobil keluarga, gua rasa orang yang beli Woling CX dari Iwan tidak akan ubah jauh-jauh dari Eco atau mungkin STD gitu ya, standar. Dan ini di kecepatan 44 setirnya sih enteng. Dan sama kayak baru bulling lain kalau pengin pindah gigi itu di sebelah sini sebelah kiri dan tap e bukan tap ya tekan ke bawah dua kali buat cruise controlnya dan dia punya ADAS seperti yang bisa kalian expect dan sejauh ini di kecatan 50 60 suaranya relatif kedat karena di kaca depan dia pakai double glass. Jadi perdamannya harusnya bagus. Cuma balik lagi ini masih first drive. Kita enggak terlalu bisa ngerasain gimana kalau misalnya dia di high speed dan ini juga kan dalam komplek gitu ya istilahnya. Jadi enggak usah aneh-aneh. Tapi sekarang ini posisi kalau kita full tank dan full bater kita bisa jalan 968 km tapi baterainya cuma sisa 17 km. Dan kalau menurut spek dia harusnya bisa berjalan pakai tenaga listrik aja itu kira-kira 100 km 120 deh kalau enggak salah. Nah, kalau untuk bantingan, aduh ini jalanan Pix sih relatif mulus ya buat jalanan di Indonesia. Jadi mungkin kita enggak bisa ngerasain kayak kalau misalnya kena lubang gimana, polisi tidur gimana. Jadi so far masih oke. Mungkin karena bannya tebal juga kali ya. Tapi e mungkin kita lain kali coba di jalanan yang representatif terhadap kondisi jalanan di Indonesia. Dan kita mau coba energy recovery-nya. Coba kita strong. Emang sedikit lebih nahan ya. Coba kita coba dia bisa enggak sampai full stop. Apakah dia bisa mamp drive-nya seperti itu? Sekarang di 20 15 ini udah paling strong dan kayaknya dia enggak berhenti sampai benar-benar berhenti. Jadi kayaknya dia enggak bisa one pedal driving ya. Tapi oke kita balik ke mode ke standar lagi. Dan untuk pili pedal gas tadi kalau kita masuk ini masuk mode standar ya. lumayan lah. Tapi seperti biasa ini remnya sih butuh pembiasaan karena gimana juga mobil hybrid kan memadukan antara design braking sama rem tradisional gitu kan. M cakramall ini kalau misalnya diinjak benar-benar butuh adaptasi dan bisa lama bisa cepat tergantung seberapa sering kalian bawa mobil ini. Ya mungkin sementara itu aja yang bisa kita rasain. Nah, sebelum closing kita pengen kasih tahu kalau yang plaki hybrid ini mesinnya kombinasi 1500 cc mesin hybrid dengan baterai yang lumayan gede dengan total jarak tepuh kalau bensin sama baterai penuh bisa sampai 1000 km lebih. Jadi itu lumayan menarik ya buat kita yang pengin fleksibel. Jadi kalau bisa pakai listrik bisa, pakai bensin bisa. Tapi kalau yang EV dia tuh bisa sekitar 540 km kalau baterainya penuh ya. Yang EV yang ini yang plakin hybrid yang di sebelah sana. Oke, kesimpulan kayaknya perang harga dan perang produk akan berlanjut entah sampai kapan. Karena gini, kemarin waktu pameran kemarin kan mobil listriknya Woling kan di Sentil sama brand sebelah yang tiga huruf itu tuh Woling kayak personal banget gitu. Ini respon mereka kayak lu jual gua beli, lu sentiril mobil listrik gua, gua sentil mobil keluarga lu dengan wooling cortes dariion ini harga Rp340 jutaan dan kita bebas milih mau yang plugin hybrid atau yang elektrik. Ruangan lega, pilihan fleksibel. Nyetirnya sih ya soso, tapi kita bakal lihat gimana mobil ini penerimaannya oleh customer-customer kita, terutama yang pengin pakai buat keluarga atau mungkin kantor gitu pengin pakai buat mobil wara-wiri, mobil capek gitu. Kenapa enggak perakin habis mobil listrik ongkos pasti ringan di kantong ya kita lihat aja L. Oke itu dari kita. Thank you sudah nonton. Jangan lupa je, komentar, dan subscribe.
