Jungkat

Wuling EV VAN : Mobil angkutan tenaga listrik (YouTube Video)

  • 29/04/2025

Akhirnya Woling ngeluarin sunlight sabun cuci bukan, ini fan komersial full EV dari Woling Indonesia. [Musik] Oke, jadi kenapa tadi di awal gua sebutin namanya Sunlight padahal Woling masih memperkenalkan namanya sebagai EV F karena di negara asalnya mobil ini disebut adalah Woling Yang Guang atau nama lainnya itu adalah Wooling Sunlight EV. Jadi, makanya tadi di awal gua sebutin Sunlight. Apakah namanya bakal jadi Eve Fan aja di Indonesia? Belum tentu. Karena seperti yang kita tahu waktu bingo juga itu udah berubah namanya. Kita tunggu aja nama untuk di Indonesia sendiri bakal kayak gimana. Oke, jadi hal pertama tentang alasan Wuling mau ngeluarin fan komersial full electric vehicle ini mungkin karena tetangganya yang di depan situ laku loh. Lumayan. Karena kalau kalian lihat udah beberapa banyak di jalanan. Coba deh lihat. Jadi mungkin karena potensi pasarnya yang makin berkembang di Indonesia, makanya Woling mulai berani masukin EV fan yang satu ini. Karena selain si DFSK yang memulai, ada juga photon yang masuk ke dalam komersial vehicle tapi masuk ke bater full elektrik juga. Jadi udah benar-benar penetrasi pasarnya udah mulai berkembang. Makanya Uling udah mulai berani. Oke, sekarang kita bahas soal mobilnya. Uling yang buang EV atau yang di Indonesia ini masih diperkenalkan sebagai EV F fan. Dia punya panjang 5 m lebih 1 cent dikit. Panjang banget dan lebarnya kira-kira 1,8 man. Sehingga mobil ini memang cocok untuk jadi mobil komersial vehicle mengingat interiornya yang juga bakal lega. Dan yang pasti kalau kita bahas soal baterai electric vehicle ya atau mobil listrik itu kalian pasti penasaran soal kapasitas baterai dan jarak tempunya. Jadi, Woling EV ini memiliki kapasitas baterai sebesar 56,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 400 km sesuai standar CLTC. Dan kalau dari sektor pengecasannya, dia mampu dari 30 sampai 80% bisa memiliki durasi pengecasan yang lumayan cepat, cuma 30 menit doang itu kalau pakai dc charging. Sementara kalau pakai AC charging itu dari 20 sampai ke 100% kira-kira 7,5 jam. Tapi yang menarik adalah Wooling EV ini punya tenaga hingga 100 horsepower dengan torsi sampai 22 Nm. Tenaga yang lebih besar dibandingkan dengan mobil bensin commercial vehicle yang udah ramai di Indonesia seperti Carry atau Grand Max. Dan yang paling menguntungkan buat kalian para pemuja motor penggerak belakang ya. Wing Evan ini motor listriknya udah di bagian belakang. Jadi udah rear wheel drive tuh para pemuja penggerak roda belakang. Mungkin akan kita coba kali ya, tes tanjak. Seru nih kayaknya kalau ditestan. Sekarang kita masuk ke pembahasan soal desain. Kenapa kita mulai dari belakang? Karena desain belakang menarik banget nih. Dia pembukaan pintunya kayak mobil-mobil komersial dari Eropa. Coba kalau kalian search kayak di Mercedes, kayak Fiat atau mobil-mobil komersial Eropa yang lain ya, seperti Reno itu pembukaan pintunya split door kayak kulkas dua pintu gitu. Keren banget. Jadi jendelanya split juga. Dan kalau kalian lihat ya dari bagian emblem belakangnya ini emang masih produksi dari China langsung. nantinya ke depannya bakal diproduksi di Indonesia. Tapi untuk versi model yang ini ditampilkan secara umum pertama kali, dia masih dari China langsung. Makanya ada emblem sike JM Woling sama nama yang buangnya di bagian bagasi. Oke, kalau kita perhatiin juga di bagian exel pembukaan pintu belakang itu masih terekspos engelnya jadi enggak ditutupin sama sekali. Dan sekarang kita lihat di bagian samping itu pakai profil ban 195/70 dengan lingkar veleg 15 inci. Profil bannya tebal dan veleknya kecil. Lalu soal suspensi kaki-kakinya di bagian belakang dia pakai per daun. Oke, emang gak pakai shok karena tujuannya lagi-lagi buat comersial vehicle, bukan untuk kenyamanan. Jadi lebih tahan banting. Oke, lihat lagi ya. Di bagian samping pun membuktikan kalau mobil ini masih produksi luar karena pembukaan pintunya belum ada di bagian kiri. Sementara pembukaan pintu yang bagian belakangnya itu sliding door-nya masih di bagian kanan. Dan setirnya pun walaupun ini gelap ya, tapi kita tahu kalau setirnya itu masih setir kiri. Karena lagi-lagi pintunya rata aja budinya enggak ada pembukaan pintu sampingnya. Dan pilar B sama C-nya itu tebal banget loh ternyata. Karena ya lagi-lagi ini tujuannya emang commercial vehicle buat passenger tapi enggak buat kenyamanan. Makanya yang penting bisa muat orang banyak aja. Oke, lanjut lagi bahas soal desain. Spionnya masih pakai material color jadi plastik hitam aja. Dan soal pengeremannya depan disbrake belakang masih teromall. Lalu kita lihat di bagian muka depannya ganteng loh, futuristis, keren banget dengan lampu utama yang udah proyektor. Tapi sayangnya selain lampu utamanya dia lampunya masih bohlam kayak sein dan lampu senjanya. Apakah yang proyektor LED apa enggak belum tahu karena belum bisa kita nyalakan. Oke, di bagian depan juga mukanya mulus banget. rata aja kayak menunjukkan sebuah EV dan dia di sisi kiri kanannya itu ada lubang beneran loh di kiri kanannya yang bagian hitam-hitamnya menurunkan tingkat koefisien of drag-nya juga tentunya untuk menghemat baterai dari Wooling Evan FAN ini. Dan kabarnya masih menyangkut soal desainnya ya. Si Evan Fan Wooling ini yang akan dirakit Indonesia bakal ada dua bentuknya. Satu blind fan, satu lagi yang udah pakai jendela kayak begini. Jadi kita bahas sekarang soal bagian interiornya yang memang saat ini belum kelihatan karena kaca filmnya masih gelap banget. Tapi kalau misalkan kita melihat interior Woling yang guang yang versi luar benar-benar simpel banget enggak neko-neko. Karena lagi-lagi tujuannya untuk mobil perang. Jadi enggak perlu ada tombol-tombol yang canggih. Speedometer juga masih analog. Setirnya juga enggak ada switch yang neko-neko aneh-aneh. Tapi untuk switch pengaturan climate control dan tuas transmisinya itu bentuknya hampir sama kayak kepunyaan Wooling RV dengan di bagian dash dasbord itu masih ada multimedia ya e entertainment cuma single din aja belum double din. Oke, itulah impresi singkat kita mengenai Woling EV Event yang akan meluncur di Indonesia tahun ini. Gimana menurut kalian? Bakal ditaruh di harga berapa nih? Apakah bakal kompetitif dengan lawan-lawanan seperti DFSK dan juga foton yang mulai masuk? ke Indonesia. Karena menurut kita mobil komersial baterai electric vehicle itu lebih menguntungkan karena jalurnya jelas tiap hari jaraknya konsisten dan perawatan juga lebih murah dibandingkan dengan mobil bensin. Enggak perlu ganti oli, enggak perlu sering-sering isi bensin. Jadi tenang buat para bos yang sedang mencari cuan. Oke, itu aja dari Autoret Max gua Bag Satrio. Gimana menurut kalian soal mobil ini? Komentar aja di bawah. Jangan lupa subscribe, jangan lupa tekan lonceng untuk n video seru selanjutnya dari Autonet Max. Dadah.

Lihat di YouTube