Jungkat

X-TRAIL HERITAGE JOURNEY (EPS. 2/3): MENGUAK MARGA OM MOBI (YouTube Video)

  • 17/10/2025

ke Medan kita. Medan ngapain di sana? Kualan ini penting sekali untuk keluarga kami. Ini Medan, Bung. Medan, Bung. Makanya hati-hati ini beda trafficnya sama tipical kota. Selamat datang di Desa Budaya Lingga. Ayo, Wan. Ada asuransi kan ya dia ya. Jadi karena Omobi sekarang kita ada di Sumatera Utara. Iya. Kita udah keperluan keluarga minta temenin, ngajak teman. Boleh dong. Tapi kenapa kita jalan-jalan sampai sini? Bentar. Pokoknya episode pertama ada di channel Om Fitra Eri ya. Nanti habis ini ada channelnya Om Mobi dan kita habis ngelihat rumah apa namanya? Rumah adat di Desa Budayaalingga. Yang ini umurnya udah 163 tahun yang ini. Heeh. Dari tahun 1862. Dan ini dari keluarga awal rumah ini berdiri sampai sekarang turun-temurun masih tinggal di sini. I kita juga gerebek rumahnya sampai ke dalam. Itu ada di episode sebelumnya. Dan mikir enggak dari rumah ini dibuat tahun 1860 eh 1862 yang ini terpaut 163 tahun tiba-tiba ada mobil ini. Zaman ma rumah ini dibuat belum ada mobil sama sekali di dunia. Makanya enggak didesain buat parkiran mobil. Iya. Sampai ada mobil secanggih ini enggak? Cuma pertanyaan gua, Om. Hm. Urusan lu tuh di mana sih? Di Medan ya. Enggak ke selatan jauh begini. Nah, kita kan sudah diculik ke sini. Kan malas kalau cuman ke sini cuman ngurusin urusan keluarganya dia. Mungkin dia nanti cekcok minta bagi-bagi warisan segala macam. Tapi benar di Medan. Bukan di Medan. Di luar kota juga. Cuma bukan ke ke arah mana? Ke arah mana? Arah sana. Ke arah utara lagi. Udah deh mendingan kita jalan. Enggak. Enggak. Karena kan ke arah ke arah ke Medan. Ke arah situnya kan. Berarti kita harus menjauh dari Medan, Om. Gua ikut lu, Wan. K. Kok gitu sih? Di sini kan dekat Danau Toba ya. Ah, sana aja cakep. Tapi yang lebih jauh lagi gimana? Belum sah ke Sumatera Utara kalau belum ke Danot? Enggak, enggak, enggak. Yang lebih jauh lagi kita ke Pulau Samosirnya aja. Belum pernah kan? Oke, berangkat. Berangkat. Iya. Gimana dah? Jadi urusan dia biar nanti di episode terakhir aja ya. Iya. Jadi ngapain kita mendekat-dekat ke urusannya Omobi ya kan gua di belakang Om. Enggak enggak enggak enggak enggak gak enggak. Iya engak gak i tahu bahaya. Airbag kan belum masuk. Sabar gua lihat ininya dulu. Fitur keselamatannya lengkap. Oke, bentar bentar masih dibuka. Pasang seat belt dulu. Pasang seat belt dulu. Oke, baru tutup. Belum, belum, belum, belum. Pelan-pelan, pelan-pelanan pelan. [Musik] Lu tahu enggak tadi gua riset pas di apa namanya rumah tadi apa penelitian enggak riset bukan konsumsi bensin iya enggak dapat berapa 30,6 pasti agak turunan turunan tuh ini enggak lomba hemat-hematan loh ya memang enggak lomba hemat-hemat tapi enaknya mobil hybrid ya kalau mobil bensin kan sekarang rasio transmisinya kan bisa ditaruh di ujung ujung banget tuh ya kan kalau keluar kota 116 118 tuh gampang tapi pas kena macet dalam kota langsung des kalau di sini bisa dimatiin mesinnya kan karena kan dia penggeraknya penggerak listrik hmm dan kalau misalkan kita lepas gas dia masuk ke regen dan kalau baterainya ee cukup dia benar-benar enggak butuh mesin buat nyala apalagi kalau banyak turunan tuh disimpan tuh di baterainya semua tuh energinya dan ini baterainya lumayan ged berapa? 1,8 ya kWh ya? Iya kalau enggak salah ya kayaknya lebih jadi enak gitu kalau mobil hybrid tuh iritnya tuh bukan cuma pas keluar kota doang. Istilahnya kalau mobil hybrid tuh karena dia ada regenerative breaking kalau kita turunan tuh kalau ibaratnya di mobil biasa kayak dapat bensin tambahan gitu. Itu kan mustahil ya kalau mobil bensin gitu. Engine brake tiba-tiba dari anginnya itu keluar masuk jadi dan satu lagi keuntungan regenerative breaking menghemat kampas rem. Betul. Dan membuat pengereman itu tetap dingin enggak panas. Sama ini ada i- pedalnya Om. Iya. Jadi kita cuma pakai satu pedal aja bisaelerasi maksimal ya. Benar. Tapi enggak sampai berhenti ya. Masih ada sedikit ya. Harus pakai rem tetap. Dan enaknya dari pedal itu ya kaki kita tuh kalau enggak lagi macet gini enggak banyak berhenti, itu enggak usah ngelepas dari pedal gas. Udah di pedal gas aja. Kalau dia melambat kita naikin dikit enggak usah sampai dilepas ya. Tapi pedal itu emang keluarnya belakangan ya duluan. IKTP ya. Nissan Lift tuh pertama kali pakai IPEDAL di Nissan itu belum ada IKTP waktu itu ya? Belum ada 2009. Iya kasusnya juga belum ada. Itu kasus yang benjol segede Bapau itu artinya emang teknologi IKTP setelah teknologi ipedal ya enggak ada hubungannya sih. Tapi ya IPEDAL ini bikin kita jadi kaki kirinya banyak istirahat. Eh, bukan kaki kanannya itu ee enggak perlu pindah-pindah dari gas ngerem gitu ya, kecuali pas mau berhenti aja. Iya. Dan dia tuh juga kalau misalkan kita pengin nyetir agak agresif, pengin yang hemat ini ada modenya enggak usah enggak usah agresif kan ada e sport dan ini juga bisa pakai mode buat offroad. Ada snow, ada offroad. Heeh. Ada offroad ya. Sama kalau tengahnya dipencet itu berubah jadi eh heill disonent control. Oh. Ketika jalanan manurung ya. Hah? Manuro. He pas menurun kan ini jalannya macetnya begini. Dan mobil ini tuh proper, punya heill control sama punya mode offroad karena all wheel drive. Yes. Kalau two wheel drive tuh masih ya oke, tapi masih kayak agak tanggung gitu ya, punya mode gitu tapi two wheel drive gitu. Ini all wheel drive. Tapi all wheeel drive EVorce ini itu bermanfaat juga pada saat jalan beli Kaliku. Dia kan ada membagi torsinya tuh bisa lebih rata. Iya. Jadi teraksi optimal, lebih safe. Apalagi yang nyetir seperti riton ini. Gua juga merasa agak save sedikit yang merasa lebih sedikit. Bisa aja. Bukan bisa aja emang gitu kan. Cuma ya mobil all drive itu kan biasanya boros karena dia harus ada drive save ke belakang dan enggak bisa dimatiin ya kan nambah beban juga. Nah dengan dia pakai dua motor kayak gini dia bisa all wheel drive tapi tetap irit. Iya karena ya tenaga secukupnya ke depan, tenaga secukupnya ke belakang. Dan kalau kita lihat di sini ya, dia tuh banyakan lebih ke depan sih dibanding ke belakang. Iya ya. Kalau kita lagi crusing, lagi enggak butuh akselerasi, enggak butuh traksi, depan aja. Karena motor listrik depannya emang lebih gede. 330 Nm depannya. Iya, hujan. Enak kan? Jadi bisa memanfaatkan eforce-nya enggak, Om? Eh, hati-hati licin. Kalau hujan kayak gini, Danau Toba itu suka ombaknya itu lumayan, Om. Eh, kita bisa pakai kapal. Kita bisa nyebrang. Kita kita mau yang lewat yang mana nih? Mau kapal apa? Nyebrang. Kapal dong. Nyebrang. Nyebrang. Jembatan. Kapal berti enggak enggak. Gini-gini jembatan. Jembatan jembatan. Enggak usah aneh-aneh. Hujan gini, Om. Yang penting pakai pelampung. Betul. Sama bisa berenang. Jembatan. Jembatan enggak apa-apa, Om. Seru bus gitu loh. Coba cari di ini deh. Di sosm deh. Enggak, enggak. Jembatan ee apa namanya? Feri Danau Toba ombak besar dia. Dia ini ferrynya very scare. Very very scare. Eh, kita hati-hati salat jalan. Ada ada misa loh depan. Iya. Tapi ya ini hujan suara rintik-rintiknya tuh adem ya. Padahal ini dibuka nih. Jadi kaca depannya kayaknya tebal juga. Enggak cuma kaca kanan kirinya aja yang double glass. Iya iya kaca kaca kanan kiri depan belakang double glas enggak? Betul. Di luar berisik kan tuh Om. Makin deres suaranya juga masih mirip sama rumah yang ada di episode 1. Oh iya iya. I katanya kalau hujan enggak kedengaran hujannya. Ini padahal panoramik dibuka loh kan. Iya kecuali pakai seng kali ya. Treng teng teng tengeng. Berisik. Ini dari tadi waktu gua nungguin mobil belakang gua pakai adaptive cruise control. Ngikutin depan aja udah. Iya karena ini jalan satu jalur juga ya. Iya. Cang. Dan juga kalau misalkan depan berhenti dia bisa sampai berhenti. Oh. Jadi kayak all speed dari nol sampai paling tinggi bisa dia. Iya. Karena dia udah ada sistem ADAS kan yang di logo Nissannya itu kan radarnya. radar ditambah bantuan kamera lagi di sini. Nah, terus kan kalau udah kayak gini kan kita santai ya. Kita ngikutin aja adapt cruise controlnya. Tapi kita enggak perlu lihat speedometer karena ada head up display-nya. Oh, ada W lah. Ada dong. Oh, enggak kelihatan dari sini. Torsinya instan kan ya karena penggeraknya elektrik ya di tangan pengendara seperti lu kan. Apa sih? itu jadi agresif gitu dari tadi tuh lu ngegas ngelepas ngegas ngelepas pakai pedal pula jadi ngegasnya kuat deselerasinya kuat kuat ya memang biar banyak yang masuk ke baterai enggak depan kita ini kayak final destination tahu enggak jangan i kalau ini kalau ini gua setuju disusul terlalu pelan juga final destination ini bisa nih y sikat sikat sikat sikat Eh, ciluk. Eh, bisa-bisa. Feeling, feeling, feeling. Aduh, entar kenain. Mengapa hatiku feeling? Jangan, jangan, jangan, jangan. Enggak, kalau lagu luar enggak apa-apa. Enggak apa-apa sih? Enggak apa-apa. Lagu luar. Kena royalty. Iya, lagu luar. Bisa lah. Kan kita buat ditonton YouTube sama orang-orang, habis itu kita nyanyi. Enggak, tapi kan dia enggak ada musik instrumennya gitu. Tetap aja. Itu kan lagu ciptaan mereka. Enggak tahu sekarang gimana, tapi takut aja. Takut ditagih. Iya makanya ini kan lagu luar. Gua enggak pernah nyanyi sih di YouTube sih. Enggak, Om. Kenapa enggak kita Kenapa enggak kita ciptain lagu dulu sendiri? Ai juga bisa kan? Habis itu kita baru nyanyi. Kita hafalin dulu. Oh gini aja. Perasaan enggak enggak gitu enggak apa-apa lagu luar enggak ada yang kim jauh. Tidak ada yang lebih dari perasaan. Ah, udah mencoba untuk melupakan perasaan yang kuat, perasaan cinta. Eh, feelings of love ya. banget. Mengapa hatiku? Oh, perasaan eh belakang ada tirainya lah. K dari tadi tadi privasy dari tadi gua pakai dong. Mobil baru loh, Wan. Baru baru 250 kilo pas kita jalan pertama kali. E kemarin episode 1 tuh belum sampai 100 kilo. Gua tuh penasaran Omobi kalau di kampung halamannya itu seberapa sultan dia enggak kampung halaman enggak bilang kampung halaman si kamu halaman keluarganya di sini keluarga ya keluarga kan halamanuh waduh keluar donguh duuh waduh Aduh. Wah, pasti ya kalau jalan sama Omobi itu ada aja gitu ya. Ini udah kapan kejadiannya? Baru ini baru belum lama baru enggak? Enggak, udah kapan nih. Ih, untung enggak masuk jurang loh. Gila, tipis banget loh. Seram banget. Astagfirullah. Pelan-pelan, Wan. Seram banget loh. Pasti kayaknya blong deh kayaknya. Iya. Turunan dari sana. Ngeri ya ini. Kayaknya sebelah kanan tuh habis kebakar deh. Iya ya. Ini kering ya. Heeh. Kayak hitam gitu bawahnya. Tapi waktu Gunung Sinabung itu meletus, ee masih banyak sisa-sisa katanya. Kapan terakhir meletus? 2010 bukan 2008 ya. 2010 15 tahun yang lalu. Iya. Eh, tapi udah jauh ya kita sekarang ya? Belum jauh-jauh amat sih. Gunung Sinabung meletus berarti tabungannya keluar semua. Iya, keluar semua. Orang pada ngenangkepin duit terbang. Dikit lagi Wan. Udah mau ketawa tapi belum cukup. Lucu Wan. Dikit lagi. Dikit lagi nih. Baru nyengir aja nih Wan. Ini bukan jalur lintas Sumatera ya? Ini gua baru pertama kali lewat sini loh. Lu waktu yang ke Aceh enggak lewat sini? Enggak. Gua itu berangkat lewat mungkin lewat sini cuman dari arah baliknya. Enggak, enggak, enggak. Gua lewat Padang ke Danau Toba, habis itu lanjut lagi ke Aceh. Oh, lu Danau Toba utaranya ya? Iya. Kayaknya lewat yang sebelah kirinya ya. Iya, yang sebelah kanannya yang sebelahnya sebelah baratnya. Enak tikungannya ya. Dan body roll-nya itu masih bagus. Rendah nih untuk ukuran SUV sih. Heeh. Cuman di sini emang harus hati-hati apalagi yang turunnya karena banyak yang enggak ada pagarnya juga loh. Benar. Tadi itu nyemplung sih lumayan. Sama kalau longsor itu loh. Seram loh ini. Oh iya tapi iya sih hujan terus. Waduh Om. Ini seram banget Om. Itu apa itu? Itu belakang longsor, depan longsor lagi sampai bolong. Luin longsor sih dari tadi. Aduh mau obi sini entar ya kita harus storyin dulu nih. Ini ini gede banget longsornya. Yang paling seram dari longsor gini tiba-tiba ada longsor susulan. Ini bukan tanah longsor. Ini ambles nih aspalnya. Longsor ke sebelah kiri dong. Iya. Bukan dari atas gitu. Ini nih awal mulanya enggak. Dan ini dilewatin truk-truk berat semua lagi nih. Sekarang dia longsornya ke bawah kiri situ. Ampun. Iya. Enggak pernah longsor ke atas sih, Wan. Iya, benar. Memang longsor ke samping ada enggak? Enggak ada. Ini kita ada longsor di jalan. Ini gede banget lubangnya. Ah, mati. Ngeri banget. Ngeri ngeri kali. Oh, kanannya juga sama ini. Aduh, kanan kiri lagi. Lnya iya. Aduh, kok seram. Tapi truk berat tadi lewat sih. Ya Allah. Tapi ini enggak ada yang bekerja keras hari ini. Bismillahirrahmanirrahim. Oh, ada deng. Ih, ngilu. Ngilu, ngilu, ngilu, ngilu. Kita aja yang begini ngilu ya. Gimana yang truk tadi ya? Aduh, gua bawa truk lagi. Bayangin coba. Nah, itu. Kenapa tadi ada kayak petugas tapi bawa bawa kantong buat siap dikasih duit gitu? Iya kan? Maksudnya mereka ada jasanya buat buka tutup. Tapi sebenarnya seharusnya ada petugasugas kepolisian atau perhubungan ya yang ngatur ya. Karena itu kan bagian dari tugas mereka juga. Nah itu boleh tuh ambulans nging wing Nah ambulans kan dapat prioritas kalau bawa pasien ya. Ketika jemput pasien gimana? Boleh jemput boleh jemput. Nanti begitu K pergok ke orang, "Wah, kok kosong nih?" Dan gini loh, jangankan untuk jemput pasien, misalnya habis habis ngantterin pasien ke satu tempat, dia mau balik aja ke rumah sakitnya, itu juga penting karena dia kan harus standby lagi, Om. Oh, gitu ya. Ya, enggak boleh kalau dia mau servis mobil. Iya, itu enggak boleh. Tapi servisnya kalau lama nanti pasiennya nunggu. Tapi udahlah kalau buat ambulans apalagi pemadam kebakaran gitu ya, sudah kita minggir aja gitu kan. yang sekarang diteriakkan masyarakat itu kan ee pejabat atau bahkan orang sipil yang cosplay menggunakan jasa polisi untuk membuka jalan. Enggak, kadang ada yang cosplay juga, Om. Ah, kalau cosplay itu udah ilegal itu sih udah. Wah, cosplay itu paling parah itu. Iya, kalau cosplay itu ilegal. Tapi yang yang banyak resah juga kan orang ini petugas polisi beneran yang membuka Tapi ergency-nya di mana gitu. Dan seringkiali ini lagi enggak patroli, lagi enggak darurat, lagi jalan biasa aja, enggak ada suaranya tapi lampunya nyala. Ah, kalau itu kalau itu gua pernah tanya memang ketika mereka patroli apalagi malam-malam itu mereka nyalain itu untuk memberitahukan keberadaan polisi di daerah itu. Cuman memang gua setuju silaunya kelewatan sampai kita bahaya. Terang terangnya bisa diatur sebenarnya seberapa terang. Iya. mestinya tuh enggak perlu yang sampai menyolok mata gitu. Iya. Tapi di luar negeri mobil polisi lewat-lewat aja sih, Om. Enggak pakai gitu-gituan. Kecuali mereka lagi ngejer penjahat atau harus ke tempat kejahatan gitu loh. Tapi buat apa? Buat apa ee mereka perlu diketahui keberadaannya? Ee supaya ketika patroli orang yang mau niat jahat enggak jadi niat jahat. Oh oke. Nunggu karena dia lewat baru boleh niat jahat gitu maksudnya. Iya lu daripada gua tangkap mendingan lu jangan jangan berbuat jahat deh gitu. dan memberikan rasa aman ke masyarakat sekitar. Itu dulu yang gua sempat tanya ke anggota kepolisian. Akhirnya gua oke ada lampu memberitahukan keberadaan polisi enggak apa-apa. Tapi kadang-kadang memang terlalu silau terutama yang ke belakang. benar. Padahal kan sebenarnya ya kayak enggak perlu silau yang ke belakang. Kayaknya bisa diatur deh itu harusnya. Tapi ya moga-moga sih ya sekarang sudah ada instruksi dari Kakorlantas, dari ee ee staf kepresidenan bahwa mereka akan meninjau lagi dan bahkan membekukan ini pengawalan yang membuka prioritas itu untuk sementara. Moga-moga sih untuk selamanya ya. Tapi yang cosplay itu loh masih banyak. Kalau cosplay mah ilegal itu mah udah e udah ada udah ada dasar hukumnya nih depan. Ugal-ugalan banget. Iya ugal banget tuh. Bawa motor lagi di atasnya. Help ya? Helpnya ya? Bukan itu ada yang bawa motor di atas. Masih kosong. Masih kosong. Enggak Wan, nih di mana Wan? Balai nikah. Serius Wan? Wanap Wan? Kenapa masih jauh-jauh ke sini sih? Kok secepat ini? Lu bilang enggak dalam waktu dekat. Gua enggak tahu. Udah beginian ya. Kita mau ke masjid salat dulu. Emang depannya ada balai nikah. Oh, jadi tetap plan A ya? Enggak dalam Enggak ada waktu dekat. Eh, by the way gua udah tahu nama warnanya apa. Champign apa? Eh, coklat muda. Champign silver two tone. Jadi bukan champignan biasa. Champign silver. Ada two tone-nya. Silver yang kesempenan. Dia tuh ada warna hitam, biru, tuton, merah ya, silver, putih. Ini tuh emang SUV banget ya, overfender sama ininya juga gagah banget gitu ya. Cuman memang kalau keseremp jangan sampai keserempet ya. Enggak aman Om. Bengkel jago-jago sekarang. Tapi yang paling gua suka nih ya dia kan 5 plus 2. Salah kan? Dia kan 5 plus 2. Tapi kita tetap dikasih ini, Om. Nah. Iya. Karena kan memang memang sejatinya kan mobil ini five seater kan. Five seater. He five seater. Cuman dia punya opsi buat plus du gini. Kali-kali kita lagi mau bawa ada anak kecil gitu ya atau anggota keluarga minimal sekali-sekali kita bisa bawa tuuh penumpang. Iya. Dia udah hybrid all wheel drive spek yang enggak dikurang-kurangin. Bisa lima orang bisa tujuh orang. Terus Om di bawah sini itu ada aki. Ada tempat penyimpanan kecil sama ada subwovernya. Iya karena ini audionya bose bos. Nih tempat penyelan kecil ya kan tay repair kit. Oh ini nih ini buat apa Corok ini kalau mis buat nyanyi-nyanyi itu. Oh iya lupa. Nanti ya dihibur di jalan Jangan dong. Omobi omobi enggakang. Ini buat ini buat ngisi bensin. Hm. Jadi ketika kali-kali ada yang enggak standar ya atau kalau misalnya kita pakai jerigen kita berpetualang. Karena ini tutup tangkinya enggak ada tutupnya lagi dia langsung He coba buka sebelah kanan. Sebelah sana dong. Oh iya langsung dia. Jadi kalau kita mau pakai jerigen gitu segala macam bisa langsung. Heeh. Nih nih jerigen nih. Ini buat jeran. Kalau pakai jeran dia los dulu sini terus. Iya. Iya. Iya. Jangan sampai hilang ya. Jangan. Tetap dikasih ya. Ternyata bagus ya. Kadang-kadang kalau pakai tutup gitu itu tuh suka lama-lama putus terus hilang. Dan yang paling sebelah tahu hilangnya siapa yang ngilangin karena kita terakhir di SPBU mana tuh? Oh gitu ya. Sering kejadian ya di lawan ya kan kita kok bisa ngerental ya. Jadi ya kita langsung salat apa Ridwan mau ke sana dulu. Oh iya ini ngomong-ngomong sebelum kita salat Om kita kan biar selamat dan aman. Salah satu bentuk ikhtiar kita. Mobil juga sama, Om. Dia tuh save ratingnya bintang 5, Euro N cap, Japan N cap, NCA. Jadi semuanya lengkap sampai ke Amerika pun juga NTHSH juga bintang 5, Om. Komplit ya? Komplit. Jadi ada rasa aman ya. Ya, makai kita satu. He, Pon, ini cara daftarnya gimana, On? Itu ada QR-nya. Oh, udah tahu dia. Dia udah scan tadi. Nah, itu tulisannya laporkan gratifikasi. Beda. Nah, trit pengumumannya ada kok di sini. Tritan ritual. Dasar lu pada Apa foto kagak bilang-bilang main di posting aja. Om mobil kitaak. Bentar bentar mungkin biar netizen tahu fotonya nih kayak gini ya. Entar entar ini longsor nih. By the way nih juga nih. Dalam banget ya Allah. Masyaallah dalam banget. Ih dalam banget wa. Ih ya gimana tadi? Jadi fotonya nih kayak gini. Caption-nya Om Mobi kayak gini. Sebenarnya enggak ada yang salah sih. Salah apa? Karena emang benar Ritwan yang ngajak kan ke situ kan. Kan mau salat lah. Kan kita enggak bilang ngajak mau nikah kita Ritwan ngajak. Kenapa difotonya di framing seperti itu? Bukan di framing kenapa enggak di pasti ada beduk gitu kan dan kalau mau foto tuh bilang-bilang Wan lu gua foto ya. Itu candid kayak gitu tuh tadi lu kayaknya tadi lagi sibuk daftar online. Enggak tahu daftar online apa di itu melanggar privacy namanya. Oke kalau gitu kita minta maaf Wan tapi percuma juga udah di-take down udah banyak yang tahu gitu ya. udah lama banget. Tapi tapi mov berikutnya kita enggak ini deh kita enggak kita enggak tayangin de mau foto tuh bilang-bilang dong kayak Omobi pas lepas topeng kan enggak kita foto juga gitu loh gini W pokoknya ee kita bahagia kalau lu juga bahagia i W kita gua sekarang enggak bahagia makanya gua bahagia sekarang karena lu bahagia alhamdulillah pokoknya kalau kalau nanti akan merepotkan l kita enggak suka ya Om ya iya tapi pokoknya gini Om pokoknya move berikutnya kan masih ada tahapan Om ada tahapan-tahapan tahapan tahapan berikutnya jangan di ini jangan diposting lah kasihan privacy-nya keganggu. Iya. Astagfirullah. lah kan itu mau lu tadi privacy katanya. Kita jaga kita jaga nih privasinya kalau mau foto bilang-bilang gitu loh background-nya begitu lagi kan. Biasa senyum ah biar pas biar ganteng gitu kan. Ah gua memang gini W agak agak repot memang gua sih dengar-dengar memang agak repot dan ee disusahin gitu loh. Tapi emang pernah ngalamin Om? Enggak pernah. Makanya gua dengar enggak pernah salat tadi. Hah? Kita salat masa enggak pernah ngalamin? Enggak. Takutnya lu kepengin nikah lagi. Kok jadi nikah lagi? Itu kan di balai nikah tadi. Kan kaget. Tapi W tapi Wan Wan aduh sampai terharu nih gue nih. Maksudnya kita sahabatan ya Wan ya. Benar-benar yang terbaik buat lu tuh gua support gitu. Aduh enggak enggak enggak tahan terharu gitu. Lihat lihat lihat lihat lihat. Bagus banget. Bagus banget. A pengalihan pengalihan isu hewan Wan. Tapi kalau S1 lagi tinggal di sini repot jauh kali ya. Ini ngomong apa sih? Ih, berkabut dongi. Ini yang namanya negeri di atas awan dong. Inilah tuh sebelah kanan tuh. Keren banget Dana Toba ini. Kalau enggak berkabut ini lebih keren lagi nih. Pag lah besok. Dan vegetasinya tua ya di sini ya? Vegetasi kok lu bisa kok belum bisa tahu ini tua itu? Tuh lihat tuh tinggi-tinggi semua. Eh, siapa tahu dia emang berbakat tinggi jadi masih muda. Udah tinggi. Iya. Bisa jadi model bukit berbunga, bukit yang indah. Di sana kita selalu datang berdua. Kenapa bisa nyanyi sih? Ah, indah banget ya, Om? Enggak, rasanya enggak kayak lagi naik mobil. Rasanya kayak lagi terbang. Aduh, nih kalau sana begini rasanya kayak lagi terbang, Om. Kayak lagi Iya, ya. I ya. Iya, kayak lagi terbang. Aduh, dalam juga. Jangan sampai kenapa-kenapa hewan. Dalam. Jurangnya Dalam banget, Om. Sebentar, sebentar. Aduh, jelek banget sumpah. Keindahan alam ini tolong jangan dirusak. Nah, ini kan gua sekarang ngerti gimana rasa jadi Spongebob ketika Squidw memainkan karinetnya dan mereka tidak suka dengan suaranya. Aduh, bagus banget ini. E, lagu apa lagi ya? Eh, Om, udah, Om. Tu tahu enggak kayak suara apa? Kayak suara kentut bernada. Tahu enggak? Ada diond tuh dulu buat kentut bernada. Duh. Keren banget. Keren. Magical. Magical banget di sini. Benar magical. Jadi enggak perlu jauh-jauh ke Eropa. Magis. Magis kalau bahasa Indonesianya Magis. Magis. Harus tambahin tis semua. Eh udah ya musiknya enggak apa-apa ya. Gua stop ya. Udah udah selesai. Enggak, udah ya. Enggak bisa. Ya sudah. Jembatan segini doang ini. Nah, iya pendek banget. Paling berapa nih? 300 m. Ini baru pertama kali nih gua lewat sini nih. Lewat jembatan ini. Ini kayak sungai bawahnya ya. Padahal ini padahal ini bagian dari Danau Toba airnya ini. Artinya itu bisa dijadiin daratan. Eh, direklamasi dikit aja bisa. Reklamasi dikit jadi daratan nempel. Cuma jadi enggak jadi Sumatera dongirnya. Ini kalau misalkan nih tiba-tiba ya ada wabah zombie ini jembatan dihancurin dalam aman. E zombie kan bisa berenang bisa? Bisalah. Kecuali kalau Omobi yang jadi zombie, dia akan lelep sendiri tuh enggak akan berusaha berenang juga dia. Selamat datang di Pulau Samosir. Samosir. Uh, suasananya beda loh. Langsung banyak lampu. Samosir ini enggak kecil-kecil amat loh, 630 km². Hampir sama kayak Klaten dong. Klaten itu kabupaten-kabupatennya ya, bukan cuman kota itu 700. Iya. Gede Bahkan Semarang tuh kota Semarang. itu cuman 370 km² setengahnya ini sama Jakarta. Sama Jakarta. Jakarta ribuan. Kalau ke kota Jakartanya aja tuh kota Jakarta tuh antara 2.500-an sampai 3.000 km². Ee Jaksel. Jaksel deh paling kecil. Enggak tahu Jaksel berapa ya luasnya ya? Eh ini malah lebih bagus dibandingkan dengan di pinggir-pinggirannya. Eh, kotanya Wan Jakarta Selatan cuman seperempatnya pulau Samosir. Kecil ya? Uh, kecil banget. Selatan gede banget loh itu. Iya, selata Jakarta Selatan tuh cuma 154,32 km. Jakarta. Kalau selatan Jakarta itu luas, kalau Jakarta Selatan enggak. Berarti kalau kalau Jakarta Timurnya dibuang bisa segede pulau Samosir enggak? Jakarta, Jakarta total tuh 2.500-an. Masa sih? Coba ya kalau Jakarta kotanya berapa? Jangan sama Pulau Seribu ya. Enggak, enggak. Pulau Seribu bedanya Jakarta. Pulau Seribu tuh Jakarta Utara masih Jakarta Utara enggak sih? Ee kecamatan eh kecamatan Jakarta tuh di urbannya. Oh, kalau kota Jakartanya 660.000. Nah. Enggak jauh beda kan? R000 bukan 660. 660.000 itu regionnya. Daerah khusus ibu kotanya. Tapi kalau urbannya kawasan perkotanya 3.500 km². I metronya 7.000 km². Jauh sih. Jauhjauh. Beginnya Jakarta. Nah ini namanya Kampung Ulos. Iya. Ulos tuh yang kayak batik itu ya, yang di bawah kan. I kain ulos. Kain ulos. Hmm. Nah, ini dia. Huta raja. Huta raja. Huta. Huta. Huta raja. Lu udah siapin tari-tarian buat kita? Gua enggak mintanya. Mewah banget nih, Wan. Kenapa tiba-tiba dikasih tarian? Oh, ada kainnya. Kain ul? Oh, ada kain ulot. Bos kamu siang kok sawad diikapala ya apa di sini kalau salam horas terbalik horas horas ngerti enggak ngertiak disuruh datang gitu loh oh suruh maju bagusnya k jogetnya gimana saya gini gini gini gini gini gini [Tertawa] [Tepuk tangan] ni makan Makam leluhur bukan? Eh, udah enggak. Nah, ini ada makam leluhur nih. Ini makam bukan. Bukan. Nah, ini ada Mas Hendra. Nah, turgide di sini ahlinya. Iya. Kok Mas Hendra? Bang Hendra. Horas. Hendra. Horas. Horas juga, Pak. Tulang Hendra. Oh, iya. Tulang Hendra. Belum tulang-tulang. Oh, belum tulang-tulang amat. Tulang tulang tua. Iya, entar lagi. Tulang ini. Ini ini apa, Bang Hendra? Oh, kalau ini sejarahnya ini adalah lambang protection. Jadi ini yang melindungi daerah ini pada zaman dulu. He. Ini termasuk kerajaan-kerajaan. Jadi kerajaan-kerajaan yang dari sana, dari sebelah seberang sana juga itu suka menyerang. Saling menyerang dulu karena ini raja pertama, ini rumah pertama yang orang yang pertama di sini. Makanya rumahnya seperti ini. Lokasinya juga di sini. Bentuknya seperti ini. Dari zaman dulu. Zaman dulu ini e udah sekitar 350 tahun. 350 tahun. Lebih tua dari yang tadi. Iya. Lebih tua dari teman saya, Pak. Drakula zombie. Jadi saya ee ini sebenarnya dia melindungi bagi raja yang mau menyuruh prajuritnya untuk menyerang membakar daerah ini selalu gagal dalam artian ya selalu gagal dia di depan kalau mau menyerang dia melihat ini seperti air semua jadi tidak ada ini tidak jadi kasat mata gitu oh jadi ini semua berbentuk air mereka tidak tidak jadi dan mereka laporan ke rajanya tidak Rajanya tidak percaya. Rajanya datang lagi ke sini melihat eh kok ada lagi tidak berbentuk air. Jadi ibaratnya melindungi dari ee perlawanan kerajaan yang lain gitu. Oke. Apa sih? Kayak batu gitu ya. Iya. Batu ini batunya juga sudah 350 tahun lebih sekitar itu. Dan ini juga sakral enggak bisa didudukin. Karena kenapa? Orang tua-tua zaman dahulu kalau kita dudukin ini bisa terkena hal-hal yang tidak memungkinkan ke diri kita lah. Makanya dikasih kawat berduri juga. Iya. Iya. Setidaknya dia masih sakral menurut tua-tua di sini. Ini ini ini bagus banget loh pikirannya loh. Iya bagus banget. Tapi tidak ada yang tinggal di sini lagi Ada dia cucunya terakhir yang ada di sini. Ada. Oh. Jadi keturunannya juga masih ada. Tapi tetap di sini ee si marata semuanya. Apa tuh? Oh. Oh, si marmata marganya si marmata itu termasuk parna saragi juga. Oh, Saragi juga sama. Iya. Itu sekitar ada 68 marga yang di mana kita tidak bisa mengambil perempuan dari marga yang sama. Harus dari marga orang lain. Kalau dari daerah lain yang enggak pakai marga boleh juga. Tapi asal jangan asal jangan marga parna yang 60 68 marga ini sampai sekarang masih di sampai sekarang dijalanin seperti itu. Masih ikut aturan ada seperti itu, Pak. Jadi kalau kita langgar mungkin ada sesuatu hal yang kita tidak inginkan gitu gitu. Nah, kalau Omobi apa? Besok kayaknya besok baru kita tahu marganya dia apa. Terus kalau ini lambangnya ee kayak kerbau gitu, dia menandakan dia punya kekuasaan, punya ee dia orang kalau bila bisa dibilang dia sakti. Jadi dia bisa mempengaruhi orang-orang ee kuat, banyak hartanya juga di sini. Jadi awal mula dia bisa disebut ya dia juga raja lah di sini. Rumah apa namanya ini, Pak? Ini namanya Rumah Batak, Pak. Rumah Batak. Iya, namanya memang rumah Batak. Semuanya ini memang dari kayu dan pembuatan juga slot by slot tanpa paku. Tanpa paku paku ada cuma paling sekitar 3%-an lah. Iya. Jadi ini memang semuanya dari kayu. Kayunya ukiran juga ini ukiran ini ukiran dari 300 tahun ini. Iya, ukirannya seperti ini. Mungkin sudah dipugar kali, Pak. Ya, sudah ada renovasi ya sedikitlah. Boleh, boleh. Hah? Boleh, boleh. Nanti kita bisa coba masuk enggak masalah. Nah, yang nanti kita malam nginp di kamar yang mana? Enggak, enggak, enggak, enggak. Nginap. Sini, nginp sini. Kalaupun mau nginp juga enggak masalah. Kalau dia mau nginp enggak apa-apa. He W aja, Wan. boleh masuk dalam. Memang saya mau traktir mereka ini nginp. Oke, siap. Ada orang e mau masuk? Boleh, boleh. Ya, mari Ada anak rajanya Kita mesti iya. Baweng bawa upetingak. Oh iya ada Ridwan pernah ketemu Raja kasih Ridwan aja kasih sebagai upeti. Mendingan kasih pala lebih gede buat putri rajanya. Iya Wan apa sih buah kan tadi nyariin ada yang masih jomblo enggak? Revi enggak masih jomblo kan? Mari Pak Mari kita masuk dilepas ya. Iya boleh. Iya dilepas ya. Lepas aja kaos kaki enggak apa-apa, Pak. Enggak apa-apa silakan. Lama ni. Silakan. Ini tempat tidur, Bu. Iya, Bapak. Jadi katanya katanya dulu masak di tengah, sekarang sudah dipindah ke belakang. Ini kayunya 350 tahun loh nih. Enggak kalau lantai. Oh, enggak. Lantai udah baru ya. Sudah dibugar. Udah direnovasi. Yang 350 tahun tuh yang mana? Rumah ini pondasinya. Dinding dengan dinding pondasi. Fondasi. Iya, pondasi. Tapi ini kayunya bagus banget Iya. Ini diganti ini udah ada sekitar 30 tahun. 30 tahun tanpa genteng ya ini rumah ya. Jadi pakai atpnya. Iya. Dulu pakai genteng. Dulunya pakai jerami. Jerami. Baru genteng. Oh sekarang genteng ya? Genteng baru seng. Oh sekarang seng. Ini dari kayu ulin. Kayu. Oh dari kayu ulin. Kayu ulin. Jauh sekali. Tapi bahasa logat Samosir sama yang di Pulau Sumateranya sama hampir sama kalau matanya ya bataknya Tapi ada yang samorsir aslinya tuh ada bahasanya suku yang asli Samosirnya ada bahasa sendiri juga bahasa Batak. Bahasa Batak semuanya jadi satu bat. Iya. Ibu bisa ngomong bahasa Batak Bu? Ya pasti bisa. Bisa. Saya mau dengar. Saya mau dengobrol. Kebetulan dia juga orang Batakon Marga Simarmata. Au Marga Simarmata. Au Boru Simarmata. Hami tinggal di Hutaraja. Saya orang tua ee kakek saya Tapanuli Selatan. Oh. Tapsarga apa? Hah? Dia tidak mau memberitahu. Bu. Iya. Enggak boleh. Enggak boleh. Ayoak. Biasanya tapak tulis selatan marganya apa aja ya? Biasanya tapsel itu marga Ritonga ada. Ritonga. Ada Tanjung juga. Iya. Lalu ada siar. Cukup cukup. Kira-kira dia pasnya ritonga cukup. Siar. Siregar cukup siregar kayaknya siar ya. Om Mutomobi siregar. Udah udah udah Heh. I Bu terima kasih Bu. Soalnya teman saya memang keturunan Batak tapi tidak bisa bahasa Batak sama sekali. Bahkan sudah mulai melupakan akarnya. Makanya kami ajak beliau ke Bahasa bataknya enggak bisa batak. Bisa, bisa bahasa bisa cuma enggak mau ngaku enggak bisa. Jadi Moliate itu terima kasih mau liate. Enggak tahu kalau orang bilang mau lihat kita mau bilang sama-sama. Kalau bahasa Inggris bahasa bahasa Inggris bahasa basannya balasannya. Oh mau lihat teh lagi. Liate lagi. Mau lihat teh mau lihat teh. menyambut Horas itu salam bisa salam berpisah juga. Horas. Oh, horas juga salam berpisah. Berpisah. Horas aja kan kalau kebanyakan horas bah. Ada ada gitu juga. baik itu seperti kata seru. Iya. Makanya sebenarnya horas aja kan. Bah kata bah gitu. Coba bah wah bah bah gitu harus ada e itu. Nah itu lat bate itu gitu. Kelihatan juga bat kau tapsel dop bapak on bah kan. Oh tinggal sini sajalah ya. Ya terima kasih ya Bu. terima kasih. Mau lihat mau lihat mau lihat mau lihat Bapak. Horas horas. Pokoknya Om Mobi kalau belum ngaku marganya apa kita panggil si Regar saja. Iya. Atau Rong. Jangan tebak-tebakan begitu. Semua yang tinggal di sini ee pasti bisa menenun yang wanita. Kalau yang pria ada yang menenun juga enggak? Ada. Oh, yang wanita ya. Berapa lama, Ibu buat seperti ini nih? 10 hari. 10 hari satu satu ini satu k 10 hari ini. Sehari berapa berapa jam kerjanya? 9 sampai dan butuh 10 hari buat bikin Tradisional semua ya. Benar ininya ya. Alatnya alat tradisional. Kenapa yang tengah itu ada pinknya? Ini buat ini nih. Buat buat pola warna I pink-pink itu buat apa, Bu? Benang yang ini, Bu. Buat apa, Bu? Ini inilah di itu buat warna yang itu. Kalau lagi menenu tiba-tiba benangnya ada yang putus, Bu. Diulang lagi. Dibagusin lagi. Oh, dibagusin lagi. Bisa dibagusin nantinya. Aduh. Aduh, sayang. Dulu nikah pakai los juga berarti enggak ingat. Mau lihat, Bu. Iya, Pak. Mau lihat mau lihat. Kita pamit dulu. Sampai jumpa lagi. Horas. senang bertemu dengan sama kami juga senang terima kasih untuk pulosnya yang sangat indah ini. Sama-sama terima kasih kembali. Ini namanya motif apa, Pak? Motifnya ragi hotang. Ragi hotang. Artinya apa? Ragi hotang. Ragi hotang nama kan enggak harus ada artinya ya. Iya. Kenapa sih? Kenapa harus ada artinya semuanya? Kayak Omobi marganya Ritonga. Enggak. Bukan. Jadi memang e ragiang ragi hotang itu namanya tetap ragi hotang ini untuk keperluan pernikahan. Oh ini. Ah Om udah pas nih Om. dulu berarti pakai ini Om lah kan tadi dari mana gitu buat mengiringi Ritwan sudah pas. Iya pas. adalah rotan. Rotan. Oh berbahan dari rotan. Terima kasih. Selamat malam. Makasih. Horas. Berarti dulu pakai ini ya Om ya? Enggak gak ingat enggak ingat nih. Harahap, Sregar, Nasution, Lubis, Pulungan, Hasibuan, Dalimunte, Daulai, Rangkuti. Wah, tidak ada ritongnya ya lah itu. Tapi banyak marga muslim tuh. Iya, Siar, Lubis, Lubis, Hasibuan, yuk. Ke mana? Eh, ke mana Wan? gua curiga malah dia keluarga. Entar urusan keluarga dulu di udah malam. Oh, mendingan kita bermalam dulu. Malam dulu aja. Udah dipesenin hotel. Gua udah minta panitia hotel yang paling bagus di sini. Wan gua pengen lihat pemandangan ininya dong. Kita udah kes pemandangan tobanya ya. Y enggak nyampai-nyampai ini mah. Ah heran videonya lanjut besok ya. Om Mobi Harahap. Harahap ya dia ternyata harahap kayaknya apa rangkuti jangan banyak harahap. Ah, indahnya. Kalau pagi baru kelihatan kan gimana? Bagus sekali. Cakep enggak? Enggak. Ini kombinasi yang pas gitu loh ya. Rumah adat. Rumah adat. Danau. Danau keindahan dan teknologi terbaru dan penduduk sekitar ya. Maksudnya orang sini juga kan orang daerah. Orang sini ada banyak keturunan daerah sini. Berarti punya kain ini berapa, Om? Punya kain ini ada berapa di rumah? Ada beberapa. Karena suka ada cara-cara butuh ini. Kalau pesta-pesta enggak pernah dipakai sih, Om? Baru rasanya ini baru video pertama kita bikin video bareng itu sejak sejak tahun 2015 kalau enggak salah ya. Ini kayaknya video pertama yang merreveal ternyata Om Obobi orang Batak. Iya ternyata marganya Harahap. Yang pernah bilang orang Batak siapa? Eh Harahap apa orang putih? Enggak ada Ritungan. Bukan bukan bukan bukan bukan bukan. Jadi kapan ininya acara keluarga? Iya. Eh bukan acara urusan. Oh urusan. Kalau acara itu acara itu event ini kan perutan warisan ya. Iya iya iya iya urusan. Heeh. Ternyata tuan tanah di Sumatera Utara. Tapi enak loh apa ee explore Sumatera Utara ee jalannya ee variatif. Ada yang halus banget. Ada yang rusak, ada yang longsor, ada yang sempit, ada yang lebar. Makanya kalau misalnya Anda mau ee explore daerah Sumatera Utara gitu ya, sebaiknya memang pakai mobil yang tepat, mobil yang proper, cocok untuk medannya. Oke. Dan gua pernah ke Danau Toba beberapa kali. Baru pertama kali ke Samosir. Ternyata dari daerah Samosir sini itu lebih indah. Selama ini kita ke padah yang kita lihat Sumatera. Iya Sumatera. Iya. Selama ini kita ke Tobah. Samosir ada pemandangannya. Sekarang kita di dalam pemandangannya. Eh ke sana yuk. Ayo. Gini ya pemandangan kayak gini terakhir lihat tuh di Eropa-Europa. Nah benar. Eropa, New Zealand tuh bukit-bukitnya kayak gitu. Enggak pernah ke New Zealand dan ini agak menguning jadi kayak lagi masuk vol. Musim gugur. Udah gitu udaranya sejuk pula. Karena kita tinggi 1000 m, 900 sampai 1000 m di atas permukaan laut. Bayangin setinggi itu ada danau seperti laut. 2.950 fet. Iya, 3.000 fet. Ada yang berenang bisa. Ini kan danau lautnya lebih eh airnya tenang. Jangankan danau laut juga bisa berenang kok, Om. Enggak buat semua orang emang berani berenang di laut, tapi bisa. Kan bahaya ini kan kita enggak tahu di bawahnya ada apaan. A sekarang berani enggak kalau berenang di sini? Masih takut hiu juga. Ada hiu di danau gitu malah lebih ngeri lagi. Lcknnesses. By the way, lihat dong apa ee berawannya agak tebal. Takutnya kita nyebrang hujan. Kan mobil kita ada atopnya. Iya sih, cuma nanti di kapal begini-begini. Ini airnya juga tenang. Ini pengin berlama-lama di sini rasanya Iya. Apa lu mau pindah dari ketenangan di Klaten jadi ketenangan di Toba? I janganlah. Itu kan Om Mobi pensiun di sini. Kata siapa sih nih? E tergantung ini perebutan warisan. Bukan perebutan warisan bukan. Ayo ayo ayo jalan yuk. Kita urusan keluarga ini. ya udah. He ya. Tapi ini ini mobil ya. Tiap video di kemarin sebelumnya di channel Fitra Eri itu ada kelemahan dan kekurangan yang tidak yang menurut Om Fitra di channelnya Ridwan Hanif ini. Coba kita tanya Ridwan. Sebenarnya bukan kelemahan hal yang kurang begitu suka dari mobil itu. Kurang suka kita mulai dari yang kurang suka dulu. Apa yang paling suka? Kurang suka. Yang kurang suka. Yang gua paling kurang suka dari mobil ini adalah ketika duduk di belakang kemarin pas gua turunin jendela, dia masih ada sisanya lumayan banyak tuh. Emang? Emang kenapa enggak enggak sampai rata ke bawah? Enggak habis kacanya habis. Jadi lu kalau mau loncat keluar agak susah gitu. Ee buat kampanye buat ambil birol, bagi-bagiin kaos ke ini rakyat. Oh iya iya susah jadi enggak sampai habis kan ada ini dari panoramik sunroof bisa dilempar-lempar. Terus kenapa masalahnya kalau enggak sampai habis? Enggak enak. Oh tangan enggak bisa gini. Iya salah satunya itu. Oh pas lagi inspeksi Kelaten tuh enggak bisa tangan kayak gini. Aduh. Heeh. Terus yang suka apa? Pas nyetir. Kalau udah duduk semuanya pas, posisi tangan pas, ini pas, kursinya pas, terus juga larinya enak ya kan? Handlingnya bagus, masih empuk juga. Oh, pantesan dia asik sendiri nyetir sampai enggak perhatiin perasaan perasaan penumpangnya. Iya. Eh, iya terserah deh. Penumpangnya gujrak-gajruk dia. Karena menurut gua ee yang paling sulit ditiru itu adalah ee driving dynamics-nya gitu. ketika udah nyetir itu mobil lain mungkin banyak yang ngasih fitur A B C D FG tapi untuk rasa berkendara itu sulit ditiru R&D-nya panjang okeah ini Omobi udah ditunggu kalau enggak warisan jatuh ke keluarga yang lain jangan lupa tonton video sebelumnya di channel Fitra Eri dan video setelah ini ada di channel Om Mobi kita lihat bagaimana warisannya sebanyak apa. Bukan, bukan bukan kita bakal nyesel enggak kenal sama dia atau kita malah beruntung kita kenal sama dia? Kita lihat hasilnya. Bukan urusan warisan bisa jadi triliuner nih pulang dari sini nih. Gue juga penasaran marganya apa sih? Ah, itu kita lihat juga jangan-jangan marganya margareta. Tapi yang jelas dari perjalanan ini ada beberapa fakta terkuak. Nah, berleknya enak nih pas banget pakai ece ini. Juru moodi semua aman. Ini warisannya Wan. warisannya Omobi istana

Lihat di YouTube