Xiaomi bikin HP Flip dan hasilnya bikin MENDANG MENDING!! (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan Xiaomi ikutan bikin HP Flip nih. Namanya Xiaomi Mix Flip, generasi pertama. Speknya langsung dewa ya, ala-ala Xiaomi lah. Harganya juga ala Xiaomi lah. Lebih miring, varian paling murahnya itu sekitar 6 ribu yuan, atau 13.5 juta, itu selisih 4 juta dari Samsung Flip 6, yang kenanya itu di 17.5 juta. Tapi sayangnya, tadi anda denger ya, saya bilangnya 6 ribu yuan, alias harga China. Nah, soalnya belum ada kabar kapan Mix Flip ini bakal dijual resmi di Indonesia, atau bakal dijual nggak. Kemungkinannya sih masih ada ya, soalnya HP ini juga udah dijual di Eropa, ada versi globalnya, jadi dia nggak kekunci di dalam China aja. Mungkin Xiaomi Indonesia jadi mikir buat masukin ke sini, kalau komen video di bawah ini bagus? Atau malah tambah yakin nggak usah masukin, komennya kurang oke soalnya, Samsung udah terlalu kuat di Indonesia, sama Oppo juga main. Kita cobain bareng. Oh iya, unit yang kita cobain ini HP pinjaman dari Shopyz ID ya, toko di Tokopedia yang jual barang resmi kayak Samsung, Xiaomi, Poco, dan lain-lain. Tapi Doi malah sering minjemin barang nggak resmi ya, kayak kemarin dulu sih, sempet minjemin Legion Phone, ini kayak emang doain gadget lah orangnya, nggak sekedar jualan doang. Thanks Shopyz ID, let's go kita cobain Mix Flip ini, yang kotaknya sih keliatan kayak flagship-flagship Xiaomi yang biasa ya, nggak ada bedanya, dia kayak Xiaomi 14 atau yang lain, kalau Oppo kan dia kotaknya lebih gepeng tuh, lebih kotak, lebih pipih, sementara Samsung ya HP Samsung, tipis dan tidak ada apa-apanya selain ada HPnya. Sementara si Mix Flip, dia keliatan tebal, warnanya hitam kayak flagship lain, Xiaomi Mix Flip ada di sebelah kanan sini, di kiri juga Xiaomi Mix Flip, di atasnya ada logo Xiaomi, dan di bawah nama Mix Flipnya ada label Co-Engineer with Leica. Jadi dia juga kebagian hasil kerja sama Xiaomi dengan Leica yang udah berjalan beberapa tahun ya, 2 atau 3 tahun gitu, udah lumayan lama, harusnya udah lumayan pengalaman juga. Di bawah sini ada label Powered by Xiaomi Hyper OS, jadi OSnya juga udah yang baru, bukan MIUI lagi. Di bagian bawah ada varian warnanya, purple, selain purple ada juga warna putih atau warna hitam. Jadi ada 3 pilihan warna ya, terus di sini ada keterangan RAMnya 12GB dan internal 512GB alias setengah TB. Itu masih varian tengah lho, bukan varian yang paling tinggi soalnya, varian paling tinggi ada yang RAMnya 16GB dan internalnya 1TB buat HP Flip ya. Samsung aja seingat saya 256GB dan 512GB. Ini ada varian 1TB, cuma kita yang setengah teranya. Ada juga yang 256GB yang 13.5 juta tadi, kalau mau yang paling murah. Sekarang kita coba buka saja. Ini tebel sih nggak tau isinya apa, padahal HP Flip itu kan biasanya slim-slim, sederhana, tapi Xiaomi entah ngasih apa aja, ada tulisan Xiaomi ya. Nggak ada sambutan karena ini versi China atau versi global, ada SIM Ejector, terus kita dikasih casing, mantep! 1-0 buat Xiaomi dibanding Samsung. Tapi di sini kelihatan kayak apa? Pearl itu apa? Mutiara ya. Jadi kayak mutiara yang warnanya ungu, finishingnya yang mengkilat dan ada... kayak titik-titik putihnya, terus warna ungunya juga nggak terlalu pekat. Gua inget Pearl karena inget Pearl-Pearl, inget anaknya Tuan Krab soalnya. Namanya Pearl juga kan. Xiaomi Mix Flip, ada buku tunjuk, dan ada service garansi dan keterangan lain. Harusnya ada bahasa Mandarin, ada bahasa Inggris, terus ada HP-nya, kita taruh di samping dulu, kita keluarin dulu isi kotaknya, kalau dilihat dari colokannya sih ini versi global sih, kalau versi China soalnya garisnya 2 colokannya, kalau ini ada 3, biasanya ini dipakai di Inggris ya, atau di Singapura dan negara jajahan Inggris yang lainnya. Ya saya lumayan pede bilang ini buat Inggris, karena kalau buat negara Eropa yang lain, setau saya kalau kayak Swiss atau kayak Perancis gitu, colokannya kayak Indonesia, sama. Tapi kalau ini ada 3, mungkin buat Inggris UK, CA gitu, entah mungkin Inggris lah ya. Dan dayanya 67 Watt. Designed by Xiaomi, ini colokannya USB-A, terus ada kabel USB-A to USB-C, ada warna orange-nya, sekarang kita lihat HP-nya saja. Oh ini tulisannya kelihatan lebih cakep sih, daripada kertas-kertas Xiaomi yang biasanya, dari fontnya kayak lebih tebel gitu cetakannya, entah perasaan saya aja atau ilusi HP mahal gitu ya, di sini ada warnanya juga, ada warna merah leicanya juga, rasanya lebih bagus aja. Fitur yang paling dipamerin adalah... Outer Display dengan ukuran 4.01 inci. Ini jadi outer display atau cover screen paling gede yang ada di HP Flip ya, sebelum ini rekornya si Motorola dengan catatan 4.00. Ini 4.01, jadi mungkin sengaja digedein 0.01, biar jadi rekor. Terus ada dual display, ya tentu aja HP Flip semuanya dual display, terus ada Leica Summilux Optical Lens, oke itu kameranya, ada Multi-angle Hover Photography, mungkin ya HP Flip juga yang bisa di angle-nya itu beda-beda. Mungkin itu artinya. Terus ada Snapdragon 8 Gen3, mantep banget prosesor yang kenceng, dan charging 67 Watt, hyper charge, baterainya juga gede banget, ini 4780 mAh. Kalau HP Fold Samsung, yang gede itu, dia 4400 doang. Sementara yang Flip Samsung ini, dia 4000 doang. Jadi secara kapasitas, secara spek, si Xiaomi ini menang banyak sih dibanding Samsung. Kita tarik saja, dan mari kita lihat desain dari Xiaomi Mix Flip. Warnanya sih ungu ya, emang ungu sih, dan dia mirip banget sama casingnya ini. Cuma tulisan Xiaomi-nya lebih tebel, nggak se-wow itu ya. Warnanya mirip kayak warna N2 Flip-nya Oppo, yang agak keungguan gini. Malah lumayan mirip, Oppo sedikit lebih gelap aja, lebih pekat aja, sementara Xiaomi dia agak terang ya. Tapi saya lebih suka desainnya Xiaomi sih. Kayak entah karena dia ada efek baru, lebih fresh, atau dia bentuknya bulet-bulet kayak lebih lucu, jadi di bagian tengahnya ini, dia pun melengkung ke dalam, jadi ada apa kayak ada got-nya gitu yang masuk ke dalam gini. Terus layar Mix Flip ini juga dibikin melengkung di keempat sisinya, jadi rasanya lebih lembut, lebih lucu aja, sesuai sama warnanya, yang targetnya itu mungkin cewek banget ya, kalau warna ungunya ini. Jadi kesannya dapet aja kalau HP ini HP yang lucu. Kalau dari kameranya sendiri, dia gede, ada 2 kamera, 1 kamera tele, 1 kamera utama, jadi nggak ada ultrawide, dan ukuran housingnya ini lumayan gede ya, padahal ukuran dari lensanya sendiri nggak segede gitu, ini mirip-mirip kayak Flip yang lain, tapi Xiaomi memutuskan buat pake bingkai segede gini. Kalau frame-nya sendiri, dia udah pake metal, di sini ada tombol power yang ngerangkap fingerprint, soalnya kalau nggak salah inget ya, nanti kita pastiin. Soalnya saya masih penasaran kenapa ini dilubangin, si kertasnya tadi kayak nandain kalau ada In-Screen In-Display Fingerprint gitu. Di atas tombol powernya ada tombol volume, terus di atas ini ada infra red blaster, mantap ala Xiaomi banget, dan di sini ada mikrofon, terus di kirinya polosan saya, di sini lucu sih ada melengkung lagi-lagi, saya lumayan suka karena lumayan beda dari Oppo dan Samsung, terus di bagian bawah ada speaker, terus ada mikrofon, ada port USB-C, dan ada SIM tray, dual SIM ya, jadi ada SIM 2 dan SIM 1. SIM 1, di sini juga ada tulisan widih, Leica-nya, bagus nggak tadi? S, Leica dong, oke di sini ada tulisan Leica, dan ada apa ini, kecil banget, ini vario Sumilux, dan spek-spek dari kameranya. Coba kita lihat lipatan dari HP-nya, di sini ya ini kelihatan kayak lipatan- lipatan HP Flip pada umumnya ya, tidak lebih jelek tapi tidak lebih oke juga kalau kita bandingin sama Samsung, malah mungkin Samsung kelihatan sedikit lebih mending kayak dari garisnya itu, si Xiaomi lebih berantakan, lengkungannya lebih liar, kalau Oppo, dan harus dicatat, Oppo ini dan Samsung udah dipakai lebih sering daripada Xiaomi, jadi kalau Xiaomi lebih ini, tapi Oppo lipatannya kayak lebih tipis, rame tapi tipis-tipis gitu ya. Jadi dari crease, tidak ada inovasi baru dari Xiaomi, mereka cuma ngikutin aja, lebih murahin harga dan naikin speknya, sekarang kita coba hidupin dulu. Oh iya, hinge-nya, set! Masih joget sih, jadi kalau kita gini dia langsung balik, beda sama Samsung. Ini kalau kita ngetes hinge gini, standar paling tingginya udah pasti Samsung ya, karena kalau Oppo juga sama aja. Jadi kalau kita cobain si Samsung, kita gini, dia aman banget. Set, set, set, tipis gini aja, digoyang-goyang juga masih aman. Kalau kita gini, dia masih aman juga, tapi kalau kita kencengin dia bakal ketutup sendiri. Kalau si Xiaomi, kalau udah seberapa tuh? Kita naikin gini, dia balik lagi. Katanya multi angle tadi, multi angle photography. Nah, gini baru oke. Kalau kita turunin, wih, masih kenceng. Lebih dari 1 udah multi sih, apapun yang 2-3 itu udah multi sih. Udah multiplayer, udah berkali-kali lipat. Ya ini saya bukan ngatain Xiaomi ya, karena HP-HP lain kayak Oppo, terus yang Vivo juga, hincenya mirip-mirip kayak gini, cuma Samsung aja yang terlalu bagus. Sep, jadi ini adalah penampilan paling awal dari Xiaomi Mix Flip. Ini bagian yang paling saya suka dari HP ini ya, bagian cover screennya, atau yang Xiaomi bilang outer screennya. Yang ukurannya mecahin rekor tadi 4.01 inci, panelnya AMOLED, dan resolusinya ini udah Full HD. Layar sekecil ini, Xiaomi masih bela-belain kasih layar yang tajem banget. Biasanya kalau Samsung, mereka cuma kasih HD aja. Sangat beralasan, karena layar sekecil ini ngapain tajem-tajem, kerapatannya juga tetap oke kok. Tapi Xiaomi bilang, ya kita Xiaomi, kita harus kasih spek yang paling gila. Oh iya, ini kita redupin dikit, kameramen di belakang udah ngomong itu terlalu over, woi! Ini kita turunin, oke, brightnessnya juga tinggi, dan dia punya refresh rate 120Hz. Kalau yang lain cuma 60Hz ya, mau itu Samsung, ini Samsung, mau itu si Oppo, dia 60Hz aja, sementara Xiaomi kayak ya udahlah, kita bodo amat, kita kasih 120Hz, kasih semulus mungkin, walaupun layarnya cuma sekecil ini. Kenapa mereka seniat itu, padahal mungkin mubazir, nggak kepake, turunin harga aja mendingan. Soalnya, cover screennya ini punya fungsi yang pinter sih, saya bilang pinter, banyak, dan Xiaomi kayak mikirin gitu. bandingin sama Oppo, dia mungkin bisa dibilang punya layout yang sama ya, ada 2 kamera di sebelah kanan bawah, dan ada layar yang manjang gini di sebelah kiri. Tapi Oppo nggak ngasih apa-apa di bagian kanan atas, sementara kalau di Xiaomi, sebelah kanan atas ini, mereka manfaatin sebagai widget yang standby terus, tinggal kita scroll-scroll gini aja, ada aplikasi yang bisa kita switch terus, misalnya kita lagi puter YouTube, kita mau pindah ke TikTok, terus kita mau pindah ke Spotify, kita mau pindah ke cuaca, itu bisa... Kok ini disuruh kesini? Set! Oke... Oh! Ternyata tidak bisa semuanya ya? Jadi recent app yang ada di sini, nggak semuanya bisa dipake di layar yang kecil. Agak sayang juga sih, padahal di sini ada weather, tapi kok bisa sih? YouTube... Ini weather, set! Kok gitu sih? Nggak mateng ini softwarenya... Nih Spotify... Aha! Masuk, kita balik, kita buka weather... Oke! Ada! 33 derajat, kita buka YouTube, mantap! Kita buka weather lagi disuruh buka... Mana ini? Buka! Astaga... Buka! Eh, ini malah app yang tadi lah... Ini kali ya, Xiaomi dibanding Samsung ya? Eh, sama Oppo juga lebih mateng. Ini konsepnya menarik, tapi... eksekusinya harus ada update-update. Ya bener sih, konsisten sih kayaknya. Harus ada update, mungkin ada settingan, tapi aplikasi lain lancar tuh. Agak aneh kalau misalnya harus di setting manual, dan di sini juga bisa. Agak nggak konsisten aja. Ah, itulah... Xiaomi ya? HyperOS, hyper! Wah, bakso! Jadi jangan heran kalau misalnya ada apps lain yang bakal minta buka layar yang gede ya, karena weather bawaan Xiaomi-nya aja masih dapet perlakuan yang anak tiri ini. Kalau... Lah, ini sekarang kayak gini. Tadi... Tadi loh... Nih, YouTube. Hah, hap! Kok gini sih? Hah... Selain recent app, ada juga cuaca. Nah, kalau ini mungkin Xiaomi bilang, ada kok widgetnya, lu nggak usah buka aplikasinya. Tapi kan mau lebih detail, siapa tahu. Ada jam juga, dan kalau kita mau tambahin... Nggak bisa di tap gini langsung ya? Hap! Jadi di setting ada pilihan outer screen, kita tekan widgetnya, dan ada beberapa widget yang bisa kita tambahin. Misalnya ada clock yang cakep, terus ada kalender, terus ada musik, tapi kayaknya udah mentok sampai kita nggak bisa tambahin lagi, udah penuh kuotanya. Kalau kita hidupin gini lagi, kita scroll, ada kalender, ada jam lagi, dan ada recent app yang tadi kita tambahin. Ini ide yang bagus banget sih, buat pake layar yang kecil. Sementara Samsung juga ada sistem widget kayak tadi, dan bisa di scroll juga, tapi cara mereka bikinnya... Ini ada password dulu... Kita swipe-nya ke arah kanan sini, dan dia bener-bener didominasi oleh widgetnya sih, satu layar ini. Sementara kalau Xiaomi, dia masih ada aplikasi yang bisa kita pilih. Jadi cara mana yang paling enak, ya itu tergantung siapa yang pake sih. Tapi saya salut sama ide Xiaomi yang dipisahin sendiri kayak gini, karena kita jadi bisa akses banyak hal dalam satu layar yang kecil, satu widget, dan satu aplikasi, di sini kita juga masih bisa kendaliin. Jadi kayak rasanya lebih cepet aja gitu, terus kita bisa switch dengan cepat juga. Bakso lagi! Oke, berapa kali ini? Eh, apa barusan? Ada kalkulator... Jadi ini berasa ada aplikasi yang full di layar yang kecil, mirip kayak Motorola kemarin ya, cuma Xiaomi idenya juga beda lagi dari Motorola, kalau yang kemarin kan Motorola dia satu layar full, sementara Xiaomi, biar lebih konsisten, dia kasih yang manjang gini. Kita juga bisa ngetik di sini, misalnya kangen band... Eh, salah, nggak boleh. Kangen... Kecil ya, karena sempit gitu ya, karena sini ada dipakai... Udah dibooking oleh recent apps sama kamera ya, tapi kita tinggal balikin gini aja, dan layarnya jadi full! Keyboardnya jadi full, jadi kita bisa ngetik kangen band, dengan lebih mudah. WD... Taraaa... Widih... Mantap! Jadi kita tinggal puter gini lagi, set, widih! Ini ide yang dipikirin, cuma mungkin ada beberapa bug tadi yang belum matang, yang harus diseriusin Xiaomi lagi ya. Cuma ini patut ditiru sih. Buat Maps juga bisa, tapi pas saya nonton reviewnya di K2G, pas mereka pakai Google Maps, di Xiaomi ini ada bug juga yang ada item-itemnya nyangkut gitu. Jadi kalau dipakai sering-sering mungkin bakal nemu beberapa bug ya, dan nggak tahu apakah sudah dibenerin atau belum, atau bakal dibenerin atau nggak. Tapi sekali lagi yang saya senang itu idenya sih, dan semoga dimatangin juga. Kalau idenya doang terus dikasih terus ditinggalin agak percuma juga ya. Mungkin bakal banyak yang suka sama beginian, karena kita serasa punya 2 layar, ada 1 layar utama, dan 1 widget yang siap kita pakai juga buat pindah-pindah. Mungkin ada juga yang nggak suka, karena mending layar yang di kanan ini dipakai full aja, buat 1 aplikasi yang gede. Itu selera. Kalau dari layar utamanya sendiri, atau layar yang ada di dalamnya ini, nggak berasa spesial sih, nggak beda dari HP-HP Flip yang lain. Ini ukurannya 6.86 inci, terus dia 120Hz, dan AMOLED, terus resolusinya 1.5K, brightnessnya di 1600 nits, kalau high brightness mode, kalau dipeak bisa 3000 nits, Dolby Vision, HDR10+, yang wajib-wajib lah buat sebuah HP flagship. Kalau prosesornya sendiri, tadi kita udah baca Snapdragon 8 Gen 3, RAMnya ada yang 12GB, ada yang 16GB, internal ada yang 256GB, 512GB, 1TB, dan baterainya 4780 mAh. Lumayan hebat sih buat Flip, karena Samsung aja, yang tebelnya itu nggak jauh beda, malah mungkin lebih tebel ya. Dia cuma 4000 mAh aja. Tapi walaupun baterai Samsung lebih kecil, 4000 mAh, dia udah support fitur-fitur flagship kayak wireless charging, atau reverse wireless charging juga bisa, jadi kita mau ngecas TWS bisa, sementara Xiaomi ini, dia belum bisa wireless charging, dan nggak bisa reverse wireless charging. Tapi ngecasnya Xiaomi lebih kenceng, dan dia dapet charger bawaan 67 Watt, sementara Samsung 25 Watt. Terus Xiaomi masih pake USB C 2.0, sementara si Samsung 3.1. Jadi speednya itu, si Samsung lebih kenceng 10 kali lipat. Banyak banget kelemahan kelebihan yang saling sikat ya. Xiaomi ada unggulnya, Samsung ada unggulnya, Xiaomi mungkin lebih dimaafkan karena harganya lebih murah ya. Atau nggak, karena Xiaomi ini nggak ada IP6 berapa, nggak tahan air, sementara Samsung mau diajak cemplung juga bisa. Kalau disuruh milih sih udah otomatis Samsung kayaknya ya, tapi kalau harganya lebih murah, siapa tau Xiaomi lebih menarik ya. Coba kita tes performanya. Performa speakernya! Wih... Oh, imbang ini, imbang ini. Dari earpiece ya, karena di atas ini nggak ada lubang speaker. Rame ini, bagus sih ini speakernya. Hmm... Ya lumayan, 7.5 lah. Nggak se-wow itu, cuma nggak jelek juga. Saya penasaran kalau dibandingin sama Samsung kayak gimana ya? Pegang yang Samsung juga berasa lebih solid sih, mungkin karena bentuknya kotak juga, tapi lebih puas pegangnya. Woh... Jauh sih. Samsung lebih bagus. 8.5 mungkin. Kalau Antutu-nya ini mantap sih. 1.6 juta Snapdragon 8 Gen 3, tapi bukan 8 Gen 3 yang maksimal sih, karena ada 8 Gen 3 yang 2 juta. Mungkin di HP-HP Flip nggak berani dipush banget, karena jenis layarnya juga lebih rentan dibanding yang lain. Dari dulu, kalau anda punya HP Flip, saya nggak pernah rekomenin buat ngegas HP-HPnya buat kenceng-kenceng banget sih, karena saya nggak tau kalau HP yang fleksibel dipanasin dalam jangka waktu lama itu, efeknya bakal kayak gimana. Saya nggak pernah main game default yang berat-berat. Buat settingannya sih udah aman lah, ini udah ultra-ultra malu-maluin kalau nggak. Xiaomi Snapdragon 8 Gen 3. Cakep. Ini gimana cara... Woh, luas ya? Oh, kokang ya? Ini kokang ya? Performanya sih ya udah lah ya. Snapdragon 8 Gen 3 udah mantep, dari grafiknya aja udah jelas banget, ini mentok-mentok 120 fps panjang game, jadi buat Mobile Legends di HP Flip ya aman lah. Sayangnya kalau kita pengen main Mobile Legends tadi di cover screen, nggak bisa ya soalnya, pas kita mau tambahin aplikasinya, Mobile Legends atau game-game lain belum disupport. Sementara kalau Samsung ada sistem Good Lock, yang kita bisa tambahin custom. Jadi itu bukan sistem bawaan Samsung, tapi kita bisa tambahin install dengan mudah sistemnya di HP ini. Kalau Xiaomi belum ada sistem kayak gitu sih. Kalau buat main Genshin, performa Snapdragon 8 Gen 3 juga mantep, dia bisa dapet 60 fps, tapi itu di awal doang ya. Lama-lama HPnya juga nggak berani ngegeber terus, dan dia menghasilkan throttling. Kelihatan banget dari grafiknya, abis maksimal terus dia mentok ke bawah, rata terus turun lagi, rata lagi. Itu tanda-tanda jelas kalau HPnya... sengaja nurunin performa ya. Ada dikasih limit gitu. Emang sih dari dulu mau iklan HP Fold itu orang main Genshin lah, mau orang main yang berat-berat lah, tetap agak ngeri-ngeri sedap sih buat... ngepush HP yang rentan gini. Buat main game berat. Kalau suhunya sendiri, buat layarnya termasuk lumayan aman di 42 derajat, jadi sistem throttlingnya yang ngejaga suhu bekerja dengan baik, tapi di bagian belakang agak unik sih. Seluruh panasnya itu ada di bagian atas HP, setengah atasnya. Jadi bagian mesinnya fokus di atas, di bagian bawah adem ayem aja gelap-gelap gini. Mungkin ini bagian baterai dan lain-lain ya. Sekarang kita cobain kameranya aja. Di sini dia pakai sistem dual camera masing-masing 50MP ya. Yang satu kamera utama, yang satu kamera telephoto 2x. Pilihan yang lumayan berani sih. Jadi 2x ini optical zoom, bukan zoom pake krok-krok doang, tapi nggak ada kamera 0.5 atau 0.6. Ini entah apa yang dipikirin Xiaomi, karena tren sekarang sih, kalau saya perhatiin, banyak kan orang pengen selfie itu pakai kamera ultrawide kan? Jadi lebih rame atau lebih estetik, ada tangan manjang dan pemandangan di belakang lebih kelihatan lagi. Tapi di Xiaomi, mungkin tren di China sana beda, nggak tau juga, tapi saya agak sayang aja. Soalnya kalau HP biasa kan, orang mau foto pakai kamera 0.6x nggak kelihatan previewnya. Sementara HP Flip kelihatan banget, justru killer banget kalau ada 0.6x dan cover screen gini. Jadi suka nggak suka sih ini yang Xiaomi kasih, anda seneng atau nggak, mungkin bisa komen di bawah ya. Ada 2x, kita zoom, muka jadi lebih detail. Lebih bagusnya sih kalau seneng foto portrait ya, seneng foto yang cakep-cakep gitu, atau foto orang muka setengah badan gitu, itu justru yang 2x lebih bagus. Trennya mungkin kayak gitu kalau di pikiran Xiaomi. Kalau hasilnya sendiri, saya suka sih. Kamera tuningan Leica emang nggak bohong lah, warnanya berani gitu. Di Mix Flip ini, kalau saya perhatiin, warna merahnya lebih kuat ya dibanding warna lain ya. Kalau foto dalam kondisi terang, ini udah jelas hasil foto kamera HP yang bagus sih. Nggak ada komplain sama sekali dari dynamic range-nya bagus. Sementara kalau foto malam, agak aneh ya, karena kameranya mudah goyang. Pas kami foto itu, nggak jarang ada hasil yang berbayang, jadi berasa mau fotonya cepet-cepet aja, padahal fotonya kayak biasa aja. Tapi tetep goyang, kalau misalnya nggak goyang, dia bagus. Apalagi kalau kita foto tele ya, goyangnya itu lebih berasa lagi, karena dia nggak ada sistem OIS. Sementara yang utama udah ada. Jadi harus diperhatiin dan agak aneh buat HP yang levelnya udah setinggi ini. Buat ngerekam video selfie atau vlogging, ya mendingan tetap pakai kamera utamanya sih, karena udah pakai HP Flip kan? Jadi sekalian aja, walaupun... ...resolusinya bisa di 4K 30 fps aja. Entah kenapa semua HP Flip kalau... rekamnya pakai cover screen, nggak bisa 60 fps, mau Samsung, mau Oppo, mentoknya di 30, termasuk Xiaomi ini. Kalau misalnya mau lihat yang kamera dalem kayak gini. Ini pakai kamera selfie di dalemnya, bisa di 4K 60 fps sebenernya. Tapi biar sama saya 4K 30 fps aja. Jadi kalau mau 4K 60 fps kayak yang tadi juga, harus di preview di dalam layar inner screen-nya. Nggak bisa outer. Kesimpulan buat Xiaomi Mix Flip, harganya lebih murah, spek di atas kertas, serem, lebih bagus. Ada bagian yang dia... ...baterainya gede banget, terus chipsetnya juga monster, memori internalnya bisa 1TB, sistem cover screennya juga bikin ngiler, bikin salut, chargingnya lebih kenceng, terus filter kamera Leica, mantep, isi paket lengkap, cakep sih. Banyak bagian yang bisa dipelajarin oleh Samsung, bisa mendingin Samsung malah. Tapi pengalaman Samsung juga nggak bohong ya, si senior ini, hinge-nya lebih kuat, build quality berasa beda, lebih meyakinkan, pemilihan kamera ultrawidenya juga saya pribadi lebih seneng, tahan air, ada One UI udah pasti lebih stabil, pengalamannya nggak kaleng-kaleng lah. Updatenya juga 7 tahun, aksesoris banyak, hah, beda-beda, beda banget. Generasi 6 dan generasi 1. Ya spek gila sih, mungkin nggak terlalu kepake ya, kalau misalnya targetnya buat gaming berat, kalau di-throttling juga ujung-ujungnya. Kalau Xiaomi mau saingan, mungkin mereka bisa pakai strategi HP yang... candy bar yang biasa itu juga ya, bikin HP Flip yang speknya mid range, yang stabil, terus bisa turunin harga lebih jauh, di bawah 10 juta, mungkin di bawah 8 juta gitu, pasti seru, pada pasarnya sendiri. Kalau Mix Flip ini, buat sekarang generasi 1 udah good job, udah nice try, ada bagusnya, ada jeleknya, ujung-ujungnya 50-50 lah, standar lah. Lagi-lagi sesuai selera lah. Like kalau suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Closed Caption by @subbox.id Build quality-nya lebih mirip Oppo sih. Oppo muncul sebentar sih. Dan ini N2, N3 ada yang baru lagi, tapi mirip.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pasar jam tangan pintar Android kedatangan penantang serius lewat kehadiran OPPO Watch X3 yang digadang-gadang sebagai upaya terbaik sang produsen sejauh ini....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
OPPO tampaknya sedang menguji batas kewajaran pasar lewat lini Find X9 Series terbaru mereka. Alih-alih memangkas banyak fitur esensial demi menekan harga seperti...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
OPPO Find X9s membuktikan bahwa bodi ringkas tak berarti mengorbankan performa beringas. Dibanderol separuh harga varian Ultra, perangkat 14 jutaan ini konsisten...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...

















