Xiaomi Bikin Mesin Kopi? Saatnya Papa Belanja! ☕️ (YouTube Video)
Tapi karena harganya tuh terjangkau banget delan lah gitu value for money gitu ya. Betul betul betul. Kemarin [tertawa] di video kita sebelumnya kok maafin udah spill coffee station rumahan yang menarik banget ya buat kalian lirik dan ada beberapa ternyata yang request Xiaomi espresso machine. Nah, dari situ kita langsung cekin dan gas beli langsung barangnya buat kita bahas dan kita akan gunakan juga sebagai coffee station [musik] yang akan digunakan di studio Basindotech. Dan jujur pas gua buka langsung spill aja ya, gua kepincut ya. Karena di rumah tuh gua cuma pakai mesin coffee kapsul gitu ya. dan gua pengen coba untuk level up. Jadi di video ini kita bakal lihat bareng-bareng unboxing espresso mesinnya Xiaomi. Kita cek juga kelengkapan apa aja yang ada di dalam boknya, setup mesin espressonya, brewing sampai apa aja kekurangan dari mesin espresso Xiaomi ini. Buat [musik] kalian juga yang udah lemparin pertanyaan di question box tuh ya yang kita share di IG storybaseing. Kita akan jawabin pertanyaannya di video ini. Jadi let's go. Oke, pertama kita unboxing dulu dan cek apa aja kelengkapan yang didapetin [musik] saat beli mesin espressonya Xiaomi. Di sini kita dapat buku petunjuk dan buku garansi. Aksesoris juga kita dapat two inone sendok bubuk yang sekaligus jadi coffee temper. Tapi ini bahannya plastik ya. Porta filter dan dua porta filter basket juga [musik] ukuran single sama double cup. Sama terakhir ada mesin espressonya pastinya ya. Water tanknya ini udah kesambung langsung. di mesin espressonya kita dapat yang ukuran 900 ml dan ini perlu kita buka dulu ya e buat copot di bagian pelindungnya ini. Sama juga di bagian drip tray yang perlu kita cabut dulu e sebelum kita gunakan karena ada penyangkanya gitu. Nah, beberapa hal juga yang perlu diketahui soal mesin ini yaitu pertama group head yang digunakan itu ukurannya 51 mm. Porta filter yang udah termasuk di dalam box default-nya itu berjenis pressurized dan ya bisa kita ganti-ganti ya sesuai dengan keinginan. Kelengkapan aksesoris yang gak termasuk juga ada timbangan, milk, jug, knockbox sampai lap untuk steam war-nya itu belum ada. Jadi kita harus beli terpisah gitu ya. Sama make sure juga kalian sisain space yang cukup di sisi kiri mesin espressonya atau kalau kita lihat dari depannya itu di sisi kanannya gitu ya buat kita steaming susu. Daya yang digunakan sama mesin ini juga sampai 1350 wat dan pengukuran kami sendiri saat Brew, saat Briw si kopinya sendiri itu bisa nembus ke 1200-an watt. Nah, mesin kopi ini kita taruh di lemari mungil kayak begini ya. Dan ini nantinya bakal kita taruh dekatan sama kulkas dan dispenser. Biar bisa dibilang ini mini pantry-nya basotch lah ya. Jadi anak-anak tuh yang mau bikin espresso, mau bikin lunggo, coffee, late, mau itu ice atau hot itu jadi lebih gampang. Semuanya udah dekat-dekatan sama si mesin espressonya. Nah, kita juga siapin coffee grinder ya di sini buat maksimalin hasil kopinya. Jadi bukan beli e dalam bentuk bubuk atau kalau kalian sebenarnya pengin beli bentuk bubuk juga enggak masalah gitu ya. Tapi ee ya yang diajarin sama Komalvin hasilnya jadi kurang maksimal kalau kita gunakan seiring waktu gitu ya. Oke, setelah kita setup mesin espressonya, gimana experience bikin kopi dengan Xiaomi espresso machine? Hm. Nah, sekarang kita lanjut ke pembuatan kopinya alias Brewing, ya. Brewing coffee. Dan di sini gua ditemenin sama Komalvin. Yo, what's up, guys? Yang kemarin udah buat coffee station untuk rumahan atau untuk kantor juga. Nah, sekarang kita cobain pakai coffee [musik] machine-nya Xiaomi. Mau ngeracunin Daniel se mau ngeracunin gua. Iya, karena gua sebelumnya itu pakai coffee machine yang kapsul. Aduh, Guys, itu cemen. Waduh. [tertawa] Apa yang kepengin kamu tahu nih, Dan, kalau kita ngomongin mesin kopinya [musik] dulu deh? Ini sebagai konteks. Aku enggak tahu sama sekali kok cara penggunaan coffee machine. [musik] Coffee capsul itu aku tinggal masukin aja, Briw kelar. Kalau di sini apa yang harus aku lakukan pertama kali? Nah, kalau kemarin di teman-teman ikutin Coffee Station ya, yang pertama kita mesti lakuin adalah namanya preparation. Kalau kamu kan tadi kan kapsul lah. Itu sebenarnya sama kayak di mesin kopi, tapi kita bilangnya pak. Kita harus siapin si bubuknya tadi. Prosesnya kita perlu nge-grind si biji kopinya ya. Dan jadi bubuk kayak gini nih yang bisa dibilang fine alias kayak bubuknya sampai tipis gitu ya dipecah-pecahinnya. Nah, itulah yang bisa membuat espresso nanti dari bubuk-bubuk ini. Nah, make sure grindernya juga oke karena grinder itu yang sebenarnya lebih penting sebenarnya daripada mesin kopinya. Langsung aja kita coba ya. Boleh, boleh. Tapi sebelum itu pengin punya pertanyaan. Misalkan aku beli ini tapi enggak mau beli grindernya bisa enggak kok? Maksudnya kayak beli yang udah jadi bubuk aja gitu deh. Nah, pertanyaan yang bagus. Sebelumnya bisa koko juga awalnya kayak gitu karena enggak ngerti. Tapi ternyata kalau biji kopi yang udah digrind kayak gini [musik] dia itu setelah sekian waktu akan hilang rasanya gitu. Jadi ee lebih proper kalau kita beli biji kopi aja dan ketika kita mau bikin baru kita grind. Nah, di situlah kita bisa dapat aroma yang fresh, rasa esprisonya juga lebih strong. Kita coba bikin ya langsung boleh. Nah, by the way ini kita pakai bawaannya dulu aja ya semua ya. Gua baru lihat juga mesinnya. By the way ini oke banget sih dari segi build quality bagus ya, finishingnya oke. Cuma sistem one-nya nih yang agak ngeri-ngeri sedap karena agak kecil ya. Jadi powernya enggak tahu apakah sekuat apa. Tapi nanti kita coba sama-sama aja ya. Betul. Oke, pertama biasa kita timbang dulu aja nih. Kita biasa kalau kayak gini tuh bikinnya di 12. Oke. By the way, e pas di dalam box kita dapat dua basket ya. Oke. Nah, ini kita pakai yang double. Ini double ya berarti ya. Iya, kayaknya double basket deh. Iya, emang karena lebih dalam. Kalau enggak salah yang bawaannya yang kayak gini ya. Betul. Nah, ini yang lebih sedikit kali ini. Lebih lebih rapat kali. Kalau kayak gini mungkin bisa sampai 15 gr bisa langsung du shot gitu. Kalau mau bikin dua shot bisa. Tapi kalau mau bikin satu juga harusnya enggak masalah sih ya. Cuma kita coba deh ya. Boleh. Nah, biasa kalau P prep gini yang penting adalah ini nih. Namanya WDT, [musik] weight distribution tool. Setelah grinding tuh biasa dia tuh jadi gumpalan bubuknya. Nah, dengan pakai ini kita tuh bisa ngeratain gumpalan-gumpalan tadi. Nah, udah kayak gini tuh 12,2 ya. Lebih dikit enggak apa-ap guys. Lebih enak gitu rasanya. Nah, baru diemper. Nah, kalau udah kita kunci pup ini, Guys, ya. Tapi untuk orang awam kok cara nge-tamper ada cara khususnya [musik] enggak sih? Enggak sih. Sebenarnya selama dia udah kalian tadi pakai WDT dan udah rata ditemper aja. Selama tempernya enggak miring nih. Jangan kayak miring kayak gini yang kayak gini gitu kan. Yang penting rata push masuk. Dan ini pun jatuhnya juga rata kan dia. Nah biasa tuh ini yang kita mesih nunggu nih. Jadi [musik] biasanya yang dilakuin adalah kita hidupin dulu mesinnya. Jadi sambil kita persiapin mesinnya manasin diri gitu kan ya kita tinggal pasang. Moga-moga oke ya. Cuma kayaknya kita pakai double basket tuh yang kayaknya [musik] agak-agak dakdikduk. Tapi enggak apa-apa karena e porta filter bawaannya itu yang pressure ya, pressurized. [musik] Jadi pressurized itu kemungkinannya lebih gampang untuk dipelajari pertama kali. Nah, kalau kalian udah lebih pro, nah baru jajan porta filter yang kayak gini yang enggak ada bawahnya nih alias [musik] bottomless. Jadi ini biasa lebih ekstraksi hasilnya lebih mantap ya. Kremanya [musik] lebih, wanginya lebih, semuanya lebih-lebih lah. Ini sama semua sih kayak mirip sama yang di mesin koko di rumah. Jadi ada [musik] single, ada double, sama ini buat steam-nya. Jadi paling kita buat steam dulu aja ya. Nah, karena kalau udah proper tuh, tuh ada krema-kremanya tuh. Hmm, enak juga tuh. Kental tuh dapatnya. Oh, iya. Ini beda sih sama aku punya [musik] kalau misalkan pakai kapsul ya. Kalau kapsul lebih cair aja sih. Kemanya tebal cair. Oh oke. Nah itu dan karena mungkin dia bubuknya udah lama tuh. [musik] Iya iya makanya jadi dia enggak enggak apa kentalnya mungkin aromanya agak beda. Tapi tetap wangi juga sih sebenarnya kan ya. tetap wangi. Tetap wangi. Sebenarnya rule of th-nya tadi ada durasinya sih. Kalau pengin dapat e rasio yang pas dari 12 gr itu kita keluarin 24 gr espresso jadi 1 banding 2. 1 banding 2. Oke. Jadi 12 gr [musik] biji kopi, 24 gr espresso. Next kita coba susu ya. Biasa yang Koko lakuin tuh kalau steam susu kita panasin dulu. Panasin tuh dalam arti kita pakai kayak gini [musik] terus kita buka nih. Oh, ini keluar air nih. Keluar air tuh. Tuh. Oh, oke oke. Asep dia tuh. Jadi dia panas nih. Nah, biasa dipakai untuk ngelap-ngelap juga nih. Jadi [tertawa] enggak enggak enggak. Nah, susu tuh biasanya lebih bagus dingin. Jadi dia ee dari dingin ke panas. Dia bisa ada waktu untuk bikin si frost-nya itu. Nah, kalau di suhu ruang kayak gini cepat dia panasnya. Oke, gitu. Kalau dia suhunya dingin, kalian punya waktu lebih untuk bikin si FRT-nya 120, [musik] 130 lah. Oke, ini perbandingannya kopi dengan susu biasanya berapa? Kok 1 banding 10. Jadi biji kopi 12 gr susunya 120. [musik] Ini agak dakdigduk nih. Soalnya kayaknya ininya agak kecil kan. Biasanya sih perlu thermometer kita. Jadi yang dilakuin kalau ini Oh, ini bisa diputar-putarnya juga enggak terlalu luas sih angl-nya. Cuma lumayan lah posisinya tuh di biasa kalau koko tuh di jam arah jam . Jadi posisinya agak miring dan arah jam 7. Biar dia itu tujuannya kita bisa muter, kita bisa bikin kayak angin puyuh atau vortex. Nah, kita coba ya. Nah, oke. Harusnya udah panas. Seharusnya kita pakai termometer sih kalau bisa biar [musik] biar tahu suhu susunya berapa. Tapi enggak apa-apa cukup pakai rasa aja karena kalau kita pegang pakai jempol kalau udah melewati panas yang kita bisa tahan artinya itu susu udah panas. [musik] Oh jadi e intinya tuh pengen susunya panas udah gitu udah. Biasa tuh di 60 something. Kalau bisa tuh kita aim-nya tuh enggak ada bubble. Tapi ini udah cukup oke sih. Ada [musik] creamy-kreamy-nya gitu ya. Dan panas. Dan panas [tertawa] panas. Dan panas. Sejujurnya bagian ini saya tidak terlalu jago ya, Teman-teman ya. Ini kan bikin late art. Jadi biasa diaduk dulu nih kremanya kennya kayak gini nih. Kita putar terakhir gini kita turunin lagi. Kita kayak gini nih. Kita bikin hati yang gembira. Bentuknya kayak jadinya [tertawa] bentuknya kopinya. Kita bisa lihat di sini ada frod susunya juga. Agak ketebalan [musik] buat lat, tapi ini ya cukup okah buat sebuah mesin rumahan. Ini udah oke sih. Actually surprisingly pretty good. Mau mencoba? Boleh kita coba langsung. Yuk silakan. Dan kamu boleh coba dulu. Iya. Dan kamu coba bandingkan rasanya dengan kapsul. Hmm. Ini wangi sih. Lebih strong ketimbang kalau aku pakai kapsul. Kapsul. Oke. Ah ini enak. Strongnya enak. Ee panasnya gimana tadi? Panasnya enggak enggak terlalu panas. Panas. Anganganget. tang aja ya. Enak. Ini hal yang aku enggak bisa lakuin di kalau [musik] pakai coffee machine kapsul aku karena satu enggak ada milk frotternya. Oh, dia enggak ada milk frotternya. Jadi aku mau enggak mau harus pakai susu biasa atau dijadiin kalau enggak espresso lungguh. Actually ini oke loh. Tadi kelihatan bentuknya kecil ya. Kelihatan kecil-kecil dia ya. Itu bagus ya. Bagus ngerti kecil kuat ternyata steam powernya leit juga nih. Tapi menurutin ini cobain dulu dong. Oke, coba nih. Hmm. Oke. Espressonya bodinya dapat ya. Susunya juga tadi-nya halus ya. Berasa ya ketika diminum enggak enggak kasar. Berasa kayak NF-ngafis-tipis gitu loh. Oke, Kavin kalau misalkan di rating dari Kavin ini subjektif aja enggak apa-apa. Berapa dari 1 sampai 10 keseluruhannya? Kok dari build quality sih bagus. Awalnya agak skeptis sama si Stepnya tapi ternyata bagus juga. Paling ya ininya aja sih kita mesti upgrade nih. Satu tadi dia temperya kan enggak ada nih cuma bawaannya aja. Kedua, milk jack-nya juga kita beli sendiri ya, Guys. Ini ternyata karena enggak dapat. Sama yang ketiga ya paling kalau mau porta filternya di-upgrade ke yang bottomless harusnya bisa lebih maksimal lagi hasilnya. Tapi karena harganya tuh terjangkau banget delan lah gitu rally for money gitu ya. Betul betul betul. Ke mana? [tertawa] jadi bisa dibilang nih buat aku yang sebelumnya itu pakai coffee kapsul, mesin kapsul di sini banyak belajar. Ee satu dari prosesnya menghargai proses bikin kopi. Kalau sebelumnya aku cuma pencet aja kelar jadi. Terus aku juga mencoba ee ada rasanya yang aku tidak bisa dapetin di coffee machine itu. Sama ya experience-nya pas kita bareng-bareng ngopi ini apalagi kalau pas lagi berdua bisa jadi topik pembicaraan sih. Menarik ya. menarik. Oh iya, satu lagi lupa nih. Tadi dan apaagi tuh? Ini tadi yang Koko bilang. Nah, pak yang tadi kita bikin nih mesti dibuang nih. Oh, buangnya di sini nih. Nanti kita udah siapin. Nah, nanti kita tinggal dibersihin [musik] aja nih. Siram-siram gitu. Wow. Oke. Sip. Kalau kayak gitu kok, thank you. Thank you. Semua belajar kopi ya. Jangan lupa ya semua upgrade mesin kopi Xiaomi. [tertawa] Nah, ada beberapa hal juga yang belum kita sebutin memang ya pas nyobain mesin espressonya Xiaomi kayak di bagian atas mesinnya itu bisa kita gunakan juga sebagai penghangat cangkir dan steannya ini itu juga bisa berfungsi atau multifungsi sebagai pengalir air panas. Jadi kalau kalian mau nyeduh coklat, mau nyeduh teh, itu bisa lewat sistem steimannya juga. Nah, di story Instagram itu ada beberapa pertanyaan yang menurut gua menarik ya. Misalkan ini dari Samtan yang katanya adalah dibandingkan mesin dengan kapsul atau Nescafe itu worthitan yang mana. Nah, ini kita hitung dari pengeluaran persegas kopi susu ya. Jadi hitung-hitungan harganya berbanding dengan kalau misalkan kita pakai kopi kapsul gitu ya yang gua gunakan di rumah. Dan di sini gua samain aja merek kopinya yang gua gunakan itu dari Mokabika. Nah, jadi kopi kapsul yang gua beli satu bok itu isi 10 pie harga Rp65.000-an. Susunya pakai fresh milk 1 liter ya, yang harganya itu sekitar Rp25.000. Kita patokin aja. Nah, jadi bisa dibilang per gelas kopinya itu gua dapat modal di Rp9.500. Ini belum dihitung air sama listriknya ya, exclude tuh. Nah, kalau pakai mesin espresso per 1 kg whole beans itu di Rp19.000-an dan susunya kita pakai yang sama Rp25.000-an ya. Jadi per gelas kopi kira-kira ada di Rp5.200 R yang mana itu artinya jauh lebih irit pakai mesin espresso. Nah, pertanyaan selanjutnya yang kita tanyakan juga saat beli koffe mesin ini adalah kapan balik modal ya ketimbang kalau kita beli kopi susu di luar sana di coffee shop yang harganya rata-rata R sampai Rp25.000. Nah, ini kita hitung harga kopi di coffee shop kurang kopi dari mesin espresso. Hasilnya kita irit Rp19.800 per cup. Nah, mesin espresso Xiaomi ini di harga Rp1,2 juta. Kalau kita bagi dengan 19.800 berarti akan balik modal setelah 60,6 cup kopi susu. Atau simpelnya 2 bulan kita minum kopi setiap hari itu bisa dapat satu mesin espresso Xiaomi. Oke, pertanyaan selanjutnya yang menarik adalah dari @jcb.tm. Katanya gini, "Tolong tes dong, Bang, dari awal nyala sampai bikin kopi butuh listrik berapa?" Pak. Nah, tadi ya kita udah hitung bikin Cofe late kita butuh 0,024 kWH. Itu udah brewing dan udah kita steam yang milknya juga udah. Itu kalau dihitung dengan e listrik tipe R1 rumahan sekitar 34 perak aja per kita bikin kopi. Hampir enggak berasa tuh 34 perak, Guys. Terus selanjutnya dari @ Danang Yulianto katanya kalau ada part yang rusak atau sudah jelek, kira-kira gampang nyarinya enggak ya? misalkan porta filter dan lain-lain. Thank you. Kalau porta filter setahu gua, karena ini gua newb juga ya, itu gampang nyarinya. Beberapa aksesoris kopi juga gampang nyarinya. Tapi kalau berkaitan dengan mesin kopi e mesin espressonya Xiaomi itu memang harus dibawa ke service centernya dan berapa biayanya dan segala macam apa aja yang ee jadi kerusakannya itu harus kita tes lagi seiring kita gunakan si mesinnya. Terus lanjut lagi dari Kemal Nugraha yaitu getarnya bunyi agak berisik enggak pas proses ekstrak atau brewing ya. Nah, ini kalau misalkan gua bandingin dengan Coffee Capsul itu mirip-mirip ya suaranya ee lumayan berisik tapi enggak sampai mengganggu kayak gimana. Dan ini sih paling yang steam one-nya kali ya bisa dibilang itu agak berisik pas kita lagi steaming susunya. Lanjut lagi dari Cornelius Kaisar. Kalau ganti porta filter ke unprepurized itu aman atau enggak kok. Nah, ini kita sempat ganti tadi ya ke naked atau bottom itu aman. Tapi untuk jangka panjangnya, nah, ini kita perlu tes lagi gitu ya. Mungkin ada yang paham apakah aman atau tidak. Boleh bantu jawab juga di kolom komentar. Kita saling berbagi aja di sana. Dan terakhir dari Peter S, maintenance dan cara bersihin rutinnya. Oke, [musik] jadi sebenarnya tipikal e mesin kopi biasa aja ya. Kita harus rutin bersihin untuk porta filternya itu udah pasti. Steam war-nya juga apalagi kalau habis kita steam susu itu harus dielap langsung ya. Kalau enggak dia jadi berkerak gitu. sama make sure juga grup head-nya ini dibersihin rutin ya. Intinya kalian bersihin aja setiap kali [musik] pakai si mesin espresso dari Xiaomi-nya ini. Nah, setelah kita udah testing dan bikin kopi sampai jadi ya dan tadi ada beberapa yang nanya juga. Memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat kita beli mesin espresso Xiaomi. Pertama adalah kelengkapan aksesoris yang perlu kita lengkapin lagi kayak milk jak timbangan lap untuk membersihkan steam one knockbox-nya atau kalau kalian pengen hasil hasil yang lebih maksimal itu butuh grinder lagi. Itu butuh perlu kalian siapin. Porta filter dan coffee temperya juga kita rekomen untuk cari yang lebih proper ya karena di sini itu dia pakai porta filter yang pressurize dan dia punya temper juga temper yang plastik. Steam oneannya ini juga hanya satu angle aja. Jadi gak bisa kita tilt gitu ya. Jadi perlu kita sesuaikan lagi dari kitanya untuk angle saat steaming susu gitu. Jadi harus kemarin K Mavin bilangnya agak susah untuk melihat si susunya gitu. Oke, setelah kita experience pakai mesin espresso Xiaomi, jujur gua kepincut sendiri ya sama unitnya. Maksud gua itu dengan harga 1,2 juta dapat mesin espresso yang two ininone udah coffee [musik] Briw, bisa steam susu juga dan hasilnya juga bagus, mudah dimengerti buat pemula kayak gua. Desainnya juga bagus ya, fit in gitu ke berbagai estetika pentry sampai hitung-hitungan harganya, per cupnya itu juga termasuk murah, bahkan lebih murah dibandingkan sama mesin kopi kapsul yang gua gunakan di rumah. [musik] Ya, at least untuk gua yang baru belajar itu berasa cocok ya sama unitnya dan menarik juga dari segi harganya. Cuman gua gak tahu nih apakah legit untuk Home Barista [musik] yang mungkin levelnya lebih dari gua gitu ya, punya penilaian lebih untuk mesin espresso yang lebih detail. Karena tadi juga ada beberapa kekurangan yang sempat dimention sama Komalvin kayak steam-nya yang cuma punya ada satu angle aja dan beberapa aksesoris. Yang penting itu juga perlu kita siapkan sebelum menggunakan mesinnya. Ya, gua belajar banyak di sini dan semoga [musik] video ini juga membantu buat kalian yang pengen beli atau lagi milih-milih nih apakah harus memilih mesin espressonya Xiaomi atau enggak. Dan kalau kalian punya pertanyaan lain yang belum kita bahas di sini, boleh banget buat dicantumin [musik] aja di kolom komentar. Dan kalau ada data yang mungkin keliru itu boleh juga kalian langsung lemparin aja di sana dan kita saling belajar, kita saling lanjutin aja pembahasannya di bawah sana. Sip. Kalau kalian suka video ini, jangan lupa buat di-like, di-subscribe, dan kalau kalian suka apa kayak elektronik-elektronik rumahan bikin kopi gini ya sama Xiaomi ada apaagi sih bikin e air drah gitulah pokoknya. [tertawa] Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Thank you guys. C.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...

















