Jungkat

XPENG X9 INI BIKIN LEXUS LM TERASA BIASA SAJA! (YouTube Video)

  • 07/10/2025

Kalau kalian nyoba mobil ini yang bikin ketar ketir Alpard sama Lexus LM itu sebenarnya bukan Denza tapi Xpeng X9 ya. Denza sama Alpard itu masih bisa diperdebatkan lah mana yang terbaik. Tapi kalau dibandingin ini jangankan Alpard, Lexus LM aja gua pilih ini sih. Ini namanya Xpeng X9. Dia adalah MPV luxury full electric dan di Cina sana sekarang baru keluar yang versi e plugin hybrid-nya. Jadi sekarang yang ada itu cuma versi listriknya aja dan di Indonesia sendiri dia itu masuk terbagi menjadi tiga trim. Ada yang eh standard range, long range, dan long range pro plus ya. Bedanya apa? Bedanya di baterainya. Ini penting banget karena apa yang gua ngomongin di sini, gua berharap itu juga kena ke kalian karena dia punya dua jenis baterai ya. Jadi dia ada yang range-nya 500 kilo dan 590 kil karena yang pertama dia menggunakan standar tens itu baterainya lithium ferophosfat atau LFP ya. Itu baterai yang lebih ramah lingkungan tapi minusnya lebih berat. Chargingnya enggak secepat yang e nikel ya dan tentu saja range-nya enggak sepanjang yang NMC. Untuk yang standar range itu Rp990 juta, tapi range-nya itu WLTP 500 kilo WLTP bukan NEDC. Kalau NEDC mungkin sekitar 600 km. Jadi kalau dibandingin sama Denza yang standar range-nya sama-sama baterai LFP ya, range-nya juga sama-sama panjang. Tapi ada yang versi lebih tinggi lagi yaitu yang long range dan long range pro plus ya. Di mana yang long range? Dia pakai baterai nikel cobalt mangan ya. NCM atau NMC ya. Dia punya kandungan nikel yang sangat tinggi sehingga ada pengaruhnya pasti dengan pertambangan-pertambangan nikel yang merusak lingkungan sekarang ini ya. Jadi kalau kalian masih peduli sama lingkuan, mendingan ambil yang standar range aja karena udah cukup panjang. Nah, bedanya sekitar 90 kilo dalam WLTP. Nah, uniknya juga baterai NMC itu dia lebih mahal ya, e range-nya lebih jauh biasanya, tapi dimensinya itu lebih kompak dan lebih ringan. Jadi bayangin dia udah lebih gede baterainya yang NMC itu dibandingkan dengan yang LF. Tapi bobotnya justru lebih ringan 70 kilo dibandingkan dengan yang versi LFP-nya. Jadi, kalian bisa bayangkan beda harga sekitar 6070 jutaan, tapi dapat range lebih panjang, charging yang lebih cepat, ya. dan juga bobot yang lebih ringan. Tapi overall kita selesai ngomongin baterai, lihat desain mobil ini ganteng. Memang enggak seperti mobil luxury yang kelihatan mewah. Ini lebih kelihatan futuristis, canggih, tapi gua suka banget. Ini warna hitam enggak begitu kelihatan ya lekuk-lekuk badannya. Tapi kalau warna putih atau varian yang pro plus itu ada yang matte gry itu baru kelihatan banget nih mobil ini benar-benar super futuristik. ya mungkin ee kayak mobil yang keluar di tahun 2030 atau 2040. Dan bagusnya juga Xpank itu enggak membedakan antara varian tinggi sama rendah. Semuanya sama dari luar. Even kita juga dapat aplikasi yang sama. Jadi kemarin waktu kita pinjam mobil ini yang ngambil mobilnya itu dibinding dulu HP-nya dengan aplikasi. Ini bisa kita pakai buat sebagai kunci. Ya, sama seperti wooling, tapi yang paling keren adalah he ada ini remote parking dan forward or reverse. Jadi kalau misalkan dia ngedetek ada parkir, kita tinggal pencet aja dia akan parkir sendiri. Kalau kita pakai remote parking dari dalam ya, auto parking dari dalam itu biasa. Sekarang udah bisa parkir dari HP. Oke, ini lagi enggak bisa ya karena tidak ada parkiran di sini. Jadi dia tidak mendeteksi ada tempat parkiran. Tapi kita bisa set preparing vehicle dulu ya. Nah, udah ready. Jadi kalau misalkan nih, ini kan mobil panjang banget ya, 5,3 m 5299 sekian. Lebarnya hampir 2 m. Jadi kalau misalkan kita parkirannya sempit enggak bisa keluar kanan kiri ya kan kita tinggal majuin aja. Nanti setelah kita keluar baru kita mundurin. Ini bisa kita pakai buat maju seperti ini. Weh, keren ya. Sebenarnya ini teknologi udah ada lama ya di BMW seri 7. berhenti. Eh, kagak. Jadi tetap harus dilihatin karena dia tetap bisa nabrak ya. Oke, mundur. Coba kita lihat mundurnya apakah kita di belakang. E, bisa berhenti. Yang depan enggak bisa, yang belakang bisa. Jadi harus dilihat dulu kalau misalkan kalian mau pakai remote parking-nya ini. Ini keren banget. Dan kenapa dia canggih? karena dia punya sensor banyak dan di luar itu Xpeng itu salah satu pabrikan yang bisa nyetir sendiri kayak Tesla. Dia adalah pesaing Tesla. Jadi kalau kalian lihat nih ya, dia itu punya radar biasanya mobil buat adaptif cruise control tuh radarnya cuma ada satu. Dia itu radarnya ada tiga. Ditaruhnya di mana ya? Mungkin di antara sini-sini ya enggak kelihatan. Tapi dia punya radar ada tiga bukan cuma satu. Terus sonarnya ya dia tuh banyak banget 1 2 3. Jadi di depan sini ada 6, belakang ada 6, ada 12. Termasuk juga dengan kameranya. Dia punya kamera banyak banget, ada 12 kamera. Kamera 360 tentu saja ada empat sekeliling ya. Di atas ada lagi kamera ya, ada dua. Ini nih. Nih di sini ada kamera lagi buat ngelihat yang sebelah kanan sama ada kamera buat ngelihat depannya. Jadi kalau di sini malah ada di atasnya ada laser ya. Yang ini enggak ada. Tapi sudah saya canggih itu mobilnya. Dan seperti yang gua bilang, ini mobil besar sekali, tapi dia tidak terlalu tinggi. Jadi kalau kita lihat tingginya itu enggak nyampai 180 cm, tapi wheel base-nya 3160. Panjang banget wheel base-nya. Mobil dengan wheelbase panjang pasti sulit sekali beloknya kan. Tapi tidak dengan Xeng ini, Sor. Nah, ini Xpeng mulai dari varian paling tinggi sampai paling rendah. Lihat kalau kita belokin sebelah kanan, lihat belakangnya. Dia juga ikut belok. Jadi dia ada rear wheel steering. Jadi dia bisa belok belakangnya itu sebesar 7 derajat doang, gak terlalu banyak. Yang membuat kita mudah kalau kita mutar balik. Keren ya. Harganya enggak nyampai 1,5 m atau 2 M loh. Ini kalau kalian beli S class gitu baru dapat tuh Real Wheel steering. Ini di harga segini udah bisa dapat. Atau BMW X yang eh enggak. Yang masuk Indonesia enggak ada yang rewhel steering ya. Jadi dapat semuanya sama dia pakai air suspension. Kemarin gua udah pakai mobil ini puas banget ya. Airsus enak banget ersus-nya kacau ya. Suspensinya juara. Makanya gua bilang Lexus LM kalah sama ini. Mungkin ini mobil suspensinya sekelasnya S Class atau Sev series. Suspensinya enak sekali. Dan airsusnya ini bisa naik turun. Jadi naiknya bisa 50 cent, turunnya bisa 40 cent ya. Jadi panjang gitu. Nah, bagian belakangnya mungkin enggak semua orang suka sama desainnya ya. Tapi di bagian sini dia tuh unik, miring begini dan dia enggak ada wiper belakang. Jadi belakang itu enggak dia enggak ada wipernya. Dari mana wipernya? Ya seperti ini desain belakangnya X9. Dan kalau kita buka bagasinya lega sekali. Gede bagasinya. Dan hebatnya lagi adalah bagasi belakangnya bisa rata lantai dan rata lantainya itu besar. Besar sekali. Kenapa? Biasanya mobil yang punya bagasi belakang bisa dilipat kayak gini. Kursi belakangnya itu kursi belakangnya kecil kan dan duduknya agak kurang proper gitu. Kayak misalkan udah step we tapi dia tu benar-benar proper. Nah, di sini tuh ada empat tombol. Jadi ada tombol buat turunin sama naikin airsus. Jadi kalau misalkan kita bawa barang pengen direndahin bisa dipencet aja tahan. Atau kalau kita mau naikin lagi tinggal dinaikin ke atas seperti ini ya. lagi naikin nih. Terus kalau kita mau kursinya mau dinaikin, naikinnya juga otomatis tinggal dipencet sini aja ya. Nah, dia akan naik seperti ini. Dan kita punya space bagasi yang super besar. Besar sekali bagasinya ya. Ini lagi naik pelan-pelan juga nih. Tuh otomatis head rest-nya. Edan. Head rest-nya otomatis. Dan ini bisa dikontrol ada tombolan itu head rest-nya otomatis dong. Cepat lagi naiknya. Terus di bawah sini ada storage ya buat repement kit dan kawan-kawannya ya. Tapi lihat dong ini gede banget bagasinya. Jadi kalau misalkan kalian bawa koper-koper gede ini enggak ada masalah di mobil ini ya. Even dibandingkan dengan Denza atau Alpard, ini bagasinya paling lega. Enggak perlu maju-majuin lagi. Terus kalau kita mau ngelipat tuh turun sendiri. Headrnya se cepat loh. halus ya. Canggih benar. Maksudnya ada beberapa mobil yang udah elektrik kayak gini, cuman yang sebagus ini gua baru nemu di Xpeng X9 sama belakangnya ada Subwoover yang besar sekali karena audionya pun juga bagus. Sekarang kita masuk ke dalam. Jadi kalau kita disambut tuh ada musiknya dulu ya dan kalau kita naik itu karena dia mobil listrik space-nya agak sedikit tinggi kalau kita mau naik. Enggak dikasih step satu gitu kayak Alpart. Pegangannya besar dan ini lembut ya. Terus karena ini adalah versi yang pro biasa bukan yang Pro, dia kursinya beda. Jadi kursinya enggak sebesar dan selebar yang varian Pro Plus. Nah, tapi yang paling spesial dari mobil ini menurut gua bukan tengahnya doang. Belakangnya pun juga spesial karena biasanya kalau naik mobil macam ini ya. Oke, ini kita majuin ya biar belakang kameranya lebih enak buat ngelihat. Jadi mobil ini punya bangku belakang itu yang spesial. Spesial karena ihroom pasti gede tergantung depannya seperti apa. Jadi di belakang sini yang paling hebat adalah dia kursi belakangnya ini pengaturnya elektrik sampai ke headr ya. Terus kursinya ini empuk, proper, besar, ada tempat sandaran tangan kanannya yang tengahnya enggak ada. Terus kalau misalkan kita pengin tidur ya, dia bisa dibikin rebah nih. Kepala kita enggak mentok sama sekali ya. Rebahnya tuh benar-benar bisa sampai rebah. Nah, diturunin lagi sama dia head-nya benar-benar bisa rebah seperti ini. Cuma enggak enak sih karena di sininya masih ada gundukannya ya. Jadi benar-benar bisa dibikin rebah sekali gitu. Ini yang gua enggak temukan di mobil lain. Jadi tuh ya enggak enak sih. Naikin dikitlah. Jadi kalau misalkan kita mau di belakang, mau tidur, nah segini paling enak nih. Ini masih proper dan kita dapat seat belt bagian sini sama di tengah dari sini. Ini sih hebat dia. Terus kalau mau kita keluar tanpa harus lewat gang di tengah ini, kita tinggal pencet dari sini ya. Dia akan secara otomatis majuin kursi depannya lalu kita bisa keluar dengan mudah. Nah, tapi yang paling menarik adalah di belakang ini enggak cuma nyaman, tapi juga kita mendapatkan audio yang bagus kayak kita duduk di depan nih ya. Ada grill speaker di sini, ada ambient light-nya, USBC ya, tombol elektriknya dan semua bahan-bahan yang kita pegang di sini itu bagus ya. Ya, di sini plastiklah ya. Tapi yang bagian sininya loh dia tuh bukan napa leather seperti yang Pro. Yang Pro dia napa leader ini kayak mirip napa leather ya. dia artificial tapi ini pun sudah bagus ya. Jadi emang mewahnya itu terasa sampai ke belakang. Yuk, sekarang kita ngomongin ke tengah. Nah, sekarang kita ke kursi tengahnya. Ah, ini dia main cours-nya. Sebenarnya kalau kalian beli mobil ini kalian tuh enggak perlu ke depan karena bawa mobil ini tuh gede banget. Jadi malas. Ya udah langsung ngomongin tengah aja, habis itu ke dealer beli. Oke, kita tutup dulu tombolnya ada di sini, Rek. Maju, Rek. Nah, ini ada tombolnya. Kita pencet tombolnya pun juga dari metal. Terus kita dapat meja ya buat makan. Meja juga bagus dikasih kulit juga atas bawahnya dan dia solid loh. Oke. Nah, yang gua kurang suka dia cray-nya ini masih pakai manual enggak dibikin otomatis kayak Lexus LM. Nah, tapi kalau kita buka kacanya dia itu benar-benar bisa sampai turun banget ya. Biasanya mobil-mobil kayak gini jarang dia bisa sampai turun seperti ini. Jadi kalau misalkan kalian pengin dar- dadah, lempar sembakau gitu ya, itu bisa dengan mudah. Terus kalau misalkan kita pegang door trim-nya ya biasanya door trim mobil begini itu agak kurang bagus ya dan kalau dipencet tuh goyang-goyang gitu kan. Even sampai Alpard sampai LM aja tuh masih goyang. Ini enggak, ini solid, ini bagus dan bahannya dia bukan napa leather seperti yang Pro tapi dipegang ini semuanya seperti napa leather. Jadi kulit imitasinya bagus, even sampai ke bawah sini itu dipegang juga masih bagus, enggak dikurang-kurangin sama si Xpeng ya. Build quality-nya luar biasa. Sekarang kita tutup aja ya. Terus kita lihat di sini ada tombol ini kapasitif ya. Dan kalau misalkan kita pencet ada heptic feedback-nya bukan tombol yang bisa ditekan gitu enggak. Dia tuh ada heptic feedback-nya. Kalau kita pencet di sini nanti dia akan buka tutup si TV belakangnya. Nah, TV belakangnya ini gambarnya bagus ya, layar juga besar dan kalau misalkan kita pakai touch screen itu bisa jadi buat navigasi itu sangat mudah sekali di mobil ini. Terus juga dia sudah punya SIM card bawaan ya. Jadi kita bisa nonton YouTube atau semacamnya langsung dipencet aja. Enggak perlu ee pakai sesuatu gitu ya. Remote itu enggak perlu bisa langsung ditekan aja. Cuma masalahnya adalah kalau misalkan kita pakai versi yang kursinya nyaman, yang mundur ke belakang itu agak repot. Nah, tapi pas gua lihat di atas sini dia tuh ada namanya remote control. Ini harusnya ada kita copot ya nih ya. Ada remote control. Jadi pas kita pencet dia minta dipairing dulu. Kayaknya kalau kita beli mobil ini kita dikasih remote control cuma kita enggak dapat aja. Nih mungkin harus ditanya sama sales Xpang kalau misalkan kita beli mobil ini dapat enggak sih remote buat belakang? Karena kalau misalkan enggak pakai remote tuh susah banget. Nah, terus kita juga bisa atur zero gravity standar, rileks atau rest. Atau kita bisa buat ini nih jok biar bisa nah buat pijet ini bisa kita pilih pijetnya mau kayak gimana dan intensitasnya itu juga bisa kita atur ya di belakang sini. Turunin lagi rear screen-nya nih bisa kita atur juga buat mati ya. E terus ini juga ada pengaturannya lagi ada audionya. Brightness-nya bisa diatur dari sini ya. Kalau siang kita naikin e volumenya juga bisa kita atur dari sini. Tapi susah kalau misalkan kita sambil duduk kalau misalkan enggak pakai remote. Harus pakai remote sih. Nah, kalau misalkan kalian pengin lihat aplikasi yang lain juga ada di sini. Ada banyak tuh dan harusnya bisa ditambah karena dia punya App Store di sini. Nah, kan kita bisa nambahin ada Instagram juga lagi. Nah, di sini juga ada e port HDMI. Jadi kalau misalkan kita punya PlayStation, kita colokin ke sini bisa buat main di belakang ya. Oke, mindfulness space itu kayak mood gitu ya. Nah, ini ada musik Spotify dan ini ke home. Home-nya seperti ini ya. Nah, terus gimana soal kursinya? Jadi seperti gua bilang ini adalah varian yang biasa bukan yang Pro plus. Kalau Pro dia lebih gede kursinya tapi buat gua segini aja itu sudah lebar ya. Jadi kalau yang Pro Plus itu kan dia lebih lebar, tapi menurut gua ini aja udah lebar banget ya. Cuman yang gua gak suka dia controllernya emang banyak yang bisa kita atur bagian sini. Cuma kita tuh mesti ngfalin gimana bentuk dari si tombolnya ini karena tombol ini enggak kelihatan ya. Dan yang gua suka adalah kalau misalkan kita pakai zero gravity kita pencet yang ini. Sekali pencet nanti dia akan otomatis kursi kita jadi tempat tidur. Tapi tempat tidurnya itu zero gravity. Jadi bagian ujungnya sini dia akan naik ya. Pantat kita turun di bawah sini ya. Otoman-nya dia maju lagi. Ini nyaman banget karena Alpart sama Lexus LM ketika kita rebahin buat tidur dia tuh rata bagian depannya enggak dibikin jungkit seperti ini. Mau dibikin rata kayak Alpart pun juga bisa. Kalau pengen lihat seberapa enak, lihat pas gua tiduran ya. Dan kalau misalnya kita nyampai nih di suatu tempat mau keluar kan repot kan ada tombol di sini kita tinggal pencet sekali aja nanti dia akan otomatis ngedegakin. Tuh lihat dengan tinggi gua 170 cm gua masih tiduran di sini dengan nyaman ya. Kaki gua juga enggak mentok ke kursi depan sebelah kiri. Kalaupun mentok, gua tinggal minta driver buat majuin atau kita pencet di bagian sini nih. Eh, tolong dong kita mentok gitu. Misalkan tinggi kalian tuh 190 cm tinggal minta begini aja. Kita punya ah kursi yang sangat nyaman. Seperti gua bilang, enggak perlu pakai yang Pro Plus. Ini aja kursinya udah nyaman banget ya. Terus buat naruh handphone dia dari sebelah sini dia pakai wir charging juga ya 50 watt. Jadi cepat. Kalau misalkan kalian belum support wireless charging ya kayaknya enggak mungkin ya orang beli mobil gini HP-nya enggak support wirel charging. Nih di sini ada colokan USBC 60 watt jadi kencang lengkap dengan tempat naruh handphone-nya di sini set. Terus kalau misalkan kalian pengen minum gitu ya, mau naruh botol dia ada di sebelah sini. Nah, ini ada cup holder tambahan. Jadi ini kursinya lebih nyaman dibandingkan dengan Alpard atau dengan denza sekalipun ya. Yuk. Hah. Pendingin, pemanas tentunya ada. Lambar supportnya juga ada ya. Terus dia juga punya massage. Termasuk kita bisa ganti mode-modenya dari tombol di sini. Tapi ya udah tombolnya cuma begini aja. Dan kita mesti ngeraba dulu. Mungkin pertama kali, dua kali, tiga kali mesti ngeraba, habis itu udah hafal tinggal dipencet aja. Nah, kemudian AC-nya dia sudah pakai quad zone double blower. Kalau kita nyalain paling kencang. Nah, paling kencangnya itu ternyata enggak kencang-kencang amat. dan ventilasinya dia tuh enggak bisa diatur arahnya. Jadi cuma begini aja ya di bagian sini sama bagian sini. Jadi dia kayak ada bolong-bolong gitu buat AC. Nah, tapi bagusnya ketika dia nyala kepala kita enggak bikin pusing sih. Jadi e kayak AC-nya Zenix atau apa gitu kan. Kadang-kadang di sini tuh kepala tuh kencang banget terus kita suka pusing. Even sudah ditutup itu masih ada ngeriung-ngeriung AC gitu ya. Ini enggak. Udah paling kencang. Paling kencangnya keluar dari sini sama dari kaki di bawah sini ya. Ini buat ke kaki enak banget. itu enggak akan ada rasa ee kepala kita tuh ngeriung pusing gitu. Ini tuh enggak bikin kita pusing. Lampu ada di bagian sini tapi enggak terlalu terang dan dia punya atap panoramik tapi enggak bisa dibuka lagi. Cuma bisa buka tutup aja seperti ini. Tapi untungnya dia punya tutupan kayak gitu. Jadi, duduk di belakang sini itu udah deh dipeng itu enggak usah mikirin buat bawa mobil, pikirin aja duduk di belakang dengan nyaman tiba-tiba sampai. Mau dengerin audio pun juga audionya bagus. Ini kelasnya mungkin seharman Cardon. Kalau kemarin gua nyobain Xpang G6, audionya bagus tapi enggak sebagus itu. Yang ini bagusnya enak banget kayak audio mahal yang di tuningnya tuh pas gitu. Jadi ketika kita kencengin suaranya enggak sember dan kita masih bisa ngobrol karena frekuensinya enggak tabrakan. Nice. Enggak cuma itu ya, Cin lagi AC-nya. Kita juga dapat kulkas di mana kulkas yang kalau kita buka itu elektrik. Ini kulkasnya beneran kulkas yang bisa dingin ya. Jadi kalau kita pegang kiri kanannya ini dingin bisa sampai 0 derajat celcius ya. Dan dia juga bisa menjadi penghangat. Jadi kalau misalkan kita mau ngangetin sesuatu ini bisa dipakai. Termasuk kalau misalkan kita punya sesuatu yang dingin, daging atau semacamnya, kita keluar dari mobil pengin dagingnya tetap dingin di dalam mobil karena ini mobil listrik dia tetap bisa nyalain tanpa harus mobilnya nyala gitu. Asik ya. Sekarang kita ke depan yuk. Hah. Sekarang kita masuk ke dalam interiornya ya. Ini setirnya tadi kita belokin ini ya. Dia punya tekanan ban itu 40 PSI depan belakangnya 39. Tapi dari kemarin gua pakai itu empuk banget dan gua enggak ada ngerasa ini tuh ketinggian gitu loh. Ini tuh enggak ketinggian. Padahal biasanya kalau-mobil kayak gini tuh ya 35 36 lah ya 40 tuh kegedean. Tapi ya ini mobil suspensinya juara enak sekali. Masuk ke dalam seperti Xpeng G6 ya. Dia itu memang pesaingnya Tesla jadi pengen ke Tesla-teslaan. di mana ada banyak hal di Tesla yang gua enggak suka itu ada di mobil ini juga. Kayak misalkan tombolnya sedikit sekali ya kan ggak ada tombol kanan kiri semuanya kalian mau ngatur spion dan kawan-kawan itu enggak ada tombol ya even sampai AC-nya ya dia cuma ventilasi aja jadi kalau kita mau atur ventilasinya ya pencet yang di sini nah ini kita kiri kanan itu seperti ini. Keren sih, canggih ya. Buat pamer-pamer ke teman sih oke, tapi buat keseharian tuh agak kurang gimana gitu ya. Jadi ya itulah AC-nya sih sebenarnya enggak ada masalah dingin dan kawan-kawannya. Buat ngaturnya juga kita bisa atur dari setir. Jadi enggak cuma dari sini aja. Jadi kalau misalkan kita pencet yang kanan sini dia akan ngedein air volume-nya temperatur dari yang diputar-putar di sini. Terus build quality sama pemilihan material interiornya seperti dibilang tadi ini tuh dia enggak pakai napa leather. Yang pakai napader itu yang pro plus. Tapi ini aja menurut gua udah bagus ya. Kulit-kulitnya tuh ala-ala nap leader lembut ya. Semua yang dipegang itu semuanya materialnya halus, bagus, solid, enggak goyang-goyang. Ya, suka banget gua sama ini mobil. Bu quality-nya itu benar-benar top notch ya. Nah, seperti gua bilang, dia tuh levelnya sebenarnya Lexus LM, bukan Denza, bukan Alpard, karena emang di atasnya secara build quality dan kawan-kawannya ini bagus banget. Begitu pula dengan audionya, surroundingnya bagus ya. Pokoknya udah nyetir di sini ya udah nikmatin mobilnya aja gitu. Paling ya ini kan seperti kalian lihat dari luar dia itu bonetnya panjang ya kan bentuknya tuh kayak segitiga kayak kapsul gitu ya. Pas kita nyetir, inilah posisi duduknya sebenarnya enak-enak aja gitu. Jadi kalau kita pegang di sini ya, ini emang setirnya agak sedikit kurang panjang ya atau mungkin kalau setirnya kurang panjang, pedalnya bisa dimundurin lagi gitu ya. Tapi sayangnya di mobil ini enggak. Eh, visibilitasnya kelihatan cuma wagu aja gitu karena depannya kepanjangan dan udah saya mentok masih ada panjang depannya lagi. Jadi kalian tuh benar-benar j nyetir itu harus aware sama dimensi ini mobil dari depan karena setirnya tuh kayak mundur banget ke belakang gitu dari pusat titik depannya. Dan untuk transmisinya ada di sebelah kanan sini. Kalau misalkan kita mau pakai adaptive cruise control tinggal dua kali. Nah, di sebelah kiri ada untuk wiper se dan kawan-kawannya. Untuk lampu itu dari bagian sini. Jadi automatic headlight tinggal dinyalain aja nih. Nah, nah ini ada trang, charging port, 360 camera, driver massage ya. Nah, chatlock bisa diatur dari sini juga. Sliding door itu juga enggak ada tombolnya. Jadi kalau misalkan bos kalian pengen dibukain gitu ya, harus buka dari sini baru dipencet. Lanjut aplikasi dan kawan-kawannya. Kurang lebih sama seperti Xpang yang kita kenal. Paling kalau misalkan kalian pengin setting-setting di bagian sini tuh ada banyak banget yang kita bisa atur ya. Ini ada energy curve ya, odometer dan kawan-kawannya. Terus ini ada wiper maintenance mode, suspension maintenance mode, pad mode, rescue mode, window and door. Tuh, left side door, close ya. Unlocking feedback dan kawan-kawannya semua ada di sini. Oke. Ah, ini nih kita bikin J 100% ya. Ah, tadi kurang kurang tinggi soalnya. Lights juga ada di sini, tapi yang paling penting itu ada di drive. Nanti nih, seatnya bisa kita atur juga sampai ke bagian belakang. Drive. Ini dia modenya ada eco standar sport sama individual ya. Kalau misalkan pencet sport tuh ada suaranya W langsung tulisannya sport. Janganlah standar aja atau echo lah. Nah, ada individual juga. Power responsi bisa kita atur, comfort standar atau sport. Power steeringnya juga bisa kita atur. Kita di sport aja. Kalau sport dia lebih berat ya. Brake pedal Fel kita atur di comfort paling enak. Suspension height ini juga bisa kita atur seberapa tinggi dan seberapa rendah ya. Jadi kalau misalkan kita lewat jalan jelek langsung ke highest saja. Kalau misalkan kita mau agak kencang kita pakai yang lowest ya. Terus suspension stiffness-nya ada comfort plus, comfort standar sama sport. Even sportnya menurut gua masih empuk loh regen-nya kita atur. Tapi paling enak low X pedalnya itu dia enggak sampai berhenti ya. Jadi kurang begitu enak menurut gua. Ini ada streaming review mirror. Jadi atas ini dia spionnya itu dia itu pakai kamera. Ini penting banget. Kenapa? Karena kalau enggak pakai kamera nanti ketutup sama ini belakang nih ada TV-nya kan enggak bisa kelihatan dong. Itu penting tuh. Oke, termasuk buat side mirror-nya ini ngaturnya dari sini, folding-nya juga dari sini juga. Itu agak sedikit repot. Cover table breaking, auto hold, ya. Auto hold-nya dinyalain aja karena dia berfungsinya itu kalau kita nginjak lebih dalam kayak Mercedes Benz. Ada real time assistance-nya, driver assistance-nya. Oke, L departter assist-nya disable aja karena nanti dia bunyi-bunyi kalau kita keluar dari jalur ya. Nah, terus emergency lan keepingnya juga kita matiin. Oke, blend spot detection dan kawan-kawan sama yang gua suka dari expong itu kalau dia bunyi e warning-nya dia itu bunyinya bagus gitu. Terus ada voice assistance, sound, charging and discharging seperti biasa intelligent imaging. Oke, display dan kawan-kawan ya. Kurang lebih seperti itu. Nah, kemudian di bawah sini tuh ada tombol-tombol shortcut ya. Jadi kalau misalkan kita mau ganti-ganti tuh bisa. Misalkan nih teleponnya mau kita ganti, mau diganti sama apa nih tinggal diganti aja. Nah, tapi yang ini paling penting adalah menurut gua tombol buat pintu kiri, pintu kanan volume. Karena ini tombol itu harus kita buka dulu dari atas repot. Mendingan dari sini aja langsung kita ada shortcut. Tapi lebih enak lagi kalau ada tombol fisik. Oke, yuk kita jalan yuk. Tapi sebelumnya kalau kita mau jalan naik mobil ini sebaiknya kita di kursi belakang aja. Let's go. Hah. Kita balikin lagi kursinya ya. Enak banget tidur di mobil ini sebenarnya. Kalau kita udah bawa jalan inilah baru terasa perbedaannya antara Xpeng, antara Lexus LM, Alpart, sama Denza. Ini belum ada lawan sih. Jadi suspensinya dia pakai cuma mungkin beberapa orang enggak suka pakai Assus karena maintenance-nya ya. Dia kan emang ada jadwalnya harus diganti dan Indonesia itu enggak cocok sebenarnya sama ersus. Tapi kalau kalian enggak masalah sama itu, inius-nya enak banget ya. Mau dipakai kencang, mau dipakai pelan ya. Ini guncangannya tuh benar-benar lembut, halus, lewatin polisidur tuh enggak ada kayak jeduk gitunya enggak ada. Enak banget suspensinya. Jadi rasanya enggak kayak mobil harga 1 M gitu loh ya. Even let's say eh yang menurut kalian enak banget gitu ya, Pisate itu semacamnya. Ini suspensinya juara pol. Eh, belum ada lawan untuk mobil harga segini, even di bawah 2 M. Menurut gua ini suspensi mobil paling enak yang bisa kalian rasakan di sebuah mobil yang bisa kalian beli di 2025. Enggak tahu kalau mungkin nanti 2026 ada mobil lain lagi yang lebih enak lagi. Cuma untuk sementara ini gua bisa bilang ini yang terbaik lah. Begitu pula dengan soundprofing-nya. Suara depan kiri kanan, suara kolong di tol ya. Itu juga perdamannya bagus sekali. Bagusnya pol. Jadi enggak cuma dia paling bagus suspensinya, suara luar pun juga menurut gua enggak ada lawan ya. Perdamannya mungkin kalau disaingin sama apa ya perdamannya. Paliset kedap mana? Ini kedap ini ya paliset yang baru loh yang yang hybrid ya. Itu kemarin tuh gua coba kedap banget, tapi dibanding sama Xpeng ini lebih kedap lagi. Suara angin pun juga ketika kencang juga enggak enggak berisik gitu ya. Jadi udah duduk enak enggak ada problem. Atas paling tinggal ditambahin kaca film ya. Ini karena kita nyantolin GoPro di situ. Jadi kalau misalkan kita tutup ya itulah sama AC-nya mungkin udah paling kencang tetap rasanya kurang begitu nendang ya. Kalau misalkan AC bisa lebih kencang lagi dikit itu pasti lebih enak. Jadi kalau misalkan dipakai di negara tropis yang di luar lagi panas banget, sebaiknya kalian harus training suopir kalian untuk nyalain mobil ini sebelum kita masuk ya. Kan dia ada remote controlnya. Oh, misalkan lagi salat Jumat nih parkir di luar. Nah, nyalain dulu tuh pakai itu. Habis itu langsung deh enak. Dan kaca tengah sama kaca belakangnya itu dia sudah pakai tintit ya. Jadi kalau misalkan ee orang mau ngintip itu enggak bisa, udah gelap, kalian enggak perlu tambahin kaca film yang super gelap. Pakai 20% aja itu udah enggak bisa diintip. Dan duduk di bangku tengah ini kita juga dapat entertainment yang bagus ya. Seperti yang gua bilang tadi, dia punya TV yang besar ya. Cuma kalau kita di belakang duduk itu sebaiknya kita pakai remote control. Nah, sayangnya waktu kita minjam mobil ini kita enggak dikasih remote controlnya. Harusnya kalau kalian beli itu dapat remote control. Jadi kita enggak perlu sibuk-sibuk pencet touch screen yang bikin repot seperti ini. Ya, langsung aja pakai remote control ya, kita bisa ngontrol. Tapi memang ee gua lebih suka pakai touch screen kayak misalkan yang dipakai di e Alpard atau Lexus LM. Apalagi mereka bisa diangkat. Kita bisa atur dari sini layar tengahnya. Cuman layar tengahnya ini dia lebih besar, lebih bagus, lebih tajam dibandingkan dengan punya Alpard atau Lexus LM. Ya, naikin lagi. Oke. Nah, ini posisi duuk yang menurut gua ideal banget lah. Aduh, jadi pengen deh. Iya. Habis habis nyobain ini tuh keinginan pengen punya Denza, pengen punya Alpard gitu tuh langsung sirna. Sudah lebih enak ini ke mana-mana. Tapi ya kembali lagi kita ngomongin si Xpeng X9 ini. Ini mobil ketika kita nyetir, aduh rasanya pengen segera duduk di belakang. Karena emang ya paling enak kan di belakang ya. Ketika kita di belakang duluan, habis itu kita nyetir itu rasanya kayak gimana gitu. Dan mobil ini ya buat disetirin jujur walaupun enggak jelek ya maksudnya handlingnya bagus ya kan kencang juga enggak ada transmisinya halus namanya juga EV seperti mobil-mobil listrik lainnya tapi sangat tidak enjoyable ketika lu ngelihat kaca depan panjang dashboardnya panjang terus depannya moncong enggak kelihatan jadi kayak kita bawa kapal gitu loh dan posisi duduknya pun juga walaupun gua enggak ada komplain sama ergonominya ya, tapi secara duduk itu kayak enggak sporty ya, emang buat supir gitu loh. Jadi kayak gua pas nyitirobi itu kalau Alpard sama Denza itu ketika kita nyetir posisi duduknya itu ngelihat ngelihat lingkungan sekitar itu masih enjoyable lah buat bawa keluarga sendiri gitu. Kalau ini enggak deh. Ini lu mesti pakai driver. Enggak bisa lu bawa mobil ini sendirian ya. terus ee kita bawa keluarga nyari parkir ya walaupun dengan segala kemudahannya ya tetap aja menurut gua buat sebagai driver kurang. Nah, begitu pula dengan semua teknologi di dalam sini. Adasnya bagus ya. Kita buat jarak jauh ya, kita mau naik tol, jalan-jalan yang udah benar-benar kita enggak mau nyetir gitu ya. Itu bagus banget. Sama lihat dong sensornya ya, sama seperti G6 ya. Rame banget tuh kanan kiri ada motor. Bagus ya. Jadi kalau untuk adas-adasan, untuk sensor-sensoran Xpeng ini salah satu yang terbaik. E dan dia juga bisa parkir otomatis seperti yang gua bilang tadi ya. Suspensinya itu loh. Suspensinya itu yang mengajak kita tuh buat udah jangan nyetir. Udah jangan nyetir. Suspensinya itu ayunan tuh halus banget, enak. Ya, even ah kita pindahin ke sporty ya, ke sport mode tetap enggak berasa kayak sport mode, tetap rasanya halus ya. Jadi kalau kalian pengen cari yang sport, jangan beli fans sih. Emang sih karena mau bagaimanapun sebuah mobil fannya bukan mobil sport ya. Sama beberapa mobil kayak gini biasanya tuh kalau kita duduk itu rasanya tinggi ya. Kayak kita bawa apart, bawa staria gitu kan. Kayak kita di atas banget gitu kan, bawahnya tuh pendek gitu. Ini enggak. Ini kayak kita duduk di event sama Innova Zenix. Saya rasanya Zenix lebih tinggi. Tapi emang karena gua juga kalau duduk tuh senangnya rendah ya di bawah ya. Ya ini rasanya wajar dan enggak kayak kita bawa sebuah fan mewah gitu. Posisi duduknya tuh pas banget tapi ya itu nuansa di depannya ini loh yang bikin gua ngerasa kayak kurang enak gitu. Sama suspensinya itu manggil-manggil kita untuk kita duduk di belakang diupirin gitu sih. Nah sama yang gua suka dia sama seperti Hyundai. Kalau kita kasih lampu sein, dia tuh keluar spion kamera dan gambarnya bagus. Nah, cuman kalau G6 itu kan ditaruh di speedometer. Kenapa yang ditaruh di sini ya? Apa bisa dipindah? Gua udah cari gimana caranya buat mindahin layar ini ke speedometer, tapi enggak ketemu. Tapi kalau misalkan bisa dipindah ke speedometer kayak G6 itu pasti lebih bagus. Ah, pindah ke sini. Nah, ini lebih mendingan lah karena ini benar-benar kepakai dan e memudahkan kita sih. Habis kita pakai kayak beginian jadi malas ngelihat spion manual. Karena kalau kita ah biasa pakai spion kamera akan malas ngelihat spion biasa gitu atau juga kamera. Pokoknya kalau untuk kecanggihan ini pol-polan lah. Cuma terlalu canggih juga enggak bagus. tetap gua lebih pilih ada tombol-tombol fisik yang bisa kita pencet dengan tangan sendiri tanpa harus masuk-masuk ke atau kita custom-custom gitu. Nah, ini mobil sih enak banget sih. Audionya pun di depan bagus ya, perdaman kabinnya bagus. emang mobil mewah yang harus dipakaiin sopir. Terus yang lucu dari mobil ini adalah jadi biasanya mobil itu kalau misalkan kita bawa jalan dia itu kan ada aplikasi YouTube dia bakal berhenti ya di mobil ini enggak. Kita bisa sambil YouTube dia jalan baik belakang maupun depan ya. Dan kalau kita mute kita mute dari bawah sini ya set dia langsung nge-pause kasih volume dikit dia nyala. Jadi, drivernya itu bisa sambil nonton. Kenapa di G6 engak bisa, di sini bisa ya? Padahal G6 lebih menarik tuh kalau misalkan dia bisa sambil nyala nonton YouTube ya. Yang penting ada sen nyala ee kita tetap lihat ke depan bisa sambil nonton-nonton tipis lah. Mungkin buat podcast oke, tapi buat film yang kita harus melototin film action kayaknya enggak deh ya. Buat yang sebelah kiri sih, driver harus tetap fokus sama jalan. Terus gua biasanya kalau nyetir tuh pakai Android Auto atau Apple CarPlay. Kenapa? E dia Traffix dan kawan-kawannya itu pengin lengkap lah. Nah, di sini dia punya peta sendiri tapi dia udah connect sama internet. Jadi kita bisa tahu traffic dan dapat jalur tercepat seperti halnya Google Maps. Makanya ketika gua pakai mobil ini, gua pakai peta bawaan dia dan asyiknya peta bawaan dari si Xpeng ini dia tuh bisa tampil di speedometer. Jadi yang sebelah kirinya nge-YouTube ya, anak kita nonton sebelah kiri, yang di belakang juga nonton di atas. ya, kita tetap bisa ngelihat YouTube sambil lihat peta di sebelah kanan. Nah, sama buat navigasinya. Jadi, kalau misalkan kita harus belok kiri kanan atau ee ada disuruh putar balik, dia tuh warning-nya atau suaranya munculnya di headr speaker dan suaranya itu kalau kita di belakang sini jelas banget. Tapi kalau kita di sebelah kiri atau di belakang kedengaran enggak nih suaranya ngomong? Kecil. Kecil banget kan? Tapi di sini jelas gitu. Jadi, pas kita duduk, kita nyetir sambil nyender gini ya. Aduh, emang enak sih buat rileks ya. Itu tuh kita enggak akan nyasar deh kayaknya deh. Kalau nyasar sih keterlaluan ya. Nah, itu tulisannya nih plus 7 menit karena macet ya kelihatan ya. Jadi emang secanggih itu kayak kita dapetin sesuatu di masa depan lebih cepat dengan mobil ini sih. Tapi overall e di luar itu ini mobil sih baguslah ya. Gua enggak ada komplain, tapi karena emang terlalu nyaman eh semuanya itu dibikin bagus buat di tengah. Even kita setel audio nih ya, gua dengerin audio di depan sama di tengah itu bagusan suara audio di tengah daripada di depan. Rasnya tuh kayak di depan itu lebih cempreng ya. Di tengah itu baru terasa pas gitu audionya. Itu sih. Jadi memang didesain bukan untuk driver, didesain untuk penumpang. Yes, itulah Xpeng X9 ya. Jadi so far ini adalah MPV teknologi ya paling mewah, paling nyaman yang pernah gua rasakan saat ini ya. Jadi kalau misalkan kalian pengen beli Lexus LM, Alpard, Denza, coba deh tes drive ini dulu dan buktikan apa yang gua omongin ya. Cuma seperti yang gua bilang tadi ya, ingat dia punya dua jenis baterai. Kalau bisa belilah baterai yang lebih ramah lingkungan. Itu aja mungkin kita kali ini. Buat teman-teman yang udah beli X9 bisa komen di bawah seperti apa rasanya dan bagaimana merawatnya. Saniif. Sampai jumpa di vlog berikutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube