Jungkat

XREAL One Pro Review: Layar 170 inch dalam KACAMATA! (YouTube Video)

  • 12/08/2026

privacy kita tuh lumayan terjaga ya. Jadi orang sekitar enggak tahu kita lagi kerjain apa, nonton apa. Device yang bisa dibilang mantap buat private entertainment. 3 seteng tahun yang lalu, gua pertama kali mengenal AR Glasses, kacamata augmented reality yang mana bisa bikin kita tuh punya projection layar yang super gede ratusan inci di depan mata kita ya ketika dicolokin ke gadget kayak HP, laptop, dan juga tablet sama yang gaming-gaming juga bisa. Nah, beberapa tahun kemudian ya ini udah ada improvement yang bisa dibilang signifikan di device yang namanya sekarang Xreil One Pro. Dan gadget ini bisa dibilang lumayan menyelamatkan penerbangan panjang gua kemarin tuh total-total 15 16 jam dari Jakarta ke London ya. Dan di beberapa skenario juga ngebantu produktivitas kerja. Makanya gua pengen share experience-nya ke kalian. Upgrade-nya ada apa aja, plus minusnya gimana. Jadi langsung aja tanpa basa-besar lagi kita mulai videonya. Let's go. Oke, for context Xril ini sebelumnya namanya adalah Nreel yang mana kita juga bahas waktu itu si augmented reality glass-nya. ya. Nah, sekarang namanya udah jadi Xrail. Makanya kita quick unboxing dulu. Ini namanya Xril OnePro yang mana dari boknya kelihatan premium ya, gold [musik] and black. Dan di sini kita bisa lihat speks-nya sama kayak e konsep sebelumnya. Jadi kacamata ini tuh enggak pakai baterai. Jadi perlu input 5 volt 1 ampnya dari device yang dicolok sekitar 5 watt gitu. Nah, ada speaker juga di kacamatanya. Ini kolaborasi dengan Bose dan dia pakai chip X1 Qualcom untuk si spatial viewing-nya ya. Dan ada sertifikasi TUV Rine Line sama kayak layar smartphone kita. Di bagian dalam ada case ya, si X-Tril One Pro-nya, kacamatanya, manualnya juga ada, serta aksesoris-aksesoris tambahan kayak frame sama nose patch-nya. Nah, kalau yang gua tes ini gua pakai bawaan aja udah cocok. Nanti kita bahas soal fitmentnya. Dan ini dia untuk case-nya ya. Kayak kotak kacamata pada umumnya sih ya. Bahannya emang kayak kulit sintetis gitu tapi lembut juga. Dan dalamnya sendiri ini ada si AR glasses-nya. [musik] Secara bentuk sebenarnya masih mirip kayak sebelumnya ya. Jadi kita cek detailnya juga nanti. [musik] Dan ada nih si kabel USB type C-nya yang mana ini kabel menjadi kabel power plus kabel koneksi data panjangnya sekitar 1 m. Dan ini dia untuk kacamatanya kita keletek-kletek dulu ya. Di dalamnya ada kaca tebal di mana ini adalah si projection layarnya. Nanti itu ada di dalamnya. Nah di bagian kiri ada tulisan sound by Bose dan di kanan ada si branding Xril One Pro-nya. So, udah kelar langsung tinggal dipakai colokin USBC dan langsung masuk ke setup awal yang mana ini udah gak perlu pakai aplikasi-aplikasi lagi. Jadi langsung aja dari kacamatanya yang mana ada total empat buah tombol nih buat navigasi. Bisa setting-setting untuk kacamatanya langsung dari tombol ini aja. Mulai dari tombol yang paling ngejreng ada warna merah ini ya di bagian bawah. Jadi pas dipencet ini tuh bisa ngeganti dua mode yaitu anchor dan follow mode yang nanti kita akan jelasin satu-satu. Nah, kalau diklik dua kali itu bisa masuk ke dalam settingannya di mana lumayan banyak nih ya. Kayak buat ngatur spatial screen itu ada isinya ukurannya size-nya, distance-nya berapa meter, ultra wide mode-nya juga ada, ada 3D mode juga. Nanti kita coba share satu-satu. Terus ada display mode ini untuk ngatur warna sama ketajaman teks. Terus ada sound untuk ngatur volume dan audio protocol. Tapi nanti ya itu juga bisa diatur nanti dari settingan awalnya untuk volumenya [musik] dari tombol yang panjang dan ada settingan quick button yang mana quick button itu tuh yang bagian atas ini di mana dia itu bisa untuk shortcut satu kali klik long press dan double klik. Terakhir di paling bawah other itu buat tutorial lagi kalau kalian pengin pelajarin kalibrasi untuk si kacamatanya sama auto shutdown timernya ada semua di sini. Oke, seperti tadi gua bilang untuk tombol di belakang tombol merah ini tombol panjang di mana itu adalah kayak buat setting ada tiga ya. Bisa setting brightness, bisa setting geredup gelap kacamatanya, dan juga setting volume tadi. Jadi, kacamatanya bisa auto diming untuk ngegelapin kacanya. Gelap terangnya. Jadi, enggak butuh kayak aksesoris tambahan kayak sebelumnya tuh. Gua mesti ada penutup di kacanya biar kita gelap. Nah, sekarang kita langsung aja bahas ke bagian fiturnya. Oke, jadi salah satu fitur yang bisa dibilang upgrade banget dibanding sebelumnya adalah sekarang kita itu bisa kayak milih layarnya, layar projection-nya itu ngikutin kita follow atau kita bisa taruh di satu titik ya, di titik presisi yang kita mau atau namanya anchor. Nah, use case-nya ada beberapa. Misalnya kalau gua itu gua pas pakai laptop di depan gua bisa pakai kayak kacamata ini tuh sebagai extended display ya. Jadi layar laptop gua itu di atasnya gua tambahin layar dari kacamatanya dengan mode anchor. Jadi dia kekunci di atas dan kalau gua lihat ke bawah dia itu langsung otomatis kayak transparan ya karena tadi ada fitur auto diming-nya. Jadi gua bisa kayak ada dua layar layar laptop dan layar extended-nya di atasnya. Nah kalau mode follow itu cocoknya memang skenario di mana kita perlu banyak bergerak nih ya dan kalian juga pengen layarnya selalu ada di depan mata kita. Pergerakannya juga lumayan smooth. Jadi enggak bikin pusing ee kayak ada stabilizernya gitu ya. Kalau sebelumnya tuh dia kan gerakannya ngikutin terus tuh. Jadi kita goyang dikit layarnya goyang. Kalau ini tuh kayak lebih stabil gitu. Jadi kalau dicolok ke HP untuk nonton film misalnya atau dicolok ke Steam Deck itu bisa buat main game. Nah, gua juga udah cobain ke banyak device dan emang ada device juga yang enggak cocok nih dan ada juga yang menurut gua cocok. Mulai dari laptop atau in this case gua pakai di MacBook itu gua ngelihat ini cocok banget. Dan yang keren juga di AR Glasses ini ada mode ultra wide yang bikin tampilannya ala-ala monitor ultra wide gitu ya. Rasionya juga ada dua settingan, ada 21 bing 9 dan 32 b 9 yang luas tapi emang bikin agak pusing sih menurut gua karena gua masih kayak nolek kiri kanan terus kadang teksnya juga kurang terlalu kebaca jadi gua lebih condongnya ke settingan yang 21 bing 9 aja. Kemudian juga buat HP ini gua lihat ini cocok banget buat HP yang ada desktop mode misalnya kayak Samsung ya yang compatible DEX mode ada S series bisa, fault juga pada bisa flip itu juga bisa kalau enggak salah dari flip 7 ya. Jadi bisa dipakai buat projection ke dex mode ya. Layarnya ada di kacamata ini dan HP-nya bisa jadi trackpad buat mengoperasikan desktop mode-nya. Makanya gua ngerasa ini cocok banget dan gua rekomen kemarin di videonya si Vold 8. Nah, buat iPhone sendiri gua ngerasa ini tuh kayak cuma bisa mirroring ya layar HP kita ke dalam kacamatanya. Jadi kadang cuma kayak vertikal jadi kecil banget layarnya. Cuma bisa digedein kalau kita nonton yang konten horizontal kayak YouTube atau Netflix atau kayak mungkin buat main game. Sama satu lagi ini gua coba buat Mac Mini. Itu sebenarnya menarik ya. Tapi sayangnya dia harus dicolokin ke bagian belakang Mac Mini-nya, bukan di depannya [musik] itu. Jadi posisi kabelnya agak-agak dan kalau kalian yang mungkin kultus Mac Mini buat kerja ini bisa jadi layarnya walaupun ya gitulah. Nanti harganya kita bahas di akhir. Nah, dulu salah satu fitur menarik dari AR Glasses ini adalah buat gaming yang mana ya gua waktu itu pakai Steam Deck ya. Waktu itu Steam Deck masih zamannya LCD, layarnya 60 Hz dan itu emang kayak langsung ngasih upgrade. Tapi kali ini emang rasanya udah enggak terlalu cocok nih karena kacamata ini resolusinya juga full HD, jadi sama kayak layarnya dan refresh rate-nya itu 90 Hz up to 120 Hz. Di mana kurang lebih sebenarnya sama kayak Steam Deck terbaru ya, udah OLED dan 90 Hz. Dan sekarang juga emang udah ada AR glasses yang khusus gaming tuh kayak dari ROG yang kemarin rilis itu sampai 240 Hz. Nah, gua juga sempat ngetesin si IR Glasses ini ke handeld Android yang kayak AYor yang gua bahas di Gadget of the Month itu compatible ya walaupun memang cuma layar gedenya aja yang di mirroring. Nah, Steam Deck juga udah pasti udah bisa cuma sayang yang enggak bisa di sini adalah si Nintendo Switch 2 yang memang punya protokol USBC to display-nya tuh agak beda dibandingin yang lain. Semoga [musik] ya ke depan Xril bisa software update biar kompatibel. Oke, kalau ditanya kekurangannya apa, paling menurut gua itu satu catatan sih ya soal penggunaan AR Glasses ini, yaitu si suhu panasnya yang mana setelah mungkin gua 15 20 menitan jidat ini agak berasa anget gitu ya dari body kacamatanya ini yang bagian atasnya. Sebenarnya bukan yang enggak nyaman banget, tapi noticeable lah berasa gitu. Selama sebenarnya dipakai di ruangan yang berac ya, kayak kemarin gua di pesawat itu gua rasa bakalan oke-oke aja sih. Sisanya in terms of kualitas speaker ini juga tergolong oke. E ya karena bentuknya dia speaker. Kadang kalau kita volumenya kencang suaranya akan agak bocor. Jadi gua lebih pilih lebih private pakai TWS aja audionya. Dan terutama kemarin gua juga lagi naik pesawat kan pakainya jadi lebih enak sekalian biar ada noise canceling-nya. Oke, ini kondisi kalau kalian putar volume 100% ya. lumayan bocor suaranya. Coba kita kecilin ya. Nah, ini sekitar 7080%. Masih agak bocor kalau buat dengerin lagu ya. Jadi kurang lebih kayak gini. Makanya ya tergantung kondisi aja. Kalau memang perlu pakai earphone ya bisa tetap pakai earphone juga. Tapi ya plusnya sendiri ya karena ini AR glasses ini juga lumayan banyak ya. Pertama kerjain apa, nonton apa, atau main ap lah gitu ya. Jadi device yang bisa dibilang mantap buat private entertainment. [tertawa] Sisanya in terms of specs, ini bobotnya kalian bisa lihat ya, gua timbang aja di layar. Sama yang banyak jadi penilaian orang adalah soal si FOV atau Field of View yang mana si Xril One Pro ini sekitar 50 derajat. Jadi sebenarnya cukup luas penglihatannya kayak enak ngelihat dari dalamnya. Tajamnya juga oke. Teksnya juga tadi cukup jelas. rendering-nya. Walau memang Xtril ini tuh ada aksesoris tambahannya ya, kayak ada Xtril Eye bisa ditempel di bagian bawah yang mana itu katanya bisa buat ada kayak eh kayak meta ya. Dia bisa ada VR glasses-nya, ada virtual reality atau kayak Apple Vision Pro ya, yang mana kita bisa kayak klik pakai tangan ya. Sekarang udah bisa dibikin hampir sekecil ini bentuknya udah kayak kacamata banget ya. Dan ada juga namanya nanti XTIL Project Aura itu katanya coming soon itu udah ada OS Android sama kayak waktu itu Samsung juga keluarin. Oke guys, jadi itu dia untuk Xril One Pro ya. Kira-kira ini cocoknya buat siapa? Kalau menurut gua sih kalau kalian fokus buat produktivity menurut gua ini cocok ya buat pengguna MacBook, buat HP Samsung. Agak bertolak belakang biasa kalau pakai MacBook kan pakainya iPhone ya. Tapi ya itu tadi, ini cocok buat keduanya dan ya kalian tinggal tambah keyboard dan mouse aja. Sisanya memang lebih condong ke entertainment use gitu ya, kayak buat gaming atau buat nonton film. Ini enak sambil tiduran gitu kan, sambil rebahan ya. Ini bisa. Nah, buat harganya sendiri ini juga ee cukup pricey ya sekarang ya. Kalau gua terakhir kalau enggak salah beli itu sekitar Rp jutaan. Sekarang ini R jutaan. Yang mana ini pun enggak termasuk sama tadi aksesorisnya si XTil-nya gitu. Jadi mesti tambah lagi ya. Belinya ini sekarang ada distributor resmi di Indonesia namanya Urban Gadget ya. Jadi garansi semua aman [musik] ditanggung. Dan kalau kalian pengen cek gua taruh linknya di bawah. Sip itu aja. Thank you semua yang sudah nonton. Semoga videonya bermanfaat dan kalau kalian ngerasain manfaat kasih tombol jempol. Jangan lupa juga subscribe ke Binotch. Thank you so much for watching. I'll see you guys on the next video. Co gua sih akan keep device ini ya buat gua kalau travel itu kepakai. Kalau productivity di luar juga kepakai dan ya super compact kan tinggal bawa satu kotak ini aja gitu sama kabelnya.

Lihat di YouTube