Jungkat

Yakin Masih Mau MITSUBISHI DESTINATOR yang PALING MURAH? (YouTube Video)

  • 14/08/2025

Ini adalah Mitsubishi Destinator. Varian GLS, varian paling bawahnya Destinator. Nah, si GLS ini yang menarik adalah harganya di bawah R00 juta. Jadi, meskipun si Destinator ini masuknya sebagai sebuah SUV medium, tapi harganya itu malah mirip-mirip sama low SUV yang varian paling atasnya. Kayak misalnya Xander Prus yang varian paling atasnya itu harganya enggak beda jauh sama si Destinator GLS ini. Nah, buat detailnya seperti 10 hal dari Mitsubishi Destinator GLS. [Musik] Satu varian. Sebelum detailin yang GLS, kita rangkum dulu. Destinator ada empat varian di Indonesia atau 3+1 ya, Mitsubishi nyebutnya GLS, Exit, dan Ultimate. Nah, yang ultimate ada yang ultimate aja dan ada yang ultimate yang dipakaiin opsi premium package alias ultimate yang ketambahan tiga fitur ya. Nah, Mitsubishi bilang harga-harga tadi berlaku sampai akhir September aja ya. Setelah itu bakal naik 10 sampai R jutaan. Tadi udah sekalian kita cantumin ya, masing-masing varian naiknya jadi berapa. Anyway, karena dimensinya banyak yang ngirainator ini ketemu sama SUV kayak C RV, C5 atau Xtrail gitu, tapi punya harga yang jauh lebih murah. Nah, sebenarnya positioning destinator ini lebih kayak Xander Cross, tapi sedikit lebih besar aja sih. Bisa dilihat dari suspensi belakangnya pun yang masih pakai torsion beam. So, paling pas sebenarnya ketemu kayak Kia Carence Turbo gitu sih ya. Sama-sama mesin turbo, sama-sama ada sunroof dan sama-sama AC belakangnya juga rata plafon. Meski emang Karen sekarang yang turbonya udah enggak dijual lagi ya di sini. Kalau lawannya CR RV dan kawan-kawan gitu, sebenarnya ada Mitsubishi Outlander yang enggak pakai sport namanya ya. Ini saudara seatformnya X-Trail T33 nih. Tapi itu enggak dijual di sini ya. Oke, balik lagi ke yang GLS. Karena harganya Destinator yang GLS ini menarik karena bakal ketemu sama beberapa kelas di bawahnya ya kayak BRV tapi yang varian paling atasnya. Star Gazer Carens X varian atas gitu. Bahkan sama Xander Cross yang paling mahal juga harganya enggak beda jauh tuh ya. Tapi bisa dapat SUV yang sedikit lebih besar dan pakai mesin dengan tenaga dan torsi yang jauh lebih tinggi. Dua, pilihan warna. Kalau Destinator Variantin Ultimate ada lima pilihan warna yang GLS dan exit hanya ada empat aja ya. Silver blade silver metalic abu-abu gravite gry metalic. Hitam jet black mic dan putih quartz white pearl yang perlu nambah R,5 juta. Jadi yang warna biru enggak bisa dipilih di sini ya. Tiga, mesin turbo. Varian paling bawah destinator mesinnya tetap sama ya, 1500 cc dengan turbo berkode 4B40 alias generasi barunya dari mesin turbo yang dipakai eclipse Cross dulu yang sekarang intercoolernya udah water cold dibanding dulunya yang masih air cold. Tenaganya 161 HP atau 163 PS dan torsinya 250 Nm. Dibanding Xenix bensin, tenaganya ini emang masih lebih kecil tapi torsinya lebih besar ya. Dan dibanding TIG8 gitu yang harganya mepet, emang si Destinator ini masih cukup jauh di bawahnya. Tapi kalau dibanding low SUV yang harganya mepet kayak yang tadi kita sebut BRV, Stargazer, Carens dan XAnder Cross. Nah, baru tenaga dan torsinya Destinator GLC ini jauh di atasnya ya. Varian paling bawah ini juga tetap dapat idling stop ya. Jadi kalau berhenti bisa matiin mesin sementara dan otomatis nyala lagi kalau udah mau jalan lagi. Not bad ya. Transmisinya kayak setiap varian atasnya hanya ada otomatis CVT aja ya. Enggak ada manualnya dan tetap ada tombol DS buat masuk ke mode transmisi sport buat ngasih respon yang lebih agresif. dan ada mode L kalau mau lewatin tanjakan atau turunan yang sangat curam. Bedanya dari varian atasnya di varian GLC ini jadi satu-satunya yang enggak ada mode berkendaranya ya. Dan ke setiap atasnya tentunya Destinator Galaxy ini tetap berpenggerak roda depan. Empat, eksterior tetap tangguh. Kalau kebanyakan varian terbawah biasanya kan kelihatan di spackdown banget gitu ya. Kelihatan gitu murahnya dari luar. Nah, untungnya varian GLC Destinator ini masih enggak sih ya. Kesan tangguh dan futuristisnya juga masih dapat banget. Oke, depannya biar ada gambaran ini varian GLS-nya. Ini varian exit dan ini varian ultimate. Yes, beda yang kelihatan sebenarnya sih. Cuma ada yang di bumper bawah sini ya. Kalau di GLS dia warna hitam dove aja dan enggak ada fog lamp-nya. Jadi kelihatan basic aja gitu. Tapi masih enggak ninggalin kesan murahan. Sedangkan yang exit yang bawahnya ini sewarna body. Kalau yang ultimate dikasih warna abu-abu. Di GLS ini juga enggak ada sensor parkir depannya. Jadi kelihatan lebih clean aja. Ya, lampunya sebenarnya di GLS ini enggak ada di arealnya, tapi bentuknya sih sama persis ya kayak setiap varian natasnya yang tajam-tajam ala XForce, tapi di sini projektornya ditumpuk vertikal. Sedangkan grillnya sama ya, pakai model heksagonal dengan mika transparan di depan panel abu-abunya dan bahasa dynamic shield barunya dikuatin juga dari si panel satin chrome besar di bawah lampu depannya itu ya. Detail lampu depannya enggak ada di areal, lampu kecilnya LED, lampu besarnya dual LED projecttor atas bawahnya. Lampu jauhnya LED projecttor yang atas jadi jauh. Lampu siginnya LED raksasa yang gantiin lampu kecilnya tadi dan gak ada fog lamp-nya di sini. Sampingnya ini samping yang varian GLS. Ini yang exit dan ini yang ultimate. Sebenarnya yang GLS ini enggak ada bedanya dari yang exit sih ya dari samping yang bisa langsung diciriin dari velegnya yang warnanya abu-abu single tone gini tapi ini tetap 18 inci loh. Bentuknya sebenarnya juga mirip sama yang varian Ultimate dan bannya juga tetap 2255 R18. Makanya menurut kita kelihatan beda aja, gak kelihatan lebih murah dibanding varian atasnya. GLS juga gak ada roof rail-nya ya. Dan window lining-nya juga gak ada chrome. Chrome-nya dan kalau yang ultimate lading di bagian pintunya dibuat abu-abu gini. Yang di GLS dibuat hitam dove gini aja ya. Lebih sederhana. Sisanya sama sih kayak overfender depan belakangnya yang bentuknya unik. Terus yang di pilar C ada sentuhan unik garis-garis yang kayak menyerupai garis-garis lampu depan belakang dan handle pintu plus spionnya sewarna body. Oh, paling bedanya lagi karena di GLS ini spion yang enggak ada spion lipat elektriknya. Jadi mungkin salah satu cara buat ciriin ya kalau kalian lihat di tempat parkir ada destinator yang spionnya gak kelipat. Nah, itu mungkin yang GLS ya. Belakangnya ini varian yang varian GLS. Ini yang varian exit dan ini yang varian ultimate. Nah, ini sama ya kayak depan ya. Paling kelihatan bedanya di bumper bawahnya. Varian GLS hitam doang juga ya. Kayak gini sekali lagi kelihatan lebih basic aja tapi enggak ngasih kesan murahan. Yang di exit bawahnya ini sewarna body sedangkan yang di ultimate dibuat abu-abu gini. Nah, di pintu bagasinya enggak ada emblem destinyator gede di tengah. Nah, kayak gini kita malah lebih suka ya. Jadi lebih clean area pintu bagasi jadi lebih besar dan terkesan lebih lebar gitu ya. Emblem destinatornya kecil aja di kiri bawah sini dan enggak ada emblem GLS-nya ya. Sisanya sama sih kayak tetap ada spoiler terintegrasinya gini, tetap ada antena C review-nya, wiper belakang dan divoger tetap ada, dan knalpot yang ngumpet di bawah kanan sini. Ya, detail lampu belakangnya, lampu malamnya LED yang bertingkat-tingkat ini, lampu remnya LED yang vertikal dan high stop lamp LED. Lampu sein LED vertikal dan lampu mundurnya LED juga yang dibuat horizontal. Ini lima. Interior lebih sederhana. Bagian yang paling kelihatan dikurangin dari varian Natasnya jelas di dalam sini ya. Tapi keep in mind Destiny GLS ini harganya R jutaan lebih murah dibanding yang Ultimate Premium. So kalau di dalam sini kerasa dipack down banget dari varian tasnya. Ya wajar aja sih atau harganya juga beda jauh banget ya. Paling jelas di dashboard-nya, desainnya untungnya sama-sama horizontal aksis sih, enggak kayak di Expander varian bawah yang desainnya beda sama yang varian atas ya kan. Tapi di GLS ini gak ada bahan soft touch-nya sama sekali ya. Jadi full plastik keras tuh bahannya. Untungnya tetap ada panel piano black-nya. Termasuk Dome instrument cluster dan head unitnya tetap piano black tapi emang layarnya lebih kecil ya. Jadi bezelnya kelihatan gede-gede banget aja di sini. Konsol tengahnya tetap pakai model yang tinggi gini dan tetap dilapis piano blacknya. Not bad lah. Paling tuas transmisinya aja yang jadi gak dilapis kulit kayak varian-varian atasnya. Setirnya juga lebih sederhana ya, tombolnya lebih sedikit. Spok bawahnya warna hitam aja dan enggak dilapis kulit juga lingkarnya. Tapi unik sih ini dia bahan lingkarnya dibuat seakan-akan kayak bagian kiri kanannya tetap kayak perfectited gitu ya. Padahal enggak. Plafonnya juga lebih sederhana karena enggak ada sunroof-nya tapi gantinya jadi ada tempat kacamata malah di sini. Not bad tuh ya. Joknya modelnya sih sama kayak varian atasnya tapi bahannya kain gini dan kainnya agak kasar ya. Somehow overall jadi kerasa lebih keras dibanding duduk di joknya yang di ultimate yang dilapis kulit sintetis. Tapi untungnya jok baris kedua tetap dapat tiga head adjustable gini. Tengahnya pun tetap pakai model yang bisa dibuka gini ya. So, cuma beda bahan aja. Begitu juga jok baris ketiganya. Bentuknya sih sama aja tapi jadi pakai bahan kain gini aja ya. Yang beda lagi pintunya. Kalau varian atasnya di tengahnya ada lapis kulitnya. Di varian GLS ini tengahnya full jadi plastik aja ya. Dan handle pintunya pun jadi lebih standar ya. Warna hitam gini aja. yang artinya lapis kulitnya cuma ada di sandaran tangannya aja. Tuh sama nih yang pintu belakangnya juga gitu, tengahnya jadi plastik aja dan handle-nya jadi hitam. Yang lapis kulit cuma di sandarannya aja. Oh, dan meja lipat yang di Fine ultimate dan exit ada di GLS ini enggak ada ya, jadi kelihatan lebih polos. Positifnya setiap ventilasi AC double blowernya tetap terintegrasi di plafonnya makanya tetap kelihatan lebih rapi dibanding low SUV yang di kelas bawahnya. Detail yang ada di dalam sunfisernya. Kalau varian atas kacanya ada di kiri kanan. Di yang GLS ini yang kanan cuma ada card holder gini aja di pojok tapi gak ada kacanya ya. Yang di kiri baru deh ada card holder dan kaca yang bisa ditutup buka tapi gak ada lampunya. Spionnya day manual. Kalau silau tinggal dicetakin aja. Lampu kabinnya yang di depan ada dua titik gini LED. Yang di baris kedua karena enggak ada sunroof jadi digabung gini ya di tengah tapi LED juga. Dan yang di baris ketiga pun masih dapat ya ada dua titik gini tapi sekali klik nyalanya bareng LED juga ya. Nice ya buat sebuah varian paling bawah. Pegangan tangan plafonnya di paling depan adanya di sisi penumpang aja yang di driver enggak ada. Yang di baris kedua juga tetap pakai model lipat gini dan masing-masing ada gantungan bajunya juga. Dan bahkan yang di baris ketiga juga masih ada lagi ya pegangan tangan plafon gini yang bahkan masih model lipat juga. Mantap. Nah, sebenarnya kalau pengen interior yang kerasa lebih mewah tapi enggak mau ke ultimate, varian exit juga udah cukup oke sih ya. Kayak dashboardnya masih ada lapis kulitnya, setirinya juga masih dilapis kulit dan pintunya juga ya tengahnya masih ada lapisan kulitnya dan harganya cuma beda Rp2 juta dari yang exit. Tapi kalau menurut kalian interior yang basic ini juga enggak masalah ya. Varian GLS juga udah cukup oke sih ya, tapi gimana rasa duduknya di Destinator varian GLS ini? Enam, konfigurasi jok buat masuk ke depan pintunya termasuk berat ya. Nice. Nah, yang kita suka pintu ini nge-cover sampai bagian paling bawah pintunya. Jadi kalau bagian luarnya sini kena cipratan kotor gitu, bagian dalamnya sini bakal tetap terlindungi, tetap bersih ya. Yang bahkan ada karet cukup besarnya di paling bawah. Jadi harusnya bakal ngelindungi juga cipratan dari bawah tuh. Jadi kaki kita enggak bakal kepeperan kotor ya. Tampak ke dalamnya mirip-mirip SUV monokok seukuran ginilah ya. Tinggi tapi enggak terlalu sulit. Yang jelas jauh lebih gampang dibanding naik ke Pajiro Sport gitu misalnya yang leader frame-nya. Oke, posisi duduk by default-nya termasuk tinggi, tapi tingginya lebih mirip kayak di Xpander ya, dibanding di XFce yang agak ketinggian gitu. Nah, ini ngelihat ke depannya juga patokannya dapat banget ya, karena ujung kap mesinnya kelihatan banget. Pengaturan joknya yang driver di GLS ini hanya slide dan recline aja ya. Sayangnya enggak kayak setiap varian lainnya yang ada pengaturan ketinggiannya dia. Yang penumpang depan juga slide dan recline manual. Katres ya, hanya bisa dinaik turunin aja. Posisinya udah cukup maju. Jadi, kepala kita enggak bakal ngedanga ya. Kalau sandaran sambil nyetir, headro-nya aman banget. Malah karena ganda sunroof-nya jadi lebih lega dibanding Varian Ultimate ya. Buat sandaran tangan di tengah ada konsol tengah tingginya gini yang dilapis kulit jadi empuk buat sandarin tangan. Enggak bisa digeser maju mundur sih, tapi masih bisa lah ya pas-pasan buat sandarin tangan kita sambil pegang setir. Yang di pintu juga dilepit jadi empuk juga sandarin tangannya. Seat beltnya fix, enggak bisa dinaik turunin. Setirnya S land tilt, bisa teleskopic juga. Nice ya buat sebuah varian paling bawah. Dan sandaran kaki kiri drivernya ada gundukan tanpa pet plastiknya. Sekarang kita ke belakang. Pintu belakangnya juga cukup berat. Sedikit lebih berat dibanding yang depannya. Sudut bukanya juga termasuk lebar banget ya. Nice. Dan karena atapnya enggak turun-turun, jadi kita masuknya gampang nih. Kepala kita enggak perlu nunduk sama sekali. Oke, posisi duduk di belakang sini lebih tinggi dibanding di depannya. Dan ini support pahanya sempurna ya. Nopang paha kita secara full. Jadi kita yang 173 cm enggak ada naik-naiknya sama sekali pahanya. Nice ya. Jok baras kedua ini bisa digeser maju mundur. Kalau dibuat paling maju gini sebenarnya masih ada sisa ruang sih ya. Meski emang udah sempit pastinya. Ini seandainya kita pengin ngasih ruang lebih ke jok baris ketiga gitu ya. Atau misalnya anak kecil duduk di sini dan pengin lebih dekat posisi sama orang tuanya yang duduk di depan. Dan kalau dimundurin mentok, ruang kakinya masih termasuk sangat aman. Lebih aman dibanding setiap varian natasnya malah karena enggak ada meja lipatnya di depan kita ya kan. Tapi emang ini lebih mirip sama ruang kakinya Expander sih. Jadi jangan berekspektasi bakal dapat ruang kaki selega di Innova Zenix gitu ya misalnya yang punya jok slider super panjang. Ini lega tapi enggak super lega gitu. Ruang gerak sepatunya luar biasa aman ya. Kakinya bisa gerak bebas tanpa nabrak bagian bawah jok depannya sama sekali. Nice ya, headnya adjustable di ketiga sisinya termasuk yang tengah juga ya. Jadi bisa sandaran lebih rileks gini. Sudutah jok baris kedua ini bisa diubah mirip di Expander sih ya sudutnya. Kalau dibuat tegak kayak gini, ruang kepalanya segini masih aman banget. Dan kalau dirubahin maksimal kayak gini. Enggak sampai tiduran sih, mirip di Xpander juga tapi udah cukup rileks lah ya. Dan kalau gini ruang kepalanya jadi lebih lega ya. Buat sandaran tangan di pintu dilapis kulit jadi empuk. Dan yang tengah unik nih, kalau diturunin kayak gini ya modelnya. Selain jadi sandaran tangan, karena tengahnya ini bolong, jadi kayak misahin jok kiri kanannya. Makanya kayak semi captain seat gitu ya. Sekali lagi nice nih ya buat varian paling bawah. Kalau mau duduk bertiga, ngelangkah ke tengahnya masih gampang kakinya enggak perlu terlalu ngelipat karena gundukannya kecil banget. Jadi kakinya juga tetap bisa di tengah-tengah sini ya. Kalau mau enggak perlu ke kiri kanannya. Dudukan joknya di tengah sini sedikit lebih tinggi dibanding kiri kanannya tapi enggak terlalu keras ya. Masih cukup enak buat didudukin. Sandarannya juga empuk nih. Not bad ya, meskipun bisa jadi arm rest. Headroya di tengah sini aman banget. Dan seatbt di tengah sini juga tiga titik. Ya sekarang kita ke paling belakang. Nah, kalau dari sebelah kiri sini buat ke baris ketiganya kita pakai tuas ini nih. Tarik aja dan nanti joknya bakal langsung mental kelipat ke depan gini atau one touch tumble ya biasanya disebutnya. Nah, ini yang kelipat satu jok aja yang sebelah kirinya. Ini nanti buat ke belakangnya ada buat napaknya dan ada cekokannya gini ya. Buat pegangan pas ke belakang. Dari sebelah kanan juga sama ya, pakai tuas ini dan joknya bakal langsung mental kelipat ke depan gini alias one touch tumble gini ya. Bedanya ini yang kelipat jok kanan dan jok tengahnya. Ini juga ada buat napaknya dan ada buat cekokannya buat pegangan pas napak ke belakangnya. Oke, duduk di baris ketiga. Headr-nya kita naikin dulu ya biar duduknya lebih enak. Oke, dudukan jok ini ikut berubah sudutnya kalau kita ubah-ubah sandaran joknya. Dan buat ukuran jok baris ketiga sebuah SUV ini termasuk enak sih ya, jarak dudukan jok ke lantainya cukup jauh. Jadi meskipun sudut bah kita masih sedikit naik kayak gini tapi ini udah sangat-sangat baik ya buat sebuah SUV. Sekali lagi jangan ekspektasikan bakal seenak di baris ketiga MPV sejati kayak Zenix gitu misalnya. Tapi dibanding posisi duduk baris ketiga SUV 4,7 manan global model kayak C RV, Tiguan Allspace atau X-til baru yang sebasis sama Outlander ini jelas lebih baik dibanding itu ya. Oke, balik lagi. Sudut rubah jok ini bisa kita ubah dari paling tegak segini sampai paling rebahnya segini. Ini kalau dibuat paling tegak ya, ruang kepalanya masih ada sisa sedikit dan kalau dibuat paling rebah emang gak sampai rileks banget sih ya. Tapi buat ukuran jok versi ketiga udah cukup santail lah ya. Dan ruang kepalanya emang lebih sempit tapi masih ada sisa sedikit. Malah kalau Mitsubishi bilang di versi ketiga sini headro-nya lebih besar 7 mm dibanding di Xpander. Nice lah ya. Ruang kakinya ini kalau jok baris keduanya kita geser paling maju. Jelas masih ada sisa lah ya. Not bad hitungannya. Dan kalau digeser paling mundur. Nah ini nih ya. Kalau biasanya di SUV 3 baris 4,7 man udah enggak ada sisa ruang kaki sama sekali. Di Destinator ini pas-pasan ya, masih ada ruang sedikit banget ini. Soalnya dia lebih panjang 23 mm dibanding di Expander ya ruang kakinya. Makanya masih muat maksa meskipun jokb keduanya udah dimundurin mentok ya. Jadin ya kalau orang dewasa badannya gede gitu kayak kita pengin duduk di sini ya bisalah minta majuin setengah jok depannya. Nice ya. Ruang gerak sepatunya enggak terlalu luas tapi masih amanlah. Kaki kita masih bisa gerak. Sandaran tangan di pinggir kanannya plastik jadi agak keras tapi ujungnya dimiringin gini makanya cukup enak. Yang di sebelah kiri juga sama ya. Meski emang sayangnya jendela belakangnya agak kecil aja ya khasnya SUV 3 baris segitu. Jadi emang ada kesan cluster phobiknya. Tapi not bad lah. Jauh lebih baik dibanding apa yang kalian ekspektasikan buat sebuah SUV 4,7 manan. Tapi emang kalau dibanding sama MPV ukuran gini ya udah pasti bakal kalah lega lah ya di paling belakang sini. Tujuh, detail fitur. Fiturnya Destinator GLS udah pasti enggak bakal selengkap yang ultimate lah ya. Tapi buat sebuah varian paling bawah sih not bad loh hitungannya. Kuncinya sama, ada tombol lock dan unlock aja ya. Dan tetap ada passif key filless entry-nya. Jadi kalau mobilnya kekunci, remote-nya tinggal dikantongin, dekatin mobilnya dan klik tombol hitam ini di pintunya dan kuncinya bakal kebuka. Buat kunci lagi tinggal klik lagi aja tombol hitamnya. Dan buat mati nyalain mobil pakai tombol start stop ini ya. Inputnya wireless charger pasti enggak ada ya. Toh sampai varian paling tinggi juga enggak ada ya kan. Di depan ada satu powerl 12 volt, satu USB port dan 1 USB port C. Di baris kedua ada satu USB port dan type C juga. Nah, tapi yang varian GLS jadi satu-satunya yang gak ada tambahan USB port lagi di baris ketiga ya. Semua varian lainnya ada. Ramp parkirnya tetap elektrik ya. Meskipun varian paling bawah. Buat aktifin tinggal tarik aja dan nonaktifinnya tinggal tekan sambil injak pedal rem. Dan ada auto hold juga buat nahan rem pas kita lagi berhenti biar kita enggak perlu nahan pedal remnya terus-terusan ya. Okelah AC-nya varian GLS jadi satu-satunya yang enggak dapat dual zone auto climate control kayak varian lainnya ya. Di sini jadi manual tapi digital aja. Yang kanan ini buat naik turunin suhunya dan yang kiri buat naik turunin kecepatan kimasnya. tetap bisa arahin angin ke kaki. Ada max schol buat langsung bikin ke semua paling dingin dan tetap ada diogor kaca belakang dan difoster kaca depan. Tapi ya enggak ada kayak dry mode gitu ya yang ada di varian lainnya tetap ada double blower dan buat aktifinnya di belakang juga tetap dapat layar dan tombol gini ya. Dan ventilasinya juga tetap rata plafon kiri kanan buat baris kedua dan rata plafon tengah yang buat baris ketiga. Not bad lah ya. Lampunya manual ya sama kayak exit juga tapi tuasnya paling sederhana karena enggak ada fog lamp-nya tapi masih ada buat atur ketinggian sorotan lampunya tuh ya. Wipernya juga manual, intermittent variable ya, dan ada wiper belakang. Jendela driver tetap auto up down setiris sebelah kanan ya, isinya tombol telefoni dan voice command yang artinya GLS ini jadi satu-satunya varian yang enggak ada cruise controlnya ya. Sedangkan setir sebelah kirinya buat atur volume TRK, dan atur MID. Oke, kalau varian ultimate dapat layar head unit GD 12,3 inci dan instrumen cluster 8 inci. Terus di bawahnya varian exit head unitnya lebih kecil deh 8 inci, tapi instrumen clusternya tetap dapat yang gede 8 inci. Nah, yang paling bawah varian GLS, head unit dan instrumen clusternya sama-sama kecil ya. Instrumen clusternya dulu analog dengan mid 4,2 inci di tengahnya kayak punya Expander gitu ya. Kontrolnya pakai yang di setir sebelah kiri sini nih. Di bawah ada indikator gigi. Nah, menu di tengahnya ada trip A, trip B, sisa jarak berkendara, dan indikator eco driving real time. Konsumsi BBM rata-rata trip A dan indikator e tadi. Kecepatan rata-rata. Indikator auto stop and go atau idling stop-nya, ya. Yang ngasih lihat udah berapa lama mesinnya mati. Indikator active control, pengingat service, settings buat safety yang isinya buat mati nyalain sensor parkir dan buat mati nyalain stability control aja. Dan terakhir menu settings. Isinya ada buat atur data konsumsi rata-rata gariset otomatis atau manual, ganti satuan unit konsumsi dan suhu, ganti bahasa, atur alarm yang ngasih pengingat sudah berkendara berapa lama, ganti bunyi lampu sein yang pertama kayak gini. Dan yang kedua kayak gini dan ada buat mati nyalain indikator Eco real time head unit ya, layar sentuh 8 inci. Ini sebenarnya sih isinya mirip sama yang 12,3 inci tapi kayak versi lebih kecilnya aja ya. Yang sayangnya emang bikin beel frame-nya jadi kelihatan tebal banget. Dan kayak head unit yang gede juga yang versi kecil ini pun head unitnya cenderung lagi ya buat head unit tahun 2025 gini. Nah, widgetnya kalau dia yang 12,3 inci kan langsung bisa kelihatan standby 3 widget tuh di sini dua aja ya. Tapi ya tetap bisa lihat dua hal sekaligus ya dan tetap bisa kita pindah-pindahin juga. Gak ada tombol kapasitif di bawahnya beda sama yang layar gede. Di kiri sini tetap ada beberapa shortcut menu dan di sebelah kanan juga ada ya. Nah, ini harusnya sih ada wireless Apple CarPlay dan Android Auto tulisannya, tapi pas kita coba koneksiin enggak berhasil muncul ya. So, entah jadinya harus pakai kabel atau emang unit yang ini bermasalah aja ya. Dan ada opsi buat pakai weblink alias buat mirroring layar HP kita juga. Lanjut media lain yang bisa dipilih. Ada Bluetooth, USB, iPod connection, dan radio ya. Ada Bluetooth teleponi juga. Tetap ada aplikasi multimeter yang bisa nampilin banyak data ya. Yang menu adventures ini ada widget GPS yang nunjukin ketinggian kita dan posisi titik latitude longitude yang akurat. Terus ada widget tilt angle yang bakal nunjukin detail kemiringan horizontal dan vertikal mobilnya dalam derajat. Dan ada widget kompas yang sekaligus nunjukin suhu di luar. Terus lanjut ke menu reliable. Ini ada widget tingkat kemiringan setir seiring kita belokin setirnya. Terus ada widget active control yang bakal nunjukin ketika fitur AEC-nya bekerja. dan widget traction control yang menunjukin ketika sistem ini aktif dan sudut belokan bannya juga ya. Menu responsif ini ada widget boost meter turbonya, gmmeter yang bakal bereaksi pas kita jalan, dan widget konsumsi BBM merata-rata dan instan. Lanjut lagi menu driving skor ini ada skor yang bakal dikasih di setiap sesi berkendara kita. Dan menu customize ini ada widget voltase aki, jam, dan overall skore berkendara. Lanjut aplikasi wallpaper player. Ada live wallpaper nih atau wallpaper bergerak kayak misalnya yang pohon sakura di depan Gunung Fuji ini atau orang mendaki gunung ini, akuarium ini, atau ubur-ubur ini. Aplikasi USB Photos ini buat lihat-lihat foto dari USB. Terus ada jam buat lihat jam dalam berbagai gaya. Nah, aplikasi vehicle information di dalamnya ada menu Avionix yang bakal nunjukin detail info mobilnya alat di pesawat tempur ya dari temperatur, barometer, kemiringan setir, rem, indikator coolen, injeksi bensin, pedal gas, dan beberapa info lagi. Menu altitude bakal ngasih lihat ketinggian kita dan temperatur luar, driving skore yang kayak sebelumnya tadi, view ekonomi buat lihat sejarah konsumsi BBM dan Eco Score detail sejarah berkendara Ico. Lanjut lagi. Menu AC ini buat ngasih lihat detail AC-nya dan menu maintenance ini bakal ngasih lihat detail buat ngingetin kapan ganti oli dan filter oli selanjutnya, kapan ber rotasi ban dan lain-lainnya ya. Lanjut settings kendaraan atau vehicle settings. Pertama ada settings Kos atau keyless entry-nya. Ini bisa atur feedback lampu seinnya kalau kita buka kunci mau nyalainnya gimana dan atur feedback bunyi bipipnya kalau kita buka tutup kuncinya. Settings wiper bisa aktifin wiper belakang otomatis nyala kalau kita masuk gigi mundur pas wiper depannya lagi nyala. Settings lighting ini bisa buat atur volume home dan welcome light. Settings turn signal ini buat mati nyalain one touch turn signal. Settings power door locks ini buat atur kunci ulang lagi. Kalau habis kita buka kunci mobilnya tapi pintu mobilnya gak jadi kita buka. Dan di settings others ini kayaknya lupa di-take out ya bagian spion lepat otomatis dan buat otomatis matiin aki kalau kita ada di sistem ACC terlalu lama. Settingnya lebih standar buat atur-atur head unitnya dari Bluetooth dan Wii-nya. Terus buat yang di wallpaper buat atur kamera, atur layar. Ada buat kurangin noise radio juga. Settings audionya termasuk speed compensated volume yang bikin volumenya otomatis makin keras kalau kita jalan makin kencang dan sebaliknya ada buat atur driving skore, atur notifikasi, atur bahasa, dan perintilan standar lainnya lah ya. Nah, varian GLS ini sama kayak exit ya, enggak ada Mitsubishi Connect atau fitur IOV itu cuma ada di ultimate aja. Tapi ada juga yang kurang banget sih ya di sini kayak spion misalnya. Pengaturannya elektrik emang, tapi enggak bisa dilipat elektriknya masih manual gini. Fin GLS juga jadi satu-satunya yang speakernya cuma ada empat. Dua hal ini kerasa kurang banget sih ya di mobil yang hampir R00 juta. Tapi gimana menurut kalian masih oke fitur yang GLS atau sebaiknya naik ke exit aja? Detail safety. Safety-nya Destinator GLS ini sebenarnya not bad ya. Tapi ya jangan ekspektasikan bakal selengkap varian ultimate lah ya. ADAS misalnya udah pasti enggak ada karena ini varian paling bawah ya. Airbag-nya di GLS ini sama kayak exit ya empat aja. Dua airbag depan dan dua airbag samping yang ada di samping kedua jok depan. Rem depannya cakram ventilasi dan rem belakangnya cakram. Tentunya sistem rem ABS, IBD, dan brake assist komplit semua ya. Ada TCL to traction control dan AS atau active stability control. Matiinya dari sini ya. Ada juga active YO control atau AYC yang bakal ngebuat mobil lebih stabil pas menikung ekstrem dengan cara ngerem ban depan sisi dalam sesuai jumlah yang dibutuhkan. Biar Roll pas ngelakuin tikungan ekstrem itu berkurang drastis ya. alias mobilnya gak bakal keguling. Sekaligus real time effect-nya bakal ngurangin under steer. Ada heill start assist yang bisa ngeremin mobil beberapa detik pas kaki kita pindah dari pedal rem ke pedal gas waktu mau jalan lagi setelah berhenti ditanjakan. Fungsinya supaya pas mau jalan lagi mobilnya enggak merosot dulu ya. Sensor parkirnya ada empat titik di belakang yang terintegrasi gini tapi di depan enggak ada ya. Ini bisa dimati nyalain dari mid di sini. Kameranya yang GLS dan exit hanya dapat kamera mundur aja ya. Enggak dapat kamera 360 derajat kayak yang di varian Ultimate tetap ada indikator seat belt setiap jok yang posisinya di overhead consoles ini. Dan tentunya ada dudukan ISOFix di jok baris kedua buat pakai child seat dengan lebih mudah ya. Sembilan bagasi dan storage. Bagasi yaator GLS jelas manualnya. Bukannya klik tombol yang sebelah kiri sini yang lebih panjang. Nah, ini bagasinya. Sebenarnya dalamnya sih sama aja ya kayak varian tingginya yang cukup ok lah buat sebuah SUV 7 seater seukuran gini. Bibirnya termasuk lebar bawahnya tapi sedikit menyempit di atasnya. Tapi amanlah ini buat masukin barang besar ya. Kayak kebanyakan SUV, jarak bibirnya ini dari tanah termasuk tinggi ya. Jadi kalau angkat barang berat pasti bakal lebih sulit. Tapi enaknya lantainya rata sama bibir bagasinya. Jadi kalau mau keluarin barang tinggal langsung tarik aja. Detailnya di sebelah kanan sini enggak ada apa-apa. Paling ada lubang aja di bawahnya. Dan di sebelah kiri sini ada kompartemen gini ya yang isinya dongkrak dan toolkit ya. Rapi di dalam sini. Nice. Dan ada lubang juga di bawah lantainya pakai kompartemen tiga kotak gede-gede gini ya. kayak dia Expander. Jadi masih bisa masukin barang yang enggak bisa diintip dari luar nih. Dan yang kecil ini kalau dibuka ini buat turunin ban serapnya ya. Ban serapnya sendiri ada di bawah mobilnya dan modelnya space saver ya. Lanjut jok bars ketiga ini bisa diatur sudut recline-nya. Kalau dibuat lebih rebah bakal bikin ruang bagasinya lebih kecil tapi penumpangnya lebih rileks. Sedangkan kalau dibuat lebih tegak sebaliknya ya. Oke. Kalau maeluasin kapasitas bagasi jok baris ketiga bisa dilipat pakai konfigurasi 50 bing 50. Bukan pakai tali yang di bawah sini, tapi pakai yang di atas ini. Ya, kalau kita lipat satu, kita jadi bisa masukin barang lebih besar sambil tetap duduk satu orang di baris paling belakang. Dan kalau dilipat dua-duanya, kapasitasnya jadi jauh lebih besar. Nih nice ya ini. Nah, kalau mau luasin kapasitas lagi, jok baris kedua bisa dilipat pakai konfigurasi 40 bing 20 bing 40. Artinya dia bisa dilipat yang tengahnya aja kayak gini. Nah, jadi kita bisa masukin barang yang sangat panjang sambil tetap duduk berdua dengan nyaman di tengahnya. Meskipun emang kalau lipat yang tengahnya sini dia gak terlalu rata tuh sama lantai belakangnya. Kalau mau lebih rata dan masukin barang panjang yang lebih besar, kita bisa lipat yang sebelah kiri sini aja. Nah, kayak gini. Atau kita bisa lipat semuanya sekaligus ya. Dan kapasitas bagasinya jadi jauh lebih besar gini ya. Dan ini lantainya rata ya, cuma sedikit nanjak aja. Jadi kita bisa masukin barang yang panjang dan besar sekaligus kayak kasur gitu ya. Nice. Buat tutupnya disediain handle kayak gini di kanan dalam. Dan buat langsung kunci semua pintu lagi bisa klik tombol yang kecil sebelah kanan sini. Dan ini sisa storage di dalam kabin. 10 detail-detail lain sama kayak setiap varian lainnya, Destinator GLS ini tentunya juga langsung dirakit lokalnya. Nice. Kalau buka kap bensinnya ada tulisannya ya direkomendasikan pakai bensin dengan cctan ron 95. Artinya di sini bisa pakai Shelfie Power, BP Ultimate, Vivo Revivo 95 atau yang 98 kayak pertamax turbo gitu misalnya. Tapi ada tulisannya tuh minimal bisa pakaian RON 90. Artinya kalau enggak nemu Ron 95 tetap bisa pakai yang 90 kayak beta Lite atau Vivo Revivo 90 gitu ya. Nice ya. Mesin turbo gini masih bisa pakai Ron 90. Garansinya berlaku 120.000 km atau 4 tahun. Mana yang tercapai duluan? Notepad ya buat sebuah brand mainstream. Sedangkan servisnya sayangnya hanya dapat gratis biaya jasa aja ya buat 60.000 km atau 4 tahun. So spare partnya tetap harus bayar ya. Destinator G ini silakan sampaikan komentar kalian di bawah klik like dan ini see next

Lihat di YouTube