Yakin Mau Upgrade ? Quick Review iPhone 18 Pro Max (YouTube Video)
Eh, Guys, tahu enggak kalau di iPhone 18 Pro dan juga Pro Max itu lubang kameranya sekarang bisa berubah-ubah. Aperture-nya mulai dari F1.4 sampai 4. Nah, di bagian sini. Jadi, gunanya untuk apa sih? Saya punya waktu sekitar 4 sampai 5 jam untuk nyobain si iPhone 18 Pro Max. Nanti sambil kita bandingkan juga dengan generasi sebelumnya. Apakah upgrade-nya ini cuman variabel aperture-nya dan juga warnanya aja? Apa yang menarik dengan iOS terbarunya juga, iOS 27? Tapi ini bukan review, ini kita super quick review aja. Tapi biar videonya menarik, langsung aja kita cobain dia di luar dan kebetulan sekarang saya lagi ada di Malaysia. Sekarang semuanya udah siap, gear DJI Pocket 4P, terus aksesoris di jam jadi saya bisa lihat footage, dan si iPhone 18 Pro Max-nya juga udah siap. Jadi, langsung aja kita coba dia untuk jalan-jalan. Kalau secara desain yang jelas beda dari generasi sebelumnya ya warna ya. Nah, warna hero-nya kali ini ada burgundy. Burgundy-nya ini jujur cakep sih, dia enggak terlalu yang terang banget, enggak yang cewek banget. Jadi, warna burgundy-nya ini gelap. Jadi, mau cowok mau cewek masih masuk aja. Terus varian warna lain ada glacier blue, glacier blue-nya juga cakep. Tapi, dari teman-teman tech reviewer sih sebenarnya banyak suka yang warna mid black ya, karena hitamnya itu hitam mid, cakep. Tapi, semuanya pada beli burgundy. Kenapa? Karena kayaknya mau dijual lagi deh sampai itu ya. Karena kan banyak orang-orang yang Apple itu beli karena kalau day one, wah itu harganya bisa enggak masuk akal. Kalian coba cek aja kalau video ini tayang nanti ya. Kalian lihat di thread, di Tokped, di Shopee, pokoknya yang day one jualan itu bisa 50 juta ke atas. Saran saya, enggak usah ikut-ikutan kayak gituan ya. Nunggu resmi iBox saja biar nanti hidupnya mudah, enggak ribet itu biar orang-orang yang duitnya sudah sisa banyak saja lah. Terus cara dimensi, dia sekarang juga lebih berat, lebih tebal juga. Kenapa? Karena baterainya lebih gede ya. Cuma seperti biasa, Apple itu enggak pernah klaim kayak berapa mili amp, dia cuma bilang sekitar 40-an playback jamnya. Dia lebih sekitar 6 jam video playback lah dibandingkan 17 Pro Max atau generasi sebelumnya. Tadi sih sempat saya baca-baca di GSM Arena itu sekitar 6 mAh, 5.300 atau 5.400 gitu ya. Yang varian e-sim only itu lebih gede baterainya. Nih, coba kalian lihat. Beh, bergendinya ini cakep sih. Terus kalau tampak depan yang berubah, yap, Dynamic Island-nya sekarang jadi lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Kenapa dia bisa seperempat lebih kecil dibandingkan sebelumnya ya? Itu karena Apple merubah untuk Face ID sensornya itu sekarang ada di bawah layar, tapi tapi tapi yang perlu kalian catat, wah, sebentar guys. Wah, enggak bisa. Saya mau nyebrang. Tapi yang perlu kalian catat ya, karena dia ada di bawah layar, jadi enggak semua tempered glass atau screen guard itu bisa. Ya, ini seenggaknya dari pengalaman saya ya. Jadi, kalian jangan beli screen guard yang matte AR atau yang dia itu anti reflektif. Kenapa? Karena logikanya ketika under display Face ID, kan dia kayak under display kamera ya, sama kayak di iPhone umumnya ya. Jadi, secara sensor dia enggak jadi lebih akurat karena terhalang sama layarnya. Dan di iPhone 18 Pro Max saya, karena saya pakai tempered glass yang matte AR, jadi Face ID-nya enggak bisa. Nah, kalau kalian tanya kenapa enggak bisa? Ya, asumsi saya sih itu ya, karena sudah under display terus ditambah lagi dengan matte XR yang anti reflektif, jadi sensornya itu enggak kebaca dengan akurat. Mungkin ke depan bakalan ada vendor-vendor yang bisa untuk bikin, tapi untuk sekarang sih enggak bisa. Oh ya, sama satu lagi guys. Jadi sekarang untuk live activities di Dynamic Island-nya itu bisa tiga sekaligus. Contohnya misalkan kalian lagi buka Spotify, terus buka Google Maps, buka timer pas masak, itu dia bisa berbarengan. Jadi kalian bisa baca activities tiga langsung. Ya, ini fitur yang simpel. Untuk awal-awal launching Apple biasanya ini adalah fitur yang simpel, tapi ketika sudah dipakai baru kerasa tuh kegunaannya ya. Wah. Jadi Malaysia mirip-mirip Jakarta ya, panas ya. Ini sekarang saya akan ke tempatnya teman-teman. Di situ ada Mas Moby, ada Satis dari Ketuji, banyaklah. Mereka lagi main ke tempatnya Apple. Jadi kita jalan ke sana sambil kita lihat saya mau pinjam warna-warna dari mereka. Karena saya punyanya yang warna biru diganti aja. Sekarang kita ngomongin kamera. Kameranya sebenarnya upgrade-nya cuma satu aja yang paling mencolok ya. Jadi dia ada variable aperture mulai dari F1 sampai F4. Tapi karena chipset-nya baru kan ya, A20 Pro, nah seharusnya dengan chipset baru itu image signal processing atau ISP-nya juga baru. Tapi kira-kira seperti ini kalau misalkan di side to side untuk kamera depannya guys. Kok saya ngerasa di iPhone 17 Pro itu lebih wide ya. Coba deh, coba kalian tulis di kolom komentar kayak gimana. Bagusan mana? Kalau masih sama-sama aja, ini sama-sama di 4K 60 FPS, settingannya pun sama juga. Saya jalannya juga agak cepat karena saya sudah ketinggalan sama orang-orang. Nah, ini kita sudah sampai di Apple TRX. Jadi ini salah satu Apple Store yang ada di Malaysia. Saya sudah tiga kali kayaknya ke sini ya. Nah, ini kita pakai mode aperture-nya di F1.4 ya. Jadi di mode videonya juga bisa, cuman aperture-nya ini apakah bisa diganti ketika nge-record? Enggak bisa sih ya. Jadi harus record-nya itu pas di awal-awal tadi. Nah, ini saya coba langsung auto saja, Guys. Kira-kira seperti ini kalau auto. Nah, jadi dia itu kayak kalau dari atas kayak gini, tapi di bawah gede banget. Tuh. Coba lihat di bawah. Uh, dan masih banyak yang antre ya. Nah, ini saya dibantu sama Switch Malaysia untuk dapat barangnya duluan. Tuh, lihat yang antre. Sebanyak itu. Gokil. Ini saya record langsung pakai iPhone 18 Pro-nya, mic-nya juga pakai mic internal saja, langsung dari iPhone. Kita coba lagi untuk empat kalinya, optical quality delapan kalinya. Nah, kira-kira seperti ini. Oke, kita coba foto Menara Prudential ini ya, tulisannya dari sini dan kita coba lihat apakah gedung-gedung di belakangnya itu bisa lebih terlihat Wah, ini tapi tangan satunya pegang Pocket 4, yang ini pegang ini agak sulit, tapi masih bisa kok, oke. Jadi pilihannya seperti ini sekarang jadi ada F1.48, kita coba foto. Ada F.1.8, ada 2.8, dan ada empat. Nah, dan ini bisanya di lensa min-nya saja ya. Jadi di dua kali masih bisa kalau misalkan mau main Kita coba di dua kalinya ini sambil yang 1.48. Dan sekarang menu-menu kamera pro Full itu ada di app kamera semua ya. Nih, kayak shutter speed, white balance, itu semuanya ada di sini. Jadi, enggak perlu masuk ke menu kamera full control. Okelah, jadi mungkin cukup itu aja ya, karena saya cuman punya sekitar 3 sampai 4 jam untuk ngebahas si iPhone 18 Pro ini. Nanti mungkin full review-nya kita cobain dulu, karena banyak fitur-fitur iOS 27S-nya yang masih bisa kita bahas. Kayak contohnya, liquid glass-nya itu sekarang bisa di-custom. Tuh, kita cobain ini deh, belum. Kita cobain reframe yang baru ini. Kita foto apa ya reframe ya? Mungkin kita foto gedung itu deh. Ya, gedung ini sama parkiran yang ini. Oke. Terus, kita edit dulu. Tools. Jadi, sekarang kita tinggal slide-slide aja tuh. Jadi, kita bisa reframing dan reframe-nya ini kayak 3D. Cuman belum bisa yang 180 derajat gitu ya. Ini kayak cuman sekedar berapa sih? 30 derajat lah. Nah, ini originalnya. Ini yang udah di-reframe. Emm, menarik sih ya reframe-nya juga rapi. Tadi ada orang enggak ya di sini ya? Ini rapi sih reframe-nya, Guys. Jadi, kalau misalkan kalian lagi shoot, terus habis gitu, wah, oh ternyata framing-nya jelek ya, tinggal di-reframe aja. Okelah, jadi mungkin itu dulu ya yang bisa saya sampaikan, karena ini ngejar-ngejaran. Ini saya besok saya udah harus langsung ke Hawaii untuk Snapdragon Summit. Ya, jadi ini cuman sekitar 4 jam lah ya saya bisa bahasnya. Dan ini saya langsung pakai iPhone 18 Pro Max-nya tanpa mikrofon. Jadi, langsung fokusnya di situ dan ini pakai aperture paling kecilnya F1.48. Apakah di belakang saya Apakah udah bisa menyaingi kayak kamera-kamera mirrorless yang kelihatan langsung dan dia langsung kelihatan pakai kamera mirrorless itu? Coba kalian tulis di kolom komentar ya. Tapi, kira-kira seperti ini. Dan ingat, itu cuman di main kameranya aja. Ultra wide dan tele-nya enggak bisa Oke, saya ini stay tuned and see you on the next video. Bye bye.

















