Jungkat

Yakin POCO F7 bisa Lawan Kenceng & Dinginnya IQOO ? TEST 10 game Berat IQOO NEO 10 (YouTube Video)

  • 21/06/2025

Kalian yakin enggak kalau si Poco F7 beneran bisa menyaingi IQ New? Beneran enggak mereka itu kayak kasih caption segitu aja? Padahal kemarin rumornya aja untuk yang pasar global dan pasar Indonesia baterainya Poco F7 bakalan ada di 6.500 mAh lah nyaingin ini. Ini kan 7.000 Dan di video kali ini kita akan nambahin beban si Poco F7 sebelum dia launching karena kita bakalan tes si Icon New ini dengan 10 game populer dan juga game berat saat ini. Nantikan kalau PUK F7 launching saya tinggal compare aja datanya dan kalian nanti juga bisa compare kalau PUK F7 udah launching apakah dia beneran kencang tapi dingin karena kan TRK recordnya di PUK F6. Hah gitulah. [Musik] Jadi di tes 10 game ini kita coba di dalam ruangan ya. Tapi sengaja AC-nya itu enggak kita nyalain dan dengan suhu ruang di sekitar 27,4 derajat Celcius. Untuk koneksinya kita pakai Wii jadi enggak pakai seluler. Dan ada beberapa game itu yang kita tes secara maraton. Jadi kayak Gensin Impact, Boering Wave, dan juga satu lagi triple Z itu kita tes nonstop yang artinya enggak ada istirahat di smartphone-nya. Jadi kita coba tes apakah dia bisa untuk nahan suhunya. Tapi untuk beberapa game ya kita tesnya beberapa hari sih karena 10 game langsung ya capek guys. Kita coba dulu di game yang populer ya. Mobile Legends. Kita coba main rank 1 match saja karena ini sebenarnya game enteng dan dia kebuka di ultra-ultra jadi 120 FPS-nya aktif. Tapi kalau kalian perhatikan di menit kelima dia ada drop FPS. sampai di sekisaran 107 FPS. Itu ketika war banget sama lord. Tapi setelah itu dia stabil lagi di 120 FPS dan kalau kita lihat temperatur di dalamnya itu di 42 derajat celcius. Di game PUBG Mobile sayangnya dia belum kebuka 120 FPS. Tapi saya yakin kalau misalkan udah di-update atau udah kenalan sama developernya pasti bisa 120 fps dan hasilnya dia bisa stabil di 90 fps ini. Kalau misalkan kita pakai settingan frame interpolation-nya nonaktif ya. Kita coba main sekitar 28 menit dan kalau kalian lihat enggak ada masalah. Drop-dropnya paling mentok di 84 fps saja dan maksimum temperatur di bagian dalamnya itu di 42,3 derajat Celcius. Nah, sayangnya kalau kita pakai interpolation karena interpolation itu mirip-mirip sama kayak frame gen lah, sama kayak DLSS-nya Nvidia. Jadi, ya sebenarnya bukan natif 144 FPS dapatnya. Dan ketika kita pakai software kita untuk lihat FPS meternya ketika pakai frame interpolation dia turun di 72 fps untuk average-nya. Enggak bisa nyentuh di 90 fps. Jadi kayak di limit gitu. Tapi kalau kita slowmo sebenarnya ya dapatnya di 144 Hz. Tapi kayak cuman interpolasi aja in game-nya gak dapat segitu. Nah, ini cocok kalau misalkan interpolation itu kalian gunain untuk main game yang open world yang enggak kompetitif. Contohnya kayak Gensin Impact, Wering Wave, terus Car Xtret masih okelah. Tapi kalau untuk game yang kompetitif karena in game-nya itu enggak real, jadi saran saya dimatiin aja untuk frame interpolation-nya. Contoh lain di game Gensin Impact nih, kita coba frame interpolation-nya mati dan hasilnya kita coba main sekitar setengah jam. Kalau kalian lihat dia masih stabil lah di 60 fps. Dropdopnya itu di 56,5 fps. Tapi Gensin Impack ini memang berat karena kalau kalian lihat suhunya naik jadi 46,9 derajat Celcius. Jadi kita coba juga untuk pakai cooling apakah ada perbedaan dan hasilnya ada sih ketika kita pakai cooling, kita main juga sekitar setengah jam. Kalau kalian lihat datanya, chartnya tetap stabil di 60 fps ya. Dropdop itu paling cuma di 57,5 fps dan suhunya itu cuma di 41,2 derajat celcius. Nah, kalau kita pakai frame interpolation, dia dilimit lagi performanya itu jadi sekitar 50-an FPS. Enggak bisa nyentuh 60 fps. Tapi kalau kalian lihat suhunya lebih dingin di 39,6 derajat Celcius. Dan frame interpolation ini kita enggak pakai cooling ya. Tapi F mainnya sebenarnya kalau Gensin gak dapat 60 fps masih dikisar 50 fps masih aman lah. Yang penting hez di monitornya atau di layarnya kita dapat 144. Jadi feel smooth-nya itu emang kerasa animasinya lebih smooth, lebih cepat, enggak ada starter itu lebih kerasa. Cuman in game-nya kita enggak perlu yang kompetitif kan kalau game Gin Impact. Jadi ya enggak masalah. Dan buat yang tanya Gen Pack-nya settingan apa, Bang? Itu tadi settingan mentok ya. Game-game di sini kita coba settingan mentok semua karena si Snapdragon 8s Gen 4 ini sebenarnya mirip-mirip sama Snapdragon 8 Gen 3 ya. Ya, selisihnya cuman dikit aja lah. Jadi kita coba untuk main settingan high semua. Wering wave kita coba juga dengan settingan rata kanan juga ya. Dan hasilnya kita coba main sekitar setengah jam juga ya. Dia bisa nyentuh sih awal-awal itu di 60 fps, tapi setelah menit ke-6 kalau kalian lihat dia udah kayak chartnya crypto tuh naik turun dan untuk average-nya jadi di 55,4 fps. Untuk drop-dopnya bisa sampai 31 fps. Tapi kalau kalian lihat dropnya itu kayak seperkian detik aja itu ya pas kita kayak buka item di tas aja sih. Itu biasanya loading itu memang FPS-nya turun. Tapi setelah itu kalau kalian lihat chart-nya ya aman-aman aja. Tapi untuk suhu buturing wave yang paling gokil sih ya di 47,2 derajat celcius. Lanjut watering wave ini yang kita bilang tadi nonstop ya. Gensin impact watering wave dan juga zz triple Z. Nah, di triple Z ini settingan rata kanan juga dan kalau kita lihat catnya masih lebih amanlah ketimbang watering wave ya dengan 60 fps-nya lebih stabil. Terus FS FPS dia dapat di 59, drop-dropnya cuma di 54 fps. Tapi suhunya semakin angket nih 47,8 derajat celcius untuk bagian dalam. Nah, sekarang kita coba flir suhu permukaannya setelah kita tes tiga game berat nonstop. Dan untuk suhu permukaannya bagian depannya udah lumayan dibatas sih menurut saya batasnya itu 42 derajat Celcius, tapi dia udah nyentuh 44 derajat Celcius. Ya masih okelah, tapi ya enggak sampai 45 derajat celcius ke atas. Dan bagian belakangnya, bagian belakangnya yang aneh lebih dingin sih dibanding bagian depannya dengan sekitar 42-an derajat celcius. Lanjut kita coba game yang berat juga. Game racing open world yaitu Car Xtreet. Dan hasilnya ini kita coba main sekitar 30 menit juga ya. Tapi kalau kalian lihat FPS-nya car Xtre ini hah lumayan nih lumayan menyiksa ya. Jadi untuk average CPS-nya di 52 dan kalau kita lihat chartnya setelah 12 menit atau sekitar 10 sampai 18 menitan ketika banyak tabrakan dan banyak risps. Tapi setelah itu kalau cuman ya muter-muter jalanan aja dapatnya di 52,9 FPS untuk average. Tapi untuk temperaturnya lumayan di car Xtret ini di bagian dalamnya itu 48 derajat celcius. Lanjut kita coba di Pokémon Unit. Ini game yang mirip-mirip Mobile Legends tapi Pokemon gitu ya. Jadi battle. Nah, kalau kalian lihat chart-nya sebenarnya dia stabil di 60an fps tapi ada dua lebah yang turun itu sebenarnya bukan drop ya, itu kayak matching up aja. Jadi ya kalau buat loading matching up sama kayak Mobile Legends lah. Kalau misalkan kita masuk ke lobi dia bakalan turun kayak gitu. Nah, untuk maksimum temperaturnya di game ini aman-aman aja sih dengan 39,5 derajat celcius. Lanjut game selanjutnya kita coba di Garena Delta Force. Ini game yang juga lumayan lagi naik down ya. Kalau kita lihat ya, FPS-nya dia bisa dapat lebih gede dibanding PUBG ya. 120 FPS-nya bisa aktif. Tapi di menit keenam itu kalau kalian lihat ada turun itu turunnya ya seperti biasa dia ganti karakter dan juga buka tas dia turun. Tapi setelah itu dia lancar di 120 fps lagi sampai kita main setengah jam. Suhunya di 43,9 derajat celcius. Game yang agak ngos-ngosan dia ini di Hongkai Star Rail sih, tapi ngos-ngosannya pas dialog aja. Jadi dia entah kenapa kalau dialog itu dia pasti turun FPS. Tapi kalau kita gunain untuk war-aman aja sih. Coba kalian lihat chartnya. Dengan average FPS dia dapatnya di 55. Drop-dropnya pun juga jarang nyentuh di 30 fps ke bawah. Kalau misalkan ketika war ini cuman turun pas loading ya ngambilin tas. Sama kayak game Gin Impact dan watering wave lah. Kita juga main sekitar hampir setengah jam di sini. Dan untuk suhu bagian dalamnya juga relatif aman ya di 43,4 derajat celcius. Game terakhir kita coba di Sausage Man. Nah, game ini mirip-mirip PUBG lah, game FPS kayak gitu. Nah, di game ini sayangnya dia enggak bisa kebuka 120 FPS ya, mungkin game-nya ya cuman bisa di 60 fps. Tapi kalau kita lihat suhunya ya, ini suhunya relatif di bawah 40 derajat Celcius. Aman sih 39,9 aja. Dan ya kalau kita lihat chartnya mirip-mirip sama kayak Delta Force tadi. Jadi turunnya ini ketika kita buka tas, loading, dan juga matching up aja. Tapi ketika in game gameplay-nya setelah itu dia bisa stabil di 60 fps lagi. Okelah. Jadi itu tadi adalah tes 10 game dari IQ Neo 10. Ya, sebenarnya saya cuman ngasih beban ke puku F7 aja ya. Karena mereka kan ya kayak jumawa gitu. Oh, segitu aja. Mungkin kalau dari sisi harga saya percaya bakalan lebih murah lah, mungkin 499 ya karena puku F6 itu 499. Tapi kita coba lihat apakah secara performa dia juga bisa menyaingi ICON. Terus secara fitur kayak frame interpolation, terus juga game super resolution di akun kan ada ya, buypast charging juga ada. Nah, Poco F7 apakah nanti ada? Kita lihat aja dan gimana untuk coolingnya. Karena kalau kita ngomongin IQ Ne, coolingnya cukup oke loh ya. Dengan kita coba tes tiga game yang berat berturut-turut, suhu tertingginya itu di 44 derajat celcius. Ya emanget sih, tapi itu kan dengan skenario kita main secara maraton. Berarti setengah jam, setengah jam, setengah jam, 1 jam seteng di game berat yang berbeda. Buat kalian yang mungkin juga punya IQ New 10 yang mainnya itu sampai 8 jam, 9 jam Mobile Legends atau game apapun, coba deh tulis di kolom komentar. HP-nya itu dingin atau panas? Karena kalau misalkan kita tes 10 game, 1 game 8 jam, waduh saya bisa enggak tidur ya. Jadi buat kalian yang mungkin udah punya pengalaman dengan IQ 10, bantu kita untuk tulis di kolom komentar juga ya. Saya and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Poco F7

POCO F7 adalah smartphone yang sudah dipasarkan resmi di Indonesia dan ditempatkan sebagai model yang menonjolkan performa tinggi. Perangkat ini memakai platform Snapdragon 8s Gen 4 dengan proses manufaktur TSMC 4 nm. Konfigurasi CPU-nya octa-core dengan kecepatan hingga 3.21 GHz, dan GPU yang digunakan adalah Adreno 825. Untuk kebutuhan AI,...