Yamaha Tutup ?! Samsung Semakin Didepan !! Hands On S26 Ultra (YouTube Video)
Hai Andika, guys. Di sini ini adalah Samsung Galaxy S26 Ultra yang baru saya pegang cuman beberapa jam aja dan ini S2 Ultra yang sudah saya pegang berarti 1 tahun. Yang sebenarnya dia nyaman sih, easy to use, stabil tapi ternyata teknologi itu sama kayak cari jodoh ya. Ada yang lebih bening, lebih pintar, dan juga lebih nurut. Jadi di video kali ini kita akan ngebahas apa aja yang baru dari S26 Ultra. Dari segi desain menurut saya dia udah tobat dan dari sisi privacy wah orang lain gak bisa lihat. Dan seperti biasa, Samsung dengan Galaxy A-nya sekarang makin pter. Bahkan dia bisa ngejawabin WhatsApp kita. Dia bisa tahu apa yang pengen kita lakuin. Jadi kayak dia jadi asisten yang benar-benar main blue gitu. Tapi sebelum kita masuk ke situ, kita bahas dulu dari sisi desain. [musik] Samsung akhirnya dengerin doa kita semua ya atau doa saya aja ya. Karena sekarang dia memang secara desain signaternya masih sama, tapi dia lebih rounded enggak terlalu boky. Walaupun kalau dibandingin dengan yang lain kayak flagship yang lain masih lebih boksy. Tapi kalau dibandingkan dengan S25 Ultra tuh lihat dia jauh lebih rounded sekarang. dan bobotnya sekarang lebih ringan. Jadi bobotnya di 215 gr dan juga ketebalannya udah di bawah 8 mili dengan totalnya itu 7,9 mili. Ya, untuk sebuah HP Samsung yang dengan kata-kata ultra itu udah oke banget sih ya untuk bisa di bawah 8 mili. Tampak depan secara dimensi enggak berubah, 6,9 inch kalau kita ngomongin basel ya. Kalau secara ilusi baselnya sih mirip-mirip aja ya. Walaupun di S26 Ultra itu kayak lebih tipis, tapi kalau mata tuh lihat kayak sama aja. Tapi mungkin itu efek pojokannya aja yang sekarang lebih rounded ya. Secara spek resolusi pick brightness, panel yang dipakai masih sama. Yang keren sih fitur privacy on display-nya ya. Ini saya langsung diain aja deh. Jadi untuk FTV-nya nih. Ini kalau kalian lihat dari samping kiri, kanan, atas bawah kan benar-benar ya bisa dilihat gitu ya. Ini saya coba brightness-nya paling saya mentokin dulu tuh ya. Jadi saya mentokin habis dulu untuk brightness-nya. Dan sekarang saya coba pencet yang privacy display ini. Tes. Dan sekarang dengan full brightness tadi ya. Coba kalian lihat. Set. Widih. Dari kiri. Wah. Enggak bisa kelihatan. Cuman bisa dilihat dari tengah aja. Wah. Dan ini bukan screen guard atau temper glass yang anti spy ya. Karena memang kita bisa beli screen guard yang yang anti spy kayak gitu. Cuman enggak enaknya ya biasanya fingerprint-nya jadi gak enggak responsif. Terus kualitas layarnya juga berubah. Nah, ini tertanam di dalam pikselnya, di dalam layarnya. Jadi, gak ada lapisan-lapisan apapun. Dan kalau misalnya kita enggak butuh, kita bisa nonaktifin lagi tuh. Nah, sekarang kalian bisa lihat dari sisi mana pun. Dan enaknya lagi ya, privacy display-nya ini kita bisa atur di aplikasi apa aja. Contoh, nah di sini nih kita bisa pilih sebenarnya aplikasi yang mau diaktifkan ini apa aja. Kalau misalkan kalian punya aplikasi hijau Tokopedia contohnya, terus mbanking ya, aplikasi-aplikasi penting lain lah. Wah, kamera saya getar-getar anginnya kencang banget. Sorry, guys ya. Semoga aja enggak jatuh kameranya. Terus juga ada pop up notifikasi juga. Ya, biasanya kan notifikasi kita itu dilihat sama orang di sebelah kita ya. Entah notifikasinya itu notifikasi yang lucu-lucu yang dalam tanda kutip kalau misalkan dilihat orang lain itu kita kayak AK. Nah, notifikasi tadi itu bisa di privacy display sama. Terus juga ada pin dan kata sandi juga. Kalau saya sih privasy display ini bakalan kepakai buat saya pribadi ya. Karena kan saya tuh jarang banget bawa cas. Saya itu tipe orang yang cashless. Dan kalau misalkan pakai pembayaran curies di Indomaret itu kan wah set di belakang pas antri kayak gini. Saya harus kayak gini nih kayak nutup-nutupin kayak gini kan. Nah kalau pakai S26 Ultra ini enggak perlu. Jadi saya tinggal masukin pin aja seperti biasa karena orang yang lain enggak bisa lihat pin saya. Nah cara kerjanya gimana? Tadi sih pas presentasinya teknis banget ya, cuman gampangnya kayak gini deh. Anggap aja di dalam layarnya ini ada gorden. Jadi kalau misalkan Wi wi jadi kalau misalkan kita nyalakan privacy display-nya ya kodenya itu bakalan buka tutup kayak gini. Jadi dia bakalan bisa tahu siapa yang Kok saya takut kamera saya jatuh ya seekstrem ekstrem ya. Kamera gua masuk kolam ini tadi kena angin. Sudah masuk rusak. Serius loh? Ah, DKID mah enggak masalah lah. Malal lu sebenarnya teknologi ini bukan teknologi baru ya, karena saya pernah tahu itu ada mobil saya lupa mereknya deh. Jadi untuk biar sopirnya itu enggak ikutan nonton Netflix, nah layarnya itu dikasih fitur kayak gitu biar penumpangnya aja yang nonton. Nah, terus ada di laptop juga ada, cuman kalau di HP baru Samsung ya yang mau ngasih fitur privacy display di layarnya. Mungkin karena mahal ya. Dan kalau di di HP ya Samsung adalah yang pertama kalinya yang punya fitur privacy on display ini. Nah, sekarang masuk ke part yang menurut saya ini harusnya saya taruh di awal video tadi ya karena ini menarik banget yaitu AI-nya. AI-nya sekarang semanti atau agent apapun kalian nyebutnya ya. Jadi AI-nya itu sekarang lebih pintar. Jadi kalau misalkan ada teman kalian yang WhatsApp, eh buber yuk, tanggal segini. Ketika dia mendeteksi di WhatsApp itu ada tanggal, dia bakal langsung pop up bubble kayak open calendar dan dia bakal memastikan kalender kita di tanggal segitu kosong atau enggak. Gokil enggak? Ibaratnya kayak kalian punya sekretaris tapi kalian enggak usah bayar gitu. Gila sih. Contoh skenario lain, misalkan di WhatsApp kalian teman kalian, "Eh, ke sini yuk, buburnya di sini, tempatnya di sini." ada titik alamatnya, dia bakalan pop up bubble Google Maps. Bah, jadi gak usah copy paste lagi. Apalagi contoh dia ada AI Vision Gallery. Jadi kalau misalkan teman kita lagi eh kirimin foto pas liburan ke Bali kemarin dong, kirimin foto-foto kucing dong. Nah, dia bakalan pop up ke foto-foto kucing aja. Jadi kalian enggak harus scroll sampai bawah kapan dia bakalan nyariin fotonya buat kalian. Wah, itu sih main blue sih menurut saya. Jadi Yamaha suruh tutup dulu deh mending karena biar Samsung aja yang makin di depan. Nah semuanya itu tadi jelas Aia tadi ya itu jelas lebih kencang karena dia pakai chipset 2 nanom dari Snapdragon si Snapdragon 8 Elite Gen 5 tadi. RAM-nya juga tersedia yang 16 GB. Terus apa lagi ya mungkin ya software. So software-nya pakai One UI 8.5 dengan jelas software update-nya 7 tahun, security update juga 7 tahun. Terus ada call screening juga. Nah, ini fun fact ya. Karena ketika kalian sudah punya kartu kredit, kalian bakalan diteleponin banyak orang. Entah itu asuransi atau orang lain, company lain yang nawarin kartu kredit. Tapi riskan sama penipuan juga. Jadi call screening ini sebelum kita angkat teleponnya bakalan ada menu kayak call screening. Nah, dia masih support bahasa Inggris sama beberapa bahasa yang belum ada bahasa Indonesia sih. Itu masih tahap perkembangan. Cuman ke depannya sebelum kita ngangkat teleponnya bakalan ada asisten dulu yang bakalan tanya ini siapa? Terus kamu ngapain mau telepon? Intinya discreening dulu sama dia. Nah, kalau misalkan enggak ada potensi spam bakalan diterusin ke kita. Tapi kalau ada potensi spam sama dia bakalan ya ditutup teleponnya kita enggak usah angkat. Jadi kita benar-benar menghemat waktu. Sekarang kita bahas performanya tipis aja karena ini unitnya saya dipinjami sebentar aja ya jadi enggak bisa saya tes-tes. Dia pakai Snapdragon Elite Gen 5 dengan RAM yang 16 GB. Terus tipe storage-nya jelas pakai UFS 5.0. Dari sisi cooling itu juga diredesain gitu. baru. Kenapa coolingnya didesain baru? Kalau menurut saya sih karena kan Samsung akhirnya ya sekarang charging-nya enggak cuma di 25 watt, 45 watt, enggak. Sekarang di 60 watt. Tapi untuk ngecas 60 watt itu kan pasti anget ya, agak panas ya. Makanya kenapa menurut keyakinan saya, kenapa fiber chernya itu diredesain lagi? Biar kalau pas kita ngecas itu HP-nya enggak panas. Karena sebenarnya buat apa HP ngecas 120 watt kalau sampai 80% dia slow? percuma karena saya yakin semua HP kayak gitu kok mau 80 watt, 60 watt semuanya ya. Kalau udah di 80% baterainya pasti slow charging untuk menghemat atau untuk menjaga kesehatan baterainya. Oh ya, apalagi yang di-upgrade ada wireless charging-nya ya. Wireless charging-nya itu dulu 15 watt, sekarang udah 25 watt. Kalau kita omin kamera memang secara spesifikasi di atas kertas masih sama kayak sebelumnya, tapi ya ini enggak banyak orang awam yang tahu mungkin ya secara resolusi. Resolusi itu bukan salah satu penentu kamera biar bagus atau enggak. Karena di Samsung S26 Ultra sekarang bukaannya itu lebih besar walaupun secara angka lebih kecil ya. Jadi F1.4 yang dulu itu F1.7 7 untuk main kameranya. Makanya kalau kalian lihat di pasaran lensa semakin kecil bukaannya, semakin kecil angka bukaannya itu tadi semakin mahal. Nah, Samsung sekarang bukan cuma di main kameranya aja yang bukaannya lebih besar. Telenya yang awalnya 3.4 sekarang di 2.4 kalau enggak salah lebih kecil ibaratnya kalau kayak kalian buka jendela. Jadi kalau jendelanya itu dibuka tipis aja, cahaya yang masuk kan tipis ya. Tapi kalau cendalanya dibuka besar ya cahaya yang masuk besar. Jadi kalau misalkan mau dibuat foto karena cahayanya masuk banyak jadi lebih bagus. Nanti kita sambil cobalah foto-foto loletnya kayak gimana. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari S26 Ultra dan S25 Ultra. S26 itu yang sebelah kiri ya. Kita coba kira-kira seperti ini. Nah, ini kalau digunain untuk jalan. Kalau untuk POV-nya kayak lebih lebar di S6 ya. Wah, tadi korban saya jatuh ke sini, Guys. Ininya kan kencang banget tuh tripot kencang set masuk ke situ. Nah, kalau untuk si S26 aman ya, karena dia punya IP68. Saya pinjam signaturnya David kayak gini. Tuh, kalau digini-giniin aman. Eh, tapi dia masih ngeord. Oh, masih ngrecord ternyata ya. Jadi langsung beda ya kualitas layarnya, kualitas kameranya ya. Kita coba kamera belakang sekarang. Dan sekarang di kamera belakangnya kira-kira seperti ini. Ini HP siapa ya? Hati-hati loh. Entar kena masuk kolam nih. Anginnya kencang banget, Guys. Kita coba untuk jalan. Itu di situ ada Mikael. Nah, sambil kita coba apakah suara saya bisa masuk walaupun anginnya kencang. Ini kita pakai ultrawide. Kita coba shoot Mika dari sini. Kalau untuk jalan sih stabil, aman-aman aja ya. Tuh, dan mikirnya juga oke banget. Sekarang kita coba untuk zoom-nya nih. Tadi pakai 0,5. Kita coba ke akinya satu kali. Satu kalinya kayak gini. Dua kali. Dua kalinya seperti ini. Tiga kali. Terus lima kali. Weh, kalau di layarnya ini jujur saya kayak enggak bisa bedain ya. Tapi kalau dibeda di PC apakah lebih detail? Nanti coba kita lihat 10 kali. Uh, kalau di S26 sekarang pilihannya default-nya langsung di 25 kali ya. Kalau di S25 itu 20 kali. Di S26 bentar. Nah, ini 25 kali. Jadi lebih zoom. Loh, mana saya? Ngezoom yang mana nih? Oh, itu. Nah, kayak gini, Guys, kira-kira. Nah, selain bukanya yang lebih gede tadi, kalau di sektor kamera dia ada ketambahan fitur kayak horizontal lock video ya. Jadi bakalan nge-lock horizontal. Jadi kalau misalkan kalian udah lock, HP-nya kayak gini. Contoh kayak gini ya. Nah, terus kalian mau putar-putar HP-nya mau bentuk kayak apa, dia bakalan nge-lock horizontalnya di situ. Nah, itu biasanya dicocok dipakai kalau misalkan kalian lagi maraton. Kalau maraton kan pasti kalau finish pengin mengabadikan ya. Nah, apinya pasti miring kayak gini kan. Gini nih posisinya nih. Nah, biar lurus bisa pakai horizontal lock tadi dan dia bisa tersedia di lansa ultrawide sampai 10 kalinya dan di semua resolusi bisa ngomongin resolusi videonya bisa 8K seperti biasa. Dan dia ada mode IPV-nya sekarang. Professional video. Ini saya harus terjun lebih dalam sih. Karena tadi saya coba untuk video 7 detik aja size-nya jadi 3 GB ya. Ini apa? Apakah memang seprofesional itu? Nanti untuk dive di situ saya perlu HP-nya untuk saya pegang mungkin beberapa waktu ya. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video dari Samsung Galaxy S26. hands on lebih tepatnya ya, bukan review atau kita bilangnya preview lah. Dan untuk harganya dibandingkan S25 Ultra tahun lalu kalau enggak salah naiknya sekitar R1,5 juta. Nanti fotonya bakalan saya pop up di sini itu harganya. Nah, ketika periode promo kalian bisa dapat diskon sampai Rp7,5 juta kalau enggak salah. Jadi totalnya apa? Ada cashback bank, terus ada trade in. banyaklah totalnya itu bisa sampai Rp7,5 juta dan kalau misalkan kalian kemarin udah daftar unpack bisa dapat bonus case lagi. Dan untuk hands on pertama ini ya karena saya enggak bisa ngomong banyak. Kesimpulannya sih kalau secara desain jujur saya lebih suka karena lebih terlihat dewasa, lebih niat gitu ya karena ada bingkai kameranya. Dan kalau di S24 Ultra itu eh sori S25 Ultra itu kadang nah ini kotorannya itu sulit banget dibersihin masih ada di pojok-pojokannya nih. Nah, kalau ini karena ada bingkai kameranya atau island-nya jadi lebih mudah. Tapi enggak enaknya kalau ditaruh di meja dia masih wobel-wobel ya. Eh, kamera saya jadi ikut wobel. Cuman apakah layak kalau misalkan kalian punya S20, S25 Ultra upgrade ke S2 Ultra? Sebenarnya kalau kalian ngincernya di privacy display-nya ya layak aja karena itu bukan software, itu adalah hardware. Jadi enggak mungkin kalau kalian tanya apakah bakalan turun nanti fitur itu ke S25 Ultra. Enggak karena itu by hardware ya, bukan buyware. Kalau kalian butuhnya itu sih ya wajib upgrade. Terus kalau kalian butuhnya dia lebih ringan, lebih tipis dengan desain yang oke, dengan fast charging yang 60 watt dibanding X Ultra jauh lebih kencang S26 ya menurut saya wajib upgrade ya. Tapi kalau untuk software-software kayak full screening, terus fitur-fitur AI yang tics tadi, harusnya sih bakalan turun. Jadi kalau kalian enggak butuh fast charging dan enggak juga butuh privacy ons mungkin ya kalau kalian punya S23 atau S24 lah kalau kalian upgrade baru kerasa tuh update-nya. Tapi untuk sementara kesimpulan saya itu Yamaha mending suruh tutup dulu deh ya karena Samsung semakin di depan atau TV One deh yang suruh tutup. Kita rehat saja karena Samsung memang beda. E-nya beda. Kayak matang. Tahun lalu itu udah matang. sekarang lebih matang lagi. Jadi, HP itu sekarang bukan cuma sekedar kencang-kencengan, bukan soal telefotonya sampai 100 kali terus detail gitu. Enggak. Menurut saya ya, menurut saya pribadi HP itu sekarang gimana yang bikin nyaman? Gimana bisa mempercepat kehidupan dan kerjaan kita? Itu yang menurut saya lebih bagus. sik and see you on the next video.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...


















