Yang kalian GA TAU tentang hape ini.. - vivo V50 Lite 5G (YouTube Video)
Saya lihat YouTube gak banyak yang ngebahas HP ini. Padahal HP ini menurut saya lumayan bagus ya. Jadi sekarang saya mau bercerita tentang pengalaman saya menggunakan Vivo V 50 Lite 50. Ya, itulah [Musik] pokoknya. Secara desain sebenarnya bisa dibilang mirip dengan Faren 4G-nya. Dia punya frame glossy dan backover semi mate yang enggak gampang nempel sedik jari ya. Terus kalau kalian lihat bagian frame kameranya juga cukup menonjol dengan dua step gundukan gitu. Jadi cetuk cetuk gitu. Desain ini sebenarnya cantik menurut saya. Bodinya tipis sekitar 7,8 mm terus dia juga enteng. Beratnya enggak nyampai 200 gr gitu. Pas dipegang tuh nyaman aja gitu. Untuk durability dia juga punya SJS 5 star drop resistance ya. Dia juga punya military grade mil stdh yang artinya memang dia kuat buat dibanti-banti. Dan satu hal yang perlu kalian tahu, enggak banyak HP midrange yang punya sertifikasi mil std kecuali PBK bersaudara. Spesialis kayaknya mereka. sayangnya kita enggak nemu ada sertifikasi yang di air di HP ini. Karena satu-satunya sertifikasi yang ada di HP ini adalah IP 69 atau IP69 di mana dia hanya tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi. Jadi kalaupun HP ini harus dicelupin sebisa mungkin jangan sampai bagian bawahnya terendam air ya karena bisa dipastikan air akan masuk ke HP. Jadi kesimpulannya saya suka sama desin HP ini. Kekurangannya ya materialnya masih plastik gitu. Ya, untuk sebuah HP dengan harga hampir R jutaan, di mana di brand lain kita bisa dapat HP dengan material metal, HP ini tuh berasa kayak oke, saya akan menggunakan kata overprice. Puas Anda. Secara look memang H ini enggak kelihatan murah ya, karena frame glossy berwarna coklat ini menurut saya enggak jelek-jelek amat ya dan enggak kelihatan murahan seperti warna chrome atau silver, metalic atau yang lain gitu. Udah sih itu aja gitu. HP ini punya layar berukuran 6,77 inch beresolusi Full HD plus dengan panel P OLED atau plastic OLED. Dia juga punya referens 120 Hz. Dia juga punya tingkat brightness yang cukup tinggi yaitu 1300 nits dan bisa mentok sampai 1800 hits dalam kondisi peak. Layarnya bagus, saya suka. Responsibilitasnya juga oke, enggak ada keluhan, enggak kerasa ada latensi yang mengganggu juga. Untuk Bila sendiri menurut saya lumayan tipis walaupun belum simetris, terutama bagian bawah yang terlihat masih sedikit tebal gitu ya. Tapi overall layarnya bagus menurut saya. Saya suka. Lanjut ke performa. Varian 5G ini pakai SOC Mediatch di ST 6300 yang mana banyak HP yang pakai SOC ini tapi dijual dengan harga yang jauh lebih murah. Bahkan Realme aja lebih murah daripada HP ini saudaranya. Padahal performanya lumayan menurut saya enggak jadi-jelik amat ya. Untuk main beberapa game juga lancar-lancar aja. Beberapa game yang selama ini saya mainin seperti Smash Legend, Three of Xavier, Herner of King bisa berjalan dengan cukup lancar dan masih kompetitif menurut saya. Angka-angka yang didapatin dari aplikasi benchmar sintetis juga lumayan oke. Untuk Antu itu dia dapat R30.000-an. Terus untuk Geekbench di performa single core ada di 748, sedangkan performa multicore-nya ada di 1923. Performa di HP ini juga stabil, enggak ada gejala-gejala throtling. Bahkan dalam pengujian stability ada di angka 99,5% hampir 100% tuh yang artinya sistem pendinginan di HP ini itu sangat optimal dan berhasil melan panas dengan cukup baik sehingga tidak mempengaruhi performa saat dipakai dalam waktu yang lama atau saat suhu naik. Untuk RAM berukuran 8 GB yang tentu saja bisa kita extend menggunakan virtual RAM sampai 8 GB lagi. Jadi total ada 16 GB. Sedangkan untuk storage-nya berukuran 256 GB yang saya enggak tahu dia pakai EUFs seri berapa ya. Tapi melihat hasil pengujian ya di mana dia bisa menulis dengan kecepatan 294 MB/ dan membaca dengan kecepatan 362 MB/ kemungkinan besar dia pakai eh UFS 2.2 mungkin loh ya. Sejauh ini performanya nyaman-nyaman aja enggak ada keluhan yang berarti. Kalaupun memang harus komplain ya paling SOC-nya aja karena dirikka segini cuma dapat dimensi 6300 tuh kayak gimana gitu. Tapi sekali lagi ini Vivo yang secara nama mungkin lebih besar dibandingkan brand lain gitu. Kayaknya itu aja sih alasan kenapa HP ini lebih mahal dibandingkan brand-brand lain dengan yang sama ya. Untuk fiturnya juga lumayan lengkap. Dia punya dual speaker stereo yang nyaring dan volumenya itu kencang banget ya. Bahkan kita bisa nge-bost si volume sampai 400%. Yang mana dalam kondisi volume mentok ini suaranya sedikit cempreng gitu karena frekuensi low atau bassnya tiba-tiba menghilang gitu. Terus tentu HP ini punya NFC, dia punya dual nano SIM, punya Bluetooth 5.4 dan lain-lain. Karena H ini menggunakan panel OLED, jadi sound fingerprint-nya ditaruh di dalam layar ya. Performanya cukup cepat walaupun terkadang agak sedikit bolot. Hm. Karena satu dari lima kali percobaan saya membuka layar si fingerprint gagal membaca sari saya. Untuk software tentu saja Vivo V50 atau V50 Lite varian 5G ini pakai Android 15 dengan tampilan antar muka Fun Touch OS 15. Dulu saya pernah bilang bahwa salah satu UI yang saya tidak suka atau tidak nyaman adalah Fouch OS. Di mana menurut saya waktu itu ya, user interface buatan Vivo ini terlihat ee norak gitu, kekanak-kanakan terus kayak enggak cocok aja sama selera saya gitu. Tapi entah kenapa sejak versi 15 ini tampilannya berubah 180 derajat di mana menurut saya versi baru ini terlihat lebih kalem, lebih kalem, lebih enak lihat, lebih smooth. Ya pokoknya masuk ke kriteria saya lah. Jadi untuk software saya enggak ada keluhan sama sekali. Terus untuk baterai ini yang mungkin jadi alasan kenapa HP ini dibandrol di harga R juta lebih. Vivo V50 Lite 5G ini punya kapasitas baterai yang gede banget yaitu 6 mAh. Di mana secara angka harusnya enggak mungkin bisa masuk ke dalam bodies tipis ini. Kita semua tahu bodinya enggak nyampai 8 mm. Tapi seperti yang saya bilang tadi, dia punya baterai 6500 mAh. Ya, jawabannya cuma satu karena dia punya teknologi yang namanya Blue F di mana dia mengembangkan baterai berbasis silikon karbon dan baterai silikon karbon ini mempunyai density atau kepadatan yang lebih tinggi dibandingkan baterai biasa. Itulah kenapa walaupun ukurannya kecil dia punya kapasitas yang lebih besar. Dat tahan baterai di HP ini sih menurut saya e gila karena wet banget. Sok dalam pengujian dia bisa bertahan hampir 24 jam nonstop. Pada praktiknya untuk penggunaan casual dia bisa bertahan selama 2 hari loh. Saya merasa baterainya hanya sedikit lebih boros dibandingkan Vivo Y29 yang saya nobatkan sebagai HP paling awet yang pernah saya coba. Enggak cuma baterainya yang besar dan awet, Vivo juga ngasih kemampuan fast charging 90 watt di HP ini. Di mana dalam pengujian dia bisa mengisi baterai dari 5 sampai 100% dalam waktu 1 jam lebih sedikit. Dan ini sangat mengesankan menurut saya. Seandainya kalian bilang bahwa HP Inoverpress kasih saya satu merek dari seri HP di range harga yang sama. yang punya kemampuan baterai sebesar, seawet, dan fast charging secepat ini. Tulis di kolom komentar apa-ap yang sanggup seperti itu. Terakhir kita bahas soal kamera ya. Total ada dua kamera di bagian belakang dan satu kamera di bagian depan. Kamera belakangnya punya setup 50 megapel kamera utama dengan sensor Sony IMX 880. Dia punya bukaan F1.8 dan sudah punya PDHF atau PC detection autofokus. Sedangkan kamera keduanya adalah kamera ultrawide dengan bukaan F2.2 beresolusi hanya 8 megapel. Untuk kamera depannya cukup besar yaitu 32 megapel dengan bukaan F2.5. Kualitas foto di HP ini jujur saya suka ya karena menurut saya ini sudah cukup bagus loh. Detail masih sangat mudah ditangkap terutama dalam kondisi terang atau dayight. Warna-warna juga menurut saya akurat tidak terjadi pergeseran warna. Hanya saja saturasinya menurut saya cukup tinggi. Kita bisa ngelihat warna-warna kayak biru, hijau, atau merah atau ungu. Jadi terlihat lebih gonjreng gitu dari aslinya. Sedangkan untuk kamera ultrawide-nya sebenarnya kualitas fotonya bagus menurut saya, terutama untuk warna ya karena ton warnanya itu gak beda jauh dibandingkan lensa utamanya. Masalahnya adalah detailnya yang menurut saya agak sedikit minim ya, tapi ini wajar mengingat resolusinya hanya 8 megapel yang mana kita sulit berharap lebih dari lensa beresolusi sebesar ini. Di kondisi low light fotonya juga lumayan oke. Foto terlihat bersih, minim noise dan tajam tentunya. Walaupun untuk mengambil foto yang low light yang bagus dan tajam diperlukan effort yang lebih di mana kita harus mengambil foto dalam kondisi tangan yang stabil. Satu lagi yang jadi masalah saat mengambil foto low light adalah karena HP ini itu enggak punya YS. Jadi benar-benar tricky ya. Kalau saya biasanya ngakali dengan cara nempelin siku ke badan. Jadi bisa bikin si HP jadi lebih stabil. Untuk foto portretnya menurut saya lumayan aja enggak spesial. Di beberapa kondisi si HP dengan mudah bisa memisahkan bagian background dan foreground dengan cukup baik. Tapi di kondisi yang agak rumit, kelihatan banget kalau HP ini cukup struggling. Untuk kamera depannya enggak banyak yang bisa saya ceritakan karena kita semua tahu jam terbang Vivo dalam meraci kamera depan itu udah sangat tinggi ya, udah sepuh dia. Bahkan mungkin salah satu yang terbaik untuk urusan foto selfie ya. Fotonya bagus, tajam, warnanya juga saya suka, skin tone-nya akurat. Ya pokoknya untuk kamar depan no komplain lah dari saya. Oh iya, by the way, HP ini juga bisa dipakai buat foto bulan. Ada mode super moon yang bisa kita pakai kalau kalau penasaran mau lihat gimana bentuk bulan. Saya pribadi sih enggak pernah pakai ini ya. Tapi kalian bisa pakai buat balas teman-teman kalian yang suka pamer foto bulan yang diambil pakai handphone flagship mereka. Buat foto bulan mah kagak perlu flagship shop. Ini adalah seperekaman video dari Vivo V50 Lite 5G. di mana untuk resolusi maksimal yang bisa direkam adalah full HD di 60 fps. Dan untuk resolusi dan FPS segini dia hanya bisa digunakan di ee lensa utamanya, enggak bisa lensa ultrawide dan pada saat 60 fps stabilizernya mati. Apakah ee berguncang banget apa stabilizer? Ya, kalian lihat sekarang berguncang enggak kira-kira. Nah, kalau ini adalah hasil perekaman video dengan lensa ultrawide. Sekali lagi ini hanya bisa di full HD 30 FPS saja. Jadi yang penting bisa merekam video di Lensa Ultrawide itu sebuah prestasi sendiri. Prestasi karena enggak banyak handphone mid range yang bisa eh merekam video di lensa ultrawide ultrawide. Dan untuk hal itu saya apresiasi apa yang dilakukan oleh Vivo di HP ini. Nah, kalau ini adalah hasil perekaman video dari kamera depan di mana resolusi yang bisa direkam maksimal di full HD 30 FPS. Dan seperti yang kalian lihat videonya berguncang karena tidak ada stabilizer. Jadi, ee tidak bisa berharap lebih ya beginilah. Jangan dipakai buat nge-vlog sambil lari-lari ya, karena pasti akan berbunak seperti ini. Seperti ini. Oh, kesimpulannya jujur saya suka sama HP ini karena dia terasa solid. Untuk semua scano, dia masih bisa diandalkan. Desainnya cakep, layarnya bagus, performanya juga lumayan oke, kameranya juga cukup oke, dan baterainya itu luar biasa awet. Harga HP ini tuh kisaran 4,5 jutaan ya, di mana range harga segini tentu kalian punya banyak pilihan. Mulai dari Poco X7 Series terus nambah dikit dapat Samsung Galaxy A36 atau beberapa HP dari Tkok lain yang mungkin akan nawarin spesifikasi yang lebih tinggi dibandingkan HP ini. Jadi kalau kalian mau beli yang lain ya enggak apa-apa silakan. Kalau saya pribadi kalau harus milih jujur saya akan lebih milih Poco X7 series ya. Either itu yang versi biasa atau yang versi Pro gitu. Karena menurut saya secara value saya bisa dapatin lebih dari yang saya bayarkan. Tapi bukan berarti HP ini jelek ya. Maksud saya kalau kalian memang butuh sebuah smartphone yang ngasih kenyamanan, ketenangan, dan jaminan purna jual yang lebih baik, menurut saya HP ini sangat layak buat dibeli gitu. Tapi sekali lagi, pilihan ada pada kalian. Jadi, belilah smartphone yang kalian inginkan. Ya, udah segitu aja review singkat saya soal Vivo V50 Lite varian 5G ini. Klik tombol kalau kalian suka dengan video ini. Dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. Iron pamit dan adias
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...


















