Yang realme tidak katakan tentang hape ini... MARI KITA ROASTING! (YouTube Video)
Kayaknya udah berhari-hari, berminggu-minggu dan hampir sebulan kemarin kita terus-terusan dibombardir dengan iklan hape ini. Yang mana di iklan tersebut diperlihatkan bahwa Realme C75 punya durability yang sangat bagus. Dia sangat kuat, mulai dari dibanting, disemprot pakai air kencang, sampai diajak berenang. Yang lebih mengejutkan... Bang panas bang, awas itu! Panas! [Mouldie]: Kenapa kedinginan saya bang? [Mouldie]: Udah kan ? [Irwan]: Lu geli sendiri ya? Yang lebih mengejutkan lagi bahwa hape dengan durability yang kuat ini dijual dengan harga 2 jutaan. Dan dengan harga segitu, kamu akan dapetin sebuah smartphone dengan sertifikasi MIL-STD 810, IP68 dan IP69. Pertanyaannya, kalau dengan harga segini kita punya fitur yang terasa begitu mahal, terus apa yang dikorbankan? Tentu yang Realme tidak katakan. Di video ini saya nggak akan ngebahas, apalagi ngetes bagaimana durability si C75. Karena saya yakin kalian sudah puas melihat bagaimana hape ini disiksa. Dan dengan berat hati, saya akui durability hape ini memang luar biasa. Mungkin salah satu yang sudah Irwan-proof ya? Ini aja udah tidak berbentuk sebenernya frame-nya. Habis. Udah dijatohin. Udah nggak jelas udah. Masih kuat. Mantap! Saya cuma mau sedikit cerita tentang sisi lain dari hape ini. Yang mungkin kalian belum tau. Realme C75 punya desain yang menurut saya cukup cantik. Sedikit keluar dari pakem seri-seri C sebelumnya ya. Karena jujur desainnya mirip kayak hape vivo. Iya saya tau mereka berdua ini masih ada hubungan darah ya. Tapi pake garis desain hape vivo bisa dibilang bukan kebiasaan Realme. Coba aja kalian perhatiin hape-hape mereka. Mana yang desainnya mirip hape vivo? Banyak kan? Coba tulis di kolom komentar ya. Saya juga penasaran soalnya. Nggak ada yang salah sama hape ini. Terutama bagian desainnya. Walaupun dia pake material plastik, itu tidak mengurangi durability-nya. Toh buktinya dia kuat banget. Walaupun seperti yang kalian lihat, hape ini lecet dimana-mana. Nggak mulus lah pokoknya. Durability layar di hape ini juga wajib kita acungi jempol. Dia tidak pake kaca pelindung dengan popularitas yang tinggi seperti Corning Gorilla Glass. Mereka hanya menyematkan sebuah kaca berlabel Armor Shell Glass. Yang mungkin setelah dipake hape ini, pamor kaca tersebut akan semakin naik. Secara durability memang sudah approve ya. Tapi secara kualitas, terutama reproduksi warna, layar serta spesifikasinya menurut saya cukup terasa biasa aja. Menggunakan panel IPS LCD beresolusi Full HD+ dengan refresh rate yang hanya 90Hz. Terus tingkat brightnessnya juga nggak tinggi-tinggi amat. Bahkan angkanya nggak nyentuh seribu. Untungnya responsivitas layar di hape ini cukup menolong. Karena cukup smooth, cukup responsif, walaupun terkadang terasa ngadat gitu. Dan itu pun bukan salah layarnya, melainkan raw power SoC-nya yang juga nggak ngebut-ngebut amat. Hape 2 jutaan ini pake SoC Helio G92 Max atau 92 Max. SoC entry level yang secara angka dan performa ada di bawah Helio G99. Iya, kalian nggak salah dengar, hape ini masuk ke kelas entry level. Dan kayaknya belakangan yang hobi bikin hape entry level 2 jutaan, ya realme ini. Seperti kebanyakan SoC entry level, Helio G92 Max secara spesifikasi terlihat biasa aja. Saya juga bingung, apa definisi dari kata Max di SoC ini? Dia masih pake proses fabrikasi 12nm lho. Skor-skor benchmarknya juga terlihat biasa aja. Dan pasti performanya juga nggak smooth-smooth amat gitu. Walau begitu, selama saya pake, hape ini cukup nyaman lho. [Mouldie]: Mungkin Max di sini tuh... Ini udah gue mentokin nih. [Irwan]: Gue udah nggak bisa nolong lagi dah. Ya, ini udah maksimal deh. Atau mungkin, Pak, budgetnya udah Max nih. Oh gitu... Oh berarti 12nm yang udah nggak bisa diapa-apain lagi ya. Makanya namanya Max ya. Udah Max nih Pak. Iya, iya, iya. Kasian ya. Ada 2 pilihan storage yang bisa kalian pilih. Yaitu 128GB dan 256GB. Yang sayangnya, storage di hape ini masih menggunakan eMMC 5.1 dengan kecepatan baca maksimal di 250MBps dan kecepatan tulis hanya di 125MBps. Untungnya, waktu saya coba bermain game kompetitif seperti Mobile Legends, ternyata cukup nyaman dan cukup kompetitif. Walaupun kita harus ngeset grafisnya di settingan menengah atau rendah. Dan untungnya, fitur-fitur esensial yang ada di smartphone menengah masih bisa kita temukan di hape ini. Seperti setup dual speaker, NFC, dan baterai besar plus fast charging. Realme H75 punya baterai berukuran jumbo, yaitu 6000mAh dengan dukungan fast charging 45W. Tapi nyatanya, ukuran baterai yang besar ini sulit untuk menutupi kenyataan bahwa SoC 12nm ini konsumsi dayanya tinggi. Itulah kenapa daya tahan baterai di hape ini terasa biasa aja. Untungnya sekali lagi, fast charging di hape ini bekerja dengan cukup baik. Dia bisa mengisi baterai dari 0-100% kurang dari 2 jam. Untuk software, tentu dia menggunakan realme UI 5.0 berbasis Android 14. Experience menggunakan software di hape ini menurut saya biasa aja, nyaman dan menyenangkan. Tanpa ada fitur-fitur yang berlebihan, serta tampilan visual yang menurut saya cukup simple, tapi powerful. Berkali-kali saya bilang nyaris tidak ada komplain tentang realme UI ya, karena menurut saya ini salah satu UI yang paling nyaman dan paling enak buat dipakai. Untuk kamera juga hape ini sekali lagi terasa biasa aja. 50MP untuk kamera belakang, dan 8MP untuk kamera depannya. Sebenernya kamera belakangnya terlihat lebih dari satu, tapi sekali lagi yang punya identitas cuma sebiji ya. Di situ lagi nggak tau lah itu kamera apa. Foto-foto yang ditangkap oleh hape ini bisa dibilang cukup oke. Dalam kondisi ideal, fotonya terlihat tajam dengan warna yang cukup akurat. Hanya saja menurut saya kualitas fotonya nggak spesial. Sekali lagi karena memang kamera bukanlah nilai jual utama dari hape ini, tapi foto-fotonya masih cukup oke kalau sekedar untuk pamer di media sosial. Kemampuan yang dalam mengambil foto lowlight juga terasa biasa aja. Seperti yang kita lihat, foto-fotonya cukup biasa dengan intensitas noise yang di beberapa foto terlihat cukup tinggi gitu, walaupun diambil dengan mode malam. Untuk kamera depannya, yang beresolusi 8MP juga terlihat biasa aja, walaupun belum masuk kategori jelek. Nggak ada yang salah dengan tone warnanya, muka saya masih terlihat seperti sebagaimana seharusnya, tanpa harus menjadi kemerah-merahan seperti hasil foto hape-hape murah ya. Cuma memang tidak bisa berharap banyak untuk urusan detail dari kamera yang hanya beresolusi 8MP. Pertanyaannya adalah, jika ada yang bertanya sebenarnya apa yang salah sama hape ini? Kalau misalnya ada yang nanya begitu, justru menurut saya aneh. Karena menurut saya yang nggak ada yang salah sama Realme C75. Kalau misalnya hape ini hadir tanpa durability yang sangat baik, saya setuju kalau kalian bilang hape ini overpriced. Tapi coba kalian pikir deh, menurut saya hape ini justru nggak ada lawannya. Saya tanya deh ke kalian, hape ada juta mana yang punya sertifikasi MIL-STD 810, IP68 dan IP69? Saya yakin nggak ada. Dan selama nggak ada hape yang ngasih fitur itu di harga segini, menurut saya Realme C75 belum masuk kategori overpriced dan tidak akan pernah overpriced. Karena saya yakin hape ini tentu akan punya pasarnya sendiri. Buat kalian yang memang butuh handphone dengan spesifikasi yang cukup, tapi punya durability yang sangat tinggi, bisa dipastikan cuma hape ini pilihannya. Yaudah, segitu aja cerita saya soal sisi lain dari hape viral ini. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini, dan kita ketemu lagi di video berikutnya. Irwan pamit dan adios! Ngapasih dia mondar-mandir mulu? Tutu! Apa? Adios! [Mouldie]: Perkenalkan ini dia Tutu. Kucingnya nggak suka digendong. [Irwan]: Bentar lagi marah nih. [Mouldie]: Marahnya gimana? Ini mikrofon. Udah.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar smartphone midrange di pertengahan tahun 2026 ini sedang menghadapi badai kenaikan harga yang kian tidak masuk akal, memaksa konsumen untuk ekstra jeli dalam...
realme C100 membuktikan bahwa ponsel kelas menengah ke bawah tidak selalu harus berkompromi soal daya tahan. Di tengah persaingan pasar yang ketat, perangkat ini...
Menemukan True Wireless Stereo dengan fitur Active Noise Cancellation premium biasanya membutuhkan anggaran jutaan rupiah. Namun, kejutan datang dari Realme Buds...
Pasar True Wireless Stereo (TWS) ramah kantong kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru yang berani membawa spesifikasi kelas atas ke segmen harga...
Pasar ponsel pintar kelas menengah sering kali didominasi oleh nama-nama besar yang membuat kita abai terhadap permata tersembunyi dengan potensi luar biasa....
Pasar smartphone kelas terjangkau kembali diguncang oleh kehadiran realme C100 yang membawa spesifikasi di luar nalar, terutama lewat baterai raksasa berkapasitas...
Kapasitas daya yang masif sering kali menjadi daya tarik utama saat memilih ponsel pintar baru, tetapi benarkah angka besar pada spesifikasi menjamin daya tahan...
Di tengah gempuran ponsel pintar yang makin tipis dengan kapasitas baterai yang begitu-begitu saja, pasar teknologi dikejutkan oleh kehadiran sebuah perangkat yang...
Pecinta gadget kembali dikejutkan dengan kehadiran lini terbaru yang membawa spesifikasi di luar kebiasaan kelas entri. Kali ini, perhatian tertuju pada daya tahan...

















