YANG TERBAIK DARI KINGFINIX...? (YouTube Video)
Sebutan King Phoenix kayaknya bakal cocok disandang sama HP ini ya, Infinix Note 60 Pro. Bismillah, alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua, Romi. Di paket penjualannya kita dapat hard C mica yang kualitasnya beneran bagus. Ada magnet ala-ala MicFave, terus dapat batok charger 90 watt dengan kabel USB AC C dan di bagian layar HP-nya udah kepasang anti gores jadi udah lengkap. Nah, gua suka banget sama warna titanium dari HP ini ya. Kelihatannya premium. Desain backdoor-nya juga gua suka karena cukup clean. Bum kameranya ini juga cakep. Bentuknya persegi panjang heksagonal. Di dalamnya ini tahu-tahu tersembunyi. Ada active matrix display. Nanti kita bahas belakangan. Frame-nya punya bentuk flat dengan lengkungan di setiap sudutnya. Di sebelah kiri ada one tap button dengan tiga garis antena. Di sebelah kanan ada tombol power dan volume, ada dua garis antena dan juga ada sensor hard rate-nya. Di bagian atas ini ada grill speaker, terus ada satu mikrofon, ada infrared blaser dengan dua garis antena. Di sini juga ada tulisan sound by JBL. Artinya ini racikan atau tuningan dari JBL speakernya. Di bawah ada grill speaker, ada port USBC, satu microfone, dua garis antena, dan ada dual SIM tray tanpa slot micro SD. Nah, dimensinya nih cukup gede, panjang 16,2 cm, lebar 7,7 cm, dan HP ini tuh termasuk tipis ya, cuma 7,45 mm. Nah, karena ketipisannya, handling-nya juga berasa jadi enak. Materialnya dia pakai aluminium yang pas kita pegang itu berasa loh. Ini premium. Gua juga suka sama layarnya. E, dia udah pakai AMOLED 6,78 inch, resolusinya 1,5K, refresh rate 144 Hz, dan udah support playback HDR. Pick brightness-nya ada di 4500 unit dengan 100% di CP3. Layar ini asik banget ya. Bezelnya tipis. Terus presisi di semua sisinya. Kamera depannya juga kecil. Terasa banget aura flagship-nya. Gua suka layar ini tajam, kontrasnya cakep, warnanya vivit, dan warna hijau sama ungunya itu bisa gua bilang ini cukup balance, jadi cukup akurat warnanya. Di YouTube dia udah bisa ee untuk playback HDR. Ee di Netflix dia udah punya spesifikasi WhiteP L1. Tapi sayangnya untuk playback HDR-nya dia tidak support. Terus untuk pick brightest-nya karena ini kan tinggi ya, jadi enggak ada masalah kalau dipakai di luar ruangan atau outdoor di bawah terik matahari. Layarnya terlihat sangat jelas. Speakernya udah stereo dan gua punya ekspektasi tinggi karena ya tadi tuningan JBL dan speaker HP ini tuh enggak mengecewakan. Dia kerasa banget efek 360 surround-nya. detailnya lumayan, suaranya lantang, kontrasnya juga cukup baik, vokalnya juga clear. Ya, belum sampai level speaker HP flagship, tapi ini udah lebih baik dari rata-rata speaker HPHP midrange. Dan ini adalah HP pertama dari Infinix perlu dicatat ya, yang pakai chipset Qualcom Yes. Snapdragon 7S Gen 4 yang dipilih menjadi mesin pacunya. GPU-nya Adreno 810. Yang gua pegang ini punya RAM 12 GB LPDDR5 yang bisa die-xtend lagi sampai 12 GB LPDDR5 yang bisa di-ekstend sampai 12 GB lagi dengan storage 256 GB UFS 2.2. Ada pilihan yang lebih ekonomis, RAM-nya itu 8 GB dan HP ini by default dia udah pakai XOS 16.1 yang terbaru dengan basisnya Android 16 udah kekinian. Nah, di Antutu Benchmark udah masuk kub R1 juta ya dengan skor Rp1.86.000. ribu-an dengan CPU skor-nya ini cukup tinggi R32.000-an dan GPU score-nya juga lumayan ya Rp198.000-an. Selama running satu kali looping suhunya cuma naik 5 derajat Celcius dengan baterai yang berkurang cuma 3% aja. Kemudian di 3D Mark life stress test dari 20 kali looping, HP ini punya kestabilan yang solid ada di 98,9% dengan best loop score 464 dan lowest-nya 4.595 poin. Selama ngetes baterainya cuma berkurang 4% aja dan suhunya juga cuma naik 6 derajat celcius. Ini gokil banget. Dari stres tes ini kita bisa lihat kalau cooling system HP ini sukses menjaga suhu HP ini tetap adem walaupun dia lagi bekerja dengan keras ya. Cooling systemnya punya nama 3D i Core VC chamber cooling yang ukurannya lumayan. 4.758 mm². Lanjut lagi di Geig Bch 6 CPU benchmark. HP ini berhasil mendapatkan skor 1245 untuk single core dan 3.477 untuk multiore-nya. Kemudian di KPU benchmark dengan API OpenCL dapat 3.639 dan API Fulcan dapat 5.104 poin. Nah, untuk main game di Mobile Legends settingannya gua mentokin kanan ya. Map quality-nya ultra, effect quality-nya high, frame rate-nya juga ultra dengan resolusi HD. Selama gua main ini HP bisa melibas game-nya dengan sangat-sangat baik, enggak ketemu ada kendala sama sekali. Lanjut. Gensin Impact ini juga bisa dilibas dengan baik. Settingannya gua mentokin di highest 60 fps dan surprisingly mainnya masih terasa sangat nyaman dan smooth. Yang lebih mengezotkan lagi, HP ini enggak terasa panas ya buat dipakai main Gensin Impact di waktu yang cukup lama. Kestabilannya ini menurut gua impresif lah. Next, kita lanjut. OS-nya datang dengan XOS 16.1 1 basis Android 16 dengan Android Security update-nya di Desember 2025. Nah, XOS ini supress ini terasa smooth banget ya buat dipakai daily. Buat chat sama matosan itu juga ya pokoknya benar-benar effortless banget lah. Enak banget. Animasinya juga fluid banget dapat experience flagship-nya. Yang mungkin bakal orang kurang suka itu wallpaper dan icon-nya itu lumayan terinspirasi sama iOS. Tapi ya ini balik ke selera masing-masing sih. Dia juga punya dep home screen. Jadi bisa ngasih dep wallpaper sampai ke icon-iconnya. Kita bisa bikin image-nya juga di AI image generator. Ini mantap ya. Terus XOS-nya ini sendiri punya update yang lumayan panjang. Katanya bakal dapat 3 tahun atau tiga kali major Android update dengan 5 tahun security patch update. Jadi cukup buat teman-teman yang mau pakai HP ini untuk jangka panjang. Beralih ke bagian belakangnya. Jujur walaupun ini gimmik tapi gua suka banget yang namanya activex.display yang mana ini sebenarnya enggak kelihatan. Kalau lagi enggak nyala orang enggak akan tahu. Nah, animasinya ini lucu-lucu dan menarik perhatian banget. Kita bisa pilih mau random atau fix animasinya. Di bagian flash-nya ini juga ada LED kotak yang bisa kita aktifin saat kita e mulai bermain game ataupun nyetel musik. Bisa jadi notifikasi, charging, dan juga untuk ee start up booting, ya. Dan untuk AI-nya dia punya bawaan AI sendiri yang namanya Vox. Tapi gua sukanya kita bisa pilih opsi AI yang lain. Ada Gemini, ada chat GPT dan lain-lain. Ini banyak lengkap, mantap banget. Btw di sebelah kiri ini kan ada tombol one tap button ya. By default long press button untuk mute ataupun unmute. Tapi fungsi tombol ini bisa kita atur di menu setting. Untuk fingerprint-nya dia ada di layar under display. Speed unlocknya terbilang cukup cepat. Lalu di bagian kanan yang kayak ada kaca ini fungsinya sebenarnya ini untuk tracking hard rate sama oksigen. Caranya kita buka aplikasi MyH terus kita pilih hard rate dan pilih start measuring. Terus kita tinggal taruh jari kita di situ. Setelah selesai kita juga eh bisa dapat rangkuman AI singkat seputar kesehatan kita. Selain itu, Hapticknya juga ini enak ya. Terasa smooth, deep, dan gentle. Kualitas hepticknya mendekati motor Heptik di HP-HP flagship. Pas ada notifikasi itu gak terasa lebai gitu vibrate-nya. Dan gua juga ini pasang vibrate-nya buat ngetik karena memang senyaman itu. Dan walaupun bodinya tipis, baterai HP ini gede ya, 6.500 mAh yang kalau gua pakai bisa bertahan 1 sampai 2 hari. Kita dapat batok chargeran yang kencang 90 watt dan wireless charging-nya dia support 30 watt. Sayangnya di bodinya ini dia enggak ada magnetnya. Jadi micf-nya itu ada di casing bawaannya. Next ke kamera. Setup-nya ada dua di belakang. Main kamera 50 megapel O F1.59 dan kamera ultrawide 8 megapel F2.2. Sementara kamera depannya 13 megapel F2.2. Di cahaya yang cukup sepasti kamera utamanya punya detail yang baik. Dynamic range-nya juga luas, warnanya vivit dan terasa cukup balance ya. Serpening-nya cukup pas menurut gua enggak begitu agresif. Dalam keadaan low light, noise reduction-nya sedikit terasa agresif, tapi overall detailnya cukup baik buat sebuah kamera kelasan HP midrange. Nah, untuk videonya dia mentok di resolusi 4K 30 FPS. Udah enggak tuke lagi nih akhirnya ya. Detail dan warnanya cakep. Sayangnya pas dibawa jalan itu ada sedikit terasa jater ya, tapi sedikit aja. Padahal posisinya ini dalam keadaan cahaya yang cukup. Tapi gua akuin kalau kita ambil video yang steady steady aja, enggak banyak gerak, kualitas perekaman videonya ini udah oke sih. Lanjut untuk kamera ultrawide-nya dia cukup jomplang kalau dibanding sama kamera utamanya. Detailnya ini terasa sedikit soft dengan dynamic range yang ngepas menurut gua. Warnanya juga agak beda ya. Dia terasa lebih biru. Terlihat juga kalau warna hijaunya sedikit miss. Tapi ya wajar sih ya. Namanya juga lensa ultrawide dan resolusinya juga cuman 8 megap aja. Sedangkan untuk kamera depannya ini gua suka banget ya. Detailnya sangat baik. Skin tone buat selfie juga terasa akurat. Sayangnya ini terasa kurang white aja. Videonya juga mentok bisa 4K 30 FPS dan kualitas videonya bisa gua bilang ini termasuk oke ya. Kesimpulannya, harga Infinix Note 60 Pro ini bermain di kisaran R jutaan yang mana menurut gua banyak yang berekspektasi kalau harganya ini penginnya di bawah para kompetitornya. Wajar ya, karena ini kan adalah brand Infinix yang biasanya terkenal murah. Tapi balik lagi dengan desain yang sekarang udah terlihat classy, terus punya Active Matrix D. displayarnya ini cakep, baterainya gede, UI-nya juga enak dan kameranya sudah upgrade. Menurut gua enggak ada salahnya kalau kita kasih kesempatan buat si Infinix ini untuk naik kelas.
