Jungkat

Zenbook Versi "Basic"! - ASUS Zenbook 14 AMD (2025) (YouTube Video)

  • 14/10/2025

Rasanya gak bosan-bosan ya kami ngreview laptop dari seri Vivobook dan Zenbook karena emang populer dan SQU-nya banyak banget. Ada Vivobook A, Vivobook S, Zenbook A, Zenbook S. Belum lagi kalau consider banyak konfigurasi prosesor baik dari tim biru dan tim merah. Tim merah pun ada dua ya sekarang. Kali ini kita mau bahas Zenbook 14 OLED edisi AMD alias tim merah tahun 2025. [Musik] Perlu diingat ini Zenbook 14 aja enggak pakai S. Jadi enggak flagship flagship amatlah secara desain dan fitur. However, seperti yang kita lihat Zenbook mainstream sekarang udah pakai desain punggung geometrik walau bodinya full aluminium standar, bukan ser aluminum yang kerasa lebih premium sekaligus enggak nempel sidik jari. Jadi, ya makanya finishing gini sebenarnya oke, tapi gampang kotor. Kurang cocok buat yang OCD soal pembukaan laptop berminyak. Kabar baiknya konstruksi ringan dan solid sekaligus lolos beberapa uji MIL STD 810H. Kepetok-pentok dan kebanting-banting dikit seharusnya no problem asal enggak dirindes tank aja. Zenbook 14 UM3406 punya dua varian layar OLED, yaitu 2K untuk versi RAM 16 gig atau 3K 16 b yang dipakai buat bikin review ini. Ya, layar OLED kualitas segini udah standar issue buat sebuah zenbook atau vivobook. Yang penting cukup tajam dan cukup terang. Cocok buat yang demen ngedit-ngedit dan ngeNetflix. Buat yang belum nyicip notebook layar OLED Zenbook 14 boleh jadi opsi upgrade yang mantap. Webcam full HD dengan Face ID punya privacy shutter. Nah, jadi untuk tampilan webcam-nya kurang lebih kayak gini. Percolokan juga komplit mulai dari dua port USBC, satunya USBC 3.2 gen2 full function. Satunya lagi USB 4 GPS full function juga combo audio jack dan HDMI 2.1 di sisi kanan. Lalu masih ada USB A 3.71 di sisi kiri. Charger USBC 65 watt bawaan ukuran normal. Belum yang gun sayangnya. Jadi enggak kayak Zenbook S series yang sangat mungil. Oke, Ryzen AI 350 ini terdengar menarik ya, karena dia bukan Ryzen 7 250 atau 260 alias Ryzen 8000 series yang direbrand, tapi sebuah APU craaken Point berbasis Zen5 dan Zen 5C terbaru. Artinya ada 4 core Zen5 5 GHz dan 4 core Zen 5C 3,5 GHz semuanya support SMT total 16 trade. NPU untungnya kencang, udah 50 tops berlabel Copilot Plus makanya disebut Ryzen AI. Namun secara IGPU, Radeon 860M belum bisa dihitung upgrade dari Radon 780 M di Ryzen 7 250. Di Indonesia ada versi RAM 16 atau 32 gig on board plus satu slot SSD yang udah keisi antara 51 gig atau 1 tera. Performasi oke di benchmark CPU bisa bersaing sama Core Ultra 5225 yang udah termasuk sangat capable untuk ukuran ultra book belasan juta di mode full power. Untuk multitasking sehari-hari ya lebih dari cukup selama bukan content creator hardcore bisa export video 4K sedikit lebih kencang dibanding core ultra 5 generasi lalu. Tapi yang jadi sorotan di sini sebenarnya si iGPU Radeon 860M yang efisien dan kencang terutama kalau dibandingin Arc Graphics bawaan Core Ultra 5. Emang belum jadi loncatan dari Radion 780 M, namun untuk main game casual ini masih boleh banget dihandelin. Contoh Meca Break setting low masih nyampai 70an FPS. Wukong agak playable sekalipun tanpa frame g apalagi buat main game-game yang lebih ringan macam ZZZ setting medium bisa dibilang lancar. Turns out cooling tercukupi dengan setup single fan nyemprot kiri dan ke exel. Suhu masih terkendali ya tapi namanya ultra book normal lah kalau di permukaan keyboard saat gaming bisa nyampai sekitaran 40 derajat. Ini bukan laptop gaming jadi jangan digeber terus. Masuk perin inputan ya. Ini masih standar Asus tapinya yaitu keyboard backlit tiga tingkat yang tombol power-nya masih nyatu di kanan atas. Tombol panah kurang ergonomis, nothing special. Yang agak spesial hanya si touchpad lebar yang punya fungsi 6 pad. Sampai sekarang menurut gua ini fungsi yang agak gimik ya. Tapi enggak tahu mungkin menurut beberapa user ini bisa useful atau grand. Namanya juga Ryzen AI dengan baterai 70 WH lebih bisa kuat sekitar 12 jam playback YouTube tanpa perbedaan performa antara dicolok dan enggak dicolok. Oke, sebagai Ultrabook di segmen 15 sampai R juta, seberapa worth it kahenebook 14 AMD ini di depan opsi-opsi Ryzen AI lain? Hm, pertama lebih murah Rp juta adalah Lenovo IDpad 52 inone yang udah touch screen ber stylus bisa di-flip jadi tablet dan OLED meski resolusi masih menang Zenbook atau di kisaran harga Zenbook 14 OLED konfigurasi 16/512 gig, Lenovo bisa ngasih IDpad Pro 514 OLED yang sama-sama 2.8K 120 Hz. Tapi udah konfigurasi 32 gig/1 tera. Nah, soal APU Ryzen AI700 series-nya sendiri, kami berharap ke depannya kita enggak perlu ambil SQ Ryzen AI9 untuk dapat IGPU class flagship macam Radeon 880M. So, please buat AMD kembaliin iGPU yang lebih ngebut ke jajaran Ryzen AI7. Itu aja pengalaman singkat kami. Kalau mau menang mending ya langsung aja ke komentar gue Mike. Sampai jumpa di next video.

Lihat di YouTube