Jungkat

ZONTES 368E : Rekomendasi bensin RON 95 (YouTube Video)

  • 13/10/2025

Ya, udah sekencang itu sekarang motor dari Cina padahal badannya gede banget. Ini dia Zes 368E. Walaupun memang harganya mahal, tapi kualitas serta fiturnya enggak kalah sama motor Jepang dan juga motor Eropa. Ini dia review-nya. Oke, akhirnya merek motor dari China Zontes sudah meluncur di Indonesia dan dia berada di bawah naungan PT Mforce Indonesia yang juga membawahi CF Moto. Walaupun memang dari segi kekeluargaan ya, Chef Moto dan Zontes tidak berhubungan sama sekali karena zone itu dari Guangdong, China dan baru berdiri tahun 2003. Sementara CF Moto sudah berdiri sejak tahun 1989 di Hangjo, China. Jadi tidak ada korelasinya sama sekali zone test dengan CF Moto. Cuma kebetulan ATPM-nya sama di Indonesia di bawah langsung PT Mforce Indonesia. Dan mereka langsung memasukkan seri 368 mereka dari mulai yang E di depan kalian ini ada yang K Grand Tourer di bawahnya ini harganya dan 368G sebagai skut adventure lawannya ADV 350 368G. Walaupun memang di China sendiri sebenarnya seri 368 ya untuk zon test itu ada lima. Jadi enggak cuma K, enggak cuma E, enggak cuma G. Ada lagi 368M, ada lagi 368D. Kenapa Zone tidak memasukkannya ke Indonesia? Karena mungkin pikiran mereka adalah kedua model tersebut dimensinya lebih kecil. Walaupun mesinnya sama 368 cc juga, tapi bagasinya pun juga kecil. Jadi, Zontes mungkin merasa dengan harga yang pasti di bawah ratusan juta tanggung memasukkan model M dan juga model yang D ke Indonesia. Itulah kenapa mereka memasukkan langsung yang seri K, seri E, dan juga seri G. Yang pertama akan kita bahas adalah dari desainnya dulu karena desainnya mencolok banget permainan warnanya ya. kombinasi biru sama aksen-aksen orange juga aksen-aksen silver untuk penamaan dan garis-garis di bagian depannya kayak seakan menunjukkan kalau zontes 368E ini tuh sebuah laptop gaming karena gayanya tuh kayak laptop gaming banget. Belum lagi perlampuannya ya memang udah full LED dari sintin stop lamplight bahkan udah proyektor ya lampu jauh sama lampu dekatnya. Tapi enggak cuma itu, dia ada welcome light yang RGB, benar-benar kayak model laptop gaming. Itu bisa kita atur lewat smartphone dengan berbagai macam warna dan berbagai macam animasi welcome light. Oke, emang mungkin enggak kayak welcome light di mobil ya, tapi ketika kita nyalain motor zontes 368E ini, lampu animasi dari RGB Lite-nya bisa kita atur. Ada empat macam. Keren banget. Oke, mungkin buat sebagian orang itu keren ya. Fiturnya kayak berbeda dibandingkan dengan motor skutik bongsor dari Jepang maupun Eropa. Tapi mungkin bagi beberapa orang juga ada yang kurang suka karena terlalu nyentrik, terlalu heboh gitu aksen, warna, dan juga fitur yang ada di motor ini. Namun kalau misalkan kalian lebih suka yang kalem-kalem dan gua juga pun suka yang lebih kalem, bisa memilih zon test 368K yang gayanya kayak skutik Eropa bongsor banget. Tapi lanjut lagi kita bahas soal desain yang gua suka di 368E ini ya. Selain desainnya yang agak sedikit nyentrik, dia di bagian buntut belakang ini kayak ada spoiler di bagian atas lampunya. Keren banget spoilernya kepisah kayak Lexus RZ atau Toyota BZ4X gitu ya. Tapi ini di motor. Entah apakah berpengaruh ke coefisien of drake-nya ya mungkin hanya pihak Zontes yang bisa menjawab karena kita belum tahu keterangan dari pihak mereka pun. Lalu sesuai namanya Zontes 368E ini memiliki mesin berkubikasi 368 cc 1 silinder doang. Dia berpendingin udara SHC 4 katup. Jadi udah berpendingin radiator ya yang dapat mengeluarkan tenaga sebesar 38,7 PS atau 38,2 horsepow dengan torsi puncak 40 Nm di putaran 6.000 rpm yang disalurkan ke roda belakang lewat transmisi CVT. Memang sifat mesinnya overboard. Jadi, torsi puncak dan tenaga puncaknya bisa didapatkan di putaran tinggi. Tambahan lagi untuk kompresi mesinnya dia berada di 11,8 bing 1. Jadi minimal minum Ron 92. Tapi yang direkomendasikan itu minum RON 95. Cuma sayang karena lagi-lagi bensin di Indonesia lagi langka yang bagus-bagus. Jadi terpaksa kita isi Ron 92 dulu karena kebijakan yang tiada hentinya kebagian anehnya. Ya emang rese banget nih pemerintahan Indonesia. Pusing deh. Cuma itu aja enggak ada yang spesial lagi di bagian mesin zones 368 ini. Selain injektor yang udah pakai injektor BOS dan kapasitas tangki bensinnya yang gede banget 17 L. Sekali isi bensin bisa ratusan ribu. Hah. Coba kalau diisi bensin berkualitas bakal lebih worth it sih. Oke, jadi mungkin karena kita makai bensin minimal ya, bukan yang direkomendasikan akan berpengaruh ke performa dan juga konsumsi bahan bakar. Tapi nanti akan kita bahas di bagian akhir. Sekarang kita bahas soal bagian kaki kakinya. Di bagian depan zone test 368E ini memiliki suspensi teleskopik. Sementara yang belakang dia dual shock absorber dengan settingan preload yang bisa diatur. Jadi, dua-duanya bisa kita atur tingkat keempukan dan kekerasan pantulan suspensinya. Lalu untuk pengeremannya dia sudah dilengkapi dengan depan belakang dis brake dan fitur dual channel ABS juga traction control yang saya enggak bisa dimatiin ya dual channel ABSnya. Tapi lagi-lagi ini bukan motor adventure. Ini adalah skutik bongsor untuk touring dan perkotaan di on road bukan offroad. Ya, mungkin offroad bisa sesekali tapi tidak kita sarankan karena nanti akan kita bahas soal bantingannya di impresi selanjutnya ya. Dan sektor pengereman juga didukung oleh pabrikan J1 ya itu anak pabrikan dari Brembo. Jadi sebenarnya satu vendor sama CF Moto karena memang zon 368E ini statusnya CKD untuk Indonesia dan kita ngomongin profil bannya di bagian depan itu 120/70 lingkar 15 inci. Sementara yang bagian belakang itu 140/70. 14 inci. Bannya dari CST dan velegnya itu casting aluminium, bukan jari-jari kayak kakaknya si 368G. Lanjut lagi ke bagian panel instrumen kita. Disukan tombol yang banyak banget fiturnya. Ini emang aduh motor Cina tuh ya. Motor mobil Cina fiturnya selalu banyak menjuk meng apa menyugukan fitur-fitur yang benar-benar komplit nih ya. dari mulai tombol engine cut off biasa ya, terus ada tombol untuk mode berkendara dia. Mode berkendaranya ada Eco dan Sport, Eco dan S ya. Terus ee di sebelah kirinya lagi ada buat nyala matiin motornya. Jadi lewat tombol doang enggak perlu colok sama muter-muter kunci lagi. Dan di sebelahnya lagi ada tombol untuk membuka tangki bensin juga membuka jok semuanya ada di panel instrumen bagian stang sebelah kanan. Di bawahnya lagi. Lanjut ya. Ada lagi untuk nyala matikan lampu utama ya. Jadi bisa cuma DRL doang nyalain buat siang hari, bisa di malam harinya kita nyalain lampu utamanya dan di bawahnya baru tombol starter. Nah, untuk yang di bawahnya tombol starter ini sebenarnya fitur heated grip atau pemanas untuk stang motor. Tapi sayangnya untuk di Indonesia ini fitur ini dihilangkan karena lagi-lagi ya di Indonesia memang jarang e digunakan karena cuaca yang panas dan juga lembab. Namun sebenarnya kalau misalkan dipasang pun masih berguna ketika kita hujan-hujanan atau melewati daerah yang dingin kayak daerah Dieng atau daerah-daerah tinggi seperti Lembang dan sebagainya. Lanjut lagi panel instrumen sebelah kiri. Aduh enggak habis-habis. Eh di atas kita disuguuhin sama lampu dim dulu nih ya. Namp. Lalu di bawahnya lagi ada lampu jauh, lampu dekat, tombol hazard. Nah, tombol hazard di sebelah kiri, tombol lampu sein sama klakson. Nah, ya klakson dan di sebelahnya ada fitur electric head adjuster windshield. Jadi, naik turunin windshield-nya itu bisa kita atur hanya lewat satu sentuhan tombol aja. Enak banget, enggak ribet kayak X-Max yang mesti buka menu. Dan di sebelahnya ada untuk mengatur panel speedometer yang udah full TFT. Jadi udah full digital layarnya. Sebelum kita buka atau nyalakan motor zone 368E ini, gua sebenarnya udah megang kuncinya, tapi coba di mana kuncinya? Ternyata di sini. Gila, motor udah 2025, coy. Masa masih colok-colok kunci? Killes dong. Weh, udah kayak smartband gini ya. Jadi zontes e bilang kalau misalkan kuncinya udah bisa jadi bagian dari fashion karena udah bisa jadi gelang. Udah kayak smartwatch. Keren banget. Dan untuk nyalainnya kita tinggal pencet tombol yang merah ini nih. Kita pencet sekali kunci stangnya kebuka dan langsung animasi di speedometernya yang emang mulus ya animasi openingnya. Tapi sayang ini yang gua kurang suka dari user interface speedometer-spedometer mobil maupun motor Cina. Terlalu rameai sama warna dan terlalu canggih. Mungkin ada yang suka, mungkin ada yang enggak. Kebetulan gua agak kurang suka karena ya itu terlalu ramai sama permainan warnanya. Tapi informasinya komplit banget. Oke, memang kelihatan normal ya. Ada jam, ada takometer, ada speedometer di bagian tengahnya. Sebelah kanan ada indikator level bensin sama suhu radiator. Terus sebelah kirinya ada tekanan angin roda depan belakang. Jadi bisa dimonitor secara langsung. Di bawahnya ada voltasa aki dan ada e indikator-indikator untuk dual channel ABS-nya. eh level oli sama konektivitas smartphone juga status kalau stang motornya sudah terbuka atau kuncinya sudah kedetect nih ya di bagian pojok kiri bawah sampai sini normal-normal aja kayak speedometer kebanyakan tapi kalau misalkan kita pencet menu set agak lama langsung terbuka fitur yang banyak banget ya dari mulai interface-nya yang bisa kita ubah Jadi lima mode. Ada mode sport, ada mode style yang lebih simpel, ada mode adventure yang sebenarnya lebih cocok di zone test 368G. Lalu ada lagi mode City pakai animasi enamisi gedung-gedung gitu. Dan ada mode konektivitas smartphone lewat zone test smart app yang bisa menampilkan navigasi langsung di bagian speedometer. Benar-benar kayak skutik ala Eropa. Keren banget ya. diback lagi. Enggak cuma itu doang fiturnya, kita bisa nyalain dashcam, ada kamera depan belakang langsung dari pabrikan zone test-nya. Ini fitur bukan tambahan, bukan opsi yang mesti kalian nambah lagi harganya. Udah tersemat langsung di lineup scutic zone test. Jadi bisa kita nyalain ya kamera depan nih. Tuh kamera depan bisa kita nyalain. Terus kamera belakang bisa kita nyalain. Dan ini sensornya itu dari Sony. Semuanya dari Sony yang kalau misalkan dinyalain malam sekalipun malamnya juga kelihatan tuh ya. depan belakang bisa kita nyalain. Walaupun kekurangannya untuk bagian belakang dia enggak mirroring untuk kameranya, jadi enggak bisa kita jadiin sebagai spion tambahan. Sayang banget. Tapi it's ok karena bisa merekam kejadian yang kadang aneh-aneh di jalanan Indonesia. Dan enggak cuma itu ya, jadi kayak batana enggak cuma pakai sensor Sony Starfis, dia juga punya memori internal sebesar 128 GB yang bisa menyimpan semua rekaman yang terjadi kepada motor kalian ketika berjalan. Ya, bisa kalian putar di ee langsung speedometer zone test ini bisa lewat smartphone kalian. Jadi, misalkan 128 GB tersebut kalian bisa pindahin ke smartphone kalian dan bisa hapus di sini. Keren banget ya emang. Uh, motor Cina tuh fiturnya selalu hebat dan komplit. Oke, jadi itu dia fitur-fitur yang banyak banget di speedometer zone test 368E ini. Sisanya ya paling di menu utama ada informasi soal trip meter, odometer, terus average speed-nya km/j, ada average fuel consumption, ada live average full consumption-nya dan yang lain sebagainya. Enggak cuma itu aja. Capek juga ya ngomongin fitur Zone Tes 368E ini. Banyak banget. Gila dia ada colokan USB type E di bagian bawah speedometer langsung. Jadi kalau misalkan kalian mau nambah aksesoris GPS atau nambah aksesoris dasam lagi kalau kurang kamera depan belakang kiri kanan mau ditambah lagi bisa. Emang keren banget ya Zes 368 ini. Lanjut. stangnya itu bisa kita buka. Jadi bisa kita maju mundurin eh jarak stangnya. Jadi bisa sesuai sama pengendaranya masing-masing. Dan untuk kompartemen penyimpanan di bagian laci ya bagian sayap kiri kanannya itu itu gede banget muat botol 600 ml masing-masing. Kiri kanan juga udah dilapisin sama lapisan karet. Jadi kalau misalkan kalian naruh barang yang kayak misalkan kunci atau yang keras-keras itu enggak gelatakgeluk di bagian kompartemen penyimpanan sayapnya. Dan yang kerennya adalah untuk kompartemen penyimpanan sebelah kiri dia bakal kunci semisal motornya udah dikunci stang. Jadi enggak bisa dibuka sembarangan nih. Kalian bisa menaruh barang dengan aman. Tapi itu untuk kompartemen yang sebelah kiri aja. Sementara yang sebelah kanan itu bisa kalian buka. kapanp. Oh ya, hampir lupa dibahas. Kalau misalkan kalian membeli zone test 368E ini, kalian langsung dapat tutup eh cadangan ya untuk mengatur jarak stangnya. Karena ini kan mesti dibuka lepas pasang. Takut misalkan patah biar kalian enggak repot nyari-nyari lagi partch-nya. Dan enggak cuma itu, mereka juga menyediakan colokan untuk aki. Semisal zon test 368E ini kalian tinggalkan dalam waktu yang cukup lama. Karena lagi-lagi peruntukannya kan memang skutik gede pasti kalian pakai. Kalau enggak harian paling dipakai touring enggak tiap saat kan. Makanya kadang ada yang menyimpan zontes 368E ini dalam waktu jangka yang cukup panjang sehingga mereka menyediakan colokan untuk aki biar akinya enggak cepat tekor karena lagi-lagi motor ini sudah terkoneksi ke smartphone. Ya, sekarang kita bahas soal kompartemen penyimpanan yang sebelah kanan. Oke, mungkin kalian bakal mengira, "Ah, motor udah keren, gayanya keren, desainnya keren, kuncinya udah kayak jam smartwatch gitu ya, tapi colokannya cuma USB type E. E jangan salah. Di kompartemen penyimpanan sebelah kanan ada colokan USB type C dan colokan USB type E. Jadi colokannya banyak banget di motor ini. Kalau misalkan kalian bonceng tiga dan itu tidak disarankan sebenarnya sama kita, bisa tuh masing-masing ngecas HP di dalam zone Tes 368E ini karena colokannya banyak. Tuh ada USB type E, ada USB type C dan ada colokan untuk OBD ya. Jadi misalkan kalau ada masalah sama elektronical Aldi 368E ini bisa langsung dian sama-sama udah dilapisin karet juga biar enggak kelatok-kelotok sama yang sebelah kanan kiri ya. Jadi itu baru fitur di kompartemen penyimpanan depan. Sekarang kita buka tangki bensinnya yang kapasitas 17 L itu cukup dari stang doang. Jadi enggak perlu culuk-culuk kunci lagi nih. Ya udah ya udah kebuka dengan gampangnya gitu di bagian tengah kaki. Tapi tetap kalau kalian mau isi bensin tolong turun. Selain untuk faktor keamanan tapi sopan. Ingat orang Indonesia tuh sopan-sopan. Jangan kayak wakil rakyat. Oke, minimal Ron 92, tapi yang direkomendasikan lagi-lagi Ron 95. Cari bensin yang berkualitas. Oke, ada misalkan ini memang enggak ada tempat buat naruh tutup bensinnya, tapi tutup bensin udah diikat sama ee tali karet gitu, tali plastik. Jadi enggak bakal kabur ke mana-mana nih. Nutup udah kayak tutup tangki mobil ya, krekek-krekek. Dan untuk buka joknya yang emang gede joknya dan bagasinya juga luas banget tuh muat tas ya tas buat harian gua ada bekel juga ya kan jaket jas hujan sendal lapkanebo tuh masih bisa naruh barang lagi di atasnya bisa naruh sepatu mungkin nih di atas sini Karena bagasinya muat helm full face dua buah nih ya. Coba kita keluarin tasnya dulu. Ini kan ee misalnya Oke, kita pakai. Sekarang coba kita masukin helm full face. Nah, ini maksud gua. Jadi kita tukar dulu posisinya dan kita masukin helm full face di posisi yang paling belakang. Bisa masuk dengan mudahnya tanpa perlu nekan-nekan joknya. Cuma ingat emang mungkin muat helm full face, tapi yang bagian depan ini karena enggak cekung nih bagian joknya dia enggak terlalu cekung sehingga ukuran helm full face-nya mungkin yang di bawah L karena ini kan ukurannya L ya ee mungkin yang batoknya kecil juga tapi pas udah pasti muat helm half nih. Wah keren juga ya. Dan joknya ini sudah dilengkapi hidrolik ya. Jadi bakal stop dia tuh bakal stop. Jadi tidak mengganggu operasi kita di dalam bagasi ini. Dan kalau misalkan gelap sekalipun ada lampu LED-nya sama udah ada partisi juga dilapisin bahan halus nih dia. Jadi enggak bikin berisik bagasinya juga enggak bikin panas barang yang ada di bagian bagasi. Emang gila ya sekarang kualitas motor Cina tuh bisa patut di diacungi jempolnya cep banget bisa bersanding dengan motor Jepang bahkan motor Eropa sekalipun Oke, sekarang waktunya kita nyobain jalan si Zontes 368E ini. Dan gua udah coba selama hampir seminggu ya. Dan pertama kita akan bahas soal impresi berkendaranya dulu nih. Karena impresi berkendaranya cukup unik dari posisi riding dia. Oke, emang stangnya enak, lebar. gede dan enaknya lagi ya ditambah dia udah ada hand guard kiri kanan dari pabrikan bawaan. Jadi selain windschild yang tinggi, hand guard-nya juga udah dapat dan lebar. Sehingga kalau misalkan jalan malam atau ee ke daerah yang dingin, tangan enggak gampang dingin nih atau muka enggak gampang dingin karena windschilte juga lebar pun. Untuk gua yang tingginya 164 cm nih, windshiel-nya udah menutupi tangan dan muka gua sebenarnya. Paling di daerah tengah sini untuk sirkulasi udara biar enggak terlalu panas ee kepala kita, tapi sebagian besar angin itu langsung ngelewatin ke atas kepala dan kalau ditinggiin tuh posisi ridingnya e full pandangan di jalan ketutupan sama windshield. Untungnya windshield-nya bening, bukan smoke. Jadi masih jelas sudut pandang kita dari segi posisi berkendara buat yang tingginya rata-rata orang Indonesia ya. Oke, itu dari segi stang, dari segi sudut pandang ya e ke spion enak, lebar, gede. Spionnya juga tambah ada dasam depan belakang. Jadi jalan malam pun bisa dengan jelas kalian rasakan, kalian lihat dari posisi duduk. Wah, ini nyaman banget. Joknya empuk, lumbar supportnya menopang dengan baik. Bagian punggung sama bokong sehingga buat pengendara pun posisinya enak, nyender banget. Asik. Dari segi stang, dari segi jok udah nyaman. Tapi dari bagian kaki ya. Oke. Emang enak bisa selonjoran tuh ya. Kaki bisa selonjoran. Tapi buat dek kaki yang rata di bagian bawah dia posisinya agak ketinggian. Jadi dia enggak terlalu ke bawah sehingga membuat ee sudut kayak kakinya ini ya, sudut kaki dari paha ke lutut itu terlalu naik. Jadi enggak ke-upport nih bagian pahanya dengan baik ke bagian jok sehingga rasa lututnya agak ngatung. Mungkin buat mengejar eh lean angle ya di skutik bongsor ini. Jadi biar bisa miring-miring lebih dalam lagi, sudutnya lebih tajam dan ngejar ground clearance yang ee 150 mm. Jadi masih oke untuk ngghajar polisi tidur di jalanan ibu kota pun tangki bensinnya karena gede ya 17 lit juga jadi mungkin itu ngebuat dek kakinya jadi tinggi. Tapi overall dari segi posisi riding ini nyaman banget untuk dipakai harian atau touring jarak jauh sekalipun. benar-benar enggak berasa capek nih berkendara dengan zon 368E ini dalam waktu yang cukup lama. Dan enaknya ya karena tinggi kursinya itu cuma 770 mm. Jadi walaupun joknya enggak terlalu ramping, dia lebar joknya. Tapi tuh buat ee kakinya ini gua jinjit ya lagi-lagi karena tinggi gua 164 cm. Tapi untuk menapak bisa dengan sangat mudah. Dan berat 188 kg ini juga enggak terasa mengganggu sekali karena ee dibantu sama parking brake nih. He. Jadi kalau misalkan di turunan atau di tanjakan ya kita tinggal aktifin tuas parking brake-nya biar kita enggak menopang berat motor yang sebesar 188 kg ini. Jadi stop go-nya gampang banget tuh ya. Enak banget. Oke, itu dari segi posisi riding. Sekarang kita cobain bantingannya. Ini ketemu beberapa speed bump ya. Dari segi bantingan dia lebih ke arah on road fokusnya. Jadi untuk dipakai di jalan raya aja enggak dipakai untuk jalan offroad karena jarak main suspensinya yang enggak terlalu jauh. Dia lumayan keras. Tapi itu membuat tuh ya ketika dibelokin tajam kayak begitu di kecepatan 50 km/h ke atas, motor tetap stabil. Dari mulai hidung sampai ke buntutnya tetap terarah dengan sangat baik padahal motornya bongsor. Jadi walaupun suspensinya sifatnya lebih ke arah keras dari medium ke keras, namun ini membuat kelincahan berkendara dari zone 368E ini bisa diandalkan banget untuk melewati jalan pegunungan. atau bahkan melewati tikungan yang tajam dengan kecepatan tinggi tuh ya di atas 60 km/h ini masih stabil pun untuk kecepatan tinggi bantingannya juga tetap stabil nih ya sekarang kita coba kita ke mode sport dulu kita coba di 100 km/h tuh naik ke 100 dengan sangat gampang ya. Ee udah mentok gasnya udah di 120. Oke, udah sampai 130, 132 dia masih stabil banget. 138 140 tuh masih stabil. Walaupun ketika melakukan pengereman ya untungnya didukung sama dual channel ABS. Jadi eh pengereman depannya agak sedikit goyang eh roda depannya. Tapi itu membuat ee pengeremannya jadi pakem dan juga tidak menyebabkan selip sama sekali. Sehingga setelah kecepatan tinggi, motor masih stabil. Ketika melakukan pengereman pun ya tadi hard breaking itu masih bisa diandalkan. Enak banget. Wah, emang nih enak sih dipakai jarak jauh nih. Sayang banget cuma kita pakai seminggu. Jadi belum sempat kita pakai untuk jarak yang jauh. Oke, coba kita di depan ee ini ya. Kita pakai U-turn dulu si zon test 368E ini ya. Walaupun dia bongsor, tapi karena lan angle-nya bisa ditajamin banget tuh, jadi melakukan U-turn pun bisa dilakukan dengan sangat mudah tanpa menurunkan kaki. Enak loh dipakai buat harian dari posisi riding, dari bantingan. Ih, enak banget. Enak banget. Oke sih. Oke, soal respon mesinnya lagi-lagi karena sifatnya overboard ya, sesuai dugaan dia torsi puncak di putaran tinggi. Jadi dari putaran 6.000 ke atas tuh ya, torsi puncaknya baru terasa. Kalau misalkan kita pakai untuk susul-menyusul disarankan putaran mesinnya dari 5.000 rpm ke atas untuk hasil yang lebih maksimal. Karena torsi 40 Nm-nya itu ya baru terasa di 6000 rpm dan tenaga puncaknya itu berada di putaran tinggi ya. 38,7 PS atau 38,2 horsep-nya itu berada di putaran tinggi. Sehingga kalau mau melakukan overtaking itu pastikan kalian sudah berada di RPM 5000 ke atas. Oke, dan untuk respon mesinnya memang putaran bawah ketika kita melakukan stop and go agak kurang berasa berisi. Jadi memang mungkin akan kalah ya sama skutik-skutik kecil. Tapi kalau kita gas lebih dalam lagi ya, zone test 368E ini masih bisa dihalalkan untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota sekalipun dari segi responsivitas mesinnya. Itu kalau respon mesin di mode sport sebenarnya rasanya kayak mode standar karena kalau misalkan kita ganti ke mode Ec memang untuk putaran mesinnya ketika kita buka gas dia naiknya lebih pelan rasanya. Tapi eh tuas gasnya ini bukan right by wire ya atau throttle by wire, jadi enggak terlalu berefek sih, enggak terlalu berasa ya. Mode echo ini mungkin akan berpengaruh ketika jalanan lenggang ya ketika gitu seperti sekarang ini. Jadi berkendara santai dia biar respon mesinnya enggak langsung mendadak naik menyebabkan konsumsi bahan bakarnya jadi memburuk. Jadi mode berkendaranya itu cuma merubah seberapa cepat dia naik putaran mesinnya. Oke, itu dari segi mesin. Kalau dari segi pengereman, oke, udah dicoba. Pengeremannya empuk, enak banget, bisa kita takar dengan baik. Tingkat pengereman mana mau halus tuh ya, mau halus, mau mendadak pun tuh ABS-nya langsung intervensi sehingga tidak menyebabkan slip di roda depan maupun roda belakang. Jadi melakukan pengereman mau pakem, mau halus itu masih bisa dilakukan dengan sangat gampang di zone test 368E ini. Dan tingkat akurasinya patut dia cungi jempol. Enak banget pengeremannya. Asik banget. Hah, emang nyaman sih. Apalagi didukung fitur ABS, traction control, dan juga parking brake lock-nya ya. membuat zon test 368E ini pengeremannya enak untuk dipakai harian maupun dipakai jarak jauh sekalipun. Lalu untuk mengoperasikan semua yang ada di pandal instrumen ini ya itu bisa dilakukan dengan sangat gampang karena kita bisa meraih tombolnya dengan sangat mudah walaupun memang terbatas tangan gue yang kecil ya jadi tergantung tangan pengendaranya masing-masing. Jadi untuk meraih misalkan untuk menaik turunkan windshield itu agak melepas pegangan kita dari bagian stang dan semisal ya kalian mau membuka menu dascam atau merubah tampilannya itu kalian enggak bisa langsung flyby merubah menu tampilan yang ada di speedometernya yang bisa kita ubah itu cuma bagian tripmeter, kecepatan rata-rata ya, sama konsumsi bahan bakar rata-rata sama estimasi ee bensin jaraknya tinggal berapa lagi itu bisa kita ubah fly. Tapi kalau mau merubah tampilan, merubah buka peta navigasi, mau merubah basecam, kita mesti berhenti dulu sampai kecepatan 0 km/h, terus pencet set agak lama baru kita bisa ubah-ubah menunya. Nih misalkan kita mau pakai dese cam, kita mau nyalain rear kameranya. Nah, oke kita jalan lagi tuh. Jadi cuma aktif di ketika kita diam aja, ketika kita jalan langsung nonaktif semuanya. Ah, misalkan kalian mau ngerekam ya, itu lagi-lagi kalian mesti buka menu descam-nya. Agak repot emang untuk membuka ininya menu descam nih ya. Untuk menyalakan descam-nya kita start recording. Oke, udah back ke menunya. Itu berarti udah recording. Dan kita jalan lagi ya. Coba kita jalan lagi dan nanti hasil rekamannya itu bisa kita playback di speedometernya. Ini bisa kita [Musik] stop recording aja bisa. ini ya. Stop recording. Oke. Dan hasilnya tuh langsung kelihatan di semuanya udah kita bahas. Yang belum kita bahas adalah dengan body sebongsor ini apakah bisa melakukan filtering atau selap-selip di tengah kemacetan? Jawabannya bisa. Tuh. Ya, tapi itu semua balik lagi ke perhitungan kalian. Ingat kalian bawa motor dengan dimensi yang bongsor. Jadi, tolong tahu diri kalau misalkan nyelap-nyelip kasih jalan buat yang motor kecil dulu baru kita bisa lewat tuh ya. Jadi ngelewati kemacetan dengan gampang pun. Kalau misalkan perlu manuver yang kakinya turun, itu bisa dilakukan dengan sangat mudah. Bahkan dengan badan gue yang kecil, cuma 164 cm aja bisa mengendalikan motor ini dengan sangat mudah. Jadi cukup lincah walaupun dimensinya bongsor untuk penggunaan dalam kotak sekalipun atau melewati ganggang kecil. Hebat juga loh ini motor allrounder walaupun kurang di kemampuan offroad-nya. Tambahan ya kalau misalkan kalian pengin tahu dia skema aktif apa enggak. E ada indikator di pojok bawah kanan tuh. Ini indikator aktif apa enggaknya desecam kalian. Terus jika kalian penasaran sama konsumsi bahan bakarnya kita sudah semaksimal mungkin dan didapatkan udah jalan ratusan kilom konsumsi bahan bakar di bawah ini ya. Kalau claim sih bisa sampai 28 km/l ya. Emang enggak irit-irit banget. Cuma lagi-lagi kita karena pakai bensin yang R 92 sementara yang rekomendasi 95. Jadi memang kurang ee maksimal sana. Tapi itu sudah membuktikan kalau motor ini dengan tangki bensin yang besar itu bisa jalan jauh. Gila juga ya. Oke, jadi itu dia konsumus vi banakara dan kalau kalian penasaran motor ini dipakai boncengan nih. Coba kita pakai buat boncengan. Nah, akhirnya ada nih bensin yang berkualitas. Tuh, lihat di belakang gua langsung ngantri kan banyak. Eh, ini baru yang kita cari-cari selama ini. Okelah, sebelum kita isi zon test 368E ini full tank lagi dengan bensin yang berkualitas, kita mau kasih tahu impresi kita mengendarai Zontes 368E ini secara harian. Karena dengan harga R1 jutaan on the road Jakarta, kita udah dapat paket skutik Maxi yang bongsor untuk touring itu udah lengkap banget dari mulai dimensinya, dari mulai kapabilitas kompartemen penyimpanannya yang lega dan fitur-fiturnya yang mumpuni serta performanya enak banget untuk dipakai buat harian juga jarak jauh sekalipun karena kenyamanan yang diberikan. Walaupun memang masih ada kurang sedikit di beberapa faktor, namun zone test 368E ini memang cocok untuk dikasih harga ratusan juta mengingat pajak di Indonesia lagi-lagi CC-nya gede ini si zone test. Jadi mau enggak mau ya harganya juga jadi ikutan gede. Oke, sekian. Itu aja dari kita untuk impresi zones 368E ini. Jika kalian suka dengan konten ini, klik like, subscribe dan tekan lonceng untuk video seru selanjutnya dari Autonet Max. Gua Bag Satrio. Dadah.

Lihat di YouTube