Jungkat

Zyrex D-Tech : Performa Ganas, Harga Cerdas, Ryzen 5, Ram 16GB. Kurang apa lagi? (YouTube Video)

  • 27/06/2025

Sini deh kita kasih tahu. Ini laptop entry level tapi performance-nya beh kencang bener. Secara laptop ini pakai Ryzen 5 yang dulu ada di kelasan harga 7 sampai R jutaan. Tapi Zaher kasih harga yang logis, performance manis, cocok buat kalian yang hidupnya realistis. Jadi, yuk kenalan sama brand atau tipe satu ini, yaitu Z detect. Laptop 1 ini punya performance yang bisa jungkalin brand-brand internasional. Kenapa enggak? Dia punya Ryzen 5 3500 U yang dipadukan dengan RAM 16 gig. Matang banget spesifikasinya. Jadi secara performance udah kayak laptop di harga 5 sampai R jutaan. Coba deh kalian perhatikan atau kalian cari-cari di marketplace di harga segini rata-rata itu dapat di RAM 8 gig. Bahkan ada loh yang di RAM 4 gig. dan sekaligus direct mensolusikan problem kalau kalian upgrade-upgrade entah itu storage atau RAM-nya itu ngilangin garansi dan dia sudah langsung kasih dual channel 16 gig itu gede banget. Selain RAM 16 gig itu tadi, game changernya dia pakai Ryzen 5 3500U di mana kebanyakan di laptop harga sekitar R4 jutaan itu cuman pakai 2 core 2 thread. Ini sudah pakai 4 core 8 thread. Jadi performance-nya bisa bangetlah diadu. Nah, bagaimana performance dari Ryzen 5 3500 U yang dipadukan dengan RAM 16 gig? Kita mungkin akan tes di sintetisnya terlebih dahulu. Sinaband R15 untuk ngukur seberapa kencang otak si ZX ini. Multi skornya kita dapat di 490-an sampai 502 poin lumayan. dan single core-nya ada di 137 poin. Lalu untuk di R23 kita akan tes juga dan kita dapat rata-rata di 2700-an poin dengan skor tertinggi di 2.780 poin. Sempat drop di pengujian keenam menyentuh di angka 2.302 poin. Tapi hanya itu aja kayak sekedar ambil nafas lalu dia kencang lagi. Nah, coba kita lihat grafik pada looping R23 ini. Terlihat di run keenam memang seolah-olah dia ambil nafas ya, tapi habis itu dia naik lagi, kencang lagi dan CPU package power-nya ada di sekitaran 12 wat pengujian keenam. Tapi after itu dia ada di angka sekitar 15 sampai 19 wat itu cukup bagus dan suhunya bisa dikatakan cukup stabil itu dijaga di angka sekitar 75 derajat Celcius saja. Nah, dengan data sintetis seperti itu, laptop ini enggak cuman bisa dipakai untuk ngetik-ngetik, tapi bisa dipakai untuk membuat grafis yang estetik. Pengujian kita ekspor video 4K pada Premiere Pro selesai di 12 menit 49 detik. Ya memang bukan waktu yang kencang untuk sebuah Ryzen 5, tapi pada FHD-nya kita dapat di 9 menit 7 detik. Mending kalian ambil di FHD-nya aja daripada memaksakan di 4K. Lalu untuk rendering 3D pada CPU render-nya kita dapat di 14 menit 20 detik, sedangkan GPU rendernya di 13 menit 49 detik. Dan kita juga pernah bahas di brand sebelah yang pakai spesifikasi sama tapi pakai RAM 8 gig dan waktu itu kita upgrade ke 16 gig tapi performance-nya enggak sekencang laptop ini loh. Kalian coba deh cek di video sebelumnya. Nah, ini kan yang paling kalian tunggu-tunggu untuk cek gaming di laptop entry level. Tapi sebelum masuk ke pengujian gaming-nya, kita coba cek sintetisnya terlebih dahulu. Kita akan tes di 3D Mark. Ini salah satu simulasi untuk bisa melihat seberapa jauh IGP atau grafic integrated-nya untuk kalian bisa pakai main game. Untuk 3D Mark stress test di Spy untuk standar kelurusannya ada di 97% tapi laptop ini berada di 93,1% artinya enggak lulus uji stres tes dan performance-nya juga agak sedikit naik turun pada pengujian stres tesnya. Dan itu juga terbukti tadi pada pengujian R23 sempat drop di pengujian keenam dan habis itu dia naik lagi. Nah, untuk fire strike-nya kita dapat skor di 1610 dan ini salah satu simulasi untuk pengujian direct 11 dan untuk time spy-nya di 651 poin. Nah, dengan skor seperti ini harusnya integrated GPU-nya atau Vega 8-nya sudah cukup untuk bisa melakukan game-game kompetitif seperti Valoran atau Dota 2. Kalau enggak percaya, yuk kita coba. Dota 2 dengan setting fastest dengan resolusi kita pakai HD, kita masih dapat rata-rata di 43 fps dengan maksimal di 52 fps. Tapi memang agak drop saat war gede gitu ya, itu turun sampai 27 fps. Gensin impact di setting low dan resolusi SD kita masih dapat di sekitar 48 FPS. Maksimalnya sudah di 60 fps. Tapi memang beberapa simulasi itu nge-edrop di 28 fps. Tapi masih lumayan lah ya. Kalau untuk Valoran setting low dan resolusi SD ini aman banget teman-teman. Minimalnya aja kita dapat di 73 FPS dan average atau rata-ratanya 83 frame pers dan maksimalnya itu di 137 mengingat layarnya ini cuman 60 Hz harusnya cukup banget sih. Atau kalian naikin dikit itu juga bisa. Intinya zchini bisa bangetlah kalian pakai untuk game-game kompetitif seperti tadi gitu ya. Cuman memang kalian harus agak realistis, resolusi harus HD dan grafik kita buat low. Valoran tapi bisalah masih medium itu. Nah, pada saat kita pakai bermain game, suhu permukaan keyboard-nya itu mencapai di 46,7 derajat Celcius. Tapi untuk area WASD itu cuma di 43,9 derajat celcius ya. Artinya masih anget-anget kuku lah ya. Enggak yang sampai ganggu banget seperti itu. Kalau dipakai main game dan produktivitas seperti Premier itu aman banget. Harusnya untuk hal-hal yang berbau ya, Office, Word, Excel, PowerPoint itu juga aman banget buat kalian. Nah, terbukti juga pada ekspor PPT itu PDF 150 lembar, laptop ini hanya menyelesaikan dalam waktu 16 detik. Cepat banget untuk sebuah laptop di harga 3 sampai R jutaan. Dan randomis data Excel yang besar sekali itu selesai pada 98 detik. Salah satu alasan kenapa dia bisa sekencang itu ya karena memang karena 4 core dan 8 tradnya. Dan seperti yang dijelaskan di awal tadi, rata-rata laptop di harga segini cuma 2 core 2 trad atau 4 core 4 trad. Ini jauh lebih kencang dan jauh lebih banyak jumlah tradnya. Nah, sekarang kita akan bahas mengenai desainnya. Kalau desainnya sih cukup oke, simpel, enggak neko-neko. Logo Zirek juga di bagian kanan atas ini juga enggak terlalu mencolok, enggak yang overbranding gitu ya. Warnanya juga polos. Ini cakep banget dengan finishing dove. Tapi memang agak disayangkan kalau kalian sentuh seperti ini, itu masih sedikit banget meninggalkan jejak fingerprint. Dan yang paling menarik dari laptop brand Z ini hampir di keseluruhan SKU-nya ya, enggak ada kopong sama sekali. Jadi kalau kalian ketuk gini, nah itu kesannya solid banget dan bobotnya bisa dikatakan lumayan ringan untuk sebuah laptop di 14 inch itu hanya 1,4 kilo. Dan pada saat kita bongkar juga enggak ada tuh pemberat-pemberat lain yang kayak di beberapa laptop ODM lain. Kalian tahulah ya harusnya laptop apa. Nah, untuk opsi upgrade-nya juga bisa dikatakan cukup full. Harusnya kalian sudah enggak perlu upgrade-upgrade lagi. Dia sudah RAM dual channel. Tapi kalau kalian butuh storage tambahan, kalian harus lepas storage yang memang di internalnya kalian harus pasang yang lebih gede karena enggak ada slot tambahannya. Selalu saya apresiasi mengenai keyboard dari Zc ini di bagian kanan tombol navigasinya kalau kalian pakai untuk office gitu enak banget. Multimedia juga enak banget juga. Dan finishing keyboard-nya bukan sekedar kayak keyboard-keyboard murahan. Dia finishingnya halus juga bukan kayak sablonan. Dan yang cukup menarik dari keyboard-nya juga untuk harga di R jutaan dia sudah include backlit keyboard. Jadi cakep kalau kalian pakai nongkrong atau mungkin gelap-gelapan gitu ya, lampu mati ini sudah enak sih. Dan untuk touchpad-nya no complain sih, bukan yang gede banget dia senter terhadap spasi juga tapi paling enggak semua fitur dari e Windows gestur-nya itu jalan normal. Dan untuk layarnya sendiri mungkin ini bagian trade off karena dia sudah nawarin performance yang kencang. Jadi kalian enggak bisa berharap layar yang IPS full HD atau bahkan sampai 100% sRGB ya memang harus layarnya di harga segini untuk mendongkrak harganya lebih murah harus pakai penalty end dengan resolusi SD dan color gambutnya pun pada saat pengujian kita kita dapat 54,2% untuk sRGB-nya. Adob RGB-nya di 46% dan P3-nya di 43% dan NTSC-nya di 47% aja. Jadi kurang cocok mungkin ya untuk kalian yang memang fokus di akurasi warna. Tapi paling enggak kalau kalian butuh laptop yang multitasingnya oge banget di rentang harga yang sama, ini paling enggak bisa jadi pilihan sebenarnya. Tapi untuk brightness-nya walaupun dia enggak kasih akurasi warna yang tinggi, tapi brightness-nya lumayan di 290 nit. Jadi kalian masih bisa pakai di luar ruangan. Tapi memang enggak bisa langsung di bawah terik matahari. Tapi siapa juga yang pakai laptop di bawah trik langsung jadi agak meneduh dikit itu layarnya masih enak kok, masih cukup terang. Nah, ZX Det ini juga dibekali port yang cukup banyak mulai dari USB type E, combo jack audio, dan micro SD slot itu juga ada. Selain itu juga ada HDMI, USB type C yang mendukung display port dan power delivery. Jadi, kamu bisa hubungin dua layar sekaligus. Dengan baterai yang enggak terlalu gede di 45 wat hours, ya memang kita enggak bisa berharap pemakaiannya bisa panjang banget. Apalagi dia pakai prosesor yang cukup kencang di Ryzen 5 3500. Pada pengujian kita di PC Mark 10, kita dapat waktu di 5 jam 42 detik dengan catatan brightness kita buat 50% dan volume-nya kita buat 20% dan tidak terkoneksi dengan Wii atau internet. Nah, untuk simulasi real use-nya kita coba pakai 10 menit dengan beberapa skenario. Yang pertama YouTube streaming itu menguras di 7% lalu, untuk mengetik dan produktivitas ringan itu berkurang 4%. Tapi kalau dipakai main game 10 menit bisa berkurang 10% ya. Kalau mau kalian pakai untuk produktivitas lain selain main game gitu ya masih cukup enak. Tapi kalau kalian main game kayaknya kalian mending colok chargernya deh. Dan yang pasti dengan colok charger performance-nya juga pasti lebih oke. [Musik] Dan kesimpulannya apa? Untuk sebuah laptop di harga R jutaan, ada juga yang pasang mungkin di harga R juta kurang sedikit gitu ya. Laptop ini bisa dikatakan cukup matang dan perfect dengan Ryzen 5 3500 U. RAM-nya juga sudah gede 16 gig kalian enggak perlu upgrade-upgrade lagi juga apalagi juga sudah dual channel. Storage-nya juga sudah pakai SSD NVME jadi aman banget, kencang juga dan performance-nya bisa banget kalian pakai untuk multitasking dan bahkan untuk desain-desain ringan. Untuk main game pun aman asalkan kalian enggak berharap main Cyberpunk 2077 di laptop ini. Dari performance benchmark-nya pun bisa diandalkan. Konsistensinya cukup oke sebenarnya. Walaupun dia tidak lolos uji stres tes dengan hasil 93% tapi memang performance-nya bisa kok diajak jangka panjang. Portnya juga cukup lengkap dan salah satu sisi trade off-nya itu ada di bagian layar yang memang bukan layar yang cakep banget tapi apa yang bisa kita harapkan dari laptop di harga 3 sampai R jutaan. Enggak lupa juga laptop ini punya garansi 2 tahun dan punya service center yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Dan biar gak ngenes-ngenes banget, jadi ingat layarnya bisa kalian tekan juga sampai 180 derajat seperti ini. Oke, cukup sekian pembahasan dari ZX Detect kali ini. Kalau kalian memang ada pertanyaan mengenai laptop ini, kalian bisa tuliskan di kolom komentar. Siapa tahu juga didengar oleh tim Z. Oke, cukup sekian video kali ini. Saya Rico.

Lihat di YouTube