Zyrex D-Tech Pro: Ryzen 5 6600H + RAM 16GB di Harga Rp 6 Jutaan, Gila Sih Ini! (YouTube Video)
Ini adalah laptop lokal yang sering banget direquest. Ternyata setelah saya cek emang ternyata dia sangat GG untuk kelas harganya. Byin aja harganya R jutaan pakai Ryzen seri H. RAM-nya 16 GB LPDDR5 kewenceng. Sturaage-nya 1/2 TB NVME yang speed-nya tembus di 5.000-an Mbps. Coba laptop 6 jutaan mana yang mau ngasih spek kayak gini? Apalagi ini semuanya juga udah aluminium, ada backl keyboard. Bah, jadi kenalin ini adalah ZCH Pro. [Musik] Jujur aja saya ngikutin ZX ini mulai dia masuk ke ranah consumer ya. Karena biasanya kan ZX itu masuknya ke ranah komersial ya. Dan sejak dia launching sampai sekarang improve-nya itu benar-benar cakep. Dia pakai body metal yang kelihatan enggak kayak laptop 6 jutaan sama sekali. Bagian dalamnya pun rapi banget. Ada dua buah fan dan tiga buah heat pipe. Dan ada slot tambahan untuk kalian bisa tambah extra storage dengan maksimal NVM Gen 4. Semuanya terlihat dan disusun rapi, enggak asal-asalan. Untuk spesifikasinya seperti yang saya bilang tadi, dia pakai seri H. Ini adalah prosesor yang biasanya ada di laptop gaming. Jadi dia pakai Ryzen 5 6600H 6 core 12 Red dengan base speed di 3,3 GHz yang turbo boost-nya bisa sampai 4,5 GHz dengan L3 Kiss maksimal ada di 16 MB. Wah, itu gede banget. RAM-nya 16 GB DDR5. Nah, yang menarik lagi ada di sini, Guys. Walaupun dia enggak punya dedicated GPU, tapi dia punya IGP yang kencang banget. Dia pakai Radeon 660 yang bisa kalian atur VAM-nya. Jadi, UMA buffer size-nya bisa kalian ganti via. Bahkan ada pilihan sampai 16 GB. Andai saja ada varian yang LPDDR R5 32 GB itu bakalan lebih cakep sih karena kita bisa pinjam memori RAM untuk V RAM bisa sampai 24 GB. Tapi segini aja udah cukup kok. Nanti kalian lihat di bagian performanya deh. Kita lanjut dulu ke SSD ya. Jadi, SSD-nya dia pakai 512 GB. Yang RID-nya itu di 5.000-an dan untuk wi-nya di 2.500-an. Untuk kelas harga Rp jutaan ini udah kencang banget. Tapi pasti bakalan timbul pertanyaan di kalian, "Bang, kenapa kok pakai Ryzen 5 6600H ya? Kenapa enggak pakai yang baru? Ryzen 5 735 HS." Sebenarnya Ryzen 57535 HS itu kayak apa ya? Kayak refreshement aja, bukan baru ya, tapi refreshment dari 6600H. Karena seri HS itu kepanjangannya high performance slim, jadi dia disunat gitu TDP-nya sekitar 10 watt biar lebih hemat baterai. Coba sebelum masuk ke pengujian performa, kalian lihat tabel ini dulu. Dan kalau kalian lihat sebenarnya antara Ryzen 5 6600H dengan Ryzen 5 7535 HS itu sama. Dan sekarang kita coba untuk masuk ke pengujian sintetisnya dulu ya. Di sin Benz R23 kita dapat rata-rata itu 10.186 poin saat kita looping 10 kali. Dan yang bawah itu hasil dari Ryzen 57535 HS yang sekitar 1 bulan lalu kita review di produk lain di mana kita dapat skor yang mirip-mirip juga. Bahkan Ryzen 5 6600H itu 98 poin lebih unggul. Kondisi baterai only turun kurang lebih 13% dengan 10 kali looping kita dapat rata-rata di 8.779 1779 poin dan single core-nya di 1443 poin. Sinbandch R24 juga punya hasil yang mirip pada charging mode kita dapat hasil 532 untuk multioree performance dan 84 poin untuk single core performance. Sedangkan baterai only dapat 512 poin untuk multiore dan single core-nya di 83 poin. Penurunan performanya itu sekitar 3 sampai 4%. Nah, itu kalau biasanya ada di laptop gaming wah penurunannya bisa sampai 30%. Tapi di sini penurunannya cukup oke sih karena cuma 3 sampai 4%. Sekarang kita coba untuk real use performance-nya ya. Kita coba untuk editing dulu. Seperti biasa Adobe Premiere Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai. Kita coba export ke 4K. Dia selesai dalam 4 menit 15 detik. Kalau full HD selesai lebih kencang dengan 3 menit 11 detik. Nah, buat kalian yang suka rendering 3D pakai blender, kita coba pakai template BMW. CPU rendernya itu bisa menyelesaikan dalam waktu 4 menit 20 detik. Dan GPU-nya karena IJP ya mirip-mirip 4 menit 19 detik. Sebelum ke gaming, kita coba untuk 3D Max-nya dulu ya. Kita coba stability eGPU-nya ini kayak gimana. Dan hasilnya enggak kaget sih kalau dia lolos uji stress test ya dengan skor 99,2% karena ya itu tadi kalau kita lihat bagian dalamnya hardware-nya itu rapi. Ada dua fan dan tiga buah heatbik. Kalau untuk hasil time spy dan juga festrike-nya sih standarnya IGP ya. Tapi yang saya salut sih ya skor untuk stress-testnya tadi. Sekarang kita coba untuk mainin game di laptop ini yang ternyata performanya memang enggak bisa diremehkan ya. Kita coba dulu di game Dota 2 settingan fastest full HD. FPS-nya stabil banget rata-rata di 80 FPS dengan minimum cuma 77 dan maksimumnya bisa tembus 89. Buat kalian yang suka war rame-rame enggak akan drop tiba-tiba. Tuh Valoran, wah Valoran sih overkill ya. Rata-rata bisa tembus 174 FPS bahkan sempat nyentuh 226 FPS. Aim harusnya makin akurat asal kalian jago ya. Kalau tetap enggak kena sih ya kalian salahin tangan atau mouse-nya lah jangan laptopnya. Genip dengan settingan lowest dan medium. Di setting terendah bisa jalan stabil di 60-an FPS. Ideal buat explore atau daily quest. Di setting medium turun rata-rata jadi 45 fps. Tapi masih cukup playable. Masih cocok kalau kalian pengen mainnya tanpa nge-lag asal enggak maksa ke highest. Karena highest itu rata-ratanya di 30 fps. Kadang bisa drop sampai 30 fps. Medium aja udah cukuplah. Dan ingat, harganya ini R jutaan loh. Tapi kalau kalian mainnya tanpa charger atau baterai only, Gensin Impact itu cocoknya di settingan lowest sih. Kita masih bisa dapat rata-rata di 55 fps. Kalau untuk suhu temperatur bagian dalam dulu ya, kita ngomongin bagian dalam dulu. Ketika kita export 4K pakai Premiere Pro tadi stabilnya itu di 65 derajat celcius. Masih aman-aman aja kalau full HD ya mirip sih 65 derajat celcius juga. Terus kalau digunakan untuk main game, contohnya Dota selalu di bawah 70 derajat Celcius. Valoran ya. Spike kadang bisa di atas 80 derajat celcius, tapi kalau kita ngomongin average di 75 derajat celcius. Kalau Gensin Impact di kisaran 78 derajat celcius. Nah, gimana kalau untuk suhu permukaannya? Jadi, setelah kita stres tes sig BCH 3D Mark game nonstop, kita tes suhu permukaannya. Menariknya dia dingin dengan suhu tertinggi itu di 36,9 derajat Celcius. WASD 32,4 derajat Celcius. tombol-tombol yang sering kita mainin. Terus kalau dia digunain untuk kodratnya untuk Office ya, Microsoft PowerPoint ya 150 slide kita export ke PDF itu selesai cuma dalam waktu 9 detik aja dan Excel randomis data yang gede banget selesai dalam waktu 31 detik. Lanjut kita bahas baterai. Untuk kapasitas baterai yang ditanam di laptop ini lumayan gede sih ya di 60 watt hour. Biasanya kalau laptop 6 jutaan itu komprominya dipaterai ngasihnya 45 kalau enggak 48 wat hour. Tapi ini enggak 60 watt hour. Jadi walaupun prosesornya seri H, baterainya masih bisa di-andelin. Pada pengujian PC modern Office yang dia itu mensimulasikan ya kita pakai laptopnya buat kerja, kita dapat waktu hampir 9 jam loh ya. Dan pada pengujian ril-nya untuk video streaming YouTube berkurang 4% untuk penggunaan 10 menit. Untuk ngetik-ngetik aja itu 3% pakai Wii dan untuk gaming 10 menit dia berkurang sekitar 11%. Nah, sekarang kita bahas desainnya ya. Karena desainnya untuk kelas 6 jutaan ini menurut saya brand-brand internasional aja kalah loh ya karena input device dan desainnya enak banget. Bagian punggung backover-nya udah pakai bahan material metal yang solid, adem di tangan dan kerasa super premium. Warnanya juga kalem, enggak norak dan enak banget untuk dilihat. Tapi saran saya buat Zarek ke depan kalau untuk logo Zarek yang di bagian belakang sih menurut saya udah bagus ya. kelihatan lebih simpel, minimalis, dan elegan karena pakai finishing kayak debos yang nyatu sama warna dasar laptopnya. Tapi ada tulisan zx yang di depan, di bawah layarnya. Menurut saya ini terlalu demblok gitu, terlalu gede. Jadi kalau ke depan dikecilin lagi atau pakai logo Z gitu aja, menurut saya sih bakalan lebih cakep ya. Tapi yang menyenangkan, finishing dove silver-nya ini enggak gampang nempel fingerprint, jadi bisa kelihatan bersih terus laptopnya. Port di laptop ini juga lumayan lengkap. Ada type A 3.0 USBC full function, bisa display port dan power delivery juga ada. HDMI masih ada, bahkan sampai cancing ton lock juga masih ada. Konektivitas lain yang wireless, dia Wii-nya udah pakai WiFi 6e. Ingat ya, 6 jutaan dia udah pakai WiFi 6i. Bluetooth-nya pakai Bluetooth 5.2. Terus apa yang dikompromi dong? Ternyata setelah saya cari tahu layarnya sih walaupun sebenarnya layarnya ya untuk kelas harga R jutaan udah oke, udah standar. Dia pakai panel IPS yang view angle-nya luas, resolusinya juga udah full HD plus dan dia juga udah pakai golden ratio dengan aspek rasionya itu 16 bing 10. Tapi pas kita tes dia pakai Kalman ya, untuk sRGB-nya itu lumayan rendah sih. Hampir 60% sRGB. P3-nya 51,5%, adop RGB 47,9%. Ya, belum sampai yang 100% sRGB gitu. Tapi untungnya brightness-nya untuk kelas harga R jutaan udah oke banget karena tipikalnya nyentuh di 310 nitz. Untuk kamera kita patut puji lah ya karena dia punya kualitas kamera yang lumayan cakep dengan resolusinya full HD 30 fps bukan 720p. Walaupun kalau dipakai di kondisi minim cahaya masih ada beberapa noise tuh agak kelihatan, tapi setidaknya wajah kita itu enggak jadi kayak karakter Minecraft yang kotak-kotak gitu. Jadi masih aman untuk kelas harganya Rp jutaan masih okelah. Dan kira-kira suara mikrofonnya seperti ini. Yang kalian dengarkan dari tadi adalah suara mikrofon dari ZX Pro. Lanjut ke input device. Keyboard-nya ini clean, finishingnya juga halus. Bukan yang berasa kasar kayak amplas di laptop-laptop entry rivel. Terus travel distance-nya juga pas, feel-nya empuk, dan ukuran tiap tombolnya juga besar. Buat saya ini termasuk keyboard yang menyenangkan untuk ngetik dalam jangka waktu yang lama karena jari saya itu termasuk tergolong tuh, lihat gede-gede. Tapi kalau ngomongin layout, saya pribadi lebih suka versi detect yang basic ya, karena di sana ada tombol navigasi full di sebelah kanan. Lebih praktis buat kerja spreedset atau editing. Laptop ini juga udah dilengkapi sama backlit keyboard dengan dua level kecerahan. emang belum support fake laptop mahal yang backl-nya itu rapi dan merata, tapi setidaknya cukup membantu kalau kerja di ruangan gelap sambil nongkrong di kafe remang-remang. Touchpad-nya juga udah lebar, solid, jauh lebih baik dibandingkan seri Zarx sebelumnya. Semua gester windows seperti swipe, pins dan tab jalan mulus tanpa delay. Kesimpulannya ya pilihan laptop 6 jutaan makin enggak masuk akar sih kompetitornya makin banyak. Apalagi setelah munculnya laptop gila yang satu ini ya. Tapi emang tipe ini gak bisa diunderestimate karena dia punya prosesor yang kencang banget. Ryzen 56600 H, RAM-nya 16 GB LPDDR5 yang kencang juga, SSD juga kencang plus masih ada satu slot lagi. Turuningan di laptop ini juga enggak remeh juga. Dengan prosesor sekencang ini, laptop ini berhasil lolos uji stres-stes dengan hasil meyakinkan dan bisa mempertahankan clock speed tingginya pada pengujian sintetis. Ya, hasil ini sih enggak lepas dari sistem coolingnya ya. Karena biasanya laptop 6 jutaan ini itu pakai single fan. Nah, ini enggak. Dia pakai dua fan dengan tiga headpack. Udah kayak laptop gaming. Kalau dari saya sih ya cukup menyenangkan ya. Karena sekarang laptop lokal itu makin terlihat enggak cuma itu-itu aja makin kompetitif yang bisa ya nge-push brand internasional juga. Kalau kalian lihat kan brand internasional juga mulai ngeluarin produk-produk yang terjangkau. Tuh. Soal garansi, Z ngasih garansi ini 1 tahun dan service centernya juga udah lumayan banyak tersebar lah kalau Zarx itu termasuk brand lokal tertua juga di Indonesia. Paling kalau untuk kekurangannya menurut saya ya laptop lokal ya termasuk Zarex ini belum ada OHS terus layarnya tadi belum 100% sRGB. Tapi itu belum bukan kekurangan sih karena harganya Rp juta ya biasanya standar laptop Rp jutaan itu kadang aja ya brand internasional itu masih pakai penalty ini udah IPS sih tapi color akurasinya ya untuk cost efisiensi tapi gimana menurut kalian apakah kalian tertarik sama laptop 6 juta ini kalau kalian udah pegang barangnya sih saya rasa kalian pasti tertarik sih karena kayak enggak kelihatan 6 jutaan gitu kayak dia solid dan performanya pun juga kencang nanti link pembilihannya akan saya taruh di pojok kiri bawah ya saya di KT Budi and see you on the next video by Bye byye. Yeah.
