1 Charger Bisa Ngecas Laptop, Tablet, Hape, dll !! Vention Dash Pro 140W (YouTube Video)
Di tas saya yang kecil ini itu biasanya ada empat charger. Jadi ada charger laptop, chargernya smartwatch, tablet, terus chargernya TWS. Bah, ribet. Sampai akhirnya saya nemu charger yang bisa semua. Nah, ini adalah charger dari Fension yang punya daya 140 watt dan ada 4 port. Plus ditambah ada layar yang bisa nunjukin proses charging secara langsung. Kalau emang benar kayaknya kepala charger ini ya lebih berguna deh dibandingkan kepala BGS. Tapi apakah benar charger dengan 4 port ini bisa bikin hidup saya lebih ringkas atau sebenarnya dia cuman kepala charger yang ditambah layar aja biar kelihatan keren dan mahal. Langsung aja kita bahas. Hai Andika, guys di sini kenalin ini adalah Fansion Dasust Pro 140 watt. Charger gun dengan empat port yang 3 USBC, 1 USBA dan ada layar TFT di bagian depan. Dan satu charger ini bikin kalian yang punya banyak gadget bisa lebih ringkas, lebih praktis, lebih efisien. hidup itu lebih mudah lah. Dulu ketika HP itu masih mahal, tablet mahal, laptop mahal, mungkin orang masih punya satu HP aja lah. Tapi sekarang minimal saya lihat ya, orang itu udah mulai punya dua HP. Jadi ada HP utama, HP kedua, belum lagi laptop, tablet, smartwatch, TWS, kamera pocket. Wah, sekarang kan makin banyak. Dan untuk ditaruh di satu tas itu pasti butuh semuanya butuh chargernya. Makin berat tasnya. intinya device makin banyak, yang butuh dicas juga makin banyak dan chargernya pun makin banyak. Sementara colokan ya segitu-gitu aja. Apalagi biasanya di kafe kita biasanya itu cepat-cepetan ya kayak, "Wah, itu kursi ada colokan tuh duduk sana aja deh." Terus kalau keduluan, wah enggak semua kursi di kafe itu ada colokannya. Karena jelas yang punya kafe karena kebetulan saya juga punya kafe sebenarnya enggak mau ngasih colokan. Kenapa? Karena kalian enggak pulang-pulang dan kalian ordernya cuman satu kopi aja buat 6 jam. rugi. Nah, di sinilah sebenarnya wah saya jadi ngasih ngerekomendasi buat orang yang sering ke cafe ya. Jadinya mohon maaf ya pengusaha cafe tapi ini emang bagus sih ya. Jadi fansion Das Pro ini multiport-nya dia relevan karena menawarkan sesuatu yang beda yaitu konsolidasi. Beberapa charger bisa digantikan oleh satu adaptor ini aja. Fansion Das Pro ini pakai teknologi gun ya, bukan teknologi kaskus yah. Ini orang lama banget ya. Kaskus gun. Jadi gun itu adalah galium nitrat. Sederhananya, teknologi GAN ini memungkinkan charger menghasilkan daya besar, tapi ukurannya lebih ringkas dibandingkan charger konvensional dengan kemampuan serupa. Ibaratnya udah kayak baju perangnya Iron Man lah ya, dari Iron Man generasi pertama sampai terakhir makin ringkes makin kompact. Tapi kalahnya cuma satu jentikan Thanos aja. Secara ukuran verion Das Pro ini emang lebih gede dan lebih berat dibandingkan charger HP biasa. Beratnya ini 308,5 gr bahkan lebih berat dibandingkan HP fold-nya Samsung ya yang punya dua layar ya. Secharger laptop lah ya. Tapi ini kan udah bisa gantiin charger laptop, charger HP, charger tablet dan lain-lain yang range-nya masih 140 wat. Apakah bisa untuk ngegantiin chargernya laptop gaming? Hmm, bisa tapi kurang optimal ya. Karena biasanya laptop gaming itu minimal, apalagi yang high performance itu 200 watt. Charger ini punya tiga port USBC dan satu USBA. Jadi, USB C1 dan USB C2 menjadi port utama karena bisa berikan daya paling gede. Jadi, bisa 140 watt kalau digunain sendiri. Ya, sama kayak kalian ngecas mobil listrik. Kalau misalkan kalian lihat cas mobil listrik itu 200 watt. Ketika kalian pakai ya itu 200 watt buat kalian sendiri. Tapi ketika udah ada orang lain masuk pakai charger juga, nah itu biasanya dibagi 100 watt 100 watt. USBC yang ketiganya ini bisa digunakan untuk HP, tablet, powerbank, atau perangkat lain dengan kebutuhan daya yang lebih kecil mungkin Samsung atau iPhone ya. Samsung kan 45 watt, iPhone di 25 watt masih oke. Sedangkan satu port sisanya USBA masih disediakan untuk kabel dan perangkat lama dengan maksimal 22,5 watt. Tapi kan, Bang, adaptor itu kan punya protokol beda-beda ya. Saya punya charger 80 watt tapi ngecas device Samsung tetap enggak super fast charge, beda protokol. Tapi untungnya charger ini udah punya beberapa protokol yang juga dimiliki sama protokol HP lain. Kayak contohnya ada power delivery, PPS, HIS, AFC, FCP, UFCs, UF, Smackdown, ada semua yang artinya charger ini bisa berikan fast charging yang paling optimal untuk iPhone, Samsung, Google Pixel, MacBook, iPad, handheld gaming, Huawei, dan banyak Android lain dan juga laptop yang pakai USBC kayak contohnya Axio. Axio itu 65 watt masih bisa juga. Selanjutnya bagian yang paling menarik itu ada di layar bagian depannya ya. Walaupun belum OLED ya, masih TFT tapi buat apa adapter OLED ya? Sayang banget harganya terlalu mahal nanti. Jadi layar TFT-nya ini ukurannya 1,3 inch dengan 240 * 240. Di bagian depannya, layar ini punya kecerahan sampai 500 nits dan bisa menampilkan berbagai informasi kayak contohnya pengisian daya, arus, dan suhu charger secara real time. Ada juga indikator berbentuk ekspresi atau emoji yang berubah mengikuti kondisi saat charging. Misal emoji sleepy face saat standby atau enggak dipakai ngechas atau proud face saat fast charge at full skill ketika charging di 60 sampai 160. Dan emoji marah atau angry yang menandakan peringatan saat suhunya di atas 70 derajat. Kalau Tomo itu ekspresi ngecasnya gitu kayak agak agak sakit gitu ya kalau Tomo ngecas ya. Tapi kalau saya ngecas sih ah jangan dibas deh. Selain itu layarnya juga bisa menampilkan temperatur DSP mode switch voltage ampere dan individual output dan total output. Tapi kan Bang adapter itu sebenarnya enggak butuh layar ya. Adapter kan gunanya ngecas. Benar. Tapi layar ini berguna untuk kita bisa lihat apa yang sebenarnya terjadi ketika dia lagi ngecas device. Misalnya di charger tertulis 140 watt tapi laptopnya cuma nerima 45 watt. Nah, dari layar ini kita bisa cari tahu penyebabnya apa. Bisa jadi laptopnya memang hanya butuh 45 watt. Bisa juga baterainya udah hampir penuh, suhunya meningkat atau kabel yang digunakan enggak ngedukung daya yang tinggi. Jadi, layar ini bisa bikin proses ngecas itu lebih transparan ya. Keren ya. Karena saya kenal tuh ada pemerintah di daerah sana. Pemerintahnya itu enggak transparan sama sekali. Dan ada satu hal penting yang perlu dicatat ya, 140 watt itu adalah total dari dayanya. Jadi jangan kalian kira ketika kalian colokkan empat-empatnya langsung semuanya dapat 140 watt enggak ya. Itu total dari dayanya. Jadi kalau kep pakai 4 ya gampang aja 140 watt / bagi 4 gitu. Gampangnya ngitungnya kayak gitu aja deh. Jadi misalkan kalian lagi ngecas dua laptop sekaligus ya biasanya dibagi bakalan 70 watt 70 watt. Tapi di perangkat lain biasanya itu enggak dibagi langsung 7070 gitu enggak. Tergantung device-nya juga tergantung port mana yang kalian pakai juga. Karena kayak contohnya USBC yang nomor USBC 3 ada nomornya itu maksimal cuman 30 watt. Terus USB A-nya maksimal juga cuman 22,5 watt. Jadi kalau misalkan kalian mau ngecas cepat ya pastikan di USBC1 atau USB C2 ya. Jangan di USB C3-nya karena maksimum cuma 30 wat tadi. Terus biasanya kalau misalkan kita lagi ngecas dua device sekaligus terus device satunya dicabut, nah itu biasanya proses ngecas di device yang belum dicabut tadi dia bakalan enggak ngecas. itu kayak proses negosiasi ulang lah ke dia ngitung dayanya dulu terus setelah itu dia ngecas lagi dengan daya yang ada buat device itu. Dan das Pro 140 watt ini menurut saya jelas kelebihannya adalah kayak kalian punya empat colokan terminal tapi di dalam satu genggaman aja enggak rebutan. Kayak contohnya di meja kerja deh daripada terminal listrik dipenuhi berbagai kepala charger kayak di awal tadi Pro ini bisa dijadikan pusat pengisian untuk laptop, HP, tablet, dan perangkat kecil lainnya. Kedua, saat di luar mungkin ya, lagi WFC atau lagi meeting, kadang colokannya cuma satu, udah dibuat rebutan, udah kayak macam kursi jabatan. Wah, berma tadi ya, berma. Jadi bukan karena saya nyindir ya, tapi rimanya. Ketiga, jelas saat traveling. Karena satu adapter kalian bisa ngecas empat alat traveling kalian sekaligus. Mau di Gio, semua, pocket, laptop, smartwatch, tablet, kamera, semuanya bisa dicas pakai satu alat ini aja. Jadi menurut saya si fanion Des Pro 140 watt ini nilai utamanya itu bukan karena lebih kecil dibanding charger yang lain, tapi karena satu dash pro ini bisa menggantikan beberapa charger sekaligus. Ini sekaligus menjawab keresahan dan juga masalah kita di awal tadi. Karena biasanya ketika traveling yang di bawah itu banyak tapi adapternya juga ikut banyak. Cukup satu ini aja udah bisa ngecas empat device sekaligus. Tapi kalau kita mainin kekurangannya ya si Fansion Das Pro ini bukan untuk semua orang juga sih. Pertama ukurannya emang cukup gede dan berat dibandingkan charger HP biasa. Ini bisa jadi problem ya. Karena kalau misalkan stop kontaknya itu udah lama, kalian colokkan ke sini kan berat ya. Jadi stop kontaknya itu bisa longgar dan gampang rusak. Jadi pastiin stop kontaknya juga harus stop kontak yang kuat ya, jangan yang murah. Kedua kualitas kabelnya juga harus menentukan ya. Karena kalau misalkan chargernya udah oke, tapi kabelnya cuma yang 5 amp, ya percuma daya yang masuk juga lewat kabelnya itu enggak bisa optimal. Terakhir, beberapa HP menggunakan technology charging proprietory atau HP tersebut mungkin tetap bisa pakai dash pro tapi kecepatan maksimalnya baru keluar ketika dia pakai charger bawaan orinnya. Sama kayak chargernya Realme, Xiaomi itu biasanya kalau misalnya pakai charger orinnya baru tuh kencang banget. Nah, si Fension Des Pro 140 watt ini harganya lumayan ya. Harganya itu ada di Rp749.000 hampir sejuta mungkin buat orang awam adapter aja sampai Rp700.000 ngapain sih? Tapi sebenarnya adapter itu penting ya. Karena kalau misalkan kalian beli adapter murah, HP kalian misalkan full 8 R3 jutaan, aduh sayang banget ya itu bisa bikin baterai HP kalian itu lebih cepat rusak. Tapi kalau misalkan cuman untuk mau satu device saja kayak contohnya Samsung Galaxy Z gitu kan 45 watt ya. Kalian bisa pakai charger yang ini nih, yang hitem ini 45 watt. Harganya itu cuma Rp19.000. Cuman dia ada satu pot aja, enggak 4 pot. Versi 45 watt ini ya cocok buat full 8, iPhone apalagi ya yang enggak sampai 100 watt mungkin laptop. Laptop yang 65 watt ya walaupun selisih 20 watt yang penting dia masih bisa ngisil lah ya. TWS smartwatch dan lihat 45 watt aja sekecil ini karena dia juga pakai teknologi Gun juga sama. Ini namanya Ges. Kayak lucu ya Gendes ya. Gandes. Gend 45 watt. Ini punya beberapa varian warna. Jadi ada yang warna hitam, seramic white, dan IC pink. Punya kompatibilitas 110 sampai 220 volt yang artinya bisa dipakai juga di berbagai negara. Terus dia juga udah punya sertifikasi RUHS yang intinya ini dua standar regulasi keselamatan dan lingkungan yang ditetapkan oleh Uni Eropa untuk produk elektronik. Karena contohnya kayak powerbank deh. Powerbank itu kan ada CC sekarang ya untuk naik pesawat. J sebenarnya ini mirip kayak gitu, jadi udah dites juga pakai sertifikasi itu. Intinya dia gak gampang meledak. Nah, kalau untuk kebutuhan yang lebih sederhana ini ada yang putih ini 30 watt, harganya itu Rp10.000. Dia pakai teknologi gun juga. Yang ini cocok buat HP, tablet kecil, TWS, powerbank, atau perangkat USBC yang enggak butuh daya besar. Kalau yang ini sih cocok buat pengguna yang punya tiga device lah ya, HP, TWS, dan smartw. Jadi kalau misalkan lagi butuh tinggal dicolok ganti colok ganti gitu biar lebih ringkes saja hidupnya dan murah Rp10.000. Jadi kesimpulannya mau pilih yang mana Rp749.000, Rp1.000 atau Rp10.000 sebenarnya ya tergantung kebutuhannya ya. Kalau saya pasti yang ini karena ketika saya liputan yang saya bawa itu bukan hanya empat device ya, bisa 8 device kadang. Jadi kalau setiap harinya cuma bawa satu HP tablet mini bisa pilih Gendesk yang 40 watt. Paling simpel dan paling ringkas tapi tetap fleksibel. Kalau bawa dua device atau sampai 4 device ya bisa bawa yang Gendes 45 watt lebih cocok ya. Tapi tetap gantian ya karena portnya cuma satu. Tapi kalau setiap hari itu pakai laptop, HP, tablet, powerbank, TWS, smartwatch, kamera, sampai bawa videoon gitu. Video Trron enggak bisa sih. Kalian bisa pakai yang 140 watt ini. Bisa dibilang ini pilihan paling efisien lah untuk mengakomodir banyaknya device kalian. Karena sebenarnya kalian bisa beli ini berarti berapa? 4 ya? 4 189 * 4 masih lebih murah dibandingkan beli adapter ini. Tapi kan empat adapter itu ribet ya. Belum hilangnya belum dipinjam teman ke bawa pulang. Wah ribet. Tapi kalau satu aja ini udah cukup gede dan enggak gampang hilang. Cuman kalau kalian biasanya adapter kalian itu tipe yang mana sih? Yang gede atau kalian bawa rol-rolan atau kalian bawa terminal gitu? Kalau ke kafe? Saya penasaran juga deh. Coba tulis di kolom komentar ya. Saya and see you on the next video.
Video Lainnya
Menikmati hiburan atau bekerja kini makin praktis lewat perangkat layar sentuh ekonomis. Simak ulasan 11 Tablet Mantap Di Bawah Rp 5 Juta! - Rekomendasi di...
Eksplorasi Samsung Galaxy Watch Ultra 2 mengungkap bodi titanium kokoh dengan kapasitas daya lebih besar dan bodi ramping. Saksikan ulasan unboxing lengkapnya lewat...
Menilik lini ponsel lipat terbaru dari Samsung lewat Samsung Galaxy Z Flip8, Z Fold8 atau Z Fold8 Ultra mengungkap perbedaan performa dan fitur yang menarik untuk...
Menggenggam ponsel lipat seharga puluhan juta tentu menyisakan ekspektasi tinggi. Namun di balik bodi tipisnya, tersimpan kompromi menyebalkan. Simak Keluh kesah...
Evolusi ponsel lipat Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra membawa baterai silikon karbon 5000 mAh dan performa tangguh. Simak Jagat Review untuk ulasan lengkapnya!
Uji coba sepekan Samsung Galaxy Z Fold8 Seminggu Kemudian ... membuka sisi praktis ponsel lipat yang kian ramping di saku, namun tetap menyisakan catatan performa...
Menawarkan desain bodi kaca premium serta performa kencang berkat Snapdragon 6 Gen 3, Samsung Galaxy A27 unboxing mengungkap sederet peningkatan menarik termasuk...
Membawa bentuk kotak yang ringkas, Review Samsung Galaxy Z Fold8 Indonesia | Jadi Beda Bukan Berarti Paling Bagus mengupas tuntas ponsel lipat ini. Di balik baterai...
Penasaran bagaimana sensasi memegang Samsung Galaxy Z Fold 8 hasil pre-order? Simak ulasan fisik, proses trade-in, hingga perubahan layar lipatnya yang terasa...
Banyak yang mencibir Samsung Galaxy A57 karena dibanderol delapan juta rupiah dengan spesifikasi biasa saja. Namun, setelah harganya anjlok ke kisaran enam jutaan,...
Memilih ponsel kelas atas keluaran sebelumnya kini menjadi strategi cerdas ketika harga perangkat baru terasa semakin melambung. Menelusuri penawaran menarik HP...
Penurunan harga drastis membuat flagship tipis ini kembali menarik untuk dipinang. Performa tangguh dan bodi ringan menjadi daya tarik utama bagi kreator yang aktif...
Ulasan Unik Aksesoris Galaxy Z Fold 8. Kupas tuntas pilihan warna elegan hingga deretan aksesoris fungsional mulai dari pelindung layar berteknologi tinggi hingga...

















