26jtan.. vivo XFOLD 6, Kamera & Layar Juara! (YouTube Video)
Ya, Guys. Kembali lagi bersama dengan Diar. Tempo hari saya udah sounding ya di Instagram kalau saya mau bikin video tentang Vivo Xol 6. Nah, sekarang udah nih di video YouTube-nya. Nah, si Vivo XF 6 ini ternyata edan ya kalau saya perhatiin ya. Jadi, Vivo itu di X series kan kameranya gila ya, teknologi Ziz, kemudian lensa tele-nya, extendernya juga disediain. Nah, yang ini di Vivo XF 6 juga diboyong teknologi size-nya, teknologi buat extender lensa tele-nya. Ini benar-benar si Vivo enggak mau lepas dari bahwa kameranya harus bagus, paling bagus gitu ya. Gila sih. Dan ini Viva X6 yang varian RAM 12 GB, internal storage 256 GB. Saya beli kalau dikus ke rupiah sekitar Rp26 jutaan. Tergolong enggak gitu mahal ya dibanding flagship smartphone lipat yang sekarang-sekarang ini bisa nyentuh R3 jutaan bahkan R0 juta. Benar enggak? Hmm. Dan si Vivo XF 6 ini juga udah ditenagai dengan chipset terkencang dari Mediatchek yaitu Diamond City 9500 Super. Penasaran enggak? Yuk, langsung aja kita bahas. Lego. Oke, jadi di depan kita nih udah ada tiga box dari Vivo XF 6. Yang ini adalah HP-nya. Ini adalah ee lensa tele-nya. Dan ini adalah kalau enggak salah cash-nya ya, casing buat nempelin ke si eh smartphone lipat dari Vivo X6-nya dan eh lensa [musik] tele kita ke sampingin dulu yang lensa tele. Kita langsung bahas ke si yang HP-nya dulu ya, si Vivo XF 6 ini ya. Kita lihat boksnya warna hitam ini. Boksnya masih mirip lah ya, masih sama dengan versi-versi Vivo yang lainnya. Bentuknya kotak, ada bulatan kayak [musik] begitu. XF 6 tuh logo Ziz-nya tetap nempel ke mana-mana ya. Oke, di sini tulisannya tuh ada Vivo. Sini juga ada Vivo XF 6 dan di sini ada e nomor IMEI. Dan varian yang saya ambil di sini adalah RAM 12 GB. Internal storage-nya 256 GB. Dan ini saya ambil yang warna warna ini yang warna favorit yaitu warna hijau kebiru-biruan gitu enggak sih? Enggak tahu juga ya. Nanti kita lihat aja. Oke, langsung aja kita buka. Iya, ini dia box dari Vivo X6. Kita lihat nih. Oke, kita tarik dulu. Kita taruh di sini. Kita lihat dulu di dalam boknya ini dapat apa aja ya. Nah, kita lihat yah. Oke, di sini dapat cabel charger dual type C, dalamnya warna putih. Oke, dan di sini dapat kepala charger. Wow, keren juga nih, Guys. Kemudian di sini ada box kecil lagi yang isinya adalah Oke, di sini ada kartu XFAL 6 seperti ini. Kemudian di baliknya oh ini mah rekomendasi smartphone atau fitur-fitur dari Oh, enggak. Ini adalah fitur-fitur ini kartu VIP ya. nih buat langganan misalkan dapat akses buat customer service dan sebagainya dan ini dia sim tray ejectornya bentuknya kayak begini ya oke dan casing-nya disertain juga warnanya mirip sama warna si HP-nya nih. Warnanya tuh hijau kebiruan atau biru ke hijjauan atau ini warna lain dari yang saya sebutin. Ini keren banget sih warna ini ya. Casing-nya juga keren lagi dia ini tetap dari kulit ya, empuk begitu, keset. Kemudian di sisi-sisinya ini juga dia transparan. Wow, keren sih. Dari casingnya aja udah kelihatan keren kan? Apalagi HP-nya loh. Gila enggak nih? Desainnya keren kan? [tertawa] Tuh. Oke, nanti kita langsung lihat ke si HP-nya. Nah, ini dia udah boknya kita singkirin dan kita lihat langsung ke si smartphone dari Vivo Xol 6. Nah, ini seperti biasa ya ada ee keterangan kalau smartphone itu screen-nya jangan dikopek-kopek, jangan ditusuk-tusuk sama benda tajam dan ini jangan ada magnet segala macam gitulah ya. Oke, langsung aja kita tarik. Iya, ini dia smartphone dari Vivo Xol 6. Wow, udah ready set. Widih, gila ini, Guys, smartphone lipat dari Vivo yang terbaru. Gila, keren banget warnanya. Saya suka loh. Oke, sebelum kita lanjut bahas desain, kita lihat dulu yuk simre yang dipakai dari Vivo Xol 6 ini dia pakai model apa? Oke, di bagian bawah kita lihat di sini I kita colok dan kita buka ya. Oke, dia hanya menyediakan dual nano SIM enggak menyediakan slot micro SD dan biasanya dia apa? Timbal atas bawah ya. Tapi yang ini berjejer sim nano 1, sim nano 2 bersampingan. Jadi enggak saling tindih gitu. Oke ya, kita masukin lagi. Nah, sekarang kita bahas soal desainnya. Di sebelah kanan ini kita bisa lihat ada tombol power on off, tombol volume berat suara, ada 1 2 3 buah garis antena dan ini tipis banget, wis. Ketipisannya sekitar 4,4 mm. Gila sih. Dan di bagian atas ini kita bisa lihat tuh ada 1 2 3 4 buah garis antena, ada dua mikrofon dan ini speaker. Mantap. Kemudian di sebelah sini kita lihat ada 1 2 3 buah garis antena dan ini adalah tombol mute. Dan kita lihat di bagian bawah ini. Wow, ada 1 2 3 4 garis antena. Ada speaker, ada mikrofon, dan ada mikrofon juga di sini. Oke, mantap ya. Nah, sekarang kita lihat bagian belakangnya ini. Wow, terdapat satu bulatan kamera dan berisikan untuk tiga lensa. Ada salah satunya lensa periscope telefoto, ada tulisan Vivo, dan ini dia warnanya. Keren sih warnanya, [musik] Guys. Keren. Dan di bagian dalamnya ini kita bisa lihat ya layarnya. Oke, langsung aja kita coba tutup. Nah, seperti itu kita lihat ini baru lihat keren enggak tuh? Keren kan? Lihat matching enggak nih sama jacket saya nih? Sengaja saya pakai jaket yang warnanya warnanya mirip-mirip kayak begini tuh. Wuh, mantapnya. Gila, keren banget desainnya. Saya suka tuh. Gila sih, ini salah satu smartphone yang saya suka secara desain. Warnanya eye catching tipis lagi. Dan kita lihat tuh lihat dibukanya juga bisa se seminim bookin tuh. Dia enggak ngejepit, dia enggak langsung ngebuka gitu. Dia dia bisa stay di situ. Lihat tuh. Tipisin lagi tuh. Dia enggak jepit loh. Dia enggak ngejepit. Keren kan? Oke, langsung aja deh kita nyalain yuk. Hap. Third Vivo powered by Android. Nah, kita lihat nih tampilan screen lock-nya. Wow, berasa banget ini. Layarnya tajam banget ya. Walaupun kita lihat dari sisi depan begini terus dari samping itu warnanya enggak pudar. Oke, kita langsung masuk ke home screen. Iya, ini baselnya terlihat tipis banget ya. Nih, Guys. Tuh, basel atas, kiri, kanan, dan ini yang di bawah. Tipis, cuy. Coba kita lihat nih menu phone. Vivo XF 6. Dia pakai origin OS6 diamond City 9500 super. Oke, interface dari Vivo XF 6. Kalau kita lihat bagian layar dalam. Wow. Coba ya kita dalam kondisi screen off. Kita lihat. Set. Set. Wih. Warnanya guys tajam loh. Saya enggak nyangka nih layarnya Vivo kok setajam ini ya. Ini tajam guys. Dia tuh warnanya vivit banget. Tajam dan kayak kental gitu warnanya. Oke, jadi si Vivo XF 6 ini memiliki dimensi dengan panjang 157,2 mm. Lebarnya itu 74,3 mm dengan ketebalan 9,4 mm dalam kondisi tertutup. Cuman kalau kondisi lagi terbuka seperti ini, dia menjadi panjangnya tetap 157,2 mm, lebarnya jadi 145,7 mm dengan ketebalannya 4,4 mm. Tipis nih, Guys. Wah, gila sih ini enak banget ya. Buka, tutup, terus kita lihat layarnya seperti itu ya. Ini enak banget tuh. Bisa dibuka seperti ini. Bisa ini. Seperti ini. Segini. Segini. Segini. Iya. Tuh, enggak nutup, Guys. Enggak nutup, loh. Ini enggak nutup. Saya enggak jepit, loh. Enggak saya enggak tekan pakai jempol ya. Saya enggak tekan pakai jempol. Lihat tuh. Dia enggak nutup loh. Keren banget, sih. Nah, kalau kita lihat nih, Guys, ya. Kalau Vivo X46 ini dia layarnya lihat ujung-ujungnya tuh rounded ya, melengkung. Lihat enggak di sini? Di sini tuh atas, bawah, kiri, kanan. Walaupun ditutup juga dia sama tuh ujung-ujungnya melengkung. Kita buka lagi. Nah, seperti itu. Nah, kalau kita bandingkan ya misalkan dengan Samsung Galaxy Zone 8 Ultra. Nah, yang ini dia pakai modelnya ngotak ya. Nah, sekarang kita bisa lihat kalau Vivo XF 6 dia layarnya ujung-ujungnya rounded dan si Samsung Galaxy Zfold 8 Ultra ujungnya nyiku. Lihat tuh, Guys. Nyiku ya. Menurut kalian, kalian suka yang mana ya? Rounded apa nyiku? Roonded apa ngotak? Kalau saya sih suka-duanya ya, karena ya sama-sama gede layarnya. Dan kalau saya lihat juga layarnya Vivo X ini, wow, berani diadu loh sama layarnya Samsung. Wow, bagus juga, Guys. Ini layarnya Vivo Xan harus lihat dari mata kepala sendiri deh. Ini warnanya tuh benar-benar vivit. Vivit banget. Wow, keren ya. Terus saya perhatiin juga nih warnanya tajam. Mantap juga nih. Nah, sekarang kita bahas soal benchmark dari Vivo Xult 6 ini. Kita mulai dari Antutu benchmark-nya berapa ya dari Vivo [musik] Xol 6 ini? Kita lihat. Wih, skornya Rp3.685.643. Dia pakai chipsetnya eh Dam City 9.500 super baterainya R.000 GPU-nya Mali G1 Ultra MC12. Oke, udah kita sebut tadi ya. Bluetooth-nya ada, NFC ada, fingerprint ada, biometric face juga ada. Mantap lengkap. Kemudian untuk Geek Band 6-nya berapa nih dari Vivo Xol 6? Ini dia mencatat skor yaitu 3.216 untuk single core dan 9.920 27 untuk multiore. Sedangkan untuk 3D Mark-nya kita bisa lihat nih, Guys. Oh, tentu ya udah max out ya si white life dan slingshot-nya. Mantap. Sekarang langsung kita tes aja nih buat main game-nya. Kita mulai [musik] dari Genin Impact dulu lah ya. Ya. Nah, nih guys sudah masuk ke game-nya Genin Impact. Nah, kan apa saya bilang, Guys, layarnya loh layarnya ini. Wow. Wow, ini saya bisa bilang the best layar buat smartphone lipat saat ini. Gila, keren banget. Saking detailnya, kentalnya warna, vivitnya mantap banget. Lihat tuh, jadi enak, Guys. Lihat. Selain dia memang smooth ya, ini warnanya detailnya gila sih. Ini Vivo sekarang bukan kameranya aja yang bagus ya, layar juga bagus loh. Gila gila gila. Nih guys saya lihat ya settingan grafiknya nih. Dia pakai high highest 60 fps ya. Rata kanan. Speakernya juga dua lagi. Stereo ni kiri kanan langsung serbu nih musuhnya ya. Kita lihat nih. Waduh. Oke. Oke. Hm. Loh. Ah. Gila, Guys. Ini layarnya benar-benar keren banget sih, Guys. [menangis] Waduh, sampai kalah loh. Tuh loh. Hm. Ini game loh, Guys. Kalau saya miringin gini lihat tuh masih tajam. Gila, tuh masih tajam. Widih curang banget, woi. Hm. Loh, ayo L. Gila, keren banget, Guys. Saya suka banget sama Vivo X. Ternyata layarnya bikin saya bangga banget. Wah, gila keren keren keren. Nah, jadi sama tim saya udah dites nih, Guys. FPS-nya main game Gin Impact dengan settingan highest 60 FPS selama 20 menit. FPS rata-ratanya ada di 58 FPS dan FPS rendahnya di 40 fps saat lagi battle dan maksimal suhu di 41 derajat celcius aja. Wih, saya puas nih, Guys. Gimana kalau kita cobain game berat satu lagi? yaitu Delta Force. Nah, ini guys sudah masuk ke game-nya Delta Force. Kita lihat ya menu setting graphic and sound. Quality-nya max nih quality gambarnya. FPS-nya di ultimate. Oke, settingannya seperti ini, Guys. Langsung aja yuk kita mulai. Ready. Nah, nih, Guys, masuk ke game-nya Delta Force. Gila, ini benar-benar, Guys, saya ngelihatnya ini detail banget loh. Saya belum pernah merasakan main game Delta Force dan Gensin Impact sedetail itu. Lihat ini, Guys. Detailnya gila rumputnya semua tuh tuh tekstur ubinnya lihat tuh, Guys. Ini gimana ya? Smartphone lain juga kelihatan detail, ya. Tapi yang ini tuh kayak lebih wow, kayak mata itu benar-benar jernih gitu. Speakernya juga stereo ya. Speaker okelah ya. Smartphone lain juga bisa lebih bagus atau enggak samalah. Tapi layarnya ini wah ini buat selevel red magic juga lewat ini, Guys. Oke, jadi sama tim saya udah ditesnya ya FPS-nya nih main game Force dengan settingan HD 120 FPS selama 20 menit. FPS rata-rata di 116 FPS dengan terendahnya di 100 FPS saat lagi ramai dan maksimal suhu di 40 derajat Celcius. Mantap. Saya puas nih main game di XF 6. Nah, performa CPU rata-rata dari Vivo XF 6 ini ada di angka 86%. Kita tes menggunakan aplikasi CPU thoting test selama 30 menit. Untuk touchling red maksimal di 1000 Hz, kita tes dengan aplikasi Touch Sampling Red Tester. Maksimal sentuhan yang bisa terima layar secara bersamaan bisa 10 jari. Dan sensor yang ada di Vivo Xol 6 ini udah lengkap dan semua berfungsi dengan baik. Pemakaian baterai di Vivo XF 6 kita pakai dengan menonton video dengan kualitas 1080p sekitar 30 menit, baterai kurang 3% aja. Berikutnya kita gunain scrolling-scrolling TikTok dan Instagram. Kurang lebih 30 menitan, baterai berkurang 5%. Dan kita pakai bermain game kurang lebih 30 menit, baterai berkurang 10%. Nah, sebelum kita bahas soal kamera dari Vivo X6 ini, saya mau buka dulu nih box dari eh lensa telefotonya nih extendernya ya, Vivo ZIS G2. Oke, dan langsung aja kita buka ya. Nah, seperti itu. Di dalam sini ada apa? Cuma ada penjelasan tentang si lensanya. Kemudian di sini ini dia lensanya, cuy. tutup lagi. Kita lihat. Oke, nanti kita pasang ya. Dan ini adalah si case buat masangin yang ada extender lensa tele-nya. Kita [musik] buka aja. Kita langsung aja. Nah, di sini ada buat ring buat di sini atau enggak? Ini ring buat mana? Di sini. Oke, ya. Di sini dapat ada dua perangkat dalam bok itu. Pertama ada ring buat ditaruh di sini bnya kamera di Vivo Xolt 6. Kemudian yang di sini adalah cas-nya buat di sini agar bisa pasang lensa tele-nya ini. Yuk, gimana kalau kita langsung pasangin aja ya. Nah, ini dia pasangnya. Cukup simpel seperti itu aja, enggak susah. Dan udah yang ini kita buka lensa bawah, lensa atas kita juga buka. Kemudian di sini langsung kita colokin aja. Iya, seperti itu. Klek. Wah, keren, cuy. Gila, mana ada smartphone lipat punya peralatan kamera seperti ini kalau bukan Vivo loh. Lihat, Guys. Ini kalau lagi dibuka. Wih. Terus kita bisa foto pakai dengan cara seperti ini. Wih, gila keren banget guys. [tertawa] Keren banget sih. Keren loh. Tuh. Wih, gila, Guys. Tuh, kelihatan enggak dari kamera? Nanti deh kita praktikin aja lah, ya. Nah, untuk kamera Vivo X ini memiliki tiga buah kamera belakang yang terdiri dari 200 megapel F1.7 untuk main kamera, 50 megapel F2.6 buat periscop telefoto, dan 50 megap F2.1 untuk ultra wide. Dan kamera depannya ini 20 megap kamera depan dan kamera dalamnya ini juga 20 megap yang di sini. Yuk, kita lihat hasil contoh jepritan foto dan record video dari Vivo XF 6 ini sebagai berikut. Nah, inilah hasil perekaman video kamera belakang dari Vivo Xolt 6 atau XF 6 ya. Ini di 1080 30 FPS dia pastinya bisa pindah-pindah lensa ini ke ultrawide kesatu, kedua, ketiga, dan ke-10. Bahkan di lensa 10-nya masih detail lah. Kalian bisa lihat detail-detail daun sama batang pohonnya. Ini untuk tabilisasi kita coba buat lari ya. Nih. Ini kita sambil lari tuh masih stabil juga ya pastinya karena ini seri X ya walaupun dia fold tetap punya kamera yang sekelas flagship. Ini perekaman di 1080 60 fps tuh damic range-nya bagus enggak yang over expos langitnya terus juga di pohon-pohonnya shadow-nya masih kelihatan jelas ya masih ada detail-detailnya. Nah, kita coba zoom sampai 10 kali. Tuh, masih kelihatan detail. Terus balik ke ultrawide ini ke satu kali. Ini untuk perekaman di 4K 30 FPS tuh. Ini masih di kamera belakang. Dia bisa pindah ke ultrawide juga dan bisa zoom sampai 10 kali buah kelapanya. Eh, stabilisasinya juga masih bagus ya di 4K. Nah, ini untuk perekaman di 4K 60 fps. Kualitasnya udah bagus banget ya dan masih bisa ultra wide dan zoom 10 kali juga. Ini untuk ultrawide-nya. Ini kembali ke lensa 1. Nah, untuk si Vivo Xolt 6 ini dia bisa ngerekam di E 8K 30 FPS ya untuk perekaman maksimalnya. Hasilnya kayak gini pastinya lebih detail ya. Tapi untuk yang ini, ini dia enggak bisa pindah ke lensa ultrawide ataupun zoom sampai 10 kali untuk yang opticalnya. Cuma dia bisa zoom dua kali dan detail banget ya untuk yang ini pastinya. Untuk stabilisasinya juga masih bagus banget. Nah, ini untuk hasil kamera depan di cover screen-nya ini di 1080 30 fps ya atau cover screen-nya cuma bisa di 1080 30 fps. Dan ini kita sambil jalan itu masih stabil juga. Detailnya juga bagus. Kalian bisa lihat detail rambut warnanya. Ini warnanya saya suka banget warna v terus tapi enggak over juga ya. Kalau kita backlight masih kelihatan detail wajahnya. Nah, ini hasil perekaman kamera depan yang ada di layar dalam atau inside screen-nya. Untuk kamera ini dia juga cuman bisa di 1080 30 fps. Untuk hasilnya kayak gini kalian bisa lihat sendiri kualitasnya masih konsisten ya. Untuk warnanya, detailnya masih ciri khas Vivo banget. Dan ini kerensi juga bagus. Bisa lihat biru langit itu masih kelihatan jelas. Terus kalau kalian lihat di shadow gedung ini masih kelihatan detail-detailnya juga masih kelihatan warna bahan gedungnya ya, bahan bangunannya. Ini kalau kita sambil jalan juga masih stabil. Nah, untuk perekapan malam hari dilakuin oleh saya biar yang siang pakai sama si Andreas. Nah, ini formatnya full SD 30 PS di malam hari pakai Vivo Xult 6. Lensa ultrawide. Beh, mantapnya lensa normal satu kali, zoom dua kali, tiga kali, 10 kali, back lesen normal satu kali. Z. Hmm, keren, keren, keren. Jebret ya. Langsung aja nih ke 4K 60 f-sama bisa lensa ultra wide. Wah, gila sih keren ya. Backlensa normal satu kali, dua kali, tiga kali, 10 kali, satu kali. Mantap. Bread 8K 30 FPS di Vivo Xol 6. Enggak bisa dizoom in out ya? Eh, bisa loh diele dua kali. Wow, 8K bisa diele dua kali. Kamera lain mana bisa dizoom in out. Wis mantapnya. Nah, untuk kamera selfie ternyata Vivo X6 hanya bisa di full HD 30 fps aja. Udah pakai itu aja mungkin memaksimalkan lah ya. Udah pakai format ini aja udah pasti the best gitu ya. Nah, sekarang kita tes sensor fingerprint yang ada di tombol power on off. Nah, ini adalah proses perekaman sidik jari di layar Vivo [musik] Xult 6. Terasa agak kurang satset ya. Tuh. Dan ini suka mental-mental juga nih. Padahal saya ngetap-ngetapnya beda-beda posisi. Ini terlalu lama untuk benar-benar security-nya meningkat atau gimana ya? Lama loh biasanya. Tap tap tap beres ini tuh. Tep. Nah, baru deh [musik] sucses. Seang kita juga tes face unlocknya. Dan ini adalah proses perekaman wajah. Lihat kiri, kanan, atas, bawah. Dan nah ini cepat nih perekapan wajahnya cepat. Yang tadi screen apa fingerprint-nya lama nih pakai jari telunjuk enggak bisa, tengah enggak bisa jempol langsung mau ya. Kondisi screen off tekan aja atau ditouch aja dia langsung mau. Sekarang face unlock. Uh, kencang. Hm, mantap. Kendalanya cuman pada saat perekaman sidik jari aja ya, agak lama [musik] gitu. Nah, kesimpulan saya sama Vivo X46 ini aduh aduh aduh saya senang banget, Guys. Saya kira tadi Vivo X46 hanya kamera doang yang bagus. Oh, ternyata tidak, ya. [tertawa] Oke, pertama soal desain dulu, ya. Desainnya ini warnanya cakep kayak begini. Okelah, mungkin warna ini relatif lah ya. Bagus apa enggak, tergantung kita. Tapi menurut saya ini bagus. Ini bodinya tipis banget, 4,4 mm. Lihat saking tipisnya tuh, Guys. Tuh. Kemudian yang paling-paling apa? Layarnya, Guys. Layarnya ini. Gila, ini layarnya jernih, detail, warnanya vivit banget dan kentel gitu, Guys. Tuh, ini kamu harus lihat langsung sendiri sih pakai mata kepala baru berasa banget. Terutama kamu saat lagi main game kayak Delta Force atau Gensin Impact. Pas kamu mainin, wow ini detail banget. Beneran saya enggak bohong, Guys. Ini layarnya Vivo XF 6 ini bisa diadu sama layarnya Samsung. Beneran smartphone lipatnya Samsung sama smartphone lipatnya Vivo yang terbaru ini bisa diadu layarnya. Malah saya lebih berat ke yang Vivo deh layarnya. Beneran saya enggak bohong. Silakan lihat sendiri pakai mata kepala sendiri. [tertawa] Kemudian untuk kamera, wah ya udahlah ya jawara lah ya. Vivo dengan size-nya nih dengan apa tambahan lensa tele kayak begini. Udah deh enggak ada yang bisa nyaingin khusus smartphone lipat ee kamera terbaik. Ya udahlah pasti Vivo lah. Kamu udah lihat juga kan hasilnya seperti apa. Ini kayak 1112 sama Vivo X300 Ultra ya. Walaupun spek kameranya sedikit di bawah yang Vivo X300 Ultra yang ini dia 200 megapel main kamera sama Vivo X300 Ultra tapi telefoto periscopnya ini cuman 50 megap yang Vivo X e 300 Ultra itu 200 megapel ya hasilnya kamu sudahudah bisa lihat juga kan 11 12 dan satelinya juga gila banget kan gila terus baterainya 7000 mAh lama nih dipakainya seharian bisa masih ada sisa ini. Wow, mungkin kelemahannya tadi ya pada saat saya mau ng-record sidik jari ya, rekam sidik jari kok lama banget ya. Udah sih itu doang. Terus yang bikin positif lainnya apa? Harganya cuy Rp26 juta. Kalau saya kurs ke rupiah harga Rp26 juta dapat kayak begini. Gila sih. Ya, semoga aja Vivo Indonesia memasukkan Vivo Xol 6 ini ke Indonesia. Saya sih punya nilai e perasaan kayaknya sih bakal masuk ya, tapi enggak tahu juga. Mudah-mudahan masuk. [tertawa] Oke, Guys. Jadi, itu dia Vivo X46. Semoga bisa menambah wawasan kalian. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye. Suka banget. Gila. Suka.
Video Lainnya
Di tengah dinamika harga ponsel yang meroket tahun ini, GadgetIn membedah pilihan terbaik dari berbagai kelas. Simak ulasan lengkapnya sekarang!
Mencari ponsel berperforma tinggi dengan bujet Rp 7 hingga 10 juta kini penuh pertimbangan akibat tren kenaikan harga. Ulasan dari Jagat Review ini membedah...
Menemukan ponsel kelas atas impian dengan potongan harga drastis tentu memancing rasa penasaran sekaligus keraguan. Mengupas tuntas unit resmi dari program...
Dinamika pasar ponsel tiga hingga lima jutaan saat ini rupanya masih menyembunyikan deretan perangkat 5G tangguh. Di balik pergeseran tren, ada harta karun...
Mendobrak smartphone kelas menengah, vivo Y500 tampil memukau dengan baterai monster 8100mAh. Visual AMOLED simetris dipadukan algoritma foto ala X300 juga...
Bursa rekomendasi HP flagship terbaik di 2026 kian memanas. Inovasi mutakhir beradu, dari baterai raksasa bodi tipis Oppo Find X9 hingga takhtanya Samsung S26...
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...

















