Apa enaknya pake iPhone Air ⁉️ (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua, Romi. Video kali ini agak nyantai ya, karena gua sambil nunggu di mobil gua pengen jalan tapi gua sempetin buat ngonten dulu lah sebentar. [musik] Edan ya. Penjualan iPhone tahun ini itu lagi ada di PC point. Jarang-jarang ya iPhone bisa segaib ini. Jadi pas awal Oktober kemarin gua sempat mau beli iPhone 17 Proies di Malaysia, Thailand sama Singapore itu pada habis. Enggak ada yang ready stock. Di Indonesia pun sama, apalagi yang warna silver. Tapi hal ini enggak berlaku buat nih iPhone ya. Stoknya ini aman. Bisa jadi karena sampai peminat dan kayaknya memang seperti itu beritanya. malah Apple mangkas produksi iPhone Air karena dinilai ini katanya kurang laku. Nah, kebetulan sekarang ini gua lagi pakai iPhone Air dan 17 Pro bareng. Gua berani bilang kalau iPhone R ini adalah iPhone yang problematik sekaligus dilematik. Gua bilang begini bukan tanpa alasan, karena jujur aja aslinya mah banyak orang yang ngiler sama iPhone Air ini. Nah, gua sempat bikin trad soal iPhone Air dan ramai tuh ya, banyak yang bilang suka, tapi problematikanya banyak deal breakernya dan menjadi dilematik karena dengan segala kelemahannya tongkrongan iPhone ini semenggoda itu kayak minta dibungkus, minta dibawa pulang gitu ya. So far gua catat empat deell breaker dari iPhone ini, yaitu kameranya ini cuman satu, terus baterainya kecil, terus gak ada slot SIM card fisik, dan speakernya ini mono. Apa benar begitu? Bisa gua bilang iya, ini legit 100%. Nah, di video ini gua mau coba sharing based on perspective gua setelah pakai iPhone Air selama semingguan. Empat debreaker barusan sejujurnya cuma satu aja yang bakal jadi konsen, yaitu kamera. Karena yang tiga lainnya itu mah cincai lah. Soal SIM card jujur ini adalah pertama kalinya ya gua migrasi dari SIM fisic ke ISIM. Nah, gua ke Excel Center total prosesnya itu sekitar 30 menit sampai akhirnya kepasang di iPhone Air. Habis itu ya udah kayak biasa aja. Paling yang repotnya itu kalau next kita mau ganti HP aja. Nah, tapi selama kita enggak gonta-ganti HP ya harusnya enggak masalah. Next. Soal baterai ya kapasitasnya cuma 3.100-an mAh ya memang kecil kalau dibanding si iPhone 17 Pro yang hampir ini 4000 mAh. Tapi percaya enggak percaya buat daily use keiritannya ini ada di level yang sama. Gua udah tes pakai benchmark, gua tes pakai streaming film sampai gua pakai buat main game. Konsumsi baterainya ini beneran mirip ya. Oke, jadi dari kemarin banyak yang kepo seboros apa baterai iPhone, sekarang gua mau bandingin sama iPhone 17 Pro. Nah, ini gua pakai aplikasi benchmark 3D Max Test buat simulasi ya. Main game grafis kelas berat nonstop selama 20 menit. Dan setelah 20 menit akhirnya keluar hasilnya. Seperti yang bisa kita lihat di sini buat simulasi main game berat selama 20 menit baterainya sama-sama berkurang 10%. Karena masih penasaran, sekarang gua mau lanjut ngetesnya buat streaming film ini pakai Wii yang sama. Kapasitas baterai sama-sama di 100%. Gua nonton film yang lagi happening ya, Abadi Nan Jaya. Saatnya kita reveal setelah 1,5 jam streaming, baterai iPhone dari 100% sekarang sisa 98%. Sementara iPhone 17 Pro sisanya 96%. Nah, jadi bisa dibilang baterainya sama-sama awet atau bahkan iPhone ini konsumsinya lebih irit ya. Karena yang menentukan bukan cuma soal kapasitas baterai, GPU iPhone 17 Pro itu 6 core, sementara iPhone 5 core. Jadi performa iPhone 17 Pro sedikit lebih kencang dan juga konsumsi baterainya lebih boros. Nah, deal breaker lucu lainnya yaitu adalah speakernya Mono. Jujur gua juga gemes banget ya ini Apple apa susahnya sih taruh speaker di bawah. Jangan cuman di atas aja tapi ya mau gimana lagi ya katanya ini untuk ngejar tipisnya. Makanya itu jeroan di iPhone atau mesinnya itu ditaruh di plateo kameranya ini ya. Sementara untuk di bodinya isinya ini baterai semua. Intinya ya ini soal mau nerima apa enggak sih. Kalau mau berdamai dengan hal ini, 3 hari pakai juga udah kebiasa dan enggak akan masalah dengan speaker mono ini. Nah, kalau soal kamera ya ini gua tidak bisa membantah karena memang cuma ada lensa white aja di iPhone. Intinya kalau kalian perlu dan sering pakai lensa ultra white atau tele, ya udah skip aja. Gasgo with the pro series. Tapi kalau ditanya apakah kualitas foto iPhone ini jelek, ya enggak. Secara kualitasnya ini sama kayak si e kamera utamanya iPhone 17 Pro. Paling satu yang perlu dicatat, iPhone ini dia enggak support pro ataupun Pro RAW. Dan buat ngerekam video untuk yang slow-mo, dia mentoknya di full HD 240 FPS aja tidak bisa 4K. Selebihnya kualitasnya setara iPhone 17 Pro. Terus mungkin banyak juga yang sanksi iPhone ini kuat apa enggak sih. Nah, fun fact-nya justru ini lebih durable dari iPhone 17 Pro karena backdoor-nya dia kaca dan frame-nya ini titanium. Dibengkokin juga enggak serapuh itu buat bengkok apalagi patah. Btw, kalau pakai iPhone idealnya kita pakai cash yang super tipis juga biar enggak mubazir ketipisannya. Nah, kalau ada dananya bisa pakai official cas atau bumper dari Apple. Tapi kalau dana terlanjur cekak, opsinya bisa pakai casing-cashing yang lebih murah. Gua pakai more itu Rp200.000-an. Ada yang full cover 0,3 mm. Ada juga yang sampingnya itu enggak dico-cover. Jadi biar berasa kayak lagi enggak pakai casing itu juga recommended dengan fakta-fakta barusan mungkin kita udah punya gambaran ya sebenarnya ini iPhone Air siapa sih target marketnya? Ya jawabannya simpel. iPhone Air ini dibikin buat mereka yang pengin pakai iPhone canggih tapi enggak sebegitunya pakai semua fitur-fitur yang ada. Ya, intinya mereka pakai asal pakai aja. Misal kayak cuman buat chatting, buat streaming video kalau pas lagi pengin aja dan juga foto-foto pas seperlunya aja. Atau bisa juga buat mereka yang pengin pakai iPhone as a secondary phone. Misal HP utamanya udah pakai flagship Android tapi pengen tetap pakai iPhone juga ya. Cocok nih pakai iPhone R ini. So, final [musik] word dari gua untuk iPhone ini, ini adalah HP yang enggak bakal cocok buat orang-orang, buat kalian yang banyak pertimbangan ini. Itu sebaliknya, iPhone bakal sangat menggoda iman kita buat [musik] penganut eh Halo effect ya istilahnya buat orang-orang yang menilai penampilan sebagai poin utama dengan mengenyampingkan atau mengorbankan hal-hal penting lainnya. Karena pakai iPhone canggih, kencang, layarnya gede, tapi baterainya tetap kuat seharian. Memang sejujurnya ya baru bisa kesampean ketika kita pakai iPhone R ini.

















