Awalnya Ragu Karena Murah, Tapi Pas Dipake Kok... ππ (YouTube Video)
Buat kalian yang suka kerja di mana-mana dan butuh layar kedua biar kerjaan makin sempurna, kayaknya relate deh sama barang yang biasanya dibawa Azura. Karena monitor ini benar-benar sangat berguna. Ya udah enggak usah banyak rencana, selamat menonton. Yang mau ngebela malah jadi terandan. [musik] Hai adik guys di sini. Jadi saya mau cerita ya, kemarin si Azura itu izin buat WFC, work from Cafe. Nah, apakah dia mau jadi barista? Enggak ya. Jadi dia kerja dari cafe. Tapi yang bikin saya salf itu malah barang bawaannya dia. Salah satunya monitor portable ini. Ini adalah Nova PM15T. Portable monitor yang sebenarnya saya sudah tahu sejak lama, tapi mungkin karena saya enggak butuh ya, jadi saya enggak pernah beli. Nah, si Azura ternyata punya. Jadi kalau perspektif Azura gimana? Hm. Yuk, kita bahas. Pasura pamit ke saya, jujur saya melongo ya lihat bawaannya. Dia bawa koper dan tablet yang di atenteng. Yang awalnya saya kira itu tablet, tapi pas tanya itu tablet apa, ternyata dia bilang kalau ini adalah portable monitor dari Nova Saya sempat ngira kalau si Azura itu bawa si Samsung Galaxy S10 Ultra gitu ya, karena sama-sama gedenya. Beda dikitlah sama S10 Ultra yang ukurannya 14,6 inch. Kalau untuk bobot sih kata Azira cukup ringan ya karena cuma 1,08 kg. Cukup ringan buat dijinjing atau bahkan diselipin di tas karena ketebalannya gak sampai 2 centti. Tapi yang jadi pertanyaan saya, saya sempat tanya sih kenapa enggak pakai laptop aja sih Zur kan lebih simpel, lebih enak gitu karena kata dia, dia pengen pakai Mac Mini. [musik] Kalau Mac Gregger kan gede ya. Mini ini kecil. Nah, ini sih namanya definisi mempersulit hidup ya. Tapi ya saya enggak ngelarang. Yang penting kan dia kreativitasnya mungkin bisa lebih oke gitu ya kalau misalkan mau pakai portable monitor. Jujur kalau alasannya bahwa monitor portable ini cuma buat nemenin Mac Mini pas WFC, saya masih bisa terima pakai logika ya. Emang repot sih. Tapi kalau semua file kerjaannya ada di situ ya mau gimana lagi ya. Tapi setelah saya telusuri ternyata dia bawaannya itu lebih banyak ya. Dia bawa PS5 juga di CFE. Buat apaan coba? Jadi dia manfaatin fitur type C yang support power delivery dan display port di Nova 2 ini buat hal lain pas gak lagi kerja dia colokin HP Samsung-nya dan langsung muncul Samsung Dex layar HP yang kecil itu bisa langsung jadi desktop 15 inch. Enaknya lagi karena Nova 2 ini udah touch screen, jadi sekali nyolok langsung jadi tablet gede buat scrolling dokumen atau pas lagi suntuk dia juga bisa digunain untuk nonton YouTube atau Netflix. Dan kalau untuk color akurasinya di harga R1,6 jutaan untuk portable monitor yang touch screen ini yang enggak touch screen itu 1,3. Color akurasinya sih bukan yang 100% SRGB, tapi cukup lah ya. Dengan pas kita tes itu di 76,8%, P3-nya 62,4%, NTSC-nya di 62,3% dengan brightness 153 nit. Cuman kalau si portable monitor ini kalian konectkan ke Mac Mini tadi, dia layarnya jadi enggak interaktif gitu. Kalau mau interaktif, ya harus pakai ya biar beda ya. Entah kenapa kalau dikonekin sama ekosistemnya Apple kayak kemarin saya coba di iPhone terus di Mac Mini touch screen-nya itu gak bisa berfungsi. Kalau di Windows dan juga di Android lancar-lancar aja. Tapi puncaknya ada di sini sih. Tadinya Azure itu pengin kerja WFC dari cafe gitu tapi ternyata dia keceplosan kalau bawa PS5 saya juga. Pantes aja Azura bawa koper pas izin ke saya ini mau kerja atau mau jadi TKI. Tapi idenya cukup brilian karena dia manfaatin monitor ini biar bisa bikin PS5-nya dimainin di mana aja tinggal plug and play. Cuman sayangnya si portable monitor ini enggak bisa connect lewat wireless connection. Jadi harus pakai kabel. Nah, sebenarnya kalau bawa PS5 ribet ya. Kalau misalkan punya Kul itu lebih enak sih kita [musik] bisa konsul dengan layar yang lebih gede. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Nova 2 PM 15T ini yang harganya weh naik ya. Ini belum saya review aja udah naik. Pas ini dibuat di sekitar Rp1,7 juta ya memang ada trade off-nya. Karena kalau kalian ngomongin monitor yang enggak portable dengan harga segini untuk nyari monitor yang 100% sRGB itu banyak. Tapi karena ini portable mungkin ya jadi harganya kalau dibilang ini murah enggak juga kok. Karena banyak monitor yang nonp portable yang harganya lebih oke dibandingkan ini. Tapi kalau kalian orang yang suka ke mana-mana ya portable monitor ini pilihan paling pas sih kalau kalian coba cari alternatifnya. Ada juga dari mereknya Goju Dog sama Kenoa. Kalau kalian tanya itu ODM atau enggak, kayaknya iya ya karena ya mirip-mirip aja. Saya sih belum pernah nyobain si portable monitornya Gojo Dog ya. Gojo dog itu yang saya tahu Gojo Doc yang totalan kipas ya. Kipas yang ses itu saya tahu ya kalau Gojo dog ya. Kalau portable monitor saya belum pernah nyoba. Mungkin kalau video ini nanti rami ya kita cob lah ya untuk beli dua monitor tadi terus kita review. Tapi sebelum kalian check out mungkin buat kalian ini yang perlu diperhatikan. Monitor ini kalau dikoneksikan sama HDMI itu perlu power ya, jadi butuh type C ke type E-nya untuk power. Nah, tapi kalau misalkan laptop atau device kalian udah punya type C yang support display out dan juga bandwid-nya lebih kencang ya kayak ini, ini bisa langsung pakai USB type C-nya aja tanpa perlu power. Jadi lebih enak aja sih. Saya di Kudi and see you on the next video.
Video Lainnya
DJI kembali mendobrak pasar audio dengan menghadirkan mikrofon nirkabel ultra-kompak yang dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif di kisaran satu jutaan....
Langkah Apple mendesain ulang arsitektur chip M5 Pro dari nol demi memanjakan beban kerja AI tampaknya menjadi sebuah lompatan raksasa yang patut diwaspadai para...
Era kecerdasan buatan dan komputasi awan diam-diam telah merombak total wajah infrastruktur digital global yang selama ini luput dari perhatian kita. Menariknya,...
ASUS tampaknya berhasil mendobrak batas antara laptop produktivitas super ramping dan mesin gaming bertenaga lewat ASUS TUF Gaming A14. Di balik bodi minimalisnya...
Mendapatkan monitor idaman sering kali menjadi pencapaian tersendiri bagi seorang kreator konten, terutama saat beralih ke ekosistem visual premium yang menawarkan...
Pasar laptop mendadak gempar setelah Apple meluncurkan MacBook Neo, sebuah perangkat yang di luar dugaan sukses merusak harga pasar sekaligus memicu antrean panjang...
Di tengah lonjakan harga laptop baru yang kian tidak masuk akal, beralih ke pasar laptop bekas berlogo apel kroak menjadi godaan yang sulit ditepis. Banyak pengguna...
Memilih antara iPad Pro ukuran 11 inci dan 13 inci ternyata bukan sekadar urusan seberapa luas layar yang Anda butuhkan di atas meja. Lewat pengujian langsung yang...
Membeli laptop lama sering kali dianggap perjudian, tetapi Macbook Air M1 bekas yang kini menyentuh angka 5 jutaan justru menghadirkan anomali menarik di pasar...
Menyongsong ketatnya persaingan digital dan produktivitas di tahun 2026, kesiapan ruang kerja dan mobilitas harian memerlukan amunisi perangkat yang tidak biasa....
Dunia teknologi bergerak begitu cepat, dan memilih perangkat terbaik di tengah banjirnya rilisan baru sering kali terasa membingungkan. Memasuki musim ketiganya,...
Dunia cetak tiga dimensi kini tidak lagi semenakutkan dulu, berkat kehadiran inovasi terbaru yang memangkas semua kerumitan teknis bagi pemula. Dipadukan dengan...
















![KEMBALI KE MAC!BOOK! | UNBOBOL [Unboxing Sambil Ngobrol] Macbook Air M4 Resmi IBOX](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fimg.youtube.com%2Fvi%2FQGuQ5AIhuOY%2Fmqdefault.jpg&w=3840&q=75)
