Jungkat

AWAS KETIPU‼️ | Review vivo V60 Lite Indonesia (YouTube Video)

  • 02/10/2025

Kita udah sama-sama puas sama Vivo V60. Dari kameranya mantap banget sampai ke performanya yang decent. Nah, sekarang di tangan gua ini ada versi yang lebih terjangkaunya. Apakah bisa men-deliver experience yang sama seperti saudaranya? Guys, ini dia Vivo V60 Lite. Dengan hati yang sangat senang, gua melaporkan kalau HP ini punya paket penjualan yang lengkap. Di sini kita masih dikasih softcase transparan, batok charger, flash charge 90 watt. Ngeri banget ya. Dan kabel USB AT USBC. Dan layarnya juga udah terpasang anti gores nih. By default gua dapat warna yang vibing blue yang beneran gua suka banget. Terus ada warna vibing pink dan vibing black juga. Desainnya sih cakep ya karena warna birunya tuh close ke ungu lilac yang beneran secakep itu. Back dooroornya tuh terlihat clean dengan bumper kamera yang berbentuk pels yang estetik. frame-nya ini punya desain yang flat. Terus di sebelah kirinya ini polos aja gak ada apa-apa. Di sebelah kanannya ini ada tombol power sama volume. Di atas ada grill speaker dan satu mikrofon. Terus kita ke bagian bawah ada dual sim tray satu mikrofon dan port USB type C dan grill speaker. Overall untuk build quality-nya ini terasa sangat solid walau masih pakai material polikarbonat. Bodinya ini terbukti strong ya karena udah tersertifikasi SGS drop resistance dan military grades certification. HP ini juga punya sertifikasi IP65 tahan debu dan semprotan air. Untuk handlingnya sih HP ini ngepas banget. Panjangnya tuh ada di 16,3 cm dan lebarnya ada di 7,6 cm. Jadi penuh aja gitu di tangan gua. Tapi, karena dia cukup tipis itu tebalnya cuma 7,59 mm. Jadi masih bisalah dimainin pakai satu tangan. Masalahnya back door-nya ini agak licin ya. Jadi gua selalu pakaiin HP ini sama casing bawaannya. Bobotnya tuh ada di 194 gram yang masih terbilang cukup ringan gak bikin tangan kita pegal. Cuma ya tetap ya kayaknya kita wajib pakai dua tangan untuk nyaman ngoperasiin HP ini. Vivo V60 Lite ini ditenagai oleh Mediatek Dimensity 7360 Turbo yang berjalan di fabrikasi 4 nm. Dia punya 4 core performance Cortex A78 clock speed-nya itu up to GHz dan 4 efficien Core Cortex A55 clock speed-nya up to 2 GHz. CPU ini ditandemi sama GPU Mali G615 MC2 dan MediaTek NPU 655. Untuk RAM-nya dia ada di 8 GB LPDDR4X yang masih bisa dixtend lagi sampai 8 gig lagi dengan storage di 256 GB UFS 3.1. Wii-nya udah menggunakan versi 6 dengan Bluetooth versi 5.4. Di Antutu Benchmark versi 11.0.2, HP ini berhasil mendapatkan overall skor di 896.000-an ribuan dengan CPU skornya di Rp335.000-an dan GPU skor-nya ada di Rp14.000-an. Nah, selama pengetesan suhunya naik ya 9,4 derajat Celcius dan baterainya berkurang sebanyak 4%. Gua cobain juga ya storage test-nya. Storage-nya itu punya sequence read di 2,2 GB dan sequence R-nya di 1,8 GB. Lanjut kita ke 3D Mark White Life stress test. HP ini berhasil dapetin stability di angka 99,1% dengan base loop skornya di 3129 dan lowest-nya itu ada di 3.100. Nah, selama pengetesan baterainya berkurang sebanyak 3% aja dan suhunya naik sebanyak 4 derajat celcius. Lanjut kita ke Geek Band 6. HP ini berhasil mendapatkan skor 1028 untuk single core-nya dan 2891 untuk multiore-nya. Gua juga running GPU benchmark-nya ya dengan API Open CL. skornya itu ada di 2566 dan dengan API Vulcan itu skornya ada di 2525. Nah, buat main game yang ringan kayak Clash Royale sih geli-geli ya masih lancar dengan settingan yang high refresh rate. Nah, masuk ke Mobile Legends. Ini settingannya gua tes mentok kanan di map quality-nya ultra, frame rate-nya super dengan resolution HD dan efek quality-nya itu high. Nah, dengan settingan ini gua masih bisa dapetin experience yang sangat nyaman selama main game berjalan smooth aja, gak ada lag, gak ada nge-freeze ataupun frame drop yang berarti. Nah, Vivo bilang kalau game Free Fire itu sangat optimal buat HP ini. Di sini gua coba main dengan settingan grafik ultra, high, resolution itu di high dan high FPS-nya itu di high juga ya. Dan buat main game, HP ini memang terasa sangat optimal ya. Selama main, HP ini berhasil deliver experience yang smooth tanpa lag dan frame drop yang berarti. Vivo V60 Lite ini juga udah support bypass charging yang artinya ini lebih aman ya untuk main game sambil dicharge. Nah, lanjut kita ke bagian layarnya. Dia menggunakan panel AMOLED 6,77 inci dengan resolusinya full HD plus 2392 * 1080 pikel. Refresh rate-nya udah 120 Hz. Terus support P3 color gamut. Rasio kontrasnya R8 juta bing 1. Support playback HDR10 Plus. Pck brightness-nya ini ada di 3000 unit dan kerapatan pikelnya ada di 387 ppi. Nah, layar Vivo V60 Lite ini punya screen to body ratio 94,2%. Makanya untuk ukuran HP midrange, beasel layarnya tuh terasa tipis dan presisi di setiap sisinya. Kamera depannya juga menggunakan desain punch hole di tengah. Selain estetik, dia juga enggak mengganggu visual saat kita pakai HP ini. Layarnya bisa kasih detail yang cukup tajam dan ketajamannya ini rata sampai ke sudut-sudutnya. Yang gua suka warna yang diproduksi itu terasa natural dan pas banget. Saturasinya pas, vibrannya pas, warna skin tone-nya juga terasa akurat, warna hijau dan ungunya terasa pas banget di mata gua. Sungguh kalibrasi warna ini enak banget dilihat menurut mata gua. Nah, untuk YouTube layarnya udah support untuk playback HDR. Nah, di Netflix layarnya punya sertifikasi WhiteFine L1 dengan HDR support juga. Jadi kalau kontennya udah support HDR ini terasa banget ya kalau dynamic rate itu luas banget, nikmat banget deh layarnya buat dipakai nonton. Speakernya juga ada stereo buat kelantangannya enggak usah diraguin lagi karena speakernya support volume boost sampai 400%. Ini kencang banget loh. Nah, speakernya ini masih bisa kasih detail yang menurut gua masih cakep sih. Separasi suara yang luman, efek suron yang cukup buat kita nonton Netflix. Vivo V6 Lite ini datang dengan Fun Touch OS 15 yang berbasis Android 15. Jadi pada saat video ini dibuat, security patch-nya ada di bulan Agustus 2025. Gua udah sering bilang kalau Fantouch OS itu salah satu OS yang oke menurut gua. Tampilannya clean, enggak ribet, mudah dioperasiin. Jadi aman ya buat mau ngasih ke orang tua misalnya. Nah, pas gua pakai Fant OS ini ngasih experience yang smooth, seless, dan visual yang sangat fluid. Buat multitasking, buka banyak aplikasi juga terasa sangat aman. Vivo bilang mereka akan provide 5 tahun software update, tiga kali OS update, dan 5 tahun security page. Kapasitas baterainya juga gede banget ya, 6.500 mAh blue fold battery, baterai silikon carbon yang membuat HP ini jadi tetap tipis walau kapasitasnya besar. SOT yang gua dapat itu 8 jam. Ini setelah dipakai selama 1 hari 19 jam atau bisa dibilang hampir 2 hari lah. Gila, ini baterainya irit banget. Batok charger yang dikasih pun punya daya pengisian yang super cepat. 90 watt flash charge ini bisa isi penuh baterainya dari kosong sama sekali dalam waktu kurang lebih 35 menit aja. Nah, Vivo kasih warranty 5 tahun buat baterai Vivo V60 Lite ini. Untuk AI-nya ini juga masih lengkap. Yang Vivo highlight di sini ada dua AI productivity. Yang pertama ada AI block spam call. ini kita bisa aktifin di aplikasi call ya. Yang kedua ada AI caption yang bisa kita aktifkan saat nonton video atau pas lagi meeting online. Nah, AI caption ini juga udah support untuk bahasa Indonesia. Terakhir kita ke bagian kameranya nih. Di sini gua lihat nih ada dua kamera dia pakai setup-nya ya. Main kameranya dia pakai 50 megap Sony IMX 882 dengan aperture F1.79. Terus kamera ultra wide-nya dia pakai 8 megap dengan aperture F2.2. Sementara kamera depannya menggunakan sensor 32 megap HD selfie kamera F2.45. Kamera utama itu bisa ngasih detail yang baik saat keadaan banyak cahaya. Warna yang dihasilkan juga pop. Dynamic range-nya cukup baik. Mungkin kalau kita zoom itu bakal kelihatan kalau background-nya itu sedikit noisy. Menurut gua sharpeningnya sih lumayan kerasa ya dan agak sedikit oversarpen gitu. Dalam keadaan yang low light, detailnya masih sangat terjaga dengan baik dan gua suka ya karena fotonya tuh masih ada noise-noise-nya. Jadi yang artinya ini noise reduction-nya enggak terlalu agresif. Pada saat motret night mode ini kan auto ya. Jadi kita harus tahan napas pas ambil foto di low light dan dynamic range-nya ini jadi terasa agak kurang. Ada tiga filter baru yang bikin foto kita jadi vibes retro ala-ala kamera film gitu. Ada klasik negatif, positif film, dan clear blue. Asik ya, buat di-upload ke sosial media kita. Nah, untuk potraight mode-nya dia ada fitur AI for season potrat. Nah, di sini AI-nya bakal mengubah environment sekitar kita jadi seperti empat musim yang berbeda gitu ya. Ada spring, summer, outum, dan winter. Nah, pas gua cobain sih cukup seru ya. banyak foto yang kayak di luar negeri begitu. Untuk videonya ini mentok di resolusi 4K 30 fps dan untuk objek yang dekat detailnya bisa dieksekusi dengan sangat baik. Sayangnya dynamic Race ini agak ngepas ya. Gua langsung aja nih kasih lihat contoh videonya. Untuk perekaman kamera belakangnya ini bisa rekam di 4K. 4K 30 FPS ini sambil jalan seperti ini tuh. Nah, untuk kamera ultrawide-nya kualitasnya memang agak jomplang sih. Detailnya ya lumayan aja cuma kelihatan warnanya itu sama. Jadi hampir enggak ada color case. Tapi koreksi distorsi di HP ini dieksekusi dengan sangat baik ya. Hampir enggak kelihatan distorsinya. Nah, dalam keadaan yang low light, gambarnya juga terasa cukup soft, noise-nya juga lumayan terasa. Cuma menurut gua ini better ya dibandingin dengan kamera ultrawide HP midrange sekelasnya. Video ultrawide ini mentok di full HD 30 fps, tapi detailnya tuh cukup terasa desain ya. Gua langsung aja kasih contohnya seperti ini. Dan untuk kamera ultra wide-nya dia resolusinya di full HD 30 fps. Ini gua sambil jalan. seperti ini. Cukup stabil. Nah, seperti biasa kualitas kamera depannya ini pasti ya oke ya. Detailnya dieksekusi dengan sangat baik. Terlihat ya untuk jenggot-jenggot dan kumis-kumis ini masih detail pada saat dizoom. Video kamera depannya mentok di 4K 30 fps. Ini contoh perekaman kamera depan dari Vivo V60 Lite. Gua coba sambil ajak jalan. Ini jalan pelan-pelan banget seperti ini dan dia resolusinya bisa di 4K ya. Ini 4K 30 FPS. Kesimpulannya menurut gua Vivo V6 Lite ini oke ya secara desain ini cantik betul dari warna-warnanya okelah mantap. Terus ee kameranya itu juga desain dan layarnya oke. Dan AI-nya juga lumayan banyak. Jadi bisa mengimbangi sama saudaranya Vivo V60. Cuma yang bikin gua agak kehilangan adalah fitur-fitur Ze yang emang enggak ada di HP ini. Dan sisanya gua ngerasa Vivo ini sangat serius ya dalam menggarap HP-HP midrange mereka. Mereka berhasil deliver pengalaman HP midrange yang menyenangkan. Dan untuk harganya V60 Lite yang 8128 itu dibanrol Rp3599 juta di online eksklusif aja. Untuk yang 8256 itu dibanrol 3999 juta dan untuk V60 Lite yang 5G 8256 di banrol 4999 juta. Oke, jadi gua rasa segitu aja review Vivo V60 Lite diroid Lime. Gua Fahmi. Sampai ketemu lagi di video yang berikutnya. Bye.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Vivo V60 Lite

Vivo V60 Lite hadir di Indonesia sebagai smartphone kelas menengah yang menonjolkan desain ramping, baterai besar, dan kamera yang praktis untuk kebutuhan harian. Perangkat ini dipasarkan sebagai pilihan yang seimbang untuk pengguna yang ingin tampil stylish tanpa....

Vivo V60

Vivo V60 hadir di Indonesia sebagai smartphone kelas menengah yang membawa desain modern, kamera berkualitas, serta performa yang stabil untuk berbagai aktivitas digital. Perangkat ini dirancang untuk pengguna yang membutuhkan smartphone seimbang untuk komunikasi,....