Jungkat

BANTING HARGA! | iPhone Air 6 bulan kemudian.. (YouTube Video)

  • 16/06/2026

Jujur aja ya, pakai iPhone XR itu ibarat toxic relationship. Mau dipakai long term tapi kok ada aja kekurangannya. Giliran mau dilepas tuh berasa sayang. Bismillah alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi. Ini orang-orang pada kenapa ya? Ini di ekonomi gua perhatiin di medsos ini kok tahu-tahu banyak yang khilaf pada nyikat iPhone XR. Dulu pas awal rilis harga 20 sampai 30 juta iPhone XR ini cuma buat orang-orang tertentu. Narasinya "Orang gila mana yang mau keluar duit buat sebuah iPhone yang nanggung." Kasarnya cuma menang body tipis doang. Tapi ya memang kenyataannya penjualan iPhone [berdehem] XR ini enggak memenuhi ekspektasi. Ya mungkin ini jadi alasan kenapa sekarang harganya jadi jauh lebih terjangkau. iPhone XR punya tiga opsi kapasitas. Ada 256, 512, dan 1 tera. Harga ketiga varian ini kalau secara resminya ini masing-masing kayaknya turun sekitar 4 jutaan ya. Bisa lebih murah lagi kalau pas lagi ada promo di e-commerce lihat-lihat di medsos ada yang jual murah. Pas video ini dibuat harga iPhone XR 256 jadi 16 jutaan, yang 512 21 jutaan, dan 1 tera itu 25 jutaan. Dan tentu aja yang banyak diserbu adalah varian 256. Seolah kayak enggak apa-apa lah cincai 15 sampai 16 juta harganya buat ngilangin penasaran pengen nyobain iPhone yang setipis ini. Secara enggak langsung ini juga jadi benchmark kalau harga iPhone XR memang sebaiknya jangan di atas 20 juta. Jangan jauh-jauh [mendengus] dari yang 17 base model. Karena kalau udah di atas 20 apalagi 30 juta jadi nanggung mendingan yang pro series. Jujur aja ya, pakai iPhone XR itu ibarat toxic relationship. Mau dipakai long term tapi kok ada aja kekurangannya. Giliran mau dilepas tuh berasa sayang. Selama 6 bulan pakai at least in my opinion yang bikin betah dari iPhone XR ya cuma body tipisnya tapi layarnya lega. iPhone XR dikenal juga punya beberapa deal breaker ya, gua coba breakdown yang paling fundamental kalau mau minang iPhone XR harus siap migrasi ke e-sim, enggak bisa seenak undal kalau mau pindah-pindahin sim card. Ya, ini ribet di awal aja sih dan kurang cocok buat yang punya siklus ganti HP kurang dari setahun. Speaker mono juga sering disebut jadi deal breaker iPhone XR. Android 2 jutaan aja udah pada stereo. Ya, pastinya kurang asiklah cuma satu speaker, paling berasa pas posisi HP itu landscape. Tapi, seiring pemakaian lama-lama ini bakal termaklumi dengan sendirinya aku kita akan berdamai dengan speaker mono ini. Yang lebih sulit dimaklumi adalah baterai ya, bodi tipis begini ngorbanin baterai jadi cuma 3.149 mAh. Tanpa main game rata-rata masih bisa survive sampai jam 08.00 malam. Tapi, kalau ada sesi nge-game ataupun sering pakai kameranya biasanya sore jam 03.00 atau jam 04.00 tuh kita udah mulai was-was bakal cukup enggak nih ya baterainya sampai malam. Sering pakai power bank bukan solusi yang bagus ya karena bisa ngaruh ke battery health. Gua sendiri nyaris enggak pernah pakai PB, alhamdulillah battery health-nya ini cuma turun 1%. Sebenarnya bakal lebih ideal kalau punya dua HP, jadi beban penggunaannya itu enggak cuma ke iPhone XR aja, kebagi ke HP yang satunya lagi. Otomatis baterai iPhone jadi lebih irit. Dan yang paling jadi deal breaker, nih hari gini cuma satu kamera. Kualitas foto atau videonya memang sekelas pro series ya, tapi kalau lagi butuh ultra wide buat foto reuni bareng para mantan misalnya atau lensa tele buat kepoin mantan dari jauh itu kan, kita jadi repot. lagi kalau ada HP lain yang bisa handle kebutuhan ini sih aman atau cara lebih repot dan lebih mahalnya bisa pakai lensa tambahan. Kita pakai casing yang mendukung atau pakai holder jepit seperti ini, tapi sekali lagi ini kurang praktis ya. Dengan adanya penyesuaian harga, godaan untuk memiliki atau mencoba HP setipis ini pasti jadi makin kuat dan FYI, walaupun tipis tapi doi ini sama sekali enggak lemah. 6 bulan gua selalu pakai case yang tipis, so far no lecet. Juga sering kantongin di jeans yang lumayan ketat. Alhamdulillah enggak bengkok. Belakangnya ada lapisan ceramic shield, Bos. Frame-nya juga titanium. Soal durabilitas iPhone 17 Pro Series mah lewat. Performa juga jadi highlight menarik dari iPhone R. Kencang, cuy. Chipset-nya sama kayak iPhone 17 Pro. Catat ya, bedanya si R ini enggak ada cooling khusus. Jadi, kalau buat komputasi berat di durasi yang lama, dia enggak sestabil Pro Series. Ada throttling lah. Terus GPU-nya juga cuma 5 core kayak 17 yang base model. Sedangkan yang Pro itu dia punya 6 core. Masih tetap kencang dan ini sebenarnya enggak terlalu jadi masalah. Soalnya enggak cocok juga ya kalau kita beli iPhone R tujuan utamanya itu cuma buat main game. Terakhir yang mungkin banyak orang belum tahu, yaitu iPhone R dia punya RAM 12 GB sama kayak iPhone 17 Pro Series yang mana ini menjanjikan untuk penggunaan on time ya. Apalagi kita tahu di iOS 27 nanti itu bakal ada improvement besar di Apple Intelligence yang mana Apple bilang ada beberapa fiturnya yang on device ini cuma bisa dijalanin dengan dengan RAM 12 GB. Dan satu lagi, efek liquid glass di iOS 27 juga semakin enak dilihat. Bisa diatur transparansinya. Dan bayangin ya kita menikmati kecantikan efek liquid glass ini pada sebuah smartphone dengan body yang begitu tipis dan seksi. Ini perpaduan yang sangat memanjakan mata. So, dengan kondisi yang udah kita bahas barusan, rasa-rasanya iPhone R ini akan tetap menjadi iPhone terunik ya so far. iPhone yang jauh dari kata sempurna, tapi punya sedikit kelebihan yang justru sukses bikin penasaran dan akhirnya bikin orang pengen beli. [musik]

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.