Battle HP Compact Flagship 2025: Samsung Galaxy S25 vs Xiaomi 15 (YouTube Video)
Sesuai bocoran dari Malvin di video review Xiaomi 15, kali ini kita bakalan compare HP Compact flagship Xiaomi yang masih hangat ini sama compact flagship lain yang sering banget diminta versusin. Ini dia Xiaomi 15 versus Samsung Galaxy S25. Di battle kali ini kita bakalan compare keseluruhannya mulai dari desainnya, layar, kamera, chipset, baterai, dan juga software. Semuanya kita bahas di sini buat bantu kalian nentuin kira-kira compact flagship mana nih yang paling cocok buat kalian. Jadi langsung aja kita mulai perbandingannya. Pertama-tama kita mulai dari desain. Dua-duanya tuh punya komposisi yang mirip dengan kaca di bagian belakang dan aluminium frame. Di Samsung S25 udah Gorilla Glass Victus 2 depan belakang. Sedangkan di Xiaomi 15 mereka pakai kaca yang didevelop sendiri yaitu Xiaomi Shield Glass. Frame aluminiumnya gua suka. Dua-duanya sama-sama punya finishing yang dove atau matte gitu ya. Jadi enggak ada bercak dan dua-duanya frame-nya itu agak nge-curve ke back frame biar berasa seless dan enggak tajam di tangan. Walaupun kalau di Xiaomi 15 curve-nya itu lebih berasa ya, jadi lebih berasa halus di tangan dibanding di S25 yang curve-nya tuh satle dikit aja. Jadi rasanya masih punya karakter flat gitu ya frame-nya. Jadi kalian masih bisa rasain sikunya ketika resting di tangan. Tapi dua-duanya overall sama-sama enak buat digenggam dan hal yang gua sebutin ini enggak bakal terlalu relevan anyway ketika udah dipakaiin casing. Bagian belakangnya juga dua-duanya pakai kaca yang finishing-nya frosted ya. Jadi nice enggak gampang kotor ataupun nyeplak sidik jari. Buat modul kamera, looknya udah punya ciri khas masing-masing ya. Samsung bulutan-bulutan lensa berjajar T ke bawah. Sedangkan kalau di Xiaomi 15 dengan housing kamera bentuk mengotak yang diisi sama tiga lensanya. Menurut gua keduanya sama-sama punya desain yang slick dan minimalis. Jadi ya buat gua di sisi ini seri ya. Balik lagi ke preferensi subjektif masing-masing. Oh iya dua-duanya juga udah sertifikasi IP68 jadi aman buat kena air sampai kedalaman 1,5 m. Bicara soal display, di S25 itu layarnya 6,2 inci. Sedangkan di Xiaomi 15 itu ukurannya 6,36 inci. Di atas kertas rasanya enggak beda jauh, tapi secara experience kalau kita ngomongin HP Compact emang di S25 ini beneran berasa banget aura compactnya. Apalagi secara dimensi S25 itu lebih kecil dari segala sisi dibanding Xiaomi 15. Yang bikin HP ini tuh emang berasa true compact phone dibanding Xiaomi 15 yang ukurannya tuh bisa dibilang lebih mendekati regular size phone yang rata-rata punya layar 6,5 inci ke atas. Sebenarnya lucu juga ya di zaman sekarang ukuran segini bisa dibilang kompact. Padahal kalau dibandingin sama iPhone 15 Pro dimensinya tuh kurang lebih sama. Tapi di dunia Android ini udah jadi kategori compact lah ya karena rata-rata layarnya itu pada 6,5 inci ke atas. Anyway, layar kedua HP ini sama-sama udah teknologi AMOLED dengan refresh rate 120 Hz dan udah LTPO juga yang bisa turun sampai refresh rate 1 Hz. Kalau di S25 pakai dynamic LTPO AMOLED 2X dengan peck brightness 2.600 nitz dan di Xiaomi itu pakai LTPO AMOLED yang peck brightness-nya bisa sampai 3.200 nits. Dan yang gua suka dua-duanya ini bezelnya udah rata di seluruh sisi. Jadi kelihatan simetris. Secara spesifikasi di atas kertas, sebenarnya display Xiaomi 15 ini punya beberapa keunggulan di mana dia tuh udah 12 bit dibanding Samsung S25 yang layarnya 8 bit dan juga dia udah support Dolby Atmos versus S25 yang supportnya tuh baru HDR 10 Plus. Ini sebenarnya dua standar yang berbeda, tapi Dolby Atmos itu secara teknis lebih unggul dibanding HDR10 Plus. Tapi soal bit depth, gua gak ngerasa perbedaannya noticeable dalam pemakaian sehari-hari. Menurut gua, kedua layar ini tuh kelihatan sama-sama aja gitu bagusnya. Kemungkinan besar ya, karena hampir semua konten yang kita lihat di layar HP kayak misalnya sosial media dan web browsing itu juga rata-rata pakai color space sRGB 8 bit. Jadi walaupun secara teori Xiaomi 15 display-nya bisa nampilin warna yang lebih banyak, kalau hal yang muncul di layar itu cuma yang memakai warna 8 bit itu harusnya enggak bakal beda rasanya sama S25 yang pakai layar 8 bit. Yang noticeable bedanya itu justru ketika kita testing nonton Netflix yang di Xiaomi 15 itu ada logo Dolby Vision dan di S25 ada logo HDR. Pas dimainin sebelah-sebelahan itu kelihatan cukup jelas kalau di Xiaomi 15 kontennya kelihatan lebih IPing gitu. Di sini gua sempat survei ke teman-teman B dan semua itu pada vote kalau lebih bagus film yang ditampilin di layar sebelah kanan. Dan secara simpel mungkin penilaian bagusnya itu dikarenakan overall kontennya lebih terang jadi berasa lebih brilan gitu. Tapi anyway, balik lagi. Kalau pemakaian umum sehari-hari, menurut gua layar S25 dan Xiaomi 15 ini gak berasa beda. Tapi kalau kalian emang banyak konsumsi konten-konten yang bisa nampilin konten berstandar lebih tinggi kayak Dolby Vision untuk maksimalin layarnya, Xiaomi 15 emang lebih unggul di sisi ini. Dan kalian harus ingat ya, Guys, kalau kalian mau tampilin konten-konten Dolby Vision di Netflix, itu langganannya harus yang premium ya. Soalnya kalau langganan masih yang standar kayak gua, itu enggak bisa nonton HDR ataupun DualB Vision. Urusan audio, dua-duanya sama-sama udah dual stereo dengan perbandingan suaranya yang kayak gini. Kita lanjut ke kamera. Dua-duanya tuh punya setup tiga kamera belakang dengan konfigurasi main, ultrawide, dan telefoto yang spesifikasinya bisa kalian lihat di sini. Ya, kalau menurut gua selama ngetes kamera keduanya di kamera utama itu dua-duanya punya hasil yang comparable. Detailnya sama-sama bagus di pencahayaan yang terang. Yang beda paling cuma di cara menghandle shadow ya. Di mana Samsung S25 itu punya tendensi untuk naikin shadow supaya overall gambarnya kelihatan lebih terang dan flat. Sedangkan Xiaomi 15 itu cenderung punya pendekatan artistik yang kontras sehingga shadow-nya itu dibiarin gelap dan juga warnanya di Color Tone Leica vibrant yang kita pakai ini dia lebih intens ya. Kalian bisa lihat warna pucuk tanamannya tuh lebih merah pekat dibanding Samsung S25 yang tone-nya tuh lebih enggak seintens itu. Di kondisi low light juga night mode-nya cakep, bisa ngejaga detail dan bikin gambarnya terang dengan grain dan noise yang minim. Kamera ultrawide-nya juga comparable. Hal yang gua notice, palingan kalau di S25 ada detail-detail yang sulit kayak pohon gitu, cenderung dioversarpen gitu ya. Sedangkan kalau di Xiaomi 15 detail-detail ini jadi soft aja gitu. Tapi ya ultrawide emang bukan untuk pixel peiping detail ya. Buat lensa telfoto Samsung S25 punya lensa tele 3X yang resolusinya tuh 10 megapel. Sedangkan Xiaomi 15 punya lensa tele 2,6 yang resolusinya 50 megap. Kalau dibandingin di settingan zoom masing-masing di 2,6 dan juga 3X, dua-duanya tuh punya detail yang lagi-lagi comparable. Cuma memang ketika dizoom ke maksimumnya Samsung S25 digital zoom di 30X itu baru kelihatan kalau memang detailnya tuh agak kurang dibanding Xiaomi 15. Secara kamera telefotonya tuh cuma 10 megapel dibanding Xiaomi 15 yang 50 megap. Dan Xiaomi 15 ini bisa zoom sampai 60x yang hasilnya kayak gini. Di S25 enggak ada fitur khusus makro. Jadi kalau mau ambil foto ala-ala makro itu paling pakai kamera tele terus zoom ke objeknya yang hasilnya kayak gini dibandingin sama pakai telo di Xiaomi 15. Dan kalau di Xiaomi 15 itu ada fitur super makro yang kalau diaktifin itu hasilnya kayak [Musik] gini. Oke, ini untuk kamera belakang dari kedua smartphone ya, S25 dan Xiaomi 15. Sekarang kita coba tes perpindahan lensa. Sekarang ada ini kita lensa utama bisa pindah ke lensa ultrawide. Yap. Transisinya mana yang lebih smooth menurut kalian? Kita bisa balik lagi ke 1X. Oke, ke 2X. Kita kalau di Xiaomi 15 sih 2,6 lensa telnya ya. Sedangkan Samsung ini 3. Terus dia bisa lanjut lagi ke ini lima ya di Samsung. Di Xiaomi ada lima juga terus kita ke 10. Di Samsung ini ada juga ke10. Nah, ini 10 yang menggunakan lensa telenya ya. Xiaomi lebih tajam nih terlihat jelas. maksimal di 15, Samsung S25 di 12. Oke, sekarang kita bandingin perekaman video dari kamera selfie keduanya. Dua-duanya tuh sama-sama bisa shoot sampai 4K60. Tapi kalau di Xiaomi 15 itu cuma bisa 4K30. Kalau misalnya HDR-nya nyala, kita nyalain aja HDR-nya dan shoot-nya di 4K30. Karena kalau di 4K60, di Xiaomi 15 itu enggak bisa nyalain HDR. Kira-kira kayak gini video selfie-nya. Oke, sama ini sedikit perbandingan aja kalau seandainya di Xiaomi 15 HDR-nya dimatiin. Jadi sama-sama shoot di 4K60. Kalau gua lihat sih kayaknya angle-nya Xiaomi 15 lebih eh luas gitu ya kalau Xiaomi. E kalau Samsung S25 lebih tight. Kita lanjut ke chipset. Dua-duanya tuh sama-sama udah pakai Snapdragon 8 Elite, tapi di S25 itu pakai Snapdragon 8 Elite 4 Galaxy yang tunangannya itu beda sedikit dengan dua Prime core yang dioverclock ke 4,47 GHz. Menariknya untuk hasil benchmark Antutu S25 itu konsisten di kisaran skor R juta. Sedangkan Xiaomi 15 itu bisa dapat skor 2,4 jutaan loh. Walaupun pas kita testing kita ngalamin Xiaomi 15 ini kena overheat yang suhunya tuh sampai 52 derajat. Sedangkan S25 itu di kisaran 42 derajat aja dan enggak pernah sampai notifikasi overheat. Jadi kelihatannya emang tuningannya Samsung tuh ada di limit supaya suhunya tetap terjaga. Tapi untuk pemakaian sehari-hari performa kayak gini tuh udah pasti lancar-lancar aja. Dan harusnya pemakaian umum itu enggak ada yang nyiksanya sampai kayak aplikasi benchmark yang bikin HP kalian tuh sampai ngalamin overheat. Soal baterai S25 punya kapasitas 4000 mAh dan Xiaomi 15 itu 5.240 mAh. Jadi perbedaannya ini cukup gede ya yang emang noticeable. Ini kita coba testing di berbagai kondisi pemakaian dan dapat hasil baterai usage-nya seperti ini. Secara penurunan baterai emang konsisten Samsung S25 itu turun lebih cepat karena kapasitas baterainya emang lebih kecil. Cuma yang menarik pas dibiarin standby ternyata baterainya tuh drop lebih sedikit dari Xiaomi 15. Tapi balik lagi ini bisa berbeda-beda use case-nya masing-masing orang. Soalnya mungkin ada background proses yang jalan yang bisa bikin baterainya Xiaomi 15 lebih boros waktu standby. Untuk charging Samsung S25 support super fast charge sampai 25 watt, tapi mesti beli sendiri adaptor chargernya. Sedangkan Xiaomi 15 dari charger bawaannya itu udah dapat yang 90 wat. Warna charging-nya juga beda nih ya. Samsung S25 itu 15 watt dan Xiaomi 15 itu support di 50 wat fast wireless charging. Dan keduanya itu sama-sama udah bisa reverse wireless charging. Kita tes charging selama 20 menit. S25 ini bisa keisi 36% sedangkan Xiaomi 15 bisa keisi 50%. Jadi urusan baterai dan charging emang Xiaomi 15 ini menang telak ya dibanding Samsung S25. Baterainya lebih gede, lebih tahan lama, dan nge-charge-nya juga lebih kencang. Buat software-nya, Samsung S25 udah pakai One UI7 berbasis Android 15 out of the box dan bakalan dapat software update dan security patch selama 7 tahun. Sedangkan Xiaomi 15 itu pakai HyperOS 2.0 yang juga berbasis Android 15 dan bakalan dapat software update selama 4 tahun dan security patch selama 6 tahun. Di OneU 7 kali ini kita bisa lihat ada refreshment yang cukup berasa ya dari segi UI di mana ada elemen-elemen yang berubah kayak ikon-ikon aplikasi bawaan dan juga control center dan notification yang bentuknya jadi lebih membulat. Jadi looknya tuh berasa fresh tahun ini. Terus Samsung juga nambahin beberapa fitur-fitur baru kayak nowbar di lock screen yang cukup handy supaya bisa akses fitur-fitur relevan langsung ada di bagian bawah sini ya. Terus ada Now Brief yang premisnya tuh sebenarnya menjanjikan, tapi jujur gua gak gitu kepakai soalnya informasi yang muncul tuh masih sedikit. Jadi kurang memberikan alasan yang kuat buat gua nambahin hal ini jadi rutinitas baru ngecekin daily brief tiap hari. Tapi ini juga mungkin bakalan lebih kepakai lagi kalau misalnya kalian tertanam di ekosistem Samsung. Soalnya ketika gua cobain pakaibles-nya Galaxy Ring itu exercise record, energy score, dan juga slip score itu bakalan muncul di Now Brief dan itu mungkin baru lebih menarik ya. Dan juga mungkin buat orang yang kalendernya jauh lebih sibuk bakalan lebih kepakai supaya bisa dapat hatchs up apa yang akan dijalanin hari itu. Nah, fitur favorit gua dari OneUI i7 di S25 kali ini justru adalah fitur best face. Yang ini tuh helpful banget buat foto-foto ramaian kalau ada yang kedip atau mukanya aneh karena bisa diganti mukanya tinggal swipe up di foto dan nanti ada pilihan best face kayak gini dan tinggal pilih nih siapa yang mukanya mau diganti biar lebih pas. Walaupun Samsung bukan yang pertama bikin fitur ini karena udah ada duluan di Google Pixel, tapi kayaknya di Indonesia HP resmi yang ada fitur kayak gini tuh baru masih Samsung aja deh. Oh iya, pastiin motion foto yang logonya ada di atas kanan itu dinyalain ya kalau misalnya kalian mau pakai fitur base face-nya. Terus sejak pakai OneUI gua juga cukup sering pakai AI select buat jadi shortcut ketika gua butuh ngolah apa yang ada di layar dengan lebih cepat. Misalnya lagi nonton lihat konten video, terus di videonya ada teks yang mau di-copy atau nomor telepon yang mau di-adek, itu semua jadi lebih gampang kalau pakai AI select. Jadi itu practical use-nya di gua surprinally cukup sering kepakai. Beralih ke sisi Xiaomi di mana sekarang udah Hyper OS 2.0. Yang menarik itu menurut gua adalah fitur-fitur customisasinya yang semakin dikembangin. Kayak lock screen-nya nih ya, style-nya tuh makin banyak lagi. Dan ada AI cinematic lock screen dan AI dynamic wallpaper ya yang bisa generate wallpaper yang bergerak dari gambar statis. Ini gua sempat nyobain dan dia tuh saat ini masih cukup strik ya, cuma mau terima gambar tertentu aja. Contohnya gambar dedaunan yang kita foto sendiri ini pas dimasukin bisa menggenerate wallpaper yang bergerak yang cakep kayak gini. Terus secara fitur-fitur AI, Xiaomi juga makin berkembang nih ya. Rangkaian fiturnya tuh sekarang dikumpulin dalam satu rumah yang namanya Hyper AI. Jadi fitur-fitur AI kayak writing assistance, summariz notes, terus translate conversation, generate subtitle, dan edit-edit foto itu ada di sini. Dan cerita dikit, pas gua update ke HyperOS 2.0 itu gua agak kurang s ya sama tampilannya. Soalnya kalau pakai layout grid home screen dengan li icon itu iconnya jadi kayak bantet gitu dan jarak atau spacingnya itu juga jadi agak aneh. Gua udah coba-coba utak-atik gedein size icon-nya juga. Somehow layoutnya tuh kurang berasa pas gitu. Jadi, gua terpaksa pakai layout icon grid 4 gini yang kelihatan lebih normal. Tapi anyway, buat gua pribadi yang bikin kangen dari hyper OS-nya Xiaomi itu animation speed-nya yang berasa lebih cepat. Jadi, efeknya navigasi dalam OS-nya tuh berasa lebih snappy secara overall. Terus juga nih Hyper OS-nya Xiaomi itu kita bisa pakai dual apps untuk duplicate aplikasi dengan lebih bebas. Misalnya gua mau duplicate aplikasi shopping kayak Tokopedia supaya bisa lockin akun berbeda itu kita bisa. Sedangkan kalau di OneUI-nya Samsung itu kita cuma bisa Messenger apps aja yang di-copy lewat fitur dual Messenger. Sebenarnya bisa juga sih diakalin nged-duplicate aplikasinya tuh pakai fitur secure folder cuma tuh jadinya nanti ribet. Soalnya tiap kali mau buka aplikasinya itu harus masukin Secure Pin dulu. Jadi ya sepertinya itu aja, Guys, sudut pandang pribadi gua buat OS kedua HP-nya. Lanjut dari segi harga, Samsung S25 ini dijual dengan harga 1499 buat varian 12256. Sedangkan Xiaomi 15 itu harganya 119. Jadi, ada selisih yang terbilang gede ya di Rp3 juta. Apalagi kalau varian 51 gig itu bisa beda sampai Rp4 juta. Jadi kalau dari harga emang Xiaomi itu udah selalu identik bisa ngasih value for money yang lebih ya. Tapi gua rasa Samsung juga PD ya kalau di ranah kategori flagship. Target pasarnya tuh punya sensitivitas terhadap harga yang gak gitu tinggi. Yang penting tetap bisa ngasih experience yang mewah, terus fiturnya paling flagship dan paling update udah cukup buat convince target marketnya buat beli. Apalagi ya kalau urusan persepsi brand buat gengsi emang Samsung tuh masih ada di atas sana enggak sih barengan sama Apple? Jadi ya soal harga balik lagi ke penilaian masing-masing orang-orang kebutuhannya tuh seperti apa? Jadi itu dia guys perbandingan head to head buat compact flagship paling hangat saat ini. Samsung S25 dan juga Xiaomi 15. Kalau kita summarize dari segi desain dan build quality itu seri ya. Soalnya dua-duanya udah sama-sama bagus. Soal layar, Xiaomi 15 lebih unggul di beberapa skenario ya dan juga pick brightness-nya emang lebih tinggi. Chipset dua-duanya udah pakai Snapdragon 8 Elite. Yang enggak perlu ditanyain lagi. Cta paling tinggi dan paling update buat smartphone saat video ini dibuat. Tuningannya Samsung kelihatan lebih optimiz ya kalau dilihat. Soalnya Xiaomi 15 beberapa kali bisa sampai overheit pas kita siksa pas benchmark. Tapi buat dailyus menurut gua keduanya sama-sama aja di sini. Baterainya jelas lebih unggul Xiaomi 15 karena kapasitasnya tuh juga emang lebih gede secara signifikan dan juga chargingnya itu udah lebih cepat 90 watt dan udah langsung dapat dari paket pembeliannya. Kamera menurut gua main kamera dua-duanya solid untuk telefoto yang zoom-nya lebih dari 3X, Xiaomi 15 tuh lebih unggul dan untuk selfie gua masih lebih suka Samsung ya dari skin tone-nya tuh yang kerasa lebih pas dan juga perekaman video menurut gua kayaknya masih lebih bagus walaupun angle selfie-nya tuh lebih lebar di Xiaomi 15 yang bisa muat lebih banyak orang kalau selfie. Dan yang terakhir, software. Seperti tadi kita udah bahas, ini preferensi dengan keunggulan yang masing-masing. Tapi kalau disuruh pilih, gua tuh masih condong ke OneUI 7 ya dengan UI-nya yang menurut gua pribadi tuh lebih cakep. Sama ada fitur-fitur khusus yang gua suka banget kayak best face itu game changer banget menurut gua. Tapi balik lagi itu personal ya, Guys. Setiap orang beda-beda. Dan gua harap di video kali ini gua udah meng-cover hal-hal apa aja yang bisa jadi bahan pertimbangan kalian ketika kalian mau pilih antara kedua HP compact flagship ini. So, menurut kalian sendiri gimana? Mending Samsung S25 apa Xiaomi 15 dan alasannya kenapa langsung aja share di kolom komentar. Anyway, segitu dulu aja guys dari gua. Thank you for watching. Boleh klik tombol like-nya dong kalau misalnya kalian suka komparasi kayak gini dan jangan lupa subscribe ke Basotch kalau belum. Nama gua Edwin.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...

















