
Begini Cara Kerja Fitur Pendeteksi Risiko Diabetes di Huawei Watch Fit 5 Pro
Jakarta - Kehadiran lini jam tangan pintar terbaru dari Huawei, yakni Huawei Watch Fit 5 Series, membawa angin segar bagi teknologi kesehatan wearable. Salah satu variannya, yakni Huawei Watch Fit 5 Pro, membawa sebuah terobosan baru berupa Fitur deteksi risiko diabetes.Fitur yang diberi nama Diabetes Risk Study ini diklaim sebagai yang pertama hadir di industri jam tangan pintar. Lantas, bagaimana cara sebuah jam tangan mengukur risiko penyakit gula tersebut tanpa harus mengambil sampel darah melalui jarum suntik? Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan dan cara kerja teknologi pemantau risiko diabetes pada Huawei Watch Fit 5 Pro: 1. Memanfaatkan Teknologi PPG - Huawei memanfaatkan sensor optik yang berbasis teknologi photoplethysmography (PPG).- Teknologi ini bekerja untuk memantau perubahan aliran darah pada pembuluh mikro yang berada di pergelangan tangan pengguna. 2. Pemantauan Denyut Nadi Berkelanjutan - Perangkat akan mengumpulkan data melalui pemantauan denyut nadi.- Proses pengumpulan data ini tidak dilakukan sesaat, melainkan secara berkelanjutan selama rentang waktu 3 hingga 14 hari.- Pemantauan tersebut dilakukan secara terus-menerus, baik pada siang maupun malam hari. 3. Penggabungan dengan Profil Fisik - Sistem kemudian akan memadukan data hasil pemantauan denyut nadi tersebut dengan profil pengguna.- Adapun data profil fisik yang dilibatkan meliputi usia, jenis kelamin, tinggi, dan berat badan pengguna. 4. Analisis Algoritma dan Kategori Hasil - Seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan sebuah algoritma khusus.- Algoritma ini bertugas memberikan gambaran risiko diabetes secara komprehensif.- Sistem pada akhirnya akan menyajikan hasil evaluasi yang dikategorikan menjadi tiga tingkatan risiko, yaitu rendah, sedang, atau tinggi. Untuk menjamin akurasi dan validitas dari sistem peringatan dini ini, Huawei menyatakan bahwa pengembangan Fitur tersebut dilakukan bersama sejumlah institusi dan rumah sakit di Tiongkok serta Dubai. Fitur ini dirancang sebagai bagian dari sistem pemantauan Ultra Health untuk mendukung deteksi dini bagi kesehatan pengguna. Konsumen di Indonesia yang tertarik untuk mencoba teknologi kesehatan preventif ini bisa mendapatkan Huawei Watch Fit 5 Pro yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 3.699.000 selama masa penjualan pada 21 Mei hingga 20 Juni 2026. (asj/asj)
Video Lainnya
Mencari jam tangan pintar berkualitas di kisaran satu hingga dua juta rupiah sering kali membingungkan. Jagat Review membedah berbagai pilihan terbaik guna membantu...
Buka Harga Gadget Makin Gak Masuk Akal?? 😭 BIT Podcast COME BACK! untuk mengupas tuntas alasan harga gawai dan laptop yang melambung drastis akibat krisis chip...
Peta persaingan wearable terjangkau pertengahan 2026 kian sengit. Tak sekadar pamer baterai awet, integrasi Health Connect kini jadi standar mutlak. Segera klik...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...

















