Calon paling worth it - Unboxing POCO F9 Ultra & F9 Pro Indonesia! (YouTube Video)
Halo guys, David disini, dan kita bakal cobain calon HP paling worth it di tahun ini. Poco F9 Ultra, featuring Poco F9 Pro. Di video ini kita bakal lebih fokus ke Ultra ya, karena buat sekarang tidak masuk akal buat pilih yang Pro. Nambah budget 10 persenan udah dapetin Ultra yang jauh-jauh lebih mantep. Seri Pro ini kayak berasa pancingan doang biar orang itu milih Ultra. Agak kasihan sih. F9 Pro ini HP bagus, jangan salah, tapi timingnya salah banget. Soalnya dia datangnya bareng F9 Ultra. HP yang valuenya luar biasa bagus buat standar tahun ini. 14 juta buat varian RAM 16GB dan internal 512GB. Waktu PO, mereka malah berani banting harga, jadi 12.5 juta. Itu harga yang bener-bener nggak masuk akal, tapi pas PO doang ya. Jadi kita pake patokan harga normal aja, 14 juta. Duit yang jelas nggak sedikit, tapi kalau murah atau mahal itu harus lihat konteks juga. Misalnya kalau kita bandingin sama rival abadi, AYQ yang 15, harganya di 13 jutaan, tapi RAM-nya cuma 12GB dan internal 256GB. Flagship Xiaomi 17 juga sama, varian 12-256 harganya 15 juta. Dua HP itu sama-sama umurnya udah mau setahun ya. Jadi POCO F9 Ultra ini berani ngasih RAM sama storage yang gede, padahal justru itu komponen paling mahal buat zaman sekarang. Nambah RAM 4GB dari 12GB jadi 16GB, itu entah nambah berapa ya. 2 atau 3 juta belum storage-nya. Makanya, hebat aja sih POCO bisa ngasih RAM sama storage berlimpah, dan spek-spek lain juga nggak kalah sanggar. Jadi mari kita cobain, kita mulai unboxingnya. Desain kotaknya sangat standar sih. Di sini ada POCO S9 Ultra, mirip kayak seri X dan seri-seri mid-range. Nggak ada yang spesial, cuma ada tulisan, nggak ada gambar HP. Ada logo POCO, dan yang ini, yang lumayan spesial, di kiri atas ini ada Sound by Bose. Jadi POCO kembali berkolaborasi dengan merek speaker yang bagus, Bose, buat kasih speaker yang luar biasa, mantep sih di tahun lalu, udah top banget, harusnya kali ini juga lanjut. Di sebelah kiri ada POCO, dan apa ini, tulisannya panjang banget. Enjoy High Quality Audio, oh, Sound by Bose Technology. Lumayan dijual, dan itu emang pantes, karena luar biasa, nanti kita dengerin. Di seberangnya ada POCO S9 Ultra, dan ini tidak terlalu luar biasa, Xiaomi Hyper OS, yang standar aja sih. Di atas, di bawah, dia polos, dan di belakang ada tulisan dibuat di Tiongkok. Ya, ini ada stiker segitiga, ini artinya dia udah versi yang dijual resmi di Indonesia, tapi dia bukan dibuat di Batam seperti HP-HP POCO lain, kalau ini, ya ini dibuat di Tiongkok juga kalau si F9 Pro. Jadi buat flagship, si POCO ambilnya barang dari China ya. Buat garansinya sendiri, dia 15 bulan, mantap, dan di bawah ada prosesor yang menyeramkan, Snapdragon 8 Elite Gen 5, ini flagship buat tahun 2026. Udah ada Snapdragon yang baru sih, Snapdragon 8 Elite 6 Extreme... Apa ya? Panjang banget, ada Extreme-nya pokoknya sekarang. Dan Elite Gen 5 itu yang dipakai buat flagship-flagship tahun lalu, dan tentunya pasti kenceng banget sampai sekarang. Ngecasnya juga kenceng, 100 Watt buat kabel, 50 Watt buat wireless charging, jadi dia udah ada wireless charging, terus baterainya juga gede, 8050 mAh, layarnya cakep, AMOLED 6.9 inci, dan 185 Hz, kenceng banget. Kameranya 200 MP dengan OIS, dan lagi-lagi Sound by Bose. Variannya warna hitam, RAM-nya 16 GB, dan internalnya 512 GB. Ada juga varian warna yang seperti ini, burgundi-burgundi kalau di iPhone, tapi kalau di POCO namanya Cherry Red, Red Cherry. Ya, agak burgundi sih warna cherry itu, jadi silahkan yang mana yang lebih cocok. Kita langsung lihat saja varian warna hitamnya. Apakah mirip kayak POCO X Series yang ada di sini? Coba kita lihat dulu, ini ada depannya, disambut SIM Ejector, terus ada panduan memulai cepat, ada stiker POCO-nya beraksi, terus ada casing yang hardcase. Ini casing bening yang agak buram sedikit buat bagian bawahnya, kalau bagian pinggirnya dia bening. Terus ada bookmark yang pucuknya adalah POCO-nya beraksi lagi. Ini tanda terima kasih, ya. Terima kasih kepercayaan lo dengan kami di POCO. Di bawahnya ada HP-nya, terus ada charger 100 Watt, di sini Type-A dan kabel Type-A to Type-C seperti biasa. Ini 100 Watt nggak sampai sejam udah penuh sih. Apakah udah... Kok kayak ada biji-bijian gitu ya? Apakah silica gel di bawahnya? Harusnya silica gel ya, nggak bisa dikeluarkan. Sekarang kita lihat HP-nya, ini warna black, yang desainnya sangat mirip kayak POCO F8 Ultra kemarin sih, tidak banyak yang berbeda kecuali warna hero-nya. Kalau yang F9 Ultra, yang sering dipamerin itu warna dark cherry tadi, burgundy tadi, sementara yang F8 Ultra lebih funky ya, dia jeans-jeans gitu. Kalau warna black ini dia kesannya aman, kalem, simple, tapi di dalamnya garang, saya suka. Dia kelihatan polos dengan finishing yang pantulannya halus. Buat bahan back covernya ini dia pakai campuran kaca sama fiberglass yang kalau jatuh, harusnya dia lebih kuat daripada kaca. Cuma kalau dari material emang nggak bakal semewah kaca. Ada plus minusnya lah, hybrid ya. Di bawah sini ada logo POCO, dan di atasnya ada modul kamera yang ingetin saya sama gaplek sih, karena ada 4 di sini dan 1 yang besar. Di sebelah kanan bulat gede ini ada lubang subwoofer khusus ya, jadi ada speaker ekstra biar suaranya makin dentum lagi, makin bertenaga lagi, dan di bawahnya sini ada LED-LED-an warna-warni juga, jadi ada efek yang lebih-lebih kayak bluetooth speaker. Di pojok kiri atas ada kamera utama 200MP dengan OIS, di kanannya ada kamera ultrawide 50MP, dan di kiri bawah ada kamera periscope 50MP dengan 5x optical zoom. Di sini ada LED flash, jadi semua lubangnya ini berfungsi, tidak ada gimmick, bahkan sampai speakernya juga mantul sekali harusnya. Buat framenya, dia pakai bahan metal ya, kelihatan dari garis antena itu ciri khas frame metal, karena kalau nggak ada garisnya gini, sinyal bakal susah masuk. Terus ada tombol power dengan aksen warna merah, ada tombol volume, di atas ada speaker lagi, ada garis antena lagi, di kiri dia garis antena lagi, dan di bawah ada speaker lagi, port type C 3.2 yang kenceng, ada mikrofon, dan SIM tray dual nano SIM. Jadi setengah teranya nggak bisa masuk microSD lagi ya, dan itu sudah sangat cukup sih, karena kalau pun bisa masuk microSD, kalau nggak punya bekasannya mau beli yang baru kayaknya berat zaman sekarang. Semua harga memori mau microSD kecil, SSD, RAM, UFS HP, semuanya mahal. Feel pegangnya sih premium ya, karena dia pakai frame metal, rasanya keras, dan dia juga berat. Dia ukuran layarnya 6.9 inci, baterainya gede, 8050 mAh, jadi jangan heran kalau kita timbang, dia punya berat di 237 gram. Itu sudah plus screen protector ya kalau nggak ada screen protector. Mungkin kurangin 2 gram lah. Kalau dibandingin sama iPhone 18 Pro Max, berat banget 264, lu pasangin tempered glass. Pantes, soalnya emang berat kan? Ya emang berat sih, cuma nggak sangat 260 juga ya, karena kaca kalau normal kalau nggak salah 240-250 ya. Ya, sekitarnya berat banget iPhone. iPhone terberat ini. Poco Ultra pun jadi kayak biasa aja. Harganya juga sangat-sangat berat. Bisa 3 kali kayaknya ya. 3 kali lipat loh dari Poco ini. Luar biasa iPhone. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Poco F9 Ultra. Kesan pertama saya sama HP ini, pas lihat layarnya, ini kok rasanya ikonnya kurang turun gitu ya? Kayak bagian bawahnya ini ada kosong yang lumayan lebar. Tapi setelah saya pikir-pikir, ternyata kayaknya Hyper OS bagus gitu. Soalnya kalau pegang HP ini dan pengen seimbang, nggak jatuh-jatuh, posisinya adalah seperti ini, dan jempol kita seperti ini. Kalau dia di bawah banget, jempol harus agak ditarik ke bawah dan itu tidak nyaman. Jadi mereka naikin dikit supaya lebih enak sih. Bener sih. Kalau misalnya tangan diturunin gini biar jempol segini, HPnya bakal mudah jatuh. Entah itu saya yang cocok-cocokin, atau emang ini terlalu lebar aja. Tapi saya nyaman sih kayak gini. Tapi ini tetap agak, agak, agak kosong ya. Ada OPPO X9 Ultra, di sini bawahnya keisi, dan ya ini lebih kelihatan normal sih. Cuma emang kalau dipikir, jari harus lebih ke bawah. Mungkin orang 90% bakal mainnya di tengah aja sih. Masuk akal, masuk akal. Buat spek layarnya sendiri, dia kelihatan gede nggak? Soalnya 6,9 inci, kalau tangan anda kecil, bakal berasa menuh-menuhin tangan. Ini salah satu kekurangan yang bakal jadi deal breaker, yang tidak suka HP besar. Kalau dari speknya sendiri, udah mantep sekali sih. Dia refresh ratenya 185Hz. Kita coba aktifin dulu di sini. Di sini ada settingannya buat ngeliat kalau dia bisa up to 185Hz. Cuma catetannya, 185Hz itu cuma bakal aktif kalau kita mainin game yang compatible. Misalnya Subway Surf, atau kayak Mobile Legends bisa 165Hz. Dia aman, udah support, bisa maksimal. PUBG juga bisa 120Hz dan bisa di interpolasi. Itu fungsi 185Hz. Kalau misalnya cuma geser-geser menu doang, harusnya sih sistemnya nggak bakal 185Hz ya. Karena terlalu ngeberatin baterai. Ngapain nge-scroll gini doang mau 185Hz? Coba kita show refresh rate, dan iya sih, 120Hz. Jadi dia naik turun 120Hz sama 1 nggak? Harusnya nggak, karena dia bukan LTPO. Yap, dia mentok di 60Hz aja. Jadi itu kelemahan pertama dari Poco S9 Ultra kalau pakai standar flagship. Dia belum LTPO, batas bawahnya cuma 60Hz yang lumayan makan baterai dibanding HP yang bisa sampai 1Hz atau 24Hz. Itu kurangnya si S9 Ultra. Sama satu lagi, kaca yang dipakai juga cuma Corning Gorilla Glass 7i ya. Bukan Victus, bukan Armor. Jadi Poco nggak pakein kaca terbaik buat F9 Ultra ini. Untungnya kalau soal brightness udah bagus banget. Kalau kita tembakin matahari yang terik, dia juga udah jelas sekali, tidak ada masalah. Dan kalau kita setting dia ke minimum brightness, dia juga sangat gelap. Bisa sampai 1 nits. Jadi itu yang penting juga sih kalau misalnya kita sering pakai HP, di ruangan yang gelap. Sekarang kita cobain speakernya yuk. Kita bandingin sama iPhone 18 Pro Max kali ya. Oke, iPhone itu selalu punya reputasi speakernya mantap. Salah satu yang top. Apakah si Poco ini bisa ngelewatin? Kalau tahun lalu sih bisa ya. Tahun ini nggak tau sama nggak. Wuhh, berisi ini. Dan dia volumenya nggak kenceng-kenceng banget sih. Ini udah full. Nggak bener-bener rame, tapi rasanya dalem aja gitu. Nggak menggelegar, menggetarkan meja kayak... Kayaknya F8 Ultra sampai agak geter gitu. Kayaknya powernya nggak sekuat tahun lalu. Kesannya, ingetan saya. HPnya udah nggak di sini. Coba kita bandingin sama iPhone deh. Let's go. Kemarin kayaknya kita... Wuhh, wuhh, kok gila. Wuhh, gitu. Wuhh, kenceng kali. Detilnya juga kayaknya lebih enak ya. Wuhh, gede sih. Ini kok nggak segitunya ya. Kita pake iPhone deh. Atau karena kita kemarin ada bahas tablet Lenovo yang speaker yang bulat banget itu nggak tau juga. Tapi kesan pertama, ya bagus aja sih. Iya sih, bagusan fokus dia emang. Kok lemah banget ya? What? Coba revnya ya, sama-sama revnya ya. Ini gara-gara Lenovo ini, nggak bener ini. Udah rusak linga gitu. Lenovo kemarin parah ini. Oke lah. Kita bandingin ya. Wuhh, beda. Wuhh, iya sih. Fix menang si Poco F9 Ultra. Iya sih, kok jadi lemah banget. Iya sih, aduh. Kalau soal indra itu emang harus pake kontras ya. Harus kita bandingin mata, suara, rasa. Iya, iya, iya. Kalau nggak ada perbandingan nggak tau gitu. Ini linga rusak gara-gara Lenovo tablet sama kemarin kita cobain 30 bluetooth speaker itu fix. Padahal Poco bagus. Kalau lagu ini rasanya lebih powerful. Oke, gimana dengan iPhone? Kenceng juga, tapi kayak lebih... Wuhhh, oke. Fix, iya. Oke lah, berarti Poco F9 Ultra speakernya mantap. Ngetop, iya iya. Cuma kalau ada bluetooth speaker lebih jauh lebih bagus itu sih, udah jelas. Cuma HP, lubangnya ada subwoofer khusus, keren banget. Terakhir, terakhir. Kita bandingin sama Oppo Find X9 Ultra. Yang bodinya gede banget, gimana dengan speakernya? Ih, langsung agak mendem ya. Karena saya jadi mikir ini iPhone yang kualitasnya menurun atau emang si Poco yang terlalu bagus? Ternyata iPhone emang tetap bagus, Poco-nya aja yang terlalu mantap. Karena yang lain emang kurang sih. Keren. Lanjut, soal UI, soal high price. Di sini ada Dynamic Island, terus ada iklan kah? Ini udah connect ke internet? Apakah jebret? Kalau Ultra sih harapan saya tidak ada ya. Karena udah termasuk level tinggi di wallpaper dan lain-lain. Harusnya tidak ada sih, tapi tetap rasanya kok nggak berani ngejamin 100% kalau bakal tidak ada terus. Apalagi nama HP ini adalah Poco yang emang seri budget. Mungkin Xiaomi bakal berusaha nyari subsidi lewat tempat lain, termasuk iklan. Cuma untungnya di Ultra ini dia belum ada dan semoga tidak ada terus. Minimal kalau yang paling mahal, jangan lah ya Xiaomi ya. Buat update OSnya sendiri, dijanjiin bakal dapet sampai 4 tahun ke depan dan security patchnya sampai 6 tahun ke depan. Jadi lumayan lama udah ala-ala HP mahal juga. Cuma Redmi Note kayak gitu juga sih, bagus lah. Brand-brand sekarang udah merhatiin itu. Sekarang kita masuk ke bagian gaming performa yang pasti ketebak ya agak boring sih bagian ini. Karena harusnya tidak ada kejutan. Di sini skornya hampir 4 juta poin buat AnTuTu versi 12. Ini adalah prosesor flagship terbaik buat sekarang. Karena yang 6 Extreme itu kayaknya belum dijual di dunia, di Indonesia pastinya belum ada. Buat sekarang dia masih yang terbaik, skornya 4 juta. Dan kalau buat main game, coba kita lihat. Mobile Legends. Wow! Kadang lupa kalau speakernya itu bagus banget. Tidak hanya denger musik tapi main game juga lebih ramai ya. Wow, keren kan? Lebih hype rasanya. Wow, ini nih. Membangkitkan fokus, adrenalin dan semangat. Tapi tidak skill. Saya adalah cahaya bulan yang melepaskan kegelapan. Kayaknya ini rekor ya, 165. Kemarin 144 ada di Aikus kalau saya. Kalau ini ada di... Wow, mantap. Ramai loh. Wow, timnya juga jadi jago. Apa? Teriak. Oh ya, wow. Kalau pakai tembak-tembak rasanya lebih bisa aja. Memang pemain MLBB jadul. Wow, hebat banget. Wah, wah. Ramai coy. Wah! Suara yang gede emang rasanya bikin lebih fokus. Lebih ramai aja rasanya. Lebih serius. Buat performanya tidak usah ditanya lagi. Ini adalah prosesor Qualcomm yang sangat kencang. Rata 165. Cuma rata-ratanya 163 sih. Ya, apalagi artinya 2 fps dari 165. Ini lawan boss kalau speakernya gede juga mantap ini. Lebih... Wow, serang woy. Eh, nyangkut. Eh? Oh, tidak ada animasinya kalau nyangkut seperti ini. Tambah healing. Hah! Tolong, sayang. Huh! Nyeng-nyeng. Jarang-jarang ada speaker yang keluarin suara motornya dengan baik. Ya, lagi-lagi buat performa selalu ingat kalau ini adalah prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5. Jadi, tidak ada turun-turunnya sih. Tetap 59-60 fps aman. Oh ya, buat suhunya sendiri dia agak tinggi ya. Kalau kita mainnya selalu battle dan mapnya udah yang baru. Dia dapet di 44-45 derajat. Itu termasuk tinggi buat Snapdragon 8 Elite Gen 5. Sekarang cobain kameranya. Buat fotoin warna-warna burgundy. Warna-warna yang mengkilat-mengkilat. Sama foto-foto si F9 Pro ini. Buat kualitas fotonya sendiri, karakternya lumayan kontras ya. Warna-warna jadi lebih pekat. Mungkin Poco mau simulasiin karakter warna saudaranya, si Xiaomi. Yang udah kerjasama bareng Leica. Hasilnya emang bikin langsung keingat sama Leica sih. Walaupun hasilnya nggak bakal sama persis ya. Saya tetap suka sama kamera Poco F9 Ultra. Fotonya rapi di segala kondisi. Mau siang, mau malam. Warnanya nggak kusam, kontras yang kayak tadi. Dan nggak mudah goyang. Dynamic range-nya oke, detail juga mantep. Tajemnya nggak berasa banyak processing. Kualitasnya hampir merata juga buat banyak lensa. Paling ultrawidenya aja yang agak sedikit berubah warnanya. Tapi ini tetap perasa kamera kelas atas lah. Itu buat fotonya ya. Kalau buat videonya kayak gimana, silakan dinikmatin. Buat kualitas videonya, bisa di 4K 60fps. Dan kita bisa ganti-ganti lensa ya. Ini lensa 1x, bokehnya mantap. Kalau kita pindah ke ultrawide, bokehnya langsung jelas semua. F-nya panjang sekali. Ini 1x, dan ini zoom 5x. Eh, agak belok ya. Tengahnya jam, dan kalau zoom dia agak ke kanan sedikit. Nyeww. Buat perekaman kamera depannya, di resolusi 4K 30fps aja. Jadi nggak bisa 60fps. Jadi, kayak bisa ambil kesimpulan sih. Kalau kualitas video di Poco S9 Ultra, dan harusnya Pro juga. Nggak sebagus fotonya. Kalau foto tadi saya suka kelas atas. Kalau buat merekam video, nggak terlalu ya. Kayak tadi, buat kamera belakang. Buat kondisi terang pun. Outdoor yang siang-siang, masih jedut-jedut fokusnya. Malem juga berasa. Dan kamera depannya pun belum bisa 4K 60fps. Dan warnanya juga agak kusam-kusam. Kayak pohon di belakang itu. Terus yang ini. Terus baju saya, muka saya juga. Kayak agak diterang-terangin aja gitu. Beda banget sama fotonya yang saya suka. Kalau video ini, standar mid-range sih. Nggak ada kayak aroma-aroma ultranya. Jadi, beda. Jadi, itu Poco F9 Ultra. F9 Ultra. HP yang jagain nama Poco sebagai brand yang value banget. Harganya bener-bener bagus sih. Buat zaman sekarang, dengan RAM dan storage yang gedik. Masih berani. Chipset flagship yang udah mejem aja. Narik semua game di fps tinggi. Speakernya the best. Fiturnya lengkap juga. Dari eSIM, wireless charging, IR blaster, batere gede, support OS-nya lama. Yang kurang dari HP ini, sama kelas flagship yang harganya itu udah pasti 15 juta. Atau mungkin 20 juta. Kalau RAM-nya 16512. Itu layarnya masih Gorilla Glass 7i. Dan belum LTPO, belum bisa turun ke 1Hz. Dan yang paling penting, rekaman videonya masih jedat-jedut. Fokusnya kurang mantep. Sayang banget sih buat HP kelas atas kayak gini. Kalau videonya bagus, wah layarnya tadi jadi nggak ngaruh sih. Sama soal iklan, semoga nggak muncul di kemudian hari ya. Nah, gimana dengan Poco F9 Pro yang dari tadi kita pinggirin. Kalau misalnya anda masih kepikiran buat hemat duit sekitar 1,5 juta buat HP ini. Sekali lagi, jangan. Kita nggak usah jauh-jauh bandingin spek dulu deh. Dari RAM-nya aja, di sini, dia 12GB. Storage sama, tapi RAM-nya 12GB. Dari RAM aja udah kelar. 12GB selisih 4GB selisih 1,5 juta itu itu aja udah setara lah. Belum lagi, coba kita buka dulu karena dari tadi belum unboxing. Di sini, kita bisa melihat kalau speaker-nya, ya di sini ada buletan sih. Tapi kalau kita lihat dari dekat, ya ini hanya buletan yang ada tulisan doang. Tidak ada subwoofer yang khusus kayak F9 Ultra. Itu udah kebanting. Prosesornya juga beda. Ini Elite Gen 5 V Series. Ada V Series-nya. Yang kalau saya cari itu, dia 10% lebih lambat dari yang tanpa V Series. Jadi itu, kamera ultrawide ini 8MP aja. Ini 50MP. Itu, baterai 6330 mAh. USB 2, bukan 3.2 kayak ini. Itu. Jadi, kayaknya hemat 1,5 juta tapi hilang sebanyak itu. Sama satu lagi. Nyadar nggak? Saya pas ngelihat awal-awal agak lucu sih. Ini bodinya Ultra kan lebih gede. Si Pro lebih kecil. Tapi kenapa logo Poco yang di Pro ini lebih gede dari yang Ultra ya? Ini bukan efek desain yang lebih kecil loh. Ini emang tulisannya lebih gede loh. Aneh aja rasanya. Terlalu gede nih logo Poco yang ini. Ya, sekali lagi, Poco F9 Pro dia nggak jelek. Dia tetap kenceng buat main game. Terus dia speakernya tetap bagus buat standar HP biasa. Normalnya HP 2026 tuh kayak gini. Harganya naik, RAM dan prosesor nggak maksimal, kameranya turun. Poco F9 Ultra aja yang kualitasnya kelewatan. Saking bagusnya, saya jadi agak curiga sama Poco kalau F9 Ultra ini bakal manis di awal ya harganya ya. Mungkin sebulan lagi bakal 17 juta. Itu harga yang sama kayak Poco F9 Ultra di Malaysia atau di negara lain. Indonesia aja yang terlalu murah atau harga sama tapi nggak ada stok lagi. Semoga nggak kejadian ya. Semoga cuma pikiran jelek saya aja ya. Semoga justru lebih bagus. Biar F9 Pro-nya laku, F9 Pro-nya yang harganya diturunin. Sementara yang Ultra tetap sama. Gitu sih harapannya. Semoga bisa. Like kalau suka dengan video ini. Dislike kalau nggak suka. Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Closed Caption by @Subbox.id Poco, Poco. Selalu ya kayak gitu ya. Dan semoga tidak ada iklan. Luar biasa sih.
Video Lainnya
Pasar ponsel bekas sering kali menyimpan permata tersembunyi yang menawarkan rasio harga dan performa luar biasa. Penasaran lini flagship lama mana yang masih...

















