Calon Tablet Sejuta Umat! - Redmi Pad 2 (YouTube Video)
[Musik] Satu lagi tablet yang baru muncul di pasar Indonesia yaitu Redmi Pad 2. Sebuah tablet yang secara kasat mata terlihat cantik karena bentuknya minimalis dengan pilihan warna yang lucu-lucu. Ada warna grap white gry, ada lavender purple dan min green. Nah, yang saya punya ini kebetulan warnanya mean green ya. ya walaupun enggak hijau-ijau banget tapi over. Pertama tentu kita akan ngebahas soal visualnya. Bodinya cukup solid dengan pemilihan material metal di bagian back cover-nya saya bisa langsung tahu kalau bagian belakangnya ini terbuat dari metal karena memang pada saat saya tempel atau saya pegang si backover-nya ini dia dingin banget gitu. Kita semua tahu ya material metal itu punya kemampuan menyerap dingin lebih baik dibandingkan material plastik. Jadi enggak perlu pengujian apapun atau mencari informasi lebih untuk tahu material apa yang digunakan. Karena saya sudah bisa menyimpulkan bahwa ini menggunakan material metal. Dingin, Bro. Dingin. Bil quality-nya solid. Saya coba tekuk-tekuk. Dia juga oriental kokoh. Di sebelah kiri terdapat apapun. Ee jadi terlihat polos. Di bagian atas kita bisa lihat dua buah speaker dan tengahnya ada tulisan Dolby Atmos. Ia menandakan bahwa speaker di tablet ini dituning sama Dol diatmous. Terus di sebelah speaker juga ada tombol power. Di sebelah kanan ada volume rocker atau tombol volume. Terus ada lubang mikrofon. Di bawahnya ada SIM tray buat naruh micro SD. Dan di bagian bawah ada dua buah speaker lagi. Lalu ada sebuah jack audio dan satu buah port USB type C yang kalau kita perhatikan posisinya agak ke bawah ya, jadi enggak simetris gitu. Kalau saya lihat total speakernya ada empat ya, artinya dia punya setup kuat speaker yang di atas. Kertas harusnya bisa menghasilkan suara yang kencang ya. Dan ternyata dugaan saya benar karena pada saat saya coba mendengarkan musik dengan YouTube suaranya itu memang kencang banget, nyaring banget, dan terasa cukup tebal gitu. Artinya frekuensi low-nya masih sangat terasa dan masih ada bass-nya gitu. Jadi saya suka sama kualitas speaker yang ada di tablet ini. Lanjut ke layar. Mungkin ini jadi salah satu nilai jual utamanya karena layarnya punya spesifikasi yang cukup tinggi. Dia berukuran 11 inch dengan bezel yang cukup simetris di semua sisi. Dan kita bisa lihat bahwa posisi kamera depannya tidak di bagian atas, tapi di bagian samping. Yang menandakan bahwa memang tablet ini diperuntukkan untuk penggunaan secara horizontal. Selain layar yang cukup besar, resolusinya juga tinggi. Karena dia punya resolusi 2.5K di mana dia punya kerapatan piksel yang juga tinggi. Ini terlihat saat saya melihat konten dengan resolusi 4K di YouTube. Gambarnya itu kelihatan tajam banget. Sok secara angka kita juga bisa melihat bahwa angka-angka di spesifikasi layar tablet ini juga tinggi. Mulai dari aspek rasio yang ada di 6 bing 10 yang artinya memang dia punya space yang lebih lebar dibandingkan rasio 16 b 9. Terus dia juga punya resolusi 2560 piksel 1600 piksel. dengan kerapatan 274 ppi. Ref rate-nya ada di 90 Hz dan dia punya t sampling sampai 360 Hz dengan jari dan 240 Hz kalau kita pakai pensil atau sty. By the way, ada juga styil juga. Sayangnya tidak termasuk dalam paket penjualan. Jadi harus dibeli secara terpisah. Untuk tikat brightness-nya sendiri lumayan oke, yaitu ada di 500 nits dan dia bisa dibost sampai 600 nit saat kondisi outdoor atau di luar ruangan. Dia juga punya beberapa sertifikasi seperti TUV R low blue light certified untuk layarnya. Ada juga TUV Rinline flicker free certified dan TUV Rinline Circadian friendly certified. Apa artinya? Silakan googling sendiri. Layarnya juga punya reading mode untuk kalian yang juga suka baca dalam waktu yang lama. Terus ada we touch technology yang memungkinkan layar tetap responsif walau tangan kita lagi basah. Pokoknya secara spesifikasi saya suka sama layar di tablet ini. Untuk performa Redmi Pad 2 ini pakai sosi buat diet yaitu Helio G 100 Ultra, G100 Ultra atau G100 Ultra gitu. Seperti kebanyakan gadget-gadget buatan Xiaomi yang selalu menggunakan khusus racikan mereka sendiri yang kemudian dikasih embel-embel ultra di belakang penamaannya. SOC ini sendiri menggunakan teknologi fabrikasi 6 nanm secara angka juga oke mulai dari Antotu benchmarknya hingga ge bench-nya juga menunjukkan angka yang menurut saya sudah sangat oke untuk sebuah SOC menengah. Performanya sejauh ini lancar. Saya coba main beberapa game yang rutin saya mainkan seperti Line H2M. Dia bisa berjalan dengan cukup baik dan saya merasa ini nyaman banget main game ini di tablet ya. Karena tampilan itu lebih besar dan lebih enak buat ngontrol si karakter dan lebih nyaman buat e mencet-mencet shortcut dalam game gitu. Nah, RAM di tablet ini tuh berukuran 4 GB dengan storage 128 GB dan tentunya RAM-nya bisa kita extend ya. Caranya gampang, tinggal masuk ke setting, terus pilih ke additional setting, terus memory extension dan pilih tambahan RAM yang kita inginkan. Untuk storage-nya sendiri berjenis UFS 2.2 dan kecepatan baca tulis yang menurut saya lumayan cepat ya, di atas 200 MB/s. Jadi harusnya untuk performa bisa lebih lancar ya. Terbukti setiap saya membuka tutup aplikasi prosesnya lumayan cepat. Di dalam sim tray-nya juga terdapat sebuah slot micro SD yang bisa kita tambahkan dengan micro SD sampai 2 TB. Untuk konektivitasnya tentu tablet ini lengkap mulai dari Wifi 5 terus ada Bluetooth 5.3. Dia juga mendukung highest code yaitu LDAC dan beberapa kode standar seperti SBC atau AAC. sayangnya tidak ada slot SIM di sini, jadi kita gak bisa pakai SIM card di tablet ini. Pengoperasian tablet ini juga selain menggunakan jari, kita juga bisa menggunakan styatunya tablet R jutaan yang mendukung styless. Tadi saya sempat mention soal dukungan terhadap stylet ini ya. Jadi saya mau cerita soal kemampuan dari Redmi Smart Pen-nya sendiri. Secara angka tling yang bisa didukung oleh smartp ini adalah 240 Hz. Dia juga punya latensi yang rendah yaitu di bawah 10 ms. Terus gaya aktivasinya juga ada di 10 gr dan sensitivitasnya terhadap tekanannya ada di 496. Artinya ada 496 level tingkat tekanan yang bisa diterima oleh si styless ini. Tabletnya juga bisa jadi monitor tambahan dan bekerja sebagai wireless display extension yang mana kita bisa menjadikan tablet ini sebagai ekstensi monitor di komputer kita. Dan enggak cuma mendukung sistem operasi Windows, kita juga bisa melakukan wireless display extension dari Mac. Jadi kita bisa menggunakan tablet ini sebagai layar kedua komputer Mac. Bedanya tablet ini bisa jadi screen kedua dan support input atau bisa menerima perintah dalil layer sentuh. Sedangkan kalau di Mac hanya berfungsi sebagai screen mirroring atau extender aja. Jadi enggak bisa tersentuh dan enggak bisa ngirim perintah. Untuk software Redmi Pad 2 ini pakai sistem operasi Android 15 dengan antar muka Hypos S2. Tampilannya tentu sudah sangat familiar karena saya sudah terbiasa dengan HP Xiaomi. Jadi fitur-fiturnya juga saya sudah sangat familiar dan terbiasa menggunakannya. Satu hal yang saya suka dari sistem operasi buatan atau racikan Xiaomi ini adalah selain memang manajemen dayanya yang dikenal sangat baik sejak dulu, saya suka banget dengan bagaimana Xiaomi memberikan fitur manajemen icon yang sangat intuitif dan nyaman menurut saya. memindahkan beberapa shortcut sekaligus, menghapus beberapa shortcut sekaligus juga menghapus beberapa aplikasi sekaligus dan dan mengklasifikasikan shortcut sekaligus juga bisa dilakukan dengan sangat mudah di HyperOS 2 ini. Jadi untuk software saya suka dan enggak ada kendala sejauh ini. Nah, saya juga mau bahas sedikit soal Xiaomi Interconnectivity. Kita bisa melakukan banyak hal antar device Xiaomi misalnya dengan akun yang sama. Kita bisa share clipboard di mana saat kita copy sesuatu di smartphone Xiaomi, kita bisa ngpaste clipboard tersebut di tablet Xiaomi. Hal ini persis seperti yang bisa dilakukan di ekosistem Apple. Hmm, nice. Enggak cuma soal copy paste ya, ada juga namanya callsing, yaitu pada saat kita menerima telepon di smartphone kita, notifikasi teleponnya akan muncul di semua device Xiaomi yang terhubung dengan akun yang sama. Sekali lagi, persis seperti apa yang Apple Ekosystem lakukan. Dan sekali lagi ini nyaman banget karena saya sebagai pengguna ekosistem Apple merasa fitur ini sangat kepakai dan sekarang Xiaomi berhasil membawa fitur ini ke ekosistem mereka. Terakhir soal interkonektivitas. Ada juga fitur networksing di mana kalau kita sudah terhubung ke jaringan dari perangkat smartphone, maka kita enggak perlu lagi login ke jaringan atau network tersebut dari perangkat Xiaomi kita yang lain karena sudah otomatis login ya. Atau kalau kita mau nyalain hotspot di HP, kita tinggal buka pilihan Wii dari tablet terus pilih nama HP kita dan hotspot dari si HP-nya akan otomatis nyala. Jadi enggak perlu repot nyalain manual di HP. Intinya adalah interkonektivitas Xiaomi ini seless banget dan bikin penggunaan mult device jadi semakin nyaman dan sangat manjain penggunanya. Lanjut ke baterai. Tablet ini punya baterai yang gede banget yaitu 9000 mAh yang diklaim bisa hidup dalam kondisi standby sampai nyaris 3 bulan. Nah, kondisi standby itu artinya stabl enggak diapa-apain ya, enggak terhubung sama jaringan dan hidup aja gitu dan dia bisa bertahan sampai 3 bulan. Mereka juga ngeklaim kalau untuk memutar video kayak gini bisa dipakai selama 17 jam nonstop. Untuk menandarkan musik juga dia bisa sampai 234 jam dan untuk membaca ebook dia bisa bertahan sampai 22 jam. Ya, menurut saya ini sebuah angka yang sangat tinggi. Saya tadinya agak enggak percaya kalau tablet ini punya baterai sebesar 9.000 1000 mAh. Karena jujur tablet ini tuh enggak tebal-tebal banget gitu. Menurut saya tergolong tipis. Siapa sangka kalau di dalam body yang tipis ini ada sebuah baterai berukuran 9.000 y mAh di dalamnya. Di dalam boknya juga ada kepala charger dengan maksimum output 15 watt. Tapi tablet ini bisa menerima daya sampai 18 watt. Di bagian belakang juga ada sebuah kamera berukuran 8 megapel dan kamera depannya berukuran 5 megapel. Kamera pada sebuah tablet bukan sebuah fitur yang esensial menurut saya karena pada akhirnya toh akan jarang digunakan terutama di kamera belakang ya karena akan terasa aneh kalau kita ngambil foto menggunakan tablet kayak aneh dah pokoknya. Sedangkan untuk kamera depannya tentu ini akan sangat berguna terutama buat kalian yang memang rajin melakukan video call atau video conference. Hal tersebut juga tentunya akan nyaman di tablet ini karena posisi kameranya ada di bagian samping yang mana kalau kita miringkan si tablet dalam posisi horizontal kameranya akan berada di tengah gitu. Dan menurut saya ini akan sangat nyaman. Kita bisa beli keyboard Bluetooth dan pairing sama tablet ini biar kerasa lebih nyaman gitu. Karena selain bisa dipakai buat nonton film atau hiburan, tentu bisa dipakai buat tipis-tipis kerja gitu. Anjay. Tipis-tipis kerja. Untuk kualitas kameranya sendiri enggak banyak yang bisa saya ceritakan karena kualitasnya sekedar ya lumayan aja lah. Fotonya juga ya lumayan. Masih terlihat cukup oke dalam kondisi terang untuk perekaman video. Dia juga bisa merekam video hingga resolusi full HD di 30 fps, baik itu di kamera belakang ataupun kamera depan. So, overall untuk sebuah tablet di bawah R juta menurut saya Redmi Pad 2 ini killer banget. Pertama dia punya desain yang cantik. Kedua dia punya layar yang tajam banget 2.5K coy. Enggak ada tablet harga yang sama yang punya layar setajam ini. Ketiga, performanya lebih baik dibandingkan tablet-tablet lain di renc. Keempat, baterainya itu gede banget 9.000 mAh dengan durabilitas yang luar biasa. E harusnya sekertasi sih gitu ya. Dan terakhir yang tidak dimiliki oleh tablet lain adalah ekosistem. Di mana tablet ini diklaim bisa terhubung ke Xiaomi Interconnectivity yaitu ekosistem buatan Xiaomi yang memungkinkan antar perangkat terhubung. Terdengar sepele, tapi menurut saya ini adalah hal yang mahal karena enggak semua punya device yang bisa bekerja antar device seperti yang Xiaomi lakukan. Tablet ini juga cocok banget buat kalian yang punya rencana beli tablet buat anak mungkin. Dan yang lagi cari tablet di range harga R jutaan tapi punya spesifikasi yang tinggi dan fiturnya udah lengkap banget serta siap diajak ngapain aja, tablet ini bisa kalian jadikan pilihan. Jadi dua jempol buat tablet ini. Saya suka. H
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Di tengah lesunya kondisi ekonomi saat ini, DKID Media justru membawa angin segar lewat ulasan tablet terbaru yang diklaim tetap mempertahankan kemewahan layar 2K...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...

















