
Canggih dan Personal, Ini Arah Baru AI di Smartphone Samsung
London - Kecerdasan buatan (AI) di ranah konsumen telah melewati fase bulan madunya. Jika beberapa waktu lalu kehadiran AI pada smartphone masih dianggap sebagai sebuah inovasi baru yang memukau (novelty), kini statusnya telah bergeser. Konsumen tidak lagi bertanya apakah perangkat ini memiliki AI melainkan sejauh mana AI memahami kebutuhan mereka.CU Kim, Presiden dan CEO Samsung Electronics South East Asia and Oceania menyebut bahwa konsumen masa kini, terutama di kawasan Asia Tenggara yang didominasi oleh generasi digital natives, memiliki tuntutan tinggi terhadap kehadiran kecerdasan buatan di genggaman mereka. "Fase AI selanjutnya bukan tentang lebih banyak fitur. Ini tentang relevansi. Konsumen berekspektasi AI dapat memahami gaya hidup, konteks, dan bahasa mereka," papar Kim di sela Galaxy Unpacked 2026 yang digelar di London. Galaxy AI pun makin diperkuat, termasuk dukungan pada banyak bahasa di Asia Tenggara. "Konsumen mengharapkan AI untuk memahami gaya hidup, konteks, dan bahasa mereka. Untuk melayani pasar kami yang beragam, Galaxy AI mendukung 22 bahasa termasuk bahasa Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Bahasa-bahasa ini disempurnakan dengan wawasan dan nuansa dari pasar lokal," sebutnya. Menurutnya, teknologi AI menjadi semakin bermanfaat dan personal bagi para pengguna seiring berjalannya waktu. Saat AI menjadi semakin personal dan proaktif, aspek kepercayaan, transparansi, dan akurasi menjadi kuncinya. "Di Samsung, pendekatan kami sangat jelas. Setiap pengalaman AI harus bermanfaat, aman, dan dikendalikan oleh pengguna. Kami yakin Asia Tenggara dan Oseania siap untuk tahap selanjutnya dalam adopsi AI dan kami berkomitmen menghadirkan AI bagi konsumen di wilayah ini yang terasa alami dalam kehidupan sehari-hari mereka," cetus CU Kim. Pertumbuhan penggunaan Galaxy AI di Asia Tenggara sendiri menjanjikan. Di sektor HP layar lipat Samsung, CU Kim menyebut di kawasan ini, smartphone adalah gerbang utama menuju AI. Di antara pengguna Galaxy Z7 dan Flip 7 di kawasan ini, tingkat penggunaan AI tumbuh dari 84% pada bulan Agustus tahun lalu menjadi 96% pada bulan Juni tahun ini. Para pengguna ponsel lipat ini memanfaatkan AI untuk tugas-tugas praktis sehari-hari. Adapun fitur-fitur AI yang paling sering digunakan meliputi Circle to Search untuk penemuan cepat, ringkasan informasi (now brief) untuk pembaruan yang dipersonalisasi, dan asisten foto (photo assist). "Kami yakin bahwa jajaran produk baru ini akan memikat konsumen di Asia Tenggara dan Oseania, serta memberikan mereka lebih banyak pilihan dalam menikmati pengalaman AI," pungkas CU Kim, merujuk pada smartphone terbaru Samsung yang meliputi Galaxy Z Fold8, Z Fold8 Ultra dan Z Flip8. (fyk/fay)
Video Lainnya
Menikmati hiburan atau bekerja kini makin praktis lewat perangkat layar sentuh ekonomis. Simak ulasan 11 Tablet Mantap Di Bawah Rp 5 Juta! - Rekomendasi di...
Eksplorasi Samsung Galaxy Watch Ultra 2 mengungkap bodi titanium kokoh dengan kapasitas daya lebih besar dan bodi ramping. Saksikan ulasan unboxing lengkapnya lewat...
Menilik lini ponsel lipat terbaru dari Samsung lewat Samsung Galaxy Z Flip8, Z Fold8 atau Z Fold8 Ultra mengungkap perbedaan performa dan fitur yang menarik untuk...
Menggenggam ponsel lipat seharga puluhan juta tentu menyisakan ekspektasi tinggi. Namun di balik bodi tipisnya, tersimpan kompromi menyebalkan. Simak Keluh kesah...
Evolusi ponsel lipat Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra membawa baterai silikon karbon 5000 mAh dan performa tangguh. Simak Jagat Review untuk ulasan lengkapnya!
Uji coba sepekan Samsung Galaxy Z Fold8 Seminggu Kemudian ... membuka sisi praktis ponsel lipat yang kian ramping di saku, namun tetap menyisakan catatan performa...
Menawarkan desain bodi kaca premium serta performa kencang berkat Snapdragon 6 Gen 3, Samsung Galaxy A27 unboxing mengungkap sederet peningkatan menarik termasuk...
Membawa bentuk kotak yang ringkas, Review Samsung Galaxy Z Fold8 Indonesia | Jadi Beda Bukan Berarti Paling Bagus mengupas tuntas ponsel lipat ini. Di balik baterai...
Penasaran bagaimana sensasi memegang Samsung Galaxy Z Fold 8 hasil pre-order? Simak ulasan fisik, proses trade-in, hingga perubahan layar lipatnya yang terasa...
Banyak yang mencibir Samsung Galaxy A57 karena dibanderol delapan juta rupiah dengan spesifikasi biasa saja. Namun, setelah harganya anjlok ke kisaran enam jutaan,...
Memilih ponsel kelas atas keluaran sebelumnya kini menjadi strategi cerdas ketika harga perangkat baru terasa semakin melambung. Menelusuri penawaran menarik HP...
Penurunan harga drastis membuat flagship tipis ini kembali menarik untuk dipinang. Performa tangguh dan bodi ringan menjadi daya tarik utama bagi kreator yang aktif...

















