Jungkat

CANGGIH tapi HEMAT!! BIT MEGA UNBOXING Eps.35 (YouTube Video)

  • 24/10/2026

Oh. Ih, geli guys, sudah lama enggak kena kabel. Woi, woi, woi. [tertawa] Wah. Downgrade. What's up guys? Welcome back to the best channel YouTube channel sama gua Marvin dan yes, mega unboxing is back. Tapi seperti yang kalian bahas bisa baca di judul dan di thumbnail, kita episode kali ini temanya adalah downgrade. Yes, karena ya di zaman sekarang ya kondisi ekonomi, kondisi politik, kondisi negara kita ya lagi semuanya tuh ya berasa downgrade gitu guys, jujurnya ya. Makanya banyak banget dari kemarin gua lihat ya di Threads, di YouTube, di Instagram ya pada bilang downgrade. Ada downgrade dari iPhone ke Nokia katanya. Ada yang downgrade juga dari Samsung ke BlackBerry gitu. Padahal BBM-nya sudah enggak jalan lagi. Tapi barang-barang yang ada di sini, walaupun judulnya downgrade, gua tetap usahain ini punya value yang menarik ya. Jadi enggak sekedar [musik] cuma lebih murah doang, tapi ya tetap punya value gitu. Tetap punya fitur, tetap worth the money gitu. Makanya di video kali ini kita bakal unboxing ada 1 2 3 4 ada 1 lagi ya. Dan karena ini downgrade ya dengan kondisi ini kita cuma satu kloter aja. So, semoga ya videonya seru dan jika kalian pengin mega unboxing-nya upgrade lagi, make sure tinggalin tombol jempol ya. Karena biar kita dapat adsense-nya lebih banyak gitu ya. Jempol-jempol, subscribe, di-share, di-comment di bawah gitu. Karena itu yang membantu video ini bisa semakin tidak downgrade. Oke, langsung aja kita mulai videonya. Let's go. Hitam. Ada ada yang tersembunyi di sini. Yang ini bisa dibilang tuh adalah downgrade dari controller HP [musik] alias mobile, yes. Kalau kalian ingat ini controller Gamesir pernah kita bahas beberapa waktu lalu di mega [musik] unboxing juga ya. Tapi memang bisa dibilang ini tuh versi bisa dibilang lebih terjangkaulah dan sekarang namanya X5S ya. X5S ini kalau kita kalau kita buka ya. Nah ya Gamesir X5S [musik] yang mana S-nya ini sebenarnya perbedaannya adalah dia sekarang sudah pakai wireless alias bluetooth. [musik] Nah kemarin gua itu sempat ngelihat kan banyak dari kalian ketika kita bahas tablet-tablet gitu ya pada suka nanyain gamepad yang satu ini. Ya ini namanya Gamesir Galileo G8 plus ya dan ini harganya lumayan, lumayan, lumayan ya. Nah yang satu ini bisa dibilang fiturnya tuh mirip tapi harga lebih terjangkau dan punya value yang menurut gua oke banget karena apa? Karena ukurannya ya yang sangat portable. [musik] Mari kita check it out. Nah ini dia untuk bentuk controllernya ya. Jadi lebih ramping, lebih simpel, tombol-tombol ada, joystick-nya ada. Di sini juga dia tulis ada game hub-nya dan kalau kalian yang sudah familiar mungkin pakai device Android game hub itu kan sekarang lagi rame untuk mainin game-game PC ya game Steam. Eh kalau gua sendiri sukanya pakainya game native ya itu sejenis sama game hub tapi katanya ada plus minus masing-masing. Ini compatibility bisa buat Android dan ada switch juga plus ada iOS dan PC gitu. Jadi diutamakan memang buat si Android dan Nintendo switch. Karena dia wireless ya. Kalau sebelumnya kan yang X5 biasa itu kabel USB type C yang mana kalian colokin ke HP. Nah karena ini pakai bluetooth dia protokolnya sudah bisa ngomong kayak istilahnya sama Nintendo, sama iOS, sama PC, sama Android juga. Dan kayak ada semacam aplikasinya [musik] ya. Nah, di bagian belakang ada keterangan yang lebih jelas soal ukuran device, yang mana dia bisa 105 sampai 213 mm. Jadi, lebarnya 20 cm. Mungkin Nintendo Switch 2 mungkin juga bisa ya. Nah, teman-teman silakan di-pause dan di-translate ya. Masih segel ya. Alright. Kabel yang pertama, kabel USB ke USB-C. Kemudian, oh, dapat kayak semacam pembatas gitu Terus dapat stiker-stiker juga. Dan ini dia. Uh, look at that, guys. Jadi, yang menarik di sini memang menurut gua adalah dia itu dapat case ya. Jadi, kalian bisa bawa-bawa controller-nya aman dimasukkan ke dalam [musik] tas. Kan kalau kayak gini kan dia kayaknya enggak ada case-nya ya. Lihat ya, ini ya. Jadi, benar-benar plong kayak begini saja, yang mana bikin gua kadang tuh agak deg-degan kalau gua masukkan ke tas ya. Analognya-lah, tombolnya-lah, dan dia ini juga terutama dia bisa dicopot si case-nya gitu kan. Jadi, kadang agak takut ada yang tombol ya ada tombol yang copot-copot gitu kan. Case-nya pun thoughtful banget karena dia ada lubang USB-C-nya nih kalau mau nge-charge gitu ya. Sekarang kita buka. Nah. Uh, look at that. Terus ada iniannya juga. Oh, bisa dicopot betul. Jadi, dikasih kayak semacam pinset. Ini kalau kalian mau copot-copot ya, yaitu tombol ABXY-nya bisa diputar. Jadi, kalian bisa sesuaiin sama kebutuhan kalau kalian yang main eh Nintendo atau yang main Xbox atau yang tadi ya di game native ya kan atau game Steam kan. Kalau game Steam kan rata-rata A-nya di bawah. Kalau game Nintendo B-nya yang di bawah. Kita keluarin dari case-nya dan uh, ini dia. Yes, portable banget ya secara desain memang kayak kecil. Jadi buat di tangan tuh agak compact memang ya. Dan bagian belakang juga dia ada sedikit kayak grip-nya gitu. Empuk ya dan lebih ergonomis lah [musik] di tangan. Dan pastinya bisa di-extend. Uh. Gede coy. Uh, dan pas kalian extend dia langsung nyala si indikatornya ya. Nah, indikatornya sekarang berwarna merah karena dia itu indikatornya setiap warna tuh ada masing-masing ya. Misalnya kita buka, masuk, pencet eh kalau enggak salah nih kalau kayak gini tuh. Dia bisa ganti ke warna biru ya kalau kita pencet B. Itu tuh modenya PS ya, tapi kalau kalau salah tulis aja tolong keterangan di sini. Terus di atas tuh ada ada enggak ya? Oh, merah lagi juga sama kayak si tadi awal. Kalau A kuning. Dan ini analognya full size ya, kontrolnya full size kemudian dan trigger belakang juga ini juga analog ya. Bukan yang digital yang klik-klik yang kayak Nintendo, tapi ini kayak bisa ada jaraknya walaupun jaraknya enggak terlalu jauh sih ya. Terus ada atas juga RB. Jadi tapi memang dia enggak ada tombol tambahan lagi. Yang mana kalau kita lihat si kakaknya [musik] nah, dia ada tombol tambahan tuh. Ya, jadi ada R4, L4 gitu. Jadi tombolnya lebih banyak kemudian kalau yang versi gede juga dia bisa di-custom ya untuk mirip-mirip kayak tadi sampai analognya bisa dicopot ini. Bisa diganti ya. Controller-nya juga sama dan ini tuh katanya bisa lebih panjang kalau kalian kayak copotin. Tuh. Tuh, bisa uh bisa gede banget dan ini masih nyambung ya lampunya masih nyala. Ini yang versi kakaknya. Jadi eh mungkin bedanya kurang lebih di sana. Kalau ini kayaknya enggak bisa deh. Enggak bisa di-extend lagi karena udah mentok. Nah, kenapa gua beli ini? Karena sebenarnya yang gamepad ini tuh banyak dipakai gua lihat buat HP-HP lipat ya, HP-HP foldable salah satunya buat Samsung Z Fold 8 dan coming soon nanti buat iPhone Duo. Makanya menarik gua pengen cobain eh dan gua pengen experiencin nanti kalau emang bagus kita akan bahas lebih lengkap pastinya. Gamesir X5S ini nih kemarin gua dapat di harga 500 ribuan hampir 600 ribu ya. Dibandingin kalau Gamesir yang G8 Plus yang wireless itu sekitar 800 ribuan. Jadi kalian hemat hampir 300 ribu dan dapat yang lebih compact ya, lebih [musik] portable, eh fiturnya 11 12 enggak terlalu beda jauh. Bedanya mungkin di customisasi aja kalau dari segi aplikasi juga kurang lebih sama. So, ya highly recommend ya kalau kalian pengen something yang small ya buat main game-game gitu ya dan portable dapat case-nya pula. Jadi secara value for money enggak kalah sih gua bilang ini. Walaupun kesannya downgrade tapi ini downgrade yang cukup bagus. Sip. Itu dia yang pertama. Good way to open the series. Tambahan, ada beberapa aksesoris nih ya buat versi si X5S mulai dari ini kipasnya custom thermoelectric cooler. Menarik sekali gede kayak dan panjang dia ujung ke ujung. Sama ada juga si dia punya dongle USB. Kalau kalian pengen pakai itu buat PC biar lebih low latency itu harganya sekitar 100 ribu dan si thermoelectric-nya tadi katanya sekitar 600 ribu lebih mahal daripada gamepad-nya. Uh, ini juga. Nah, kalau yang ini bisa dibilang downgrade yang lagi hype banget ya di kalangan Gen Z terutama. Yaitu Tada, sebuah earphone dengan kabel. Yes, kita lagi kembali ke zaman-zaman batu, enggak zaman batu lah zaman-zaman 2000-an awal gitu ya ketika iPod [musik] lagi merajalela, Walkman ya kita suka bawa CD kemana-mana kita dengerin pakai earphone [musik] dan ya zaman itu pada pakai earphone 3,5 mm. Nah sekarang semenjak HP [musik] udah jarang ada 3,5 mm banyak brand-brand yang bikin earphone dengan USB type C. Nah ini tangan gua sekarang ini adalah earphone dari Audio-Technica [musik] yang mana dia itu ada fitur yang menarik yaitu noise cancelling. Nah ini kenapa gua beli? Karena kemarin gua itu sempet waktu gua travel [musik] ya di pesawat gua kan suka main game yang gua punya AYAN Thor [musik] itu kalau gua pakai earphone Bluetooth delay karena gua tuh lagi suka main game tenis kan yang mana game itu mesti [musik] timing-nya pas segala macem enggak boleh telat kalau main game kayak FIFA gitu juga sama yang enggak boleh kayak terlalu telat ya kayak passing segala macem. Jadi akhirnya gua menggunakan earphone yang ada di pesawat itu [musik] untuk dicolokin ke head unit eh ke head unit untuk dicolokin ke game konsolnya yang mana ya earphone earphone-nya kadang kurang enak gitu kan earphone bawaan pesawat. Nah ini gua mencari solusinya dengan cari yang Audio-Technica [musik] ini dan menariknya itu sih dia ada-ada noise cancelling dan ya Audio-Technica kan punya reputasi yang cukup oke gitu ya. Nah karena ada di USB type C yang menariknya adalah dia itu ada DAC ada deck-nya ya jadi secara power tuh semua diproses secara internal kayak kalian enggak perlu deck tambahan lagi ya di atasnya ada tulisan for smartphone and tablet noise cancelling in ear headphones with USB C connector. Nah ini kodenya ya ATH-CKS330NC 7,5 [musik] mm hands-free calling, music control, ada antimicrobial design. Gila kapan kita terakhir unboxing earphone? Oh inget kayak waktu itu earphone-nya Apple ya Apple AirPods ya. Udah itu lama banget. Oke, ini dia. Nah, uh, bungkusnya begini, Guys. Ini bungkus apa nih? Nah, oh my God. Kita zaman kapan nih saya memegang ini? Dan langsung saja ini dia untuk earphone-nya. Yes, jadi [musik] earphone USB type C. Ada tombolnya juga nih, NC untuk noise cancelling, plus untuk volume, tengah untuk eh maju mundur mungkin ya, next rewind sama minus untuk volume minus. Oke, ya, kalau kabel seperti biasa dia akan ruwet ketika kita masukin di dalam tas dan segala macamnya. Walaupun katanya sih gua kemarin ada sempat kayak print 3D gitu ya buat jadi case-nya. Nanti gua mau [musik] coba pakai biar enggak gampang ruwet. Dan langsung saja kita akan testing nah di iPhone 18 Pro bergendi. Q. Oke. Gua agak ini aja sih, agak ngeri-ngeri sedap ya karena posisi ininya nih agak panjang ke dalam telinga kita dan ini silikon yang gua enggak tahu nih apakah gua akan suka atau enggak, tapi dan ini juga kayak gini, panjang sebel lah. Ini bagaimana ceritanya begini tah kita? Ih, geli, Guys, sudah lama enggak kena [terkesiap] Beginikah rasanya downgrade? Ayo kita coba ya. Oke, kita pencet. Oh, dia ada teng deng, kayak kasih tahu kita. Teng deng, itu noise cancelling. Oh, dia cuma dua mode. Antara ada [musik] noise cancelling atau off. Dia enggak ada ambient mode kayak di TWS. Coba, boleh. Teng deng, itu noise cancelling-nya mati, ya. Teng deng, itu noise cancelling-nya nyala. Okelah, ya harus gua bilang secara noise cancelling ada memang cuma enggak yang kayak signifikan banget, ya balik lagi mengingat harganya mungkin ya. Karena ini kelasnya mungkin kalau kita bisa bilang setaranya sama TWS yang ya harga yang sama gua rasa bisa dapat TWS sekarang dengan noise cancelling yang mirip-miriplah setara gitu. Untuk kualitas suara sendiri, ya harus gua bilang sih ini oke sih. Mungkin [musik] karena faktor ya lewat USB-C, udah bit rate-nya juga udah lumayan tinggi dan ini secara impedance [musik] dia 18 ohm, ya. Frequency response-nya dari 5 sampai 30.000 Hz ya dengan sensitivity 105 dB. Driver-nya 7,5 [musik] mm. Driver-nya mirip sama Specs ya tadi kemarin kita baru aja review Huawei FreeBuds Neo gitu. Nah, kalau tercolok dia ada lampu hijau dan tadi gua udah [musik] tes juga untuk remote-nya semuanya juga oke ya sesuai mirip sama ya zaman zaman pakai earphone ya yang mana [musik] kalian klik dua kali untuk kayak next, tiga kali untuk rewind, plus minus ya sama NC-nya untuk tadi noise cancelling-nya. Harusnya udah pada paham kalau umuran gua, tapi ya Gen Z mungkin secara kualitas harus gua bilang ham, gua agak belum 100% ngerasa gimana gitu ya kayak secara value-nya. Kalau kalian beli TWS [musik] di harga let's say 1 jutaan mungkin pengalamannya bisa lebih baik experience-nya [musik] tapi ya ini balik lagi kalau kalian nyolok kabel enggak ada delay ya yang mana itu tujuan utama gua tadi karena gua nanti bakal terbang lagi ya ke US lagi [musik] untuk yang kedua kali untuk acaranya Apple dan penerbangannya 20 jaman [musik] makanya gua butuh earphone yang noise cancelling dan yang enggak delay tadi buat gua bisa main handheld gaming gua. Oke, harganya sekarang. Jadi kemarin gua [musik] beli ini pas tanggal kembar itu harganya sekitar 580.000-an. Kalau dicek sekarang kayaknya sudah agak naik ya, karena dari kemarin gua lumayan lihat ternyata banyak yang bahas. Ya, salah satunya Agogon Kotak Ganti HP, kemarin dia juga baru review yang warna hijau, itu juga lucu. Tapi, yang menarik sebenarnya adalah Bose itu ada ngeluarin juga. Jadi, sempat ramai ternyata karena Bose juga ngeluarin earphone kabel ya, yang sama itu [musik] dengan ada noise cancelling pakai USB Type-C juga. Dan kalau ngomongin kenyamanan, ya Bose datang dengan dia punya desain khas ya, yang memang nyaman banget dan menarik untuk kita tunggu ya nanti di Indonesia, [musik] tapi harganya yang itu jauh lebih mahal. Sekitar 99 US Dollar atau sekitar 1,8 [musik] jutaan berarti kalau kita kursnya 18.000 ya, hampir ya. So, bisa dibilang [musik] tiga kali lipat, kalian bisa dapat tiga pasang ini gitu ya. Atau ya, kalau kalian enggak butuh noise cancelling, kalian cuma butuh [musik] earphone kabel yang istilahnya pasti-pasti gitu ya, ya sekarang pilihannya paling yang oke sih ini nih, si Apple EarPods ya, namanya ya. Dan ya, ujungnya juga sudah USB-C, mikrofonnya juga sudah bisa dibilang buat harganya ini yang paling oke, ya bagus banget clear banget. Gua coba nanti tes yang ini kayak gimana. Sebenarnya banyak sih ya, IEM-IEM juga lumayan banyak yang bisa dikonverter lah ke USB [musik] Type-C gitu ya, dan bisa pakai DAC segala macam, cuma balik lagi ya itu akan kayak sebuah rabbit hole yang sangat dalam. Kalau kalian pengen noise cancelling, pengen ya sudah langsung dar-der-dor langsung [musik] pakai beres ya, mungkin ini bisa jadi opsi yang sekarang. Ini proper downgrade ke zaman kabel lagi. Enggak ngerti sih sama anak Gen Z ini. Gimana? Ayo, Gen Z Gen Z, coba komen di bawah kenapa kalian pilih ini. Jangan bilang karena Cristiano Ronaldo masih pakai ini gitu ya. Kagak, Guys. Itu karena Cristiano Ronaldo itu duitnya banyak, Guys, bukan dia enggak mampu beli. Tapi emang dia mereka kayak mungkin ada 20 kali. Karena kemarin gue lihat siapa ada artis yang apa [mendengus] Korean girl band yang AirPods-nya tuh udah hilang ke sekian puluhan kali. Sampai di Bluetooth-nya tuh ada semua Tau lah siapa mungkin [musik] ya boleh dimasukin. Yang Gen Z pasti tau. [mendengus] Mau unbox ini. Ada [musik] produk yang kalau kalian lihat box-nya mungkin familiar ya. Ini adalah produk dari Apple. Ya dengan belakangnya design in California dan segala macamnya. Tapi yang ini adalah polishing cloth. Yes. Jadi Apple [musik] kemarin ngerilis lap yang baru ya yang sudah compatible dengan iPhone terbaru. Enggak lah bercanda namanya cuma lap. Cuma yang menarik memang lap-nya kali ini itu tuh udah bisa dibilang versi downgrade. Enggak bisa. Enggak versi downgrade sih ya. Mungkin dia lebih bisa dibilang lebih murah. Itu versi [musik] murahnya mengikuti zaman ekonomi mungkin ya in this economy. [musik] Apple yang waktu kemarin kita juga sempat kontenin dulu ya bertahun-tahun yang lalu. Apple polishing cloth itu dari yang original sampai yang KW. Ya, gue sendiri masih pakai sampai sekarang yang original. Nanti kita coba compare ya. Nah ini kemarin gue titip sama keluarga gue ya dari Malaysia harganya sekitar 39 ringgit atau kalau dirupiahin mungkin ada yang [musik] tau berapa silakan dicatat di sini. Tapi omong-omong itu harganya katanya setengahnya dibandingin sama yang sebelumnya. Yang waktu dulu kita beli bisa sekitar berapa tuh? 300 ya. Ini. Ini. Ini, Guys. Experience gitu loh. Enggak ada yang putus ya. Utuh gitu sampai ujung sampai ujung. Mau barang semurah apapun Apple katanya experience. Walaupun dia belinya habis ini yang iPhone duo, iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max. Guys, batu. Dompet saya meringis gitu. 1 2 Tada. Loh, mana? Oh, bisa dibuka dua kali. Dan inilah jauh main. Nah, Oke, oh. Oh, oke. Ah, gua tahu ini apaan. [musik] Safe for use on all Apple displays and surfaces. Gua enggak tahu, gua lupa sih sejujurnya yang lama. Kita kayak gimana, mungkin teman-teman bisa digali videonya [musik] atau di editor please masukin. Waktu kita mengkompar, tapi ini memang jauh lebih tipis, ya. Tahu enggak ini tuh apa? Ini tuh adalah lap yang sama dengan yang kemarin kita dapatin pas kita unboxing Apple Studio Display. Gitu, jadi eh versinya tipis, eh surface-nya juga agak sedikit beda ya dibandingin sama yang sebelumnya. Gua ambil dulu aja yang lama ya. Oke, so ini dia guys lap yang [musik] lama terus lap yang baru. Harusnya kelihatan ya betapa hancurnya ya lap ini yang lama karena gua suka banget pakai karena emang [musik] dia tuh enak banget surface-nya tuh kayak soft banget memang gitu di gadget itu kalau kita ngelap ya. Kayak nih kebetulan gua HP gua mungkin sedikit kotor kalian bisa lihat. Memang bisa ngebersihin banget. Nah, kalau yang baru kita coba ya, coba. Ya, lumayan halus juga sih. Nah, kadang tuh gua mesti kayak spray air sedikit ke lapnya ya, kayak cleaner gitu untuk dia bisa bantu ngangkat kalau ada kayak semacam kotoran-kotoran [musik] gitu. Nah, yang bergendi ini kan katanya suka masalah kotorlah di belakangnya. Gue sih so far enggak terlalu ada masalah sih. Bisa dibilang downgrade dari yang lama? Bisa dibilang begitu, gue bilang ya, karena ini lebih tipis ya bahannya kayak tidak se apa sih, kayak dia tuh kayak semacam ada tekstur yang bisa kayak menarik kotoran gitu kali ya. Karena dia punya bintik-bintik ini tuh ya, enggak tahu. Kelihatan enggak? Mungkin agak susah-susah gampang. Tapi ya kalian bisa lihat ya betapa gue suka pakai. Ini gue belum cuci sih memang. Jadi, emm masih tanda tanya besar apakah bisa dibersihin lagi, tapi takutnya kalau dicuci tuh dia kayak hilang kerasnya gitu loh. Nanti gue coba cari cara deh. Nah, bagian ininya sih masih lumayan bersih sih, tapi yang ini enggak ada logo Apple-nya. Yang ada logo Apple cuma yang depan ini. Oke, itu dia tadi ya. Harganya tadi sekali lagi 160 ribuan. Kalau ada masih yang lama sih gue bilang beli yang lama kayaknya, tapi enggak tahu deh harganya dua kali lipat. Bisa dapat ini dua gitu. Balik lagi. Sip, itu dia. Kita lanjut lagi ke yang keempat. Bup. Lanjut. Terakhir sebelum paket terakhir. Mirip tadi sama yang pertama ya. Jadi, sebenarnya gue tuh beliin ini buat istri [musik] sih, tapi karena gue enggak tahu istri gue tuh tidak terlalu suka bermain game. Jadi, gue enggak mau beliin yang mahal-mahal banget. Gue beli ini yang kecil sekali kontrolernya ya. Jadi, ini downgrade buat kalian mungkin yang enggak suka atau ngerasa kontroler-kontrolernya [tertawa] mahal, ada yang kecil sekali. Buset, ini kecil banget. Gue enggak ya, enggak enggak nyadar bakal sekecil ini ya. Oke, tapi lucu sih. Yes, ini dari ini namanya IINE Pocket Game Controller Mini Tuh, warnanya pink lucu banget, ya. Dan ini tuh juga eh dia memang super super super super mini. Buset, kecil banget. Oke, ini kekecilan sih. Gua enggak tahu bakal sekecil ini. Karena nyari review-nya di YouTube itu masih jarang banget, Guys. Jadi tombolnya pun juga ternyata cuma L1 R1. Jadi enggak ada L2 R2-nya gitu. Kecil banget. Buset. Nah, tombol-tombolnya sendiri cukup lengkap sih, ya. Ada kayak buat Nintendo juga, ada home, ada kayak buat si tombol Nintendo-nya, plus minus, pause, select-nya Nintendo ada. Layout-nya juga layout Nintendo tadi gua bilang ya B-nya di bawah, A-nya di kanan, ya. Dan D-pad-nya juga oke sih. Ya, kayak ngelingkar gini. Ah. Enggak deh, agak kurang deh. Coba ya, kita kasih ke Cici untuk mencoba Cici dan kita lihat review-nya gimana. Tapi Ada lampunya, Coy. Kecil-kecil. Wah, lucu juga sih, ya, kalau ada lampunya gini, ya. Jadi kita bisa nyalain. Terus bisa ada di bisa nyala pairing, ya. Ini ada tombol pairing-nya nih. Depannya. Tuh, Guys. Tuh, ada indikatornya. Oh, ini ada manualnya. Dan balik lagi compatibility-nya mirip kayak tadi ya, bisa switch, bisa HP, pad sampai ke PC. Oke, [musik] untuk iOS rumah plus IX. Xbox wireless controller. So, oh iya benar, Coy. Ada tulisannya nih, ya. Xbox wireless controller. Bolehlah, bolehlah, bolehlah. Tapi kita lihat ya respon bini gua ketika dikasih ini. Papa mau kasih sesuatu. Kae mau buka? Iya? Ini dia. Coba Kae buka apa itu? Apa ini Kae? Apa ini? Warna box-nya apa itu? Warna apa? Warna apa itu? Game warna apa? Warna pink. Pink. Coba kita buka yuk, unboxing, unboxing. Apa ini, Pah? Apa itu, Kae? Apa itu? Apa itu, Pah? Papa beli buat Mama, buat Mama main, tapi Mama bilang kasih. Uh, ada lampunya, Kae. Warna apa, Kae? Panjang. Kae dia lebih tertarik sama kertas. Dia lebih tertarik sama kertas. Coba nih, Papa ganti warnanya bisa nih. Ini dong, Kae, ke Papa. Ini apa nih, Kae? Ini apa? Kae mau pegang. Kae mau pegang. Itu buat Kae main ya. Run. Kae suka enggak? Woi, woi, woi, woi, woi. Oke, ya udah. Paling gitu aja, Guys, ya. Emaknya di belakang kamera. Belum mandi. Terakhir. Akhirnya datang juga setelah ditunggu-tunggu buat di-shoot hari ini. Yes. Seperti biasa ya harus dibuka. Paket terakhir ya di episode mega unboxing downgrade ini. Karena memang itu dia. Lagi di-downgrade budget-nya. Yang mana ini juga bisa dibilang ya, sebuah downgrade tapi downgrade yang value for money. Yaitu sebuah taram, dari PGYTECH. Kalau teman-teman tahu PGYTECH, kita sering banget berkali-kali bahas aksesoris kamera. Dan yang kali ini adalah kalau ukurannya segini, kalian tahu dong apa? Yes, sebuah tas. Bentuknya kalau bisa dilihat, [musik] ya, ini tuh sebuah tote pack kita bilang, ya. Jadi, tote pack. Tote pack yang ajaib bisa jadi backpack. Nah, makanya namanya tote pack. Dan gua sendiri tuh salah satu fans berat produk tote pack. Gua ada dua, ya. Yang mana sekarang satunya pernah kita bahas juga di mega [musik] unboxing, yaitu Peak Design tote pack yang kita habis klaim garansi. Eh, kemarin sudah diklaim balik dapat warna burgundy yang ternyata itu adalah warna terbarunya iPhone. Ya, yang kemarin pas juga kita bawa, gua bawa pertama kali itu ke Apple event yang ada di Cupertino. Nah, kemudian kita juga pernah sebelumnya bawa satu tote pack juga. Gua juga pernah bahas di [musik] channel bestindotech, yaitu dari WANDRD. Namanya WANDRD PRVKE. Itu waktu itu gua bawa ke event Samsung. Nah, kali ini karena kita akan event lagi, ya, dan gua juga emang pengin mencoba sekalian buat kontenin yang tas baru, akhirnya kita mencari alternatif yang harganya lebih terjangkau dan fiturnya juga enggak kalah menarik. Karena bisa dibilang ini tuh, kalau kata banyak orang bilang ini versi upgrade dari kedua tas tote pack dan tote pack tadi. Peak Design WANDRD ROAMER tote backpack 18 liter matte black. Mari kita buka segelnya bersama-sama. Oke, sebelum kita keluarin secara harga, tas ini tuh bisa dibilang setengah harga dari Peak Design tote pack dan setengah, hampir setengah harga atau yang enggak sampai setengah harga banget dari Wandrd Provoke. Karena tas itu tuh harganya sekitar 3-4 jutaan. Jadi ya bisa ada ekspektasi yang mungkin sesuai ya. Make creation easier. Gitu. Ini itu memang tas yang didesain buat kreator banget gitu. Guys. Oke. Uh, banyak banget detail-detail menarik kalau kita bisa lihat. Pertama dari samping. Nah, yang gua kurang suka dari Peak Design eh tote pack kemarin adalah di bagian samping-samping itu enggak ada tempat buat taruh botol minum atau buat taruh tripod. Yang mana itu sudah di-solve masalahnya di Wandrd. Ya, Wandrd Provoke itu ada tempat taruh botol minum atau bisa juga buat taruh tripod. Nah, di sini tuh ada gitu guys, sudah di Peak Design ini. Kedua, yang menarik sebenarnya memang untuk dari tas ini sendiri, gua tuh suka sama tas tote karena akses dari atasnya ini tuh yang sebenarnya enak gitu kayak luas sekali gitu ya. Kita bisa buka dari atas. Dan oke, oh, oke, oke. Dia masih belum tertata. Ini dalamnya warnanya kayak hijau gitu ya. Kayak hijau-hijau apa, pistacio gitu. Jadi lumayan menarik ya. Dan aksesnya selain dari atas, kalau yang tas-tas yang lain itu menariknya adalah kita bisa buka dari samping kalau Peak Design. Itu gua suka banget. Karena aksesnya jadi serba gampang. Bisa cepat. Nah, ini juga sama. Jadi kalian bisa buka dari samping sini. Ya, samping han, kanan ini ya. Untuk mengakses ke kompartemen yang ada di dalam. Gitu. Jadi eh lumayan unik. Dan ada tempat kita juga namanya ini battery indication system. Ya. Jadi kita bisa buat naruh baterai-baterai kamera. Dan ada indikatornya nih, hijau atau kalau kita geser merah. Gitu, jadi ah kasih tahu kalau baterainya habis atau baterainya ada isi dan ada dua nih tempatnya ya, plus bawahnya juga ada lagi. Yang bagian kiri, ini juga sama nih masih ada tempat buat taruh botol sama tempat buat kantong, tapi ini dia bukan buat akses ke dalam tapi lebih ke ah kantong buat aksesoris saja. Mungkin kalau kalian pengen taruh pena atau [musik] samping-samping yang kecil-kecil itu bisa. Nah, satu lagi yang menarik adalah dia ada kantong di depan nih ya, yang cukup kompak. Ini mungkin buat taruh kayak paspor atau [musik] aksesoris-aksesoris kecil kayak airpods gitu-gitu bisa langsung dicemplungin saja ke sini. Dan yang menarik ini nih, dia ada kayak sistem strap yang mana kalian bisa kayak tempelin eh hiasan-hiasan dia ada kayak semacam badge-badge gitu ya, jadi bisa DIY DIY gitulah intinya gitu ya buat dipasangin di sini. Nah, bagian samping ini juga ada bisa di-extend ya, jadi kalau kalian masukin tripod untuk dikunci itu bisa. Tinggal di ini bisa dicopot juga. Cuma nyopotnya agak eh gini. Jadi kalian tinggal klikkin masuk. Op, gitu. Buat mengamankan barang yang ada di sini. Nah, satu kompartemen lagi yang [musik] utama dan yang terutama adalah di bagian belakangnya. Di mana ini kita bisa buka. Oh, tapi dia juga ada pengamannya nih, Guys. Jadi dia ada kunciannya ini ya. Kita tinggal tekan. Jadi dia ngamanin slot yang utama dari tas ini, yaitu belakangnya. Yang bisa dibuka lebar-lebar. Hmm, nah. Ini dia isiannya. Jadi kalian dikasih eh semacam ini ya, kayak apa sih namanya? Iya, pending atau buat nge-split kompartemen. Jadi kalian bisa bikin tas ini tuh jadi full kalau kalian pengen masukin baju gitu-gitu [musik] ya kalau mesti pergi yang travel atau kalian bisa bikin ini tuh jadi dua section gitu nah jadi kayak di giniin ada sletingnya juga nah jadi ini tuh mirip sama yang ada di eh Wandrd Provoke jadi dia bisa kayak di split untuk section yang sini [musik] atas sama yang bawah nah yang bawah dikasih semacam ini nih divider-divider-nya oh oke dibalik travel tuh jadi kayak packing cubes terus ini masuk ke sini sudah ada si lengket-lengketnya semua very thoughtful very thoughtful oke agak susah tapi kita bisa dan ini dia ini buat taruh lensa misalnya gitu terus ini buat ah [erangan] lumayan ya ini sih setelah diatur jadi lumayan lebih kelihatan bentuknya dan satu yang menurut gua sangat sangat sangat wajib kalau gua sekarang punya tas adalah tasnya itu harus bisa berdiri oke lebih kelihatan ya bentuknya sekarang ya lebih mirip sama yang [musik] lain jadi lebih kelihatan bentuk aslinya yang mana yes ini bisa kalian pegang dan ini oh ada magnetnya juga sedikit magnetnya tapi ya lumayanlah magnet ya cuma sayangnya ini si ini enggak ada magnetnya kayaknya ya atau ada oh dia enggak ada yang atasnya Wah, sayang sekali. Nah, di bagian dalamnya ini juga dia ada semacam kantong-kantong kecil yang ada isi strap aksesorisnya, itu ya. Kantong strap. Jadi, organizer-nya banyak banget. Di depannya juga ada kantong lagi. Buset, [musik] ini ya, compartment craziness, ya. Enggak, kalian enggak bakal kekurangan compartment. Wow, nice. Jadi, kayak sekarang terbagi dua, ya. Satu dari atas, satu lagi dari samping untuk kamera-kamera. Oh, ya, terakhir, lupa kan tadi kan gara-gara ditutup, laptop compartment. Nah, di sini itu ada laptop compartment ukuran eh bisa sampai MacBook [musik] Air 15 inch. Nanti bisa tes, ya. Lihat, ya. Gua punya yang 15 inch. Atau orang banyak pakai ini juga untuk masukin gimbal, ya, gimbal yang gede-gede, DJI DJI DJI gitu, ya, bisa ini di sini. Itu muat karena dia ada kayak semacam lip tambahan yang gini tuh, dan ada magnetnya juga. Nice. Nah, sayangnya dia enggak ada buat tablet [musik] nih. Jadinya cuma ada buat ini aja. Buat si ini doang, tapi depannya ada kantong lagi kecil. Yang zip-nya jadi satu, tapi dia sebenarnya di-split jadi dua. Nah, ini gua agak sedikit bingung. Dan ya, ini yang kapasitas 18 liter. Ada yang satu lagi kapasitasnya 25 liter, jauh lebih gede kayaknya, tapi gua ngerasa ini enak sih, 18 liter cukup sesuai. Dan ada sternum strap untuk dada. Sudah dapat juga sistemnya ini [musik] juga unik karena dia modelannya di eh di apa sih? Tarik ke sini, ya? Balik gini? Oh. Pakai wonder, ya? Jadi, ditarik. Ah, gitu. Jadi, dia men mengambil fitur-fitur yang bagus ya, dari tas-tas digabungin ke sini. Oh ya, dia itu kan enggak ada buat taruh di koper ya. Yang mana itu juga salah satu fitur yang gua suka. Dan itu enggak ada di apa namanya? Peak Design, Peak Design Tote Pack. Nah, mereka kasih ini si aksesoris ini yang mana ini bisa dipakai buat itu dia buat jadi luggage strap-nya. Jadi dia kita kita pasang di sini, kayak mesti ditarik masuk. Gitu. Jadi ini aksesoris strap ya namanya ya. Nah, tinggal dikencangin aja. Dan kalau kalian mau masukin ya tinggal diselipin ke sini si kopernya gitu. Lumayan menarik, lumayan jenius idenya. Karena kalau Peak Design Tote Pack gua mesti tarik-tarik di atasnya gitu kayak dimasukin ke dalam atas. Kalau ini bisa diselipin aja di sini. [musik] Cuma ya mungkin takutnya lama-kelamaan akan kendor. Tapi ya oke lah. I think it's better than nothing. Dan kita dapat ini tuh sebenarnya untuk kita bisa jepit sesuatu di bawah. Kalau kalian mau bawa kayak jaket hujan apa apa gitu ya. So many features ya yang membuat video ini dari yang sebelumnya kalau kita tiga kloter itu bisa satu jam, ini satu kloter aja bisa satu jam. Ya. Semoga ini jelas ya. Karena nanti kita bakal pakai, gua akan share juga pasti nanti experience-nya gimana. So stay tune. Jangan lupa subscribe. Dan ngomongin harga. Ya, tadi gua bilang untuk Peak Design yang Tote Pack sama yang si [musik] WANDRD PRVKE itu harganya kan sekitar 4 juta ya. 3 juta 4 juta lah. Walaupun waktu itu si Peak Design gua belinya beli sama teman jadi diskon. Nah, yang ini harganya itu di sekitar 2 setengah juta gua dapatnya. Nah, ini memang harga normalnya itu 2899 tapi ketika ada voucher mungkin bisa sampai 2,4 2,5. Sempat 2,4 tapi gua enggak beli ya. Akhirnya sekarang 2,5-an gua dapatnya cuma ya I think it's pretty okay ya looking at the features. Tapi gua akan coba pakai ini nanti kita [musik] akan bawa juga buat travel ke US. So, stay tune. Nanti gua akan share lebih lengkap EDC-nya kayak gimana. I think this is a very good bag. Kalau kalian yang tadi ya, setelah gua tuh mencoba berbagai jenis backpack dari yang modelan Peak Design yang kamera sampai yang AER City Sling yang kosong, menurut gua Tote Pack ini salah satu yang paling enak buat kreator. So, itu dia Mega Unboxing 35 episodenya. Oke, Guys. So, itu dia buat Mega Unboxing episode ke-35 Downgrade [musik] Edition. Tapi gua rasa it's not only downgrade, tapi ini adalah produk-produk yang menurut gua di saat sekarang punya value for money yang oke banget. Eh, enggak harus cari yang eh paling mahal, yang harganya setengahnya pun bisa juga sama bagusnya. Ya, cuma yang ini aja [musik] sih masih gua harus coba ya lebih lanjut lagi. Jadi, again thank you semua teman-teman yang udah nonton sampai sini. Semoga videonya seru, bermanfaat. Boleh kasih jempol kalau kalian suka videonya. Jangan lupa juga subscribe ke mesin dot tech YouTube channel. Semoga kita bisa cepat 1.000 subscriber. Dan itu aja, thank you so much for watching. Nama gua Malvin. I'll see you guys on the next Mega Unboxing berikutnya. Ciao.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.