"Flagship Ekonomis" Samsung yang selalu populer - Galaxy S25 FE Indonesia! (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan saya lagi ngikutin acaranya Samsung buat nyobain flagship terjangkau... Samsung Galaxy S25 FE. Yep, FE, yang Fan Edition itu. Seri yang beneran punya banyak fans ya? Selalu populer, selalu banyak yang penasaran. Soalnya, sering jadi solusi buat orang yang galau. Mau ambil A-series? Nggak dulu sih... Rasanya masih kurang... "Wah, pengen upgrade!" Tapi kalau ambil S-series standar... "Harganya udah over budget!" Jadi yaudah, keluar tuh kalimat andalan orang yang lagi nego. Udah, ambil jalan tengahnya aja biar sama-sama enak. Galaxy S yang FE. Ada rasa flagship S-seriesnya, dan harganya... Friendly. Galaxy S25 FE ini juga sama, dari desain, spek, fitur, sampai ke harga. Posisinya jelas, di atas A-series yang paling mahal, dan di bawah S-series yang paling murah. Let's go kita lihat HPnya, mulai dari desainnya dulu. Desain depannya ini nih... bezelnya asik ya? Kanan, kiri, atas, kelihatan tipis, cuma 1.47mm doang. Rasa Samsung flagship, tapi buat bezel di bawahnya... Oh-oh, dia lebih tebal sendiri, sekitar 2.5mm. Jadi belum sesimetris kayak real flagship, tapi desain bezel yang kayak gini, jelas lebih cantik dari A-series yang bezelnya legendaris ya? Jadi S25 FE ini, ambil tengahnya aja! Buat spek layarnya sendiri, udah level atas, ukurannya 6.7 inci, panel Dynamic AMOLED 2X, refresh rate 120Hz, peak brightness di 1900 nits, dan kaca Corning Gorilla Glass Victus Plus. Bahannya bagus. Framenya pun dari enhanced armor aluminium, udah metal yang keras. Buat back covernya sendiri, dia pake Corning Gorilla Glass Victus Plus juga. Dan kalau ngomongin soal varian warna, ada 4. Jet Black, Navy, Icy Blue, dan White. Buat bobotnya sendiri, udah dibikin lebih enteng. Dari 213 gram di S24 FE kemarin, sekarang dia jadi 190 gram aja. Dimensinya juga dibikin lebih tipis lagi, dari 8mm jadi 7.4mm. Jadi dari berat sampe ke dimensinya, turunnya kurang lebih 10% ya? Padahal materialnya lebih bagus lho, dan kapasitas baterainya juga naik sekitar 5%. Dari 4700 jadi 4900 mAh. Nice! Buat fitur-fiturnya sendiri, juga udah standar flagship lah. Kayak IP68 udah pasti sih! Ini sebenernya bukan buat ngecek IP68 sih, karena... IP68 itu dicemplungin 1.5 meter, ini cuma disiram gampang. Kecuali kalau kita mampetin ininya, terus jadi kolam kayak bocil, terus kita masukin ya itu bisa sih. IP67 gitu. 1 meter. Ini 68. Biasanya ngelap gelas kalau di bar ya, ini ngelap HP. HP-nya juga udah support wireless charging, dengan standar Qi2 yang baru. Qi2. Biar dia bisa lebih presisi, dan lebih efisien energi lagi. Speed charging juga udah kenceng punya, buat standar Samsung di 45 Watt. Mantep sih, karena S25 regular pun masih mentok di 25 Watt. Di sisi kanan HP ini ada tombol power, yang bisa jadi shortcut ke Gemini AI. Ada tombol volume, di atas ada mikrofon sama speaker. Di kiri dia polosan aja, di bawah ada SIM tray dual nano SIM, speaker, lubang mikrofon lagi, dan port type C. Tipe USB-nya pun udah 3.1 punya. Speed transfernya ini 10 kali lebih cepat, daripada USB tipe 2.0 yang banyak dipakai. Di HP China 10 juta kecil ya? Dan iPhone base model juga masih kayak gitu sih. Sekarang kita lihat UI-nya. Galaxy S25 FE udah ngekor caranya flagship Z Fold 7 dan Z Flip 7 ya? Langsung tancep One UI 8 dan Android 16 yang paling baru. Fitur kustomisasi visualnya jadi lebih banyak lagi. Lebih bisa main-main lagi. AI-nya udah bejibun, udah lengkap sebagai S-series. Jadi mau ngapus banyak orang sekaligus, mau reframing, mau restorasi foto yang kesan awalnya udah nggak ketolong lagi, bisa diatur AI. Ada juga fitur audio eraser buat ngapus suara yang berisik di background. Kayak sekarang saya lagi muter video suara ambience cafe, kayak riweh-riwehnya gitu. Ini keadaan before-nya, dan sekarang kita aktifin audio eraser-nya! Ini power of software sih, bedanya berasa ya? Dan caranya juga gampang banget! Tinggal tekan 1 tombol doang di video editor-nya, di galerinya. Dan nggak tau ke depannya bakal nambah fitur apa lagi? Karena update si Samsung S25 FE ini panjang ya? Entah ujungnya bakal jadi kayak gimana softwarenya. Soalnya Samsung komitmen kalau software Galaxy S25 FE bakal dapetin update terus sampe 7 tahun ke depan! Sama kayak flagship mereka yang lain. Nah, yang bikin Galaxy S25 FE ini punya nama FE, alias nggak se-flagship itu! Ada di bagian mesinnya. Dia pake chipset Exynos 2400, yang sebenernya kenceng, skor AnTuTu 10-nya udah 1.5 juta lebih, udah chip level tinggi. Jauh lebih kenceng daripada chip di Galaxy A56 yang AnTuTu-nya nggak sampe 1 juta. Cuma ya itu namanya Exynos 2400. Dia dipakenya di flagship tahun lalu Galaxy S24. 24? 2400. Dan kualitasnya, mau dinilai dari sisi power atau efisiensi, dia jelas kalah dari Snapdragon 8 Elite yang dipake di S25 yang lain. RAM-nya juga cuma ada pilihan yang 8GB, dan memori internalnya cuma ada yang 128GB, dan 256, tanpa ada ruang tambahan buat masukin microSD. Jadi manajemen memorinya harus bagus ya. Buat kameranya sendiri, juga sama. Galaxy S25 FE ini... sama persis kayak S24 FE kemarin. Kamera utamanya 50MP, ultrawide 12MP, dan kamera zoom 8MP dengan optical 3x. Upgrade-nya ada di kamera depan ini nih. Naik dari 10MP jadi 12MP. Ini beberapa sampel foto yang sempet saya ambil di acaranya. Posisinya emang FE sejati lah. Di tengah-tengah, dia jelas lebih bagus dari Galaxy A56 yang nggak punya kamera zoom khusus. Tapi pastinya masih di bawah S25 regular atau S25 plus yang kamera zoomnya udah 10MP. Dan sensor tiap kamera juga beda jenis. Ini adalah hasil rekaman kamera belakang dari Samsung Galaxy S25 FE. Di 4K 60 ya Pak? Iya. Oke, kamera utamanya ini udah mendung dan udah sore. Jadi suasananya tidak terlalu ideal. Cuma kita sekalian nguji aja. Kalau memang kualitasnya S-series, hasilnya tetap bagus. Kalau ini ultrawidenya. Lagi-lagi di kondisi yang sangat real life, tidak ideal. Mendung, habis hujan, basah. Dia bisanya di 4K 30 ya, nggak bisa di 60fps. Tapi kita bisa ganti lensa pas lagi ngerekam kayak gini. Walaupun sekarang ultrawide. Tapi kalau saya pengen langsung zoom ke cabe, 3x langsung bisa. Ya, ada cabe rawit di cafe ya. Untung petik. Jadi gitu ya, Samsung Galaxy S25 FE. Posisinya emang ada di tengah-tengah. Mungkin agak condong ke flagship dikit. Makanya namanya S25 FE. Bukan A76, A86, A96. Dari desain, layar, mesin, kamera, UI, fitur AI, dia lebih deket ke S-series daripada A-series. Buat harganya, dia juga lebih condong ke S-series ya? Lebih ngedeket ke flagshipnya. Bisa dilihat di sini ada 2 varian! Ada yang 8188, dia dari 9.999 alias 10 juta kembali 1000 perak. Dan 8256, 10.999. Mulai tanggal 15 September ini, Samsung ada buka semacam promo. Nawarin semacam promo buat booking ya. Jadi kita bayar 150 ribu di depan. Nanti pas HP-nya udah dijual, kita bakal langsung dapetin diskon 750 ribu. Sama katanya bakal ada promo-promo lain juga yang... bakal dikasih tau kalau HP-nya udah dijual. Jadi bisa dicek aja di link di bawah. Harganya itu bagus atau nggak, jawabannya tergantung ya(?) Sekarang di pasaran emang udah banyak S25 regular yang cukup nambah 2 jutaan. Spek lebih bagus, kamera lebih bagus. Tapi layarnya kecil, 6,2 inci aja. Kalau dari awal nggak demen layar yang kecil, mau dia harganya nanggung juga nggak menarik sih. Buat saya S25 FE ini lebih cocok kalau dibandingin sama S25+. Ukuran layarnya mirip. Itu selisih harganya sekitar 4 jutaan. Kalau anda bisa nambah, udah pasti mending ambil S25+. Ukurannya sama, terus dari spek mesin sampe ke kamera, semua-muanya lebih bagus. Semua pasti ambil yang itu kalau ada budgetnya. Cuma kan duit nggak segampang itu ya? Budget atau harga 15 juta itu memang udah mewah lah. Tapi kalau A-series rasanya masih agak basic pengennya upgrade. Makanya itu sih pemikiran yang bikin S25 FE atau seri FE itu populer. Dia ini ambil tengahnya aja lah! Balik ngomongan awal sih. Demikian liputan dari GadgetIn buat... Like kalau suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka. Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Ini mau semaleman juga... aman sih kalau air hujan. Shootingnya yang susah.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...

















