Jungkat

Flagship Samsung Paling Aman!, Lengkap & Lebih Terjangkau: REVIEW Samsung Galaxy S25 FE (YouTube Video)

  • 01/10/2025

Ini adalah Samsung Galaxy S25 FE. Salah satu flagship-nya Samsung untuk tahun 2025 ini. Ini adalah smartphone S25 series yang paling terjangkau. Bodinya sekarang lebih tipis dan jauh lebih ringan. Baterainya nambah besar. Nah, karena ini flexipnya Samsung ya, tentunya fitur-fitur khas flagship juga ada di sini. Galaxy AI-nya yang lebih lengkap ya. Lalu Samsung Dex ada di sini USB versi 3 update OS 7 tahun. Kamera selfie-nya upgrade nih jadi 12 megapel sekarang. Ditambah lagi sekarang opsi warnanya jadi makin menarik ya, terutama yang warna biru navy nih. Keren ya. Ya, meskipun ini S25 series yang paling terjangkau, tapi harga Rp9 jutaan tuh emang bukan harga yang kecil ya. Jadi mari kita bedah smartphone ini untuk membantu memastikan apakah ini benar smartphone yang cocok untuk kalian. Saran kami sih. Simak review ini sampai selesai sebelum berkomentar. Oke, Samsung Galaxy S25 FE. Seri FE ini emang ditujukan untuk yang ingin merasakan flagship-nya Samsung tapi budgetnya belum nyampai ke seri-seri yang utamanya gitu yang di atas ya. Nah, Samsung sendiri menyebut S25 FE ini sebagai balance entry flagship. Biasanya FE ini tetap bisa memberikan pengalaman smartphone kelas flagship tapi ada fitur spesifik yang agak-agak dikurangin supaya harganya bisa lebih murah tentunya. Apakah itu jadi masalah atau bukan? Nah, kalian harus menentukan sendiri. Jadi, sebaiknya pelajari dulu yang satu ini dalam video kali ini, ya. Nah, kita mulai dari paket penjualannya. Di sini tentunya ada unit S25 FE-nya, kemudian ada kabel USB type C, ada sim trade ejector, dan paket dokumen. Ya, ini paket penjualan minimalis khas Samsung. Oke, desain smartphone ini memang terbilang masih khas S series. Belum banyak perubahan signifikan dari desain body dan modul kameranya juga, tapi upgrade-nya baru akan terasa pada saat kita mulai memegang atau menggenggamnya. Sangat terasa finishing di S25 FE ini lebih halus ya. Karena di S24 FE kemarin ada bagian di sisi frame-nya yang agak tajam. Kalau enggak pakai case agak sedikit kurang nyaman rasanya. Di sini udah nyaman banget. Bodinya juga jadi lebih tipis dan ringan. Tinggi 161 mm, lebar 76,6 mm, dan tebalnya 7,4 mm. Sementara bobotnya ada di kisaran 190 gr. Ini cukup terasa bedanya kalau dibandingkan pendahulunya yang 213 gr. Untuk opsi warna ada white, jet, black, IC blue, dan navy seperti unit yang kami uji kali ini. Dan sekaligus ini adalah hero colornya Samsung. Nah, menurut kami ini memang opsi warna yang paling keren ya. Nah, untuk body smartphone ini dia punya IP rating di IP 68 berarti kedap debu dan tahan dicemplungin ke dalam air. Tapi bukan berarti ini cocok diajak berenang apalagi snorkeling. Jangan ya untuk kejadian yang tidak sengaja-id sengaja aja. Oke, sekarang kita lihat di sisi kanan. Di sini ada tombol power dan tombol volume. Di atas ada mikrofon. Di kiri ini kosong. Di bawah ada sim tray dual SIM. Ada mikrofon. Ada port USBC versi 3.2 Gen 1 ya di sini ya. Lalu ada speakernya. Nah untuk speakernya ini adalah speaker stereo dan pasangannya ada di bagian earpiece. Untuk speakernya sendiri udah termasuk yang bagus ya, suaranya jernih, detail, lantang juga di sini sudah sangat mencukupi untuk keperluan entertainment dan udah berkelas lah di sini. Nah, sekarang kita beralih ke sisi depan. Ini adalah layar 6,7 inci. Panelnya Dynamic AMOLED 2X. Resolusinya 2340 * 1080 piksel. Refresh rate-nya 120 Hz adaptif. Dia dari 60 sampai 120 Hz adaptifnya. Untuk brightness di kondisi standar dia bisa mencapai sekitar 420 nits dan untuk simulasi outdoor bisa mencapai sekitar 1100 nits. Ini udah mantap. Untuk kalor gamut seperti biasa ada mode natural dan vivit. Untuk natural gamut coverage dan volumenya dicuning mendekati 100% sRGB. Ini cocok kalau kalian mau tuning warna waktu ngedit foto atau video. Sementara untuk mode vivfit di sini ada slider pengaturan tingkat saturasi warna yang disebut sebagai vitness. Jadi bisa diatur apakah warnanya itu mau saturasinya tinggi atau tinggi banget. Nah, bisa dilihat nih dras kami ya. Level 1 dikisaran 80% di CP3, 2 itu 90% di CP3 dan 3 itu dikisaran 100% di CP3. Nah, untuk layar ini dilapisi dengan Gorilla Glass Victus Plus. Untuk bezel juga ada upgrade nih ya kalau dibandingkan dengan S24 EV. Yang ini nih udah tipis sekarang bezelnya. Kalau menurut Krisin ini bukan yang paling simetris. Kita masih bisa lihat bahwa dagunya itu sedikit lebih tebal. Tapi overall udah oke lah ini ya. Nah, masih di sisi layar. Di sini ada in display fingerprint scanner. Lalu untuk always on display tersedia dan yah ini kan Samsung ya selalu beneran bisa diatur nyala terus-terusan. Di sisi atas layar ini ada earpiece untuk nelepon sekaligus ini pasangan speaker yang tadi ada di sisi frame bawah. Lalu ada kamera selfie ini ditempatkan di area punch hole di tengah atas layar. Desainnya ini umum disebut Samsung sebagai Infinity O. Ini adalah kamera dengan sensor 12 megapel, bukan F2.2 fixed focus. Pereekaman videonya sampai 4K60. Nah, selfie 4K60 ini masih fitur yang cukup langka ya. Enggak banyak selain Samsung yang bisa ngasih perekaman video setinggi ini di kelas harganya. Beralih ke sisi belakang. Ini adalah triple kamera yang disusun secara vertikal khas Samsung. Ditemani dengan sebuah LED flash. Untuk kameranya di sini ada 50 megapel wide angle kamera bukan F1.8 8 udah pakai PDAF dan optical image stabilizer. Perekaman videonya ini udah bukan 4K C lagi ya. Ini bisa mencapai 8K 30 fps. Slow motion tersedia sampai 4K 120 fps. Ini flagship banget memang di sini. Kemudian ada 8 megapel telefoto kamera bukannya F2.4 optical zoom tiga kali ini ya. PDF dan OIS juga. Perekaman video sampai 4K 30. Sayangnya di sini 60 fps belum tersedia. Lalu ini adalah kamera ultrawide-nya 12 megapel bukan F2.2. berk sampai 4K 30 dan untuk 60 fps juga masih belum tersedia di sini. Ini adalah satu fitur pembeda antara FE dengan versi yang di atasnya. Kalau yang di atasnya tuh 4K60 semua gitu ya. Nah, kalau butuh pengaturan ekstra biasanya kita bisa instal kamera assistant yang tersedia di Galaxy Store. Tapi saat kita menguji smartphone ini sayangnya masih belum tersedia untuk S25 FE. Developernya sepertinya butuh waktu ya untuk penyesuaian karena OneUI 8 yang ada di sini ini tergolong baru banget. Jadi tinggal tunggu update-nya aja dari pengalaman kami sih begitu ya. Nah, untuk fitur ekstranya sendiri udah berlimpah dari slow motion, pro video, dual recording, single take portrait video, HDR10 plus video, tracking, autofcus, dan lain-lain. Oke, kita beralih ke spek internalnya. Untuk SOC dia pakai Exnos 2400. Ini fabrikasinya 4 nm. RAM 8 gig LPDDR 5X. Fitur RAM plus tersedia di sini ya, dengan opsi sampai 8 GB tambahannya. Untuk storage yang tersedia di sini adalah 128 GB dan 256 GB dengan tipe UFS 4.0. Untuk baterai ini 4900 mAh. Ini meningkat 200 mAh dibandingkan pendahulunya. Lalu untuk charging-nya dia juga naik ya, udah enggak 25 watt lagi, tapi dia bisa mencapai 45 watt. Wireless charging juga bisa di sini tersedia sampai 15 watt dan dia juga udah support reverse wireless charging. Untuk bypass charging juga ada kalau Samsung menyebutnya sebagai pause USB power delivery. Untuk sensor-sensor akselorometer, zero hardware, prosimity sensor, hal sensor, geomagnetic sensor, barometer lengkap ini ya. Lengkap lengkap ini flagship banget. Untuk kreativitas tentunya 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. dia bisa pakai ISIM juga, bahkan dia bisa dual ISIM di sini. Untuk Wii, dia bisa Wii 6e. Lalu untuk WiFi sharing juga tersedia. Nah, ini saat terhubung ke Wii tinggal aktifkan aja hotspot dari control center. Syaratnya emang enggak boleh dalam kondisi flight mode. Untuk Bluetooth-nya versi 5.4. Untuk kodex audionya ada SBC, AAC, APX, LDAC atau LDAC dan tentunya ada SSC-nya Samsung sendiri. NFC ya ada di sini. USB-nya 3.2 gen 1. Jadi kalau mau transfer file e dari PC via kabel itu bisa kencang dengan syarat kabel USBC-nya harus mendukung yang kecepatan tinggi juga ya. E bukan kabel bawaan ya sayangnya ya. Kalau itu kalau mau kencang pakai kabel yang lain. Nah, kemudian dia juga sudah mendukung USB OTG dan display out via USB type C ini juga tersedia. Dex ada juga di sini. Nah, untuk keamanan fingerprint face unlock ada ya. Dan tentunya dia juga mendukung Samsung Nox. Ada Nox Fult, Nox Matrix juga ada di sini. Selain itu dia juga punya yang namanya autocker. Apa undangan APK WhatsApp. Nah, kalau pakai smartphone satu ini aplikasi yang isinya virus itu enggak akan keinstal karena auto blockernya udah aktif secara default. Jadi, misalnya kalau orang tua kita yang pakai atau anak kita yang pakai dan enggak sengaja klik aplikasi yang aneh-aneh itu dengan yang satu ini jadi lebih terlindungi. Selain itu ada juga fitur keamanan lain. Salah satunya adalah proteksi terhadap panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Kalau diaktifkan ini akan memberikan penanda apakah nomor yang tidak dikenal yang melakukan panggilan telepon itu terindikasi sebagai spammer, scam e dan lain sebagainya. Enggak perlu instal aplikasi pihak ketiga karena udah tersedia sebagai fitur bawaan. Jadi lebih aman juga yang ini ya. Nah, untuk OS dia pakai OneUI 8 ya, langsung OneUI 8 dengan basis Android 16 ya. Ya, update One UI yang ngebut ini ya bikin S25 FE ini jadi terasa upgrade dua generasi ya. Karena di S24 FE yang kemarin itu dia mulainya dengan One UI 6 di Android 14. One UI 7 dan Android 15-nya kayak diip gitu ya buat S25 FE langsung aja ke del gitu ya. Nah, untuk produk B ada satu generasi tapi OS langsung selisih dua generasi di sini. Jadi S25 FE langsung dapat yang paling baru. Nah, walaupun pengguna S24 FE juga pastinya sekarang sudah dapat OneUI 7 dengan Android 15 dan akan dapat juga si OneUI8 harusnya. Tapi di sini kita menilai versi awalnya. Oke, Samsung menjanjikan update versi Android-nya sampai 7uh kali dan security patch-nya juga akan dapat sampai 7 tahun. Untuk smartphone di Indonesia belum ada lagi yang punya komitmen sepanjang Samsung ini. Oke, untuk fitur-fitur di OneUIUI tentunya lengkap termasuk edge panel, separate app, sound, adapt sound, modes and routines dan lain-lain. Samsung deck seperti dibahas tadi juga ada. Jadi kita bisa mendapatkan tampilan alat desktop saat smartphone ini dihubungkan ke monitor atau ke TV. Ini kalau dipadukan dengan mouse dan keyboard wireless ini jadi nyaman untuk kerja multitasking dengan multiwind juga ya. tentunya Galaxy AI juga ada di sini dan sangat lengkap kalau dibandingkan dengan pendahunya. Ada beberapa fitur AI yang baru di sini. Ada Gemini live screen dan kamera sharing secara real time. Lalu ada fitur nowb dan now brief di sini. Lalu ada audio eraser untuk berisi noise pada video. Ada fitur auto trim. Jadi AI-nya bisa bantu potongin video kita secara otomatis. Nah, untuk fitur-fitur lain seperti call Assis, interpreter, note assist, foto Asis, dan lain-lain itu merupakan peningkatan yang membuatnya terasa lebih matang. Ya, kalau kalian sering mantau berita smartphone, harusnya pernah lihat ya sebuah foto dengan wajah ditutup seperti ini lalu diedit pakai AI atau dihapus penutupnya gitu ya. Sampai sekarang ini belum ada AI yang bisa sebagus Samsung dalam urusan generative edit di smartphone. Iya kan? Yang sebelah itu aja sampai pura-pura lupa bahas fitur AI ya enggak? Nah, untuk fitur-fitur AI-nya udah kita sajikan di tabel berikut ini. Tinggal dibaca aja pelan-pelan kalau mau lihat detailnya. Oke, pertanyaannya apakah Galaxy AI ini akan berbayar? Ini banyak yang nanya ya sampai saat ini Samsung belum ada pernyataan resmi. Lagi pula untuk fitur yang mengadakan server online itu sangat wajar kalau ke depannya itu ada harganya. Layanan AI laine juga begitu kan. Itu karena biaya ngurus server itu mahal banget ya. Paling tidak sesuai janjinya fitur-fitur yang jalannya offline itu akan gratis karena prosesnya itu on device dan langsung tersedia dari Samsung. Nah, kami sedikit curiga sebetulnya waktu itu Samsung bilang ada fitur-fitur yang akan berbayar. Mungkin ini terkait Gemininya karena Gemini kan untuk yang pro harus berbayar. Sementara kalau kita pakai Geminia versi non Pro ya enggak berbayar dan fitur-fitur Galaxy AI ya sampai sekarang juga enggak berbayar. Oke, sekarang kita langsung aja masuk ke dalam pengujian performanya. Kita lihat untuk Antutu 10 skornya adalah di 1,8 jutaan. Sementara kalau kita pakai Antutu 11 yang baru, kita dapat R jutaan. Ya, ini Anut emang lucu ya. Naik skornya ya, enggak diapa-apain juga naik. Lalu untuk Geig Band 6 core 2.160, multiore 7.066, 106. JFX Benz Car 1080p off screen itu di 137 fps. Trimarx sling shot extreme unlimited graphic sport-nya ada di 25.251. Lalu untuk 3max solar bay ini pakai full rate racing didapat 32 fps. Lalu untuk terima qul stress test tanpa kipas by scor-nya di 14.739 lowest score-nya ada di 7.929. Jadi stability-nya ada di 53,8%. Nah, kalau kita pakaiin kipas base cod-nya di 14.870 870 dan low score di 13.084. Stability-nya langsung naik ke 88%. Ya, dari benchmark kita bisa lihat ada peningkatan dari segi performa karena di S24 FE kemarin dia pakai Exnos 2400E. Itu adalah Exnos 2400 versi yang lebih lambat gitu ya. Nah, di sini performanya jadi mirip seperti S24 dan S24 Plus tahun lalu yang pakai Exos 2400 juga. Oke, sekarang kita lihat performa gaming-nya. Samsung tuh punya mode performa pada menu Game Booster. Kita pilih performance ya supaya performanya maksimal. Kita mulai dari Mobile Legends. Setting frame rate yang terbuka sini sampai super artinya 90 fps. Dengan setting grafik lainnya mentok kanan frame rate-nya bisa jalan di 90 fps lancar enggak pakai frame drop frame dropan. Harusnya ini masih sanggup lah 120 fps. Tapi ini masih dikunci sama developernya. Kalau 90 fps sih tergolong enteng di sini. Buktinya kita main 3 match berturut-turut frame rate-nya tetap 90 fps. Di sini suhu bodinya masih aman banget di layar. terpanas cuma 36 derajat celcius. Sementara di body belakang juga cuman 36 derajat celcius aja. Nah, kecuali kalau kalian mabar di ruangan tanpa AC, outdoor siang-siang terik ya itu beda ya. Kalau gitu ceritanya smartphone mana pun juga akan jadi panas. Lanjut untuk PUBG Mobile. Untuk setting grafisnya juga masih dikunci untuk developernya. Frame rate paling tinggi hanya bisa sampai ekstrem artinya 60 fps aja. Kalau dimainin dengan smooth 60 fps ya keentengan ya. 60 fps lancar tanpa ada masalah sama sekali. Ini bukan karena SOC-nya enggak sanggup 120 fps. Ini masalah developernya mau buka atau enggak untuk smartphone yang satu ini. Lanjut. Real Racing 3. Game ini bisa jalan di 120 FPS lancar tanpa syarat dan ketentuan. Tinggal buka aja game-nya langsung jalan di 120 fps. Enggak pakai masalah refresh rate nyangkut sama sekali. Lanjut supply servers. Ini juga sama ini lancar di 120 fps tanpa ada masalah sama sekali. Oke, sekarang kita coba watering wave dengan setting grafis tata kanan. Game ini bisa jalan di kisaran 50 sampai 60 FPS. Tapi sayangnya kestabilan frame rate-nya masih belum baik ya. Bisa kadang-kadang frame drop ke 20-an FPS dan ini lumayan sering kejadiannya. Ini bukan throtling ya, karena dari smartphone kondisi adem pun ini bisa kejadian. Biasanya ini karena developernya belum mengoptimalkan game untuk smartphone atau mungkin untuk SOC yang satu ini. Semoga ke depannya developernya Watering Wave ini bisa memperbaiki performanya ya. Dulu di awal-awal juga masih belum oke di smartphone manapun. Tapi makin ke sini sudah makin membaik ini ya. Mungkin mereka belum terlalu kenal sama Exinyos aja nih. Lanjut ke Gensin Impact. Kita uji selama setengah jam seperti biasa setting highest 60 fps dan frame rate bisa jalan di kisaran 50 sampai 60 fps. Frame rate-nya masih fluktuatif, belum bisa dibilang yang super mulus, tapi udah tergolong nyaman untuk dimainkan. Untuk suhunya masih dalam kategori ya normal lah ya di sini ya. Normal batas atas. Sisi layar tuh terpanasnya di 42 derajat Celcius dan body belakang terpanas itu ada di 43 derajat Celcius. Di sini penyebaran suhunya juga tergolong baik. Panasnya menyebar hampir ke seluruh sisi bodinya. Kita coba tes lagi ya pakai kipas. Dan ternyata hasilnya mirip-mirip aja masih fluktuatif di kisaran 50 sampai 60 fps. Jadi untuk ranking performa seperti ini cocoknya dapat ranking S minus ya. Kemampuan gaming dari S25 FE ini udah cukup lancar ya untuk berbagai jenis game. Game berat pun itu udah cukup sanggup. Sebetulnya hal yang perlu ditingkatkan oleh Samsung menurut kami lebih ke urusan kerja sama dengan developer game-nya karena seringkiali masalah terjadi bukan karena SOC-nya enggak kuat, tapi karena developer game-nya yang belum mengoptimalkan game-nya untuk Exyos. Kalau ada yang bilang panas, hasil tes kami menunjukkan bahwa suhunya tuh normal untuk performa yang diberikan. Oke, kita lanjut ke pengujian kameranya. Oke, di tangan saya kali ini sudah ada Samsung Galaxy S25 FE. Langsung aja kita mulai pengujian kameranya. Kali ini saya dibantuin sama Asvi. Sama Asvi. Jadi dia junior reviewer baru di Jagat. Sekalian training lah ya. Dan ke depannya kalian juga akan sering lihat wajah-wajah Hasi. Ada Robin juga, ada Zaki juga. Dan kali ini saya dibantuin sama Has untuk beberapa sampelnya. Jadi akan ada nongol muka dia lah di beberapa sampel ya. Oke, kita mulai aja. Kalau ngomongin kemampuan mikrofonnya enggak perlu diragukan lagiah. Kalau Samsung ya, suaranya detail, jernih. Kalau saya sih vlogging tanpa mikrofon eksternal pun masih okelah pakai mikrofon bawaan S25 FE ini. Nah, selagi ngomongin mikrofon, tahukah kalian kalau kita pakai mikrofon eksternal itu akan ada notifikasinya seperti ini. Jadi, kita akan lebih yakin sumber suara video kita tuh akan diambil dari mana? Ini belum semua smartphone bisa loh ya. Sekarang kita lanjut ke kamera selfie-nya. Di kondisi terang, kamera selfie-nya bisa memberikan detail yang luar biasa. Di kondisi cahaya ideal sama sekali gak ada masalah. Cocok nih buat yang baru mau mulai ngonten. Soalnya untuk nge-vlog udah tergolong ok lah pakai smartphone ini. Dari micrange juga mantap. Sisi gelap terang dapat diseimbangkan dengan cukup baik. Masih ada sih sedikit bagian yang overpose, tapi keseluruhan gambar sudah jauh lebih baik daripada kamera selfie Android yang ada di pasaran. Saat dicoba dengan resolusi 4K 60 fps, tidak ada masalah. detail dan dynamic range dapat dipertahankan dengan baik juga. Dari segi stabilizer juga sudah rapi, video selfie-nya bisa stabil bahkan di 4K 60 fps sekalipun. Di kondisi terang kamera selfie-nya termasuk yang luar biasa lah. Masih jadi salah satu kamera selfie terbaik di kelasnya. Belum banyak loh produsen smartphone Android lain yang serius dalam urusan video selfie. Kalau foto sih banyak yang jago, kalau video beda cerita ya. Lanjut ke kamera utamanya. Kamera utamanya punya detail yang luar biasa. Ketajaman dan kontras buat kami juga sudah cukup oke. Dari micrang juga mantap. Enggak ada masalah meskipun kita rekam di 4K 60 fps. Nah, hebatnya lagi di 8K 30 fps dari micrange juga masih bisa dipertahankan dengan baik. Selanjutnya stabilizer. Di sini udah aman ya. Kita sudah coba di 4K 60 fps. Videonya stabil dan stabilizernya tergolong sudah rapi. Di 8K 30 fps juga bisa stabil sudah sanggup untuk dipakai vlogging jalan-jalan. Sekarang kita ke kamera ultrawide-nya. Di kondisi terang, kamera ultrawide-nya masih bisa memberikan detail yang oke. Meskipun kita tetap tidak bisa bandingkan dengan kamera utamanya ya, soalnya sensornya beda kelas. Sayangnya sampai saat ini FE itu belum diberikan 60 fps untuk ultrawide. Mentok di 30 fps aja. Sampai sekarang masih seperti ini. Dari micrage ultrawide-nya. Oke, area gelap terang bisa terekspos dengan baik. Stabilizer videonya juga bekerja dengan baik. Videonya rapi, enggak pakai efek gedut-gedut gitu. Sekarang kita ke kamera telefotonya. Kamera telefotonya punya detail yang tinggi ya. Dan migrang-nya juga oke. Ini salah satu hal yang saya apresiasi dari Samsung. Mau kamera manapun dic itu oke, konsisten. Kalau urusan stabilizer, kamera tele tuh wajar ya kalau kestabilannya tidak sebaik kamera utama atau ultrawide-nya. Semakin panjang telen-nya akan makin sulit distabilkan. Kalau untuk standar telefoto zaman sekarang ya stabilizernya oke aja lah. Nah, sekarang kita mau ngomongin pengalaman mult kameranya. Saat pindah-pindah kamera seperti ini, bisa kami bilang transisi kameranya sudah cukup mulus. Meskipun belum selevel X25 Ultra ya, tapi bisa saya bilang ini sudah mencukupi kalau kita butuh perekaman video yang fleksibel. Asyiknya kita juga bisa langsung mindah ke kamera selfie-nya tanpa perlu mematikan videonya. Tapi dengan sedikit catatan ya. Nah, di sini saya mau ngecek kalau misalnya kita pindah-pindah kamera seperti ini, itu suaranya itu akan putus atau enggak ya? Soalnya kalau kita pindah-pindah kamera seperti ini, beberapa pengguna yang pernah komplain ini tuh suaranya jadi putus. Kalau di kamera utama ultra wide dan tele seperti ini harusnya sih aman ya. Gimana kalau kita selfie-nya gimana suaranya putus enggak atau tadi masih nyambung suaranya? Kalau ada yang keskip berarti itu emang ada delay sedikit di mikrofonnya. Mungkin yang sering terjadi itu pas lagi dari kamera utama ke selfie. Itu sih masih wajar kalau menurut saya ya. Jadi kalau misalnya pas lagi pindah dari kamera utama ke kamera selfie langsung jangan ngomong terus gitu loh. Jadi perlu ada paus sedikit. Selain urusan audio, catatan lainnya adalah pindah antar kamera seperti ini hanya support di 30 fps saja kalau mau pindah antar semua kameranya. Kalau 60 fps itu hanya bisa pindah antara kamera utama dan selfie aja. Sekarang kita masuk ke kondisi low light. Kamera selfie-nya masih bisa menjaga detail dengan cukup baik. Kalau kata Samsung, di S25 FE ini sudah ada object aware engine. Ini bisa membantu mengenali wajah lebih akurat, mengurangi noise, dan menjaga detail kulit tetap natural. Selama enggak banyak pergerakan memang videonya masih tergolong bersih. Kalau banyak pergerakan baru kelihatan tuh noise-nya serta ada sedikit motion blur. Tapi dari segi frame rate masih aman di 30 fps karena auto FPS-nya juga saya matikan. Di 4K 60 fps. Gambar lebih minim noise tapi videonya sudah terlalu gelap. 60 fps memang butuh cahaya lebih banyak ya. Jadi sebaiknya dipakai di kondisi cahaya yang mencukupi. Dari segi stabilizer masih terasa cheater, tapi ini masih di level yang wajar. Nah, sekarang kita ke kamera utamanya. Kamera utamanya punya detail yang terjaga dengan baik. Hebatnya lagi, meskipun 60 fps, videonya masih bisa terang dengan detail yang masih terjaga juga. Tapi kami menemukan masalah saat merekam di 8K 30 fps. Entah kenapa warna videonya jadi kurang konsisten nih, tidak seperti saat merekam di 4K. Ini masalah yang sama seperti di S24 FE kemarin. Sepertinya memang keterbatasan dari sensor kameranya sendiri. Jadi sebaiknya pakai 8K 30 FPS di kondisi terang aja ya. Stabilizer video belum tergolongnya super rapi. Jiter masih bisa terlihat saat merekam di 30 fps. Kalau mau stabilizernya lebih rapi, kita bisa pakai mode 60 fps-nya. Jiter lebih minim di sini. Sekarang kita pindah ke kamera ultrawide. Di kondisi seperti ini, ultrawide-nya sudah kurang oke ya. detailnya minim dan noise-nya juga cukup terlihat. Stabilizer videonya belum yang super rapi. Jiter masih cukup terlihat telefotonya. Kamera telefotonya masih mencukupi untuk low light. Gambar memang sudah terlihat soft sih, tapi paling tidak gambar masih terang dengan warna yang masih terjaga. Kalau urusan stabilizer masih sama. Stabilizer kamera telennya ini jelas kita tidak bisa bandingkan dengan kamera ultrawide dan utamanya ya. Dari segi autofokus jauh kami menguji smartphone ini sih aman-aman aja ya. Di low light juga bukan masalah. Yang penting untuk dicatat adalah autofokusnya hanya untuk kamera utama dan telefotonya aja. Ultra wide dan selfie-nya itu fix fokus. Berhubung kamera telenya itu bukan tele makro, jarak fokusnya memang bukan yang dekat-dekat banget ya. Kalau jaraknya kurang pas, sistem bisa otomatis memindahkan kamera telenya jadi kamera utama. Kalau tidak mau pindah sendiri seperti ini, sebetulnya kita bisa atur lewat kamera assistant. Tapi saat video ini dibuat, kamera assistant tuh belum ready ya untuk S25 FE. One UI ini masih baru banget soalnya. Jadi ini masih mesti nunggu update dari developernya. Nah, terkait fotografi menariknya ini kameranya udah cukup bagus ya untuk semua kameranya. Dari kamera selfie, kamera utama, kamera ultrawide, bahkan telefotonya. Kalau di low light kita bisa ada bantuan auto nightpot-nya jadi fotonya tetap bisa terang dan detail. Nah, sekarang kita bahas fitur ekstranya. Ada banyak di sini ya. Ada dual ra untuk merekam video dari dua kamera sekaligus. Lalu ada portrait video untuk merekam video dengan efek boke. Hasilnya pun terbilang rapi di sini. Lalu ada slow motion dengan kamera utamanya. dan kita bisa merekam sampai 4K 120 FPS. Wow, ini masih jarang loh ada yang punya. Lalu ada mode pro juga di sini bisa kita pakai untuk kamera utama, tele, dan ultrawide-nya juga. Enggak cuman untuk foto, untuk video pun juga bisa. Sedikit tambahan sekarang LED flash sudah bisa kita gunakan untuk kamera ultrawide-nya, baik foto maupun video. Lalu sekarang di S25 FE ada fitur audio Era juga ya. Untuk perbedaannya bisa kalian dengar dari contoh berikut ini. Ini contoh video tanpa fitur audio Eraser. Lalu ini adalah contoh video kalau kita pakai fitur audio erasernya. Kebetulan lagi hujan di sini, kalian bisa dengar bedanya enggak? Lalu salah satu fitur ekstra yang menarik menurut kami adalah kerja sama Samsung dengan Instagram. Jadi kalau kita pakai kamera direct dari Instagram, kita bisa menggunakan seluruh kameranya. Baik dari kamera selfie, kamera utama, kamera ultra wide, dan telefotonya juga. Ini masih jarang loh dibisa. Oke, tentunya kameranya tuh enggak sempurna ya. Masih ada hal yang menurut saya kurang atau masih perlu diperbaiki lagi oleh Samsung. Yang pertama, kamera ultrawide dan telenya belum dikasih perekaman video 60 fps. Ini seperti sebuah aturan yang dipilih Samsung untuk F ya atas nama segmentasi produk. Lalu kualitas ultra wide dan tel-nya sendiri untuk low light itu masih terbilang kurang oke. Lalu aplikasi kamera assistant belum tersedia saat video ini dibuat. Dari segi kelebihannya, Samsung masih sulit dikalahkan dalam urusan videografi ya, terutama di persaingan smartphone Android sekelasnya. Kalau foto sih udah banyak yang jago ya, tapi kalau video nih Samsung masih salah satu yang unggul. Fitur kameranya juga luar biasa banyak. Lalu terkait optimalisasi di Instagram, masih jarang nih ada smartphone Android lain yang bisa. Memang kualitas upload itu tergantung dari akun dan servernya juga sih. Tapi minimal Samsung bisa mengoptimalkan dengan cara membuka fitur-fitur kameranya untuk direct Instagram. Lalu kelebihan lainnya adalah kualitas mikrofonnya mantap dan pengalaman mult kamera yang cukup konsisten. Samsung sendiri menyebut smartphone ini sebagai balance entry flagship ya. Dan memang dari pengalaman kami juga merasakan demikian. Kameranya bukan yang terbaik yang ada di pasaran dan saya yakin Samsung sendiri juga sengaja merancang kameranya seperti ini. Karena kalau mau hardware kamera yang terbaik dari Samsung pasti kita diarahkannya ambil yang ultra dong. Ya, tapi yang saya apresiasi dari Samsung adalah mereka menjaga keseimbangan multik kameranya. Di sini pengalamannya masih tergolong baik. Pengalaman point and shoot-nya juga optimal. Kita sebagai pengguna enggak perlu mikir terlalu banyak. Kamera manapun yang digunakan hasilnya bagus aja pokoknya. Bukan yang paling amazing tapi bagus. Jadi ketika ada orang nanya ke saya, "S5 FE ini kameranya bagus enggak?" Yes, kameranya tuh bagus. Aman untuk mayoritas pengguna. Bagi saya, kalian tinggal pertimbangkan aja penting enggak 60 fps untuk ultra wide dan telefoto. Kalau enggak butuh-butuh amat sama 60 fps ya gas aja lah. Pengalaman software yang menyenangkan, mudah digunakan, bahkan fitur-fiturnya sudah cukup banyak untuk bisa memuaskan pengguna yang lebih advance. Ini masih jadi kelebihan Samsung yang sulit dilawan kompetitornya. Sekian pengujian kameranya Samsung Galaxy S25 FE. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, lanjut lagi. Sekarang kita lihat daya tahan baterainya dengan menggunakan YouTube offline video playback 1080p ya resolusinya. Baterai baru habis setelah 24 jam 26 menit. Hasil yang udah mantap di sini di atas 20-an jam ya. Lalu untuk streaming YouTube 1080p 30 fps non HDR, baterai turun 3% selama setengah jam. Mainan TikTok swipe-swipe selama setengah jam, baterai turun di kisaran 5%. Lalu main Gensin Impact selama 30 menit, baterai turun 16%. Ya, kemampuan baterai tergolong normal menurut kami. Ingat ini 4.900 mAh. Nah, sekarang kita lihat untuk charging-nya ya. Kita menemukan di sini bahwa charging dengan eh charger yang 25 watt dan 45 watt itu hampir enggak ada bedanya. Jadi kita kasih hasil yang 25 watt di sini. Untuk mencapai 50% dia hanya butuh waktu 26 menit. Sementara dari kosong sampai penuh dia butuh waktu hanya 1 jam 10 menit. Ini standar Samsung tapi ini agak cepat sebetulnya. Mungkin karena biasanya kita temukan di 5.000 ini 4.900 jadi sedikit lebih cepat dari yang 1 jam 15 menit biasa kita dapatkan. Oke, lanjut lagi. Untuk Netflix dia udah WiFi L1 tentunya streaming sampai full HD dan ada dukungan untuk HDR1. Codex juga lengkap bisa VP9, AVC, HFVC, AV1 bisa semuanya. Untuk YouTube streaming-nya tentunya bisa P4K60, HDR juga nyala di sini. Ini flagship banget untuk heptic feedback dari mesin motor yang digunakan ini rasanya udah khas smartphone flagship ya. empuk dan presisi. Oke, untuk harga resminya untuk varian 8128 harganya ada di Rp9.999.000. Lalu yang 8256 harganya di Rp10.999.000. Pembelian S25 FED bisa dilakukan di Samsung.com atau aplikasi Samsung Shop mulai dari 26 September 2025. Untuk info lengkapnya cek di kolom deskripsi. Oke. Nah, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama charging-nya meskipun udah upgrade jadi 45 watt atau paling enggak bisa pakai charger 45 watt, indikatornya menandakan emang itu beda. Tapi ternyata hasilnya saat ini enggak beda dengan kalau kita pakai charger 25 watt Samsung. Dan ini belum bisa dibilang sebagai charging yang super cepat ya. Setidaknya ini berlaku untuk di S25 FE ini. Tapi sepertinya ini mungkin supaya umur baterainya lebih awet aja sih. Kemudian Samsung rasanya butuh kerja sama khusus dengan developer game supaya performanya bisa lebih maksimal lagi. Masih ada game yang belum optimal dan set-s grafisnya tuh masih belum kebuka di sini. Kemudian untuk sepanjang pengujian untuk pemakaian game berat baterai terasa agak boros. Nah, sementara untuk sosial media datan baterainya udah lumayan oke di sini dan untuk nonton nah ini aneh malah dia irit banget. Lalu ada keterbatasan teknis di kameranya. Dipelajari aja apakah itu penting atau tidak untuk kalian. Tadi sudah dibahas ya di sesinya Kris tadi ya. Lalu kamera itu masih belum ada upgrade signifikan dari segi hardware. Selfie-nya mungkin upgrade ke 12 megapel, tapi kamera lainnya menurut kami ya juga butuh di-upgrade lah ya. Tapi ya serba salah juga sih kalau mau nyalahin di sini. Enggak upgrade hardware aja videografinya itu masih sulit dikalahkan. Lagi pula kalau si FE ini dibuat bisa mengalahkan S25 yang polos atau yang plus. ya gimana ya rasanya enggak mungkin ya kan ada urutannya sih sebetulnya intinya menurut kami kameranya tetap bagus dan layak bersaing di kelas flagship kemudian bisa diperhatikan juga bahwa di sini ada vari storage 128 GB menurut kami ini udah kurang pas untuk smartphone kelas premium saat ini. Buah-buahan aja sekarang udah start dari 256 gig loh 128 tuh harusnya udah enggak ada lagiah untuk flagship zaman sekarang. Lalu seperti biasa paket penjualannya minim, gak ada case, screen protektor, dan charger juga gak ada. Dan si kelebihannya yang paling mencolok buat kami adalah One UI8 Android 16 upgrade langsung dua generasi dibandingkan S24 FE. Lalu fitur Galaxy A terbaru dan terlengkap saat ini ya sudah sesuai dengan keluarga S25 yang lainnya. Update-nya 7 tahun. Selain Samsung sepertinya agak sulit ya bisa dapatin update yang sepanjang ini di kelas harganya paling tidak untuk produk yang resmi di Indonesia. Kemudian hardware kameranya memang bukan yang terbaik, tapi Samsung memberikan keseimbangan multi kamera serta pengalaman software yang oke banget. Bahkan perekaman HDR 10 Plus itu sudah ada di sini. Masih jarang ada yang bisa menyaingi Samsung untuk urusan yang satu ini. Lalu performanya ini udah kencang, ini udah kelas flagship sebetulnya ya. Kemudian untuk desain ini e tipis dan lumayan jauh lebih ringan dibandingkan pendahulunya. Dan e opsi warnanya ini keren ya, terutama yang warna navy ini keren banget sih. Lalu ada USBC 3.2 Gen One. Masih banyak kan di kelas segini itu yang masih pakai USB 2 ya. Kalau ini wah USB-nya udah mantap. Dan USBD juga udah support display output dan Samsung Dex juga. Dan di sini ada juga Samsung Nox untuk pengamanan yang ekstra. Lalu untuk IP rating dia udah IP6 juga. Dan ini penting nih pilihan aksesoris third party-nya ini berlimpah di pasaran. Mudah banget mau nyari casing dan lainnya tuh mudah banget buat yang satu ini. Jadi pertanyaannya, smartphone ini cocoknya buat siapa? Ya, untuk pengguna Aeries yang ingin naik kelas ee kalian mungkin pakai A5, A54 atau Aeries yang lebih tinggi lagi. Ini akan jadi pilihan yang pas untuk naik kelas di tahun 2025. Lalu untuk pengguna S24 FE, apakah akan cocok untuk upgrade ke sini? Nah, menurut kami kalau ngelihat dari kelengkapan dan performa belum. HP ini baru pas untuk pengguna S23 FE ke bawah. Kecuali kalau memang ya kalian emang sukanya gonta-ganti tiap tahun dan emang ya ya punya duitnya aja ya enggak ada masalah gitu ya. Itu sih terserah-terserah aja. Enggak ada yang salah juga upgrade sini dari S24 FE kalau begitu pola pikir kalian. Lalu untuk yang baru mau merasakan flagship Samsung tapi budgetnya belum nyampai untuk dapat S25 atau S25 Plus gitu ya yang R jutaan ke atas ini akan jadi opsi yang pas banget. Mayoritas pengguna harusnya tidak akan menyadari hal-hal apa saja yang dikurangi Samsung supaya harganya jadi lebih murah. Karena yang dipangkas itu betul-betul hal kecil dan teknis yang enggak semua orang butuh juga kadang-kadang. Jadi kalau budget kalian mencari smartphone CL flagship itu ada di R jutaan, ini adalah pilihan yang sangat aman untuk kalian beli. Saya Did Irfan Jaga TVTV. [Musik]

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung Galaxy S25 FE

Samsung Galaxy S25 FE merupakan smartphone kelas flagship-seimbang dari Samsung yang resmi dipasarkan di Indonesia dan dirancang untuk menghadirkan pengalaman inti seri Galaxy S tanpa harus masuk ke harga flagship tertinggi. Sebagai bagian dari lini Fan Edition, Galaxy S25 FE memadukan performa tinggi, kamera berkualitas, layar premium, serta dukungan software...

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Samsung Galaxy S25

Samsung Galaxy S25 merupakan smartphone flagship Samsung yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman premium dalam bodi yang ringkas dan nyaman digunakan sehari-hari. Sebagai model standar dari lini Galaxy S25 Series, perangkat ini ditujukan bagi pengguna Indonesia yang menginginkan performa tinggi, kamera canggih, serta fitur AI terbaru tanpa harus menggunakan ponsel berukuran...

Samsung Galaxy S25+

Samsung Galaxy S25+ merupakan varian flagship yang dirancang untuk pengguna Indonesia yang menginginkan layar lebih besar, performa kelas atas, serta daya tahan baterai lebih lama dibanding model standar. Posisi Galaxy S25+ berada di tengah lini Galaxy S25 Series, menawarkan keseimbangan ideal antara ukuran layar, kekuatan performa, dan fitur premium tanpa...