Flagship vivo yang lebih murah. (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan kemarin... Kita udah bahas Vivo X200 Pro ya. Flagship gila dari Vivo, yang kameranya ngeri, performanya sakti. Salah satu HP paling bagus yang bisa dibeli sekarang dah. Kalau budget anda emang sesultan itu. 18 juta! Tinggi ya! Makanya Vivo juga ada ngeluarin X200 versi non-Pro. Yang ini versi polosan aja, yang prosesornya sama. Ada kamera ZEISS juga, desainnya mirip, emang kayak kakak adek sih. Tapi yang ini harganya di 12.999 juta. 13 juta! Selisih 5 juta dari versi Pro-nya. Diskon 30% lah. Lumayan! Sekarang pertanyaannya tentu aja, kok selisihnya bisa sejauh itu? Beda nama di Pro doang. Ada apanya nih? Speknya... Emang banyak yang sama, tapi pasti banyak bedanya juga lah. Bedanya kejauhankah? Dia asal murah doang kah? Atau emang dia lebih mending dari yang Pro? Let's go kita cobain bareng ya! Saya juga belum banyak mainin nih HP. Kemarin saya fokusnya ke yang Pro. Yang X200 ini saya titipin ke Ekbal, buat lebih banyak cobain. Saya penasaran juga. Kalau dari desain kotaknya, dia jelas sama-sama aja. Kalau sudah satu family, biasanya bajunya disamain, harus kompak, disini ada kotak hitam, bedanya di tulisan Pro, dan nggak ada aja, sama-sama ada tulisan Co-engineered with ZEISS. Sudah khas Vivo, sudah dari lama. Collabnya ada Vivo X200, ada Vivo. Terus disini ada keterangan soal trademark dari ZEISS. Punyanya siapa? Bukan punya Vivo, tapi kerja sama aja. Terus di belakangnya ada spek super singkat, ini preview-nya saja. RAM-nya 12GB, internal 256GB, warnanya green hijau, dan sisanya ini udah buatan Indonesia, tentu saja. Akhir-akhir ini sedang menjadi pembahasan, jadi nilai tambah. Kalau dari isinya, tentu aja ada HP-nya di depan, nanti kita lihat kayak gimana. Kita kelar-kelarin dulu bagian yang bisa bikin mejanya jadi lebih rapi, biar lebih bersih aja. Ini kita singkirin dulu, kabel USB A to USB C, terus ada charger, disini ada charger 90W. Harusnya ini sama kayak varian Pro-nya, iya ini 90W max-nya, di kotak satunya ada SIM Ejector, terus di dalamnya ada casing, silikon, lengkap-lengkap. Oke, ada panduan ringkas, terus ada garansi harusnya, oke. Jadi semuanya aman-aman saja, tidak ada yang dikurangi, semua tetap kencang, semua tetap tebal, kabelnya bisa dukung sampai 90W, dan kita langsung lihat saja HP-nya. Disini desainnya langsung berasa ya, kalau dia mirip sama X200 Pro, tapi lingkarannya lebih kecil, diameternya, kalau dibandingin sama Fold mungkin... Oh, justru dia sedikit lebih gede ya, jadi kalau diurutin kayak gini, dia membesar saudara-saudara. Membesar nggak ini? Membesar ya? Iya, oke. Disini juga dikasih tau sekali lagi, kalau RAM-nya 12GB, dan memori internal 256GB. Ini salah satu perbedaan yang paling gede dari Vivo X200 biasa, sama yang versi Pro, soalnya kalau varian Pro-nya, dia udah punya RAM 16GB, internalnya juga 512GB. Jadi selisih 5 juta-nya itu mungkin setengahnya sekitar 2 juta sampai 2.5 juta, udah kemakan oleh memori internalnya, karena 256 ke 512GB biasanya itu selisih 2 jutaan, bahkan ada yang 3 juta di HP tertentu. Kalau dari desainnya sendiri, ini lumayan mirip kayak si versi Pro-nya ya, cuma ini beda warnanya, ini varian warna hijau, tadi kita udah lihat di kotaknya sama, dia lebih enak dipegang karena dia lebih compact, dia ukuran layarnya 6.67 inci, kalau yang Pro dia 6.78, ada beda 0.1 inci. Kedengeran kecil ya, cuma beda 0.1 inci doang, tapi kalau udah digenggem kayak gini, lumayan jauh sih feeling pegangnya. Sama karena dia lebih sempit, mungkin lebih tipis juga, jadi bobotnya lebih enteng ya, ini nggak sampai 200 gram. Kalau yang Pro, dia sekitar 220 gram. Beda 10% juga berasa. Bahannya tentu dari kaca yang namanya flagship, udah seharusnya premium, ini frame-framenya juga dari metal, semua kacanya juga Scott Sensation yang udah biasa dipakai vivo, dari ZEISS punya. Tidak ada yang aneh sih. Kalau dari desainnya, dari pegangnya saya justru lebih seneng sama X200 ini ya, kayak lebih enak aja handle-nya. Mungkin karena isinya nggak segila si Pro ya, jadi ya bobotnya bisa dihemat dikit. Kalau dari tombol-tombolnya, kelihatan sama-sama aja. Di sini ada tombol power, ada volume, ada garis antena, ini ciri khas HP yang frame-nya metal, biar nggak ngeganggu sinyal. Terus di atas ada mikrofon, ada speaker, di sebelah kiri dia polos, ada garis antena aja. Terus di bagian bawah ada speaker, ada SIM tray dual SIM yang udah support eSIM, jadi aman kalau mau scan barcode-barcode dari online, itu bisa masuk nomor juga. Terus ada mikrofon dan ada port USB-C. Yang sayangnya, vivo ngikutin tren merek-merek populer lain ya, kayak Oppo, kayak iPhone yang ngasih USB tipe 2.0 ke HP-HP flagship non-Pro mereka. Kalau mau yang 3.2, yang 10 kali lebih kenceng, yang transfernya jauh-jauh lebih kenceng, adanya di varian yang Pro. Jadi mungkin karena nggak terlalu kelihatan, nggak terlalu berasa kalau nggak dipakai, jadi mereka hematnya di sana kali ya. Ini tren yang agak membagongkan sih, karena flagship masih pakai USB 2.0, nggak pakai 3.2, entah biayanya itu entah sejauh apa gitu. Padahal 3.2 itu udah lumayan umum, kenapa nggak dikasih aja sekalian? Biar beda kali ya? Wuuuh, kalau kita hidupin, start screennya, ada gambar-gambar alam atau budaya Indonesia ya, ada TKDN-nya, ada komponen lokal. Jadi ini cara yang harus di custom sih, harus diniatin. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari vivo X200. Entah kebetulan atau nggak, tapi wallpaper bawaannya punya warna yang sama dengan bagian belakangnya jadi hijau dan hijau. Kalau misalnya kita pengen sesuaiin sama warna satunya lagi, karbon black, soalnya si X200 ada 2 varian warna, satunya green, satunya black, nggak ada yang black sih di sini. Buat layarnya sendiri, tentu aja udah pake yang speknya tinggi, udah 120Hz, udah HDR10+, udah punya resolusi 1.5K, nggak ada yang perlu diragukan lagi, karena HP-HP mid-range sekarang juga layarnya udah sebagus ini ya, 1.5K, vivo V40 juga 1.5K. Bedanya, kalau layar yang beneran mentok, teknologi yang paling tinggi buat HP sekarang, biasanya dia pake layar LTPO ya, dia bisa turun ke 1Hz biar hemat baterai, atau ke 120Hz biar dia bisa bener-bener maksimal, bener-bener mulus, tapi si X200 dia tidak LTPO. Dia hanya variable biasa bisa turun ke 60, bisa ke 120. Itu beda dari si Pro yang bisa 1 sampai 120. Jadi itu perbedaan satunya lagi. Jadi kalau layarnya diem aja kayak gini, dia paling rendah di 60Hz, kalau kita tinggiin dia bisa 120. Ini layar yang variabelnya standar sih. Nggak ada teknologi yang bener-bener mentok, sama dia nggak ada dual-division juga, yang Pro ada dual-division, itu sesuatu yang kayak USB tadi ya. Kalau kita nggak ngerti, orang awam nggak terlalu perhatiin, mungkin ya nggak berasa, tetap mulus-mulus aja. Maksimalnya tetap kenceng-kenceng aja. Transfer file juga ditungguin juga, kirim-kirim aja filenya. Cuma kalau pengen fitur yang bener-bener mentok, bedanya disana. Terus dari teknologi fingerprint scanner juga ada yang beda ya. Kalau dari speednya sih... Nggak jauh beda sih. 1, 2, 3, hop! Kalau yang Pro sedikit lebih cepat, 0.1, 0.2 detik lah ya. Konsisten 3 kali si Pro lebih cepat, karena emang sistem yang dia pakai, hardware yang dia pakai, lebih tinggi punya. Dia pakai ultrasonic, pakai suara, pakai pantul-pantulin suara. Kalau yang si X200 biasa, dia pakai optical punya. Yang pakai cahaya, yang fotoin fingerprint kita, terus diregister. Jadi pakai gambar ini, pakai suara. Bedanya disana, kalau mau lebih detail, mungkin saya bahas di video lain ya. Keren deh. Speakernya... Hmm, luas ya. Mantap. Bassnya juga berisi, ada demnya, ada gema-gemanya. Saya jadi bernostalgia sama Vivo X non-Pro dulu yang masih mono ya. Itu udah berapa tahun. Sekarang nggak gitu lagi. Si Vivo V aja udah stereo. Bagus sih suaranya. Sudah seharusnya buat HP belasan juta kalau mono gawat sih. Wuh, berisi, mantap. 8 pers 10 lah buat flagship yang harganya 13 juta. Bagus, cuma harganya sesuai. Ya, kita ambil Hero Spun buat Brawl. Ada Mia kalau bisa pakainya biasanya menang sih, karena kalau Mia kalau udah jadi di Brawl itu ngeri banget sih. Oh iya, ini baterainya sedikit lebih kecil dari varian Pro. Kalau Pro ini kan 6000 ya, ini tetap gede banget buat HP seenteng dan termasuk compact gini. Dia 5800 mAh. Memang HP Vivo mau yang seri V atau seri X dan lain-lain, seri yang mana lagi. Vivo kayaknya semuanya baterainya udah padet-padet di ukuran yang kecil ya. Ini 5800, keren. Kalau, apa ya, flagship main Mobile Legends sudah sangat... der! OP sih, tentu aja dia bisa di 120Hz, di setting paling tinggi juga, tentu aja tidak ada masalah ya. Se-apa ya, nggak ada alesan se-apa-apanya lagi sih. Kalau udah flagship ya main game enteng udah harus menjemahnya sih. Jadi, monggo, tidak ada yang harus dikhawatirkan, apalagi Dimensity 9400 yang ditaruh di HP apapun, udah pasti kenceng dan udah pasti adem. Saya suka Dimensity tahun ini. Tahun lalu juga, 9300 juga mantap. Snapdragon harus khawatir. Dar! Damage minus 18% pun masih sikat-sikat. Kalau buat main game berat, semacam Genshin juga masih narik banget. Di sini kita bisa lihat performa grafiknya kayak gimana. Memang nggak rata-rata banget, nggak mentok 60 fps. Ini di setting paling tinggi, ada turun ke 50-nya. Tapi dia langsung naik ke 60 lagi. Jadi, bisa dibilang lumayan stabil. Sesuai harapan dari Dimensity 9400 sih, soalnya udah cobain beberapa Dimensity 9400, performanya emang gacor semua. Tapi kalau kita lihat dari suhu gamingnya, suhu maksimalnya, si X200 ini nggak sespesial yang Pro ya. Kalau Pro kemarin saya puji abis, karena dia bener-bener dingin, bisa di bawah 40 derajat. Sementara kalau X200 ini, dia standar-standar aja di 42-43 derajat, kisarannya nggak panas-panas banget, tapi nggak seadem Pro yang ajaib ya. Jadi dia setara sama Dimensity 9400 di HP lain selain Pro. Sekarang kita cobain kameranya. Ini foto 1 kali, terus zoom 3 kali, terus kita cobain 1 kali lagi, kita zoom 3 kali lagi. Karena X200 bener-bener spesial soal kamera zoomnya kemarin. Waduh, gawat ya ini. Buat kualitas kameranya sendiri, ini jelas udah level flagship ya. Ciri-cirinya jelas dah. Jepretan kamera utama yang bagus, bisa diikutin kamera zoom sama kamera ultrawidenya juga. Warnanya konsisten di segala lensa, nggak ada yang lebih gelap, lebih terang, detail juga bisa tetep dijaga, walaupun motretnya di ruangan ya, yang mulai remang ya, ngandelin lampu. Bedanya mulai berasa kalau suasananya udah gelap, sama kayak HP flagship lain sih. Malah bisa dibilang, yang vivo ini lebih bagus, di suasana yang lumayan ekstrim kayak di luar gedung ini, nongkrong di balkon si Iqbal sama si Kevin, warna sama detailnya masih ada, padahal mereka cerita ini udah bener-bener gelap sih. Cek-cek ya, selamat siang dari Jakarta yang sedang turun hujan. Rintik-rintik, lumayan awet dari pagi mendung. Ini seperti, kayak bikin laporan gitu ya, bapak-bapak mengucapkan selamat pagi, dengan kamera depan dari vivo X200. Ini rekamnya di resolusi 4K 60fps, jadi selfie video udah aman, sudah saatnya berpisah dengan zaman HP flagship cuma 1080p. Jadi mantap. Kualitasnya kayak gini. Ada hujan, aman, udah tahan air, sama mikrofonnya juga bisa didengar. Tapi kalau kita mau bandingin sama yang Pro, sebaiknya jangan ya, dari sensornya udah beda, dari megapikselnya udah beda, ukuran sensor si Pro lebih gede, terus megapikselnya juga lebih tinggi. Jadi kalau kita lihat perbandingannya, buat foto zoom, lumayan berasa ya si Pro detailnya. Wuh! HP lain pun nggak usah X200 ini, susah deh buat nyaingin. Jadi vivo X200, kalau dibandingin sama varian Pro, bedanya udah jelas berasa. Kamera zoomnya bagus, udah standarnya tinggi punya, tapi jangan dibandingin sama yang ini. Performanya juga kenceng, sama yang ini juga, soalnya yang ini emang terlalu jauh lah. Anda bisa lihat sendiri reviewnya kayak gimana. Makanya selisih harganya bisa sejauh itu ya, bedanya sampai 5 juta. Namanya emang sama, tapi kelasnya jelas beda. vivo X200 ini tugasnya emang buat saingan sama HP-HP flagship dari brand lain yang non-Pro ya, kayak dari Xiaomi, Oppo, Samsung, yang kisaran harganya juga di 10-15 juta, bukan di atas 15 juta. Speknya mirip-mirip, ukurannya juga mirip-mirip, harganya sendiri kalau vivo mainnya main aman, di tengah aja mereka milihnya di 13 juta, sedikit di atas Xiaomi, mereka 12 juta kalau nggak salah pas launching, tapi vivo ini sedikit di bawah Oppo yang 14 juta. Samsung juga waktu itu kalau nggak salah 14 ya launching tahun lalu, tapi RAMnya 8GB. Mana yang lebih worth it? Ujung-ujungnya tergantung harga ya, kalau vivo bisa lebih agresif di harga, misalnya ada promo diskon, bakal sering buat beberapa bulan ke depan, jadi 10 juta, 11 juta, rasanya baru bakal lebih worth it dari yang lain. Kalau sekarang, harga sama kualitasnya lalu ikutin pasar sih. Demikian unboxing buat vivo X200. Like kalau Anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Closed Caption by @Subbox.id Saingannya lumayan ketat, kita lihat apakah bakal banyak promo harga.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...


















