GOKIL ! Tablet Gak Sampe 2 JUTA udah Bisa SEBAGUS INI !! Unboxing & Hands on Redmi Pad 2 (YouTube Video)
Hai Andika, guys di sini. Kenalin ini adalah Redmi Pad 2 yang bikin perasaan saya itu campur aduk. Ada senang, ada kaget, dan ada curiganya. Karena dengan harga enggak sampai R2 juta, kita dapat tablet 11 inch dengan resolusinya 2,5K. Baterainya gede. Chipsetnya juga lumayan kencang dengan ultra. Dan dia juga udah support sama stylus. Sebenarnya dua poin dari layar dari stylus aja ini udah bikin curiga karena terlalu murah. Ya, saya senang sih bisa dapat harga murah, kaget juga. Tapi dengan murahnya ini apa aja yang dipangkas? Kan kita harus curiga. Ya, pertama langsung aja kita unboxing dan coba kita lihat di dalam paket pembeliannya ini ada apa aja. Dan empat selling point-nya sama kayak di bok belakangnya tadi kita ambil dulu tabletnya. Terus di dalam paket pembeliannya kita dapat oh dapat kabel type A to type C dan juga kita dapat adapter yang outputnya itu 15 wat. Terus kita juga dapat beberapa buku panduan dan ya enggak ada lagi cuman itu aja dan sambil kita buka stylus-nya sekalian deh nanti kita coba koneksikan dengan tabletnya ya. Stylusnya ini bukan stylus yang Rp20.000-an ya. Ini emang stylus actif ya. Ini kalau misalkan kita beli harganya kalau sama tabletnya itu bundlingnya 2,5 juta sekian. Tapi kalau kalian enggak beli bundling stylus-nya doang, kalian bisa beli dengan harga Rp700.000-an. Dan ini adalah Redmi Pad 2-nya. Boh, secara first impress ya, ketika dibuka dia ini sama sekali enggak menunjukkan kalau dia adalah tablet entry level, tablet R jutaan. Karena dia ini pakai aluminium. HP-nya aja yang entry level itu biasanya pakai plastik ya. Tapi ini aluminium dan dia unib yang berarti casing belakang dan juga bagian frame-nya itu jadi satu. Boh. Dan akhirnya dia kelihatan mewah sih, langsung kelihatan fingerprint-nya. Dan memang dia gak ada temper glass atau skin guard-nya ya. Dan di dalam paket pembiliannya tadi juga enggak ada. Ini sambil kita nyalakan untuk nanti kita untuk hands on ons dan sambil nunggu booting bobotnya ini sekitar 500 gr dan untuk tebalnya sekitar 7 kom sekian milm jadi lumayan tipis juga. Dan di bagian sini ada volume up and down, ada mic, ada sim tray. Eh, sori ini tempatnya micro SD ya, bukan SIM 3. Dan micro SD-nya ini bisa up to 2 TB. Terus di sini ada tombol power, ada speaker 1 2. Di sini enggak ada apa-apa. Di sini ada speaker lagi 1 2. Berarti dia ada quatt speaker, terus ada type C dan masih ada audio jack. Terus di belakang juga ada kamera dengan 8 megapel. Oke, jadi Redmi Pad 2-nya udah selesai saya instalasi untuk aplikasi dan untuk kita hands on coba game juga nanti. Dan seperti yang kalian lihat ya, layarnya ini karena dia 2,5K, jadi detail-detailnya itu cakep banget. Memang baselnya enggak setipis basel-basel tablet yang biasanya mid range 6 sampai R juta, tapi ya kalau dibilang tebal enggak juga ya. Kalau dibandingin sama jempol saya aja segini aja nih kira-kira masih cakep. Nah, sekarang saya pengen coba kalau misalkan kita koneksikan dengan stylus-nya ya. Jadi caranya tinggal search aja stylus di bagian setting sini dan kita coba koneksikan ya. Kita coba tahan. Kayaknya ini baterainya habis ya. Jadi kita coba cas dulu aja sampai dia nyala hijau. Habis itu kita mulai lagi. Jadi sekarang kita bahas dulu untuk layarnya ya. Buat layarnya ini ya. Walaupun dia seri entry level, tapi lumayan lengkap loh ya. Ada SIM-nya juga kita bisa pilih. Nanti kita juga tes modenya. Refresh r-nya dia bisa adaptif, bisa 60 dan juga 90 Hz. Jadi scrolling-scrolling lebih nyaman. Tapi sayangnya untuk resolusinya ini enggak bisa diatur ya. Biasanya kan kalau di HP atau tablet flagship kan resolusinya bisa kita turunin ya. Ini kan 2,5K. Siapa tahu kita pengin menghemat baterai kita turunin ke full HD. Nah, ini sayangnya gak bisa jadi langsung default ke 2,5K. Tapi untungnya baterainya gede sih ya. Nah, enaknya resolusi 2,5K misal kita lagi browsing dengan tulisan yang kecil-kecil seperti ini, tulisannya terlihat lebih jelas. Gambar-gambarnya juga jelas, cakep, enggak pixelated gitu. Dan untuk PPI atau pixel per inch-nya dia ada di 274. Jadi lumayan padat. Tapi ini kan RAM-nya cuma 4 GB ya. Biasanya kalau digunain untuk YouTube upscaling itu nge-lag. Nah, ini nih kualitas layarnya nih. Walaupun 2 juta kembali 1000 tapi cakep kan ya? Detailnya cakep. Terus warnanya itu enggak pucat. Warna gelap dan terangnya juga masih seimbang walaupun dia bukan layar OLED ya. Wah ini kok gambarnya gini gambar apa nih? Wah sori sori guys. Ini mah kesalahan ya itu tadi. Padahal resolusinya masih di 480p ya. Kalau di upscaling dia bisanya di 1440p ya. sama dengan resolusi bawaannya. Dan kita coba apakah dia nge-lag. Nah, beh enggak nge-lag karena biasanya kalau RAM 4 gig resolusi layarnya gede itu nge-lag kayak patah-patah gitu. Nah, ini enggak. Wow, ini ada nih patah-patah dikit nih. Kalian perhatikan ada enggak ya? Kelihatan enggak ya? Nah, ini bukan karena buffring ya. Tuh, masih ada abu-abunya di sini ya. Tapi nge-lag-nya bukan yang parah kayak biasanya HP sejuta atau tablet sejutaan sih. Dan suaranya coba kita dengerin. Hat speakernya ini kayak wah speakernya kayak gini. Lumayan imersif sih ya. Bassnya ada terus suaranya tuh kayak di sekeliling saya gitu. Tapi sekarang kita coba suaranya untuk lagu Jedak-jeduk ya. [Musik] ya bassnya jadi masih dalam, masih dapat, soundingnya juga masih luas. Jadi ini volume mentok 100% dia juga enggak ada gembreng-gembrengnya sama sekali ya. Dan squad speakernya ini udah support sama Dolby Atmos. Jadi kalau misalkan kalian nonton konten di Netflix yang support sama Dolby Atmos, wah suaranya itu ibaratnya kayak kalian nonton di bioskop Mini lah. Dan untuk layarnya juga udah kita tes ya untuk kal akurasinya. Dan hasilnya di mode Vivit dia dapat skor itu 93,7%. SRGB-nya Adob RGB 81,5%. P3-nya di 78,9%. Mode saturated dan standar mirip-mirip aja. Kalian bisa lihat hasilnya di sini. Dan untuk tipical brightness ns-nya ada di kisaran 278 nit. Dan ternyata tadi Bluetooth-nya yang belum nyala, Guys, ya. Nah, ini kalau Bluetooth-nya nyala, wah, tadi yang icon pop up connect-nya enggak enggak ke-record lagi, ya. Nah, ini udah bisa nih stylus-nya nih. Uh, ada update firmware, Guys. Langsung dapat update firmware loh ya untuk stylusnya. Dan ngomongin stylus-nya ini, ini adalah stylus yang pressure sensitivity-nya lumayan ya, di 4096 pressure sensitivity dan dia juga udah support sama palm rejection. Jadi, kalau kita gunain untuk gambar dan palm kita ada di layarnya itu bakal enggak masalah. Tapi sayangnya untuk si stylus-nya ini dia belum magnetik ya. Jadi ngecasnya harus terpisah seperti ini. Jadi ngecas tablet terus ngecas stylusnya jadi agak ribet. Dan apakah dia ada magnetik buat nyimpannya? Coba ya. Lah enggak ada yang bisa nih. Atas bawah yah enggak bisa, Guys. Jadi untuk magnetiknya sayangnya enggak ada sama sekali nih. Nah, seperti ini pam rejection-nya tuh. Walaupun saya gesek-gesek seperti ini, dia enggak bisa ada pennya, ya. Tuh. tuh dan lumayan responsif tuh. Ini saya gambar cepat aja. Cuman feel-nya memang sayangnya layarnya ini enggak enggak papermid ya. Jadi, feel-nya masih licin, enggak kayak gambar di kertas, tapi ya di kelas harganya masih oke aja sih. Dan untuk layarnya ini juga belum anti glare. Jadi saran saya kalau misalkan kalian punya budget lebih, belikan ya screen card yang papermid plus anti glamare. Karena kalau misalkan kita tembakan ke lighting tuh masih silau. Tapi untuk stylus di kelas harganya masih cakep banget sih. Tuh, responsif. dan dengan 4096 pressure sensitivity-nya tadi. Jadi kalau dengan aplikasi yang support ya, kalau misalkan kalian tarik garisnya itu tipis, dia bakalan tipis. Kalau kalian tekan pennya garisnya bakalan tebal. Terus selain stylus, dia juga support sama keyboard ya. Nah, keyboard-nya ini tinggal dikoneksikan aja. Cuman ya apakah ada keyboard-nya yang untuk 11 inch? Harusnya sih ada ya karena secara software dia ada. Jadi secara hardware harusnya ada. Untuk OS dia pakai Xiaomi Hyper OS dan tadi juga udah saya update. Plus walaupun entry level dia masih ke bagian hyper connect ya. Jadi ada Xiaomi interconnectivity-nya. Kita bisa koneksikan dia. Kalau misalkan kalian punya HP Xiaomi misalkan copy paste dari HP ke sini bisa tuh pakai cliboard. Terus notifikasinya juga bisa langsung connect ke sini tuh. Jadi walaupun entry level Xiaomi Hyper Connect-nya tetap ada loh. Inilah hasil videonya. Lumayan cakep ya untuk harga R jutaan. Untuk entry level sih lumayan ya. Tuh. Noise memang ada dan dia juga masih lumayan starter tapi cakep loh. Skin tone masih natural tuh masih oke banget nih di kelas harga 19. Dan untuk kamera belakang kira-kira seperti ini. Kamera belakangnya 8 megap. Harusnya sih lebih oke dibanding kamera depan ya. Tapi coba kalian tulis di kolom komentar sama mikrofonnya. Kalau buat meeting-meeting harusnya masih oki lah. Sekarang kita coba untuk performanya. Jadi untuk spesifikasinya dia pakai Helio G100 Ultra. Tapi jangan kejebak di situ. Walaupun ada kata ultranya, tapi sebenarnya ini ya sebenarnya mirip-mirip sama G99 sih ya. Cuman ya dioverclock dikitlah biar beda. Karena kalau kita lihat AnTu-nya ini AnTuTu tuh yang versi 3D LED. Jadi dia bukan versi yang 3D beneran. 3D light-nya itu skornya tadi sekitar ya ini R00.000-an. Dan untuk skor lengkapnya ini GPU-nya ada dip.000, memorinya Rp110.000, CPU-nya Rp13.000. Nah, kalau digunakan untuk gaming bisa enggak, Bang? Bisa sih. Tadi udah kita coba dan langsung aja kalian lihat grafiknya dan hasilnya kita coba lihat di PUBG dulu, ya. Di PUBG. Oke. Nah, dia kebukanya sayangnya masih 40 fps dan untuk grafiknya ya stabil di 40 fps ya. Walaupun ada beberapa frame drop di sini cuman dropnya itu di kisaran 37 fps dan yang dia pakai itu sekitar 2,64 watt. Jadi masih lumayan efisien. Average-nya ada di 39 fps. Itu untuk PUBG. Terus untuk Mobile Legends ya, dia sebenarnya stabil di 60 fps. Ini pas di lobi aja terus stabil lagi setelah lobi. Nah, lobi dia turun lagi. Dan untuk power-nya dia butuh 3,57 watt di Mobile Legends. Tapi kalau untuk suhunya di 34 derajat Celcius. Terus low FPS-nya, titik terendahnya cuma di 17, average-nya dia dapat di 56 fps. Apakah Gensing Impact sanggup, Bang? Nah, genensin ini kita coba di settingan lowest, ya. Settingan lowest-nya waduh udah kayak chart-nya crypto, ya lowest-nya itu jadi average FPS dia dapat 35. ya masih sanggup sih untuk main lowest FPS dan untuk dropnya paling rendah di 25,6 FPS. Jadi kalau ditanya apakah sanggup ya sanggup dengan settingan mentok rata kiri walaupun chartnya masih lumayan fluktuatif. Kalau kalian tanya apakah dia enak buat daily ya nyaman aja sih. Tuh coba lihat refresh-nya 90 juga cakep. Enggak nge-lag kalau misalkan kita buka beberapa aplikasi. Nah ini misalkan kita buka kamera, buka Google tuh. Terus di slide-slide juga masih aman. Jadi untuk daily tablet ini juga masih mumpuni untuk baterai 9.000 mamp dan Xiaomi klaimnya untuk baterai ini ya dia bisa kalau standby dia bisa tahan sampai 86 hari tapi siapa beli tablet buat standby ya dan kalau digunakan untuk muter musik kata Xiaomi 234 jam nonstop. Nah di pengetesan kita PUBG 30 menit tadi berkurangnya cuman 4%. Gokil ini hemat banget. Mobile Legends 30 menit berkurang 5% dan Gensin Impact 15 menit berkurangnya 3%. Di kelas harga 199 ini kalau kita ngomongin alternatif atau kompetitornya sebenarnya dari Redmi sendiri ada ya. Redmi PS SE itu kalau enggak salah sekitar 1,8 1,9. Advance Tab Sketsa 3 itu juga 1,8. Samsung Galaxy Tab A9 itu juga sekitar under R juta. Apalagi Advanasa tablet Itel itu juga ada yang under R juta. Cuman kalau kita lihat secara price to performance, price to specification ya, Redmi Pad 2 ini enggak ada yang ngalahin sih, terutama di layarnya yang 2,5K. Karena di harga 1 ya, kelebihannya jelas baterainya badak 9000 mamp. Desain dan quality-nya juga oke banget. Ini kalau misalnya saya bending-bending aja ya. Tuh. Ah, walaupun dia kelihatan melengkung tapi masih aman aja tuh. Ah, cara ber quality oke banget sih desain un body-nya ini. Terus layarnya 2,5K 90 Hz. Enggak berhenti-berhenti saya bilang kayak gitu ya. Karena di kelas harganya enggak ada yang 2,5K. Cuman memang ada kekurangannya. Kekurangannya menurut saya layarnya ini harusnya dapat screen guard tambahan atau temper glass tambahan karena belum anti glare dan anti refleflectif. Dan dia memang udah support sama stylus, tapi stylusnya ini ya wajar sih ya di kelas harganya. Dia masih harus yang dicolok pakai type C bukan yang magnetic. Kekurangan lain ngecasnya lambat karena cuman 15 watt. Jadi ya ngecas 9000 mamp bayangin aja ya paling ya 3 sampai 4 jam. Dan performanya G100 itu sebenarnya yang G99. Jadi kalau buat daily editing tipis-tipis masih okelah. Tapi kalau udah kategori berat enggak kuat. Tapi intinya kalau kalian cari tablet di harga R jutaan, udahlah gak ada lawan. Sementara ini ya, sejauh ini masih Redmi P2 yang paling worth saya and see you on the next video.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Di tengah lesunya kondisi ekonomi saat ini, DKID Media justru membawa angin segar lewat ulasan tablet terbaru yang diklaim tetap mempertahankan kemewahan layar 2K...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...

















