Jungkat

Hape 5G Termurah Samsung 2025, 2 Jutaan, Baterai Awet, One UI 7 - Review Samsung Galaxy A06 5G (YouTube Video)

  • 20/03/2025

Samsung Galaxy A0 series di-upgrade jauh di tahun 2025 ini ya. Ini Samsung Galaxy A06 5G ya. Smartphone 5G baru termurah dari Samsung di tahun 2025. Harganya di 2,3 jutaan. Sornya langsung pakai Mediatek di 6300. Naik jauh nih performanya nih. Layarnya di 6,7 inci cukup besar ya. Dan refresh rate-nya pun 90 Hz. Baterai juga menarik ya. Walaupun hanya 5.000 mAh, tapi hasil tes kami daya tahan baterai ternyata tidak malu-maluin. Mantap. Yang satu ini smartphone ini juga langsung hadir dengan One UI 7 ya One UI 7 dengan basis Android 15 dan update OS-nya dijanjikan bisa dapat empat kali dengan 4 tahun security update. Jadi panjang banget update-nya. Untuk fitur kameranya juga lengkap. Ini ala kelas atas ya. Samsung Nox Fult dan Autocker ada semua dalam sini. Selain itu dia juga punya IP rating di IP 54. Nah, langsung aja ya kita kupas tuntas si Samsung Galaxy A06 5G yang satu ini. Ya, ini Samsung Galaxy A06 5G. Ini menarik ya, karena varian 4G-nya sebenarnya udah rilis dari bulan September 2024 tahun lalu ya, tapi varian 5G-nya baru hadir di Maret 2025. Kok kayaknya lama banget jaraknya. Nah, menariknya ini bukan gara-gara Samsung Indonesia telat masukin smartphone yang baru ini. Secara internasional Galaxy A06 5G memang baru saja diluncurkan. Jadi, ini justru masuknya terbilang cepat, enggak pakai telat-telat sama sekali. Oke, langsung aja kita mulai review-nya dari isi paket penjualannya. Nah, ini spesial ya. Samsung Galaxy A06 5G ini bok paket penjualannya punya cover khusus yang menunjukkan kerja samanya dengan Free Fire. Desainnya seperti ini. Keren nih ya. Nah, kalau untuk isinya kita lihat tentunya ada unit smartphone-nya, lalu ada kabel USBC 2C di sini ya, lalu ada sim tray ejector dan paket dokumen ya. Jadi ini paket penjualannya ringkas banget khas Samsung. Tapi sebelum kalian protes, kenapa enggak ada chargernya? Sebentar kami dapat info dari Samsung kalau mereka memberikan bonus travel charger adapter 25 watt untuk setiap pembelian smartphone ini. Jadi, tetap aja ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Walaupun emang enggak di dalam BX, tapi enggak masalah. Yang penting kan dapat. Bukan masalah dalam bok atau tidak dalam box. Oke, untuk desain Samsung menggunakan desain key island di smartphone ini sama dengan Samsung Galaxy A06, Galaxy A16 dan beberapa smartphone Galaxy A series lainnya ya. Nah, body smartphone ini juga menggunakan frame yang flat dengan pengecualian di area dekat tombol power dan volume up down yang punya desain cembung tadi. Nah, jadi walaupun layar dan body belakang smartphone ini flat, kita tidak bisa bilang bahwa ini full serba flat semua. Enggak juga ya. Nah, untuk frame dan body belakang smartphone ini pakai polikarbonat. Untuk dimensinya tinggi 167,3 mm, lebar 77,3 mm dengan ketebalan di 8,0 mm. Jadi untuk dimensinya ini mirip dengan Samsung Galaxy A06 yang 4G. Sementara untuk bobotnya ada di kisaran 191 gr. Jadi masih lumayan enteng lah yang satu ini. Nah, terkait rating ketahanan terhadap debu dan air, Samsung akhirnya menghadirkan di smartphone terjangkau mereka Galaxy AL 6 5G ini punya IP rating di IP54. Ini berarti dia tahan terhadap debu atau debu tidak akan membuat masalah terhadap dia dan tahan terhadap cipratan air dari segala arah. Berarti kalau kita kehujanan itu enggak masalah ya, smartphone-nya aman, cepat-cepat dikeringin aja. Sekarang mari kita lihat ada apa saja di sekeliling body smartphone ini. Nah, di sisi kanan ada tombol power dengan fingerprint reader-nya. Lalu ada volume up and down di situ. Lalu di atas ada mikrofon. Di sisi kiri ada SIM tray. Ini hybrid ya, jadi bisa 2 nano SIM atau 1 nano SIM plus 1 micro SD. Beralih ke bawah. Nah, di sini masih ada audio jack 3,5 mm, ada mikrofon dan ada USBC serta ada speaker ya. Smartphone ini cuma punya satu speaker. Kualitas suaranya terbilang standar lah untuk kas harganya masih terbilang cukup rapi dengan volume suara yang sudah mencukupi. Beralih ke sisi depan ini adalah layar 6,7 inci dengan panel PLS ya. E resolusinya HD Plus 1600 * 720 piksel. Ini berarti kerapatan pikselnya sekitar 260-an PPI. Nah, ini jangan banyak yang komplain nih ya. Kalau enggak paham, di atas 300 PPI mata kita sudah tidak bisa melihat pikselnya sama sekali. Di atas 240 PPI sampai 300 PPI itu sudah sangat susah melihat pikselnya. Jadi kalau yang satu ini ada di bawah 240 PPI, oke saya akan protes. Tapi karena ini 260-an PPI memang mata kita akan sulit melihat pikelnya. Jadi masih kelihatan mantap dan rapat aja pikelnya. Lalu untuk refresh-nya dia up to 90 Hz dan ini adaptif ya. Nah, kalau untuk brightness enggak ada klaim dari Samsung terkait hal ini. Saat kami uji di indoor dalam ruangan, brightness itu bisa mencapai sekitar 570 nit. Sementara saat dicoba untuk simulasi outdoor ternyata masih sama dengan indoor dikisaran 575 nits juga. Nah, untuk color gambutnya smartphone ini tidak punya opsi pengaturan warna layar. Saat kami coba dan kita cek color gambutnya itu coverage-nya ada di 89,2% sRGB dengan gambut volume di 103,1% sRGB. Jadi udah lumayan lah. Untuk beza layar sayangnya ini masih agak tebal ya. Bahkan untuk smartphone 2 jutaan di tahun 2025 ini rasanya agak tebal memang. Lalu earpiece ada di dalam basel di atas layar. Lalu ada kamera selfie 8 megapel ditempatkan di notch yang disebut sebagai UT sekarang namanya ya. Nah, notch ini ukurannya cukup kecil tapi tetap aja membuat smartphone ini kelihatan agak kurang modern ya. Nah, perekaman video dari kamera ini bisa mencapai 1080p 30 fps saja. Beralih ke sisi belakang ini adalah kamera utamanya 50 megapel main kamera bukannya 1,8 autofokus. per kamaman video juga sampai 1080p 30 fps. Kemudian ada kamera 2 megapel yang anggaplah ini sebagai kamera bonus ya. Kedua kamera ini disusun e atas ke bawah seperti ini ya. Jadi terasa masih mirip dengan desain umum smartphone Samsung Galaxy A series. Lalu ada LED flash. Kemudian fitur-fiturnya masih lumayan lengkap di sini ya. Karena biar bagaimanapun ini Samsung ya. Jadi fitur-fiturnya lengkap seperti ini. Oke kita lanjut untuk spesifikasinya. SOC menggunakan Mediatek Dimensi 6300. Ini SOC yang sebelumnya sudah digunakan di Samsung Galaxy A16 A16 ya. Ini SOC di fabrikasi 6 nanm dari TSMC. Nah, ini performanya jelas upgrade banget dibandingkan pendahulu-pendahulunya. Yang satu ini mah untuk gaming udah mantap. Lanjut untuk RAM dan storage. Smartphone ini punya satu varian aja yang RAM-nya 6 gig dengan storage 128 gig. Untuk RAM LPDDR 4X dengan storage menggunakan UFS 2.2 ini berarti selain sudah lebih kencang. Jadi dengan UFS 2.2 ini harusnya sudah tidak ada penurunan performa storage seiring dengan waktu atau paling tidak kalau ada penurunan itu minim sekali. Oh ya untuk RAM-nya dia support RAM plus ya yang mendukung sampai ekstra tambahan 6 GB. Nah sebenarnya untuk micro SD itu supportnya sampai dengan kapasitas 1,5 TB. Nah baterai 5000 mAh dan mendukung charging 25 watt. Untuk sensor-sensor lumayan lengkap ya termasuk ada hardware gyro juga di sini. Dan untuk konektivitas tentunya 2G, 3G, 4G, 5G bisa semua. Tapi kalau untuk ISIM ya belum ada saat ini. Belum ada Wii-nya Wii 5. Bluetooth-nya versi 5.3. Audio kodec-nya juga lumayan lengkap sampai SSC-nya Samsung juga ada di sini. Untuk USB tentunya udah bisa OTG dan untuk keamanan dia punya fingerprint scanner dan face unlock. Tapi enggak cuma itu tentunya ya. Ada juga paket keamanan Samsung Nox lengkap dengan Nox Fult yang bisa mengamankan data-data pribadi kita. Kita bisa pakai secure folder. ini bisa untuk mengamalkan aplikasi-aplikasi yang sensitif agar tidak dibuka atau diakses oleh orang lain. Ini termasuk untuk aplikasi banking. Bisa dimasukin ya. Kemudian auto blocker juga tentunya tersedia ya. Ini bisa secara otomatis mengamankan smartphone kita dari potensi serangan. Termasuk kalau kita mau nginstal aplikasi lewat file APK tuh yang suka dikirim-kirim via WA tuh ya yang bahaya itu. Nah, itu bisa dijaga tuh ya. Lalu ada pencurian data lewat USB dan sebagainya. Jadi ini super super aman. Untuk OS dia menggunakan One UI 7 dengan basis Android 15 ya. Jadi udah kekinian banget tampilannya. Udah kekinian banget. Mirip-mirip sama S25 lah gitu tampilannya ya. Nah untuk update versi Android dijanjikan sampai 4 kali. Jadi dari 15 upade 4 ke 19. Luar biasa jauh juga ya dengan security update sampai dengan 4 tahun juga. Nah, fitur Galaxy AI sayangnya belum diturunkan Samsung ke smartphone yang terjangkau ini. Tapi kalau pakai Gemini buat assisten bisa dong. Bisa di sini. Oke, secara standar ada beberapa aplikasi bawaan yang juga e diinstal di sini ya. Nah, beberapa merupakan aplikasi dari Samsung sendiri. Sementara untuk aplikasi pihak ketiga kalau tidak dibutuhkan bisa langsung dihapus dengan mudah. Nah, kemudian di sini ada private share. Ini merupakan fitur sharing dengan proteksi data. Ada sistem enkripsi yang menjamin kalau data hanya bisa dibuka oleh penerima yang seharusnya saja. Bahkan ada perlindungan juga terhadap file yang kita share. Jadi, tidak bisa di-sharing ulang ke pihak lain oleh penerima file tersebut. Bisa tuh di sini ya. Menariknya ada juga pembatasan waktu sharing. Jadi setelah lewat dari waktu tertentu, file yang kita share otomatis tidak bisa diakses lagi. Mantap kan? Kemudian dia punya maintenance mode di sini ya. Ini berfungsi kalau misalnya kita harus membawa smartphone ini ke service center untuk perbaikan. Nah, mode ini akan menghasilkan teknisi tetap bisa memperbaiki smartphone kita, tapi dia tidak bisa mengakses data kita. Nah, itu penting banget tuh ya. Lalu kemudian nowbar itu tentunya ada di sini ya kan dari One US ya. Jadi kita bisa menampilkan notifikasi dari beberapa aplikasi tertentu di lock screen dalam bentuk seperti ini. Nah, ini bisa untuk maps, clock, media player, aplikasi-aplikasi lain. Bahkan untuk hasil pertandingan olahraga juga bisa tampil di sini. Tentu saja fitur khas One UI lain juga masih tersedia di sini ya, seperti modes and routines di mana kita bisa ngetel sendiri ya preset-pret yang kita sukai dari smartphone ini. Lalu ada color ID and spam protection. Iya, build in. Enggak perlu nginstal aplikasi dari luar. kita bisa langsung dapat color dan spam protection. Lalu ada edge panel. Lalu ada separate app sound yang hampir enggak ada di handphone lain. Dan ada banyak lagi di sini yang kalau kita bahas enggak kelar-kelar nih review-nya. Oke, kita langsung maju aja ke pengujian benchmark-nya ya. Pertama kita mulai dari UnTutu 10. Nah, di sini seperti biasa ya, AnTutus 10 di level handphone seperti ini itu baru bisa jalan dengan 3D Lite. Jadi kalau mau dibandingkan, pastikan kalian bandingkan AnTutus 10 yang pakai 3D Lite juga. Di sini kita dapat R16.000-an ribuan skornya tanpa kipas maupun dengan kipas skor yang didapatkan hanya di kisaran segini aja ada masalah tapi ya untuk Geekbch 6 core di 742 multiore di 1969 3x sling shot unlimited open graphic scor-nya di 2570 sementara untuk kestabilan kita pakai 3k wildlife stress test unlimited di mana best score-nya di 1381 dengan lowest score di 1370 jadi kestabilannya ada di 99,2% sangat-sangat stabil untuk Benz Manhattan 3.1 1080p off screen dia dapat 27 fps. Sementara untuk TX 1080p off screen dapat 65 fps. Sekarang mari kita tes untuk gaming. Nah, untuk gaming di smartphone ini enggak tersedia fitur semacam game launcher yang biasa ada di OneUI dan kita juga belum bisa menemukan game plugins di Galaxy Store. Jadi, semua pengujian kami enggak ada trik atau settingan khusus ya. Semua dalam kondisi standarnya One UI 7 aja. Kita mulai dari supply servers ya. Refresh rate-nya berjalan langsung di 90 Hz saat kita main game yang satu ini. Jadi game ini tentu saja jalan di 90 fps. Ini relatif stabil ya dan nyaman di 90 fps. Mulus, lancar aja enggak pakai setting-setting macam-macam. Lanjut untuk PUBG Mobile. Nah, sayangnya di sini setting frame rate maksimum cuma sampai di ultra atau 40 fps aja. Jadinya cukup rata sih sebetulnya di 40 fps lancar dimainkan. Tapi enggak mantap aja karena belum nyampai 60 fps. Seandainya saja sering 60 fps-nya terbuka harusnya enggak ada masalah nih. Ini masalah kerja sama aja sebetulnya bukan masalah dia enggak mampu. Oke untuk Gro aing gimana? Nah di sini terbilang mulus dan responsif. Paslah dengan apa yang bisa diarahkan dari sebuah hardware based gyo. Lanjut dengan Free Fire. Nah kalian ada kerja sama ya sama Free Fire. Jadi kita coba langsung game satu ini. Setting frame rate yang terbuka itu sampai high. Lalu grafis kami setting mentok rata kanan. Hasilnya game ini bisa dijalankan relatif mulus sekali dekat dengan 60 fps. Sesekali ada penuruan frame rate tapi cuma di 50-an FPS aja. Jadi tidak mengganggu sama sekali. Lanjut untuk Mobile Legends. Sayangnya frame rate-nya cuma sampai high. Saat kami coba appeal, settingan tertinggi juga enggak terbuka. Nah, kita coba di kualitas ultra. Game ini bisa dimainkan dengan lancar di kisaran 60 fps. Sesekali aja di battle yang ramai itu frame rate bisa turun sedikit. Itu juga masih ke 50-an FPS. frame seperti ini nyamanlah untuk main game Mobile Legends. Lanjut untuk Gensin Impact. Kita coba di lowest 60 ya. Pertama tanpa kipas dulu kita coba frame rate kita dapatkan di awal cukup konsisten di 40 sampai 50 fps. Saat ada battle itu turun sedikit di bawah 40 fps. Tapi setelah 7 menitan frame rate-nya mulai turun ke 30 sampai 40 fps. Dan sesekali dia turun ke bawah 30 fps saat pindah area atau ada musuh muncul di layar. Frame rate bisa turun sampai 2425 fps kalau lagi ada battle ya. Nah, selama setengah jam rata-rata frame yang kita dapatkan adalah di 35 frame pers. So, permukaan setelah setengah jam di sisi layar titik terpanasnya itu ada di kisaran 39 derajat Celcius sampai 40 derajat Celcius. Dan posisinya ada di bagian atas layar ya. Sementara untuk sisi belakang itu ada kisaran 41 sampai 42 derajat Celcius. Masih enggak terlalu panas tapi ini pas sampai ke limitnya. Ini masih di limit hangat-hangat aja sebetulnya ya. Sekarang coba kita pakai kipas pendingin. Ternyata frame rate yang didapatkan itu relatif lebih tinggi sekarang dengan rata-rata selama 30 menit bisa ada di 40 fps. Memang ini masih yang belum bisa dapat sampai frame rate yang stabil luar biasa di 40 ya. Tentunya masih ada naik turunnya di kesaran 33 sampai 48 fps. Tapi secara umum ini game jadi terasa lancar saat dimainkan. Jadi untuk ranking ya tanpa kipas rankingnya C minus tapi kalau dikipasin kita langsung bisa kasih C. Jadi udah mantaplah untuk main Gensin Impact. Oke, sekarang mari kita masuk ke pengujian kamera. Oke, di tangan saya kali ini sudah ada Samsung Galaxy A065G, Teman-teman. Jadi, mari sama-sama kita cek kemampuan kameranya. Dan seperti biasa, sebelum kita mulai, kita cek kemampuan mikrofonnya terlebih dahulu. Di sini saya tidak menggunakan mikrofon eksternal, jadi ini langsung dari mikrofon smartphone-nya. Untuk kualitas mikrofonnya sendiri, bagi saya ini sudah tergolong sangat membadai ya. Apalagi di sini sudah menggunakan dua mikrofon juga. Jadi kalau misalnya salah satu mikrofon yang ketutupan seperti ini, setidaknya masih ada backup dari mikrofon yang satunya. Oke, langsung saja kita mulai pembahasan kameranya. Oke, langsung saja kita mulai dari kamera selfie-nya. Dan seperti yang teman-teman lihat di sini, sayangnya video yang dihasilkan masih kurang stabil. Jadi, kami akan menyarankan kalian untuk menggunakan tools ekstra seperti tripod di kamera selfie-nya ini atau kalian juga bisa menggunakan fitur stabilize yang ada di Google Photo seperti ini. Nah, nanti hasil videonya kurang lebih seperti ini ya. Jadi lebih stabil kan. Lalu untuk kualitas videonya sendiri bagi kami ini sudah tergolong oke untuk smartphone entry level. Detailnya dapat, ketajamannya juga pas, enggak sampai oversharpen seperti video entry level pada umumnya. Nice. Sementara untuk kemampuan damic range-nya ini standar ya. Area highlight memang rada over expose. Namun setidaknya objek utama masih dapat terlihat dengan jelas di sini. Nah, itu di kondisi yang ekstrem ya. Kalau di kondisi yang normal sih aman-aman aja. Beralih ke kamera utama. Di sini video yang dihasilkan lebih stabil dibanding kamera selfie-nya tadi, asalkan fitur stabilizer yang ini dinyalakan terlebih dahulu, ya. Kemudian untuk kualitasnya sendiri bagi kami ini sedikit lebih kasar dibanding kamera selfie-nya tadi. Lalu untuk kemampuan dari micrange bagi kami ini agak mendingan karena informasi di background lebih ketangkap di sini dan untuk kondisi normal videonya juga sudah aman ya. Oke, sekarang kita lanjut ke malam hari dan untuk hasil videonya kurang lebih seperti ini ya, baik di kamera selfie maupun utama. Di sini detailnya sudah menurun, namun paling tidak objek video masih cukup terlihat dan yang kami apresiasi adalah videonya tidak mengalami frame drop atau patah-patah. Nah, untuk hasil foto-fotonya bagi kami kamera utama dari smartphone ini sudah aman. Tapi kalau kamera selfie rasanya masih perlu diperbaiki lagi. Sementara kalau malam kurang lebih seperti ini ya. Kita harus pandai-pandai mencari sumber cahaya agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. atau bisa juga dengan menggunakan fitur naik mod-nya. Dengan sedikit catatan, pastikan tangan stabil ya saat menggunakan fitur ini. Sekarang kita bahas fitur-fitur ekstranya. Di sini ada mode pro untuk foto yang memungkinkan kita untuk mengatur ISO secara manual dari 100 hingga 3.200 dan shutter speed dari 1/12.000 sampai 30 detik. Nice. Biasanya sih Samsung ngasih 10 detik ya, tapi di sini sudah lebih panjang lagi. Kemudian di sini juga ada fitur slow-mo 720p 120 fps. Overall bagi kami kemampuan kamera dari Samsung Galaxy A06 5G ini sekedar mencukupi untuk kelas harganya. Hal yang bisa kami protes hanya belum adanya opsi perekaman di atas 1080p 30 fps dan juga video kamera selfie yang belum stabil. Kalau itu tidak terlalu masalah untuk kalian, kameranya masih cukuplah untuk mengabadikan momen sehari-hari. Oke, itu dari saya. Kembali ke studio ya. Lanjut ke pengujian baterainya untuk YouTube offline video playback 1080p ya. Ya, jadi kita download dulu videonya pakai YouTube lalu kita putar tanpa konektivitas internet sama sekali dan kita bisa mendapatkan bahwa baterai habis setelah 20 jam 5 menit. Ini hasil yang terbilang bagus untuk kelas harganya dan tipe SOC yang digunakannya. Biasanya tipe SOC seperti ini bisa jauh di bawah 20 bahkan di belasan-belasan. Ini yang pertama kali bisa nyampai di 20-an jam dengan baterai 5.000 mAh. Lanjut untuk YouTube streaming 1080p 30 fps non HDR. Baterai berkurang 3% selama pemutaran video 30 menit. Untuk mainan tiktok swipe-swap selama setengah jam baterai turun 4%. Masih normal. Gensin Impact la 60 selama 30 menit. Baterai berkurang sekitar 9%. Lagi-lagi masih normal di sini. Masih mantap ya. Nah, untuk charging kita pakai charging 25 watt dari Samsung dan kita dapatkan bahwa dari 0 sampai 50% butuh waktu 39 menit. Sementara dari 0 saya penuh butuh 1,5 jam tepat. Ini udah bisa dibilang standar untuk charger Samsung 25 watt belakangan ini ya, khususnya untuk smartphone yang terjangkau. Kita lanjut lagi. Untuk Netflix tentunya sudah WiF L1 dan udah support streaming sampai full HD. Untuk YouTube streaming sampai 1440p 60 fps dan terbilang lancar nih streamingnya. Untuk heptic feedback ini getaran dihasilkan tuh masih agak panjang di sini ya. Jadi belum yang terasa benar-benar super akurat walaupun untungnya masih bisa digunakan dengan sedikit penyesuaian. Nah, untuk Wii sharing saynya tidak tersedia di sini ya. Jadi kalau kita coba aktifkan mobile hotspot wifi akan dimatikan. Jadi mobile hotspot di sini hanya bisa untuk sharing internet dari koneksi seluler 4G atau 5G-nya. Nah, untuk harga Samsung Galaxy A06 5G dipasarkan dengan harga kisaran Rp2.399.000 dengan satu varian RAM storage saja di RAM 6 GB dengan storage 128 GB. Ini jujur aja terbilang harga yang relatif terjangkau untuk smartphone 5G ya. Bahkan ini harusnya jadi salah satu smartphone 5G paling terjangkau yang bisa didapatkan resmi di Indonesia saat ini. Nah, menariknya lagi Samsung juga memberikan bonus senilai sekitar Rp869.000 R000 untuk pembelian smartphone ini yang terdiri dari travel adapter 25 watt, paket data Telkom sell 36 GB untuk 12 bulan, serta ada juga eksklusif iname item untuk game Free Fire. Nah, smartphone ini sudah bisa dibeli toko online maupun offline dan bisa langsung aja cek informasinya di link yang ada dalam deskripsi video ini. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, hanya ada satu varian 6128. Ini untuk sebagian pengguna mungkin akan terasa agak pas-pasan untuk kebutuhan saat ini. Walaupun jujur aja melihat dari harganya dan ini udah 5G udah lumayan sih sebetulnya. Kemudian layarnya yang HD Plus. Nah, ini banyak yang akan bilang, "Waduh, apaan tuh? Kurang tuh." Tapi menurut kami itu masih bisa diterima untuk harga R jutaan kecil. Selain itu, resolusi ini juga membuat baterai jadi lebih awet. Dan ini masih 260-an PPI seperti dibahas tadi. Jadi, kerapatan pikelnya sudah memadai. Kalau di bawah 240 oke kami akan protes keras. Kemudian untuk kameranya ini single kamera ya, plus bonus aja untuk kamera utama. Lalu untuk perekaman video selfie dan kamera utama juga mentok di 1080p 30 fps. Paket penjualan juga terasa minim di sini ya, tapi ini ada chargernya. Jadi sebetulnya enggak banyak komplain lah di sini ya. Nah, untuk desain ini sayangnya juga masih pakai desain notch ya untuk kamera selfie-nya. Jadi masih agak kurang terasa kekinian. Lalu untuk speaker juga baru single speaker aja dan sayangnya tidak ada NFC di smartphone yang satu ini. Dari segi kelebihan yang pertama untuk Samsung Galaxy A0 series ini kencang banget ya karena SOC yang dipakai sudah kencang di sini sekarang dan otomatis dia sudah menawarkan konektivitas 5G juga ya. Jadi udah kekinian storage-nya udah pakai UFS bukan IMMC tentunya ya. Tentunya itu karena pasangan dari SOC-nya ya. Lalu daya tahan baterainya terbilang relatif baik. sedikit di atas harapan kami untuk SOC tipe seperti ini. Untuk OneUI 7 juga udah terpasang di sini dan udah pakai basis Android 15 dan masih ada 4 kali update lagi. Jadi panjang ini update-nya. Lalu fitur bawaannya OneU juga terbilang banyak. Ini mirip dengan yang ada di smartphone kelas atasnya Samsung termasuk ada Nox, Autocker, Nowbar bahkan udah ada di sini. Dia udah punya rating IP54 juga jadi ya hujan-hujan tipis-tipis enggak ada masalah. Dual mikrofon juga ada di sini. Jadi kualitasnya mumpuni untuk ngerekam video dan audio di sini ya. Layar juga keluar gamotnya udah cukup baik di sini. Lalu masih ada audio jack dan slot micro SD ya. Samsung Galaxy A06 5G ini adalah smartphone 5G termurah dari Samsung yang masuk resmi ke Indonesia saat ini. Sebelumnya di kelas harga ini Samsung baru menawarkan smartphone 4G aja. Menariknya Samsung masih menawarkan beberapa fitur khas mereka di smartphone ini. Termasuk fitur-fitur keamanan seperti yang tadi Nox Falt, auto blocker, spam protection dan lain-lain. Update-nya juga panjang. Smartphone ini harusnya cocok untuk pengguna Samsung A0 series dari tahun-tahun sebelumnya yang mau upgrade smartphone tapi dengan dana terbatas termasuk untuk yang pakai AN5, A04, A04S dan beberapa smartphone sebelumnya. Upgrade yang tawarkan sangat menarik soalnya peningkatan performa SOC yang luar biasa dapat 5G IP54 dan storage-nya udah bukan IMMC lagi. Jadi kalau mau cari smartphone 5G dari Samsung yang paling terjangkau dengan performa mumpuni saat ini, Galaxy A06 5G ini adalah pilihannya. Saya Irfan Jangan TV. [Musik]

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Samsung Galaxy A06

Samsung Galaxy A06 merupakan smartphone entry-level Samsung yang dirancang untuk pengguna Indonesia yang membutuhkan perangkat sederhana, stabil, dan mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Ponsel ini menyasar pelajar, pengguna pemula, serta keluarga yang memerlukan perangkat komunikasi andal tanpa fitur yang terlalu kompleks. Galaxy A06 hadir sebagai penerus seri A0x dengan peningkatan...

Samsung Galaxy A06 5G

Samsung Galaxy A06 5G merupakan smartphone entry-level Samsung yang dirancang untuk menghadirkan akses jaringan 5G yang stabil, layar responsif, serta sistem yang aman dan mudah digunakan bagi pengguna Indonesia. Perangkat ini menyasar pelajar, pengguna pemula, dan masyarakat umum yang membutuhkan ponsel harian sederhana namun siap mengikuti perkembangan jaringan seluler. Galaxy...